Pages

Wednesday, June 22, 2011

Kapal Terbaru Operasional Basarnas


PONTIANAK - Sejumlah anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) berada di atas kapal Rescue Boat (RB) 214 usai diresmikan, di dermaga Lanal Pontianak, Selasa (21/6). Kapal RB-214 yang memiliki panjang 36 meter tersebut, akan dioperasikan untuk mendukung Operasi Basarnas dalam upaya penyelamatan laut dan sungai di wilayah Kalbar hingga perbatasan dengan Batam di barat, Jakarta di selatan dan Semarang di tenggara. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang/ed/nz/11


Atraksi Pasukan Marinir-1 Karang Pilang, Surabaya


SURABAYA - Sejumlah prajurit Korps Marinir jajaran Pasmar-1, melakukan berbagai atraksi tempur seperti: beladiri militer, parameter tempur, simulasi pendaratan pasukan dan artileri serta teknik penyapuan ranjau di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa (21/6).

Berbagai peralatan tempur ditampilkan dalam kegiatan ini, termasuk ranpur terbaru Pasmar-1, BMP-3F. Marinir saat ini memiliki 17 unit BMP-3F dimana akan ditambah jumlahnya hingga memenuhi kebutuhan 2 batalyon Pasmar. Kegiatan tersebut bagian dari penyambutan kunjungan 746 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, dalam rangka Bhinneka Eka Bhakti. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/11






Kunjungan Bersama Akmil & Akpol ke Mapolda Jatim


SURABAYA - Sejumlah Taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Polisi (Akpol) mengamati senjata mesin ringan saat kunjungan di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (20/6). Kunjungan dari 741 taruna dan taruni dari jajaran TNI-AL, TNI-AU, TNI-AD, dan Polri bertujuan untuk menjaga sinergi atau integrasi dalam pendidikan Akmil dan Akpol mempererat hubungan TNI dan Polri sejak masa pendidikan. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/NZ/11



Pengenalan Matra Taruna Akademi TNI

SUKOHARJO - Taruna Akademi TNI mendengarkan penjelasan tentang sistem persenjataan dan perlengkapan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat berkunjung ke Markas Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Minggu (19/6). Acara tersebut bertujuan mengenalkan Matra TNI kepada calon-calon perwira TNI di masa depan. FOTO ANTARA/Andika Betha/Koz/pd/11.


Monday, June 20, 2011

Russian warship joins NATO drills in North Atlantic


Admiral Chabanenko destroyer
07:45 20/06/2011
MOSCOW, June 20 (RIA Novosti)
Russia's Admiral Chabanenko destroyer from the Northern Fleet will make a port call at the U.S. naval base of Norfolk on Monday in preparation for joint naval drills with NATO warships.
Admiral Chabanenko, an Udaloy II class destroyer, and rescue tug Shakhter will take part in the FRUKUS 2011 exercises, which will be held on June 23-30 in the North Atlantic off the east coast of the United States.
The annual naval drills, which traditionally involve France, Russia, Britain and the United States, practice interoperability for future joint anti-piracy operations under a UN mandate.
"The goal of the exercise is to practice interoperability between warships in a multinational task force fighting piracy and protecting convoys," a spokesperson for the Russian Defense Ministry said.
The FRUKUS 2011 exercise will consist of several stages including joint maneuvering, repelling attacks of fast-speed boats, boarding operations, and helicopter landings.
Previously called RUKUS, the exercises were launched in 1988 to promote dialogue between the Soviet Union, Britain, and the United States. The name was changed to FRUKUS in 2003, when France formally joined the group.
Admiral Chabanenko was on a two-month anti-piracy duty in the Gulf of Aden in Dec. 2009 - Jan. 2010, and successfully escorted several commercial convoys through pirate-infested waters off the Somali coast.

