Pages

Wednesday, November 23, 2011

Kirab "Resolusi Jihad" NU dapat sambutan meriah



Rabu, 23 November 2011 19:29 WIB | 899 Views
Ketua pengarah Kirab Resolusi Jihad NU 1945 Muhaimin Iskandar menaiki buroq ketika diarak keliling Kota Cirebon, Jabar, Rabu (23/11). (FOTO ANTARA/Ari)

Jakarta (ANTARA News) - Kirab Resolusi Jihad Nadlatul Ulama (NU) 1945 memasuki hari ke-4 (23/11) di Kota Cirebon, Jawa Barat disambut meriah oleh ribuan warga NU berhamburan ke jalan dan bersama-sama mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera NU.

"Saya terharu, warga NU semakin menyadari betapa sejarahnya sangat kaya dengan perjuangan meneguhkan NKRI," kata Ketua Pengarah Kirab Resolusi Jihad NU 1945 Muhaimin Iskandar di Cirebon, Rabu, saat menyaksikan penyerahan bendera Merah Putih dari Korda Jateng ke Korda Jabar.

Dalam keterangan tertulisnnya, Muhaimin mengatakan bahwa di sepanjang jalan warga NU yang ditemuinya menyatakan ingin meniru dan mewarisi semangat Resolusi Jihad.

"Peristiwa Resolusi Jihad 1945 bukan peristiwa biasa. Semangatnya membungkus peristiwa epos kepahlawanan 10 November 1945 di Surabaya. Perintah mati syahid ulama se Jawa-Madura saat itu membuat para pemuda berani mempertahankan kemerdekaan yang belum seumur jagung," ujarnya.

Dalam waktu dekat, Muhaimin menyatakan akan mengundang para sejarawan untuk bersama-sama melakukan penelitian atas peristiwa Resolusi Jihad 1945 tersebut.

"Kami ingin para sejarawan terlibat. Bukan saja penting, tapi kami ingin membuka mata warga NU akan kecintaan terhadap NKRI. Sehingga tidak ada lagi yang tertarik dengan ide-ide radikal agama yang menyesatkan," kata pria yang juga menjabat Menakertrans ini.

Acara penyerahan bendera Merah Putih itu juga dimeriahkan oleh mantan penyanyi "ST12" Charlie dan dihadiri oleh para ulama Cirebon dan ribuan warga NU.(*)

ANTARA

HIBAH F16 , POLITISI DPR-RI MEMILIH F16 BARU KETIMBANG HIBAH

Kemampuan Rendah, DPR Nilai Hibah Pesawat F-16 Mubazir
PATRICK LIN / AFP


















Jurnas.com | WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Tb Hasanuddin menilai hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat sebagai hal yang percuma. Selain blok mesin yang rendah, kemampuan jam terbang pesawat hibah tersebut juga sangat kecil.

“Maksimal empat ribu jam terbang atau rata-rata delapan tahun. Ini sangat jauh bila dibandingkan dengan pesawat baru yang mampu terbang hingga 30 tahun,”kata Hasanuddin di Jakarta, Rabu (23/11).

Selain itu, perawatan pesawat bekas tersebut akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan pesawat baru. “Biaya perawatan ke-24 pesawat itu bisa sampe US$700 juta,” kata anggota DPR dari Fraksi PDIP itu. “Kalau kita membeli senjata, apalagi bekas dengan kualitas yang kurang bagus, maka percuma saja,"imbuhnya.

Karena itu, Hasanuddin menilai bahwa hibah pesawat itu sebagai hal yang mubazir, karena akan mengeluarkan biaya yang besar untuk meng-"upgrade" pesawat bekas tersebut.

Menurutnya, dalam cetak biru pertahanan sudah disetujui anggaran pengadaan pesawat tempur F-16 senilai US$600 juta. “Untuk beli F-16 baru setengah skadron seharga US$430 juta, dan memperbaiki dan meng-upgrade 10 F-16 yang sudah kita punya sehingga memiliki 1,5 skadron,”jelasnya.


