Pages

Sunday, December 19, 2010

Hadapi AS, Selandia Baru Minta Bantuan China Dan Perancis


0diggsdigg

Foto: David Lange. (smh.com.au)

WELLINGTON - Mantan pemerintah Selandia Baru merayu China dan Prancis untuk melakukan upaya membatasi pengaruh Amerika Serikat (AS) dan Australia di kawasan Pasifik. Demikian laporan yang mengutip bocoran kawat diplomatik WikiLeaks.

Pihak Selandia Baru juga mengatakan mereka telah mengesahkan undang-undang anti-nuklir dengan alasan penghematan biaya pertahanan serta alasan ideologis yang selalu diungkapkan ke publik. Kebijakan ini yang menimbulkan keretakan dengan Washington.

Seperti dilansir AFP pada Sabtu (18/12/2010), kawat diplomatik tahun 2004 itu diberi judul "Apa Yang Tidak Bisa Kita Katakan dalam Misi Kita". Kawat tersebut mengatakan Partai Buruh yang juga merupakan partai berkuasa di Selandia Baru pada awal dekade 2000an menggoda China dan Prancis membantu mereka membatasi pengaruh AS dan Australia di kawasan Pasifik.

Dalam sebuah kunjungan yang dilakukan Wakil Menteri Perdagangan China, Menteri Perdagangan Selandia Baru Jim Sutton mengklaim China sebagai mitra dagang yang paling penting dan berharga bagi Selandia Baru. Klaim tersebut telah membuat para pejabat Australia bertanya-tanya.

Pemerintah dari Partai Buruh, yang kala itu dipimpin David Lange, juga merupakan faktor mengapa Washington dan Wellington tidak memiliki hubungan yang terlalu baik. Lange adalah pihak yang memperkenalkan undang-undang anti nuklir pada dekade 1980an. Kebijakan yang tidak disukai AS itu terus dipertahankan hingga beberapa dekade.

Kawat tersebut juga mengungkapkan sejumlah pejabat pemerintahan senior Selandia Baru mengatakan kepada para pejabat AS bahwa mereka sesungguhnya mengetahui kebijakan (anti nuklir) akan membuat mereka dikeluarkan dari aliansi ANZUS (Australia, New Zealand, United States). Namun Selandia Baru justru senang dengan keputusan ini. Mereka mengatakan dengan keluar dari ANZUS, Selandia Baru akan dapat menghemat pengeluaran pertahanan di tengah masa krisis ekonomi dan fiskal.

Sumber: OKEZONE

Pembuatan Proyek KFX dan PKR Akan Dimulai Pada Tahun 2011


KFX (indonesia - Korsel) dan PKR Kerjasama PAL Indonesia Bersama Damen Belanda.

Proyek pembuatan jet tempur dengan Korea Selatan dan pembangunan kapal perang jenis korvet dengan Belanda dimulai pada tahun 2011. Juru bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Silmy Karim, dalam jumpa pers di Jakarta, akhir pekan lalu, menjelaskan, prototipe pesawat tempur mulai dikembangkan bersama pada tahun depan dan peletakan lunas kapal perang jenis korvet juga dilakukan tahun depan. ”Ini merupakan proyek jangka panjang. Prototipe pesawat tempur diperkirakan selesai dalam 10 tahun dan dapat menjawab kebutuhan persenjataan Indonesia,” kata Silmy

Sumber: KOMPAS

Operation Alpa : Kerjasama Militer Israel-Indonesia Terbongkar


0diggsdigg

Para Pilot TNI AU Pada Waktu Operasi Alpa.

Jakarta - Pemerintah Indonesia sering berdalih tak memiliki hubungan apapun dengan Israel, namun sesungguhnya kerjasama secara rahasia dan diam-diam sudah sering terjadi.
Salah satunya diungkap dalam dialog seorang purnawirawan perwira TNI AU, Marsma (Purn) Djoko F Poerwoko dalam sebuah talk show di Mata Najwa di MetroTV Rabu malam (15/12/), pukul 22:05 WIB. Acara bertema “Rahasia Negara” itu antara lain mengungkap operasi rahasia para perwira AU yang berlatih di Israel.

Poerwoko lulusan AKABRI Angkatan Udara tahun 1973 ini mengakui, militer Indonesia melakukan kerjasama rahasia dengan Israel. Tahun 1980-an ia dan puluhan kawan-kawannya yang juga pilot, menerima tugas dengan sandi “Operasi Alpha”.

