Pages

Tuesday, February 14, 2012

Tabah Sampai Akhir.....



Akreditasi foto-foto : WIDYA/ TNI AL

Berada di kedalaman laut,dikurung dalam kapal selam yang sempit selama puluhan hari bukanlah perkara mudah. Rasa jenuh, stres, hingga gangguan kejiwaan,menjadi ancaman nyata. Belum lagi keganasan laut yang bisa menenggelamkan mereka sewaktu-waktu.

Kini keceriaan terus tergambar dari raut para awak KRI Nanggala 402 kala mendarat di dermaga Armatim beberapa awal Minggu lalu. Perasaan puas sekaligus bahagia tersungging dari senyum mereka. Ini karena mereka sukses mengemban misi membawa pulang KRI Nanggala 402 dari proses overhaul di Korea Selatan.

Tetapi bukan itu saja, bisa menghirup udara alam bebas adalah sesuatu yang luar biasa bagi mereka. Bayangkan, 21 hari lamanya mereka berada dalam kapal yang sempit. Menyelami lautan bebas hingga ratusan mil, belum lagi berkutat dengan rutinitas dan teman yang sama selama itu. Tentu ini menjadi hal yang membosankan bagi manusia normal. Namun, jiwa mereka telah terpatri dengan semboyan ‘Tabah Sampai Akhir’, seperti yang diajarkan para pelaut terdahulu.

Sehingga seberat apapun resiko yang dihadapi, pantang bagi mereka untuk mundur apalagi menyerah saat berjuang. Para awak kapal selam bukanlah prajurit biasa. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang mampu bertahan dalam situasi dan kondusi sesulit apapun. Tetapi itulah faktanya, nasib para awak kapal selam bisa dibilang tidak seenak awak kapal atas laut biasa.

Berebut Merokok

Selain ruang yang terbatas, segala aktifitas awak Nanggala pun terbatas. Jangankan bergerak ke sana-kemari, merokok pun tidak bisa mereka lakukan setiap waktu. Ini karena mereka berada berada di dalam kapal yang tertutup, bersama mesin kapal yang sensitif dengan asap maupun api. Padahal, di kedalaman laut yang dingin rokok bisa menjadi penawarnya. Tetapi, para awak KRI Nanggala 402 memiliki cara khusus untuk mengobati keinginan merokok itu.

Saat kondisi air laut tenang misalnya, kapal dijalankan dengan setengah terapung. Tujuannya, bagian tengah kapal yang tinggi bisa berada di permukaan air laut, sehingga mereka bisa naik dan menghisap rokok. ”Kalau kapal sudah mengapung seperti ini, kita biasanya berebut naik untuk merokok. Tetapi karena waktunya terbatas, kita tidak bisa berlama-lama, sebab harus bergantian dengan awak yang lain.



Paling hanya dua batang setelah itu turun lagi,” tutur salah seorang awak KRI Nanggala Lettu Laut (P) Hadhito. Namun aktifitas merokok lanjut Hadhito akan berhenti total kalau kondisi gelombang air laut sedang tinggi. Sebab pada situasi itu kapal sulit mengapung, karena harus menjaga keseimbangan akibat hantaman gelombang. ”Kalau sudah seperti ini, kami biasanya hanya berdiri di dalam kapal sambil berpegangan agar tidak jatuh. Apalagi kalau pas ada badai atau berlayar di laut yang dalam,” katanya.

Minum Air Laut Dalam

Meski sudah terlatih, perasaan was-was kadang masih tetap muncul saat kapal berada di bawah laut. Kondisi ini biasanya muncul saat kapal menyelam ke laut yang dalam. Ini karena arus bawah laut cukup kencang, sehingga resiko bahaya juga cukup besar,seperti di laut China Selatan atau Laut Banda Maluku. ”Dua lokasi ini terbilang paling angker, sebab ombaknya tidak bisa diprediksi,” kata perwira yang juga putra Kasal Laksamana Soeparno ini.



Tetapi lanjut Hadhito, para awak kapal selam sudah punya penangkal untuk menghadapi kedalaman laut tersebut. Penangkal itu tak lain berupa tradisi meminum air laut kedalaman. Setiap mengarungi kedalaman baru misalnya, maka tradisi meminum segelas air laut wajib dilakukan. ”Kapal selam ini biasanya berlayar di kedalaman 30 meter. Nah bagi mereka yang belum pernah belayar di kedalaman itu, maka wajib minum air laut. Ritual serupa juga akan kami lakukan jika kapal turun lagi di kedalaman bawah 30 meter.

