Pages

Monday, June 20, 2011

Russian warship joins NATO drills in North Atlantic


Admiral Chabanenko destroyer
07:45 20/06/2011
MOSCOW, June 20 (RIA Novosti)
Russia's Admiral Chabanenko destroyer from the Northern Fleet will make a port call at the U.S. naval base of Norfolk on Monday in preparation for joint naval drills with NATO warships.
Admiral Chabanenko, an Udaloy II class destroyer, and rescue tug Shakhter will take part in the FRUKUS 2011 exercises, which will be held on June 23-30 in the North Atlantic off the east coast of the United States.
The annual naval drills, which traditionally involve France, Russia, Britain and the United States, practice interoperability for future joint anti-piracy operations under a UN mandate.
"The goal of the exercise is to practice interoperability between warships in a multinational task force fighting piracy and protecting convoys," a spokesperson for the Russian Defense Ministry said.
The FRUKUS 2011 exercise will consist of several stages including joint maneuvering, repelling attacks of fast-speed boats, boarding operations, and helicopter landings.
Previously called RUKUS, the exercises were launched in 1988 to promote dialogue between the Soviet Union, Britain, and the United States. The name was changed to FRUKUS in 2003, when France formally joined the group.
Admiral Chabanenko was on a two-month anti-piracy duty in the Gulf of Aden in Dec. 2009 - Jan. 2010, and successfully escorted several commercial convoys through pirate-infested waters off the Somali coast.

RIA NOVOSTI

U.S. congresswoman says Russian-French Mistral deal threatens U.S. security


Russia and France signed a $1.7 billion (1.2 bln euro) contract on two Mistral class ships for the Russian Navy in St. Petersburg on Friday.
A purchase of French-built Mistral class amphibious assault ships by Russia poses a threat to U.S. security and is aimed against Washington's allies, the chairwoman of the U.S. House of Representatives' Foreign Affairs Committee has said.
"It is deeply troubling that France, a NATO ally, has decided to ignore the clear danger of selling advanced warships to Russia even as Moscow is taking an increasingly hostile approach toward the U.S., its neighbors, and Europe itself," Ileana Ros-Lehtinen said in a statement.
Russia and France signed a $1.7 billion (1.2 bln euro) contract on two Mistral class ships for the Russian Navy in St. Petersburg on Friday.
In line with the contract, the first warship is to be delivered in 2014 and the second in 2015. The warships will be equipped with Russian weapon systems, Navy chief Adm.Vladimir Vysotsky said.
French President Nicolas Sarkozy hailed the contract as a sign of strategic partnership between the two countries.
The deal has alarmed Russia's neighbors, especially Georgia, whose relations with Russia remain very tense since the August 2008 five-day war between the countries over the breakaway republic of South Ossetia, which Russia subsequently recognized as independent.
"Many of our allies in the region, such as Georgia and the Baltic states, have experienced cyber attacks, severe economic pressure, and even invasion by Russia," Ros-Lehtinen's statement reads.
Russia and France in January signed an intergovernmental agreement to build two Mistral class helicopter carriers at the STX shipyard in Saint-Nazaire, France. Another two are planned to be built later in Russia.
Contract talks stumbled over Russia's demand for the transfer of sensitive electronic systems.
A Mistral class ship is capable of carrying 16 helicopters, four landing vessels, 70 armored vehicles, and 450 personnel.

RIA NOVOSTI

Militer Korsel Minta Maaf Atas Insiden Penembakan Pesawat Airbus

Senin, 20/06/2011 14:21 WIB

Rita Uli Hutapea - detikNews

Militer Korsel Minta Maaf Atas Insiden Penembakan Pesawat Airbus
Ilustrasi (AFP)
Seoul - Militer Korea Selatan (Korsel) meminta maaf kepada rakyat negeri itu atas insiden penembakan pesawat sipil Airbus pekan lalu. Pesawat penumpang itu ditembaki oleh dua Marinir Korsel yang mengiranya sebagai pesawat perang Korea Utara (Korut).

"Militer meminta maaf dengan tulis kepada rakyat kami karena telah menimbulkan kekhawatiran atas insiden tersebut," ujar juru bicara Kepala Staf Kolonel Lee Bung-woo seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/6/2011).

Namun Lee menambahkan, kedua Marinir tersebut tak akan dihukum karena mereka telah bertindak sesuai aturan. Bahkan militer akan meningkatkan pelatihan bagi para prajurit di pos-pos penjagaan garis batas sehingga mereka bisa membedakan pesawat sipil dan militer.