2014, Pesawat F-16 dari AS Tiba di Indonesia
tni-au.mil.id / tni-au.mil.id











Jurnas.com | PESAWAT tempur F-16 hibah dari Amerika Serikat akan tiba mulai tahun 2014. Sebelum didatangkan ke Indonesia, peawat hibah berjumlah 24 unit itu akan di retrovit di Amerika.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen Hartind Asrin membantah adanya rumor telah ditandatanganinya kontrak hibah pesawat F-16 tersebut. “Prosedurnya akan ditingkatkan menjadi G to G (Government to Government) antara Indonesia dan Amerika melalui Kementerian Pertahanan masing-masing negara,”katanya di Jakarta, Rabu (23/11).

Pembelian pesawat tempur bekas milik Amerika tersebut sebelumnya dilakukan melalui agen. Perubahan ini terjadi setelah Presiden AS Barrack Obama memberikan pernyataan demikian di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) beberapa hari lalu.

Namun begitu, hingg Saat ini belum dilakukan penandatanganan kesepakatan hibah pesawat tersebut. "Belum ada penandatanganan kesepakatan hibah ini,”imbuhnya.

Kapuskom menambahkan, pesawat F-16 blok 25 tersebut akan diupgrade menjadi blok 52 oleh perusahaan Lockheed Martin di California, Amerika sebelum dikirim ke Indonesia. "Datang ke Indonesia sudah siap terbang. Rencananya mulai 2014 akan didatangkan ke Indonesia secara berkala,”kata Kapuskom.

Jumlah pesawat yang dikirim ke Indonesia, bergantung pada banyaknya pesawat yang telah diretrofit.


Pemerintah sebaiknya beli baru ketimbang "upgrading" F16

Rabu, 23 November 2011 15:59 WIB | 871 Views

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf menilai lebih baik membeli pesawat F16 yang baru daripada harus menambah biaya "upgrading" pesawat bekas F16 dari 450 juta dolar AS menjadi 750 juta dolar AS.

Menurut Muzzammil Yusuf di Jakarta, Rabu, selain masalah biaya yang membengkak, pemerintah juga harus memperhatikan keselamatan nyawa prajurit terbaik.

"Saya menyarankan kepada teman-teman di Komisi I agar mempertimbangkan kembali kesepakatan untuk menerima hibah 24 pesawat F-16 karena biaya `upgrading` membengkak dari perkiraan sebelumnya," katanya.

Muzzammil mengatakan bahwa membeli pesawat F-16 yang baru lebih menguntungkan Indonesia daripada menerima pesawat hibah dalam kondisi bekas. Dari sisi keamanan, jam terbang, dan kualitas teknologi lebih tinggi daripada pesawat bekas.

Sementara dengan membeli pesawat baru, pemerintah dapat meminimalisir peluang kecelakaan pesawat angkatan udara TNI yang selama ini sering terjadi.

"Dari data yang kami terima sejak tahun 2000-2009 ada sekitar 30 pesawat Angkatan Udara TNI jatuh dan menelan korban jiwa baik dari pihak tentara maupun sipil dalam jumlah besar," ujar politisi PKS ini.

Fakta lainnya, dari 114 pesawat TNI yang kita miliki terdapat 50 pesawat dalam kondisi rusak. "Tidak kah kita belajar dari pengalaman ini. Saya khawatir dari 24 pesawat hibah itu usianya tidak lama. Peluang pesawat rusak, jatuh, kemudian menelan korban jiwa. Ini harus diantisipasi sejak dini oleh Pemerintah. Jangan mengorbankan nyawa prajurit dan penerbang terbaik kita," ujarnya.

Dalam pandangan Muzzammil, pesawat yang rawan kecelakaan bisa menurunkan mental prajurit dan mereka harus berperang melawan alutsista sebelum melawan musuh.

"Bagi saya, harga prajurit terbaik kita lebih mahal daripada alustsista, bukan sebaliknya," ujar anggota DPR dari Daerah Pemilihan Lampung I ini.

JURNAS/ANTARA

Kasau: TNI AU targetkan pasang 32 radar



Rabu, 23 November 2011 13:38 WIB | 847 Views
Solo (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan TNI AU menargetkan program pemasangan instalasi radar di seluruh wilayah Indonesia, hingga 2024 sebanyak 32 unit.

