Pages

Monday, April 1, 2013

The First Molniya Made by Vietnam will be Joined to the Navy


 
Project 1241.8 Molniya, the missile boat has length 56.1m, displacement 550 ton (photo : giaoduc)


(ĐVO) - After a startup time and hard work, the first high-speed missile boats Molniya made by Vietnam is going to be joined in the arsenal.

Recently in LIMA 2013 defense exhibition held in Malaysia, Director General Vympel Shipyard , Mr. Oleg Belkov revealed that the first of six high-speed missile boats Molniya (Lightning) under the Project 1241.8 is being built in Vietnam under the Russian license, and will be delivered to customers by the end of 2013.

"Right now, the second one is in the workshop and the third is preparing to play."


Thus, the missile ship is strong as the uncle, "he read," first played by Vietnam may have been launched and run sea trials. In the end of the year, the ship will be delivered to the Navy in Vietnam, contributing to strengthening the fight for the whole fleet.

Vympel Shipbuilding Plant has helped Vietnam in close range missile ships Moniya under Project 1241.8. Vympel and Vietnam provide parts and synchronization details such as radar, weapons, electronic systems for assembly 6 Vietnamese high-speed missile boats Moniya in chain transfer agreement shipbuilding technology under license from Russia.

In the shipbuilding process in Vietnam, with the participation of technical supervision from the Almaz Central Marine Design Bureau in Saint-Petersburg and Vympel Shipyard.


Vietnam plans to close all 10 cruise missiles of this type, of which 6 units are in a contract made under license in Vietnam, the first four ships Molniya be played in Russia and fully handed over to the Vietnam Navy.

Vympel plant started supplying parts and components for the six ships of the Vietnam since 2010 in the framework of the contract and this work will continue until 2016.

According to schedule, late December  2012, combination of science and manufacturing gas tubine Zoria-Ukrainian Mashproekt just completed unit provides gas turbine engine next to Vietnam for installation on Molniya missile ships are packed in the factory.

This is the result of cooperation between ZORYA-Mashproekt (Ukraine) and Vympel Shipbuilding Plant (Russia) on the provision of motor ships, in Khuong suffering agreement Intergovernmental Russia-Ukraine.

According to the plan, until the end of 2013, ZORYA-Mashproekt will ensure complete unit offers four gas turbine engines for Vietnam to ensure the progress of shipbuilding missiles Molniya.

(BaoDatViet)

PT DI Tawarkan Pesawat Casa 212 ke Myanmar



Pesawat NC-212 seri 400 yang diproduksi PT DI (photo : PTDI)

TEMPO.CO , Jakarta:PT Dirgantara Indonesia berencana menawarkan pesawat Casa 212 (C-212) ke Myanmar dalam kunjungan 15 BUMN ke negara itu awal bulan April. "Jumlahnya belum ditentukan (karena) masih ada kendala," kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso dalam pesan singkat singkat kepada Tempo, Sabtu, 30 Maret 2013. "Nanti yang akan menawarkan ke Myanmar itu dari Direktur Marketing kami."

Kendala yang dimaksud adalah masalah komponen. "(Di sana) masih ada masalah embargo untuk komponen Amerika seperti engine dan avionic," katanya. Meski begitu PT DI tetap akan berusaha menawarkan pesawatnya. "Saya dengar Amerika juga menawarkan produk mereka."

Sebanyak 15 BUMN akan pergi ke Myanmar guna menjajaki peluang kerjasama dan bisnis. Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengatakan para delegasi akan ditemani oleh Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Budi menyebutkan beberapa BUMN yang ikut antara lain: PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Timah (Persero), PT Garuda Maintenance Facilities (GMF), PT Bukit Asam (Persero), Perum Bulog, PT Bank BNI (Persero) Tbk , PT Pupuk indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT WIKA (Persero) Tbk. 

"Pertemuan nanti lebih banyak G to G (pertemuan antar pemerintah). Bank Negara Indonesia (BNI) nantinya sebagai koordinator bank lokal. Dan kami akan membuat kantor yang dikoordinasi BNI, Wika, dan Pertamina," katanya.

Casa C-212 Aviocar adalah pesawat berukuran sedang bermesin turboprop yang dirancang dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan sipil dan militer. Pesawat ini telah diproduksi di PT. Dirgantara Indonesia, sebagai satu-satunya perusahaan pesawat pemegang lisensi di luar pabrik produsen utamanya. Pada bulan Januari 2008, EADS CASA memutuskan memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung.


The Jupiters Pukau Masyarakat Langkawi



Penampilan tim aerobatik The Jupiter (all photos : TNI AU)

LANGKAWI -  Penampilan The Jupiter Aerobatic Team TNI Angkatan Udara dihari keempat Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013 (LIMA’13) yang diperuntukan umum memukau ribuan pengunjung khususnya masyarakat Langkawi, Jum’at (29/3).

The Jupiter yang diterbangkan oleh para instruktur penerbang dari Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta, tidak saja memukau masyarakat namun juga para penerbang aerobatik dari Malaysia dan Russia.



“Saya sangat salut formasinya rapi, gerakannya bagus dan jarak antar pesawat terjaga”, ujar Major Shamsul salah satu penerbang aerobatik dari TUDM “Krisakti”.


Hal senada juga dikatakan penerbang aerobatik “Russian Knight” dari Angkatan Udara Russia, sangat sulit aerobatik dengan pesawat bermesin propeler, lebih mudah menggunakan pesawat bermesin jet, ujarnya.



Dihari keempat the Jupiters masih mengandalakan akrobatik andalannya seperti Jupiter Roll, Arraw Head

Loop, Clover Leaf, Leader Benefit, Arraw Head Loop-Break Off, Half Cuban-Jupiter Wheel, Tanggo To Diamond Loop, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Kite Barrel Roll, jupiter Roll Back, Knife Edge dan Arraw Head Loop-Bomb Burst.




The Jupiters dipimpin oleh Letkol Pnb Dedy “Leopard” Susanto, dengan Mayor Pnb Frando “Fennec” Marpaung sebagai Right Wingman, Kapten Pnb I Gusti Ngurah “Greyhound” Adi Brata Left Wingman, Mayor Pnb H.S “Condor” Romas Slot, Mayor Pnb H.M “Razor” Kisha Lead Syncro dan Mayor Pnb Marcellinus “Tiger” Dirgantara sebagai Syncro. 

(PosKota)

Russian Navy Develops New Mini Submarines




Project 865 Piranha L - 28.2m, W - 4.8m, Displacement - 218 ton surface, 319 ton dived, Speed - 7 kts surfaced, Crew - 3 + 6 (photo : Vitaly V Kuzmin)

LANGKAWI  (RIA Novosti) – Russian shipbuilders are working on developing new “super mini” submarines, the United Shipbuilding Corporation state holding company said on Friday.

USC vice president Igor Zakharov said work on the sea craft is in progress at the St. Petersburg-based Malakhit naval machine manufacturing bureau and that Navy command has been showing interest in the project.

Alexander Terenov, an advisor to Malakhit’s general director, said the Project 865 Piranha submersible (NATO reporting name Losos) could go beyond just “hit and run” operations.


“They have a broad range of applications and can carry full-fledged missile and torpedo systems,” Terenov said.

Terenov said the Piranha could also be deployed for the protection of naval installations, and would be operated by small crews and cost little to maintain.

Piranha is a midget submarine designed for special operations and is almost completely silent. Only two Piranha-class submarines were reportedly ever built in Russia.

(RIA Novosti)

1 Kapal Replenishment Oiler dan 2 Kapal LST Ditargetkan Selesai 2014




Desain kapal LST 117m dari galangan kapal DKB yang dipamerkan pada ajang JIDD 2013 (all photos : ARC)

TNI AL Bangun Kapal BCM dan AT

Jakarta, —TNI Angkatan Laut saat ini tengah membangun kapal perang jenis BCM (Bantu Cair Minyak) di galangan kapal PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari. Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Hari Bowo, S.E., M.Sc., melaksanakan peninjauan di galangan I PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (27/3).

Dalam peninjauan tersebut, Wakasal didampingi oleh Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Riry Syeried Jetta selain meninjau pengerjaan kapal BCM di galangan I, juga meninjau pengerjaan  kapal jenis Angkut Tank (Landing Ship Tank) yang dibangun di galangan II. “Saat ini Kapal BCM proses pembangunannya  sudah berjalan 60,27%, dan Kapal Angkut Tank sudah berjalan 37,47% dan 38,31%. Ketiganya merupakan kapal yang dipesan oleh TNI AL dan dijadwalkan akan selesai pada tahun 2014,” kata Dirut PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Riry Syeried Jetta.

Kedua jenis kapal yang tengah dibangun tersebut memiliki spesifikasi sebagai berikut: Kapal Bantu Cair Minyak  (BCM) memiliki panjang keseluruhan 122,40 m, panjang garis tegak 113,90 m, lebar 16,50 m, tinggi 9,00 m, kecepatan maksimal 18 knots, jarak jelajah 7.680 nm, kapasitas muatan cair 5.500 m3, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 6.114 PS, berat baja 2.400 ton, dengan sistem propulsi twin screw dan fixed pitch propeller. Sedangkan spesifikasi Kapal Angkut Tank memiliki panjang keseluruhan 117,00 m, panjang antara garis tegak 107,77 m, lebar 16,40 m, tinggi 7,80 m, kecepatan maksimal 16 knots, jarak jelajah 6.240 NM, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 3.600 HP, dengan sistem propulsi fixed pitch propeller.



