Pages

Wednesday, June 22, 2011

Visit the Most Advanced Missile Staging the World in Vietnam


22 Juni 2011

S-300: distance detection is 300 km, destroying targets in close range is 5 km, the distance is 150 km distance, altitude 27,000 m and the lowest is 10 meters. (all photos : Quansuvn/QDND)


Air Defense - Air Force recently held for the union officials, journalists and news agencies, press relations and sightseeing air workout recombinant S-300PMU1 missile air defense mission of the 64 - 361 air defense divisions.


Sports teams have to stand between the sun to see the training unit, but the sun is not up to the top of the dump fire drills have been completed since the process started and controlled combination of S-300 PMU1 operation takes only a few minutes.


S-300PMU1 System is not missiles range produced by the Russian Federation, is considered the most sophisticated appearance on the world arms market today. (The system owns Russian S-400, more modern S-300 but not exported. It is expected that the next time, Russia will complete the research and manufacture of air defense systems S-500, more modern , has a range of warfare in space).



Compare features with the U.S. Patriot missile, the S-300 PMU1 remarkable, as the farthest distance to destroy, destroy the highest altitude, velocity target the largest extinction; weight of the warhead, protected area coverage of air defense weaponry S-300 PMU1 also larger.



The complex missile defense system is not dynamic, multi-channel used to destroy all means of modern air raid of the enemy in the present and future, including strategic aircraft and tactics, the kind of strategic ballistic missiles, campaign-strategy at all elevations, velocities, under all conditions with intense noise and the technical tricks, different tactics.


Lieutenant Colonel Le Van Thanh - Doan Doan 64 air defense - said receiving unit has several weapons this year. Equipped with a combination of non determination of the Party, State and people, are receiving and using the most modern weapons was an honor and responsibility of the unit.


To master modern weaponry, the unit outside officials to study in your country of access to scientific and technological world while improving accountability, academic research, creative application of scientific and public technology, combat readiness, to cope with the situations occurring in the air, protecting the skies of Hanoi capital and the north.


With these weapons, air defense forces to preserve the peace of mind the sky of the country.

(DatViet)

Indonesia Dipastikan Terima Hibah 24 Pesawat F-16 Dari AS




F-16C Block 30/32 menggunakan mesin Turbofan F100-PW-200 dari Pratt & Whitney

JAKARTA - Kementerian Pertahanan memastikan tidak ada lagi masalah soal tawaran hibah 24 pesawat F16-A bekas dari Amerika Serikat (AS). "Sudah tidak ada masalah. DPR-RI sudah ke Kongres Amerika dan mereka sudah menyetujui," ujar Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR, Rabu (22/6).

Ia menegaskan anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk membeli pesawat baru kini dialihkan untuk meng-upgrade 24 pesawat F-16 block 25 ke block 32. Termasuk 10 pesawat yang kini dimiliki Indonesia. "DPR hanya menyarankan untuk kehati-hatian."

Poernomo mengatakan belum tentu pesawat hibah tersebut sudah bisa datang ke Indonesia awal tahun ini. Karena paling tidak dalam satu tahun, upgrading dari pabrikan hanya mampu tiga sampai lima unit. "Bertahap nantinya, setahun paling lima pesawat. Jadi, butuh empat tahunan." ujarnya. "Pembayarannya pun tergantung dari penyelesaian pesawat yang diupgrade," katanya.

Sebelumnya, pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani mengatakan ada beberapa hal yang harus dikritisi dalam hibah tersebut. Pertama, pemerintah mesti terlebih dulu memastikan apakah penyediaan suku cadang dan perawatannya satu paket dengan hibah ke-24 F16 bekas. Pemerintah juga diminta untuk memastikan ke-24 armada itu dalam kondisi bagus.

Yang juga harus diperhatikan pemerintah, kata Jaleswari, adalah varian alutsista. Keberagaman alutsista itu tidak menguntungkan Indonesia. Meski banyak hal harus dipertimbangkan sebelum menerima hibah Amerika, Jaleswari tetap menganggap tawaran 24 F16 bekas jauh lebih tepat dibanding pemerintah membeli pesawat tempur baru.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

F-16C Block 30/32 menggunakan mesin Turbofan F100-PW-200 dari Pratt & Whitney

JAKARTA - Kementerian Pertahanan memastikan tidak ada lagi masalah soal tawaran hibah 24 pesawat F16-A bekas dari Amerika Serikat (AS). "Sudah tidak ada masalah. DPR-RI sudah ke Kongres Amerika dan mereka sudah menyetujui," ujar Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR, Rabu (22/6).

Ia menegaskan anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk membeli pesawat baru kini dialihkan untuk meng-upgrade 24 pesawat F-16 block 25 ke block 32. Termasuk 10 pesawat yang kini dimiliki Indonesia. "DPR hanya menyarankan untuk kehati-hatian."

Poernomo mengatakan belum tentu pesawat hibah tersebut sudah bisa datang ke Indonesia awal tahun ini. Karena paling tidak dalam satu tahun, upgrading dari pabrikan hanya mampu tiga sampai lima unit. "Bertahap nantinya, setahun paling lima pesawat. Jadi, butuh empat tahunan." ujarnya. "Pembayarannya pun tergantung dari penyelesaian pesawat yang diupgrade," katanya.

Sebelumnya, pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani mengatakan ada beberapa hal yang harus dikritisi dalam hibah tersebut. Pertama, pemerintah mesti terlebih dulu memastikan apakah penyediaan suku cadang dan perawatannya satu paket dengan hibah ke-24 F16 bekas. Pemerintah juga diminta untuk memastikan ke-24 armada itu dalam kondisi bagus.

