Pages

Sunday, January 16, 2011

Presiden Cina: Dolar AS, Produk Masa Lalu

Presiden Cina Hu Jintao menolak seruan Amerika Serikat untuk meningkatkan nilai tukar yuan dan menyerukan pembicaraan lebih lanjut antara kedua belah pihak. "Pertama, kita harus meningkatkan dialog dan kontak serta membangun strategi saling percaya," kata Hu dalam wawancara tertulis dengan koran Washington Post, kemarin (Ahad,16/1).
"Kedua, kita harus meninggalkan mentalitas Perang Dingin, melihat perkembangan masing-masing secara obyektif dan bijaksana, dan menghormati pilihan masing-masing dalam jalur pembangunannya," tambahnya.
Washington berulang kali mendesak Beijing untuk menaikkan nilar tukar yuan terhadap dolar dan mengalihkan fokus ekonomi dari luar ke dalam. Kemudian meningkatkan permintaan domestik dan menjauhkan diri dari pertumbuhan ekonomi yang berbasis ekspor.
Pekan lalu, Menteri Keuangan AS Timothy Geithner mengatakan, Cina bisa lebih baik dalam mengendalikan inflasi, jika membiarkan nilai tukar yuan naik.
Hu menyatakan bahwa Cina menggunakan berbagai strategi dalam pertempuran, termasuk inflasi dan kenaikan suku bunga, dan inflasi tidak bisa menjadi faktor utama dalam menentukan kebijakan nilai tukar mata uang.
Presiden Cina menyebut sistem mata uang dolar AS yang mendominasi pasar internasional sebagai suatu "produk masa lalu." Ditambahkannya, hal itu akan menjadi proses yang cukup panjang untuk membuat mata uang Cina sebagai salah satu alat transaksi internasional.
Strategi mata uang dipercaya bahwa Cina secara bertahap akan menyerahkan kontrol atas perusahaan dan perdagangan dalam rangka internasionalisasi yuan dan strategi ini sangat penting untuk mengurangi kontrol modal dan reformasi mata uang asing.

Pernyataan ini dikeluarkan hanya beberapa hari sebelum kunjungan resmi Presiden Cina ke Washington, di mana isu-isu militer dan ekonomi akan dibahas oleh kedua negara. (IRIB/RM/AR)



IRIB

Pameran Teknik Pertahanan di Kobangdikal


SURABAYA - KSAL, Laksamana TNI Soeparno (tengah), mencermati kendaraan tempur tanpa awak dengan remote control, karya siswa Sekolah Tinggi Teknik Angkatan Laut (STTAL), saat Pameran Teknik Pertahanan di Komando Pengembangan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal) Surabaya, Jumat (14/1). Pameran tersebut, merupakan unjuk karya para siswa STTAL yang diwisuda pada Wisuda Sarjana S1 Angkatan XXIX dan D3 Angkatan III. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/mes/11

Wamenhan Tinjau Proyek Pembangunan PMPP




BOGOR - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (12/1), meninjau perkembangan pembangunan Pusat Markas Pasukan Perdamaian (PMPP) di Desa Sukahati Citeureup Bogor. Kedatangannya kali ini didampingi oleh Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Prof.Ir. Budi Susilo Supandji DEA. Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 260 hektar tersebut, rencananya akan dijadikan sebagai lokasi pusat pelatihan prajurit TNI yang akan bertugas sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian Bangsa-Bangsa.

Selain sebagai pusat pelatihan pasukan perdamaian, nantinya lahan yang ada akan digunakan juga sebagai pusat bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam, pusat penanggulangan teror serta sebagai tempat pasukan yang disiapkan (stand by forces) untuk diterjunkan dalam penugasan.

Dalam peninjauan kali ini Wamenhan menerima paparan mengenai kemajuan pembangunan, tantangan dan hambatan yang dialami dalam pembangunan serta masukan-masukan bagi pimpinan Kemhan. Hambatan yang disampaikan antara lain bahan material pembangunan sering terlambat datang karena beratnya medan serta hambatan cuaca yang tak menentu. Sementara itu Wamenhan memberikan beberapa catatan dan masukan pada pimpinan proyek.

Sumber : DMC

Panglima Armada Pasifik AS Kunjungi Indonesia


JAKARTA - Panglima Armada Pasifik Amerika Serikat Laksamana Patrick M. Walsh Senin (17/1) pagi tiba di Jakarta, untuk kunjungan dua harinya di Indonesia.

Setibanya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Patrick langsung mengadakan pertemuan tertutup dengan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Pertemuan dilaksanakan di ruang VVIP Base Operations Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, kata juru bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul.

Selain mengadakan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI, Patrick dijadwalkan melakukan kegiatan serupa kepada Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno.

Iskandar mengatakan, fokus pembicaraan seputar evaluasi kerja sama kedua negara terutama di bidang militer dan pertahanan yang telah berjalan baik.

Dibicarakan pula upaya peningkatan yang dapat dilakukan kedua pihak di masa depan, seiring dengan perkembangan lingkungan strategis kawasan, lanjut Iskandar.

Komando Armada Pasifik AS telah melakukan berbagai kegiatan kerja sama dengan sejumlah negara kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia, didasari saling pengertian dan saling percaya.

Sumber : ANTARA

TNI Perkenalkan KRI Banjarmasin Buatan PT PAL


17 Januari 2011

KRI Banjarmasin merupakan kapal ketiga jenis Landing Platform Deck (LPD) yang memperkuat armada TNI AL. Pengerjaan kapal ini dilakukan di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan biaya Rp Rp 365.6 milyar (photo : PAL)


Jakarta (ANTARA News) - TNI memperkenalkan salah satu kapal kapal perang barunya jenis LPD KRI Banjarmasin-592, buatan PT PAL di Jakarta, Minggu.

Juru Bicara TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, saat bersilaturahim dengan komunitas media di kapal tersebut, mengatakan, kandungan lokal pada kapal itu mencapai 40-60 persen. Sementara itu, mesin KRI Banjarmasin-592 didapat dari Amerika Serikat.

"Pengerjaannya dibuat di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari Dae Sun Shipbuilding, Korea," katanya.

Iskandar menuturkan, kapal yang diserahkan ke jajaran Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) pada 22 Desember 2010 itu merupakan wujud keberhasilan TNI AL melaksanakan transfer teknologi kepada industri strategis nasional.

KRI Banjarmasin dapat membawa 5 (lima) helikopter : 2 di dalam hangar dan 3 di dek belakang (image : shipbucket)
Kelebihan kapal itu dibandingkan dengan kapal sejenis lainnya adalah daya tampungnya.

"Jika kapal sejenis yang telah ada sebelumnya hanya dapat menampung tiga helikopter, KRI Banjarmasin-592 ini mampu menampung lima helikopter," ujarnya.

Iskandar mengatakan, KRI Banjarmasin juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, dan 126 awak.

"Kapal ini bisa juga mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam," tuturnya.

Iskandar menambahkan, meski KRI Banjarmasin merupakan kapal angkut personel dan logistik namun kapal tersebut juga dipersenjatai untuk menjalankan fungsi patroli di setiap wilayah yang dilintasinya.

"Perwira di kapal ini memang dipersiapkan untuk melakukan fungsi patroli," kata Iskandar.

KRI Banjarmasin merupakan salah satu dari dua kapal LPD yang dikerjakan PT PAL.

Kapal sejenis yakni KRI Banda Aceh-593, masih dalam pengerjaan.

Dalam silahturahim itu, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul didampingi Kadispenal Laksma TNI Tri Prasodjo, Kadispenad Brigjen TNI Wiryantoro dan Kadispenau Marsma TNI Bambang Samoedro.(*)


(Antara)

No Hiding from the Skyblade


Skyblade III complete equipment (photo : ST Aerospace)
The Army gained a new friend in the skies as six units were equipped with the Skyblade III mini-UAV late last year. Hauling day-use and night-use cameras skywards, the mini-UAV is used by scout teams to conduct recce operations.