Pembuatan kapal ini sebagai tindak lanjut program Kementerian Pertahanan RI yang telah tertuang dalam Kesepakatan Bersama antara Menteri Pertahanan RI dengan Panglima TNI, dan Kepala Kepolisian Negara RI tentang “Revitalisasi Industri Pertahanan” dalam menerapkan Program MEF (Minimum Essential Force). PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari adalah salah satu industri strategis milik pemerintah yang telah mendapat kepercayaan untuk mengerjakan program pemerintah dimaksud, dan juga sebagai upaya dalam memberdayakan industri perkapalan dalam negeri untuk membangun alutsista TNI.

Sementara itu, Wakasal Laksamana Madya TNI Hari Bowo, S.E., M.Sc. dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa maksud peninjauannya adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana perkembangan pengerjaan kapal tersebut, serta ingin melihat pemenuhan terhadap kriteria yang dipesan, baik spesifikasi teknis, kualitas, serta keamanannya (zero accident). “Saya harap pengerjaan kapal ini sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan, serta senantiasa memperhatikan kualitas dan keamanan pengerjaannya,” kata Wakasal.

Turut mendampingi Wakasal dalam peninjauan ini adalah Asisten Logistik Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto, Kadismatal Laksamana Pertama TNI Ir. Bambang Naryono, M.M., Kadiskomlekal Laksamana Pertama TNI Ir. Yuhastihar, Kadissenlekal Laksmana Pertama TNI Bambang Sugeng, S.E., Kadislaikmatal Laksamana Pertama TNI Ir. Harry Pratomo, dan Kadisadal Kolonel Laut (E) Agus Setiadji.

(TNI AL)

Myanmar Parliament Approves Controversial Defense Budget

29 Maret 2013

MiG-29 Fulcrum (photo : Radzi Desa)

RANGOON—Burma’s Union Parliament approved the government’s US $1.15 billion military budget on Friday with an overwhelming majority. More than $600 million will be spent on military hardware, accounting for over half of the controversial budget this year, according to documents obtained by The Irrawaddy.

In a joint vote by the Upper House and Lower House in Naypyidaw, 445 parliamentarians voted in support of the proposed military budget, 60 voted for a reduction of the budget and 7 MPs abstained.

The budget approval will again make the military by far the largest recipient of public funds, granting it more than one-fifth of the total budget—slightly lower than the amount it was awarded last year.

By comparison, this year’s proposed national budget allocates just 4.4 percent of government funds to education and 3.9 percent to health care in the impoverished country, according to opposition MPs.

Steven Thar Bate, an MP with the Chin National Party, had proposed a reduction of military spending to 17 percent of the overall national budget, but his proposal was rejected by the Union Parliament, where the military still holds sway.

Under the 2008 Constitution, military appointees hold 25 percent of seats in Parliament. Many other MPs with the ruling Union Solidarity and Development Party are former members of the armed forces.

It is the first time however, that the Ministry of Defense has shared details of its annual military budget.

Nanchang A-5C Fantan (photo : Radzi Desa)

The documents show that it will spend about $631.1 million on military hardware, with about $200 million going to aircraft, $93 million on ships, $30 million on military vehicles, $195 million on military accessories, $112 million on military industries and $1.1 million on weapons.

The remainder of the budget will go on construction projects, including the building of army bases, roads, military-owned businesses and maintaining military universities and schools.

Although it is thought to be a minor decrease on previous budgets, but the size of expenditure – accounting for 21 percent of the total budget – remains controversial.

Figures from the Stockholm International Peace Research Institute show there are only four other countries that spend over 20 percent of their government budget on defense: Afghanistan, Saudi Arabia, UAE and Singapore.

Moreover, the government’s figures may represent only part of military spending. Under the Special Funds Law enacted in March 2011, the military is able to access additional funds without parliamentary oversight. This can include the use of Burma’s abundant natural resources to pay for military hardware purchased abroad.

Chengdu F-7M Airguard (photo : Radzi Desa)

A report by IHS Jane’s, a London-based defense consultancy, this week stated: “Both Moscow and Beijing are known to favor military deals based on deliveries of natural gas and such a payment mechanism is likely to have underpinned major recent deals.”

Earlier this week opposition MPs criticized the high spending on defense.

“The government should use more money for education and health sectors,” said Dr Saw Naing, a senior member of the National League for Democracy from South Okkalapa Township.

Another opposition MP from the Upper Hose, who declined to be named, said that officers in Parliament had approached the opposition to support the defense budget.

“Some of the military MPs unofficially request us not to reduce budget because it is already the lowest among neighboring countries,” he said. “They also said that reducing military budget will hurt national security. I think what they said is right.”

(Irrawady)

Malaysian Prime Minister is Interested PAK FA



PAK FA fifth generation fighter (photo : RIA Novosti)

Langkawi (RIA Novosti) -  Malaysian Prime Minister was interested in the Russian fifth generation fighter T-50 (PAK FA), said Air Force Commander Viktor Bondarev at the air show LIMA -2013.

"Development Program for the PAK FA is underway. Yesterday met with Malaysian Prime Minister - he was very interested in the aircraft," - said the commander in chief.

Answering the question of when the PAK FA to be delivered to the Russian Army, Bondarev said: "As you know, these new machines are now actively being tested, and in 2016 the first aircraft expected to begin flowing to the troops."

Earlier this Airshow deputy director of "Rosoboronexport" Victor Komardin said Royal Malaysian Air Force would be inappropriate to adopt and buy a Russian fifth-generation fighter, but Moscow will continue to advance in this country modernized versions of the Su-30 MKM.

(RIA Novosti)

Wednesday, March 27, 2013

Tinggalkan Super Puma, PT DI Buat Helikopter Berteknologi Tinggi


 
 Foto: Feby-detikFinance
Langkawi - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tidak lagi memproduksi helikopter mewah dan canggih Super Puma NAS332C1. BUMN ini sedang memproduksi helikopter berteknologi tinggi dan lebih canggih yakni EC-725-Cougar.

"Kita tidak lagi produksi Super Puma, kita tinggalkan itu. Memang Super Puma ini saja helikopternya canggih, sekelas Mercy kalau di merek mobil," ucap Direktur Utama PT DI Budi Santoso ditemui di 12th Langkawi International Maritime & Exhibition 2013 (LIMA '13), Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Dikatakan Budi, saat ini sudah ada helikopter bertekonolgi yang lebih baru lagi yakni Helikopter Cougar yang jauh lebih canggih.

"Kita sekarang memproduksi Cougar EC-725, tekonologi dan peralatannya jauh lebih bagus dibandingkan Super Puma. Ya seperti mobil kijang, kan dari kapsul makin tahun ada pembaruan. Nah Cougar ini generasi terbaru helikopter di kelas heavy," ungkap Budi.

Diakui Budi, helikopter Cougar ini memang tidak 100% buatan PT DI sendiri. "Justru Cougar ini lisensinya dan desainnya punya EuroCopter, sama seperti Super Puma yang punya Eurocopter, tapi dari desain menuju produksi kami yang melakukan, seperti pembuatan hampir seluruh bagian badan helikopter seperti fuselage and tail boom," terangnya.

Saat ini PT DI sedang mengerjakan 6 helikopter Cougar pesanan TNI yang rencananya akan selesai dikerjakan pada 2014

sumber : detik

Tiga Kapal Perang Latihan Penembakan




27 Maret 2013, Jakarta: Tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang dipimpin Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Pratugas (Latpratugas) Siaga Tempur Laut (Purla) XIII/13 Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, S.E., yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Bantu (Dansatban) Koarmabar melakukan penembakan RBU dan Meriam Kaliber 57 mm dalam serial Latihan Pratugas (Latpratugas) Siaga Purla XIII/13 di perairan Laut Jawa, Rabu (27/3).

Ketiga kapal perang yang terlibat latihan tersebut masing-masing dua KRI berasal dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmabar yakni KRI Imam Bonjol (IBL-383) dan KRI Silas Papare (SRE-386) serta satu KRI dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmabar yakni KRI Teluk Celukan Bawang (TCB-532).

Selain melaksanakan latihan penembakan RBU dan meriam Kaliber 57 mm, ketiga kapal tersebut juga melaksanakan penembakan meriam kaliber 20 mm serta SSI kaliber 5,56 mm. Sehari sebelumnya kapal-kapal perang tersebut melaksanakan latihan peran melewati medan ranjau, RAS, formasi KRI serta peran kebakaran. Kemudian melaksanakan latihan peran pemeriksaan kapal yang merupakan latihan terakhir sebelum kapal-kapal perang tersebut kembali ke Pangkalan Pondok Dayung.

Latihan Pratugas yang dilaksanakan Koarmabar tersebut merupakan suatu bentuk latihan operasi tempur laut dengan memproyeksikan gelar unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari KRI, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan didukung oleh pangkalan-pangkalan TNI Angkatan Laut. Pelaksanaan Latihan Pratugas merupakan wujud dari tanggung jawab, pengabdian dan loyalitas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, Latihan Pratugas ini juga sebagai sarana uji terampil guna meningkatkan kualitas, kemampuan dan profesionalisme prajurit serta menjalin kerja sama antar unsur-unsur Koarmabar dalam tugas operasi tempur laut.

