Pages

Sunday, January 29, 2012

Panglima TNI : Opsi Pembelian Tank Akan Digelar



Main Battle Tank Rusia, T-90E (versi ekspor). Unit barunya dijual sekitar US$ 2,23 juta, nyaris sama dengan tank Leopard bekas pakai AD Belanda. (Foto: Uralvagonzavod)

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan, banyak opsi untuk membeli tank guna melengkapi alutsista TNI AD. Oleh karena itu, menurut Agus, tidak perlu berpolemik mengenai rencana pembelian tank Leopard.

"Kan memang belum final," ujar Agus di DPR RI, Jakarta, Senin (30/1). Penjelasan menyeluruh mengenai rencana pembelian alutsista memang harus dilakukan sebelum memutuskan pilihan bersama-sama DPR.

"Kalau mau beli peralatan itu kan ada opsinya. Banyak. A, B, C, semuanya digelar, lalu mana yang cocok, nah itu baru dibeli," kata Agus. Agus memastikan ada banyak opsi yang dapat dibahas dan dipilih bersama DPR.

Ditanya mengenai opsi membeli tank T-90 dari Rusia, Panglima TNI menjawab "Ya, itu salah satu. Tapi kan ada banyak sekali opsi,". Dia menilai tank medium yang dikembangkan PT Pindad pun menjadi opsi menarik untuk dilirik. "Bagus sekali kalau bisa dibuat didalam negeri," katanya.

Meski begitu, Agus menjelaskan bahwa ada aturan untuk pembelian alutsista produksi dalam negeri dan luar negeri. "Kalau bisa di produksi didalam negeri, ya harus dalam negeri. Kalau tidak bisa dalam negeri, harus joint production. Kalau joint production tidak bisa, baru beli dari luar negeri. Itu ada pedomannya. Kami ikuti itu saja. Kita lihat nanti seperti apa perkembangannya," kata Agus.

Sebelumnya, rencana pembelian tank tempur utama Leopard sempat jadi polemik karena DPR menolak rencana TNI AD itu. DPR beralasan, tank Leopard tidak sesuai untuk kondisi medan di Indonesia.

Sumber : VIVANEWS.COM

MISI RAHASIA : UNIT 731 JEPANG YANG MENGERIKAN DAN TIDAK BERPRIKEMANUASIAAN

[Image: Unit-731-photo-3jpg]
 
Unit 731 adalah suatu unit rahasia untuk pengembangan senjata biologi yang dimiliki Jepang pada tahun 1937-1945.[1] Unit ini dipimpin oleh Jenderal Ishii Shiro dan berkantor pusat di pinggiran kota Harbin dan bercabang ke Manchuria.[2] Organisasi Jepang ini merupakan suatu kompleks laboratorium besar yang terdiri dari 150 gedung dan 5 perkemahan satelit dengan 3.000 ilmuwan dan teknisi bekerja di dalamnya.[

Pada tahun 1932, Ishii Shiro mendirikan suatu Laboratorium Pencegahan Epidemik di sekolah medis militer Tokyo dan Unit Togo di desa Bei-inho, sebelah tenggara kota Harbin.[2] Laboratorium ini sempat ditutup pada tahun 1934 karena 12 orang tawanan perang lari dari fasilitas tersebut dan pasukan gerilya Cina berhasil menyerang pasukan Ishii.[2] Dua tahun kemudian, Unit Togo dibuka kembali dan berganti nama menjadi Departemen Pencegahan Epidemik Tentara Kwantung (Unit Ishii) dan di tahun 1940 diubah kembali menjadi Departemen Pencegahan Epidemik dan Purifikasi Air (menjadi Unit 731 pada tahun 1941).[2] Selain di Manchuria, militer Jepang juga memiliki cabang di Beijing (Unit 1855), Nanking (Unit 1644), Guangzhou (Unit 8604), dan Singapura (Unit 9420) dengan total 20.000 staf secara keseluruhan.[2] Masing-masing cabang melalukan eksperimen biologi dan kimia yang telah dikembangkan oleh Unit 731.[2]
 
Ishii Shiro, pemimpin unit 731

Unit 731 melakukan eksperimen pembuatan senjata biologi dengan menginfeksi tawanan perang dengan pes, antraks, kolera, wabah demam berdarah, radang dingin (frostbite), dan bahkan penyakit menular seksual.[1][3] Walaupun sulit untuk mengetahui jumlah korban yang meninggal, diperkirakan sekitar 10.000 tawanan meninggal dunia akibat eksperimen yang dilakukan Jepang ini.[1] Para dokter yang bertugas di Unit 731 melakukan perbanyakan bakteri atau virus patogen pada organ tubuh manusia kemudian menyebarkannya ke warga desa sekitar ketika telah didapatkan jumlah patogen yang mencukupi.[3] Organ tubuh tersebut didapatkan dari hasil pembedahan tubuh tawanan.[3] Berbagai pembedahan bagian tubuh dilakukan untuk melihat efek dari suatu senjata biologi.[3] Namun, pembedahan dan eksperimen yang dilakukan Jepang berlangsung dengan sadis, diantaranya adalah transfusi darah binatang ke manusia, pemecahan bola mata, pemotongan anggota tubuh dan menyambungkannya kembali ke sisi yang berlawanan, hingga percobaan pada bayi dan anak kecil yang menyebabkan kematian.[3]
Untuk melihat efek dari penyakit yang tidak dirawat, Jepang menginfeksi pria dan wanita dengan sifilis, membekukan manusia kemudian dicairkan kembali untuk mempelajari efek pembusukan daging, menempatkan manusia pada ruangan bertekanan tinggi, dan berbagai tindakan tidak manusiawi lainnya.[4] Mayat-mayat korban yang telah diambil organ dalamnya kemudian dibuang dan dibakar dengan krematorium.[5]

Selain digunakan untuk uji senjata biologi, para tawanan juga dimanfaatkan untuk uji senjata.[4] Para tawanan diikat pada jarak tertentu, diposisikan dengan sudut berbeda kemudian dilempar dengan granat, penyembur api, maupun bahan peledak.[4] Hal ini dilakukan untuk mengukur posisi dan kisaran terbaik untuk pelepasan senjata tersebut.[4]

Pada Agustus 1945, seluruh gedung dan peralatan Unit 731 dimusnahkan dan Jenderal Ishii Shiro pergi untuk mencari bantuan kepada Amerika.[2] Dia menemui Jenderal McArthur untuk meminta imunitas bagi bagi staf Unit 731 dan menukarnya dengan pengetahuan Jepang dalam pengembangan senjata kimia dan biologi.[2] Pada September 1947, Amerika sepakat untuk tidak menuntut Jepang terhadap kejahatan perang yang telah mereka lakukan.[2] Beberapa personel medis Unit 731 masih dapat menduduki posisi penting di dalam masyarakat Jepang, contohnya Jenderal Masaji Kitano.[5] Kitano adalah orang yang menunjuk Ishii Shiro untuk memimpin Unit 731.[5] Dia tetap menjadi orang penting di Jepang karena menjadi direktur dari Green Cross Corporation, perusahaan ternama di Jepang yang memproduksi berbagai produk darah.[5] Ishii Shiro meninggal pada usia 69 tahun karena kanker tenggorokan (laring).[6]

SUMBER : WIKIPEDIA  

Unit 731 - Eksperimen Biologi Berbahaya Milik Jepang

Kamp Konsentrasi di Auschwitz, Polandia pada era kejayaan sang diktator legendaris, Adolf Hitler mungkin adalah salah satu sejarah kelam dunia lewat eksperimen - eksperimen yang telah membuang jauh Hak Asasi Manusia. Zaman Perang dunia kedua memang banyak menuliskan catatan menyakitkan dimana ribuan nyawa harus hilang pada saat itu oleh karna penelitian mengerikan yang dilakukan oleh Hitler dan kolega. Namun, tahukah kalian bahwa bukan hanya Jerman yang memiliki kamp berbahaya seperti itu? Baiklah semua, perkenalkan kamp eksperimen berbahaya lainnya yang berasal dari negeri Sakura, Jepang, yang dikenal dengan UNIT 731.
Rentang tahun 1937 hingga tahun 1945 unit ini eksis dalam semua kegiatannya. Unit ini diciptakan dengan tujuan konversi Senjata kimia dan Biologi dan juga pengembangan tentara kekaisaran Jepang pada saat itu. Seperti pada kamp konsentrasi milik tentara NAZI yang memiliki aktor pendukung utama yang dijuluki malaikat kematian "Josef Mengele", Unit 731 juga memiliki pemerannya sendiri yang juga tidak kalah mengerikan dari sang dokter Jerman tadi. Dialah bapak perang senjata Biologi dari Jepang.


