Pages

Thursday, November 4, 2010

Menhan Sepakati Kerja Sama Pengembangan Alutsista

 

Super Tucano. (Foto: Embraer)

5 November 2010 -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan menyepakati kerja sama untuk pembelian pesawat pengganti Super Tucano, pengembangan produk bom udara untuk pesawat Sukhoi, program 100 roket pertahanan untuk TNI AL, dan pembuatan payung parasut untuk TNI AD.

"Kita siapkan penandatanganan kerja sama, di antaranya untuk pembelian pesawat pengganti Ofiten Bronco," Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Kamis (4/11).

Menurut dia, ini nantinya ada partisipasi juga dari industri dalam negeri. "Kita akan mengadakan sekitar dua skuadron Super Tucano. Kita akan libatkan PT Dirgantara Indonesia (DI) dalam tahap pertama dalam setumpuk pekerjaan, dalam pemeliharaan atau pembuatan salah satu komponen. Selain itu, ada juga penadatanganan kerja sama untuk Sukhoi dan F-16 pada pembukaan pameran," katanya.

Pertumbuhan signifikan

Ia menyatakan, industri pertahanan Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Untuk melengkapi alutsista di pesawat tempur Sukhoi, Indonesia telah menyiapkan bom P-100 dan P-100L yang dibuat PT Pindad di Malang.

"Ada bom P-100 dan P-100L yang dibuat di Malang. Bom ini bisa dipakai Sukhoi. Pembuatan bom ini hasil kerja sama PT Pindad dengan perusahaan di Malang. Selain itu, ada parasut dalam negeri yang dibuat di Tulungagung. Perlengkapan militer non-alusista, parasut untuk terjun," ujar Purnomo.

Sementara itu, sebanyak 38 negara, ikut serta dalam Pameran Industri Pertahanan (Indo Defence) 2010 yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran Jakarta, 10-13 November 2010. Keikutsertaan 38 negara ini, meningkat siginifkan dibandingkan pameran industri pertahanan pada 2008.

"Total ada 400 peserta dari 38 negara. Bila dihitung, peserta untuk pameran 2010 ini naik 40 persen dibandingkan pelaksanaan tahun 2008. Total negara peserta, naik 5 persen. Sedangkan total paviliun negara, naik 70 persen," ujar Menhan. Pameran akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Indo Defence 2010, memamerkan hasil industri pertahanan dari tiga matra, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Misalnya, peralatan teknologi pertahanan dan keamanan yang biasa dipakai militer, logistik, senjata api, peluru, pesawat tempur, sistem komunikasi, sistem keamanan, radar, helm, ransel, tenda, teknologi penerbangan dan maritim. Selain itu, Indo Defence 2010 menampilkan produk yang biasa menjadi fasilitas bandara udara dan pelabuhan, kapal selam.

Sebanyak 17 negara, juga membuka pavilion country, di antaranya Australia, Belanda, Inggris, Italia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Perancis, Portugal, Cekoslowakia, Singapura, Polandia, Rusia, Turki, Ukraina dan Indonesia.

Sedangkan, Pakistan yang memiliki produk pesawat tempur canggih FJ-17, tidak terlibat dalam pamaren industri kali ini, karena sedang menyelenggarakan pameran yang sama di negaranya.

Purnomo menargetkan, jumlah pengunjung Indo Defence 2010 mencapai 20 ribu orang. Pada hari terakhir, pameran akan dibuka untuk umum. "Pameran IDAM 2010 Expo dan Forum ini, merupakan pameran industri pertahanan terlengkap yang pernah digelar di Indonesia. Selain menampilkan produk teknologi di bidang pertahanan, juga diselenggarakan berbagai presentasi dalam forum diskusi dan seminar dari para peserta pameran yang menjelaskan secara teknik keungguan produk mereka," ujarnya.

Menurut Purnomo, Indo Defence 2010 akan dijadikan media komunikasi dan informasi yang efektif untuk menjalin kontak bisnis dan transfer teknologi yang pada akhirnya memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan industri pertahanan dan keamanan di Indonesia.

"Even ini ,merupakan langkah awal dalam rencana jangka panjang untuk emmbangun industri perrtahanan dan keamanan di Indonesia," ucapnya.

Suara Karya

Anggaran Alutsista Capai Rp 11 Triliun

 

Senapan serbu SS-2. (Infografis: ugun)

4 November 2010, Jakarta -- TNI membutuhkan anggaran sebesar Rp 150 triliun sampai 2024 untuk mencapai pemenuhan kekuatan pokok minimal. "Yang sudah diketok Rp 2 triliun, sisanya akan dimasukkan dalam APBN Perubahan 2011," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di kantornya, Kamis (4/11).