"Radar yang berfungsi untuk pengawasan wilayah udara itu, kita sudah mulai `instal` empat unit di Indonesia Timur, dan diharapkan bulan Februari 2012 dapat dioperasikan," kata Kasau usai melantik 97 perwira Setukpa di Pangkalan Udara Adi Soemarmo, Solo, Jateng, Rabu.

Menurut dia, jenis radar buatan Prancis dan Inggris, sehingga membutuhkan anggaran cukup besar. Radar itu, cukup canggih karena juga dapat untuk mengarahkan pesawat terbang menuju sasaran.

Kasau menjelaskan, empat radar tersebut ditempatkan di Indonesia bagian timur seperti di Kupang, Saumlaki, Merauke, dan Biak.

Namun, radar di Timika alatnya sudah datang dan kini sedang diinstal, sehingga untuk wilayah Indonesia Timur bisa diawasi setiap saat.

"Kita terakhir pemasangan radar di Timika, dan ke depan kita programkan empat radar akan dipasang Jayapura, Singkawang Pontianak, Poso, Tabulang," paparnya.

Menurut Kasau, program untuk pemasangan alar tersebut bagi TNI AU hingga 2024 sebanyak 32 unit radar diharapkan dapat terpasang.

"Kami kini baru memiliki 18 unit radar yang tersebar di wilayah Indonesia," ujar Kasau.

Program radar target sebanyak 32 unit tersebut minimal, karena Negara Indonesia sangat luas dan jika ingin diawasi seluruhnya diperlukan alat lebih banyak.

Sehingga, kata Kasau, setiap benda masuk di ruang angkasa wilayah Indonesia bisa terdeteksi, tetapi dengan diperlukan banyak radar memerlukan anggaran sangat besar.

Program pemerintah untuk TNI AU karena anggaran terbatas, sehingga pemasangan dilakukan minimal. "Bila da pesawat asing yang masuk di wilayah Indonesia dapat dimonitor, kalau perlu kita ditegur dan ambil tindakan," ujarnya.

"Hal itu, untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan Bangsa kita. Kalau mereka masuk niatnya baik tidak masalah. Namun, jika niatnya jahat kita kecolongan dan harga diri bangsa tercoreng," katanya.

Kasau mencontohkan beberapa pesawat komersil dari negara lain yang masuk wilayah kita tanpa izin bisa dimonitor dan diperingatkan. Hal itu sesuai aturan tidak diperbolehkan dan mereka juga bisa memahaminya.
ANTARA

TNI AL Gelar Latihan Perang di Sangatta





 
TNI AL Gelar Latihan Perang di Sangatta
Pasukan pendarat (Pasrat) Marinir keluar dari tank deck KRI Surabaya-591 dan KRI Teluk Ende-517. (Dispen Armatim).

TNI Angkatan Laut menggelar latihan operasi pendaratan amfibi dengan sandi 'Armada Jaya XXX/11' di pantai Sekerat, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Jumat (11/11/2011) lalu. Dalam simulasi ini, terjadi 'pertempuran' sengit ketika pasukan pendaran (Pasrat) Marinir berusaha merebut pantai Sekerat yang telah dikuasai musuh.


TNI AL Gelar Latihan Perang di Sangatta
Pasukan pendarat (Pasrat) Marinir meluncur ke wilayah yang dikuasai musuh. (Dispen Armatim).
TNI AL Gelar Latihan Perang di Sangatta
Dalam simulasi ini, terjadi 'pertempuran' sengit antara pasukan pendaran (Pasrat) Marinir dengan pasukan musuh. (Dispen Armatim).

TNI AL Gelar Latihan Perang di Sangatta
Latihan operasi pendaratan amfibi ini diikuti satu Batalyon Tim Pendarat (BTP) marinir, Kopaska TNI AL, Intai Para Amfibi (Taifib), Polisi Militer Angkatan Laut, Search And Rescue (SAR) serta pandu gelombang dari Divisi Pantai. (Dispen Armatim).

TNI AL Gelar Latihan Perang di Sangatta

Sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dilibatkan dalam latihan ini. (Dispen Armatim).