Tidak jelas siapa yang merancang operasi tersebut. Namun kata Djoko, mantan Panglima ABRI Jenderal LB. Moerdani, saat itu memberikan pengarahan yang sangat detail. Mereka diberitahu akan mendapat pendidikan di Arizona, Amerika Serikat.

"Yang merancang kami tidak jelas, namun kami langsung dibriefing langsung pak Benny waktu itu. Bagaimana melaksanakan dan bagaimana pelatihan di sana," ujarnya.

Namun ketika sampai di Singapura tujuan berbelok ke Israel dengan terlebih dulu melewati beberapa negara. Para peserta tidak bisa mundur, meski paspor mereka semua ditahan, diambil oleh perwira dari BAIS (Badan Intelejen Strategis) dan diganti dengan Surat Perintah Laksana Paspor.

“Kalau misi ini gagal, negara tidak akan mengakui kewarganegaraan Anda,” demikian kata Djoko menirukan LB. Moerdani ketika di Singapura.

Dari Singapura mereka dibawa menuju German dengan menggunakan Singapore Airlines. Saat itu, para penerbang tempur ini berpakaian sipil dan berlagak layaknya turis. Mereka juga tidak boleh bertegur sapa. Duduknyapun terpisah, namun masih dalam batas jarak pandang.

Sesampai di Jerman mereka digiring oleh Polisi Khusus dan langsung diterbangkan ke Israel. Meski sampai di Tel Aviv, mereka semuanya sesungguhnya masih belum tahu tujuan penerbangan tersebut.

Setiba di di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, semuanya langsung ditangkap oleh petugas militer Israel. Namun, rupanya, itu hanya sekenario saja. Setelah itu mereka diberikan akomodasi yang baik dan berwisata ke beberapa tempat, termasuk ke Barsheeba.

"Tidak masuk imigrasi, tapi kami lewat pintu lain. Tapi ternyata kami diselamatkan," tambah Poerwoko.

Para pilot Indonesia itu kemudian menyadari, jika sesunguhnya mereka akan dilatih oleh AU-Israel untuk mengemudikan A-4 Skyhawk, yang rencananya akan dibeli pemerintah Indonesia. Mereka di latih selama 4 bulan di Gurun Negev. Setelah selesai mereka diterbangkan ke Amerika kembali.

Pria yang juga menulis buku “Menari di Angkasa, Anak Kampung Menjadi Penerbang Tempur”, juga menjelaskan, usai mendapat latihan dari Israel mereka mendapat kemewahan yang berlimpah dari Pemerintah.

Mereka diterbangkan ke New York. Berlibur ke Buffalo, Dallas, Colorado, Phoenix dan terakhir Arizona. Selama perjalanan itu pula mereka wajib mengirimkan post card dan foto foto yang memperkuat alibi bahwa mereka, seolah-olah, benar-benar dididik di Amerika.

“Yang jelas, kita diminta foto sebanyak-banyaknya di Amerika, dan dikirim ke tanah air, " tambahnya. Tujuannya, tak lain agar menghilangkan jejak dari Israel, “ ujar Djoko di MetroTV. Fakta ini menunjukkan adanya hubungan “tersembunyi” antara pemerintah Indonesia dan Israel.

Operasi Alpha dijalankan begitu rahasia, sampai-sampai badan pesawat Skyhawk ditutupi sedemikian rupa dan diberi label F-5. Pilot yang dilatih di Israel tidak hanya mereka yang berangkat bersama Djoko. Tidak ada dokumen terkait operasi tersebut, kata Djoko, karena semuanya dihancurkan.

Oleh karenanya, ketika menuliskan cerita tentang "Operasi Alpha" dibukunya dia menolak dikatakan membongkar rahasia negara, sebab negara sendiri tidak pernah mengakui hal itu ada dan tidak ada dokumen sebagai buktinya.

Hubungan kerjasama tersembunyi Indonesia-Israel lainnya, boleh jadi tidak lama lagi akan terus terkuak.

Sumber: WARTA NEWS

Turki Batal Gabung Kembangkan Jet Tempur KF-X


F-35JSF. Turki akan membeli 100 F-35 senilai 15 milyar dolar. (Foto: Lockheed Martin)

19 Desember 2010 -- Pemerintah Turki memutuskan akan mengembangkan dan membangun pesawat tempur generasi baru sendiri atau bekerja sama dengan negara lain diumumkan Menteri Pertahanan Turki Vecdi Gonul, Kamis (16/12) diberitakan harian Turki Hurriyet Daily News & Economic Review.