Menurut Purnomo, pembicaraan APBN Perubahan rencananya dimulai pada Januari, sehingga anggaran bisa diketok palu pada Maret 2011. Dengan demikian ada banyak waktu bagi kementerian untuk membelanjakan anggaran. "Sedang diupayakan oleh DPR dan Kemenkeu, untuk memberi Rp 11 triliun bagi Kementerian Pertahanan," ujarnya.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsudin mengatakan, untuk pembelian alutsista TNI, pemerintah sekarang memang membatasi penggunaan pinjaman luar negeri dan lebih memanfaatkan pinjaman dalam negeri. Pembelian alutsista juga diutamakan yang berasal dari industri dalam negeri, begitu pula bahan bakunya.

Untuk membantu pembelian alutsista tahun ini, kata Sjafrie, TNI mendapatkan pinjaman dari bank-bank nasional senilai Rp 800 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 600 miliar di antaranya, diperoleh dari Bank Negara Indonesia (BNI 46). Sisanya didapat dari bank-bank nasional lainnya.

Pinjaman tersebut, kata Sjafrie, untuk melengkapi kebutuhan senjata serbu standar pasukan TNI, yakni jenis SS1 dan SS2 varian terakhir. Keduanya produksi PT Pindad. TNI AL juga membeli kapal patroli berukuran 40-60 meter yang diproduksi PT Palindo dan perusahaan swasta di Banyuwangi, Jawa Timur.

"TNI AU juga menambah armada helikopter buatan PT Dirgantara Indonesia. Semua akan diselesaikan tahun ini," ujarnya.

TEMPO Interaktif

Hibah F-16 Jadi Agenda Penting

 

Jet tempur F-16 USAF dari Skuadron 14 di Lanud Misawa, Japan 22 Oktober 2010. Amerika Serikat tidak mengembangkan lagi F-16, sebagian F-16 diubah menjadi drone. (Foto: USAF/ Staff Sgt. Samuel Morse)

5 November 2010, Jakarta -- Pembukaan kembali hubungan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan hibah pesawat F-16 menjadi agenda penting dalam bidang pertahanan yang akan ditindaklanjuti terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, November ini.

”Waktu Menteri Pertahanan (Robert) Gates ke sini, ada rencana untuk buka kerja sama secara bertahap, ini sudah masuk tahap operasional,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kamis (4/11). Pertemuan dengan Gates itu diikuti dengan pengiriman tim bersama.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia telah membentuk tim, terdiri dari Kepala Bagian Litbang Kementerian Pertahanan dan Asisten Perencanaan Umum Mabes TNI, untuk membahas agenda apa saja yang ingin dibicarakan saat kedatangan Obama. ”Agenda utama, kerja sama secara gradual Kopassus dengan Pemerintah AS, terutama untuk latihan khusus,” kata Kepala Bagian Litbang Pos Hutabarat.

Indonesia juga berupaya untuk mendapatkan pesawat tempur F-16 bekas dari AS. Pesawat itu akan diberikan kepada Indonesia karena AS telah meningkatkan kelas pesawatnya ke F-18 dan lainnya. Namun, ”Kita harus melakukan retrofit atau perbaikan total. Tempatnya di AS dan harganya sepertiga dari harga pesawatnya,” kata Pos Hutabarat.

Obama dipastikan tetap ke Indonesia pada 9-10 November mendatang dan tidak terpengaruh kekalahan Partai Demokrat dalam pemilu tengah waktu (midterm election) di House of Representatives (DPR) AS.

Pasalnya, ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, hubungan Indonesia dan AS sifatnya sama sekali tidak terpengaruh dengan kondisi politik di AS ataupun di Indonesia. Hubungan Indonesia dan AS bersifat kemitraan yang strategis, setara, dan sangat kuat.

Marty mengungkapkan hal itu seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis. Rapat dihadiri Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri, dan Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Djalal.

Menurut Dino, kedatangan Presiden Obama sangat penting untuk mendeklarasikan kerja sama kemitraan strategis yang komprehensif bersama Presiden Yudhoyono.

Terkait pengamanan Obama itu, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan akan diturunkan 9.000 personel.

