Pages

Friday, November 5, 2010

SIMULASI LATIHAN PENGENDALIAN HURU HARA (PHH) DI LANUD MEDAN

 

Pentak Lanud Mdn - 4/11/2010

Dalam rangka meningkatkan keterampilan di dalam menjaga Pangkalan TNI AU Medan/Markas Komando Operasi TNI AU I Pangkalan TNI AU Medan, Dinas Operasi Lanud medan melaksanakan Simulasi Pertahanan pangkalan dalam hal ini yang menjadi objek adalah Lanud Medan.
Simulasi tersebut dipimpin langsung oleh Kadisops Lanud Medan Mayor Nav Medy Rachman dan Kasi Kamhanlan Lanud Medan sebagai Koordinator Pasukan di Lapangan. Latihan dilaksanakan di lapangan Apron Sawit Lanud Medan (4/11), dengan materi yang dilaksanakan adalah Pengendalian Huru Hara (PHH). Latihan pertahanan pangkalan bertujuan untuk menjaga keutuhan wilayah yang dianggap mempunyai alutsista-alutsista atau data-data penting yang ada hubungannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab (Masa). Selain itu juga latihan tersebut untuk mengetahui sampai dimana kesiapsiagaan pasukan militer TNI AU khususnya yang ada di Lanud Medan dalam menanggulangi masalah-masalah unjuk rasa yang berkembang di Negara kita.
Kegiatan ini di dukung sepenuhnya oleh Komandan pangkalan TNI AU Medan Kolonel Pnb Taufik Hidayat SE, Danlanud mengharapkan dan menghimbau kepada para personel Lanud Medan. agar dalam melaksanakan Latihan PHH, ataupun latihan Pertahanan pangkalan yang lain agar dapat menjaga keselamatan dalam bekerja dan dapat menjaga nama baik satuan TNI AU.(Pen Lanud Medan)

TNI AU

KASAD PIMPIN SERTIJAB PANGKOSTRAD

KASAD PIMPIN SERTIJAB PANGKOSTRAD

Konsul Malaysia : Kehadiran Kodam Positif Bagi Perbatasan

 

0diggsdigg

Anggota TNI di Perbatasan

Pontianak ( Berita ) : Konsul Malaysia di Pontianak Mohamad Zairi Bin Mohamad Basri menyatakan, kehadiran Komando Daerah Militer XII Tanjungpura di Provinsi Kalimantan Barat, telah berdampak positif terhadap keamanan di sepanjang perbatasan Indonesia – Malaysia.

“Hadirnya Kodam XII/TPR, praktek ilegal di sepanjang perbatasan bisa lebih ditekan, seperti penebangan hutan secara liar, penyelundupan, perdagangan manusia dan praktek ilegal lainnya yang cukup meresahkan kedua negara,” kata Mohamad Zairi seusai menghadiri serah terima jabatan Pangdam XII/TPR dari Mayjen TNI Moeldoko kepada Mayjen Geerhan Lantara di Pontianak, Rabu [03/11].

Menurut dia, keamanan di sepanjangan perbatasan Indonesia – Malaysia memang tanggung jawab kedua negara, sehingga pemerintah Malaysia siap melakukan kerja sama di bidang tersebut.

Ia menjelaskan, Malaysia siap melaksanakan kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan, seperti latihan bersama dan pengamanan kawasan perbatasan Indonesia (Kalbar) – Malaysia.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta menyatakan, hingga saat ini TNI AD belum akan melakukan penambahan personel untuk menjaga kawasan perbatasan Indonesia – Malaysia.

“Hingga saat ini aman-aman saja sehingga belum diperlukan penambahan personel untuk menjaga perbatasan darat,” katanya.

Kalbar mempunyai wilayah perbatasan dengan Sarawak sepanjang 875 kilometer mulai dari Kabupaten Sambas hingga Kapuas Hulu.

Sebelumnya Mayjen TNI Moeldoko, saat menjabat Panglima Kodam XII Tanjungpura menyatakan telah mengusulkan pembangunan batalyon tank di Kabupaten Bengkayang akan dimulai pada 2011. Jumlah personel yang ditempatkan untuk batalyon tersebut sekitar 600 orang.

Menurut dia, saat ini di Bengkayang hanya setingkat Detasemen Kavaleri.

Penempatan batalyon tank di Bengkayang dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan poros tengah di Kalbar. Mobilisasi ke berbagai daerah di Kalbar juga lebih mudah dan cepat karena infrastruktur relatif baik.

