Pages

Sunday, June 19, 2011

Delapan Mesin F-15 Israel Dicuri



Pesawat tempur F-15 Israel
Pejabat militer rezim Zionis Israel mengumumkan bahwa delapan mesin pesawat tempur Israel telah dicuri dari Pangkalan Udara Tel Nof, dekat Tel Aviv. Seorang juru bicara militer rezim Tel Aviv menyatakan pada hari Senin (13/6) bahwa sebuah investigasi atas pencurian mesin pesawat telah diluncurkan, AFP melaporkan. "Polisi militer telah memulai penyelidikan atas kasus itu," kata juru bicara tersebut tanpa merinci lebih lanjut.
Menurut laporan ini, para pejabat angkatan udara menegaskan bahwa bagian-bagian mesin yang dicuri adalah milik pesawat F-15 dan F-16. Bagian yang dicuri dilaporkan tidak lagi digunakan dan sudah menjadi besi tua, meski demikian pejabat militer Israel menggambarkan pencurian itu sebagai kasus yang sangat serius.
Tel Aviv dilaporkan telah memberitahu pejabat AS atas insiden, yang menurut beberapa laporan, terjadi ketika kelompok preman memasuki pangkalan. Namun, belum jelas bagaimana item yang relatif besar itu dipindahkan tanpa alat berat.
Israel telah memesan 20 jet tempur F-35, yang diproduksi oleh Lockheed Martin Corporation AS. Perusahaan ini juga menyediakan Israel dengan berbagai jenis pesawat tempur, termasuk F-16, F-22 dan F-35. (IRIB/RM/PH)

IRIB

Iran Kembangkan Teknologi Perang Elektronik

 Seorang komandan senior Angkatan Darat Iran mengatakan, Iran telah mengembangkan teknologi tinggi dalam perang elektronik dan melangkah maju dengan rencana untuk memperluas jaringan berkelanjutan dalam mengamankan komunikasi di negara ini.
"Kami telah membuat prestasi besar di semua teknologi yang digunakan dalam perang elektronik, seperti teknologi sinyal informasi yang mencakup pengumpulan data intelijen elektronik (ELINT) dan kecerdasan komunikasi (COMINT) dan juga menggunakan radar pasif," kata Brigjend Yadollah Asgari, wakil kepala Teknologi Informasi dan Komunikasi Departemen Angkatan Darat Iran.
"Berkat karunia Allah Swt dan kontribusi para pakar Iran, Departemen Pertahanan dan pusat-pusat penelitian yang bekerja di bidang perang elektronik, telah meraih pencapaian yang tidak terduga dan tren ini akan terus berlanjut," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Asgari juga berbicara tentang kemajuan nyata dalam proyek-proyek untuk mendirikan sebuah jaringan komunikasi berkelanjutan yang aman serta jaringan pertahanan udara terpadu di negeri ini.

Menurut Asgari, kunci keberhasilan Angkatan Darat Iran adalah mencapai kemandirian di bidang komunikasi dan teknologi informasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat terobosan besar di bidang pertahanan dan mencapai swasembada dalam produksi berbagai peralatan militer. (IRIB/RM/PH)