Ishii Shiro, Pemimpin Unit 731

1932, Sang dokter mendirikan sebuah kelompok riset rahasia yang kala itu disebut unit Togo setelah sebelumnya sang dokter diangkat menjadi kepala medis angkatan darat Jepang yang kemudian ditempatkan dikomando angkatan darat Epidemic Prevention Research Laboratory (Laboratorium penelitian Pencegahan Epidemi / Wabah). Sempat ditutup dua tahun setelah berdiri karna alasan lolosnya 12 tawanan perang dari fasilitas tersebut dan juga penyerangan pasukan gerilya Cina terhadap pasukan dari Ishii, Unit Togo kembali dibuka dengan nama baru yaitu Epidemic Prevention and Water Purification Department of the Kwantung Army (Departemen Pencegahan Epidemik dan Purifikasi Air Angkatan Darat Kwantung) yang lebih dikenal dengan nama Unit 731 pada tahun 1940 - 1941.

ishiro.jpg
Shiro Ishii

Sedikit kilas balik mengenai latar belakang dari sang prajurit dengan pangkat Letjen (Letnan Jendral) tersebut. Ishii lahir di desa Shibayama, prefektur Chiba dan mencicipi pengetahuan mengenai ilmu kedokteran di Kyoto Imperial University. Dalam catatan sejarah, sang dokter dikenal unggul dalam studinya, namun dia juga dikenal egois, suka memaksa dan kadang sering menjadi individu yang sangat mengganggu (hmmm... ciri - ciri orang pandai pada umumnya memang seperti itu, hmmmm... bukan menyinggung seseorang lho!). Sebelum memulai karir di Unit 731, Dr. Shiro juga dikenal dengan ambisinya dalam bidang[...]


Eksperimen Manusia dan

Biological Warfare
Seperti halnya Josef Mengele, Shiro Ishii juga memiliki hobi dan kemampuan dalam hal mengutak - atik tubuh manusia dan senjata biologi dalam keperluan penelitian. Tidak kalah juga dengan apa yang terjadi di Austria, didalam kamp Unit 731, hal - hal seperti pembedahan mahluk hidup (Vivisection) tanpa anestesi (penahan rasa sakit) dianggap sebagai hal yang biasa. Para ilmuwan sering melakukan operasi invasif pada tahanan, mengambil salah satu organ untuk mempelajari efek penyakit dari tubuh manusia. Celakanya hal ini dilakukan sementara sang korban masih dalam keadaan hidup karna para ilmuwan khawatir dengan proses dekomposisi yang akan mempengaruhi hasil.

Pria, Wanita, anak - anak / bayi dan bahkan tidak jarang wanita hamil juga ikut dalam list penelitian mereka. Dalam eksperimen mereka, janin (Fetus) para wanita hamil seringkali diambil untuk diteliti, para narapidana lainnya seringkali kehilangan kaki mereka yang diamputasi untuk mempelajari tentang kehilangan darah Banyak juga dari para tahanan yang kehilangan sebagian besar isi perut mereka dalam Vivisection mengerikan yang dilakukan Unit tersebut.

jp1.jpg

Bukan hanya sampai disitu, penyiksaan yang berkedok penelitian tersebut juga ada yang dalam bentuk "percobaan senjata". Dalam aktivitas ini, para tahanan biasanya menjadi tameng hidup kemudian diledakkan dengan granat atau dibakar menggunakan Flame-Thrower. Biasanya mereka diikat kemudian disiksa dengan berbagai senjata baru yang mereka ciptakan tersebut.

jp2.jpg

Eksperimen manusia berikutnya juga tidak kalah mengerikan dari sebelumnya. Kali ini para ilmuwan mencoba untuk mengetes seberapa kuat dari efek virus - virus penyakit pada saat itu. Bagaimana caranya? Yeah, sudah tidak perlu ditebak lagi, cara mereka menguji efek dari virus - virus penyakit adalah dengan menyuntikan virus penyakit tersebut kedalam tubuh para narapidana. Para narapidana perempuan dan laki - laki (sengaja) ditularkan Shypilis dan Gonorrhea (sejenis penyakit kelamin) untuk kepentingan penelitian. Para korban - korban tersebut juga seringkali diisolasi bersama - sama dengan kutu sehingga mereka bisa mempelajari wabah tersebut. Wabah kolera dan anthrax yang juga menjadi salah satu eksperimen mereka, konon telah memakan 400.000 jiwa warga Cina (yang menjadi negara jajahan mereka pada saat itu).

jp3.jpg

Meskipun sebagai pemimpin dan otak dari semuanya, Dr.Shiro Ishii tidaklah sendiri dalam menyebabkan banyak kengerian tersebut. Seperti halnya organisasi lainnya, Unit 731 memiliki[...]


Anggota, Divisi dan Fasilitas

Diketahui, dengan pangkat tertinggi dan pemimpin dalam Unit tersebut, Dr. Shiro Ishii. Kemudian dibawahnya adalah Letnan Kolonel, Ryoichi Naito, Dr. Masaji Kitano, Yoshio Shinozuka dan terakhir Yasuji Kaneko. Merekalah yang menjalankan unit tersebut menjadi sebuah Pembantaian Manusia yang memiliki cover Penelitian Manusia.

Unit 731 diketahui juga memiliki 8 divisi dengan masing - masing fungsinya ;
Divisi 1 : Penelitian Bubonic Plaque (Penyakit Pes), Kolera, Anthrax, Tipus dan Tuberculosis menggunakan manusia hidup sebagai pengujiannya. Untuk divisi ini, dibangun sebuah penjara yang mampu menampung 300 - 400 orang tahanan.

Divisi 2 : Penelitian senjata Biologi (khususnya produksi perangkat untuk menyebarkan kuman dan parasit)

Divisi 3 : Produksi kerang yang memiliki agen Biologi. Divisi ini ditempatkan di Harbin, Manchurian Selatan, China.

Divisi 4 : Produksi agen lainnya.

Divisi 5 : Pelatihan Personil.

Divisi 6 - 8 : Peralatan, Unit Medis dan Administrasi.

Unit 731 sendiri bertempat di Pingfang, Kabupaten Harbin, Manchurian Selatan (makanya sering disebut Nighmare of Manchurian), China, yang menjadi boneka terbesar Jepan di negeri tersebut. Selain Unit tersebut, Jepang juga memiliki beberapa unit affiliasi yang tersebar dibeberapa negara yang menjadi kekuasaan mereka. Mereka adalah Unit 516 ( Qiqihar ), Unit 543 ( Hailar ), Unit 773 (Songo unit), Unit 100 ( Changchun ), Unit Ei 1644 ( Nanjing ), Unit 1855 ( Beijing ), Unit 8604 ( Guangzhou ), Unit 200 ( Manchuria ) dan Unit 9420 ( Singapura ).