RIA NOVOSTI

U.S. congresswoman says Russian-French Mistral deal threatens U.S. security


Russia and France signed a $1.7 billion (1.2 bln euro) contract on two Mistral class ships for the Russian Navy in St. Petersburg on Friday.
A purchase of French-built Mistral class amphibious assault ships by Russia poses a threat to U.S. security and is aimed against Washington's allies, the chairwoman of the U.S. House of Representatives' Foreign Affairs Committee has said.
"It is deeply troubling that France, a NATO ally, has decided to ignore the clear danger of selling advanced warships to Russia even as Moscow is taking an increasingly hostile approach toward the U.S., its neighbors, and Europe itself," Ileana Ros-Lehtinen said in a statement.
Russia and France signed a $1.7 billion (1.2 bln euro) contract on two Mistral class ships for the Russian Navy in St. Petersburg on Friday.
In line with the contract, the first warship is to be delivered in 2014 and the second in 2015. The warships will be equipped with Russian weapon systems, Navy chief Adm.Vladimir Vysotsky said.
French President Nicolas Sarkozy hailed the contract as a sign of strategic partnership between the two countries.
The deal has alarmed Russia's neighbors, especially Georgia, whose relations with Russia remain very tense since the August 2008 five-day war between the countries over the breakaway republic of South Ossetia, which Russia subsequently recognized as independent.
"Many of our allies in the region, such as Georgia and the Baltic states, have experienced cyber attacks, severe economic pressure, and even invasion by Russia," Ros-Lehtinen's statement reads.
Russia and France in January signed an intergovernmental agreement to build two Mistral class helicopter carriers at the STX shipyard in Saint-Nazaire, France. Another two are planned to be built later in Russia.
Contract talks stumbled over Russia's demand for the transfer of sensitive electronic systems.
A Mistral class ship is capable of carrying 16 helicopters, four landing vessels, 70 armored vehicles, and 450 personnel.

RIA NOVOSTI

Militer Korsel Minta Maaf Atas Insiden Penembakan Pesawat Airbus

Senin, 20/06/2011 14:21 WIB

Rita Uli Hutapea - detikNews

Militer Korsel Minta Maaf Atas Insiden Penembakan Pesawat Airbus
Ilustrasi (AFP)
Seoul - Militer Korea Selatan (Korsel) meminta maaf kepada rakyat negeri itu atas insiden penembakan pesawat sipil Airbus pekan lalu. Pesawat penumpang itu ditembaki oleh dua Marinir Korsel yang mengiranya sebagai pesawat perang Korea Utara (Korut).

"Militer meminta maaf dengan tulis kepada rakyat kami karena telah menimbulkan kekhawatiran atas insiden tersebut," ujar juru bicara Kepala Staf Kolonel Lee Bung-woo seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/6/2011).

Namun Lee menambahkan, kedua Marinir tersebut tak akan dihukum karena mereka telah bertindak sesuai aturan. Bahkan militer akan meningkatkan pelatihan bagi para prajurit di pos-pos penjagaan garis batas sehingga mereka bisa membedakan pesawat sipil dan militer.

Dalam insiden tersebut terjadi pada Jumat, 17 Juni lalu tersebut, para Marinir yang berjaga di sebuah pulau dekat perbatasan Laut Kuning melepaskan tembakan ke pesawat Airbus A321 milik maskapai Asiana Airlines. Saat itu pesawat tersebut tengah melintas di atas lautan dengan diselimuti kabut.

Ketika itu pesawat tengah menurunkan ketinggian karena akan mendarat di Bandara Internasional Incheon. Untunglah, tembakan yang dilepaskan tidak mengenai pesawat.

Dikatakan Lee, dua Marinir tersebut melepaskan total 99 tembakan ke arah pesawat Airbus tersebut selama sekitar empat menit. Keduanya melepas tembakan setelah melapor ke pemimpin pleton mereka mengenai sebuah pesawat yang mereka kira sebagai pesawat militer Korut.

Saat itu pesawat yang mengangkut 119 orang itu tengah menempuh rute normal dari Kota Chengdu, China. Militer Korsel terus bersiaga akan kemungkinan serangan dari Korut di tengah meningkatnya ketegangan lintas perbatasan menyusul dua insiden mematikan di perbatasan tahun lalu.

(ita/nrl)
DETIK.COM

BERITA POLULER