Sumber: Dispenarmabar

Koarmatim Gelar Latihan Operasi Amfibi



27 Maret 2013, Surabaya: Sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III tahun 2013, Koarmatim menggelar Latihan Operasi Amfibi berupa latihan operasi pendaratan peralatan tempur, pendaratan administrasi dan pasukan di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu pagi (27/3). Latihan operasi pendaratan ini melibatkan tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang dimiliki Pasukan Marinir dan kapal perang dari berbagai satuan jajaran Koarmatim. Latihan ini ditinjau langsung oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, Pangkoopsau 2 Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna, Komandan Kormar Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Komandan Pasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S dan Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang Marsekal Pertama TNI Gutomo serta pejabat TNI terkait.

Sebanyak 14 kapal perang dari berbagai satuan dilibatkan dalam latihan ini, antara lain kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Penyapu Ranjau dan Satuan Kapal Bantu, termasuk satu Tim Komando Pasukan Katak dari Satkopaska Koarmatim dan 2 unsur dari Koarmabar.

Korps Marinir TNI AL melibatkan lebih dari 2000 prajuritnya termasuk material tempur yang dimiliki, diantaranya 15 unit BMP-3F, 25 unit BTR-50, 4 unit LVT-7, 6 unit KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Arteleri), 2 unit BVP-2, 4 unit Howitzer 105 mm, 2 unit RM 70 Grad serta 16 perahu karet yang semuanya diangkut oleh KRI Makasar-590, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cenderawasih-533, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Teluk Sabang-544. Untuk kegiatan air surveillance dan medical evacuation exercise dalam latihan ini didukung 3 Helikopter Bell dan 1 Helikopter Bolcow dari Puspenerbal Juanda.

Operasi pendaratan dilaksanakan sebelum fajar nampak di ufuk timur. Tepat jam “J”, Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi Laksamana Pertama TNI Wuspo Lukito, S.E. memberikan taklimat “Daratkan ….Pasukan Pendarat….”. Mendengar perintah tersebut Batalyon Tim Pendarat menindak lanjuti dengan mempersiapkan kendaraan tempur amfibi untuk memulai aksi pendaratan. Persiapan ini didahului dengan keluarnya kendaraan tempur amfibi Marinir berupa tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang mengangkut peralatan tempur dan pasukan.

Pendaratan amfibi dibagi dalam empat gelombang dengan didahului pasukan pengamanan pantai pendaratan dari Kopaska Koarmatim. Setelah pantai dinyatakan aman, gelombang satu bergerak menuju pantai pendaratan diikuti gelombang berikutnya. Raungan mesin tank-tank tempur menggema memecah kesunyian pagi di pantai Banongan yang masih gelap. Tak lama kemudian terdengar dentuman meriam yang keluar dari senjata Arteleri sebagai bantuan tembakan arteleri dan tembakan dari Howitzer dan Rudal RM Grad 70. Bantuan tembakan ini dari pantai Banongan diarahkan ke sasaran sejauh 14 Km yang berada di daerah latihan tempur Marinir Baluran. Kemudian disusul bantuan tembakan dari udara oleh pesawat tempur TNI AU F-16 dan Sukhoi serta pesawat pembom.



Dentuman meriam dan ledakan bom membahana di wilayah Puslatpur Marinir Baluran. Akhirnya daerah pantai dan sekitarnya berhasil diduduki oleh pasukan Marinir dan dilanjutkan operasi penyerbuan oleh prajurit infanteri marinir karena masih ada perlawanan dari kelompok musuh secara sporadis. Setelah satu jam pelaksanaan operasi pendaratan dinyatakan berhasil, hal ini ditandai dengan telah berhasilnya pendaratan administrasi sebagai akhir dari sebuah operasi pendaratan amfibi.



Latihan operasi pendaratan (Latopsfib) sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan pembinaan kekuatan, dan untuk menjaga kesiapan tempur Alutsista yang dimiliki serta melatih presonel yang mengawakinya, juga untuk mengukur kemampuan kesatuan dalam mendukung kesiapan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari Kapal Perang, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan Pangkalan TNI AL, mengaplikasikan proses perencanaan operasi amfibi dan untuk melatih komando dan pengendalian operasi amfibi yang melibatkan pasukan marinir dalam pelaksanaan manuver lapangan. Latihan Parsial Tingkat III ini merupakan bagian dari persiapan dalam menghadapi latihan Gabungan TNI 2013 yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang.

Selain melaksanakan latihan operasi pendaratan di wilayah pantai Banongan, Koarmatim juga melaksanakan bhakti sosial bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah latihan. Bhakti sosial ini berupa pelayanan kesehatan secara gratis yang ditujukan kepada warga di tiga desa yaitu desa Lesung, Melik dan Sumberejo 1 sebanyak 250 KK. Bhakti kesehatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat, ini dapat dilihat warga sudah nampak berkumpul sejak pagi untuk mendapat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan poli umum dan poli gigi serta pemeriksaan mata yang didukung dari tenaga medis dan dokter dari Dinas Kesehatan Lantamal V dan Dinas Kesehatan Koarmatim.

Sumber: Dispenarmatim

Indonesia Jalin Kerjasama Pertahanan dengan Sejumlah Negara Sahabat



21 Maret 2013, Jakarta: Selain menjadi ajang saling bertukar pikiran dalam menghadapi tantangan global saat ini, Forum JIDD 2013 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI juga menjadi ajang pertemuan bagi pemimpin-pemimpin pertahanan dan militer dari berbagai negara guna meningkatkan saling kepercayaan dan mempererat hubungan kerjasama pertahanan.

“Hampir semua delegasi itu memanfaatkan untuk bertemu dan berkonsultasi dalam rangka meng-up-date posisi dari Defense Cooperation baik antara Indonesia dengan delegasi negara lain, maupun antar delegasi dari suatu negara dengan delegasi negara lain”, ungkap Wamenhan RI Sjaafrie Sjamsoeddin usai menerima kunjungan Wamenhan China Lieut. Gen. Qi Jianguo dilanjutkan dengan Wamenhan Iran Brigjen Kalantari , Kamis (21/3) di JCC, Jakarta.

Terkiat dengan pertemuannya dengan Wamenhan China, Wamenhan RI menjelaskan bahwa Indonesia dan China sepakat untuk mengkorfirmasikan kegiatan - kegiatan kerjasama di bidang pertahanan di tahun 2013 dan 2014 yaitu dengan meningkatkan jumlah kegiatan capacity building yang terdiri dari latihan kedua militer baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara.

Selain itu, China juga memberikan peluang bagi para perwira TNI mulai dari tingkat perwira pertama sampai dengan perwira tinggi untuk mengikuti pendidikan di Beijing. Pihak Kemhan China juga turut berkontribusi dalam pembangunan Peace Keeping Centre yang sedang dibangun oleh Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan dan mempererat hubungan kerjasama pertahanan kedua negara, menurut Wamenhan pada tahun ini Menhan China dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia, setelah China mengadakan pergantian kepemimpinan tingkat nasional yang kini sedang berlangsung. “Kita akan memantapkan kegiatan bilateral meeting antara Kemhan RI dan Kemhan China”, ungkap Wamenhan.

Indonesia – Iran Akan Adakan Kolaborasi di Bidang Riset dan Teknologi Pertahanan

Sementara terkait dengan pertemuannya dengan Wamenhan Iran, Wamenhan RI menjelaskan bahwa pertemuan tersebut antara lain membicarakan berbagai hal untuk menjajaki sejumlah peluang kerjasama pertahanan sebagai tindak lanjut dari pertemuan dari kedua pemimpin pemerintahan.

Secara khusus kedua Wamenhan dalam kesempatan tersebut membicarakan peluang kerjasama di bidang industri pertahanan dimana Wamenhan Iran menginformasikan sejumlah perkembangan teknologi pertahananannya mulai dari tingkat menengah sampai kepada tingkat teknologi tinggi. Sedangkan Wamenhan RI menyampaikan bahwa saat ini Indonesia juga sedang memulai pembangunan industri pertahanan dalam negeri .

“Jadi kita akan mengadakan suatu kolaborasi di bidang riset dan teknologi pertahanan yang sudah dirancang oleh Kemenristek dimana Kemhan juga akan berada didalamnya”, ungkap Wamenhan RI.

Selain menerima Wamenhan China dan Wamenhan Iran, sebelumnya pada hari pertama penyelenggaraan JIDD 2013, Rabu (20/3) Wamenhan RI telah menerima Commander of King Faisal Naval Base (Jeddah) Rear Admiral Staff Mueidh Bin Abdulrahman Alshamrani, Wamenhan Brunei Darussalam Dato Paduka Haji Mustappa bin Haji Sirat, DPMB, SMB, PJK, PIKB, BA, dan Spanish Secretary General of Defense Policy D. Alejandro Enrique Alvaro Gonzalez San Martin.

Selama dua hari penyelenggaraan JIDD 2013, pejabat Kemhan RI baik Menhan Purnomo Yusgiantoro, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekjen Letjen TNI Budiman menerima sejumlah Delegasi dari negara sahabat yang turut berpartisipasi dalam JIDD 2013. Dalam pertemuan dengan sejumlah delegasi yang merupakan pejabat tinggi pertahanan dari negara sahabat, dibicarakan upaya – upaya meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan Indonesia dengan negara sahabat.

Laos dan Philipina Jalin Kerjasama di Bidang Industri Pertahanan dan Patroli Bersama

Sekjen Kemhan Letjen TNI Budiman, Kamis (21/3) melakukan courtesy call (CC) dengan delegasi Laos dalam forum JIDD 2013 pimpinan Permanent Secretary, Ministry of National Defence Brigadir Onesy Sensouk, di JCC. Dalam kesempatan tersebut delegasi Laos mengharapkan pertemuan ini dapat menjadi media untuk memperkuat hubungan dan kerjasama diplomatik kedua negara.