Gonul mengatakan setelah selesai rapat Komite Eksekutif Industri Pertahanan, guna memutuskan memulai pembicaraan dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengenai konsep jet tempur dan jet latih yang akan dibuat setelah tahun 2020.

Anggota komite Menhan Turki Gonul, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, KASAU Isik Kosaner dan Kepala Procurement Murad Bayar.

Turki menampik penawaran jet tempur Eurofighter Typhoon dikatakan Gonul.

Kerjasama pengembangan jet tempur KF-X dengan Korsel-Indonesia masih dimungkinkan, meskipun kemungkinannya sangat tipis. Turki menginginkan kesetaraan dalam kerjasama pengembangan jet tempur, tetapi Korsel sepertinya tidak menyetujui permintaan Turki.

Turki memutuskan membeli 100 F-35 JSF senilai 15 milyar dolar. Sejumlah perusahaan Turki menjadi anggota konsorsium Joint Strike Fighter, sembilan negara tergabung dalam konsorsium. Turki menerima juga 30 F-16 Block 50 dari Lockheed Martin.

Jet tempur baru buatan lokal gantikan F-4E, akan dioperasikan bersama F-16 dan F-35. AU Turki salah satu operator F-16 terbesar, total 240 F-16C/D Block 30/40/50 serta salah satu negara dari lima negara diberi lisensi pembuatan F-16.

Hurriyet Daily News & Economic Review/Berita HanKam

Australia Approves New Equipment Projects




RAAF's F/A-18 ready for night mission out of RAAF Base Darwin (photo : Australian DoD)
Australia is pressing ahead with the acquisition of an air traffic management (ATM) and control system and Anzac frigate communications upgrade, but the government also restructured an F/A-18C/D upgrade project to reduce costs.
The work to refurbish the Boeing F/A-18s is expected to cost A$250-300 million ($246-296 million). The goal is to keep them flying until the Lockheed Martin F-35 Joint Strike Fighter arrives. The defense ministry says the deal saves A$500 million over an earlier approach that saw the program broken into parts.
The F-35 is due to reach initial operational capability in the 2017-18 or 2020-21 timeframe, says the government’s latest defense capability plan (the first Australian F-35s are due for delivery in 2014). A decision is due between 2015 and 2018 on whether to buy aircraft for a fourth squadron.
The cost for AIR 5431, the ATM effort, is estimated at A$650-900 million, with the initial phase to cost A$100-150 million. Further program reviews are expected in 2012-13 and 2014-15.
The frigate program, called SEA 1442 Phase 4, should increase the communications speed available to the ships and cost A$300-500 million.
The latest update to the capability plan, which charts project goals for the next 10 years, also highlights a Wedgetail fleet upgrade, with a go-ahead decision due in 2020-21 and fielding around 2026-27. The plan also states that the long-range maritime surveillance unmanned aircraft program is now due for approval around 2017-18, with fielding envisioned during 2024.
The document also reveals Australian plans to acquire a maritime strike missile for the F-35, with the weapon to become operational early in the next decade.
(Aviation Week)

Kapal dari Korsel Terbaik untuk RI



20 Desember 201, Jakarta -- Kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) paling mungkin direalisasikan untuk proyek pengadaan kapal selam di Tanah Air. Korsel dinilai paling baik dan pas karena sudah tidak asing lagi dengan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia. Kedua negara ini sudah sering bekerja sama di bidang pertahanan.

“Tarik-menarik antara Korsel dan Rusia memang kuat. Namun, Korsel sudah berpengalaman bekerja sama dengan Indonesia. Paling mutakhir, kedua negara ini bekerja sama dalam mengembangkan pesawat tempur jenis KFX yang diharapkan lebih mo dern dari pesawat tempur F16,” kata Ketua Centre for Security and Defence Studies Koesnadi Kardi saat dihubungi di Jakarta, Minggu (19/12).

Koesnadi mengatakan kapal selam yang berasal dari Rusia sebenarnya canggih, namun kapal jenis Kilo tersebut masih sebatas prototipe. “Masa kita mau membeli kapal selam yang belum tahu kemampuannya,” ujar dia. Pembelian kapal selam, tam bah dia, sedikit susah kare na membutuhkan dana yang besar. Selain itu, Indonesia hanya membutuhkan empat kapal selam.