Saat kapal di kedalaman 50 meter misalnya, maka harus minum air laut lagi,begitu seterusnya, sampai kapal ini berlayar di batas kedalaman maksimum 200 meter,”imbuh Serma PTB M Nuril Huda. Tradisi minum air laut kedalaman kata Nuril tidak hanya berlaku bagi anggota saja, tetapi juga komandan, perwira pelaksana maupun juga kepala kamar mesin. ”Kalau sudah seperti ini kami tidak membedakan pangkat dan jabatan.

Siapa yang belum pernah masuk di kedalaman itu ya wajib minum air laut. Sebab ada sugesti dari kami,bahwa kalau sudah meminum air itu, maka kita akan menyatu dengan laut,”kata prajurit asal Lamongan ini. Pada ritual inilah, kadang banyak awak kapal yang tidak kuat karena rasa air yang begitu asin. Bahkan mereka yang tidak kuat bisa langsung diare. ”Walau begitu, tradisi ini tetap wajib diikuti,”tandasnya.

Oleh : IHYA’ ULUMUDDIN/Surabaya/Seputar Indonesia

Satu Flight F-16 Jajal Kemampuan Deteksi Satuan Radar 245 Saumlaki

SAUMLAKI - Satu flight pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Selasa (14/2), melaksanakan terbang jelajah ke Wilayah Timur Indonesia, dengan misi pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan menjajal kemampuan Radar, Satrad (Satuan Radar) 245 Saumlaki dan Timika.

Selain menjajal kemampuan deteksi Satrad 245 Saumlaki, yang beberapa waktu lalu diresmikan Kasau marsekal TNI Imam Sufaat, tim yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb Ali sudibyo, juga mengadakan latihan Tangkis Petir, Hanud Cakra serta Hanud Kilat.

Pada kesempatan tersebut Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI M.Syaugi, melepas keberangkatan pesawat tempur yang masih menjadi andalan TNI AU ini untuk melaksanakanakan terbang jelajah ke wilayah timur Indonesia.


Radar Master T di Satrad 245 Saumlaki. Foto: AUDREY

Terbang jelajah yang rencananya memakan waktu selama 14 hari tersebut, meliputi Lanud Balikpapan-Kaltim, Lanud Samratulangi-Manado, Lanud Biak-Papua, Lanud Patimura-Ambon dan Lanud Rembiga-NTB. Misi ini melibatkan 8 penerbang tempur, 46 teknisi (Ground Crew), serta Tim Brigan dari Satpon Lanud Iswahjudi dengan di dukung pesawat C-130 Hercules.

Sumber : DISPENAU

Singapura butuh tempat latihan di Indonesia

Semarang (ANTARA
News) - Singapura
berkepentingan
terhadap perjanjian
pertahanan (Defence Cooperation
Agreement/DCA) dengan Indonesia
karena negara itu membutuhkan
tempat latihan bagi pasukannya.
"Perlu dipahami bahwa Singapura
berkepentingan terhadap DCA bukan
dalam konteks kerja sama pertahanan
dalam pengertian yang umum,
melainkan negara tersebut hanya
membutuhkan lahan milik Indonesia
sebagai tempat latihan pasukannya,"
kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP
Tjahjo Kumolo kepada ANTARA, Selasa.
Hal itu dikemukakan Tjahjo yang juga
anggota Komisi I DPR RI sehubungan
dengan rencana pertemuan rutin
tahunan antara Presiden RI Susilo
Bambang Yudhoyono dan Perdana
Menteri Singapura Lee Hsien Loong
yang pada tahun ini diagendakan bulan
depan.
Di lain pihak, wakil rakyat dari Daerah
Pemilihan Jawa Tengah 1 ini
mengutarakan bahwa Indonesia
sebenarnya sangat berkepentingan
terhadap perjanjian ekstradisi dengan
negara tersebut.
"Walaupun secara rutin dilakukan
pertemuan di antara pejabat tinggi
kedua negara itu, pihak Indonesia tidak
mengesahkan DCA, Singapura juga tidak
akan setuju terhadap perjanjian
ekstradisi," kata Tjahjo.
Apalagi dari segi pertahanan, kata dia,
alat utama sistem senjata (alutsista)
Singapura jauh lebih unggul
dibandingkan dengan Indonesia.
Selain itu, Singapura juga memiliki
aliansi pertahanan dengan negara lain
yang dikenal dengan "Five Power
Defense Agreement" (FPDA), yaitu
sistem aliansi pertahanan antarlima
negara (Inggris, Australia, Selandia
Baru, Singapura, dan Malaysia).
Disebutkan Tjahjo, salah satu
kesepakatan negara-negara FPDA
adalah adanya klausul bahwa serangan
terhadap salah satu negara anggota
merupakan serangan pula terhadap
negara anggota lainnya.
Dari sisi ASEAN, dia berharap pada
tahun 2015 Komunitas ASEAN sudah
terbentuk.
"Namun, apakah Indonesia dapat
memainkan peran utama dalam
Komunitas ASEAN sehingga Singapura
merasa perlu melakukan pendekatan
dengan Indonesia?" tambahnya.
Sekjen DPP PDI Perjuangan ini
berharap agar pertemuan rutin antara
Presiden RI dan pejabat tinggi
Singapura yang diagendakan pada
bulan Maret 2012 tidak sebatas
seremonial.
"Atau, malah justru lebih
menguntungkan pihak Singapura?"
katanya lagi.
"Saya kira Kementerian Luar Negeri dan
Kementerian Pertahanan serta
kementerian lainnya harus
merumuskan agenda pembicaraan
Presiden RI dan PM Singapura yang
lebih komprehensif integral. Setidaknya
untuk kepentingan kerja sama bilateral
bersama Indonesia dan Singapura,"
kata wakil rakyat asal Kota Semarang
itu.

