Pages

Wednesday, November 9, 2011

Kapal perang di Perairan Bali siaga amankan KTT ASEAN

Rabu, 9 November 2011 13:37 WIB | 789 Views
Seorang Kru KRI Surabaya-591 berada di anjungan. (ANTARA/Prasetyo Utomo)
Surabaya (ANTARA News) - Komando Armada RI Kawasan Timur menyiagakan lima kapal perang di Perairan Bali untuk mendukung tugas pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-19 di Nusa Dua, Bali, pada 17-19 November 2011.

Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut (P) Yayan Sugiana ketika dihubungi ANTARA di Surabaya, Rabu, mengatakan, kelima kapal perang yang disiagakan adalah KRI Banda Aceh, KRI Sura, KRI Kerapu, KRI Slamet Riyadi, dan KRI Karel Satsuitubun.

"Seluruh kapal perang sudah diberangkatkan ke Perairan Bali pada Selasa (8/11) dengan dipimpin langsung Komandan Guspurlatim (Gugus Tempur Laut Wilayah Timur) Laksamana Pertama TNI Sulaeman Banjar Nahor yang berada di KRI Banda Aceh," katanya.

Selain lima kapal perang, unsur kekuatan lain yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Laut itu, yakni tiga tim Komando Pasukan Katak (Kopaska), satu tim Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair), tim kesehatan, dan satu unit heli bell HU-417.

Yayan Sugiana menjelaskan bahwa TNI AL mendapat tugas melakukan pengamanan wilayah perairan di sekitar Bali, seperti patroli laut dan penyekatan, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan mengganggu kegiatan KTT ASEAN.

"Tugas pengamanan sudah dilakukan sejak lima hari sebelum KTT dan satgas kembali ke Surabaya lima hari setelah kegiatan itu berakhir," tambah Kadispen.

Selain pemimpin negara-negara di kawasan Asia Tenggara, KTT ASEAN rencananya juga dihadiri beberapa pemimpin negara lain, di antara dari Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan China.

Pada Selasa (8/11) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri meninjau kesiapan lokasi pelaksanaan KTT ASEAN yang terpusat di Nusa Dua, Bali.

Saat memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan KTT ASEAN pada Rabu pagi, Presiden menginginkan adanya jaminan keamanan bagi para kepala negara dan pemerintahan, serta anggota delegasi yang hadir.

"Lakukan `security` dan pengamanan yang baik," kata Presiden. (ANT)

ANTARA

Lima kapal perang siaga KTT ASEAN


Rabu, 9 November 2011 14:44 WIB | 1093 Views
Pengamanan sangat maksimal diberlakukan TNI-AL atas wilayah perairan Bali menjelang dan selama KTT ASEAN dan KTT Terkait pada 13-19 November nanti. Perairan Bali yang dibatasi Selat Bali, Selat Lombok, Laut Bali, dan Samudera Hindia, dikenal merupakan perairan padat lalu-lintas wahana perairan. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
... Lakukan security dan pengamanan yang baik...
Surabaya (ANTARA News) - Komando Armada RI Kawasan Timur TNI-AL menyiagakan lima kapal perang di perairan Bali untuk mendukung tugas pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-19 di Nusa Dua, Bali, pada 17-19 November 2011.

Kepala Dinas Penerangan KoarmatimTNI-AL, Letkol Laut (P) Yayan Sugiana, di Surabaya, Rabu, mengatakan, kelima kapal perang itu KRI Banda Aceh, KRI Sura, KRI Kerapu, KRI Slamet Riyadi, dan KRI Karel Sasuit Tubun/356.

TNI-AL membentuk Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Laut KTT ASEAN, terdiri unsur kekuatan atas air dan bawah air. Pasukan-pasukan khusus berkualifikasi anti teror dan demolisi bawah air dan aksi anti demolisi bawah air, juga dikerahkan. Pokoknya, jangan ada istilah kecolongan.

Kelima kapal perang itu dari tipe dan jenis yang jadi andalan TNI-AL. KRI Karel Sasuit Tubun/356, sebagai contoh, dari tipe fregat kelas Van Speijk eks Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang telah direvitalisasi habis-habisan sejak bertahun lalu.

Untuk ukuran pertahanan regional, KRI Karel Sasuit Tubun/356 cukup menggentarkan. Dia bisa meluncurkan peluru kendali permukaan-udara MM-39 Blok IV Exocet, dan sistem radar yang bisa menyapu wilayah sampai ratusan kilometer.

"Seluruh kapal perang sudah diberangkatkan ke perairan Bali pada Selasa (8/11), dipimpin langsung Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Timur TNI-AL, Laksamana Pertama TNI Sulaeman Banjarnahor, yang berada di KRI Banda Aceh," katanya.

Selain lima kapal perang, unsur kekuatan lain yang tergabung dalam satuan tugas itu yakni tiga tim Komando Pasukan Katak TNI-AL, satu tim Dinas Penyelaman Bawah Air TNI-AL, tim kesehatan, dan satu unit helikopter Bell UH-417.

"Tugas pengamanan sudah dilakukan sejak lima hari sebelum KTT dan satgas kembali ke Surabaya lima hari setelah kegiatan itu berakhir," tambah Kadispen.

Selain pemimpin negara-negara di kawasan Asia Tenggara, KTT ASEAN juga akan dihadiri beberapa pemimpin negara lain, di antaranya dari Presiden Barack Obama, Rusia, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan China.

Pada Selasa malam (8/11), Presiden Susilo Yudhoyono didampingi Ibu Negara, Ani Yudhoyono, dan sejumlah menteri meninjau kesiapan lokasi pelaksanaan KTT ASEAN yang terpusat di Nusa Dua, Bali.

"Lakukan security dan pengamanan yang baik," kata Yudhoyono. (D010)
Editor: Ade Marboen

ANTARA

Sarkozy: Saya Muak dengan Netanyahu


CANNES, KOMPAS.com — Para jurnalis yang meliput pertemuan puncak G-20 di Cannes, Perancis, pekan lalu, mendengar Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengeluh kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama soal Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Saya muak dengan dia (Netanyahu). Dia pembohong," kata Sarkozy, seperti dilaporkan Arret Sur Images, sebuah laman Perancis.
Lalu jawab Obama, "Anda muak dengan dia, bagaimana dengan saya? Saya yang harus berurusan dengan dia setiap hari."
Sarkozy mengucapkan itu dalam bahasa Perancis, sementara Obama memberi respons dalam bahasa Inggris yang kemudian dialihbahasakan oleh seorang penerjemah.
Obrolan santai itu terjadi sebelum konferensi pers bersama Obama dan Sarkozy. Panitia rupanya tidak menyadari bahwa mikrofon dalam keadaan hidup, bukan mati seperti seharusnya. Akibatnya, obrolan itu bisa didengar siapa saja yang berada di situ, termasuk para wartawan.
Menurut Arret Sur Images, para wartawan mendengar perkataan kedua kepala negara itu, tetapi mereka bersepakat untuk tidak melaporkannya.
"Kami tidak merekamnya dan menggunakannya (sebagai berita) berarti memaksa kami mengakui bahwa kami curang," Arret Sur Images mengutip perkataan seorang wartawan yang mendengar pembicaraan pribadi itu.
"Ini juga akan menimbulkan masalah besar bagi panitia penyelenggara," imbuh wartawan yang namanya tidak diungkap oleh Arret Sur Images itu.
Menurut Dan Israel, penulis Arret Sur Images yang mengungkap kejadian itu, obrolan itu terdengar selama tiga menit sebelum mikrofon dimatikan. "Ini kesalahan panitia penyelenggara KTT G20," kata Israel.
Ditambahkannya, para wartawan bersepakat untuk menganggap perkataan Obama dan Sarkozy itu sebagai pernyataan off the record karena mereka tidak ingin para petugas mengalami masalah. Namun, tetap saja kejadian itu menyebar dengan cepat di kalangan para wartawan di Paris sehingga Arret Sur Images mulai melacak kebenarannya.
"Beberapa dari mereka (wartawan) memberi kutipan itu, yang lain hanya membenarkannya," kata Israel dalam wawancara dengan CNN.
Hingga kini, tidak ada tanggapan dari Elysee Palace, istana kepresidenan Perancis, tentang berita itu. Pihak Gedung Putih juga enggan mengomentari soal itu.

KOMPAS

Tuesday, November 8, 2011

S-125 Missiles to Protect the Vietnam's Airspace



07 November 2011

S-125 Pechora missile launchers system has a range of up to 35km and destroying the target at an altitude of 18,000 m (all photos : Dat Viet)

Missile Regiment 213, Division 363 are always in combat readinessposture to firmly defend the airspace of Vietnam.


As one of the main unit of the Air Defense - Air Force, in recent yearsRegiment 213, Division 363 are successfully completing the trainingmissions, combat readiness, firmly defend the airspace and sovereigntyof the sea and the sacred island of the country.


The readiness of the missile launcher system is supported by an excellent training system and the dedication of the soldiers to the country.
(BaoDatViet)

Bangkitlah Indonesiaku!


NC 295 AIR BUS MILITARY
Anda boleh jadi memiliki pandangan yang sama dengan kami setelah membaca edisi kali ini. Yakni, bahwa Indonesia nyatanya tidak “seburuk” yang digambarkan media massa sejuah ini. Sebagaimana kita simak di koran dan televisi nasional, paling tidak setahun terakhir ini, yang bisa kita lihat hanyalah demo, pertikaian elit politik, kerusuhan, korupsi dan tindak kriminal. Kemana wajah Indonesia yang sedang membangun? Tidak adakah?
          Dalam edisi kali ini, kita setidaknya bisa melihat Indonesia dari perspektif yang berbeda. Ada geliat lain jika kita menyimak detail launchingHari Kebangkitan Teknologi Nasional, 14 Juli lalu di Jakarta. Di antaranya adalah keseriusan negeri ini untuk menggarap pesawat rancangan sendiri, yakni N-219. Pesawat yang dirancang khusus untuk mendukung percepatan roda perekonomian di daerah ini memang telah berkali-kali mandeg di atas meja karena ketiadaan biaya. Namun, belum lama ini “nasibnya” tiba-tiba membaik setelah Kementerian Perindustrian menyatakan siap menggelontorkan dana sekitar Rp 300 miliar untuk insiasi pembuatannya.
          Uluran tangan Kementerian Perindustrian tentu bukanlah akhir dari seluruh permasalahan. Namun demikian, berita baik seperti itu nyatanya bukanlah bahan liputan yang menarik bagi wartawan nasional saat ini. Mungkin karena masih memegang teguh slogan “A Bad News is a Good News”, para kuli tinta masih lebih suka mengejar berita-berita yang amat menyiksa pikiran. Padahal tanpa disuguhi berita seperti itu pun sebagian besar dari kita sudah sangat menderita dengan harga barang dan kesulitan lain yang kian menjerat leher.
          Pers Indonesia, sayangnya, juga enggan mem-blow-up kunjungan Direktur Utama Airbus Military ke Indonesia, yang secara khusus ingin membantu PT Dirgantara Indonesia untuk bangkit. Di negara-negara maju seperti di Eropa dan Amerika, kini pabrik pesawat terbang adalah mesin penghasil uang yang luar biasa. Itikad dan uluran tangan Airbus mestinya terkait dengan kesuksesan yang tengah mereka raih. Mereka sepertinya tak ingin membiarkan DI, yang dahulu pernah menjadi mitra erat, tenggelam sendirian.
          Bagaimana pun kita memang tak bisa mengingkari kesusahan yang telah melanda Ibu Pertiwi. Hanya kini pertanyaannya, apakah kita ingin terus terpuruk? Tak bisakah kita singsingkan lengan baju lalu bangkit bersama-sama menciptakan suasana dan peluang yang kondusif agar bisa segera keluar dari berbagai permasalahan kita masing-masing. Kisah kebangkitan Airbus seperti dimuat dalam Fokus kali ini sangatlah inspiratif. Meski hanya dalam lingkup perusahaan, namun jika segenap komponen masyarakat bisa memiliki semangat seperti dimiliki karyawan Airbus, nsicaya secara bersama-sama Indonesia pun akan ikut bangkit.
          Bangkitlah Indonesia-ku! Terus maju dan membangun. Janganlah mengalah oleh karena satu atau seribu masalah. Buktikan kita masih memiliki semangat juang, seperti yang diserukan Bung Karno, Bung Hatta, dan para pemuda dalam pekik Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Mari kita buktikan bahwa Indonesia tak seburuk yang kita pikirkan. 

F-16 hibah yg diterima akan di upgrade menjadi F-16 block 32+ yg berkemampuan mendekati block 52.


F16- TNI AU
Kelihatannya F-16 hibah yg diterima akan di upgrade menjadi F-16 block 32+ yg berkemampuan mendekati block 52.
Upgrade meliputi:

Mesin menjadi PW-220E
Radar dan operational flight plan setara dengan block 50/52
peralatan pemandu navigasi terbaru, memadukan INS/GPS dan berakurasi tinggi
HUD terbaru, kompatibel dgn Mounted Cueing System dan NVG
Mampu menggunakan targeting POD canggih (Sniper/Litening)
RWR dan chaff flare dispenser standar USAF
2 layar warna dan layar digital moving map (seperti pada block 52)
Kapasitas angkut persenjataan dan penggunaan conformal tank yg menjadi pembeda dengan block 52.

SUMBER : ARC

Penempur Baru China Diluar J-20





Belum genap setahun China membikin heboh dunia dengan menampilakan pesawat tempur generasai 5: Chengdu J-20, kini muncul rumor jikalau mereka sedang mengembangkan pesawat tempur baru generasi 5 lainnya. Kali ini digarap oleh pabrikan Shenyang yang juga dikenal sebagai pembuat jet tempur J-8II. Dari model skala yang ditampilkan, sosok Shenyang F-60 (J-60) lebih mendekati gabungan antara F-22 dan F-35 buatan AS. Selain itu Shenyang juga menampilkan sebuah model pesawat serang tanpa awak (UCAV) yang lagi-lagi desainnya masih mengacu pada produk barat, bentuknya seperti Phantom Ray buatan Boeing.


BERITA POLULER