Dalam insiden tersebut terjadi pada Jumat, 17 Juni lalu tersebut, para Marinir yang berjaga di sebuah pulau dekat perbatasan Laut Kuning melepaskan tembakan ke pesawat Airbus A321 milik maskapai Asiana Airlines. Saat itu pesawat tersebut tengah melintas di atas lautan dengan diselimuti kabut.

Ketika itu pesawat tengah menurunkan ketinggian karena akan mendarat di Bandara Internasional Incheon. Untunglah, tembakan yang dilepaskan tidak mengenai pesawat.

Dikatakan Lee, dua Marinir tersebut melepaskan total 99 tembakan ke arah pesawat Airbus tersebut selama sekitar empat menit. Keduanya melepas tembakan setelah melapor ke pemimpin pleton mereka mengenai sebuah pesawat yang mereka kira sebagai pesawat militer Korut.

Saat itu pesawat yang mengangkut 119 orang itu tengah menempuh rute normal dari Kota Chengdu, China. Militer Korsel terus bersiaga akan kemungkinan serangan dari Korut di tengah meningkatnya ketegangan lintas perbatasan menyusul dua insiden mematikan di perbatasan tahun lalu.

(ita/nrl)
DETIK.COM

Israel Mengaku Lemah dalam Memboikot Iran

 Sejumlah anggota parlemen dan analis politik Tel Aviv mengakui kelemahan ketentuan yang ada dan ketidakmampuan Israel dalam memberlakukan boikot dan embargo terhadap Republik Islam Iran.
Fars mengutip laporan Los Angeles Times (19/6) menyebutkan, sejumlah anggota parlemen dan pengamat politik di Israel berpendapat, "Di saat Israel berupaya keras untuk menyatukan negara-negara dunia agar memboikot Iran, boikot ekonomi rezim Zionis terhadap Iran sendiri, sudah memudar, tidak jelas, dan memiliki banyak kelemahan dalam tahap implementasi."
Masalah ini semakin menonjol ke permukaan setelah bulan lalu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa perusahaan Ofer Brothers Group, yang merupakan salah satu perusahaan dagang Tel Aviv, melanggar boikot anti-Iran, melalui anak perusahaan itu di Singapura, Tanker Pacific of Singapore.
Ofer Brothers kemudian mengkonfirmasikan bahwa dalam satu dekade terakhir, anak perusahaan ini telah menurunkan muatan produk minyak di berbagai pelabuhan Iran dan merelokasi muatan dari pelabuhan setempat ke luar negeri.
Para analis dan anggota parlemen Tel Aviv mengaku terdapat banyak kelemahan serius dalam upaya Israel memboikot Republik Islam Iran.
Seorang anggota parlemen Israel (Knesset), Arieh Eldad, dalam hal ini menuntut pemerintah Tel Aviv menangani secara serius kelemahan implementasi boikot anti-Iran. Ditambahkannya, "Kita tidak bisa menunggu negara-negara lain ikut memboikot Iran, di saat perusahaan terbesar kita sendiri selalu berlalu-lalang di pelabuhan Iran. Ini sangat menggelikan."
(IRIB/MZ)


IRIB

Sunday, June 19, 2011

Iran-Afghanistan Perkuat Kerjasama Militer

 Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak mengatakan, kerjasama keamanan antara Kabul danTehran sangat penting bagi stabilitas regional.
Wardak membuat pernyataan setelah penandatanganan kesepakatan kerjasama keamanan Afghanistan-Iran dengan sejawatnya dari Iran Jenderal Ahmad Vahidi di Kabul kemarin (Ahad,19/6).
"Mengingat ancaman dan tantangan yang dihadapi wilayah ini, kami percaya bahwa pertahanan bersama dan kerjasama keamanan antara Kabul dan Tehran sangat penting untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di kawasan," ujarnya seperti dikutip IRNA.
"Afghanistan akan berusaha untuk meningkatkan pertahanan dan hubungan keamanan dengan Republik Islam Iran guna memenuhi tujuan kita bersama yaitu, keamanan regional," tegas Wardak.
"Kami percaya bahwa ekspansi pertahanan bersama dan kerjasama keamanan dengan Iran adalah sejalan dengan kepentingan Afghanistan," lanjutnya.
Menteri pertahanan Iran tiba di Kabul pada hari Sabtu untuk kunjungan dua hari atas undangan mitranya itu. Vahidi telah bertemu dengan sejumlah pejabat politik dan militer negara itu, termasuk Presiden Hamid Karzai, Menteri Dalam Negeri Hanif Atmar untuk membahas isu-isu bersama serta perkembangan regional dan internasional.
Ini adalah kunjungan pertama seorang menteri pertahanan Iran ke Afghanistan sejak kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1979. (IRIB/RM/PH)