IRIB

Iran: Kami Sedang Mengembangkan Radar Anti-Pesawat Siluman

 Seorang komandan militer Iran menyatakan bahwa negaranya tengah mengembangkan teknologi untuk mendeteksi pesawat-pesawat siluman.
Brigadir Jenderal Farzad Esmaili (13/6) mengatakan, "Pangkalan udara Khatam al-Anbiya mampu mendeteksi, mengidentifikasi, mencegat, dan menghadapi berbagai jenis pesawat siluman dan rudal cruise musuh ... di langit Iran."
"Untuk mendeteksi, mengidentifikasi, mencegat dan menghadapi pesawat mata-mata musuh, kami akan mengerahkan seluruh potensi dalam negeri," tambahnya.
Komandan militer itu lebih lanjut menegaskan bahwa bahwa Republik Islam tetap mewaspadai ancaman serangan Israel dan AS.
Menurutnya, "Semakin banyak ancaman, kami akan semakin waspada, dan semakin banyak sanksi, maka akan kami akan semakin maju."
Esmaili menggarisbawahi bahwa moral bangsa Iran, khususnya Angkatan Bersenjata "pada tingkat tertinggi."
"Dengan kasih pertolongan Allah Swt dan berkat ketekunan para ahli lokal, saat ini kami telah mengembangkan radar modern dan sistem rudal, dan kami tidak menemukan masalah dalam hal ini," tegas Esmaili.
Di lain pihak, Komandan Divisi Zona Udara Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran), Amir Ali Hajizadeh, sebelumnya menyatakan bahwa Iran telah menembak jatuh banyak pesawat mata-mata super-modern musuh.
Pejabat Pasdaran itu juga menyinggung penembakan jatuh dua pesawat mata-mata Amerika Serikat di perairan Teluk Persia.
(IRIB/MZ/MF)


irib

Melepas Kepulangan KRI Frans Kaisiepo-368


LEBANON - Sejumlah anggota TNI melepas keberangkatan KRI Frans Kaisiepo-368 kembali ke tanah air di Dermaga Beirut, Lebanon, Jumat, (17/6). Selama melaksanakan tugas sebagai peacekeeper di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 telah melakukan tugas sebagai MIO (Maritime Interdiction Operation) sebanyak 18 kali, memeriksa 1.405 kapal, mengajukan inspeksi pemeriksaan kapal sebanyak 170 kali dan total di laut selama 180 hari. FOTO ANTARA/HO-Sertu Marinir Kuwadi/ed/pras/11





TNI AL Minta US Navy Tambah Materi Operasi Kapal Selam


JAKARTA - TNI AL dan US Navy sepakat untuk meningkatkan materi kerja sama dalam bidang latihan operasi kapal selam dan penyapu ranjau.

Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis (16/6) mengatakan, penambahan materi latihan itu disesuaikan dengan pola dan prediksi ancaman ke depan.

Usai menghadiri pertemuan KSAL se-Asia Laksamana Soeparno dengan Panglima Armada Ketujuh AS Laksamana Madya Scott Van Buskirk, ia mengatakan materi tersebut akan dilaksanakan pada latihan bersama tahun mendatang.

Tri menambahkan, terkait itu kedua pihak kini akan terus memantapkan pola dan mekanisme kerja sama yang akan dilakukan tersebut yakni latihan bersama kapal selam dan sapu ranjau.

Pada pertemuan tertutup itu, kedua pihak secara umum membahas berbagai kerja sama yang telah berjalan baik selama ini.

"Selama ini kita memiliki kerja sama berupa latihan bersama dan pertukaran perwira," kata Tri.

Ia mencontohkan, secara rutin TNI AL dan US Navy melakukan latihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT).

"Materi latihan kerja sama kapal selam dan penyapau ranjau kemungkinan akan dimasukkan ke latihan tersebut," kata Tri menambahkan.

Selain mengadakan kunjungan kepada Kasal Laksamana TNI Soeparno, Van Buskirk juga melakukan kunjungan Markas Komando Armada RI Kawasan Barat.

Sumber : ANTARA

Latihan Bersama Indonesia-Cina "Sharp Knife 2011" Berakhir Dengan Sukses


18 Juni 2011

Suasana latihan pasukan khusus Indonesia-Cina (all photos : Chinanews)

Indonesia-Cina Latihan Bersama Di Sharp Knife 2011

KBRN, Bandung: Pelatihan bersama yang diberi nama "Sharp Knife 2011" antara pasukan khusus Cina dan Indonesia berakhir dengan sukses pada hari Jumat (17/6) di Bandung.
Hou Shusen, wakil kepala staf umum Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), dan Budiman, wakil kepala staf Tentara Nasional Indonesia (TNI-AD), bersama-sama menghadiri upacara penutupan dan menghadiri konferensi pers setelah menyaksikan secara langsung latihan bersama itu, sebagaimana dikutip Xinhua.