Details of Skyblade III equipment (photos : Cyberpioneer)

Previously, scout teams relied primarily on visual surveillance, which required them to be in close proximity to their targets. But with the Skyblade III, they can be further away, reducing the chance of being spotted by the enemy.


Army units will also be able to respond faster to threats in its area of operations. "During an assault, we are able to see much further a field,and in defence, we can plan counter-manoeuvres earlier because the scout teams are able to detect the presence of opposing forces much earlier," said Lieutenant Colonel Willy Lock, Commanding Officer, 3rd Battalion, Singapore Infantry Regiment, during a training exercise on 25 Nov 2010.


Opposition forces will not have an easy time trying to locate the scout teams operating the Skyblade III, as the operators could be anywhere within its 8km range. The mini-UAV is also difficult to spot visually: its silhouette in flight resembles a bird to the naked eye.

Skyblade operations (photo : AsiaOne)

According to Senior Lieutenant Colonel Ong Chee Boon,Deputy Group Head, General Staff, all active Army battalions will be equipped with the Skyblade III by 2012.

Elisra to Supply South Korean CN-235s with EW Suites



South Korea's CN-235 (photo : Airliners)

Elisra Electronic Systems has won a $29 million deal to supply the South Korean air force with airborne electronic warfare suites and missile warning systems for its Airbus Military CN-235 transports. The equipment will provide protection against various threats, the Israeli company says.

South Korea has an active fleet of 20 CN-235s, saysFlightglobal's MiliCAS database.

F/A-50 strike aircraft (photo : Defense Studies)

Elisra has signed similar deals with South Korea in recent years. In 2009 Seoul awarded it a $25 million contract to supply an integrated electronic warfare suite for its air force fleet of Lockheed Martin C-130H tactical transports.

In the same year the company also received a $7 million contract to provide EW equipment for four prototypes of the Korea Aerospace Industries F/A-50 strike aircraft, including an advanced radar warning receiver and chaff and flare dispensers.

Elbit Systems owns 70% of Elisra and Israel Aerospace Industries 30%.

Saturday, January 15, 2011

Melebihi Target, Satelit Pertama Buatan Indonesia Masih Mengorbit!



14 Januari 2010, Jakarta --(Lapan.go.id): Lapan-Tubsat, satelit pertama buatan Indonesia, berulang tahun ke-4 pada 10 Januari 2011. Padahal, dalam rancangan awal, satelit ini diperkirakan hanya akan berusia tidak lebih dari dua tahun. Ternyata masa hidup satelit ini melampaui target. Keberhasilan ini merupakan suatu pembuktian bahwa engineer Indonesia mampu membuat satelit yang andal.

Menurut Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Prof. Dr. Ing. Soewarto Hardhienata, Dipl. Ing., Lapan-Tubsat masih berfungsi dengan baik dan masih terus memberikan gambar dari ruang angkasa. ”Bahkan, jika tidak ada anomali, Lapan-Tubsat masih akan terus beroperasi hingga beberapa tahun lagi,” ujarnya. Soewarto mengatakan, ”ini merupakan hal yang luar biasa bagi sebuah satelit mikro karena banyak satelit semacam ini hanya berusia dua tahun” ia mengungkapkan.

Lapan-Tubsat merupakan satelit mikro atau satelit berukuran kecil dengan bobot 57 kg. Satelit ini berorbit polar atau mengelilingi bumi dengan melewati kutub. Satelit tersebut melewati wilayah Indonesia sebanyak dua kali per hari. Selama empat tahun, Lapan-Tubsat telah menghasilkan berbagai video pemantauan bencana misalnya gunung meletus, pemantauan kebakaran hutan, dan pemantauan perkembangan jembatan Suramadu.

Bahkan, menurut Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara Lapan, Chusnul Tri Judianto, ST, Lapan dapat mengambil gambar letusan Gunung Merapi pada 2010. Saat itu, satelit-satelit penginderaan jauh milik negara-negara maju, tidak dapat mengambil gambar gunung itu karena seluruh wilayah udara di Merapi tertutup awan akibat erupsi.

”Inilah kelebihan Lapan-Tubsat. Satelit ini dapat digerakkan, sehingga mampu 'melirik' dari sisi samping wilayah yang ingin dilihat. Pada satu hari itu, hanya Lapan-Tubsat yang berhasil melihat Merapi dari 650 kilometer di atas permukaan bumi,” ujar Chusnul.

Program pengembangan satelit terus berkembang. ”Sekarang, penguasaan teknologi satelit sudah berjalan di Indonesia dan ini akan terus dilanjutkan,” Soewarto menjelaskan. Saat ini, Lapan sedang membangun dua satelit yaitu Lapan-A2 dan Lapan-Orari. Kedua satelit yang disebut Twin-Sat atau Satelit Kembar berorbit ekuatorial, sehingga akan melewati Indonesia lebih banyak dari Lapan-Tubsat, yaitu 14 kali per hari. Kedua satelit akan mengemban misi untuk mitigasi bencana. Rencananya Twin Sat akan diluncurkan pada 2011 ini dengan menggunakan roket India.

Lapan-A2 akan membawa muatan AIS (Automatic Identification System) untuk mengindentifikasi kapal laut di perairan Indonesia dan kamera video dengan cakupan tiga kali lebih lebar dari Lapan-Tubsat. Lapan-Orari akan membawa muatan voice repeater dan APRS Repeater untuk komunikasi anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) saat bencana. Satelit ini juga akan membawa ADI star (Attitute Determination Instrument). Instrumen ini akan mengeluarkan cahaya seperti bintang yang terlihat dari bumi dengan mata telanjang. ADI star bertujuan untuk menguji sistem pengendalian sikap satelit. Mantan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara Lapan, Drs. Toto Marnanto Kadri, menjelaskan apabila cahaya menyorot ke titik yang sama selama satelit lewat di tempat yang ditentukan, artinya sistem pengendalian sikap satelit berjalan dengan baik.

Lapan-Orari juga akan membawa Imager Experiment . Hasil muatan ini akan menyerupai data citra satelit penginderaan jauh. Imager pada Lapan-Orari masih bersifat eksperimen. ”Nantinya, imager tersebut akan digunakan pada satelit Lapan berikutnya, yaitu Lapan-IPB,” ujar Toto. Satelit Lapan-IPB adalah satelit kerja sama Lapan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Satelit ini nanti akan mendukung program ketahanan nasional di bidang pangan.

Indonesia sangat memerlukan satelit. Toto memaparkan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas sehingga membutuhkan suatu alat pengamatan dan komunikasi yang dapat mencakup seluruh wilayah. ”Satelit merupakan alat yang paling baik untuk kebutuhan tersebut karena biayanya murah,” kata Toto.

Soewarto menegaskan, kunci untuk penguasaan teknologi ini adalah sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan dan transfer teknologi dari para peneliti senior kepada peneliti junior.

Sumber: Humas Lapan

AS Hibahkan 9 RHIB ke Satpaskaarmabar



13 Januari 2011, Jakarta -- (Dispenarmabar): Komandan Satuan Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatpaskaarmabar) Kolonel Laut (T) Andi Kriswanto, SE., menerima kunjungan Tim US Office Defence Cooperation (ODC) Kedutaan Besar Amerika Serikat yang dipimpin oleh Lenan Kolonel White di Markas Komando Satpaskaarmabar, Pondok Dayung, Jakarta Utara, Kamis (13/1).

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka mengkoordinasikan rencana dan kesiapan Satpaskaarmabar dalam menerima hibah Sembilan unit Rigid Holl Inflatable Boat (RHIB).