Setelah melihat produk-produk unggulan industri pertahanan Indonesia dalam The Asia-Pacific Security & Defense Expo (APSDEX) JIDD 2013, delegasi Laos berniat untuk melakukan kerjasama dengan industri pertahanan Indonesia khususnya dalam pengadaan perlengkapan bagi Angkatan Darat dan kendaraan tempur yang merupakan produksi PT Pindad, PT Sritex dan PT Langit Biru. Selanjutnya di masa depan, delegasi Laos berniat untuk melakukan kerjasama dengan industri pertahanan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Sekjen Kemhan RI juga menerima delegasi Philipina yang dipimpin Undersecretary for Legal and Legislative Affairs and Strategic Concerns, Ministry of Defence Pio Lorenzo F. Batino.

Sekjen Kemhan mengatakan forum ini dapat memperkuat hubungan kedua negara. Kedua negara telah menjalin koordinasi di bidang maritim dan patroli bersama di wilayah Sulawesi dan masih banyak kerjasama lainnya seperti kerjasama di bidang pelatihan dan pendidikan serta pertukaran siswa.

Sumber: DMC

Tiga Kapal Perang Latihan Penembakan




27 Maret 2013, Jakarta: Tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang dipimpin Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Pratugas (Latpratugas) Siaga Tempur Laut (Purla) XIII/13 Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, S.E., yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Bantu (Dansatban) Koarmabar melakukan penembakan RBU dan Meriam Kaliber 57 mm dalam serial Latihan Pratugas (Latpratugas) Siaga Purla XIII/13 di perairan Laut Jawa, Rabu (27/3).

Ketiga kapal perang yang terlibat latihan tersebut masing-masing dua KRI berasal dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmabar yakni KRI Imam Bonjol (IBL-383) dan KRI Silas Papare (SRE-386) serta satu KRI dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmabar yakni KRI Teluk Celukan Bawang (TCB-532).

Selain melaksanakan latihan penembakan RBU dan meriam Kaliber 57 mm, ketiga kapal tersebut juga melaksanakan penembakan meriam kaliber 20 mm serta SSI kaliber 5,56 mm. Sehari sebelumnya kapal-kapal perang tersebut melaksanakan latihan peran melewati medan ranjau, RAS, formasi KRI serta peran kebakaran. Kemudian melaksanakan latihan peran pemeriksaan kapal yang merupakan latihan terakhir sebelum kapal-kapal perang tersebut kembali ke Pangkalan Pondok Dayung.

Latihan Pratugas yang dilaksanakan Koarmabar tersebut merupakan suatu bentuk latihan operasi tempur laut dengan memproyeksikan gelar unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari KRI, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan didukung oleh pangkalan-pangkalan TNI Angkatan Laut. Pelaksanaan Latihan Pratugas merupakan wujud dari tanggung jawab, pengabdian dan loyalitas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, Latihan Pratugas ini juga sebagai sarana uji terampil guna meningkatkan kualitas, kemampuan dan profesionalisme prajurit serta menjalin kerja sama antar unsur-unsur Koarmabar dalam tugas operasi tempur laut.

Sumber: Dispenarmabar

Koarmatim Gelar Latihan Operasi Amfibi



27 Maret 2013, Surabaya: Sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III tahun 2013, Koarmatim menggelar Latihan Operasi Amfibi berupa latihan operasi pendaratan peralatan tempur, pendaratan administrasi dan pasukan di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu pagi (27/3). Latihan operasi pendaratan ini melibatkan tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang dimiliki Pasukan Marinir dan kapal perang dari berbagai satuan jajaran Koarmatim. Latihan ini ditinjau langsung oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, Pangkoopsau 2 Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna, Komandan Kormar Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Komandan Pasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S dan Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang Marsekal Pertama TNI Gutomo serta pejabat TNI terkait.

Sebanyak 14 kapal perang dari berbagai satuan dilibatkan dalam latihan ini, antara lain kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Penyapu Ranjau dan Satuan Kapal Bantu, termasuk satu Tim Komando Pasukan Katak dari Satkopaska Koarmatim dan 2 unsur dari Koarmabar.

Korps Marinir TNI AL melibatkan lebih dari 2000 prajuritnya termasuk material tempur yang dimiliki, diantaranya 15 unit BMP-3F, 25 unit BTR-50, 4 unit LVT-7, 6 unit KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Arteleri), 2 unit BVP-2, 4 unit Howitzer 105 mm, 2 unit RM 70 Grad serta 16 perahu karet yang semuanya diangkut oleh KRI Makasar-590, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cenderawasih-533, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Teluk Sabang-544. Untuk kegiatan air surveillance dan medical evacuation exercise dalam latihan ini didukung 3 Helikopter Bell dan 1 Helikopter Bolcow dari Puspenerbal Juanda.

Operasi pendaratan dilaksanakan sebelum fajar nampak di ufuk timur. Tepat jam “J”, Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi Laksamana Pertama TNI Wuspo Lukito, S.E. memberikan taklimat “Daratkan ….Pasukan Pendarat….”. Mendengar perintah tersebut Batalyon Tim Pendarat menindak lanjuti dengan mempersiapkan kendaraan tempur amfibi untuk memulai aksi pendaratan. Persiapan ini didahului dengan keluarnya kendaraan tempur amfibi Marinir berupa tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang mengangkut peralatan tempur dan pasukan.

Pendaratan amfibi dibagi dalam empat gelombang dengan didahului pasukan pengamanan pantai pendaratan dari Kopaska Koarmatim. Setelah pantai dinyatakan aman, gelombang satu bergerak menuju pantai pendaratan diikuti gelombang berikutnya. Raungan mesin tank-tank tempur menggema memecah kesunyian pagi di pantai Banongan yang masih gelap. Tak lama kemudian terdengar dentuman meriam yang keluar dari senjata Arteleri sebagai bantuan tembakan arteleri dan tembakan dari Howitzer dan Rudal RM Grad 70. Bantuan tembakan ini dari pantai Banongan diarahkan ke sasaran sejauh 14 Km yang berada di daerah latihan tempur Marinir Baluran. Kemudian disusul bantuan tembakan dari udara oleh pesawat tempur TNI AU F-16 dan Sukhoi serta pesawat pembom.



Dentuman meriam dan ledakan bom membahana di wilayah Puslatpur Marinir Baluran. Akhirnya daerah pantai dan sekitarnya berhasil diduduki oleh pasukan Marinir dan dilanjutkan operasi penyerbuan oleh prajurit infanteri marinir karena masih ada perlawanan dari kelompok musuh secara sporadis. Setelah satu jam pelaksanaan operasi pendaratan dinyatakan berhasil, hal ini ditandai dengan telah berhasilnya pendaratan administrasi sebagai akhir dari sebuah operasi pendaratan amfibi.



Latihan operasi pendaratan (Latopsfib) sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan pembinaan kekuatan, dan untuk menjaga kesiapan tempur Alutsista yang dimiliki serta melatih presonel yang mengawakinya, juga untuk mengukur kemampuan kesatuan dalam mendukung kesiapan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari Kapal Perang, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan Pangkalan TNI AL, mengaplikasikan proses perencanaan operasi amfibi dan untuk melatih komando dan pengendalian operasi amfibi yang melibatkan pasukan marinir dalam pelaksanaan manuver lapangan. Latihan Parsial Tingkat III ini merupakan bagian dari persiapan dalam menghadapi latihan Gabungan TNI 2013 yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang.

Selain melaksanakan latihan operasi pendaratan di wilayah pantai Banongan, Koarmatim juga melaksanakan bhakti sosial bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah latihan. Bhakti sosial ini berupa pelayanan kesehatan secara gratis yang ditujukan kepada warga di tiga desa yaitu desa Lesung, Melik dan Sumberejo 1 sebanyak 250 KK. Bhakti kesehatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat, ini dapat dilihat warga sudah nampak berkumpul sejak pagi untuk mendapat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan poli umum dan poli gigi serta pemeriksaan mata yang didukung dari tenaga medis dan dokter dari Dinas Kesehatan Lantamal V dan Dinas Kesehatan Koarmatim.

Sumber: Dispenarmatim

Indonesia Jalin Kerjasama Pertahanan dengan Sejumlah Negara Sahabat



21 Maret 2013, Jakarta: Selain menjadi ajang saling bertukar pikiran dalam menghadapi tantangan global saat ini, Forum JIDD 2013 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI juga menjadi ajang pertemuan bagi pemimpin-pemimpin pertahanan dan militer dari berbagai negara guna meningkatkan saling kepercayaan dan mempererat hubungan kerjasama pertahanan.

“Hampir semua delegasi itu memanfaatkan untuk bertemu dan berkonsultasi dalam rangka meng-up-date posisi dari Defense Cooperation baik antara Indonesia dengan delegasi negara lain, maupun antar delegasi dari suatu negara dengan delegasi negara lain”, ungkap Wamenhan RI Sjaafrie Sjamsoeddin usai menerima kunjungan Wamenhan China Lieut. Gen. Qi Jianguo dilanjutkan dengan Wamenhan Iran Brigjen Kalantari , Kamis (21/3) di JCC, Jakarta.