“Misalnya menuju Sanggau, atau daerah perbatasan lainnya, mudah dilakukan,” kata Moeldoko.

Kodam XII Tanjungpura bermarkas di Pontianak dengan cakupan dua provinsi yakni Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Sumber: Berita Sore

Kunjungan Obama Diharap Memperlancar Kerjasama Militer

 

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR Nurhayati Ali Assegaf berharap, kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama bisa memperlancar harmonisasi kerjasama antara militer kedua negara, terutama dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

"Saya juga yang ikuti normalisasi hubungan antara militer kedua negara, terutama Kopassus. Normalisasi hubungan kedua negara terutama soal Kopassus bisa dilanjutkan dengan baik, segera terlaksana tanpa ada tekanan-tekanan yang membuat hubungan ini tidak baik," kata Nurhayati kepada ANTARA News di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, kunjungan Obama diharapkan bisa membuat citra Indonesia di mata dunia internasional menjadi terangkat.

"Kita harapkan juga, Indonesia menjadi mitra sejajar bagi Amerika Serikat, bukan kita berada di bawah atau di atas. Kalau Amerika Serikat mengganggap Indonesia sebagai negara besar, kita harus menjadi mitra sejajar," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Hubungan Luar Negeri.

Dengan menjadi mitra sejajar, Amerika Serikat tidak lagi menganggap Indonesia sebagai negara yang mudah ditekan.

"Amerika Serikat sebagai negara besar, tapi tidak bisa menekan Indonesia karena hubungan yang saling membutuhkan dan win-win," ujar dia.

Selain itu, kunjungan Obama juga akan berarti bagi negara-negara di Asia Tenggara dan Asia.

"Ini bagus untuk Asia, artinya Indonesia dianggap sebagai negara yang berpengaruh di Asia dan itu sejak kepemimpinan SBY. Suka atau tidak, diakui atau tidak, dunia mengakui peran Indonesia di dunia internasional. Saya pernah katakan di Amerika Serikat bahwa AS membutuhkan peran Indonesia untuk menjaga kepentingannya di Asia karena mereka takut dengan Cina, Jepang dan AS harus baik-baik dengan Indonesia dan Indonesia harus mempunyai pride atau kebanggaan dan daya tawar," kata Nurhayati.

Ia juga meminta agar Amerika Serikat mengerti bahwa penduduk Indonesia adalah mayoritas beragama Islam sehingga tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa menyinggung umat Islam.

"Amerika Serikat harus mengerti bahwa Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga jangan ada lagi bicara yang menyakiti umat Islam sehingga hubungan bisa berjalan dengan baik. Amerika Serikat harus tahu dan memahami itu, semua harus proposional," sebut dia.

Tentunya, sebagai tuan rumah, Indonesia harus menyambut Obama dengan baik dan harus menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, penuh cinta kasih.

"Karena hubungan hubungan antar negara itu diperlukan apalagi Amerika Serikat adalah negara besar, berpengaruh, suka atau tidak harus diakui itu dan saling membutuhkan. Yang pasti, Obama, punya hubungan psikologis dengan Indonesia dan merasa di rumah sendiri," kata Nurhayati.

Menurut rencana, Presiden Obama akan tiba di Indonesia, Selasa (9/11) pukul 16.30. Obama akan langsung menuju Istana Merdeka dan akan melakukan pertemuan bilateral yang dilanjutkan dengan jumpa pers bersama. Malamnya, Obama akan dijamu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
(ANT/A038)
ANTARA

Thursday, November 4, 2010

KRI Diponegoro-365 Angkut Sumbangan Bencana Mentawai

KRI Diponegoro-365 Angkut Sumbangan Bencana Mentawai
(ANTARA/Eric Ireng)
Tanjungpinang (ANTARA News) - Bantuan untuk korban bencana di Kabupaten Mentawai, Provinsi Sumatra Barat yang berhasil dikumpulkan Lantamal IV/Tanjungpinang dari masyarakat setempat diangkut dengan menggunakan KRI Diponegoro-365.

Asisten Operasional Lantamal IV/Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Dedy Suparli, Kamis, mengatakan, bantuan dari masyarakat Tanjungpinang, Ibu Kota Kepulauan Riau akan disatukan dengan bantuan yang berhasil dikumpulkan posko pusat di Jakarta.