Kompleks area bangunan - bangunan dari Unit 731 meliputi 6 kilometer persegi dengan terdiri lebih dari 150 bangunan. Rancangan banguna - bangunan mereka juga dikenal kuat dan tahan dari serang bom musuh. Berbagai macam pabrik juga berada diarea ini, ditambah dengan 4.500 kontainer yang disediakan untuk mengangkut jutaan spesies kutu (yang digunakan dalam percobaan tadi). 6 kuali untuk menciptakan berbagai macam bahan / senjata kimia dan sekitar 1.800 kontainer untuk memproduksi agen biologi. Diketahui sekitar 30 kg wabah penyakit Pes dapat dibuat hanya dalam beberapa hari oleh para ilmuwan.

Hingga beberapa tahun yang lalu, bangsa Jepang terus mencoba menghancurkan bukti kejahatan HAM yang mereka lakukan dengan cara menghilangkan barang bukti yang masih tersimpan. Beberapa juta ton senjata biologi yang tersimpan dibekas area tersebut coba untuk dimusnahkan oleh mereka. Pada bulan Agustus, 2003, 29 kru konstruksi di Heilongjiang dirawat dirumah sakit setelah menggali chemical shells yang terkubur ditanah - tanah daerah tersebut lebih dari 50 tahun silam.

1796044-unit731150.jpg
Salah satu sisa - sisa peninggalan Unit 731

Sebagian fasilitas yang berada disana menjadi saksi bisu tentang peristiwa besar yang begitu mencekam, dimana ratusan ribu manusia dibuat seperti hewan percobaan yang tidak bernilai lagi kehidupan mereka. Semua hal tersebut akhirnya bisa usai ketika[...]


Akhir Perang Dunia kedua dan Dibubarkannya Unit 731

Penelitian dan operasi terus dilakukan para ilmuwan dibawah komando Dr. Ishii. Pada Mei 1944 semenjak dimulainya konflik Pasifik, sebenarnya Shiro Ishii sangat ingin untuk mulai menggunakan senjata Biologis ciptaan Unit 731 untuk menghadapi para tentara sekutu. Namun niatnya tersebut selalu berhasil digagalkan oleh intervensi tentara sekutu dan perencanaan yang buruk dari pihak internal sendiri. Invasi Rusia terhadap Manchukuo dan Mengjiang pada Agustus, 1945, memaksa para pekerja menghentikan aktivitas mereka di Unit 731 dan memaksa para ilmuwan beserta keluarganya kembali ke Jepang. Sang Letnan Jendral memerintahkan seluruh anak buahnya untuk "Membawa rahasia hingga ke liang kubur." kemudian menyuruh mereka meminum Potassium Cyanide apabila mereka berhasil ditangkap oleh tentara sekutu.

Pada tahun 1945 juga akhirnya kekaisaran Jepang berhasil dilumpuhkan oleh tentara Aliansi. Douglas MacArthur yang menjadi panglima tertinggi pasukan sekutu membangun kembali negara Jepang selama pendudukan sekutu. Secara rahasia MacArthur diberikan imunitas terhadap Ilmuwan - ilmuwan Unit 731 dalam mendapatkan tekhnologi / penemuan mereka semasa penelitian senjata Biologi yang mereka lakukan di Unit 731 tersebut. Hingga sekarang rahasia mengenai penelitian mereka masih menjadi tanda tanya, apakah benar - benar dibawah hingga keliang kubur seperti harapan Shiro Ishii ataukah berhasil tersimpan rapat kedalam berkas - berkas rahasia Negara sekutu yang pada saat itu menampilkan Amerika Serikat sebagai leadernya.


Satu Yang Jelas...

Kembali sejarah suram dunia kedokteran terjadi dengan tameng sebagai "sebuah penelitian". Apakah benar hal tersebut bisa diterima? Yang jelas hingga sekarang masih banyak kasus dan tersangka dari tragedi tersebut yang belum bisa disentuh oleh hukum. Para korban dan keluarganya terus - menerus pasrah dan mencoba untuk mengubur semua kenangan pahit tersebut didalam hati mereka. Dan kembali lagi inilah satu lagi saya persembahkan sejarah kelam pada masa perang zaman dahulu yang menyimpan kengerian - kengerian yang bisa membuat bulu kuduk kita berdiri ketika mengetahuinya. Mungkin kita pada era modern sekarang ini sudah tidak akan menemui hal seperti ini lagi. Hmmm... Benarkah? Wacana perang dunia ketiga, entah itu prediksi / ramalan maupun tanda - tanda awal yang mulai tampak ke permukaan apakah kembali akan menciptakan tragedi kemanusiaan yang sangat brutal seperti ini?
Satu hal dari artikel yang saya ambil dari sumber : Wikipedia Unit 731 dan Wikipedia Shiro Ishii ini, membuat satu kesimpulan menarik dibenak saya (atau juga membangun opini pribadi saya), dimana apakah senjata - senjata yang diciptakan oleh mereka (entah itu Unit 731 maupun SS NAZI) memiliki kekuatan yang sangat besar? atau mungkin seberapa besar senjata - senjata mereka tersebut. Namun satu hal juga, sebesar apa kekuatan dari senjata mereka tersebut, tetap saja mereka kalah dari kekuatan Negara - negara sekutu. Fakta apa yang bisa kita ambil ya?? hmmmm...

interogation.jpg

20080218-burial-nanjing-m.jpg
Metal Blogspot
 

Pelatihan Militer Untuk Wartawan

Pangdam : pelatihan militer wartawan sebagai bekal
peliputan konflik
Minggu, 29 Januari 2012 21:34 WIB | Dibaca 318 kali
Makassar (ANTARA News) - Panglima Kodam VII/Wirabuana
Mayor Jenderal TNI Muhammad Nizam menyatakan
pelatihan militer yang diberikan kepada sejumlah wartawan
se-Sulawesi itu dimaksudkan sebagai bekal peliputan ketika
berada dalam wilayah konflik.
"Pelatihan militer yang diberikan kepada sejumlah wartawan
itu berfungsi sebagai keterampilan dalam peliputan jika
suatu hari nanti sejumlah wartawan berada pada situasi
yang tidak menguntungkannya," ujarnya di Makassar,
Minggu.
Ia mengatakan, pelatihan dan pendidikan militer yang
dikemas dalam "Outbound Military For Journalis" dan diikuti
oleh sejumlah wartawan dari media nasional maupun media
lokal se-Sulawesi itu berlangsung selama empat hari.
Selain pendidikan fisik dan mental, para peserta juga dibekali
dengan pengetahuan tentang bela negara serta
nasionalisme dimana narasumber materi itu dibawakan oleh
orang-orang yang berkompeten dibidangnya.
Beberapa narasumber itu seperti Kepala Dinas Penerangan
Angkatan Darat Brigjen TNI Wiryantoro, Kapolda Sulawesi
Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Johny Wainal Usman,
akademisi Arqam Azikin dan sejumlah perwira menengan
Kodam VII/Wirabuana .
"Saya tidak ragu dengan kemampuan wartawan yang
mengikuti kegiatan ini karena mereka sangat terampil dalam
segi pengetahuan dan olah gerak tubuh. Kami hanya ingin
memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan,"
katanya.
Menurut dia, peranan pers dalam membangun tatanan
demokrasi bangsa ini sangat vital karena dalam
perjalanannya, pers mampu mengubah bangsa ini menjadi
bangsa yang demokratis.
Selain peranan pers yang telah melewati begitu banyak
dinamika sosial, politik, hukum dan budaya juga peranan TNI
dalam membangun tatanan demokrasi bangsa Indonesia
menjadi salah satu negara demokrasi di dunia.
Ia menyatakan, TNI bersama rakyat dalam memerangi
penjajahan demi menyatukan berbagai macam kerajaan,
suku, agama dan ras yang dibingkai dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) telah mengorbankan jiwa dan
raga hanya untuk menyatukan bangsa ini serta mengawal
tatanan bangsa menjadi negara demokrasi.
"TNI dan pers mempunyai banyak peranan dalam
membangun tatanan negara demokrasi ini. Keduanya tidak
dibenarkan berperan aktif dalam perpolitikan bangsa karena
fungsi keduanya adalah pengawal demokrasi bangsa,"
tuturnya.(ANT )