Yang juga harus diperhatikan pemerintah, kata Jaleswari, adalah varian alutsista. Keberagaman alutsista itu tidak menguntungkan Indonesia. Meski banyak hal harus dipertimbangkan sebelum menerima hibah Amerika, Jaleswari tetap menganggap tawaran 24 F16 bekas jauh lebih tepat dibanding pemerintah membeli pesawat tempur baru.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

Anggaran Pertahanan Diusulkan Naik


JAKARTA - Anggaran sektor pertahanan tahun depan diusulkan naik sekitar 30 persen, dari Rp 47 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 61 triliun. Peremajaan alutsista menjadi salah satu fokus penggunaan anggaran pertahanan tahun 2012.

”Kami berharap pembelian senjata jangan parsial, tidak ada transfer teknologi dan tanpa uji coba seperti terjadi selama ini,” kata anggota Komisi I DPR, Tubagus Hasanudin, yang dihubungi di Jakarta, Selasa (21/6). Padahal, sebanyak 49 persen usulan anggaran tersebut digunakan untuk belanja pegawai.

Dia mencontohkan pembelian pesawat latih dari Korea Selatan (T-50 Golden Eagle). Hingga kini belum ada transfer teknologi yang dilakukan kepada PT Dirgantara Indonesia. Demikian pula pembelian pesawat EMB-314 Super Tucano dari Brasil, tidak ditegaskan klausul transfer teknologi ke pihak Indonesia. Rencana pengadaan dua kapal selam bertenaga diesel juga dianggap kurang tepat karena teknologi diesel mudah dideteksi sonar.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Hartind Asrin mengatakan, proses anggaran masih berlangsung, tetapi pihaknya fokus pada belanja rutin dan pengadaan alutsista. ”Kami juga melakukan ofset, yakni pembelian pesawat latih tempur dari Korea T-50. Sebaliknya mereka membeli pesawat CN-235 dari Indonesia,” ujar Hartind.


A/T-50 Golden Eagle buatan KAI, Korea Selatan

Dia menyatakan, Kemhan fokus pada kesiapan tempur atau minimum essential force (MEF). Selain itu, ada pembangunan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian di Sentul, Bogor, yang membutuhkan biaya besar.

Namun, pembelian alutsista dalam jumlah kecil, seperti pengadaan dua atau empat pesawat tempur, dinilai tidak punya efek tangkal. ”Kenapa kita tak mengadakan secara utuh dalam satu tahun anggaran satu skuadron, semisal 18 Sukhoi senilai Rp 9 triliun. Tahun berikut bisa diadakan lima batalion tank. Praktis akan tersusun kekuatan utuh di darat, laut, dan udara,” ujar Hasanudin. Ia mengatakan, rencana anggaran itu menyinggung upaya perbaikan kesejahteraan prajurit yang kebanyakan masih merana.

RAPBN sektor pertahanan di Kemhan diusulkan Rp 3,3 triliun, di Mabes TNI Rp 7,03 triliun, TNI AD Rp 26,663 triliun, TNI AL Rp 13,249 triliun, dan TNI AU Rp 11,262 triliun.

Sumber : KOMPAS

Kapal Terbaru Operasional Basarnas


PONTIANAK - Sejumlah anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) berada di atas kapal Rescue Boat (RB) 214 usai diresmikan, di dermaga Lanal Pontianak, Selasa (21/6). Kapal RB-214 yang memiliki panjang 36 meter tersebut, akan dioperasikan untuk mendukung Operasi Basarnas dalam upaya penyelamatan laut dan sungai di wilayah Kalbar hingga perbatasan dengan Batam di barat, Jakarta di selatan dan Semarang di tenggara. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang/ed/nz/11


Atraksi Pasukan Marinir-1 Karang Pilang, Surabaya


SURABAYA - Sejumlah prajurit Korps Marinir jajaran Pasmar-1, melakukan berbagai atraksi tempur seperti: beladiri militer, parameter tempur, simulasi pendaratan pasukan dan artileri serta teknik penyapuan ranjau di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa (21/6).

Berbagai peralatan tempur ditampilkan dalam kegiatan ini, termasuk ranpur terbaru Pasmar-1, BMP-3F. Marinir saat ini memiliki 17 unit BMP-3F dimana akan ditambah jumlahnya hingga memenuhi kebutuhan 2 batalyon Pasmar. Kegiatan tersebut bagian dari penyambutan kunjungan 746 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, dalam rangka Bhinneka Eka Bhakti. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/11






Kunjungan Bersama Akmil & Akpol ke Mapolda Jatim


SURABAYA - Sejumlah Taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Polisi (Akpol) mengamati senjata mesin ringan saat kunjungan di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (20/6). Kunjungan dari 741 taruna dan taruni dari jajaran TNI-AL, TNI-AU, TNI-AD, dan Polri bertujuan untuk menjaga sinergi atau integrasi dalam pendidikan Akmil dan Akpol mempererat hubungan TNI dan Polri sejak masa pendidikan. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/NZ/11



Pengenalan Matra Taruna Akademi TNI

SUKOHARJO - Taruna Akademi TNI mendengarkan penjelasan tentang sistem persenjataan dan perlengkapan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat berkunjung ke Markas Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Minggu (19/6). Acara tersebut bertujuan mengenalkan Matra TNI kepada calon-calon perwira TNI di masa depan. FOTO ANTARA/Andika Betha/Koz/pd/11.


BERITA POLULER