IRIB

TNI AU-USAF Gelar Latma Cope West 2011 di Halim


C-130 Hercules milik USAF dari 36th Airlift Squadron, Lanud Yokota, Jepang tiba dengan selamat di Lanud Halim Perdanakusumah guna mengikuti Latma Cope West 2011, Sabtu (18/06). (Foto: U.S. Air Force /Capt. Raymond Geoffroy)


20 Juni 2011, Jakarta (Berita HanKam): TNI AU dan USAF mengelar latihan bersama bersandi Cope West 2011 pada 20-24 Juni di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah, Jakarta.

USAF menyertakan tiga pesawat angkut C-130 Hercules dan 77 personil dari 374th Airlift Wing berpangkalan di Yokota, Jepang dan TNI AU menurunkan satu C-130.

Latma Cope West merupakan latihan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat dalam latihan angkut taktis. Latihan dirancang meningkatkan interoperability antara TNI AU dan USAF. Kedua angkatan udara saling bertukar teknik angkutan udara, pengiriman lewat udara serta meningkatkan stabilitas regional melalui kerja sama dan kebersamaan tujuan.

Wakil KSAU Marsdya TNI Dede Rusamsi (kedua kanan) bersama Commander 13th Air Force USAF Lt. Gen. Stanley T. Kresge (kanan) usai membuka latihan bersama TNI AU dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (20/6). Latihan dengan sandi Cope West 2011 itu untuk meningkatkan kerjasama militer kedua angkatan udara tersebut. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)


Dua Jump Master memeriksa perlengkapan beberapa prajurit Paskhas TNI AU yang akan melaksanakan terjun statik dengan pesawat militer angkut C-130 Herkules milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), pada latihan bersama TNI AU dengan USAF di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (20/6). Latihan dengan sandi Cope West 2011 itu untuk meningkatkan kerjasama militer kedua angkatan udara tersebut. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

Beberapa prajurit Paskhas TNI AU berjalan menuju pesawat militer angkut C-130 Herkules milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), sebelum penerjunan statik pada latihan bersama TNI AU dengan USAF di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (20/6). (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

Beberapa prajurit Paskhas TNI AU melakukan senam sebelum penerjunan statik. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

Sumber: Pacaf

Toisutta Isyaratkan Ada 3 Kandidat Kuat Pengganti KASAD


toisuttaBandung, Seruu.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI George Toisutta mengatakan ada tiga calon penggantinya dari tujuh bintang tiga yang kini aktif."Dari sisi usia ketujuh orang itu kini tinggal tiga," katanya, usai peresmian rumah susun sewa bagi prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara 330 Kostrad di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jabar, Jumat (17/06).
Tentang tiga nama calon dimaksud, George enggan merinci lebih jauh. "Ya kalian wartawan sudah lebih tahu lah...," katanya berseloroh sambil tertawa lepas.
Jenderal George Toisutta dilantik menjadi Kasad oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada November 2009.  Toisutta yang lulusan Akademi Militer 1976 itu akan memasuki masa purna bhakti pada Juni 2011.

Saat ini tercatat ada tujuh perwira tinggi yang berpeluang menduduki kursi orang nomor satu di matra darat yakni Letjen Johanes Surjo Prabowo (Kasum TNI), Letjen Hotmangara Pandjaitan (Sesmempolhukam), dan Letjen Budiman (Wakasad).

Terdapat pula nama Letjen Pramono Edhie Wibowo (Pangkostrad), Letjen Marciano Norman (Dankodiklat AD), Letjen Muhammad Noer Muis (Staf Khusus Panglima TNI) dan Letjen Syarifudin Tipe (Rektor Universitas Pertahanan).

Namun, berdasarkan analisa yang beredar ada tiga calon kuat yaitu Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo yang juga adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Budiman dan Kepala Kodiklatad Letjen Marciano Norman. [ms]

SERUU.COM

BERITA POLULER