Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Sunday, November 4, 2012

PT PAL sudah mempersiapkan karyawan untuk dikirim ke Korea Selatan.



PT PAL kirim karyawan ke Korsel untuk transfer ilmu kapal selam

VIVAnews - PT PAL Indonesia menggandeng Korea Selatan untuk melakukan transfer pengetahuan mengenai perkapalan. Selain itu, Korsel juga digandeng terkait akan dilakukannya pembangunan tiga unit kapal selam untuk TNI AL.

"Dalam waktu dekat, kami mengirim karyawan untuk bekerja sama dengan Korea membangun kapal selam melalui sistem learning by doing," kata Dirut PT PAL, Firmansyah Arifin.

Disebutkan, ada sejumlah karyawan akan dikirim ke Korea Selatan dalam rangka kerjasama memproduksi alutsista. Itu, lanjutnya, melibatkan Kementerian Pertahanan kedua bangsa. Kemenhan, selanjutnya memberi kesempatan kepada PT PAL untuk melaksanakan tugas tersebut.

Sedangkan Humas PT PAL, Bayu Wicaksono, mengungkapkan pengiriman karyawan diawali dengan proses penjaringan. PT PAL sudah memilih karyawan yang layak untuk disertakan dalam transfer pengetahuan di Korea.

"Saat ini DSME Daewoo perusahaan yang ditunjuk pemerintah Korea masih menyeleksi penerimaan. Pengumumannya kami belum tahu, tetapi kuota yang ditetapkan sebanyak 120 pegawai," ungkapnya.

Jumlah itu akan dikirim dalam beberapa gelombang. Selama di Korea karyawan PT PAL mendapat tugas melakukan alih teknologi untuk membangun kapal selam untuk kebutuhan TNI-AL.

PT PAL menyebut, informasi dari Kemenhan RI, sebanyak tiga kapal selam akan dimiliki TNI-AL. Dua kapal selam dengan type DSME 209 dibangun di Korea, sedangkan satu kapal selam lainnya dibangun di Surabaya.

"Ini adalah pengalaman pertama kami membangun kapal selam, setelah sebelumnya kami berpengalaman meng-overhaul (merakit) dua kapal selam KRI Cakra dan KRI Nanggala,” jelasnya.

Kapal selam yang akan dibangun PT PAL dilakukan setelah dua kapal selam selesai dibangun di Korea. Karena seluruh komponen dan teknologi yang dijalankan di Korea akan diwujudkan di Indonesia.

"Karyawan kami tidak membangun on table, tetapi langsung praktek merakit kapal selam. Dari hasil praktek itu akan diimplementasikan saat membangun di Surabaya," jelasnya.

sumut : Viva News

5 komentar:

sugianto harisantoso said...

Dlm pengiriman ahli dr PT PAL, jangan ada kong kalikong artinya yg senang sama bos walaupun SDM nol dan akan dikirim sdg yg tdk disenangi bos walaupun SDMnya bagus tdk dikirim. Bravo... PT PAL..utk merebut ToT kapal selam...Jayalah NKRI RAYA

sugianto harisantoso said...

Pengiriman sarjana yg masih muda2, pandai dan dedikasi bekerja baik. Jangan lagi pilih kasih, kalau BUMN tdk mau hancur dan bekerja serta bekerja. Bravo ...BUMN...pengumpul pundi2 negara...Jayalah NKRI RAYA

Anonymous said...

semoga pt.pal semakin membuat harum nama negeri ini,apalagi jika mengikuti jejak pt.di dengan membuat pesawat sendiri dan setelah transfer teknologi semoga kita bisa membuat kapal selam sendiri dan lebih canggih.

Anonymous said...

Masihh ajaaa brooo seperti dulu ,asall ponakan gak enak ama temman ahirnya lulus sensor padahal dunguuu makanya pt pal jalan di tempat yg di pinter cekatan byby !!? Ponakan temman di dahulukan

Anonymous said...

Indonesia harus memiliki kekuatan militer yang baik. Indonesia harus memiliki peralatan tempur diantaranya: F-16 Blok C-D Sebanyak 3 Skuadron atau 48 unit. F-16 Blok E-F sebanyak 1 Skuadron atau 16 unit. F-18 Hornet 2 Skuadron atau 32 unit. F-22 Raptor sebanyak 1 Skuadron atau 16 unit. F-35 Lockheed Martin sebanyak 1 Skuadron atau 16 unit. Pesawat Su27-SKM sebanyak 2 Skuadron atau 32 unit. Su30-Mk sebanyak 3 Skuadron atau 48 unit. Super Tucano sebanyak 3 Skuadron atau 48 unit. Pesawat tempur KFX Korea 1 Skuadron atau 12 unit. UAV Israel sebanyak 2 Skuadron atau 32 unit. Hercules C-130 sebanyak 32 unit. CN-235 sebanyak 58 unit. CN-295 sebanyak 38 unit. Helikopter Super Puma sebanyak 54 unit. Bell 412 EP sebanyak 70 unit. Apache sebanyak 48 unit. Blackhawk sebanyak 32 unit. Eurocopter sebanyak 58 unit.

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK