Pages

Wednesday, June 29, 2011

Media Asing Mereaksi Pementasan Kekuatan Pasdaran Iran

 Pelaksanaan manuver Nabi Besar Muhammad Saw keenam oleh Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) serta liputan tentang berbagai silo (penyimpanan dan peluncuran rudal balistik) bawah tanah milik Iran direaksi meluas oleh media massa dunia.
Pasdaran memamerkan berbagai silo bawah tanahnya itu pada tahap pertama manuver tersebut kemarin (27/6). Hari ini tahap kedua manuver dilaksanakan dengan meluncurkan berbagai rudal balistik jarak menengah dan jauh.
Mengenai silo-silo tersebut, jurubicara manuver Nabi Besar Muhammad Saw keenam, Kolonel Asghar Qalichkhani mengatakan, "Teknologi pembangunan silo-silo tersebut sepenuhnya domestik dan dibangun oleh para ahli muda Iran."
Menurutnya, teknologi pembangunan silo rudal balistik itu telah dimiliki Pasdaran 15 tahun lalu dan mengingat tingginya volume peluncuran rudal pada manuver kali ini, maka untuk pertama kalinya pengoperasian silo-silo tersebut ditunjukkan.
Peluncuran rudal balistik oleh Pasdaran melalui silo-silo tersebut mendapat reaksi luas dari media massa internasional.
AFP dan Associated Press, meliput silo-silo dan peluncuran rudal balistik itu pada berita utama. Associated Press menyebutkan bahwa ini untuk pertama kalinya Iran menunjukkan silo-silo bawah tanahnya.
Mengutip pernyataan seorang perwira Pasdaran yang tidak disebutkan namanya, kantor berita Amerika itu menambahkan bahwa Iran masih memiliki banyak silo bawah tanah.
New York Times tidak ketinggalan meliput manuver Nabi Besar Muhammad Saww keenam oleh Pasdaran. Media Amerika itu menilai manuver Pasdaran itu sebagai "pertunjukan kekuatan baru Iran".
Adapun koran Jerusalem Post menulis, "Silo-silo bawah tanah itu dipamerkan untuk pertama kalinya ketika meluncurkan rudal balistik."
Pedemonstrasian silo-silo dan peluncuran rudal balistik Pasdaran itu juga menghiasi halaman utama kantor berita Barat termasuk di antaranya Scotsmannews, Newsmax, CNN, dan Xinhua.
Media massa regional juga meliput manuver Nabi Besar Muhammad Saw oleh Pasdaran.
Televisi Aljazeera menyebutkan, "Kini Barat lebih mengkhawatirkan rudal balistik Shahab generasi ketiga Iran yang memiliki daya tempuh hingga 2.000 kilometer dan yang mampu menghantam target mana pun di Palestina pendudukan."
Al-Entiqad.net menulis, "Iran selalu menyiagakan silo-silo bawah tanahnya, dan rudal-rudal Iran itu dapat diluncurkan secara pintar tidak perlu keberadaan personil militer di sekitar silo."
Koran trans-regional al-Sharq al-Awsat menyinggungmanuver militer Pasdaran itu dan menyatakan bahwa Iran selalu berupaya menunjukkan kemampuan militernya kepada musuh, dalam rangka mencegah mereka menyerang Tehran. Rudal-rudal baru Iran dapat menjangkau seluruh kawasan Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
(IRIB/MZ/MF)


IRIB

Iran Klaim Mampu Produksi Rudal Jarak Jauh


Selasa, 28 Juni 2011 17:16 WIB     
Komentar: 0
Iran Klaim Mampu Produksi Rudal Jarak Jauh
REUTERS/Mehr News Agency/Rauf Mohseni/ip
TEHERAN--MICOM: Komandan Senior Garda Revolusi Iran mengklaim negaranya mampu memproduksi rudal jarak jauh bahkan lebih jauh dari rudal yang dimiliki saat ini.

Namun, Iran belum akan memproduksi rudal tersebut karena pangkalan militer AS dan Israel di teluk masih dapat dijangkau oleh rudal yang ada saat ini, demikian diungkapkan Amir Ali Hajizadeh, Komandan AU Garda Revolusi Iran, Selasa (28/6), dalam latihan perang selama 10 hari sebagai ajang unjuk gigi kemampuan teknologi perang Iran.

Menurut Hajizadeh, rudal yang ada saat ini mampu menjangkau 2.000 km, itu berarti pangkalan AS dan Israel di Teluk Persia dan di bagian tenggara serta timur Eropa masih masuk dalam jangkauan Iran.

Rudal-rudal tersebut, lanjutnya, seperti rudal Shahab-3 dan Sajjil. memang dirancang khusus untuk menargetkan militer Israel dan AS, yang dianggap sebagai musuh utama Iran.

Sementara dari laporan intelijen barat dikatakan lain, Iran sedang berusaha memproduksi rudal-rudal antar benua dengan jarak tempuh hingga 6.000 km. (AP/rj/X-12)

Media Indonesia

Mensesneg: Siapapun Presidennya, Pramono Pasti Jadi KSAD

 
Hery Winarno - detikNews


  
Mensesneg: Siapapun Presidennya, Pramono Pasti Jadi KSAD
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk memilih Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo sebagai KSAD menggantikan Jenderal George Toisutta. Namun istana membantah ada nepotisme dalam pemilihan Pramono yang juga adik ipar SBY itu.

"Itu tidak benar, Pramono dipilih karena prestasi, jenjang karir dan track record yang bagus," ujar Mensesneg Sudi Silalahi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/6/2011).

Menurut Sudi, ketika menerima usulan Panglima TNI terkait pengganti Jenderal George Toisutta, Presiden SBY tidak serta merta menyetujui usulan agar Pramono menjadi KSAD. SBY terlebih dulu melakukan kroscek prestasi iparnya itu.

"Saya yang ditugaskan mengecek, dan memang secara prestasi, track record dan jenjang karir, Pramono itu memenuhi kualifikasi menjadi KSAD. Dia masuk Kopassus dari awal sampai menduduki jabatan tertinggi di situ, jadi siapapun presidennya Pramono pasti jadi KSAD," terangnya.

Pemilihan Pramono sebagai KSAD menurut Sudi murni karena prestasi dan rekam jejak yang bersangkutan saat meniti karir di TNI. "Pak Erwin Sujono juga ipar SBY, dia pernah jadi Kasum, Pangkostrad tapi dulu dia tidak diusulakn jadi KSAD. Pemilihan Pramono benar-benar karena prestasi dan track recordnya," imbuhnya.

Letjen Pramono Edhie Wibowo merupakan Alumnus Akademi Militer tahun 1981. Dia lahir tanggal 5 Mei 1955. Pramono pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus dan Pangdam III Siliwangi. Pramono merupakan ipar Presiden SBY.

Antara

Komite 33: Pramono Edhie Wibowo Layak Jadi Kasad













Rabu, 29 Juni 2011 17:22 WIB | 1259 Views

Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Darat (AD) kembali memiliki hajad untuk memilih putera terbaiknya untuk menduduki posisi Kasad, sehingga akan menjadi moment penting bagi instrumen organik di tubuh Angkatan Darat.

Ada beberapa kandidat mengantikan posisi Kasa Jendral TNI George Toisuta, dan nama yang tidak asing adalah Pangkostrad Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang merupakan sosok yang sangat santun, smart, dan mudah untuk diajak bertukar pendapat.

"Yang pasti rekam jejaknya juga sangat spektakuler, dimana selalu menduduki posisi jabatan yang stratergis di berbagai tempat mulai sebagai Danjend Kopassus sampai Pandam Siliwangi dan akhirnya posisi terahirnya sebagai Pangkostrad," kata Wakil ketua bidang hukum Komite 33 Jemmy Setiawan SH dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan Rabu.

"Saya yakin jabatan Kasad yang akan dipercayakan ke beliau, maka kesatuan TNI-AD akan menuju kebaikan yang menanjak dari segala bidang. Di kalangan TNI sendiri ia merupakan sosok yang bisa di terima oleh semua pihak, artinya, ia sangat layak menduduki posisi Kasad," ujarnya.

Menurut Jemmy, kendati ia merupakan adik ipar SBY, namun Presiden SBY tidak akan memberikan jabatan Kasad tersebut kepada sembarang orang.

"Salah besar jika jabatan Kasad  dikait-kaitkan dengan keluarga SBY. SBY tidak bisa mengintervensi "fit and proper test," katanya.(*) 


Antara

Hari ini, KSAD baru dilantik


(Istimewa)
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi memastikan Letjen (TNI), Pramono Edhie Wibowo menjadi Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal (TNI) George Toisutta yang masa jabatannya habis 30 Juni 2011. Pramono akan dilantik pada hari ini, Kamis (30/6), pukul 14.00 WIB.

"Panglima TNI (Laksamana TNI, Agus Surhartono) sudah mengusulkan Pramono Edhie Wibowo, dan hari ini akan dilantik," kata Sudi. Keputusan itu sudah melalui pertimbangan para kepala staf dan rapat Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti).

"Memang jenjang karirnya sangat memadai, mulai merangkak dari bawah," kata Sudi menegaskan. Sudi tidak khawatir adanya pendapat negatif dari masyarakat tentang hubungan kekeluargaan Pramono dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai adik ipar.

"Dia ipar Pak SBY, tapi jenjang karir dari bawah cukup bagus. Saya pernah menjadi atasannya waktu jadi Kasdam Jaya (Kepala Staf Pangdam Jaya) ketika Pak SBY belum jadi menteri," kata Sudi.

REPUBLIKA

Letjen TNI Pramono Edhie Kasad Baru

Rabu, 29 Juni 2011 14:22 WIB | 1442 Views
Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie. (ANTARA)

 
Jakarta (ANTARA News) - Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo diputuskan sebagai pengganti Jenderal TNI George Toisutta sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Ketika dikonfirmasi Mensesneg Sudi Silalahi di Jakarta, Rabu, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menunjuk Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo yang selama ini menjabat Panglima Kostrad, sebagai Kasad pada Selasa (28/6).