KOMPAS

RI Produksi Roket Berhulu Ledak

 

5 November 2010, Jakarta -- Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memproduksi roket berhulu ledak tinggi dengan daya jangkau sekitar 14,5 kilometer. Rencananya, 2013 akan diproduksi sebanyak 750 roket dan tahun berikutnya 1000 roket.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, roket pertahanan dengan nama RHAN-122 akan dipergunakan untuk melengkapi sistem persenjataan TNI AL. “Ini roket buatan Indonesia yang mempunyai hulu ledak. Diharapkan roket ini bisa digunakan untuk TNI AL,” kata Purnomo di Kantor Kementerian Pertahanan,Jakarta,kemarin.

Menurut rencana, Sabtu (6/10) akan diadakan uji coba terakhir roket yang dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan,PT. Pindad dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), di Pusat Latihan Tempur di Baturaja, Sumatera Selatan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan Pos M Batubara menambahkan, roket tersebut memiliki daya ledak cukup tinggi dengan radius 150 meter.

Tidak hanya itu,sebanyak 90 persen bahan material roket berasal dari dalam negeri.“Hanya tabung serta propelan atau bahan pendorong roket yang masih didatangkan dari luar negeri karena industri dalam negeri belum bisa membuatnya,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, setiap tahunnya Balitbang Kemhan akan terus meningkatkan kemampuan roket pertahanan tersebut. Pada 2012 daya jangkau roket pertahanan akan ditingkatkan hingga 20 kilometer. “Dan di tahun 2013, jangkauan akan diusahakan mencapai 33 kilometer,” katanya. Roket tersebut, lanjutnya, akan diproduksi PT Pindad bekerja sama dengan perusahaan swasta di Malang.

SINDO

AS Bantah Heli NATO Langgar Udara Pakistan

Islamabad (ANTARA News) - Kedutaan Amerika Serikat di Islamabad Rabu mengatakan bahwa tidak ada helikopter NATO yang melanggar wilayah udara Pakistan.

Media lokal melaporkan bahwa helikopter-helikopter Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu Selasa melanggar wilayah udara Pakistan di wilayah sabuk suku.

Surat kabar harian "The Nation" melaporkan bahwa helikopter-helikopter itu Selasa memasuki sejauh 600 meter ke dalam wilayah Kurram Pakistan dan melayang-layang di wilayah udara selama 20 menit.

Helikopter-helikopter NATO sebelumnya dua kali melanggar wilayah udara di daerah yang sama pada bulan lalu, termasuk satu pelanggaran yang menyebabkan tewasnya tiga personil keamanan Pakistan.

Pakistan telah menutup perbatasan dengan Afghanistan setelah insiden tersebut, menghentikan pasokan-pasokan NATO melalui negara itu.

"Laporan-laporan berita di televisi maupun media cetak mengklaim bahwa pesawat NATO "melanggar wilayah udara Pakistan di daerah-daerah Burqi dan Kharlaci pada Selasa 2 November," kata kedutaan AS.

"Tuduhan itu sepenuhnya salah. Tidak ada pesawat NATO yang melanggar wilayah udara Pakistan di daerah Burqi dan Kharlaci seperti yang ditudingkan dalam berita-berita itu," kata juru bicara kedutaan.

"Informasi itu sudah dikonfirmasikan dengan Komando Pertahanan Udara Pakistan.

"Operasi-operasi udara Afghanistan dan AS di Afghanistan yang dilakukan di sepanjang wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan dikoordinasikan secara erat dengan Angkatan Udara Pakistan," katanya dalam satu pernyataan.(*)

ANTARA

Wednesday, November 3, 2010

Rusia Akan Ikut Serta Dalam Pameran Indo Defense 2010 Expo

 

0diggsdigg

Sembilan perusahaan pertahanan Rusia akan memamerkan berbagai jenis senjata canggih pada pameran senjata yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali di Indonesia, seperti yang dikatakan The Russian Federal Service dan para teknik militer.

Indo Defense 2010 Expo & Forum yang akan dibuka pada tanggal 10 di Jakarta yang menjadi tuan rumah lebih dari 400 peserta dari 38 negara hingga 13 November.

"Rusia akan memamerkan berbagai jenis peralatan canggih untuk Angkatan Darat, Angkatan Udara, pertahanan udara, Angkatan Laut, pasukan khusus, peperangan elektronik, kedokteran militer dan pelatihan tempur," kata The Russian Federal Service dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Rusia ekspor persenjataan ke lebih dari 100 negara.

Pelanggan utama persenjataan Rusia adalah Indonesia, India, Aljazair, Cina, Venezuela, Malaysia dan Suriah. Vietnam juga muncul sebagai importir utama setelah menandatangani kesepakatan untuk membeli kapal selam, pesawat terbang dan perangkat keras militer lainnya dari Rusia akhir tahun lalu.

ekspor senjata Rusia diperkirakan akan meningkat secara signifikan $ 10 miliar pada tahun 2010.