Sumber: Dispenarmabar

Friday, January 14, 2011

Pos Perbatasan TNI Diserang

Merauke (ANTARA News) - Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Batalyon Infantri 132/Bima Sakti, di kampung Nasem, Distrik Merauke, Kabupate Merauke, Papua, Jumat sekitar pukul 07.00 Wit diserang oleh dua orang menggunakan senjata tradisional.

Klemen Samkakai dan Amandus Galum meninggal ditempat setelah diterjang timah panas aparat TNI yang melakukan perlawanan.

Jasad Klemen tergeletak di sebelah pos jaga, sementara Amandus sekitar 10 meter dari pos jaga.

Anggota TNI, Pratu Sukirman mengalami luka terkena panah di lengan kiri dan kini dirawat di ruang UGD RSUD Merauke.

Setelah insiden itu, sekitar 100 aparat gabungan TNI/Polri diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan peyisiran dan olah tempat kejadian perkara. Motif penyerangan itu belum diketahui, namun pelaku diberondong peluru aparat setelah merampas satu pucuk senjata api milik seorang anggota TNI

Jene (50) saksi mata, melihat kedua pelaku yang juga warga setempat masuk ke halaman pos penjagaan dengan menenteng panah dan parang.

"Tiba-tiba saya mendengar ada suara tembakan, waktu itu saya tidak langsung masuk ke dalam rumah, sambil tiarap saya mengintip dari celah-celah dinding teras rumah, saya melihat dua orang itu langsung terjatuh karena di tembak dari dalam pos," ujar Jene yang menyaksikan dari jarak 20 meter, kepada wartawan.

Komandan Korem 174/ATW, Kolonel CZI, Hadi Prasojo, menjelaskan bahwa enyerangan itu terjadi tiba-tiba.

"Saat penyerangan itu hanya ada satu anggota yang sedang berjaga sementara lainnya sedang di dalam barak melakukan aktifitas seperti biasa."

"Anggota yang jaga itu langsung diserang dengan panah dan parang. Lalu senjata api diambil oleh pelaku dan mereka  hendak menyerang. Anggota di dalam barak langsung mengeluarkan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan pelaku, sehingga akhirnya pelaku dilumpuhkan," kata Danrem.

Pos Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infantri 132/Bima Sakti, di kampung Nasem, Distrik Merauke, Kabupate Merauke, Papua berjarak 30 kilo meter dari ibu kota kabupaten. Kampung ini dihuni  40 kepala keluarga.
(KR-MBK/A038)
ANTARA/SUARA PEMBAHARUAN

5 Hercules TNI AU di Retrofit di ARINC, AS


OKLAHOMA CITY - ARINC Engineering Services telah memulai program upgrade pesawat angkut Hercules TNI AU, varian C-130B terhadap struktur dan perangkat elektroniknya. Diharapkan program retrofit ini selesai antara 32 dan 36 bulan kedepan.

ARINC menerima kontrak dari TNI-AU sebesar US$63,7 juta untuk memodernisasi sebanyak 5 pesawat Hercules. Ini merupakan kontrak ke-2 yang diterima ARINC dari TNI AU, setelah sebelumnya USAF memberikan Foreign Military Sales (FMS) bagi depo pemeliharaan
dan perbaikan TNI AU.

Sumber : AUSTRALIANAVIATION.COM.AU

Litbang AU Ujicoba Parasut Personel MC1-1C


KALIJATI - Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau) melaksanakan pengujian pada 8 Payung Udara Orang (PUO) baru tipe MC1-1C produksi JM Korea dan Aerodyne Amerika Serikat yang akan digunakan TNI AU di landasan Lanud Suryadarma, Kalijati, Rabu (12/1).

Kegiatan dinamakan uji dinamis melibatkan Pesawat Herkules Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma selama dua hari, Selasa dan Rabu 11-12 Januari 2011 untuk menerjunkan 2 dummy (beban barang), setelah dinyatakan layak pada round berikutnya dua personel Prajurit Paskhas juga diterjunkan menggunakan MC1-1C. Hari kedua round pertama diterjunkan 2 dummy dan round kedua 2 personel Paskhas juga diterjunkan memakai senjata.



Menurut Letkol Tek Surip Suparjo selaku Kepala Pelaksana Kegiatan yang menjabat Kepala Sub Dinas Material Khusus Dislitbangau tujuan uji dinamis adalah mengetahui secara nyata kualitas dan performance parasut PUO baru tipe MC1-1C di lapangan setelah sebelumnya melalui uji laboratorium dan uji statis di Dislitbangau dan Balai Besar Tekstil Bandung.

Uji laboraturium meliputi kuat sobek kanopi, kuat tarik tali parasut, tali kemudi, kuat tarik jahitan antar gore dan antar seksi dan aspek lainnya. Dari uji laboratorium dengan cara merusak parasut didapat hasil kedua tipe PUO tersebut mampu menahan beban minimal yang dipersyaratkan sehingga memenuhi syarat untuk digunakan.

Sumber : DISPENAU

TNI Berminat Latihan Militer Dengan India


JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, pihaknya menginginkan kerja sama bidang latihan dan operasi bersama militer India dapat ditingkatkan di masa mendatang.

"Kami mengharapkan kerja sama antara kedua negara di bidang latihan dan operasi yang selama ini telah terjalin dengan baik khususnya di angkatan laut kedua negara dapat ditingkatkan," katanya, saat menerima Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Nirmal Kurma Verma di Jakarta, Rabu (12/1).

Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI Kolonel Minulyo Suprapto menambahkan, angkatan laut kedua negara telah lama melakukan latihan bersama terutama di wilayah batas perairan kedua negara.

"Diharapkan kerja sama latihan bersama dan operasi antara angkatan laut kedua negara dapat ditingatkan menjadi lebih luas lagi di masa mendatang," katanya.

Selama kunjungan empat harinya di Indonesia, Laksamana Verma selain mempererat kerja sama militer kedua negara, juga berkeinginan menjajaki kerja sama industri pertahanan antara kedua pihak.

Selain melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Verma juga dijadwalkan mengunjungi Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) dan Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya.

Tidak itu saja, Laksamana Verma juga akan melakukan penjajakan ke beberapa Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan PT PAL.

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio usai pertemuan, mengatakan, industri pertahanan India lebih maju dibandingkan Indonesia terutama dalam industri kimia, elektronika, mekanika, dan perbekalan.

"Bahkan, mereka sudah mampu membuat rudal, kapal selam dan kapal induk. Kita masih menjajaki apa yang bisa dikerjasamakan untuk industri pertahanan kedua negara," katanya.

Kemungkinan kerja sama pertahanan RI-India telah dilakukan sejak beberapa tahun silam yang selanjutnya dikukuhkan melalui ratifikasi nota kesepahaman kerja sama kedua negara bidang pertahanan yang diwujudkan dalam Joint Defence Committee.

Sumber : ANTARA

Lomba Pembinaan Satuan Marinir TNI AL


SURABAYA - Sejumlah prajurit Marinir TNI-AL mengikuti lomba pembinaan satuan (Binsat) menembak pistol dan senapan Bisam antar Satlak Brigif-1 Marinir, di Lapangan Tembak Pusat Latihan Naluri Tempur Jusman Puger, Bhumi Marinir Karang Pilang, Surabaya, Rabu (12/1). Kegiatan yang diikuti tiga batalyon Brigif-1 Marinir itu dalam rangka HUT Ke-48 Brigif-1 Marini. FOTO ANTARA/Eric Ireng/Koz/Spt/11.



US Navy Seal Kunjungi Satkopaska


Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim mendapat kunjungan istimewa dari pasukan elit Amerika Serikat (US Navy Seal), Senin (10/1).