Terkiat dengan pertemuannya dengan Wamenhan China, Wamenhan RI menjelaskan bahwa Indonesia dan China sepakat untuk mengkorfirmasikan kegiatan - kegiatan kerjasama di bidang pertahanan di tahun 2013 dan 2014 yaitu dengan meningkatkan jumlah kegiatan capacity building yang terdiri dari latihan kedua militer baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara.

Selain itu, China juga memberikan peluang bagi para perwira TNI mulai dari tingkat perwira pertama sampai dengan perwira tinggi untuk mengikuti pendidikan di Beijing. Pihak Kemhan China juga turut berkontribusi dalam pembangunan Peace Keeping Centre yang sedang dibangun oleh Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan dan mempererat hubungan kerjasama pertahanan kedua negara, menurut Wamenhan pada tahun ini Menhan China dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia, setelah China mengadakan pergantian kepemimpinan tingkat nasional yang kini sedang berlangsung. “Kita akan memantapkan kegiatan bilateral meeting antara Kemhan RI dan Kemhan China”, ungkap Wamenhan.

Indonesia – Iran Akan Adakan Kolaborasi di Bidang Riset dan Teknologi Pertahanan

Sementara terkait dengan pertemuannya dengan Wamenhan Iran, Wamenhan RI menjelaskan bahwa pertemuan tersebut antara lain membicarakan berbagai hal untuk menjajaki sejumlah peluang kerjasama pertahanan sebagai tindak lanjut dari pertemuan dari kedua pemimpin pemerintahan.

Secara khusus kedua Wamenhan dalam kesempatan tersebut membicarakan peluang kerjasama di bidang industri pertahanan dimana Wamenhan Iran menginformasikan sejumlah perkembangan teknologi pertahananannya mulai dari tingkat menengah sampai kepada tingkat teknologi tinggi. Sedangkan Wamenhan RI menyampaikan bahwa saat ini Indonesia juga sedang memulai pembangunan industri pertahanan dalam negeri .

“Jadi kita akan mengadakan suatu kolaborasi di bidang riset dan teknologi pertahanan yang sudah dirancang oleh Kemenristek dimana Kemhan juga akan berada didalamnya”, ungkap Wamenhan RI.

Selain menerima Wamenhan China dan Wamenhan Iran, sebelumnya pada hari pertama penyelenggaraan JIDD 2013, Rabu (20/3) Wamenhan RI telah menerima Commander of King Faisal Naval Base (Jeddah) Rear Admiral Staff Mueidh Bin Abdulrahman Alshamrani, Wamenhan Brunei Darussalam Dato Paduka Haji Mustappa bin Haji Sirat, DPMB, SMB, PJK, PIKB, BA, dan Spanish Secretary General of Defense Policy D. Alejandro Enrique Alvaro Gonzalez San Martin.

Selama dua hari penyelenggaraan JIDD 2013, pejabat Kemhan RI baik Menhan Purnomo Yusgiantoro, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekjen Letjen TNI Budiman menerima sejumlah Delegasi dari negara sahabat yang turut berpartisipasi dalam JIDD 2013. Dalam pertemuan dengan sejumlah delegasi yang merupakan pejabat tinggi pertahanan dari negara sahabat, dibicarakan upaya – upaya meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan Indonesia dengan negara sahabat.

Laos dan Philipina Jalin Kerjasama di Bidang Industri Pertahanan dan Patroli Bersama

Sekjen Kemhan Letjen TNI Budiman, Kamis (21/3) melakukan courtesy call (CC) dengan delegasi Laos dalam forum JIDD 2013 pimpinan Permanent Secretary, Ministry of National Defence Brigadir Onesy Sensouk, di JCC. Dalam kesempatan tersebut delegasi Laos mengharapkan pertemuan ini dapat menjadi media untuk memperkuat hubungan dan kerjasama diplomatik kedua negara.

Setelah melihat produk-produk unggulan industri pertahanan Indonesia dalam The Asia-Pacific Security & Defense Expo (APSDEX) JIDD 2013, delegasi Laos berniat untuk melakukan kerjasama dengan industri pertahanan Indonesia khususnya dalam pengadaan perlengkapan bagi Angkatan Darat dan kendaraan tempur yang merupakan produksi PT Pindad, PT Sritex dan PT Langit Biru. Selanjutnya di masa depan, delegasi Laos berniat untuk melakukan kerjasama dengan industri pertahanan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Sekjen Kemhan RI juga menerima delegasi Philipina yang dipimpin Undersecretary for Legal and Legislative Affairs and Strategic Concerns, Ministry of Defence Pio Lorenzo F. Batino.

Sekjen Kemhan mengatakan forum ini dapat memperkuat hubungan kedua negara. Kedua negara telah menjalin koordinasi di bidang maritim dan patroli bersama di wilayah Sulawesi dan masih banyak kerjasama lainnya seperti kerjasama di bidang pelatihan dan pendidikan serta pertukaran siswa.

Sumber: DMC

Tiga Kapal Perang Latihan Penembakan




27 Maret 2013, Jakarta: Tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang dipimpin Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Pratugas (Latpratugas) Siaga Tempur Laut (Purla) XIII/13 Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, S.E., yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Bantu (Dansatban) Koarmabar melakukan penembakan RBU dan Meriam Kaliber 57 mm dalam serial Latihan Pratugas (Latpratugas) Siaga Purla XIII/13 di perairan Laut Jawa, Rabu (27/3).

Ketiga kapal perang yang terlibat latihan tersebut masing-masing dua KRI berasal dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmabar yakni KRI Imam Bonjol (IBL-383) dan KRI Silas Papare (SRE-386) serta satu KRI dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmabar yakni KRI Teluk Celukan Bawang (TCB-532).

Selain melaksanakan latihan penembakan RBU dan meriam Kaliber 57 mm, ketiga kapal tersebut juga melaksanakan penembakan meriam kaliber 20 mm serta SSI kaliber 5,56 mm. Sehari sebelumnya kapal-kapal perang tersebut melaksanakan latihan peran melewati medan ranjau, RAS, formasi KRI serta peran kebakaran. Kemudian melaksanakan latihan peran pemeriksaan kapal yang merupakan latihan terakhir sebelum kapal-kapal perang tersebut kembali ke Pangkalan Pondok Dayung.

Latihan Pratugas yang dilaksanakan Koarmabar tersebut merupakan suatu bentuk latihan operasi tempur laut dengan memproyeksikan gelar unsur-unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari KRI, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan didukung oleh pangkalan-pangkalan TNI Angkatan Laut. Pelaksanaan Latihan Pratugas merupakan wujud dari tanggung jawab, pengabdian dan loyalitas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, Latihan Pratugas ini juga sebagai sarana uji terampil guna meningkatkan kualitas, kemampuan dan profesionalisme prajurit serta menjalin kerja sama antar unsur-unsur Koarmabar dalam tugas operasi tempur laut.

Sumber: Dispenarmabar

Koarmatim Gelar Latihan Operasi Amfibi



27 Maret 2013, Surabaya: Sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III tahun 2013, Koarmatim menggelar Latihan Operasi Amfibi berupa latihan operasi pendaratan peralatan tempur, pendaratan administrasi dan pasukan di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu pagi (27/3). Latihan operasi pendaratan ini melibatkan tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang dimiliki Pasukan Marinir dan kapal perang dari berbagai satuan jajaran Koarmatim. Latihan ini ditinjau langsung oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, Pangkoopsau 2 Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna, Komandan Kormar Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Komandan Pasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S dan Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang Marsekal Pertama TNI Gutomo serta pejabat TNI terkait.

Sebanyak 14 kapal perang dari berbagai satuan dilibatkan dalam latihan ini, antara lain kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Penyapu Ranjau dan Satuan Kapal Bantu, termasuk satu Tim Komando Pasukan Katak dari Satkopaska Koarmatim dan 2 unsur dari Koarmabar.

Korps Marinir TNI AL melibatkan lebih dari 2000 prajuritnya termasuk material tempur yang dimiliki, diantaranya 15 unit BMP-3F, 25 unit BTR-50, 4 unit LVT-7, 6 unit KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Arteleri), 2 unit BVP-2, 4 unit Howitzer 105 mm, 2 unit RM 70 Grad serta 16 perahu karet yang semuanya diangkut oleh KRI Makasar-590, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cenderawasih-533, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Teluk Sabang-544. Untuk kegiatan air surveillance dan medical evacuation exercise dalam latihan ini didukung 3 Helikopter Bell dan 1 Helikopter Bolcow dari Puspenerbal Juanda.

Operasi pendaratan dilaksanakan sebelum fajar nampak di ufuk timur. Tepat jam “J”, Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi Laksamana Pertama TNI Wuspo Lukito, S.E. memberikan taklimat “Daratkan ….Pasukan Pendarat….”. Mendengar perintah tersebut Batalyon Tim Pendarat menindak lanjuti dengan mempersiapkan kendaraan tempur amfibi untuk memulai aksi pendaratan. Persiapan ini didahului dengan keluarnya kendaraan tempur amfibi Marinir berupa tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang mengangkut peralatan tempur dan pasukan.

Pendaratan amfibi dibagi dalam empat gelombang dengan didahului pasukan pengamanan pantai pendaratan dari Kopaska Koarmatim. Setelah pantai dinyatakan aman, gelombang satu bergerak menuju pantai pendaratan diikuti gelombang berikutnya. Raungan mesin tank-tank tempur menggema memecah kesunyian pagi di pantai Banongan yang masih gelap. Tak lama kemudian terdengar dentuman meriam yang keluar dari senjata Arteleri sebagai bantuan tembakan arteleri dan tembakan dari Howitzer dan Rudal RM Grad 70. Bantuan tembakan ini dari pantai Banongan diarahkan ke sasaran sejauh 14 Km yang berada di daerah latihan tempur Marinir Baluran. Kemudian disusul bantuan tembakan dari udara oleh pesawat tempur TNI AU F-16 dan Sukhoi serta pesawat pembom.