T-50 Rusia ditambah, uji terbang menyeluruh

Moskow (ANTARA
News) - Jumlah
pesawat tempur
generasi ke-lima
Sukhoi T-50 PAK FA akan ditambah
menjadi 14 unit dari sekarang cuma
tiga. Rusia memutuskan menambah
jumlah pesawat tempur berteknologi
paling canggih di dunia itu untuk uji
terbang mendalam.
Panglima Angkatan Udara Rusia,
Alexander Zelin, Senin, menurut RIA
Novosti, mengatakan, "Sudah terdapat
tiga pesawat tempur yang turut dalam
uji terbang, tiga lainnya diperkirakan
diuji coba dalam waktu dekat. Seluruh
jumlah pesawat untuk uji terbang
sebanyak 14 unit."
Sukhoi T-50 dikembangkan dalam
program PAK FA atau Perspektivny
Aviatsionny Kompleks Frontovoy Aviatsii
(Prospective Airborne Complex of
Frontline Aviation) di biro rancang
pesawat terbang Sukhoi.
T-50 PAK FA tampil pertama kali kepada
masyarakat saat Pameran
Kedirgantaraan MAKS-2011 dekat
Moskow pada 17 Agustus 2011.
Petempur yang dikembangkan bersama
mitra dari India -- Hindustan
Aeronautics Limited (HAL)-- tersebut
melakukan terbang perdananya di Rusia
wilayah timur pada awal 2010.
Zelin juga mengatakan T-50 milik Rusia
melampaui kemampuan pesawat asal
Amerika Serikat dan China. Mampu
terbang dalam kecepatan 2,2 kecepatan
suara dalam mode stealth adalah
kemampuan dasar bagi T-50 PAK FA itu.
Untuk pertempuran jarak dekat,
manuver Pugachev atau Cobra seperti
yang bisa dilakukan Su-27 atau Su-30
Flanker , sangat mudah dilakukan T-50
PAK FA yang sudah menerapkan sistem
navigasi dan manajemen tempur
melalui fasilitas helm dan visi di mata
pilot.
"Setelah menganalisa perbandingan
sifat pesawat dengan asal China kami
menyimpulkan T-50 PAK FA melampaui
kemampuan pesawat F-22 Raptor milik
AS dan pesawat siluman J-20 tersebut
dalam hal kecepatan maksimum, jarak
terbang, berat maksimal saat lepas
landas, dan nilai daya angkut
maksimal," tambah Zelin.
Rusia telah mengembangkan petempur
generasi kelimanya sejak 1990-an.
Sejumlah pejabat tinggi militer Rusia
menyebutkan jet tempur siluman itu --
jarak terbang hingga 5.500 kilometer
pada versi standar tanpa tangki
cadangan-- bisa memasuki masa bakti
di AU Rusia pada 2015.
Menurut data RIA Novosti, Sukhoi T-50
PAK FA menggunakan mesin ganda
Saturn 117S (AL-41F1A) TRDDF turbo
jet menggunakan afterburners dengan
durasi terbang maksimal selama tiga
jam.
Arsenal pesawat tersebut diantaranya
telah memodifikasi kanon GSh-301
dengan peluru berdiameter 30
milimeter dengan menambah jumlah
putaran letupan dan tenaga dorong.
Selain itu T-50 memiliki 10 cantelan
senjata untuk roket dan bom serta bisa
di sesuaikan dengan cantelan roket
tambahan sehingga kawasan target
bisa lebih ditingkatkan.
"Pengoperasian T-50 akan lebih murah
100 juta dolar AS atau 2,5 kali lebih
murah dari pengoperasian F-22 Raptor
buatan Lockheed Martin dan Boeing,"
demikian dikutip RIA Novosti. (B019)
sumber antara