Angaran TNI di Tahun 2012 Meningkat

JAKARTA– Penambahan anggaran yang diterima TNI Angkatan
Udara pada 2012 akan difokuskan untuk pengadaan dan
peningkatan kemampuan alat utama sistem senjata (alutsista)
sesuai program kekuatan pokok minimum (MEF).
Angkatan Udara
Tahun ini TNI AU yang mendapat dana total sekitar Rp8,010
triliun akan mendapat tambahan beberapa pesawat tempur,
angkut, maupun pesawat tanpa awak. Kepala Staf Angkatan Udara
(KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, dalam rapat
pimpinan TNIAngkatan Udara telah ditetapkan beberapa sasaran
untuk 2012, di antaranya percepatan pengadaan alutsista dan
peningkatan kesiapan pesawat.
“Untuk peningkatan kemampuan, kebutuhan jam terbang pesawat
2012 adalah 60.061 jam dan 18 jam per hari untuk radar,”katanya
kemarin. Sejauh ini ada beberapa program pengadaan pesawat
yang sudah mulai berjalan dan tinggal menunggu kedatangan.
Diantaranya 16pesawattempur ringan Super Tucano dari Brasil, 6
pesawat tempur Sukhoi asal Rusia, 24 unit F16 Fighting Falcon
hibah dari Amerika Serikat, dan 4 pesawat angkut Hercules hibah
dari Australia.
TNI Angkatan Udara juga membeli pesawat tempur latih dari
Korea Selatan yakni T-50 Golden Eagle serta program bersama
pembuatan pesawat tempur antiradar KFX/ IFX. Pesawat- pesawat
itu akan tiba di Indonesia secara bertahap dimulai pada tahun ini
hingga 2024. Terkait pesawat Hercules hibah dari Australia,KSAU
menuturkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke Australia
dan diketahui kondisinya masih baik.
“Ini hibah murni yang sudah disetujui Australia dan Amerika
Serikat selaku produsen,”sebut dia. Tahun ini juga akan
diluncurkan skuadron UAV atau pesawat tanpa awak di Lanud
Supadio, Kalimantan Barat. Penempatan skuadron UAV itu
melengkapi skuadron pesawat tempur Hawk 100/200 di sana.
Untuk memperluas jangkauan radar di Indonesia timur, akan
dibentuk Satuan Radar 246 di Timika. Radar ini akan saling
overlapping dengan jangkauan dua radar yang diresmikan
November tahun lalu,yakni Satrad 245 Saumlaki di Kabupaten
Maluku Tenggara Barat dan Satrad 241 Buraen di Kupang.
KSAU menegaskan, setiap instansi yang terkait dengan program
pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI AU harus betulbetul
merencanakan dan melaksanakan program sesuai prosedur dan
tataran kewenangannya. Dengan demikian,program yang
dilaksanakan akan berjalan lancar dan tidak menjadi
permasalahan.“
Anggaran yang diberikan oleh negara kepada TNI AU berasal dari
rakyat dan diawasi oleh rakyat sehingga harus
mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan dengan anggaran
tersebut,”pesannya. Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus
Hasanuddin menuturkan, jangkauan radar sekarang ini belum
mampu mencakup seluruh wilayah Indonesia sehingga hal ini
masih harus terus ditingkatkan. Sejauh ini baru sekitar 2/3
wilayah yang mampu di-cover radar.
Angkatan Darat
TNI Angkatan Darat yang total mendapat anggaran sekitar
Rp30,297 triliun pada 2012 berencana untuk menambah sejumlah
alutsista sesuai kebutuhan.“ Kami mem-breakdown apa saja yang
dibutuhkan dan hasilnya kita ingin membeli main battle tank
(MBT),MLRS , rudal antipesawat,maupun meriam,” kata Kepala
Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.
Angkatan Laut
TNI Angkatan Laut yang mendapat alokasi sekitar Rp9,024 triliun
juga menambah sederet kapal perang, kapal angkut, maupun
helikopter. “Kita sudah memesan Kapal Cepat Rudal 60 meter,
kapal tanker, juga helikopter Nbell. Kita sudah mulai persiapan
untuk produksi kapal selam,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut
(KSAL) LaksamanaTNI Soeparno.
(Seputar Indonesia)

Jerman Sebagai Negara Produsen Leopard Menawarkan kepada RI

Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
menyatakan tidak khawatir dengan penolakan parlemen
Belanda atas penjualan tank Leopard ke Indonesia.
Menurutnya, jika memang Belanda tidak mau menjual,
sudah ada negara lain yang juga menawarkan pada
Indonesia. “Jerman sebagai negara produsen juga
menawarkan pada Indonesia,” kata Sjafrie usai meninjau
kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia
(KNI) di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (25/1 ).
Dikatakan Sjafrie, tawaran Belanda adalah tank bekas yang
jika jadi dibeli oleh Indonesia akan diupgrade
kemampuannya. Sedangkan Leopard yang ditawarkan
Jerman adalah refurnishment, “Jadi bukan bekas, karena
sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya,” jelasnya.
Namun begitu, Sjafrie menegaskan Indonesia akan lebih
diuntungkan dengan membeli pada Belanda. Dengan
dana US$280 juta, Indonesia akan mendapat 100 unit tank
Leopard. “Kalau di tempat lain tidak bisa. Dana itu kami
alokasikan untuk 44 tank, tapi bisa mendapat 100 unit,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro
menyatakan penolakan yang muncul dari kalangan
parlemen Belanda bukanlah sikap resmi parlemen
maunpun Pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda
sendiri telah mendesak kepastian Indonesia dalam
membeli tank mereka.
Purnomo juga mengatakan, kebutuhan Indonesia
sebenarnya pada main battle tank (MBT), bukan pada
Leopard. Bisa saja MBT yang dibeli Indonesia bukan jenis
Leopard. Sementara itu Kepala Staf Angkatan Darat
(KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan,
Jerman yang juga menawarkan Leopard-nya akan segera
melakukan pertemuan dengan Indonesia.
Sumber : JURNAS