"Bantuan dari masyarakat Tanjungpinang diangkut dengan menggunakan lima truk dari Tanjungpinang menuju Tanjung Uban (tempat KRI Diponegoro disandarkan) sehari yang lalu," kata Dedy.

Posko Lantamal IV untuk menggalang bantuan dari masyarakat Tanjungpianng didirikan pada 28 Oktober 2010, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Selama sekitar sepekan posko yang didirikan di pusat perekonomian masyarakat Tanjungpinang itu berhasil mengumpulkan banyak bantuan baik berupa uang maupun barang.

Posko itu berhasil mengumpulkan mie instan sebanyak 1.623 kotak, beras 25 karung, biskuit 119 kotak, air mineral 15 kotak, pakaian 106 karung, sarden 19 kotak, minyak goreng 1 kotak, selimut 350 helai, perlatan mandi 4 karung dan obat-obatan 2 kotak.

"Uang yang disumbangkan masyarakat Tanjungpinang digunakan untuk membeli barang yang dibutuhkan korban bencana. Semoga itu bermanfaat," katanya.

Lantamal IV/Tanjungpinang memberikan apresiasi yang besar kepada masyarakat Tanjungpinang yang peduli terhadap nasib korban bencana tsunami di Mentawai.

"Masyarakat Tanjungpinang sangat peduli terhadap nasib saudara-saudaranya terkena musibah di Mentawai," katanya.
(ANT/P003)
 
antara

TNI AL Berdayakan 11 Kapal Perang Bantu Korban

 


4 Nopember 2010, Jakarta -- TNI Angkatan Laut memberdayakan sebelas kapal perang untuk membantu para korban bencana alam banjir bandang di Wasior, Papua Barat, letusan gunung merapi di Sleman, Jawa Tengah dan bencana tsunami di Mentawai, Sumatera Barat.

"Sebanyak sebelas kapal perang dan satu pesawat udara TNI AL jenis Cassa serta sedikitnya 2.145 personel TNI Angkatan Laut telah dikerahkan untuk menangani para korban bencana," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma TNI Herry Setianegara kepada Suara Karya di Jakarta, Rabu (3/11).

TNI AL mengerahkan lima kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), seperti KRI Hasanuddin-366, KRI Fatahillah-361, KRI Kalakay-818, KRI Dr Soeharso-990, dan KRI Ahmad Yani-351. Kapal perang ini diberdayakan untuk mengangkut makanan, obat-obatan, peralatan laboratorium, kendaraan, serta personel TNI.

"Bahkan KRI Hasanuddin-366 digunakan sebagai sarana tranportasi laut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan untuk melaksanakan peninjauannya menuju Wasior," ujar Herry.

Satgas pemulihan

Ia menjelaskan, TNI punya kewajiban dan tanggung jawab terhadap korban bencana alam yang terjadi di Tanah Air. Seperti yang termuat dalam UU nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, bahwa TNI melaksanakan operasi militer selain perang. Salah satu substansi UU itu adalah penanganan bencana alam. "Satgas ini dibentuk guna membantu misi kemanusiaan bagi korban gempa dan tsunami," ujar dia.

Berdasarkan amanat UU, kata Herry, TNI AL membentuk Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Pasca Bencana (Satgas PRPB) untuk membantu pemulihan bencana di Distrik Wasior.

"TNI AL membentuk Satgas PRPB yang dipimpin Kolonel TNI Benny Sukandari sebagai Komandan Satgas. Dengan menggunakan Kapal rumah sakit KRI Dr Soeharso-990 yang dilengkapi 73 orang tim medis yang terdiri dari para dokter umum, dokter spesialis berikut paramedis," ujar dia.

Satgas PRPB saat ini berada di Wasior bersama 400 prajurit Korps Marinir yang juga diterjunkan untuk melaksanakan bhakti sosial kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka menangani korban banjir bandang masyarakat Wasior yang luka-luka.

Selanjutnya, untuk penanggulangan korban bencana tsunami di mentawai, dikatakan Herry, lima kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), seperti KRI Imam Bonjol-383, KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Peleng-535, KRI Teluk Sabang-544, dan KTI Teluk Cirebon-543, dan sebuah unsur dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yaitu KRI Teluk Manado-537 diberdayakan mengangkut makanan, obat-obatan, selimut, tenda, pakaian, kendaraan truk, ambulan dan personel prajurit.

Suara Karya

BERITA POLULER