Para pasukan elit Amerika itu, diterima oleh Kapten Laut Ponco, kedua pasukan elit itu terlihat sangat akrab dan saling bertukar pengetahuan seputar tugas-tugas mereka mengingat kedua pasukan elit itu sama-sama memiliki spesifikasi khusus sebagai pasukan yang ahli dalam sabotase bawah dan permukaan air.

Kunjungan pasukan elit Amerika Serikat ini dipimpin oleh Letkol White dan 5 orang yang menyertainya, usai saling tukar pengetahuan tentang persenjataan para pasukan elit ini juga berkeliling meninjau keberadaan dermaga sebagai fasilitas labuh yang ada di Koarmatim.

Sumber : PENARMATIM

RI Perluas Kerja Sama Pertahanan Dengan Jepang

Kapal perusak Jepang JDS Hiei (DDH-142) saat mengikuti latma RIMPAC di AS. (Foto: USN)

14 Januari 2010, Jakarta -- (ANTARA Jatim): Pemerintah Indonesia ingin meningkatkan dan memperluas kerja sama pertahanan dengan Pemerintah Jepang di masa mendatang.

Peningkatan dan perluasan kerja sama kedua negara menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dengan mitranya Menteri Pertahanan Jepang Toshimi Kitazawa di Tokyo.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI I Wayan Midhio yang menyertai kunjungan dua hari Menteri Purnomo ke Negeri Matahari Terbit itu Jumat, kepada ANTARA mengatakan, selama ini kerja sama pertahanan kedua negera baru sebatas pertukaran perwira militer kedua pihak.

"Itu pun jumlahnya belum banyak, baru satu hingga tiga orang saja. Nah kedepan akan tingkatkan jumlahnya, agar banyak perwira TNI yang belajar di Jepang terutama di Akademi Militer Yokoshuka," katanya, menambahkan.

Midhio mengatakan, Indonesia ingin kerja sama pertahanan kedua negara dapat diperluas dalam bentuk yang lain, seperti latihan dan operasi bersama.

Kedua negara sepakat peningkatan dan perluasan kerja sama pertahanan dilakukan atas dasar hubungan saling menghormati dan saling memberi manfaat antara kedua pihak.

Sebelumnya, kedua negara juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama pertahanan, khususnya keamanan maritim antara lain di Selat Malaka.

Selain membahas peningkatan dan perluasan kerja sama pertahanan kedua negara, dibahas pula perkembangan persiapan pelaksanaan latihan penanggulangan bencana alam ASEAN atau "ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise" (ARF-DIREx) di Manado, Sulawesi Utara, pada Maret 2011, dimana Indonesia dan Jepang menjadi tuan rumah bersama.

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jepang, Menteri Pertahanan kedua negara juga hadir meresmikan patung PETA (Pembela Tanah Air), sebagai pendiri cikal bakal Tentara Nasional Indonesia. Patung dengan tinggi dua meter itu di bangun di salah satu ruang di Kantor Kementerian Pertahanan Jepang.

Sumber: ANTARA Jatim

Pesawat dan Tank Tanpa Awak Meriahkan Wisuda Sarjana STTAL


KSAL Laksamana TNI Soeparno (tengah) memperhatikan sebuah kendaraan tempur tanpa awak karya siswa Sekolah Tinggi Teknik Angkatan Laut (STTAL) pada pameran teknik pertahanan di Komando Pengembangan Pendidikan TNI AL , Surabaya, Jatim, Jumat (14/1). Pameran pertahanan itu merupakan karya para siswa STTAL yang diwisuda pada wisuda sarjana S1 angkatan XXIX dan D3 angkatan III. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/Spt/11)

14 Januari 2011, Surabaya -- (Kobangdikal): Lulusan Sarjana Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) selalu saja ada yang lain, beda dan menarik dari angkatan ke angkatan. Kali ini wisudawan sarjana dan D 3 seakan berlomba kreatifitas untuk memciptakan terobosan baru, ide-ide orisinil yang dituangkan dalam suatu produk yang nantinya bisa diadopsi untuk memperkuat alut TNI kedepan, pesawat dan tank adalah dua diantara beberapa produk yang dihasilkan wisudawan.

”Keren, kamu kreatif, saya bangga dengan hasil yang kalian tunjukan, mudah-mudahan kedepan bisa kita sempurnakan” ujar Kepala Staf TNI A (Kasal) Laksamana TNI Soeparno saat melihat pameran prototive peralatan tempur yang digelar saat wisuda Sarjana S 1 Angkatan XXIX dan D 3 angkatan III STTAL di Gedung Moeljadi Kobangdikal, Bumimoro, (14/1).

Fajar baru di tahun 2011, lanjutnya, memunculkan harapan dan motivasi baru. Segudang ilmu dan pengetahuan yang diraih di bangku kuliah mengisyaratkan akan ada angin perubahan dan cahaya baru untuk perbaikan kinerja yang lebih signifikan secara nyata dimedan penugasan. Asa itu kiranya tak berlebihan untuk digapai guna membawa aroma perubahan kearah yang lebih baik seiring dengan semangat baru TNI AL yang mengusung kehormatan, kejujuran, dedikasi, keihlasan, loyalitas, profesionalisme dan keberanian.

Ungkapan itu tepatlah menyertai usainya tugas belajar 98 orang wisudawan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di awal 2011 ini. Dari jumlah wisudawan tersebut 60 orang diantaranya adalah Perwira Siswa (Pasis) program sarjana (S1) angkatan ke-29, sementara 38 orang lainnya adalah lulusan D 3 Angkatan ke-III. Seluruh wisudawan pada Jumat (14/1) akan diwusuda AL I, Laksamana TNI Soeparno di Gedung Moeljadi, Kobangdikal. Selain Para Pejabat Teras Mabesal, hajatan STTAL itupun juga dihadiri Komandan Kobangdikal Laksda TNI Sadiman, Pangarmatim, Pangarmabar, Pangkolinlamil, Dankormar, Gubernur AAL, Danseskoal, para rektor PTN dan PTS se-Surabaya serta pejabat sipil dan militer lainnya.

Menurut Komandan STTAL, Kolonel Laut (E) Ir. Munizar Munaf, MT, dari 60 Pasis yang diwisuda berasal dari empat jurusan, yakni Teknik Mesin 14 orang, Teknik Elektro 17 orang, Teknik Manajeman Industri 17 orang dan Teknik Hidro-oseanografi 12 orang. Sementara itu D 3 angkatan ke III terdiri dari Teknik Mesin 8 orang, Teknik Elektro 16 orang dan Teknik Hidro-oseanografi 14 orang.

Lettu Lek Feby Chadimun Putra dengan skripsi “Perancangan campuran karet sebagai bahan seal oring silinder hidrolik pada main landing gear actuator pesawat F-27 TS TNI AU” IPK: 3,72 menjadi lulusan terbaik di Jurusan Teknik Mesin. Di Jurusan Teknik Elektronika Iformatika, Kapten Lek Choirul Anam Sadjuri menjadi yang terbaik dengan skripsi “Metode pengamanan informasi dalam pengiriman data dijajaran harmatau dengan teknik kriptografi” IPK 3,68, Sementara di Teknik Elekro Kontrol, Kapten Laut (E) Juliver H. Pardede menjadi lulusan terbaiknya dengan skipsi “Rancang bangun untuk mengendalikan pesawat UAV aeromodeling pada saat landing dengan menggunakan sensor ultrasonic” IPK 3,48. Kemudian Kapten Laut (P) Burhannanda inggil Pribadhi dengan skripsi “Penggunaan metode analityc net work procvess (ANP) dalam pemilihan alternative kapal selam baru bagi TNI AL” IPK 3,78 menjadi lulusan terbaik Jurusan Teknik Industri, dan di Teknik Hidro-oseanografi, Kapten Laut (T) Indragiri Yani W dengan skripsi “Analisa teknis batas maritime RI-Timor Leste (studi kasus oekusi)” IPK 3,79 meraih lulusan terbaikntya.