Hou mengatakan bahwa baik PLA dan TNI telah mencapai perkembangan besar dalam hubungan mereka dalam beberapa tahun terakhir ini, baik kerja sama pragmatis dalam pengembangan pelatihan personil, peralatan dan teknologi, pelatihan bersama, latihan keamanan lepas pantai dan maupun dialog multilateral yang secara tegas mengalami peningkatan.

Hou juga mengatakan bahwa dua kekuatan ini telah saling belajar satu sama lain, membuat pelatihan bersama dan saling bertukar keterampilan dalam aksi kontra-teror dan taktik melalui Latihan "Sharp Knife 2011" yang dilakukan dalam beberapa hari.


"Mereka tidak hanya memperoleh hasil pelatihan yang baik tetapi juga mempromosikan sikap saling pengertian dan percaya antara mereka, serta konsolidasi dan mengembangkan persahabatan tradisional antara kedua negara," tambah Hou.

Budiman mengatakan bahwa tentara Cina dan Indonesia memiliki perbedaan dalam sejarah, tradisi budaya, dan dalam cara berpikir militer, tetapi dua negara berbagi persahabatan dalam sejarah tradisional.

(
RRI)

KRI Frans Kaisiepo Akhiri Misi di Lebanon



19 Juni 2011, Jakarta (ANTARA News): Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 mengakhiri misinya sebagai bagian dari Satgas Maritim Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (Maritime Task Force/MTF-UNIFIL), setelah delapan bulan mengamankan perairan di negara tersebut.

Juru Bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo di Jakarta, Minggu mengatakan, KRI Frans Kaisiepo telah bertolak dari Pelabuhan Beirut menuju Indonesia, pada Jumat (17/6).

Selama melaksanakan tugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 telah melakukan tugas sebagai MIO (Maritime Interdiction Operation) sebanyak 18 kali, memeriksa 1.405 kapal, mengajukan inspeksi pemeriksaan kapal sebanyak 170 kali dan total di laut selama 180 hari.

KRI Frans Kaisiepo merupakan KRI yang kedua dikirim ke Lebanon setelah sebelumnya KRI Diponegoro-365, selanjutnya KRI Sultan Iskandar Muda-367 akan mengggantikan tugas KRI Frans Kaisiepo di Lebanon.

Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, pihaknya akan kembali mengirimkan kapal perangnya untuk bergabung dalam Satuan Tugas Maritim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon (Maritime Task Force UNIFIL).

"Sejak 2010, kita telah mengirimkan dua kapal perang untuk bergabung dalam satuan tugas maritim misi perdamaian PBB di Lebanon, yakni KRI Diponegoro dan KRI Frans Kasiepo," katanya saat peringatan Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Jakarta.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Pusat Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia, Brigadir Jenderal TNI I Gede Sumertha, Panglima TNI mengatakan, kapal perang yang akan dikrim ke Lebanon adalah KRI Iskandar Muda.

"Kapal akan diberangkatkan pada Agustus 2011," kata Agus menambahkan.

Data PBB mencatat, Indonesia berada di urutan 17 di antara negara-negara dengan kontribusi pasukan paling banyak dalam operasi penjaga perdamaian PBB. Sampai April lalu tercatat total pasukan Indonesia yang bergabung di bawah komando PBB sebanyak 1.801 pasukan TNI dan polisi terdiri dari 1.772 personel laki-laki dan 29 personel perempuan.

Negara dengan kontribusi pasukan terbesar adalah Bangladesh dengan total pasukan di bawah komando penjaga perdamaian mencapai 10.589 pasukan.

Menyusul di urutan kedua Pakistan dengan 10.581 pasukan dan India berada di urutan ketiga dengan kontribusi pasukan 8.442 personel.

Sumber: ANTARA News

BERITA POLULER