Pramono Edhie merupakan salah satu calon terkuat menggantikan George Toisutta.

Putra mantan Komandan Resimen Pasukan Khusus Angkatan Darat (RPKAD, kini Kopassus), Sarwo Edhie Wibowo (almarhum), yang juga adik Ibu Negara Hj. Ani Susilo Susilo Bambang Yudhoyono itu dinilai mumpuni menduduki kursi nomor satu di matra darat.

Ia pernah menjabat sebagai ajudan presiden pada era Megawati Soekarnoputri.

Pramono juga pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) pada 2008-2009.

Lulusan terbaik Akademi Militer angkatan 1980 itu juga sempat menduduki posisi Pangdam Siliwangi di Jawa Barat pada 2009 sebelum menjabat sebagai Pangkostrad pada 2010.

Berdasarkan keterangan resmi Markas Besar Kostrad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melantik Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo sebagai Kasad pada Kamis (30/6).

Usai dilantik Presiden akan dilakukan serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat pada Kamis (7/7) di Markas Besar TNI Angkatan Darat.(*)


Antara

Tuesday, June 28, 2011

RUU Keamanan Nasional Diserahkan Parlemen RI


JAKARTA - Menhan Purnomo Yusgiantoro mengemukakan bahwa intelijen tidak selalu memiliki kewenangan untuk menangkap atau melakukan penyadapan.

"Intelijen itu ibaratnya `mata` dan `telinga` yang memberikan informasinya kepada pihak tertentu untuk ditindaklanjuti. Intelijen itu tidak harus menangkap, ada pihak tertentu yang memiliki kewenangan itu," katanya di Jakarta, Senin (27/6).

Usai memimpin Sidang ke-3 Komite Kebijakan Industri Pertahanan Pertahanan (KKIP) ia menuturkan, RUU Keamanan Nasional yang telah diserahkan pada parlemen pekan lalu memuat perihal kewenangan penangkapan dan penyadapan oleh unsur keamanan nasional dalam penjelasan pasal 54 huruf e.

Menhan menuturkan, kegiatan intelijen tidak semata dilakukan oleh unsur militer dan keamanan, instansi lain pun memiliki aparat intelijen yang merupakan mata dan telinga untuk menghimpun segala informasi dan sesuatu yang dibutuhkan.

Purnomo mengemukakan, keputusan pemerintah untuk memasukkan kewenangan menangkap dan melakukan penyadapan oleh unsur keamanan nasional dimasukkan dalam RUU Keamanan Nasional didasari perkembangan ancaman yang terjadi.

Sudah Tidak Ada DCA Dengan Singapura

Terkait masalah ekstradiksi tersangka Korupsi dari Singapura, Menhan Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa sejak perjanjian kerjasama pertahanan (defense cooperation agreement/DCA) ditandatangani pada tahun 2007 lalu, Indonesia dan Singapura tidak pernah membahasnya lagi.

DCA antara Indonesia dan Singapura telah berlangsung sejak Juli 2005 selama tujuh kali pertemuan. Pertemuan terakhir dilaksanakan pada 5-6 Desember 2006 dengan menyepakati 13 pasal dan empat pasal lainnya belum tercapai kesepakatan.

DCA sebelumnya pernah ditandatangani pada 27 April 2007 oleh menhan kedua negara disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.


Lokasi latihan 'Bravo Area' di kepulauan Natuna yang diinginkan Singapura dalam perjanjian ekstradisi tikus korup asal Indonesia

Namun, dalam perjalanannya kesepakatan kerja sama itu tidak berjalan mulus karena implementasi soal Military Training Area (MTA) di Area Bravo di Kepulauan Natuna tidak disetujui parlemen.

Karena hal ini Singapura sempat mengabaikan pasal perjanjiannya dan tidak membahas lebih lanjut dengan pemerintah Indonesia. Akibatnya, perjanjian ekstradisi yang kita minta belum disepakati hingga kini.

Seperti diketahui, sejumlah terduga pelaku korupsi seperti Nunun Nurbaeti, Muhammad Nazzarudin, dan para tersangka kasus BLBI sebagian besar lari ke negara surga para koruptor RI di Singapura. Dan mereka tidak dapat diekstradisi ke Indonesia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, hingga kini perjanjian ekstradisi yang digandengkan dengan kesepakatan kerja sama pertahanan RI-Singapura, sama sekali tidak ada kemajuan.

Sementara Jumat (24/6) lalu Menlu Marty Natalegawa mengatakan Indonesia telah memulai kembali proses komunikasi informal dengan parlemen RI untuk mengkaji kembali dan menjajaki langkah-langkah yang mungkin dilakukan ke depan, terkait pembahasan Perjanjian Ekstradisi yang dilakukan satu paket dengan Kesepakatan Kerja sama Pertahanan (DCA).

Sumber : ANTARA

BERITA POLULER