Sementara itu di program D 3 Jurusan Teknik Mesin terbaik diraih Serka Mar Sugiarto dengan IPK 3,50, Teknik Elektronika Ekasen diraih Brigadir Risky Ady Kusuma dengan IPK 3,55, kemudian Teknik Elektronika Informatika diraih Sertu Hendri Surya Putra dengan IPK 3,49, dan di Teknik Hidro-Oseanografi diraih Serka Nav Budianto dengan IPK 3,60.

Jumlah lulusan tiap tahunnya yang tergolong masih sedikit menjadi hal yang perlu mendapat perhatian bila dibanding dengan konfigurasi wilayah yang menuntut kemajuan teknologi berbasis kelautan yang membutuhkan SDM berkualitas, profesional serta berintegritas moral yang tinggi untuk mengawakinya. Peran perguruan tinggi sebagai pencetak insan profesional menjadi sangat krusial. Disinilah keberadaan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) dengan visi dan misinya yang sangat strategis dalam memberikan kontribusi pengembangan iptek pertahanan khususnya di bidang keangkatanlautan.

Untuk melaksanakan tugas pokok dalam menghadapi tantangan tugas di masa mendatang yang semakin kompleks, visi dan misi STTAL telah diselaraskan dengan konsepsi pembangunan kekuatan TNI/TNI AL sampai dengan 2024. Visinya adalah menjadi pusat pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pertahanan keangkatanlautan. Adapun misinya adalah menyelenggarakan program pendidikan tinggi berbasis iptek, berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pertahanan serta melaksanakan penelitian dan pengembangan iptek pertahanan dalam upaya memberikan kontribusi bagi kemajuan bidang pertahanan khususnya di lingkungan TNI/TNI AL.

STTAL yang didirikan pada tanggal 15 Maret 1966 di Bumi Cipulir Jakarta ini, merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi di lingkungan TNI/TNI AL yang berbasis IPTEK dan terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Sejak kepindahannya ke Kodikal (sekarang Kobangdikal) di Bumimoro Surabaya pada tahun 1984, STTAL yang kini dikomandani Kolonel Laut (E) Ir. Munizar Munaf, M.T telah memiliki 5 jurusan S-1 (Teknik Mesin, Elektro Informatika, Elektro Kontrol, Hidroseanografi dan Teknik Industri) dan Diploma 3 memiliki 3 jurusan (Teknik mesin, elektro dan hidro oseanografi).

Sumber: Kobangdikal

Japan to hold naval drills involving U.S. warships in East China Sea on Monday

The USS Carl Vinson (CVN-70), a U.S. Navy Nimitz class supercarrier capable of carrying 90 fighter jets and helicopterswill participate in the exercises.. © PhotoВикипедия
The USS Carl Vinson (CVN-70), a U.S. Navy Nimitz class supercarrier capable of carrying 90 fighter jets and helicopterswill participate in the exercises.
03:50 10/01/2011
© Photo Википедия

The Japan Maritime Self-Defense Force will hold drills in the East China Sea involving U.S. warships on Monday, the Japanese Defense Ministry said.
The USS Carl Vinson (CVN-70), a U.S. Navy Nimitz class supercarrier capable of carrying 90 fighter jets and helicopters, and U.S. destroyers will participate in the exercises, to be held to the west of the Kyushu island, the ministry said.
Japan's NHK TV channel has said the drills are aimed at deterring possible naval operations by North Korea and China.
Tensions on the Korean Peninsula remain high following the shelling of South Korea's Yeonpyeong Island by the North in November, which killed four people.
In December, Seoul held large-scale military drills involving hundreds of military personnel and more than 100 types of weapons, including tanks, anti-tank missiles, helicopters and fighter jets. North Korea then warned its opponent of a possible "holy war" using its nuclear deterrent.
Earlier in January, Pyongyang proposed Seoul to start "unconditional and early" talks to repair strained relations between the countries.
TOKYO, January 10 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Russia lifts ban on Tu-95 bomber flights

Tu-95 strategic bomber. © RIA Novosti.Anton Denisov
Tu-95 strategic bomber
15:49 12/01/2011
© RIA Novosti. Anton Denisov

The Russian Air Force has lifted a ban on the flights of Tu-95 Bear strategic bombers imposed after an An-22 Cock transport plane was destroyed in a crash last December.
The plane crashed in the Tula Region on December 28, killing all 12 crew members.
The Air Force decided to ground all Tu-95s and An-22s because both aircraft types share the Kuznetsov NK-12 turboprop, whose failure was suspected as the main cause of the crash.
The An-22 remains the largest turboprop-powered aircraft in the world. Around 45 remain in service with the Russian Air Force and most are over 40 years old.
MOSCOW, January 12 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Rusia: Iran Tidak Boleh Diancam

Sergey Lavrov
Rusia mengecam ancaman sanksi lebih keras atau penggunaan aksi kekerasan terhadap Iran dan menilainya kontraproduktif. Moskow bersikeras bahwa kebuntuan atas program nuklir Iran hanya dapat diselesaikan melalui cara-cara diplomatik. Hal itu dikemukakan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, dalam konferensi persnya di Moskow Kamis (13/1). Ia memperingatkan aksi-aksi nekat terhadap program nuklir sipil Republik Islam Iran. Ia menilai seruan Amerika Serikat untuk meningkatkan tekanan terhadap Tehran dan rencana Israel untuk menyerang akan berdampak "kontraproduktif."
Pada hari Selasa (11/1), Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengusulkan opsi militer terhadap Iran dalam upaya memaksa Tehran menghentikan program nuklirnya.
Di lain pihak, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, berusaha untuk menggalang dukungan dari negara-negara tetangga Iran untuk lebih memberlakukan sanksi yang disponsori Washington atas Tehran, saat memulai turnya ke negara-negara Timur Tengah pekan ini.
Pernyataan-pernyataan bombastis dari AS dan Israel itu muncul di saat Delegasi Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Ali Asghar Soltanieh Selasa (11/1) menyatakan bahwa sejumlah delegasi yang mewakili "kelompok geografis dan politik anggota IAEA di Wina telah diundang untuk meninjau fasilitas pengayaan uranium Natanz dan reaktor air berat Arak.
Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Rusia, menyambut hangat undangan Iran itu dan menilainya patut diperhatikan.

IRIB

Provokasi Beirut, Jet Tempur Israel Langgar Zona Udara Lebanon

Menyusul semakin meningkatnya ketegangan politik di Lebanon pasca bubarnya pemerintah persatuan Lebanon setelah pengunduran diri 11 menteri yang dipimpin Hizbullah dan aliansinya, sejumlah pesawat tempur rezim Zionis Israel terbang di atas teritorial Lebanon dan melanggar zona udara negara ini. Menurut laporan Fars News Kamis kemarin (13/1) mengutip situs Lebanon el-Nashra, jet-jet tempur Israel Kanis pagi melakukan aksi mata-mata di kawasan Marjeyoun, Hasbaya, barat Bekaa, Jabal el-Barouk dan Toumat Niha.
Sementara itu pesawat-pesawat pengintai Israel Kamis dinihari juga melakukan terbang di atas kawasan ladang Shebaa selama hampir satu jam.
Berdasarkan laporan resmi Departemen Luar Negeri Lebanon, rezim Zionis Israel tahun lalu telah melakukan penerbangan lebih dari 4 ribu kali di atas wilayah negaranya dan telah melakukan pelanggaran nyata atas resolusi Dewan Keamanan PBB bernomor 1701.
Padahal aksi-aksi pelanggaran Israel itu saat ini justru akan meningkatkan ketegangan di antara kelompok-kelompok politik di Lebanon dan memberikan makna lain pada krisis yang tengah terjadi. (IRIB/SL)

