Pages

Monday, June 20, 2011

Israel Mengaku Lemah dalam Memboikot Iran

 Sejumlah anggota parlemen dan analis politik Tel Aviv mengakui kelemahan ketentuan yang ada dan ketidakmampuan Israel dalam memberlakukan boikot dan embargo terhadap Republik Islam Iran.
Fars mengutip laporan Los Angeles Times (19/6) menyebutkan, sejumlah anggota parlemen dan pengamat politik di Israel berpendapat, "Di saat Israel berupaya keras untuk menyatukan negara-negara dunia agar memboikot Iran, boikot ekonomi rezim Zionis terhadap Iran sendiri, sudah memudar, tidak jelas, dan memiliki banyak kelemahan dalam tahap implementasi."
Masalah ini semakin menonjol ke permukaan setelah bulan lalu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa perusahaan Ofer Brothers Group, yang merupakan salah satu perusahaan dagang Tel Aviv, melanggar boikot anti-Iran, melalui anak perusahaan itu di Singapura, Tanker Pacific of Singapore.
Ofer Brothers kemudian mengkonfirmasikan bahwa dalam satu dekade terakhir, anak perusahaan ini telah menurunkan muatan produk minyak di berbagai pelabuhan Iran dan merelokasi muatan dari pelabuhan setempat ke luar negeri.
Para analis dan anggota parlemen Tel Aviv mengaku terdapat banyak kelemahan serius dalam upaya Israel memboikot Republik Islam Iran.
Seorang anggota parlemen Israel (Knesset), Arieh Eldad, dalam hal ini menuntut pemerintah Tel Aviv menangani secara serius kelemahan implementasi boikot anti-Iran. Ditambahkannya, "Kita tidak bisa menunggu negara-negara lain ikut memboikot Iran, di saat perusahaan terbesar kita sendiri selalu berlalu-lalang di pelabuhan Iran. Ini sangat menggelikan."
(IRIB/MZ)


IRIB

Sunday, June 19, 2011

Iran-Afghanistan Perkuat Kerjasama Militer

 Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak mengatakan, kerjasama keamanan antara Kabul danTehran sangat penting bagi stabilitas regional.
Wardak membuat pernyataan setelah penandatanganan kesepakatan kerjasama keamanan Afghanistan-Iran dengan sejawatnya dari Iran Jenderal Ahmad Vahidi di Kabul kemarin (Ahad,19/6).
"Mengingat ancaman dan tantangan yang dihadapi wilayah ini, kami percaya bahwa pertahanan bersama dan kerjasama keamanan antara Kabul dan Tehran sangat penting untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di kawasan," ujarnya seperti dikutip IRNA.
"Afghanistan akan berusaha untuk meningkatkan pertahanan dan hubungan keamanan dengan Republik Islam Iran guna memenuhi tujuan kita bersama yaitu, keamanan regional," tegas Wardak.
"Kami percaya bahwa ekspansi pertahanan bersama dan kerjasama keamanan dengan Iran adalah sejalan dengan kepentingan Afghanistan," lanjutnya.
Menteri pertahanan Iran tiba di Kabul pada hari Sabtu untuk kunjungan dua hari atas undangan mitranya itu. Vahidi telah bertemu dengan sejumlah pejabat politik dan militer negara itu, termasuk Presiden Hamid Karzai, Menteri Dalam Negeri Hanif Atmar untuk membahas isu-isu bersama serta perkembangan regional dan internasional.
Ini adalah kunjungan pertama seorang menteri pertahanan Iran ke Afghanistan sejak kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1979. (IRIB/RM/PH)

IRIB

TNI AU-USAF Gelar Latma Cope West 2011 di Halim


C-130 Hercules milik USAF dari 36th Airlift Squadron, Lanud Yokota, Jepang tiba dengan selamat di Lanud Halim Perdanakusumah guna mengikuti Latma Cope West 2011, Sabtu (18/06). (Foto: U.S. Air Force /Capt. Raymond Geoffroy)


20 Juni 2011, Jakarta (Berita HanKam): TNI AU dan USAF mengelar latihan bersama bersandi Cope West 2011 pada 20-24 Juni di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah, Jakarta.

USAF menyertakan tiga pesawat angkut C-130 Hercules dan 77 personil dari 374th Airlift Wing berpangkalan di Yokota, Jepang dan TNI AU menurunkan satu C-130.

Latma Cope West merupakan latihan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat dalam latihan angkut taktis. Latihan dirancang meningkatkan interoperability antara TNI AU dan USAF. Kedua angkatan udara saling bertukar teknik angkutan udara, pengiriman lewat udara serta meningkatkan stabilitas regional melalui kerja sama dan kebersamaan tujuan.