Dentuman meriam dan ledakan bom membahana di wilayah Puslatpur Marinir Baluran. Akhirnya daerah pantai dan sekitarnya berhasil diduduki oleh pasukan Marinir dan dilanjutkan operasi penyerbuan oleh prajurit infanteri marinir karena masih ada perlawanan dari kelompok musuh secara sporadis. Setelah satu jam pelaksanaan operasi pendaratan dinyatakan berhasil, hal ini ditandai dengan telah berhasilnya pendaratan administrasi sebagai akhir dari sebuah operasi pendaratan amfibi.



Latihan operasi pendaratan (Latopsfib) sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan pembinaan kekuatan, dan untuk menjaga kesiapan tempur Alutsista yang dimiliki serta melatih presonel yang mengawakinya, juga untuk mengukur kemampuan kesatuan dalam mendukung kesiapan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari Kapal Perang, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan Pangkalan TNI AL, mengaplikasikan proses perencanaan operasi amfibi dan untuk melatih komando dan pengendalian operasi amfibi yang melibatkan pasukan marinir dalam pelaksanaan manuver lapangan. Latihan Parsial Tingkat III ini merupakan bagian dari persiapan dalam menghadapi latihan Gabungan TNI 2013 yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang.

Selain melaksanakan latihan operasi pendaratan di wilayah pantai Banongan, Koarmatim juga melaksanakan bhakti sosial bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah latihan. Bhakti sosial ini berupa pelayanan kesehatan secara gratis yang ditujukan kepada warga di tiga desa yaitu desa Lesung, Melik dan Sumberejo 1 sebanyak 250 KK. Bhakti kesehatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat, ini dapat dilihat warga sudah nampak berkumpul sejak pagi untuk mendapat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan poli umum dan poli gigi serta pemeriksaan mata yang didukung dari tenaga medis dan dokter dari Dinas Kesehatan Lantamal V dan Dinas Kesehatan Koarmatim.

Sumber: Dispenarmatim

Indonesia Jalin Kerjasama Pertahanan dengan Sejumlah Negara Sahabat



21 Maret 2013, Jakarta: Selain menjadi ajang saling bertukar pikiran dalam menghadapi tantangan global saat ini, Forum JIDD 2013 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI juga menjadi ajang pertemuan bagi pemimpin-pemimpin pertahanan dan militer dari berbagai negara guna meningkatkan saling kepercayaan dan mempererat hubungan kerjasama pertahanan.

“Hampir semua delegasi itu memanfaatkan untuk bertemu dan berkonsultasi dalam rangka meng-up-date posisi dari Defense Cooperation baik antara Indonesia dengan delegasi negara lain, maupun antar delegasi dari suatu negara dengan delegasi negara lain”, ungkap Wamenhan RI Sjaafrie Sjamsoeddin usai menerima kunjungan Wamenhan China Lieut. Gen. Qi Jianguo dilanjutkan dengan Wamenhan Iran Brigjen Kalantari , Kamis (21/3) di JCC, Jakarta.

Terkiat dengan pertemuannya dengan Wamenhan China, Wamenhan RI menjelaskan bahwa Indonesia dan China sepakat untuk mengkorfirmasikan kegiatan - kegiatan kerjasama di bidang pertahanan di tahun 2013 dan 2014 yaitu dengan meningkatkan jumlah kegiatan capacity building yang terdiri dari latihan kedua militer baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara.

Selain itu, China juga memberikan peluang bagi para perwira TNI mulai dari tingkat perwira pertama sampai dengan perwira tinggi untuk mengikuti pendidikan di Beijing. Pihak Kemhan China juga turut berkontribusi dalam pembangunan Peace Keeping Centre yang sedang dibangun oleh Indonesia.

Dalam upaya meningkatkan dan mempererat hubungan kerjasama pertahanan kedua negara, menurut Wamenhan pada tahun ini Menhan China dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia, setelah China mengadakan pergantian kepemimpinan tingkat nasional yang kini sedang berlangsung. “Kita akan memantapkan kegiatan bilateral meeting antara Kemhan RI dan Kemhan China”, ungkap Wamenhan.

Indonesia – Iran Akan Adakan Kolaborasi di Bidang Riset dan Teknologi Pertahanan

Sementara terkait dengan pertemuannya dengan Wamenhan Iran, Wamenhan RI menjelaskan bahwa pertemuan tersebut antara lain membicarakan berbagai hal untuk menjajaki sejumlah peluang kerjasama pertahanan sebagai tindak lanjut dari pertemuan dari kedua pemimpin pemerintahan.

Secara khusus kedua Wamenhan dalam kesempatan tersebut membicarakan peluang kerjasama di bidang industri pertahanan dimana Wamenhan Iran menginformasikan sejumlah perkembangan teknologi pertahananannya mulai dari tingkat menengah sampai kepada tingkat teknologi tinggi. Sedangkan Wamenhan RI menyampaikan bahwa saat ini Indonesia juga sedang memulai pembangunan industri pertahanan dalam negeri .

“Jadi kita akan mengadakan suatu kolaborasi di bidang riset dan teknologi pertahanan yang sudah dirancang oleh Kemenristek dimana Kemhan juga akan berada didalamnya”, ungkap Wamenhan RI.

Selain menerima Wamenhan China dan Wamenhan Iran, sebelumnya pada hari pertama penyelenggaraan JIDD 2013, Rabu (20/3) Wamenhan RI telah menerima Commander of King Faisal Naval Base (Jeddah) Rear Admiral Staff Mueidh Bin Abdulrahman Alshamrani, Wamenhan Brunei Darussalam Dato Paduka Haji Mustappa bin Haji Sirat, DPMB, SMB, PJK, PIKB, BA, dan Spanish Secretary General of Defense Policy D. Alejandro Enrique Alvaro Gonzalez San Martin.

Selama dua hari penyelenggaraan JIDD 2013, pejabat Kemhan RI baik Menhan Purnomo Yusgiantoro, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekjen Letjen TNI Budiman menerima sejumlah Delegasi dari negara sahabat yang turut berpartisipasi dalam JIDD 2013. Dalam pertemuan dengan sejumlah delegasi yang merupakan pejabat tinggi pertahanan dari negara sahabat, dibicarakan upaya – upaya meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan Indonesia dengan negara sahabat.

Laos dan Philipina Jalin Kerjasama di Bidang Industri Pertahanan dan Patroli Bersama

Sekjen Kemhan Letjen TNI Budiman, Kamis (21/3) melakukan courtesy call (CC) dengan delegasi Laos dalam forum JIDD 2013 pimpinan Permanent Secretary, Ministry of National Defence Brigadir Onesy Sensouk, di JCC. Dalam kesempatan tersebut delegasi Laos mengharapkan pertemuan ini dapat menjadi media untuk memperkuat hubungan dan kerjasama diplomatik kedua negara.

Setelah melihat produk-produk unggulan industri pertahanan Indonesia dalam The Asia-Pacific Security & Defense Expo (APSDEX) JIDD 2013, delegasi Laos berniat untuk melakukan kerjasama dengan industri pertahanan Indonesia khususnya dalam pengadaan perlengkapan bagi Angkatan Darat dan kendaraan tempur yang merupakan produksi PT Pindad, PT Sritex dan PT Langit Biru. Selanjutnya di masa depan, delegasi Laos berniat untuk melakukan kerjasama dengan industri pertahanan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Sekjen Kemhan RI juga menerima delegasi Philipina yang dipimpin Undersecretary for Legal and Legislative Affairs and Strategic Concerns, Ministry of Defence Pio Lorenzo F. Batino.

Sekjen Kemhan mengatakan forum ini dapat memperkuat hubungan kedua negara. Kedua negara telah menjalin koordinasi di bidang maritim dan patroli bersama di wilayah Sulawesi dan masih banyak kerjasama lainnya seperti kerjasama di bidang pelatihan dan pendidikan serta pertukaran siswa.

Sumber: DMC

Siapa Bilang Indonesia Tidak Bisa Buat Pesawat Sekelas Airbus dan Boeing


 
 
 Foto: Feby/detikFinance
Langkawi - Tidak sedikit yang masih meragukan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam membuat pesawat sekelas Airbus dan Boeing. Padahal sebenarnya PT DI yang memiliki banyak ahli-ahli pesawat terbang sangat bisa membuat pesawat seperti Airbus dan Boeing. Pertanyaannya boleh apa tidak?

"Siapa bilang kita tidak bisa buat pesawat seperti Airbus atau Boeing? Jawabannya sangat bisa. Tapi mau atau boleh kita buat? Siapa yang mau beli?," kata Vice President Corporate Communication PT DI, Sonni Ibrahim kepada detikFinance, di The 12th Langkawi International Maritime & Exhibition, Malaysia, Kamis (28/3/2013).

Pertama, dulu Indonesia punya N250 banyak yang menentang keberadaanya. "Itu pesawat sangat bagus, irit, cepat, muat banyak orang. Tapi apa yang terjadi, tanpa alasan yang logis IMF meminta pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek tersebut sebagai salah satu syarat untuk membantu Indonesia keluar dari krisis ekonomi," ucapnya.