IRIB

Maret, Iran Luncurkan Satelit Baru

 Pemerintah Iran berencana meluncurkan satelit pengintai akhir Maret mendatang. Satelit buatan lokal ini diklaim lebih irit bahan bakar sehingga dapat bertahan di luar angkasa lebih lama.
Pengumuman itu disampaikan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, Rabu 12 Januari 2011. Ahmadinejad mengatakan bahwa satelit itu untuk mendukung pertahanan negara tersebut dari luar angkasa.
"Satelit ini akan diluncurkan ke luar angkasa dari landasan peluncuran di Iran dan akan dipantau oleh stasiun pengendali Iran," ujar Ahmadinejad yang dikutip kantor berita Fars dan laman stasiun televisi CNN.
Pada Desember 2010, Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi mengatakan bahwa satelit Fajr ini bertenaga surya dan digunakan sebagai sarana pengintai dari luar angkasa.
"Satelit ini berbeda dari satelit sebelumnya. Satelit ini memiliki sistem bahan bakar yang lebih baik dan dapat bertahan di luar angkasa lebih lama," ujar Vahidi dilansir dari kantor berita IRNA.
Sebelum peluncuran satelit Fajr, Vahidi mengatakan Iran juga akan meluncurkan satelit Rasad I pada peringatan ke-32 revolusi Islam 1972 yang jatuh pada tanggal 11 Februari 2011. Satelit Rasad I ini merupakan satelit komunikasi yang akan berada di bawah pengawasan Kementerian Komunikasi Iran.
Sebelumnya pada 2009, Iran juga telah meluncurkan satelit buatan dalam negeri pertamanya keluar angkasa. Satelit bernama Omid atau harapan ini sukses memutari orbit bumi sebanyak 700 kali selama tujuh minggu tanpa kendala apapun. Satelit ini kembali ke bumi pada April tahun lalu.
Ahmadinejad mengatakan pada Oktober 2010 lalu bahwa Departemen Luar Angkasa Iran (ISA) akan mengirimkan astronotnya ke luar angkasa dalam waktu 10 tahun. Hal ini oleh ISA dianggap tidak mustahil.
"Berdasarkan perintah presiden dan studi pendahuluan yang telah dilakukan, mengirimkan astronot Iran ke luar angkasa akan dapat terwujud dalam waktu sepuluh tahun," ujar Mohammad Mardani, juru bicara ISA.(IRIB/vivanews)

IRIB

Gates: No Doubt President Hu Controls Chinese Military

Gates: No Doubt President Hu Controls Chinese Military

U.S. Defense Secretary Robert Gates says he has no doubt that Chinese President Hu Jintao is in charge of the military, despite what he calls a “disconnect” between China's military and civilian leadership.
Speaking to students in Tokyo Friday, Gates said there are clear indications Chinese leaders were unaware that the military tested a new combat jet this week able to avoid radar detection. But he said Chinese President Hu Jintao is in command of his country's military.
Gates described China's military modernization program as “opaque” and a concern to its neighbors.
He said this is precisely the reason the United States needs a heathy dialogue with Beijing.
Gates earlier met with Japanese Prime Minister Naoto Kan.
He did not call on the Japanese to take a bigger military role in the region — which would violate their constitution.
But he said Washington and Tokyo should review their “force posture” to respond to increased Chinese aggression and possible threats from North Korea.
Gates is expected to arrive in Seoul later Friday for meetings with South Korean President Lee Myung-bak and other senior officials.
Gates' Asian trip comes as Chinese President Hu plans a state visit to the United States next week and talks with President Barack Obama.

DEFENCE TALK

F-35 looking more like white elephant

F-35 looking more like white elephant

The F-35 fighter jet, set to replace a large part of the US warplane fleet, has become the most expensive weapons program ever, drawing increased scrutiny at a time of tight public finances.
Following a series of cost overruns and delays, the program is now expected to cost a whopping 382 billion dollars, for 2,443 aircraft.
The so-called 5th generation fighter was built with features designed to help avoid enemy radar and ensure American supremacy in the skies for decades.
But there is now the potential for competition from China, which this week unveiled its first radar-evading combat aircraft and fueled a sense of a military rivalry between the two powers.
At home, the Lockheed Martin F-35 is getting increased criticism even from some at the Pentagon.
Defense officials say the original cost estimates have now doubled to make each plane's price tag reach some 92 million dollars.
At the same time, the contract awarded in 2001 had been planned to last 10 years, but has been extended to 2016 because of testing and design issues.
Lockheed Martin, which is working with Northrop Grumman and BAE Systems, is developing three versions of the aircraft, which are being designed for ground attack as well as reconnaissance missions.
The F-35A is designed to replace the F-16 and A-10 of the US Air Force, while the F-35C is designed for deployment on aircraft carriers to supplant to F-18, and the F-35B would have a vertical takeoff capacity and replace Harrier aircraft.
US Defense Secretary Robert Gates has warned the cost overruns cannot continue and expressed particular concern over the short take-off and vertical landing variant.
"The culture of endless money that has taken hold must be replaced by a culture of restraint," he said recently.
For the short-takeoff version, Gates has ordered "the equivalent of a two-year probation," adding that "if we cannot fix this variant during this time frame and get it back on track in terms of performance, cost and schedule, then I believe it should be canceled."
As part of a cost-saving drive, the Pentagon chief has decided to delay the purchase of 124 of the 449 units of this version until 2016.
Another bone of contention is a second engine being developed for the fighter by General Electric and Rolls Royce in case the Pratt & Whitney engine is not up to par. Gates contends this second engine is "unneeded."
Private analysts say the whole F-35 program is becoming a money pit.
"The incredibly unfortunate phrase 'too big to fail' applies to this aircraft more than any other defense program," said Richard Aboulafia, an aerospace industry analyst with the Teal Group.
"It's difficult to think of a civil or military program in the past decade that hasn't experienced similar delays and cost overruns."
Still, it may be hard to make many changes to the F-35 program because Britain and seven other countries have been closely involved in its development.
The United States is covering 90 percent of the cost of the development but has participation from Britain, Italy, Turkey, the Netherlands, Canada, Denmark, Norway and Australia.
Other nations, including Israel and Singapore, have signed contracts to buy the plane.
"The US wants a globalized JSF program for a combination of strategic and economic reasons," said Aboulafia.
"It greatly simplifies logistics, training and doctrine for coalition warfighting. Dominating the military aerospace export business is certainly a strong draw, too. It's as much an industrial policy as a fighter."

DEFENCE TALK

Thursday, January 13, 2011

Marine Corps F-35B Lightning II: Making Progress

Marine Corps F-35B Lightning II: Making Progress

NAVAL AIR STATION PATUXENT RIVER: The Marine Corps performed a significant maneuver today with the Corps’ short take-off and vertical landing variant of the Joint Strike Fighter, the STOVL F-35B Lightning II.
The BF-2, a test version of the fighter jet, accomplished its first vertical landing and conversion back to normal flight. This is an important step for the fighter that the Corps has scheduled to replace three other types of combat aircraft in its aging fleet: the EA-6B Prowler, AV-8B Harrier and F-18 Hornet.
The commandant of the Marine Corps, Gen. James F. Amos has communicated that the Corps will track the progress of the new aircraft to ensure engineering and test points are accomplished over the next two years.
Despite some recent concerns over performance, cost and schedule, the Marine Corps contends that it is dedicated to the success of this program – and being able to operate and land virtually anywhere in the world while supporting the continuous tactical air missions the Corps demands.
The STOVL JSF will carry more ordnance with greater range than the F/A-18 Hornet, operate from austere expeditionary environments like the AV-8B Harrier, and ultimately possess electronic warfare technology similar to the EA-6B Prowler.
The Marine Corps anticipates reaching initial operational capability for the JSF F-35B in 2012-2013. This first proven capability step will include the a training squadron of 15 aircraft in VMFAT-501 at Eglin AFB, an operational test and evaluation detachment of 4 aircraft at Edwards AFB, and VMFA-332, the Corps’ first operational squadron of 10 aircraft, at MCAS Yuma.
The VMFA-332 aircraft will be equipped, manned and trained to execute Marine missions and deploy ashore or afloat from U.S. Navy amphibious assault (L-Class) ships.