TNI AL Gelar Latihan Perang di Sangatta
Latihan tempur ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno. (Dispen Armatim).


sumber : DETIK

Panglima TNI Buka Latihan Gabungan TNI Tahun 2011



Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono,S.E  bertindak selaku inspektur upacara dalam pembukaan gladi posko gabungan TNI tingkat Batlyon TA.2011, Selasa (22/11) bertempat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lannud) Abdulrachman Saleh, Singosari, Malang, Jawa Timur.

Panglima TNI dalam amanatnya antara lain menekankan kepada seluruh peserta agar melaksanakan geladi ini dengan kesungguhan, dedikasi dan disiplin yang tinggi dan penuh rasa tanggung jawab.  “Sesuaikan dengan perkembangan lingkugan strategis serta kemungkinan kontijensi yang mungkin timbul diwilayah daratan, sehingga dapat mewujudkan suatu konsep strategi penangkalan dan penindakan yang dapat dioperasionalkan dalam kondisi yang sebenarnya,”kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI bahwa rencana operasi yang dirumuskan dapat memvisualisasikan gambaran konsep operasi yang terintegrasi dan terkoordinasi, baik berupa manuver maupun bantuan yang dibutuhkan.

“Temukan dan inventarisasi berbagai masalah yang berhubungan dengan kesiapan personel, materiel serta piranti lunak pada satuan dibawah komando dan kendali operasi Latgab TNI. Jika dihadapkan kepada tugas yang sebenarnya, berdayakan sumber daya manusia dan manfaatkan sumber dana yang tersedia secara maksimal, sehingga dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efesien, tegas Panglima TNI.

Latihan ini merupakan bagian dari sistem pembinaan dan pemantapan bagi setiap personel yang terdiri dari latihan posko pada hari ini 22-25 November di Markas Difisi Infanteri 2 Kostrad Malang. Hadir pada acara ini antara lain Pangkostrad Letjen TNI A.Y Nasution, para Asisten Pang TNI,  Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul dan Kasarmatim Laksma TNI Djoko Teguh Wahojo.

Latgab yang melibatkan ketiga Angkatan ini akan berlangsung di Dumai, Kepulauan Riau mulai tanggal 10 hingga 12 Desember 2011. Dan pada tanggal 13 Desember-nya akan menggelar upacara untuk memperingati Hari Nusantara.


SUMBER : KOARMATIM

Prajurit Kopassus siap berangkat ke Lebanon


Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya melepas keberangkatan prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Force Protection Company (FPC) TNI Konga XXVI-D2 dipimpin Kapten Inf Wimoko dan Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXX-B Letnan kolonel Inf Sudaryanto bertempat  di Makopassus Cijantung-Jakarta Timur,Selasa (15/11). Dalam sambutannya Danjen Kopassus mengatakan bahwa tugas ini merupakan kepercayaan dan kehormatan yang diberikan negara untuk mengemban misi perdamaian duania. Selanjutnya Danjen juga berpesan untuk selalu berbuat yang terbaik, mampu bekerjasama dan saling menghormati dengan pasukan negara lain dibawah bendera PBB. Pasukan ini rencananya akan bergabung dengan satuan lain di Marshelling Area, Halim Perdana Kusumah.
SUMBER KOPASSUS

Pasukan Raider TNI AD latihan Pendaratan Pasukan

Raider TNI AD Latihan Pendaratan Pasukan
Pasukan Raider TNI AD dituntut selalu siap untuk mempertahankan kedaulatan NKRI dari rongrongan musuh negara.

Raider TNI AD Latihan Pendaratan Pasukan
Para pasukan Raider TNI AD berlari menuju helikopter yang akan dipakai dalam latihan pendaratan kali ini.

Puluhan anggota Pasukan Raider TNI Angkatan Darat melakukan latihan pendaratan pasukan di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (23/11/2011). Latihan ini bertujuan untuk melatih kesiapan para anggota Pasukan Raider dalam mengemban tugasnya dalam sektor pertahanan negara.


Raider TNI AD Latihan Pendaratan Pasukan

Fotografer - Muhammad Nur Abdurrahman
0 Komentar | Share : Facebook Share to Twitter mail
Raider TNI AD Latihan Pendaratan Pasukan
Dua anggota Pasukan Raider TNI AD turun dari helikopter dengan menggunakan tali khusus.

Detik



BERITA POLULER