2012 Anggaran TNI AU bertambah

28 Januari 2012, Jakarta: Kepala
Staf TNI Angkatan Udara
Marsekal TNI Imam Sufaat
mengatakan TNI AU mendapat
tambahan anggaran pada tahun
anggaran 2012. Penambahan
anggaran tersebut akan
difokuskan pada pengadaan dan
peningkatan kemampuan Alat
Utama Sistem Persenjataan
(Alutsista) TNI AU sesuai
rancangan Minimum Essential
Force (MEF) yang telah
ditetapkan. Demikian
disampaikan KSAU pada
penutupan Rapim TNI AU dan
Apel Komandan Satuan Tahun
2012 di Kampus AAU, Yogyakarta,
Jumat (27/1 ).
KSAU berharap setiap instansi
terkait dengan program
pembangunan kekuatan dan
kemampuan TNI AU agar betul-
betul merencanakan dan
melaksanakan sesuai prosedur
dan tataran kewenangan yang
dimilki. Hal ini penting agar
program yang dilaksanakan akan
berjalan dengan lancar dan tidak
menjadi permasalahan.
Menurutnya, anggaran yang
diberikan oleh negara kepada TNI
AU berasal dari rakyat dan
diawasi oleh rakyat sehingga
harus mempertanggung
jawabkan apa yang dilakukan
dengan anggaran tersebut. Untuk
mewujudkan kekuatan pokok
minimum, menurut Imam,
komandan harus menjadi figur
sangat dominan dalam meraih
keberhasilan dan mampu
menciptakan satuan yang
kondusif untuk melaksanakan
program peningkatan kesiapan
alutsista.
Selain itu, komandan juga harus
mampu membawa anggotanya
untuk bekerja sama dalam
pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab satuan. Imam berharap
tunjangan kinerja/renumerasi
yang telah diberikan agar semakin
memupuk motivasi, dedikasi dan
etos kerja yang tinggi.
Juga menumbuhkembangkan sifat
kepedulian dan inisiatif terhadap
situasi kegiatan disekelilingnya
khususnya kepedulian terhadap
alutsista yang dioperasikan.
"Komandan juga berperan
memelihara disiplin anggota dan
kerja sama kelompok untuk
menjaga soliditas dan
harmonisasi di antara sesama
serta meningkatkan nilai-nilai
kejujuran dan loyalitas terhadap
organisasi TNI Angkatan Udara,"
kata Imam melalui siaran pers
Kepala Dinas Penerangan TNI AU,
Marsekal Pertama TNI Azman
Yunus.
Sumber: Jurnas

Saturday, January 28, 2012

Dubes Rusia dan As dipanggil Komisi I

Jakarta - Duta Besar Rusia untuk
Indonesia mempertanyakan Kredit
Ekspor (KE) US$ satu miliar yang
diberikan Pemerintah Rusia kepada
Indonesia, ketika bertemu dengan
Komisi I DPR RI. yang seharusnya
digunakan untuk membeli berbagai
peralatan militer dari negara Beruang
Merah tersebut. Padahal sudah ada
penandatangan Menteri Keuangan
Indonesia dengan Rusia.
“Rusia mempertanyakan mengapa
Indonesia tidak melanjutkan
pembelian peralatan militer dari
Rusia, Ini preseden buruk bagi
Indonesia” Kata Lili Wahid yang
mengaku, jika Komisi I baru tahu ada
masalah seperti itu.
Kepada itoday, adik Alm. Gus Dur ini
juga mengatakan, Komisi I akan
meminta keterangan dari pemerintah,
dalam hal ini kementerian
pertahanan. Dan Komisi I juga akan
memberitahukan ke komisi yang
berhubungan dengan kementerian
keuangan.
Kerjasama pertahanan antara Rusia-
Indonesia menghangat kembali sejak
Pemerintahan Megawati, yang
membeli berbagai peralatan militer
dari Rusia. Sejak saat itu, Rusia
semakin intensif berhubungan
dengan Indonesia dengan
memberikan KE untuk mempermudah
Indonesia mendapatkan peralatan
militer negara Beruang Merah
tersebut.
Indonesia sendiri berencana akan
menambah lagi armada Sukhoinya,
dengan memesan pesawat tempur
sejenis dengan nilai kontrak sebesar
US$ 200 juta.
Komisi I Panggil Dubes AS
Selain dengan Dubes Rusia untuk
Indonesia, siang tadi Komisi I DPR RI
juga bertemu dengan Duta Besar
Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia.
Kepada itoday, anggota Komisi I DPR
RI, Lili Wahid mengatakan,
kedatangan Dubes AS ke Komisi I
hanya untuk memberitahukan, AS
akan merampingkan angkatan
bersenjatanya, dan menaruh
perhatian terhadap perkembangan
Indonesia dalam skala hubungan
bilateral kedua negara.
Namun Lili tidak menjelaskan lebih
lanjut, mengenai hal apa yang akan
diperhatikan Pemerintah AS dalam
rangka hubungan dua negara. Hal ini
menjadi pertanyaan besar, sebab AS
memiliki banyak kepentingan di
Indonesia, salah satunya masalah
Freeport dan HAM di Papua.
Sejak AS diterpa krisis ekonomi,
Pemerintah AS memang berencana
untuk melakukan efisiensi di segala
ini, termasuk militernya. Salah
satunya dengan merampingkan jenis
Alutsista yang digunakan angkatan
bersenjatanya.
Sumber : ITODAY / ITODAY

Indonesia Ekspor Panser Anoa ke Malaysia dan Brunai

28 Januari 2012, Banjarmasin:
Kepala Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi, Marzan A
Iskandar mengatakan, pihaknya
siap mengekspor mobil lapis baja
(panser) yang berhasil di produksi
oleh lembaganya ke Malaysia dan
Brunai Darussalam.
"BPPT bersama Pindad saat ini
sedang memproduksi panser
atau mobil lapis baja untuk
memenuhi pesanan Malaysia dan
Brunei," kata Marzan di
Banjarmasin, Jumat (27/1 ).
Selain itu, kata dia, kini pihaknya
sedang konsentrasi untuk
melakukan modernisasi peralatan
tempur TNI-AD seperti panser
dan peralatan lainnya untuk
mengganti peralatan yang sudah
tua.
Saat ini, kata dia, pihaknya hampir
menyelesaikan pembuatan sekitar
150 panser untuk mengganti dan
menambah peralatan tempur
TNI-AD. Bukan hanya panser,
untuk melengkapi peralatan
tempur TNI, BPPT juga sudah
mampu mengembangkan
sebagian bahan peledak yang
saat ini diimpor dari luar negeri.
"Beberapa jenis bahan peledak
seperti amunisi sudah berhasil
kita kembangkan, sehingga tidak
perlu lagi mengimpor dari negara
lain," katanya.
Diharapkan dengan semakin
banyaknya putra-putri Indonesia
memproduksi berbagai terknologi
dan peralatan pertahanan
keamanan akan membuat
Indonesia semakin disegani
negara-negara dunia.
Memperkuat ketahanan
keamanan negara ke depan, kata
dia, BPPT dan Pindad
bekerjasama dengan Kementerian
Pertahanan juga sedang
merancang pembangunan
jaringan sistem informasi
keamanan.
Sistem informasi yang canggih
dan kuat tersebut, tambah
Marzan diharapkan akan mampu
menjadi basis untuk perencanaan
pertahanan keamanan negara ke
depan.
Sedangkan untuk memperkuat
keamanan udara, saat ini
Indonesia juga sedang
merancang membuat pesawat
tempur bekerjasama dengan
Korea Selatan.
Pesawat tempur yang dirancang
lebih canggih dari F 16 dan Sukhoi
tersebut untuk melengkapi
pertahanan dan keamanan
angkatan udara Indonesia.
Sumber: Republika

Friday, January 27, 2012

Panglima TNI: Pembelian Leopard Tak Bisa Asal-Asalan


Jurnas.com | PANGLIMA TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengungkapkan pembelian tank Leopard tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) termasuk main battle tank (MBT) Leopard dilakukan melalui sejumlah prosedur. “Pembelian alutsista ada prosedurnya. Proses pertama kami minta persetujuan alokasi, dananya memungkinkan atau tidak,” kata Panglima TNI usai upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Jika alokasi dana yang diajukan TNI mendapat persetujuan pemerintah dan DPR, pengguna alutsista harus menentukan spesifikasi teknis alutsista yang dibutuhkan. Selanjutnya, dilakukan tender bebas kepada pihak-pihak yang dapat menyediakan kebutuhan alutsista tersebut, “Baru kemudian dipilih yang sesuai dengan standar yang ditentukan,” papar Panglima.

Proses pengadaan tank Leopard, jelas dia, baru sampai pada tahap penjajakan atas tawaran yang diterima TNI untuk memenuhi kebutuhannya terhadap MBT. TNI, khususnya Angkatan Darat, hingga saat ini baru memiliki light dan medium tank. “Belum ada kesepakatan, baru pilihan dan opsi-opsi, Leopard hanya salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan kami,” ujarnya.

Menurut Agus, modernisasi alutsista TNI dilakukan dengan tiga cara. Bagi alutsista yang sudah tua, akan dihapus dan dinonaktifkan. Alutsista yang masih bisa ditingkatkan kemampuannya, akan ditingkatkan. Cara terakhir adalah dengan melakukan pembelian. “Leopard ini masuk dalam pengadaan baru,” imbuhnya. Modernisasi alutsista ini dilakukan, selain karena alutsista yang dimiliki saat ini sudah berusia tua, teknologinya pun sudah tertinggal jauh oleh yang dimiliki negara tetangga.

sumber : JURNAS

TNI Kerahkan Marinir dan TNI AD Redam Lampung Selatan


Jurnas.com | TNI mengerahkan pasukan Marinir dan prajurit TNI AD untuk membantu Polri memulihkan kondisi di Sidomulyo, Lampung Selatan dan meredam konflik warga.

Walau demikian, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, status TNI dalam hal ini tetap merupakan perbantuan bagi Polri.

“Kami bantu kepolisian untuk menata kembali kehidupan masyarakat di Sidomulyo,”kata Panglima TNI usai upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Perbantuan yang diberikan TNI adalah dengan membantu menata kembali pemukiman warga yang rusak agar segera dapat difungsikan. Selain itu, keberadaan anggota TNI juga dimaksudkan agar kejadian ini tidak kembali terjadi. “Kami perbantukan Marinir dan TNI AD untuk bersama-sama Polri dan Pemda meredam agar bentrok antar warga tidak meluas,”ujarnya.

Dia menjelaskan, sudah ada kesepakatan terhadap pihak-pihak yang terlibat untuk turut melakukan perbaikan. “Itu bagus, nanti kami bantu dari TNI dan Polri untuk melakukan perbaikan sehingga cepat pulih kembali dan dapat dihuni kembali,”imbuh Panglima.

Selasa (24/1) lalu, terjadi pembakaran terhadap sekitar 50 rumah warga di Sidomulyo, Lampung Selatan. Aksi pembakaran bermula dari persoalan perselisihan uang parkir terhadap seorang pengendara motor dari Desa Kota Dalam.
 

KSAU : Delapan Pesawat Tempur akan Lengkapi Alutsista


Amerika Serikat mengakuisisi Super Tucano dan diberinama A29. Indonesia membeli 16 unit Super Tucano dari Embraer. (Foto: A29)

26 Januari 2012, Yogyakarta: Delapan pesawat tempur akan didatangkan dari Rusia dan Brasil dalam waktu dekat untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

"Delapan pesawat tempur itu masing-masing terdiri atas empat pesawat Sukhoi dari Rusia, dan Super Tucano dari Brasil. Kedelapan pesawat tempur baru tersebut akan tiba di Indonesia pada 2012-2014," katanya di sela Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tahap berikutnya, TNI AU hingga 2024 juga akan mendatangkan pesawat tempur Sukhoi enam unit, Super Tucano 16 unit, T-50 dari Korea Selatan 16 unit, dan F-16 sebanyak 30 unit.

"Dengan pengadaan alutsista tersebut TNI AU pada 2024 akan memiliki 180 pesawat tempur. Hal itu sebagai upaya TNI AU membangun kekuatan serta memodernisasi dan meregenerasi alutsista yang dimiliki saat ini," kata KSAU.

Ia mengatakan banyak pesawat yang dimiliki TNI AU saat ini sudah uzur, usianya rata-rata mencapai 30 tahun, sehingga perlu dilakukan peremajaan. Jika tidak diganti biaya perawatannya sangat tinggi, apalagi ada beberapa suku cadang pesawat yang sudah tidak dibuat lagi karena pabrik yang membuat pesawat sudah tidak beroperasi.

"Meskipun beberapa pesawat sudah tidak dapat berfungsi secara maksimal, kami telah memaksimalkan pesawat tempur untuk mengamankan wilayah Ngara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman luar. Hal itu juga didukung oleh penambahan alutsista yang didasarkan penghitungan dari kebutuhan pesawat tempur dan jumlah landasan yang bisa mengoperasikan pesawat tempur," katanya.

Menurut dia, TNI AU sudah mempunyai anggaran rutin dan alutsista melalui pemerintah yang cukup besar dan pengadaan di Kementerian Pertahanan (Kemhan) sehingga bisa membeli persenjataan dan pesawat untuk meningkatkan kemampuan alutsista dan memperkuat pertahanan negara di udara.

"Rencana kesiapan alutsista yang ada untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista sudah dicanangkan dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Pembangunan TNI AU 2010-2014," kata KSAU.

TNI AU Berkomitmen Wujudkan Pertahanan Udara Tangguh

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara berkomitmen mewujudkan pertahanan negara di udara yang tangguh dengan memantapkan visi, persepsi, dan interpretasi dalam menghadapi perkembangan lingkungan yang dinamis, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

"Komitmen dan konsistensi merupakan modal penting dalam mewujudkan pertahanan negara di udara yang tangguh dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang modern, personel yang profesional, motivasi dan dedikasi yang tinggi, dan organisasi yang efektif," katanya pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis.

Sumber: ANTARA News

Pesanan 34 Tank BMP-3F akan Direalisasikan Tahun 2012


25 Januari 2012

Tank BMP-3F marinir TNI AL (photo : Menkav-1)

Pengembangan Armada RI Selesai 2014

JAKARTA - Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengatakan pengembangan Armada RI menjadi tiga Komando Wilayah Laut diharapkan selesai pada 2014. Pengembangan akan berjalan sesuai tahapan skala prioritas yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) TNI AL hingga 2024.

"Masih dikaji dan jika perlu pengembangan Armada RI juga sejalan dengan pengembangan organisasi di TNI AU dan TNI AD sehingga kita bersama-sama," kata Kasal ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/1).

Ditemui seusai membuka Rapat Pimpinan TNI AL 2012, Soeparno mengatakan pengembangan Armada RI menjadi tiga komando wilayah didasarkan pada luas wilayah perairan nasional yang cukup luas dan kondisi lingkungan strategis yang tengah berkembang.

Selain itu, tambah Kasal, pengembangan komando wilayah laut dari saat ini dua komando, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dan Komando RI Kawasan Timur (Koarmatim) menjadi tiga komando wilayah laut merupakan penjabaran dari renstra TNI AL hingga 2024 untuk mewujudkan TNI AL yang besar, kuat, dan profesional.

Terkait pergeseran fokus kekuatan Amerika Serikat ke Asia Pasifik, salah satunya dengan penempatan pasukan Marinirnya di Darwin yang berdampak meningkatnya pelayaran kapal-kapal militer asing, terutama melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia II dan III, Kasal menilai masih bisa diantisipasi dengan pengamanan oleh Koarmabar dan Koarmatim.

"Kekuatan di dua komando armada yang telah ada itu kan bisa dimobilisasi, sesuai kebutuhan. Dengan tercapainya kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Forces/MEF), maka semua bisa dikoordinasikan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat ancaman yang dihadapi dan perkembangan lingkungan strategis yang ada," kata Kasal menambahkan.

Tetapi, lanjut Soeparno, pihaknya berharap pengembangan armada tersebut dapat diselesaikan pada 2014. Direncanakan, Komando Wilayah Laut Barat akan berkedudukan di Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Komando Wilayah Tengah di Makassar (Sulawesi Selatan), dan Komando Wilayah Laut Timur berpusat di Sorong, Papua.

Dalam Rapat Pimpinan TNI AL 2012, dibahas beberapa agenda utama, yakni pengadaan alat utama sistem persenjataan, pembinaan personel, kesejahteraan prajurit, dan reformasi birokrasi.