Wakil KSAU Marsdya TNI Dede Rusamsi (kedua kanan) bersama Commander 13th Air Force USAF Lt. Gen. Stanley T. Kresge (kanan) usai membuka latihan bersama TNI AU dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (20/6). Latihan dengan sandi Cope West 2011 itu untuk meningkatkan kerjasama militer kedua angkatan udara tersebut. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)


Dua Jump Master memeriksa perlengkapan beberapa prajurit Paskhas TNI AU yang akan melaksanakan terjun statik dengan pesawat militer angkut C-130 Herkules milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), pada latihan bersama TNI AU dengan USAF di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (20/6). Latihan dengan sandi Cope West 2011 itu untuk meningkatkan kerjasama militer kedua angkatan udara tersebut. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

Beberapa prajurit Paskhas TNI AU berjalan menuju pesawat militer angkut C-130 Herkules milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), sebelum penerjunan statik pada latihan bersama TNI AU dengan USAF di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (20/6). (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

Beberapa prajurit Paskhas TNI AU melakukan senam sebelum penerjunan statik. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

Sumber: Pacaf

Toisutta Isyaratkan Ada 3 Kandidat Kuat Pengganti KASAD


toisuttaBandung, Seruu.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI George Toisutta mengatakan ada tiga calon penggantinya dari tujuh bintang tiga yang kini aktif."Dari sisi usia ketujuh orang itu kini tinggal tiga," katanya, usai peresmian rumah susun sewa bagi prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara 330 Kostrad di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jabar, Jumat (17/06).
Tentang tiga nama calon dimaksud, George enggan merinci lebih jauh. "Ya kalian wartawan sudah lebih tahu lah...," katanya berseloroh sambil tertawa lepas.
Jenderal George Toisutta dilantik menjadi Kasad oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada November 2009.  Toisutta yang lulusan Akademi Militer 1976 itu akan memasuki masa purna bhakti pada Juni 2011.

Saat ini tercatat ada tujuh perwira tinggi yang berpeluang menduduki kursi orang nomor satu di matra darat yakni Letjen Johanes Surjo Prabowo (Kasum TNI), Letjen Hotmangara Pandjaitan (Sesmempolhukam), dan Letjen Budiman (Wakasad).

Terdapat pula nama Letjen Pramono Edhie Wibowo (Pangkostrad), Letjen Marciano Norman (Dankodiklat AD), Letjen Muhammad Noer Muis (Staf Khusus Panglima TNI) dan Letjen Syarifudin Tipe (Rektor Universitas Pertahanan).

Namun, berdasarkan analisa yang beredar ada tiga calon kuat yaitu Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo yang juga adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Budiman dan Kepala Kodiklatad Letjen Marciano Norman. [ms]

SERUU.COM

Germany Requests Tornado Aircraft Training and Logistics Support

Germany Requests Tornado Aircraft Training and Logistics Support


By US Defense Security Cooperation Agency on Monday, June 20th, 2011
The Defense Security Cooperation Agency notified Congress Wednesday of a possible Foreign Military Sale to the Government of Germany for base services for its Tornado aircraft operations, including associated equipment, ammunition, parts, training and logistical support for an estimated cost of $300 million.
The Government of Germany has requested the continuation of base services for the German Air Force Tornado aircraft operations at Holloman Air Force Base (AFB), New Mexico. Base services provided will be for operations and logistics support including training, fuel, munitions, base operating support, and other related operational/logistics requirements. Munitions will include 720 MK 82, 135 MK 84, and 5 Target Drone BQM 167.
The estimated cost is $300 million.
This proposed sale will contribute to the foreign policy and national security of the United States by improving the military capabilities of Germany and enhancing standardization and interoperability with U.S. forces.
Holloman AFB is the only location where the German Air Force trains aircrews in Tornado aircraft operations and tactics. These operations began at U.S. Air Force facilities in 1989.
The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.
There is no prime contractor involved in this program. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.
Implementation of this sale will not require the assignment of any additional U.S. government or contractor representatives to Germany.
There will be no adverse impact on U.S. defense readiness as a result of this proposed sale.
This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded

US Navy Begins AARGM Integration on Super Hornet

US Navy Begins AARGM Integration on Super Hornet

By ATK on Monday, June 20th, 2011

ATK's Advanced Anti-Radiation Guided Missile (AARGM) recently completed an initial flight integration test on the EA-18G Growler electronic warfare aircraft in May and has completed multiple flight hours of integration testing on FA-18E/F Super Hornet aircraft.
This series of successful captive-carry tests is part of the process to validate the compatibility of AARGM with these platforms and to pave the way for all U.S. Navy strike aircraft to leverage AARGM's defense suppression capability. With continued successful flight performance, AARGM is expected to complete the Navy's Operational Test Readiness Review and transition into initial operational test and evaluation later this year.
"The AARGM team continues to make great progress in demonstrating missile reliability, affordability and overall performance," said Bill Kasting, Vice President and General Manager of ATK Defense Electronics Systems. "We look forward to operational testing and ultimately delivering this game-changing capability to the warfighter."
"AARGM's defense suppression capability combined with the EA-18G Growler's electronic warfare system creates a formidable advantage in joint and allied operations, and is another major step completed toward delivering AARGM capability to the Fleet," said Capt. Brian Corey, PMA 242 Program Manager for Direct & Time Sensitive Strike Weapons. "AARGM is designed to dramatically increase the effectiveness of U.S. Navy and Italian Air Force capability to suppress and destroy enemy air defense threats. AARGM's multi-spectral seeker and advanced control section can detect, locate, guide to, and engage both fixed and mobile enemy air defense units."
The integration flights supported development testing of new aircraft software for the FA-18E/F and EA-18G aircraft, and were conducted in parallel with the ongoing AARGM Integrated Test & Evaluation (IT&E) phase on the FA-18 C/D aircraft.
AARGM's precision capabilities allow for the destruction of modern enemy air defense systems, time-critical targets, and other mobile targets. AARGM's unique combat capability significantly increases the probability of successful engagements, minimizes the chance of collateral damage and eliminates the need to fly continuous suppression sorties throughout the duration of a conflict.
AARGM, a major upgrade to the AGM-88 HARM system designated the AGM-88E, is a U.S. Navy and Italian Air Force international cooperative program. AARGM provides the warfighter with a supersonic, air-launched tactical missile to be carried on the FA-18C/D, FA-18E/F, EA-18G and Tornado ECR aircraft. The missile is also designed for compatibility with the F-35 Lightning II, EA-6B Prowler and U.S. and Allied F-16 Falcon aircraft. ATK is currently under contract with the U.S. Navy for the Low-Rate Initial Production phase of the AARGM program for both U.S. Navy and Italian Air Force missiles.
ATK is an aerospace, defense, and commercial products company with operations in 23 states, Puerto Rico, and internationally, and revenues of approximately $4.8 billion.

Jet Berbahan Bakar Bio Akhiri Penerbangan Perdana Trans-atlantik


Minggu, 19 Juni 2011 08:49 WIB | 1779 Views
Gulf Streem (gulfstream.com)
Paris (ANTARA News) - Pesawat jet bisnis yang digerakkan dengan bahan bakar bio, Gulfstream G-450, untuk pertama kali telah terbang melintasi Samudra Atlantik dan Sabtu (18/6) mendarat di Bandar Udara Le Bourget, Paris, untuk bergabung dengan Paris International Air Show.

Gulfstream G-450, yang lepas-landas dari New Jersey di Amerika Serikat, menggunakan campuran separuh-separuh bahan bakar bio yang dibuat dari "camelina", yang dijuluki sebagai Green Jet Fuel dan dikembangkan oleh Honeywell International Inc., selama penerbangan melintasi Samudra Atlantik.

Honeywell menyatakan itu adalah kejadian bersejarah dalam sejarah penerbangan dan memperlihatkan penggunaan saat ini dan potensial Bahan Bakar Hijau untuk kepentingan sipil dan militer.

Penerbangan selama hampir tujuh jam tersebut menghemat "rata-rata 5,5 ton meter buangan karbon dioksida dibandingkan dengan pesawat serupa yang menggunakan bahan bakar yang berlandaskan minyak bumi.

Honeywell menyatakan perusahaan itu telah memproduksi bahan bakar dari tanaman yang tak bisa dimakan seperti "camelina", "jatropha" dan ganggang dan sejauh ini memproduksi lebih dari 700.000 galon bahan bakar bio.

Penggunaan bahan bakar bio untuk menggerakkan pesawat komersial bukan tindakan baru, tapi gagasan baru dengan penggunaan bahan bakar bio di dalam industri penerbangan memperbarui kecepatan. Pesawat komersial pertama yang lepas-landas dengan menggunakan bahan bakar bio adalah Virgin Atlantic 747 pada 2008, dan pesawat pertama yang sepenuhnya menggunakan bahan bakar ganggang hadir di International Aerospace Exhibition di Jerman pada 2010.

Produsen terbesar pesawat di dunia, Boeing dari Amerika Serikat, dan Airbus dari Uni Eropa telah menguji-coba penerbangan dengan menggunakan bahan bakar bio.

Untuk Paris Air Show, yang dimulai pekan ini, pesawat-barang baru Boeing 747-8 juga dijadwalkan menyeberangi Samudra Atlantik pada Ahad dan masing-masing dari keempat mesinnya menggunakan bahan bakar campuran Green Jet Fuel produksi Honeywell.


Antara

BERITA POLULER