DEFENCE TALK

Mengasah Naluri Tempur




13 Januari 2011, Surabaya -- (Penarmatim): Tim Ship Boarding Party dan Close Quarters Batle (CQB) dari Satuan Kapal Patroli Koarmatim (Satrol Koarmatim) terus mengasah kemampuan, persiapan menghadapi even bergengsi Lomba Ship Boarding Party dan CQB yang akan dilaksanakan mulai tanggal 28 – 30 Januari 2011 bertempat Koarmatim, Ujung, Surabaya.

Satrol Koarmatim akan menerjunkan 4 tim Boarding Party dan CQB-nya. Tim handalan tersebut kini terus menempa diri, meningkatkan kemampuan fisik maupun mentalnya. Persipan matang sangat diperlukan, mengingat lomba Ship Boarding Party dan CQB ini cukup menantang. Ajang unjuk kemampuan yang memperebutkan Piala Pangarmatim tersebut merupakan lomba yang membutuhkan kemampuan mental dan fisik yang prima, terlatih serta professional.

Disamping berlatih fisik, hari ini Tim Satrol juga melaksanakan latihan menembak dengan menggunakan senjata jenis SAVZ Kaliber 7,62 mm buatan Cina. Senjata yang mirip dengan senjata AK 47 serbu ini, akan menjadi andalan Tim Ship Boarding Party dan CQB Satrol Koarmatim. Mereka berharap dapat meraih tempat terhormat melalui penilaian menembak gaya bebas dalam jarak 100 meter dengan 5 butir peluru. Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk tetap menjaga dan memelihara serta meningkatkan naluri tempur prajurit. Kegiatan lomba bergengsi ini juga diharapkan mampu mendongkrak semangat prajurit untuk terus berlatih guna mencapai pofesionalime prajurit.

Sumber: Dipenarmatim

ARINC Wins $63.7 Million Retrofit Program to Modernize Indonesian C-130B Transports


14 Januari 2011

C-130 hercules TNI AU (photo : Stefendy-Gaero)

Annapolis, Maryland—ARINC Engineering Services, LLC today announced it has won a $63.7 million (USD) contract to modernize five C-130B transport aircraft of the Indonesian Air Force. ARINC won the work in December in competitive bidding.

The program includes structural and electronic modifications to retrofit the 30-year-old C-130B airframes with more recent capability and technology. The work will be performed by ARINC and selected subcontractors on site at customer facilities in Indonesia. Work will begin in Q1 of 2011 and is expected to take from 32 to 36 months. ARINC’s customer is the Indonesian Air Force.

This is the second contract ARINC has received recently for work on aircraft of the Indonesian Air Force. In July 2010, the company received a U.S. Air Force Foreign Military Sales (FMS) contract to perform Programmed Depot Maintenance on a C-130H transport used by Indonesia for disaster relief and humanitarian aid. That aircraft is currently being serviced at ARINC’s
aircraft modification facility in Oklahoma City.

"ARINC is delighted to start this vital work very soon, to help the Indonesian government modernize their C-130B fleet for humanitarian purposes," said Michael Young, ARINC Vice President, Aerospace Systems Engineering & Support. “We look forward to playing a key role in enhancing the airlift capabilities of the Indonesian Air Force, and in helping them to meet their overall operational and mission goals.”

“This contract award demonstrates ARINC’s range of capabilities, as well as our determination to be a leader in military aircraft support,” said Rob Moore, ARINC Aerospace Systems Senior Business Development Director. “ARINC has dedicated some 18 months to bringing this project to fruition.”

Wednesday, January 12, 2011

J-20,Perpaduan Teknologi AS dan Rusia


PDF Print




J-20 CINA

Thursday, 13 January 2011
BEIJING(SINDO) – China tak bisa dipandang sebelah mata dalam teknologi pesawat siluman.Ini setelah dua hari yang lalu China dilaporkan menguji coba pesawat perdana mereka. Beijing telah menunjukkan taringnya dengan sukses menguji coba pesawat jet tempur berteknologi siluman, yakni J-20.

Pesawat tempur itu menjadi andalan China dalam mempertahankan teritorialnya. Dengan suksesnya uji coba J- 20,musuh bebuyutan Negeri Panda, Amerika Serikat (AS) langsung bersikap waspada dengan perkembangan teknologi militer Negeri Tirai Bambu itu yang dinilai sangat pesat. Informasi yang tidak diragukan menyebutkan teknologi J-20 hampir sama seperti pesawat siluman terbaru AS, yakni F-22 Raptor dan B-2 Spirit.


                                         (F-22 Raptor) USA

Baik J-20 dan pesawat siluman lainnya memiliki teknologi yang membuat mereka tidak dapat dipantau radar musuh dan mampu menghindari sinar laser. Menteri Pertahanan AS Robert Gates pun terkagum-kagum atas teknologi yang dikembangkan China.“ Menurut saya, yang telah kita saksikan adalah mereka (China) bisa jadi sudah lebih maju dari yang diperkirakan intelijen kami dalam membuat pesawat itu,” papar Gates. J-20 itu terbang dari pangkalan udara di Chengdu selama 15 menit pada Selasa (11/1).

                                         (F-35A Lightning II) USA

Jet tempur siluman China memiliki bodi lebih besar dari jet siluman yang sudah ada. J-20 dikemudikan satu orang,dua mesin,serta lebih berat dan besar dari Sukhoi T-50 milik Rusia dan F-22.Menurut Ted Galen Carpenter, seorang ahli pertahanan di Institut Cato,Washington, mengatakan bahwa pesawat tempur China ini tidak akan membawa perubahan.

                                Penerbangan pertama prototipe Sukhoi Pak Fa T-50 Russia
 “Keseimbangan kekuatan dunia tidak akan berubah dalam 10 tahun mendatang.Namun, secara psikologi dan simbol memang penting,” tutur Carpenter. China selama ini terganggu dengan kehadiran militer Amerika di halaman belakang mereka. Sebelumnya, para analis memperkirakan J-20 bakal dirilis pada 2019 mendatang.Yang membuat miris pada pakar pertahanan adalah J-20 memadukan antara teknologi Rusia dan AS.Kekurangan teknologi pesawat siluman AS dan Rusia ditutupi J-20.Rentang sayap dengan lebar 14 meter dan berbobot 36.000 kg membuat pesawat tersebut sangat kokoh.

Dengan bangganya, Beijing mengklaim bahwa teknologi J-20 merupakan buatan anak dalam negeri. Sementara itu, Matthew Buckley, pilot jet tempur Angkatan Laut AS menyebutkan bahwa J-20 memiliki kemampuan siluman.“Pesawat F-18 yang saya terbangkan seperti truk besar dalam radar. Pesawat itu ada kemungkinan sama sekali tidak tampak,”tuturnya. Disisilain,menurutKerryBrown, dari lembaga Chatham House,J-20 menunjukkan kemampuan riset militer China.