Sebelumnya, Kasal mengatakan Korps Marinir akan memiliki divisi baru, yakni Divisi III Sorong, Papua, pada tahun 2012 untuk melengkapi Divisi I (Pasmar-1) di Surabaya dan Divisi II (Pasmar-2) di Jakarta. "Embrionya sudah lama ada di Sorong, yakni satu batalyon di Papua, tapi nantinya akan ditingkatkan menjadi brigade dan akhirnya divisi," katanya.

Dengan begitu, pengamanan kawasan perbatasan Indonesia dan negara lain tidak akan ditambah karena sudah dianggap cukup. Apalagi Marinir memang bukan untuk pengamanan perbatasan laut. Selain itu, Korps Marinir juga akan menambah tank BMP-3 F sebanyak 54 unit tank dengan 34 tank baru akan direalisasikan pada tahun 2012, sedangkan sisanya menyusul.

"Ke-54 tank baru itu akan ditempatkan di wilayah barat dan timur dengan sebagian tank merupakan produksi dalam negeri. Yang jelas, kalau alat tempur kita bisa dibuat di dalam negeri, ya kita beli di sini," ujarnya. nsf/Ant/P-3

(Koran Jakarta)

Thursday, January 26, 2012

Salah Satu Target TNI AU Tahun 2012 ini Adalah Pembentukan Skuadron UAV


YOGYAKARTA – Kesiapan operasional TNI AU difokuskan pada tercapainya kemampuan operasional secara terpadu dari satuan-satuan TNI AU, sehingga kesiapan operasional dan tuntutan kualitas SDM TNI AU dapat tercapai dan diandalkan.

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, saat membuka Rapim TNI AU dan Apel Komandan Satuan Tahun 2012 di AAU, Yogyakarta, Kamis. (26/1).

Rapim ini merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang baru saja dilaksanakan dan sebagai upaya untuk memantapkan konsolidasi dalam jajaran AU, sehingga lebih memantapkan peran pengabdian sesuai bidangnya serta kepadulian AU terhadap agenda nasional beserta dinamikanya.

Adapun sasaran TNI AU di tahun 2012 adalah right sizing organisasi, terbentuknya Satuan Radar 246 di Timika, Skadron pesawat mata-mata (UAV) di Lanud Supadio dan peningkatan Lanud tipe B ke tipe A (Supadio dan Pekanbaru), peningkatan Lanud tipe C ke tipe B (El Tari Kupang, Patimura Ambon, Manuhua Biak, Ngurah Rai Bali), tipe D ke tipe C (Lanud Morotai). Serta pembentukan Satuan pemeliharaan 14, Depo pemeliharaan 10 dan perubahan nama lanud.

Selain itu implementasi kerjasama dengan negara sahabat di bidang pendidikan dan latihan operasi, sinkronisasi kerjasama industri dalam negeri, percepatan pengadaan alutsista dan peningkatan kesiapan pesawat, inovasi teknologi di bidang litbang.

Sedangkan untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista TNI AU, sudah dicanangkan dalam rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014.

Sumber : POSKOTANEWS.COM

TNI AL Luncurkan Kapal "Pintar"


Jurnas.com | TNI Angkatan Laut akan meluncurkan satu unit kapal pintar yang berfungsi sebagai perpustakaan. Kapal pintar ini nantinya akan beroperasi di sekitar Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat.

“Kami akan mengoperasikan Kapal Pintar ini di wilayah Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV,”kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno usai menandatangani MoU dengan sejumlah instansi yaitu Perpustakaan Nasional, Universitas Negeri Jakarta, PT Kereta Api Indonesia dan Bank Mandiri di Mabes AL Jakarta, Kamis (26/1).

Dana pengadaan Kapal Pintar ini sebagian merupakan hibah dari Bank Mandiri sebesar 1,5 miliar rupiah. Kapal yang digunakan adalah kapal kecil sepanjang 22 meter. Selain buku-buku, Kapal Pintar ini juga akan dilengkapi alat peraga serta terkoneksi dengan internet.

Soeparno berharap akan muncul lagi pihak-pihak yang bersedia membantu penyelenggaraan Kapal Pintar demi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia. “Kami sangat berharap adanya tambahan untuk pengadaan kapal pintar ini,” katanya.

Adapun TNI AL akan membantu pemeliharaan dan pengoperasian memelihara kapal tersebut. “Karena selama ini terbukti kalau dikelola TNI lebih tertib dan prosedurnya lebih lengkap. Akan lebih awet juga,”tambahnya.

TNI AL juga melakukan kerja sama dengan Perpustakaan Nasional dalam pengembangan perpustakaan desa. “Dengan kerja sama ini kami harap TNI AL dapat membantu mengembangkan perpustakaan keliling dan perpustakaan terapung di delapan kabupaten/kota,”kata Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih.

Kerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta dilakukan dalam bentuk pertukaran mahasiswa dengan prajurit. Sedangkan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia lebih difokuskan pada pemanfaatkan barang milik negara untuk mendukung tugas pokok kedua belah pihak.
 
sumber : Jurnas

TNI AD di Kawasan Perbatasan Bisa Jadi Guru Bantu



Kemampuan mengajar personel TNI bisa diperbantukan di wilayah yang kekurangan tenaga pengaja.
Jurnas.com | KEPALA Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, menyatakan personel yang berjaga di perbatasan memiliki kemampuan mengajar sehingga bisa dimanfaatkan jasanya menjadi guru bantu.

Jenderal Pramono Edhie mengatakan, kemampuan mengajar personel TNI ini bisa diperbantukan di wilayah yang kekurangan tenaga pengaja.

"Ini sesuai dengan nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, personel Angkatan Darat yang berada di perbatasan bisa menjadi tenaga guru bantu," kata Jenderal Pramono Edhie.

Tenaga pengaja ini merupakan bagian dari Bakti TNI yang diturunkan dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berskala besar.

Ia mengatakan, TNI AD mendapat alokasi anggaran Rp30,2 triliun pada tahun 2012. Anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja personel, belanja barang (alutsista), dan belanja modal. Program TMMD sendiri secara serentak telah dilaksanakan di 61 kabupaten/kota, 81 kecamatan, dan 162 kelurahan/desa di seluruh wilayah Indonesia.

TNI Gelar Operasi Kepolisian Militer

Agung Kuncahya B. / Jurnal Nasional
Panglima meminta Kepolisian Militer untuk menguasai dan memahami hukum dengan segala dinamika dan perkembangannya.
Jurnas.com | MARKAS Besar TNI bekerja sama dengan Polri, menyelenggarakan Gelar Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 untuk meningkatkan profesionalisme dan soliditas serta menciptakan penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan TNI baik TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Operasi ini dilakukan sepanjang tahun mulai hari ini 26 Januari 2012-30 Januari 2013.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, gelar operasi ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan tertib disiplin dan kepatuhan terhadap hukum. “Memang kesadaran kepatuhan ini diharapkan tumbuh dari dalam, namun walau bagaimana perlu pengawasan. Pengawasan ini dilaksanakan sepanjang tahun melalui Operasi Kepolisian Militer,”kata Panglima TNI dalam upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Pengawasan ini, tutur Panglima, diperlukan karena para prajurit TNI berhubungan dengan masyar kAt luas dan menggunakan sarana umum. Pelanggaran yang pernah terjadi di tempat-tempat seperti ini, dicontohkan Panglima, seperti pembajakan kereta oleh Marinir Agustus 2011 lalu.

Agar pelaksanaan operasi ini berjalan baik, Panglima meminta Kepolisian Militer untuk menguasai dan memahami hukum dengan segala dinamika dan perkembangannya. Hal yang tak kalah penting, Panglima meminta jajaran Kepolisian Militer menjaga moralitas dan menjadi contoh dalam kesadaran, kepatuhan, dan pelaksanaan hukum dengan segala aspek di dalamnya. “Kedua hal tersebut harus dapat disosialisasikan, ditularkan, dan dibudayakan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun berteugas dan berada,”ujarnya.