Selain itu, pasar laris manis produk PT DI bukan disana. "Pasar kita sudah jelas, di kelas Medium-Heavy multi roles transport, medium multii roles transport, light, Far/CASR light. Belum sampai ke sipil," ujarnya.

Pasar pesawat PT DI di Asia Pasifik sangat luas. "Dan jika PT DI masuk ke pasar Airbus dan Boeing, apakah mereka diam saja? Tentu tidak," katanya.

Namun walau PT DI tidak membuat pesawat besar sekelas Airbus A380, A320 atau Boeing B747-200/400.

"Tetapi PT kami membuat komponen di pesawat-pesawat Airbus A380/A320/A321/A350. Ada pula kita buat komponen tooling dan airframe Boeing B 747/B-777/B-787, Euurocopter MK-II, Airbus Military di CN235/C295 dan C212-400," ungkap Sonni.

"Tidak hanya itu, kita juga melakukan providing maintenance, overhaul, repair, alteration di helikopter BELL 412, Boeing 737-200/300/400/500/A320.F100, F27 dan banyak lagi, so, bukan kita tidak bisa," tandasnya.
 
Sumber : Detik

Thursday, March 14, 2013

Sukhoi Terus Di uji Coba

Sukhoi Sukses Uji Terbang Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK 2 milik TNI AU saat diturunkan dari pesawat angkut Antonov di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Sabtu (23/2) dini hari. Dari enam pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 pesanan pemerintah Indonesia , dua diantaranya tiba di Lanud Hasanuddin. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/ss/mes/13)6 Maret 2013, Makassar: Test Flight dua Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 TX-3002 dan TX-3001 yang dilaksanakan Senin (4/3) dan Selasa (5/3) oleh Pilot Test Alexander Demchenko dan Pavel dari Rusia berjalan lancar dan sukses, pesawat tempur canggih yang tiba beberapa hari yang lalu di Lanud Sultan Hasanuddin tersebut sebelumnya menjalani perakitan selama satu Minggu di Skadron Teknik 044 oleh Tim Teknisi dari Rusia yang dibantu Teknisi dari Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin.Sebelum pelaksanaan test flight dua pesawat tempur Sukhoi SU-MK2 yang diparkir di Shelter Skadron Udara 11 Wing 5 yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diawali dengan briefing penerbangan dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, Pilot Test Flight dari Rusia Mr. Alexander Demchenko, Komandan Skadron Udara 11, Petugas PLLU dan Meteo Lanud Sultan Hasanuddin serta Petugas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.Test Flight dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 yang memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dilaksanakan di area udara Makassar dan sekitarnya, yang disaksikan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim dan beberapa Pejabat dari Mabes TNI Angkatan Udara, Koopsau II serta Lanud Sultan Hasanuddin.Sumber: Pentak Lanud Sultan Hassanudin

Wednesday, March 13, 2013

Bukit Barisan Terima Panser Anoa

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus menepung tawari kendaraan Panser APS Anoa-2 yang tiba di Makodam I Bukit Barisan Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (8/3). (Foto: Analisa/ Khairil Umri) 9 Maret 2013, Medan: TNI AD bertugas melindungi segenap tumpah darah Indonesia, menegakkan kedaulatan, dan mempertahankan NKRI. Dalam pelaksanaannya tugas ini dibagi menjadi dua, yakni Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Untuk OMP artinya akan menghadapi kemungkinan invasi dari negara asing. Ini sangat mungkin karena wilayah Sumut posisinya sangat dekat dengan Selat Malaka. Untuk OMSP, TNI AD harus melindungi bangsa dan rakyatnya. Jadi, semua Alat Utama Sistim Persenjataan (Alutsista) yang baru tiba ini akan digunakan untuk pembangunan kekuatan dengan melihat tugas pokok TNI tadi. Demikian dikatakan Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus usai acara penerimaan dan penepung tawaran 4 panser APS Anoa-2 dan 6 kendaraan Rik Mer Km 250 buatan PT Pindad yang baru tiba dari Pelabuhan Belawan, Jumat (8/3) sore. Dalam waktu dekat, tambah Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, Kodam I/BB juga akan menerima satu armada helikopter untuk membantu tugas Kodam I/BB dalam memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat di Sumut. Selain itu, Alutsista ini juga akan digunakan untuk mengamankan jalannya Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Minister Meeting yang akan diselenggarakan di Sumut. Dalam Rencana Strategis (Renstra) tahun ini juga telah dianggarkan pembelian sejumlah Peluru Kendali (Rudal) untuk melengkapi persenjataan Batalyon Arhanudse 11 dan 13, termasuk Rudal di Dumai. Untuk SDM prajurit yang akan mengoperasikan Alutsista ini, menurut Lodewijk itu, tidak ada masalah. Karena kendaraan ini masuk Batalyon Infantri Mekanis. Kodam I/BB memiliki Batalyon Kavaleri yang akan mentransfer ilmu mereka kepada prajurit Batalyon Infantri. Untuk sementara Batalyon Kavaleri yang akan merawat seluruh Alutsista yang baru tiba tersebut. Peruntukkannya juga masih untuk satu peleton. Ke depan, direncanakan untuk satu batalyon, yakni 51 Panser Anoa-2. Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Polisi Wisjnu Amat Sastro sangat berharap peralatan yang baru tiba ini nantinya juga akan dapat membantu tugas-tugas pihak kepolisian bila suatu saat diperlukan. Karena pembeliannya menggunakan uang rakyat, maka Alutsista ini harus dipelihara dengan baik. Adapun spesifikasi teknik Panser APS Anoa-2 adalah tipe pengangkut personil. Kendaraan tempur ini digerakkan oleh sistim enam roda simetris dan dirancang khusus untuk kebutuhan Alutsista TNI AD, khususnya kavaleri. Sumber: Analisa

Monday, March 4, 2013

Lebih Dekat Dengan Prototipe AV8 Malaysia


04 Maret 2013


Kendaraan tempur AV8 Angkatan Darat Malaysia (all photos : Malaysian Defence, Dzirhan)

Sabtu lalu pada perayaan Hari Tentera Darat ke-80 yang berlangsung di Port Dickson, Negeri Sembilan, untuk pertama-kalinya telah dipertontonkan kepada publik kendaraan tempur baru untuk Tentara Darat Malaysia.


Bagian depan dilengkapai flap dari bahan glaze plate untuk operasi amfibi

Penampilan pertama prototipe kendaraan tempur lapis baja 8x8 telah menjawab keraguan publik akan hasil kerjasama antara dua perusahaan (Turki dan Malaysia) dalam pengembangan kendaraan lapis baja untuk Angkatan Darat Malayisa.


Prototipe dilengkapi dengan turret Bushmaster 25mm

FNSS dan Deftech akhirnya mampu menampilkan kendaraan tempur lapis baja (armoured fighting vehicle)  beroda 8 yang dilengkapi dengan kanon Bushmaster kaliber 25mm. Kanon 25mm ini juga digunakan pada kendaraan tempur beroda rantai ACV-300 yang juga dikembangkan oleh FNSS dan telah diakuisisi untuk Angkatan Darat Malaysia.


Laser warning receiver

Prototipe ini dikirimkan ke Malaysia untuk menjalani uji coba, terutama kinerjanya menghadapi kontur bumi dan kondisi tanah di Malaysia serta pengaruh cuaca di negara ini selama beberapa minggu. Kendaraan yang merupakan pengembangan dari FNSS “Pars” 8x8 ini mempunyai berat sekitar 24 ton (gross weight)


Peluncur granat asap

Malaysian akan mengembangkan kendaraan AV8 dalam 12 varian yang akan diserahkan secara bertahap dari 2013 hingga 2018. Jumlah kendaraan yang akan dibangun berjumlah 257 unit senilai US$ 2.4 billion.


Dua buah propeler untuk berenang

Dari jumlah 257 unit, sebanyak 168 unit akan dilengkapi dengan kanon 30mm dan 25mm, termasuk 54 unit yang dilengkapi dengan ATGM Ingwe  buatan Afrika Selatan, selanjutnya 10 unit akan dilengkapi dengan RWS cal 50, dan 8 unit dilengkapi mortar 120mm. Sisanya adalah versi komando, reconnaissance, dan support dalam berbagai versi.
AV8 tampak dari belakang

Rencananya kendaraan ini akan menggantikan Condor (4x4) buatan Jerman Barat dan Sibmas (6x6) buatan Belgia yang sekarang ini masih digunakan oleh Angkatan Darat Malaysia.

(Defense Studies)

Sunday, March 3, 2013

PT. Daya Radar Utama Bangun Kapal Angkut Tank




1 Maret 2013, Jakarta: Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasal Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ir. Sayid Anwar membuka First Steel Cutting pembangunan Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut bertempat di galangan kapal PT. Daya Radar Utama (DRU) Unit III yang berlokasi di Jl. Alamsyah Ratu Prawira Negara KM. 12 Srengsem Panjang Lampung, Kamis (28/2)

Kegiatan tersebut, dihadiri Kadismatal Laksma TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Kadisadal Laksma TNI Mulyadi, S.I.P, M.A.P, Kadislaikmatal Laksma TNI Hary Pratomo, Pusada Baranahan Kemhan yang diwakili oleh Kabid Matra Laut Kolonel Laut (T) Sriyanto, Danlanal Lampung Kolonel Laut (E) Ir. Fery Sidjaja dan Danbrigif 3 Marinir Kolonel (Mar) Hardimo.

Pelaksanaan Steel Cutting Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Waaslog Kasal.