Kendala-kendala ter sebut membuat banyak ne gara menolak melakukan transfer teknologi. Menunggu Sementara itu, Direktur Teknik dan Industri Kementerian Pertahanan Agus Suyarso mengatakan teknologi kapal selam seperti apa yang diinginkan TNI AL untuk mendukung sistem keamanan dan pertahanan di kawasan laut Indonesia belum diketahui secara jelas.

Kementerian Pertahanan belum bisa mengetahui dengan negara mana Indonesia akan bekerja sama untuk pengadaan alutsista seharga sekitar 2,7 triliun rupiah ini. “Kami sedang menunggu, user (TNI AL, red.) inginnya kapal selam seperti apa. Jika sudah ditentukan, baru kita akan mempertimbangkannya secara komprehensif,” katanya.

Agus tak begitu mengetahui kapan TNI AL akan memberikan spesifi kasi kapal selam yang dibutuhkan ke Kementerian Pertahanan. Kapal selam memang sangat dibutuhkan Indonesia, terutama untuk menjaga daerah-daerah perbatasan strategis, seperti Selat Malaka, Selat Lombok, Selat Sunda, dan Selat Makassar. Indonesia hanya memiliki dua kapal yang saat ini tak bisa digunakan karena sedang diperbaiki.

Dua kapal selam tersebut adalah buatan Jerman tahun 1981 dengan kelas U 209/1300 yang diberi nama KRI Cakra dan KRI Nanggala. Karena amat dibutuhkan, Kementerian Pertahanan sempat mewacanakan akan membeli empat kapal selam dari negara produsen kapal selam. Ada beberapa negara yang dibidik, yakni Korsel, Prancis, Jerman, dan Rusia.

Agus tak menampik jika produk Perancis belum teruji. Hal itu diperlihatkan dengan tidak maksimalnya produk mereka saat Malaysia memesannya. Namun, Agus belum bisa memastikan negara mana yang akan dimintai kerja sama. Sebelumnya, Komisi I DPR berharap Kementerian Pertahanan membeli satu paket kapal selam dari satu negara agar memungkinkan adanya transfer teknologi.

Januari atau Februari 2011 ini pemerintah diminta sudah menetapkan negara mana yang dipilih untuk bekerja sama. “Kami berharap kerja sama yang akan dijalin bisa menguntungkan Indonesia dan bisa mengikutsertakan industri pertahanan dalam negeri sebagai langkah revitalisasi,” kata Ketua Komisi 1 DPR Mahfudz Siddiq.

Koran Jakarta

Korsel tetap gelar latihan militer di perbatasan


BBCIndonesia.com - detikNews

latihan perang korsel
Korut mengecam latihan perang Korsel di wilayah sengketa

Militer Korea Selatan tetap akan menggelar latihan perang di satu pulau di dekat wilayah laut yang dipersengkatakan Korsel dan Korea Utara.

Kepastian latihan serangan artileri tersebut dilaporkan kantor berita Korsel, ketika Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar sidang membahas ketegangan di Semenanjung Korea.

"Militer memutuskan menggelar latihan menembak hari ini," kata seorang sumber militer kepada kantor berita Korsel, Yonhap.

"Kapan latihan itu dimulai, semuanya tergantung cuaca di lapangan."

Sikap Rusia

Seorang fotografer kantor berita AFP mengatakan ia mendengar pengumuman dari aparat di Pulau Yeonpyong melalui pengeras suara bahwa akan ada latihan perang hari Senin (20/12).

Di wilayah sengketa itulah Korut bulan lalu melakukan serangan artileri ke Pulau Yeonpyong yang menewaskan dua marinir dan dua warga sipil Korsel, setelah Korsel menggelar latihan perang yang diikuti oleh marinir yang bertugas di pulau tersebut.

Pyongyang beralasan mereka menyerang Yeonpyong karena Korsel menjatuhkan bom di perairan Korut.

Pemerintah Korut telah memperingatkan tentang potensi bahaya dari latihan perang yang dilakukan Korsel.

Pertemuan di Dewan Keamanan diusulkan oleh Rusia, yang mengatakan PBB sebaiknya resmi mendesak pemerintah di Pyongyang dan Seoul untuk menahan diri.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan akan lebih baik bila Korsel tidak menggelar latihan militer ketika situasi tengah memanas.

(bbc/bbc)

BERITA POLULER