Sumber: RIA

DPR : Kemhan Diminta Pakai Alutsista Lokal


UAV Buatan Indonesia

JAKARTA(SINDO) – DPR meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengutamakan alat utama sistem senjata (alutsista) produk dalam negeri terkait pengadaan pesawat intai tanpa awak.

“Pengadaan pesawat intai tanpa awak ke depan harus diproduksi dalam negeri. Sementara, untuk empat pesawat yang akan datang pada 2011,kita maklumi jika dipesan dari luar negeri karena keperluannya sangat mendesak,” tegas Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin di Jakarta kemarin. Seperti diketahui,TNI segera membangun skuadron pesawat intai untuk mengamankan seluruh wilayah RI,khususnya di perbatasan baik darat, laut,maupun udara.

Rencananya, empat pesawat intai tanpa awak akan tiba pada medio 2011 dari satu skuadron yang direncanakan. Skuadron pesawat intai tanpa awak itu nantinya akan bermarkas di Pangkalan Udara Supadio, Pontianak. Menurut mantan sekretaris militer era Presiden Megawati Soekarnoputri ini, agar industri alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri bisa tumbuh dan berkembang, maka pengadaan pesawat intai yang saat ini dibutuhkan TNI harus melibatkan industri dalam negeri.

Apalagi,menurut Hasanuddin, pesawat intai tersebut tidak termasuk teknologi tinggi seperti pesawat tempur yang seharusnya dapat diproduksi di dalam negeri. “Untuk memperkokoh industri dalam negeri, apa yang bisa diproduksi di dalam negeri tidak perlu membeli dari luar. Apalagi, saya dengar insinyur dari institut teknologi terkemuka negeri ini sudah dapat mengembangkan pesawat jenis ini,”katanya.

Hasanuddin menegaskan pemerintah dan DPR telah menyepakati pengadaan alutsista untuk mengutamakan produksi dalam negeri agar ada pertumbuhan industri lokal.Sekaligus,bisa mengurangi ketergantungan kepada luar negeri. Dia mengatakan, pengadaan pesawat intai sangat strategis mengingat luasnya daerah perbatasan yang harus diawasi.

“Untuk kebutuhan patroli, penggunaan pesawat intai tanpa awak terbilang cukup ekonomis.Pesawat ini dapat terbang rendah dan tanpa suara. Sehingga,cocok untuk perbatasan daratan yang minim jalur transportasi serta dapat menggantikan peran pesawat dengan awak yang tentunya memerlukan cost yang lebih tinggi,”tandasnya. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Samoedro enggan menyebutkan negara asal pesawat intai tanpa awak yang sudah dipesan TNI tersebut.

Dia mengatakan,pengoperasian pesawat tanpa awak itu menjadi bagian dari upaya pengawasan pulau terluar, laut dan kepulauan, serta wilayah perbatasan. Selain itu, untuk mendukung kegiatan intelijen di udara. “Pesawat ini juga untuk mendukung kerja Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI,”katanya. Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar menyatakan, berhasil atau tidaknya revitalisasi industri strategis pertahanan tergantung dari dukungan negara.

Sebab, menurut dia,dukungan penuh dari negara dalam mengalokasikan anggaran sangat menentukan perkembangan sektor industri strategis. Untuk industri strategis atau pertahanan di Indonesia, Mustafa mengakui bahwa pelaksanaannya masih cukup banyak menemui kendala. Salah satunya, industri yang fokus pada bisnis produksi alutsista memiliki ketergantungan yang sangat besar pada arah kebijakan Kemhan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan.

“Jadi, pasarnya sangat spesifik,” ujarnya. Belum lagi dibutuhkan skala atau besaran produksi tertentu hanya untuk dapat mencapai titik impas. Selain itu,belum adanya sistem anggaran yang tepat, teratur, dan terencana secara baik untuk pengadaan alutsista dalam negeri. “Serta belum adanya komitmen dan konsisten penganggaran pengadaan alutsista yang berkesinambungan dalam tahun jamak (multiyears),” paparnya.

Penganggaran multiyears ini perlu karena pada umumnya pengadaan alutsista memerlukan waktu lebih satu tahun. Karena itu, kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam rangka revitalisasi industri strategis adalah dengan melakukan inisiatif merumuskan Rancangan Undang- Undang tentang Revitalisasi Industri Strategis Pertahanan dan Keamanan Nasional.

Sumber: SINDO

BERITA POLULER