Dalam sambutannya Waaslog Kasal Laksma TNI Ir. Sayid Anwar mengatakan, dengan adanya pembangunan Kapal Angkut Tank TNI Angkatan Laut diharapkan dapat memajukan industri pertahanan dalam negeri sehingga dapat mengurangi ketergantungan dari luar negeri. Pelaksanaan pembangunan ini sebagai wujud pembinaan dari pemerintah dalam hal ini Kemhan/TNI, dengan harapan mitra kerja tetap memberikan dukungan teknis di luar masa jaminan sehingga kapal ini dapat berfungsi sesuai usia.

Melalui pelaksanaan Steel Cutting Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut tersebut, membuktikan bahwa mitra kerja berkomitmen dan siap menjadi lead integrator pembangunan produk Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bidang kemaritiman.

Sumber: Dispenarmabar

Indonesia Jajaki Kerjasama Alutsista dengan Hongaria

Hongaria mengembangkan UAV dimana seluruh perangkat keras dan lunak diproduksi di dalam negeri. (Foto: Veronika Dévényi)

1 Maret 2013, Jakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah akan menjajaki kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dengan negara Eropa Timur, khususnya Hongaria. Ini lantaran Alutsista dari Eropa Timur terkenal murah tapi memiliki teknologi yang seimbang dengan alutsista produksi negara diluar kawasan itu.

"Perwira kita itu dari dulu terbiasa dengan Alutsista dari negara Eropa Timur, jadi kita coba jajaki peluang kerja samanya," kata Purnomo saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Jumat (29/2).

Penjajakan kerjasama Alutsista tersebut akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat kunjungan kenegaraan ke Berlin (Jerman) dan Budapest (Hungaria) pekan depan.

Menurut Purnomo, teknologi alutsista Eropa timur tidak kalah dengan Alutsista milik Amerika Serikat. Semisal, Sukhoi buatan Rusia seimbang dengan pesawat tempur F-16 milik negeri Paman Sam. "Karena saya tidak ikut, maka, itu saya sampaikan ke Presiden," katanya.

Kemhan Perkirakan Hanya Habiskan Setengah Total Anggaran Alutsista

Pemerintah diperkirakan hanya akan menghabiskan setengah dari total anggaran penyediaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang disediakan untuk periode 2010-2014 yang sebesar Rp156 triliun. Soalnya, anggaran tersebut hanya akan diprioritaskan untuk membeli Alutsista yang bergerak, semisal kendaraan tempur, kendaraan taktis, pesawat tempur, pesawat angkut, dan sejenisnya.

"Anggaran segitu, kalau sudah lewati 2014 kan enggak bisa, kira-kira terpakai 50 persen. Jadi, kita fokus ke Alutsista bergerak dulu. Kalau yang tidak bergerak itu seperti radar," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Jumat (29/2).

Dia menjelaskan, awalnya anggaran alutsista hanya sebesar Rp99 triliun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Namun, dalam rapat kabinet terbatas 4 Oktober 2010, anggaran tersebut ditambah sebesar Rp 57 triliun.

Terkait itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah membentuk membentuk High Level Committee (HLC). Komite itu bertugas untuk mengendalikan dan mengawasi perencanaan, pembiayaan dan kegiatan pengadaan Alutsista.

Sumber: Jurnas

TB Hasanuddin: Pembatalan Proyek KFX Rugikan Indonesia Rp1,6 Triliun



2 Maret 2013, Jakarta: Proyek bersama pembuatan pesawat canggih Korean Fighter eXperiment (KFX) yang dihentikan sepihak oleh Korea Selatan telah merugikan Indonesia sebagai mitranya.

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin yang mengaku sudah mendengar pembatalan itu mengatakan, Indonesia telah dirugikan sekitar Rp1,6 triliun akibat pembatalan itu.

"Kami (Komisi I DPR) sudah mendapatkan informasi dalam beberapa hari belakangan ini bahwa pemerintah Korea Selatan sudah membatalkan secara sepihak perjanjian pembuatan pesawat tempur KFX," kata TB Hasanuddin ketika ditemui di Kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat.

Kerugian Rp1,6 triliun itu merupakan nilai yang telah diinvestasikan Indonesia selama proyek bersama dengan Korsel itu berlangsung.

"Kini proyek Indonesia-Korea Selatan, Korean Fighter eXperiment, yang dibangga-banggakan itu ternyata sudah dihentikan secara sepihak oleh pemerintah Korsel," ujarnya.

Selanjutnya, Hasanuddin menjelaskan, pemerintah sebenarnya tidak pernah melaporkan proyek KFX secara jelas kepada DPR.

Dia menambahkan, pemerintah juga tidak pernah secara resmi mengajukan anggaran untuk proyek KFX secara terbuka kepada DPR.

Menurut dia, DPR hanya mendapatkan keterangan mengenai proyek kerja sama KFX itu melalui pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dikutip oleh media massa.

"Sedangkan, laporan anggaran yang diterima oleh DPR berbeda. Dalam laporan, anggaran itu dibuat untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan, di mana Kemenhan mengeluarkan uang dengan total Rp1,6 triliun," jelasnya.

"Selain itu, sudah ada sekitar 30 orang dari PTDI (PT. Dirgantara Indonesia) yang ikut mendesain pesawat itu di Korea Selatan," ujar Politisi PDI Perjuangan itu.

Oleh karena itu, kata dia, dalam waktu dekat, Komisi I DPR akan segera memanggil Panglima TNI dan Menteri Pertahanan untuk menjelaskan secara detail persoalan proyek KFX.

"Kerugian ini tanggung jawab Menteri Pertahanan. DPR tidak bertanggung jawab atas hal ini karena kami tidak pernah menerima laporan yang jelas tentang proyek ini," katanya.

Dia juga menyebutkan pembatalan proyek KFX oleh pihak Korea Selatan itu diduga karena masa pemerintahan Presiden SBY yang akan berakhir pada 2014.

Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun pesawat super canggih KFX sudah berlangsung sejak 2001. Proyek itu dibiayai bersama oleh Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam proyek itu, pemerintah Indonesia diwajibkan menyetor sekitar 20 persen dari total dana Rp80 triliun yang dibutuhkan.

Sumber: ANTARA News

Tuesday, February 19, 2013

Sistem Pertahanan Udara Komposit TD-2000B Jalani Uji Coba



Suasana pengujian sistem pertahanan udara TD-2000B (all photos : PussenArhanud, Kaskus Militer)

Uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam

Uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam dilaksanakan pada hari Selasa 29 Januari 2013 dan Senin 4 Februari 2013 di Balai Produksi dan Pengujian Roket (BPPR) LAPAN dan Pangkalan TNI AU, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.


Hasil tembakan amunisi 57 mm proximity pertama (gambar kiri) dan kedua (gambar kanan)

Pelaksanaan uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam dibagi menjadi dua bagian yaitu uji penembakan meriam 57 mm AA (Anti Aircraft) tanggal 29 Januari 2013 dan uji penembakan misil tanggal 4 Februari 2013.

Misil pertama miss (gambar kiri), sesaat sebelum terjadi impact pada misil kedua (gambar kanan)

Pada penembakan meriam 57 mm AA dilaksanakan penembakan amunisi 57 mm HE (High Explosive) dengan sasaran balon udara dan penembakan amunisi 57 mm proximity dengan sasaran benda hexagonal yang diikat ke balon udara, sedangkan untuk penembakan misil menggunakan sasaran target drone S-70 buatan China.

Ukuran keberhasilan pada uji penembakan meriam 57 mm AA menggunakan amunisi HE adalah ketepatan tembakan dengan menghitung banyaknya proyektil yang masuk ke dalam lingkaran 15 mil pada layar monitor FCDV-1, apabila lebih dari 30 % proyektil masuk pada lingkaran ini maka pengujian dinyatakan memenuhi syarat.


Untuk pengujian amunisi 57 mm proximity sistem proximity fuse pada proyektil harus dapat bekerja dan meledak di dekat sasaran. Sedangkan untuk penembakan misil harus mengenai target drone secara langsung (direct hit).
  
Hasil uji penembakan amunisi 57 mm HE, seluruh proyektil yang berjumlah 27 butir masuk dalam lingkaran 15 mil yang terlihat di monitor FCDV-1. Untuk penembakan amunisi proximity, pada penembakan pertama proyektil meledak pada jarak 20 s.d. 30 m sebelum sasaran, pada penembakan kedua proyektil meledak pada jarak 2 s.d. 5 m dari sasaran. Sedangkan untuk penembakan misil mendapatkan hasil direct hit pada penembakan yang kedua.

 Dalam uji tembak ini didapatkan dua hal baru, yang pertama kinerja teknologi proximity pada amunisi 57 mm yang dapat meningkatkan kill probability meriam 57 mm dan yang kedua adalah kesulitan pembidikan misil dengan menggunakan elektro optik apabila sasaran terbang di bawah langit yang tertutup awan karena pantulan panas matahari pada tepi awan dapat mengalihkan penguncian elektro optik. 

Dengan selesainya Uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam maka kegiatan selanjutnya yang akan dilaksanakan adalah penggantian gearbox seluruh kendaraan materiil kontrak dengan yang menggunakan sistem syncromesh, pengujian kendaraan, pengiriman Alut Sista ke asrama Denarhanud Rudal 001 Dam IM, Lhokseumawe dan diakhiri dengan pelatihan operator dan teknisi di asrama Denarhanud Rudal 001.

(PussenArhanud)

BERITA POLULER