Monday, February 13, 2012

Pemerintah AS Beri BantuanPembangunan Barak di IndonesianPeace and Security Center

Pemerintah AS Beri Bantuan
Pembangunan Barak di Indonesian
Peace and Security Center
BOGOR - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui
Kementerian Luar Negeri AS memberikan bantuan berupa
fasilitas barak untuk prajurit kepada Mabes TNI yang
dibangun di Indonesian Peace and Security Center (Pusat
Misi Pemeliharaan Perdamaian) Sentul, Bogor.
Dukungan fasilitas tersebut diberikan secara simbolis
melalui peletakan batu pertama pembangunan gedung
fasilitas barak prajurit yang dilakukan oleh Wakil Menteri
Luar Negeri AS untuk Bidang Politik Militer, Andrew J.
Shapiro Senin (13/2), di kompleks PMPP Sentul Bogor.
Dalam pembangunan konstruksi barak berkapasitas 300
orang ini AS menggelontorkan biaya sekitar US 3,3 Juta
Dollar, dari seluruh kontribusi fasilitas operasional lainnya
yang ada di IPSC Sentul dengan nilai total sebesar US 14
Juta Dolar. Sumber : DMC

Pemerintah AS Beri BantuanPembangunan Barak di IndonesianPeace and Security Center

Pemerintah AS Beri Bantuan
Pembangunan Barak di Indonesian
Peace and Security Center
BOGOR - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui
Kementerian Luar Negeri AS memberikan bantuan berupa
fasilitas barak untuk prajurit kepada Mabes TNI yang
dibangun di Indonesian Peace and Security Center (Pusat
Misi Pemeliharaan Perdamaian) Sentul, Bogor.
Dukungan fasilitas tersebut diberikan secara simbolis
melalui peletakan batu pertama pembangunan gedung
fasilitas barak prajurit yang dilakukan oleh Wakil Menteri
Luar Negeri AS untuk Bidang Politik Militer, Andrew J.
Shapiro Senin (13/2), di kompleks PMPP Sentul Bogor.
Dalam pembangunan konstruksi barak berkapasitas 300
orang ini AS menggelontorkan biaya sekitar US 3,3 Juta
Dollar, dari seluruh kontribusi fasilitas operasional lainnya
yang ada di IPSC Sentul dengan nilai total sebesar US 14
Juta Dolar. Sumber : DMC

Sunday, February 12, 2012

Pengamat intelijen: ada upaya goyang pemerintah

Senin, 13 Februari 2012 06:31 WIB | Dibaca
661 kali
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat
intelijen Wawan H Purwanto
menyatakan, ada upaya oleh pihak-
pihak tertentu untuk menggoyang
pemerintah yang ditargetkan dapat
terlaksana pertengahan 2012.
Wawan di sela-sela Mukernas Ikatan
Alumni SMAN 1 Ungaran Kabupaten
Semarang di Jakarta, Minggu,
mengatakan, berbagai peristiwa
kekerasan dan kekacauan yang terjadi
belakangan ini bukan tidak mungkin
merupakan bagian dari gerakan itu.
"Aparat harus bisa mengungkap ada
apa di balik peristiwa-peristiwa itu,"
kata Wawan.
Dikatakannya, berbagai kasus yang
terjadi di tanah air, tidak semua
berjalan dengan sendirinya, namun ada
sejumlah peristiwa atau kasus yang
didesain atau diset oleh pihak tertentu
untuk kepentingan tertentu pula,
termasuk kepentingan politik.
"Ada peristiwa-peristiwa yang disetting.
Ini yang harus kita waspadai karena
ada agenda yang ingin menggoyang
pemerintah di pertengahan tahun
2012," katanya.
Namun Wawan enggan menyebutkan
pihak yang ditengarai bermain di balik
peristiwa kekacauan tersebut.
"Saya tidak perlu menyebut siapa-siapa.
Ini ranah politik," katanya.
Yang jelas, menurut dia, di ranah politik
memang biasa terjadi upaya-upaya
menimbulkan gejolak.
Hanya saja, Wawan mengingatkan
bahwa masyarakat sudah lelah dengan
berbagai gejolak, sehingga segala upaya
untuk menimbulkan gejolak sebaiknya
diakhiri.
Menurut Wawan, bangsa Indonesia
telah memilih demokrasi sebagai
sistem politik, termasuk dalam
menentukan kepemimpinan nasional.
Oleh karena itu, sebaiknya semua pihak
bersabar dan menunggu hingga pemilu
berikutnya dengan tidak melakukan hal-
hal yang justru mencederai demokrasi.

sumber antars

BERITA POLULER