Gelar Operasi Kepolisian Militer ini melibatkan Polisi Militer Angkatan, Provoost Mabes TNI, Provost Polri, dan unsur perwakilan Prajurit TNI.

Tahun 2011, 672 Prajurit TNI Dipecat dengan Tidak Hormat
Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono berharap para prajurit bisa meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap hukum
Jurnas.com | SEPANJANG Tahun 2011, sebanyak 672 prajurit TNI diberhentikan dengan tidak hormat. Jumlah tersebut meningkat 6,7 persen dari tahun 2011.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, pemecatan dengan tidak hormat ini diperoleh dari pelaksanaan operasi penegakan ketertiban dan yustisi polisi militer pada 2010-2011. “Sasarannya memang meningkatkan kepatuhan hukum, disiplin, dan soliditas prajurit TNI baik perorangan maupun kesatuan,”kata Panglima TNI dalam upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Dalam penuturannya, Panglima TNI mengungkapkan, pada tahun 2011, terjadi penurunan perkara yang masuk dalam operasi penegakan hukum. Dari 3.717 perkara pada 2010, perkara yang masuk pada 2011 turun 5,4 persen menjadi 3.517 perkara. Prajurit TNI yang menjadi narapidana dan tahanan militer juga mengalami penurunan pada 2011. Pada 2010 tahanan yang masuk sebanyak 2.059, turun 11,5 persen menjadi 1.822 tahanan.

Agus Suhartono berharap para prajurit bisa meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap hukum pada 2012 ini. “Kepatuhan terhadap tata tertib ini bisa tumbuh manakala ada pengawasan. Untuk itu Polisi Militer harus benar-benar bekerja keras,”imbuhnya.

Prajurit TNI Kerap Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas
Agung Kuncahya B. / Jurnal Nasional
Operasi Golok 2009 Polisi Militer menggelar Operasi Golok 2009 di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (11/5). Operasi yang digelar empat kali dalam seminggu tersebut bertujuan untuk penertiban atribut dan kedisiplinan anggota TNI.
Jurnas.com | PRAJURIT TNI ternyata kerap melakukan pelanggaran lalu lintas. Sepanjang tahun 2011, terjadi pelanggaran lalu lintas oleh prajurit TNI sebanyak 1.114 kali, atau naik 13,1 persen dibanding tahun 2010 sebelumnya yang sebanyak 985 pelanggaran. Hal itu dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dalam upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Sementara itu, kecelakaan lalu lintas yang dialami prajurit mengalami penurunan. Jika pada 2010 terjadi 423 kecelakaan, pada 2011 menjadi 403 kecelakaa

 SUMBER : JURNAS

Satlinlamil Jakarta Gelar Latihan Tempur Unsur KRI

Desmunyoto P. Gunadi / Jurnal Nasional
Ilustrasi latihan perang.
Jurnas.com | UPACARA Gladi Tugas Tempur TK-I/L-1 (Glagaspur) dilaksanakan oleh KRI Tanjung Nusanive-973 dengan Komandan, Letkol Laut (P) Heri Widodo dan KRI Teluk Hading-538 Letkol Laut (P) Heri Priyanto dibuka oleh Komandan Satlinlamil Jakarta, Kolonel Laut (P) Tri Satriya Wijaya di Ruang rapat Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta, Rabu (25/1).

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) merupakan salah satu Kotama Pembinaan di lingkungan TNI Angkatan Laut. Sehubungan dengan hal tersebut, Kolinlamil melaksanakan pembinaan peran unsur-unsurnya agar lebih profesional di bidangnya. "Dengan adanya latihan Gladi Tugas Tempur TK-I/L-1 terus dilaksanakan dan dikembangkan," kata Dansatlinlamil Jakarta Kolonel Laut (P) Tri Satriya Wijaya seperti dilansir dalam siaran pers Kadispen Kolinlamil, Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman yang diterima Jurnal Nasional, Rabu (25/1).

Lebih lanjut dikatakan, Gladi Tugas Tempur TK-1/L-1 memiliki tujuan antara lain meningkatkan kesiap siagaan, ketrampilan ABK KRI Tanjung Nusanive-973 dan KRI Teluk Hading-538 serta pengendalian Komando Tugas dan pendukung perangkat lunaknya, serta meningkatkan kemampuan profesionalisme personel secara perorangan maupun kelompok. Sedangkan sasaran yang diharapkan melalui latihan TK-1/L-1 itu adalah para pelaku dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan sesuai prosedur yang berlaku baik secara individu maupun kelompok serta dapat mengintegrasikan pos-pos komando yang ada di KRI.

Materi latihan yang berlangsung sehari dengan melibatkan dua unsur KRI tersebut adalah materi pelajaran antara lain bidang piranti lunak, bidang Komlek, bidang Kodal dan bidang staf dengan melibatkan personel latihan sebanyak 198 orang.

Menurut Dansatlinlamil Jakarta, latihan TK-1/L-1 merupakan program kerja bidang operasi dan latihan yang dilaksanakan secara rutin dan Continue. Sehingga melalui gladi tugas tempur TK-1/L-1 yang dilaksanakan oleh KRI Tanjung Nusanive-973 dan KRI Teluk Hading-538 selama satu hari ini diharapkan para peserta dapat mengetahui kemampuan dan kekurangannya dalam melakukan peran tugas dan dan tanggung jawabnya sebagai pengawak organisasi satuan dalam hal ini KRI, serta meningkatkan kemampuan profesionalisme personel secara perorangan maupun kelompok.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Komandan Satlinlamil Jakarta Letkol Laut (P) Yusherman, Letkol Laut (P) Dominggus Misalayuk sebagi tim uji dari Kolatarmabar serta Komandan KRI Banda Aceh-593, KRI KBI-971, KRI TLS-501, KRI TLK-504, KRI TTM-508, KRI TMO-537, KRI MTW-595.
SUMBER : JURNAS

Wamenhan: Jika Belanda Tak Mau Jual Leopard, Masih Ada Jerman


military-today.com
Tank Leopard.
Jurnas.com | WAKIL Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan tidak khawatir dengan penolakan parlemen Belanda atas penjualan tank Leopard ke Indonesia. Menurutnya, jika memang Belanda tidak mau menjual, sudah ada negara lain yang juga menawarkan pada Indonesia. “Jerman sebagai negara produsen juga menawarkan pada Indonesia,” kata Sjafrie usai meninjau kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (25/1).

Dikatakan Sjafrie, tawaran Belanda adalah tank bekas yang jika jadi dibeli oleh Indonesia akan diupgrade kemampuannya. Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman adalah refurnishment, “Jadi bukan bekas, karena sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya,” jelasnya.

Namun begitu, Sjafrie menegaskan Indonesia akan lebih diuntungkan dengan membeli pada Belanda. Dengan dana US$280 juta, Indonesia akan mendapat 100 unit tank Leopard. “Kalau di tempat lain tidak bisa. Dana itu kami alokasikan untuk 44 tank, tapi bisa mendapat 100 unit,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan penolakan yang muncul dari kalangan parlemen Belanda bukanlah sikap resmi parlemen maunpun Pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda sendiri telah mendesak kepastian Indonesia dalam membeli tank mereka.

Purnomo juga mengatakan, kebutuhan Indonesia sebenarnya pada main battle tank (MBT), bukan pada Leopard. Bisa saja MBT yang dibeli Indonesia bukan jenis Leopard. Sementara itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan, Jerman yang juga menawarkan Leopard-nya akan segera melakukan pertemuan dengan Indonesia
 
SUMBER : JURNAS

BERITA POLULER