“Namun,kemampuan Beijing masih jauh di belakang AS,” ujarnya. Kemampuan J-20 hanya untuk kepentingan pertahanan China dan menekan Taiwan. Sementara itu, Richard Fisher, senior fellowhubungan militer Asia di International Assessment and Strategy Center,lembaga keamanan di Washington menyatakan bahwa pejabat China mengaku program itu bertujuan menandingi F- 22 Raptor. “Pesawat itu memiliki potensi besar mengalahkan F-22 dan jauh lebih unggul dibanding F- 35,”paparnya.

Spesifikasi resmi J-20 memang belum dirilis ke publik secara detail. Jika dibandingkan F-22 Raptor milik AS, J-20 tidak kalah saing.Khusus F-22 Raptor,awalnya diperuntukkan menyaingi pesawat tempur Rusia. Kelebihan utama F-22 salah satunya adalah radar AN/APG-77 AESA yang dirancang untuk operasi superioritas udara dan serangan darat, yang sulit dideteksi pesawat lawan,menggunakan apertur aktif dan dapat melacak beberapa target sekaligus dalam cuaca apapun.

AN/APG-77 mengganti frekuensinya 1.000 kali setiap detik.Ini membuatnya juga sangat sulit dilacak. Radar tersebut juga dapat memfokuskan emisi terhadap sensor lawan dan membuat pesawat lawan mengalami gangguan. Dalam hal kemampuan senjata, F-22 dirancang untuk membawa peluru kendali udara ke udara yang tersimpan secara internal di dalam badan pesawat agar tidak mengganggu kemampuan silumannya.

Pesawat ini juga bisa membawa bom,misalnya, Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small- Diameter Bomb (SDB) yang lebih baru. Untuk senjata cadangan, F- 22 membawa meriam otomatis M61A2 Vulcan 20 mm yang tersimpan di bagian kanan pesawat. Meriam ini membawa 480 butir peluru dan akan habis bila ditembakkan secara terusmenerus selama sekitar lima detik.

Pesawat siluman AS lainnya adalah Northrop Grumman B-2.B-2 berteknologi siluman yang kerap digunakan untuk mengebom. B-2 digunakan dalam tiga peperangan AS,yakni Perang Kosovo pada 1999 saat pesawat siluman tersebut menghancurkan 33% target pengeboman Serbia dalam delapan pekan.B-2 juga menjatuhkan bombom pada rakyat Afghanistan dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara.Dalam perang Irak, B-2 juga turut diterjun dalam operasi tempur udara. Karakteristik B-2 sangat khas.

Pesawat itu mampu melakukan penetrasi ke wilayah musuh tanpa terdeteksi sedikit pun karena mampu meredam radar yang dipancarkan melalui visual atau pun suara. Mesin-mesinnya tertanam di dalam sayap.Namun, sebagian besar spesifikasitidakdiumumkanke publik. Selain B-2,AS juga memiliki F- 35 yang memiliki kemampuan siluman. Pesawat tersebut memiliki kursi tunggal, mesin tunggal, dan merupakan generasi kelima pesawat tempur yang mampu melakukan serangan darat dengan efektif.

Pesawat itu didesain tim industri penerbangan antariksa yang dipimpin Lockheed Martin dan pertama kali terbang pada 15 Desember 2006. Rusia pun tidak kalah. Rusia berusaha menandingi superioritas Amerika Serikat dalam hal kecanggihan pesawat tempur militer berteknologi siluman.Rusia ingin mengangkat kedigdayaan pesawat tempur seperti pada zaman Uni Soviet.Awal tahun lalu, Rusia menguji coba T-50 setelah dua dekade F22-Raptor milik AS menjadi raja di udara.

Pesawat jet militer generasi kelima ini tidak dapat terlihat oleh radar, dan sistem penerbangan maupun sistem persenjataan yang canggih.Pesawat siluman itu juga mampu terbang dalam kecepatan superionik lebih dari 1.200 km/jam. Pesawat T-50 bakal menambah kemampuan pertahanan Rusia karena selama ini hanya AS yang memiliki pesawat jet sejenis. Ingin menjadi pesaing Washington, Moskow berjanji akan membuat 1.000 pesawat tempur siluman dalam empat dekade mendatang.

Rusia mengandalkan India sebagai pelanggan utama pesawat tempur Sukhoi. Ide awal pesawat siluman sebenarnya ditemukan seorang pakar dari Rusia. Ironisnya, kini, Rusia justru berada di belakang AS.Awalnya, ide pesawat siluman ditemukan Pyotr Ufimsev pada 1966 dengan hipotesis berjudul Metode Gelombang Tepian dalam Teori Fisik Difraksi.Ufimtsev adalah ahli yang berpengalaman dalam Institut Rekayasa Radio Moskow. Ufimtsev mengalkulasikan cara- cara baru, yakni membentuk ruang bentuk geometris khusus yang mencerminkan radiasi elektromagnetis.

Dengan menciptakan kalkulasi silang sebuah radar yang mudah dilumpuhkan. Dia menetapkan rumus konfigurasi bersisi dua dimensi, berupa tata cara mengutak-atik komponen dalam sebuah radar. Hasilnya, radar bisa terganggu bila dikacaukan dengan sinar dua dimensi tadi.

Hingga kemudian, pada 1979, Rusia mengembangkan satu pesawat intai dan dari uji coba ternyata berhasil mengecoh radar antipesawat terbang AS di Padang Pasir Nevada. Namun, pada 1976, salinan teknologi pesawat siluman tersebut akhirnya bocor dan jatuh ke tangan AS. Dikembangkan Divisi Teknologi Angkatan Udara Amerika hingga mengembangkan teknologi siluman tersebut dengan hasil nyata,SR-71 Blackbird,F-117, dan B-2. (AFP/Guardian/ andika hm)  
sumber : SINDO
                                          F33 sebelumnya KFX 201 (indonesia- korsel) 
Tidak kalah dengan AS,Russia, dan Cina , Negara kita indonesia bersama sahabat kita Korsel sedang membangun Jet tempur generasi kelima speknya dibawah F35 diatas F16 yang bernama F33 sebelumnya KFX, mudah mudahan dengan begitu RI akan bangkit seperti Korsel dan Cina , mandiri dalam pengadaan alutsistanya dan memberdayakan Industri pertahannnya kusunya PT DI. adapun info F33 adalah sebagai berikut

F-33 (sebelumnya KF-X)
 Tipe Pesawat tempur multifungsi
 Produsen KAI dan Dirgantara Indonesia
 Diperkenalkan direncanakan 2020
 Status Dalam pengembangan
 Pengguna Korea Selatan dan Indonesia

F-33 (sebelumnya KF-X) adalah sebuah program Korea Selatan dan Indonesia untuk mengembangkan pesawat tempur multi-fungsi canggih untuk Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) dan Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara (TNI-AU)[1], program ini dipelopori oleh Korea Selatan dengan Indonesia sebagai mitra utama. Negara-negara lain seperti Turki telah menunjukkan minat dalam kerjasama pengembangan dan produksi pesawat. Ini adalah program pengembangan pesawat tempur kedua Korea Selatan setelah KAI FA-50.
Proyek ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Korea Selatan Kim Dae-Jung pada upacara wisuda di Akademi Angkatan Udara pada Maret 2001. Meskipun persyaratan operasional awal untuk program KF-X seperti yang dinyatakan oleh ADD (Badan Pengembangan Pertahanan) adalah untuk mengembangkan pesawat ber kursi-tunggal, ber mesin jet kembar dan dengan kemampuan siluman (stealth) yang lebih baik dibanding Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon, tapi masih kurang stealth dibanding Lockheed Martin F-35 Lightning II, fokus dari program tersebut telah bergeser untuk memproduksi pesawat tempur dengan kemampuan lebih tinggi dari pesawat tempur kelas KF-16 pada tahun 2020. [2][3]



WIKIPEDIA/INDONESIA DEFENCE

BERITA POLULER