Pages

Friday, October 22, 2010

Kemhan Ingin Bangun Alutsista Multipurpose Untuk Dukung Operasi Militer Selain Perang

Helikopter Bell 412 Milik TNI AD

Jakarta, DMC – Untuk mendukung tugas TNI dalam operasi militer selain perang, Kementerian Pertahanan (Kemhan) berkeinginan membangun Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dapat digunakan untuk multi purpose. Sehingga, Alutsista yang akan dibangun disamping untuk mendukung tugas operasi militer untuk perang, juga dapat digunakan untuk operasi militer selain perang.

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, saat menjadi pembicara pada Roundtable Discussion “ “Meningkatkan peran TNI dalam operasi militer selain perang untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional”, Kamis (21/10) di kantor Lemhannas, Jakarta.

Lebih lanjut Menhan mengatakan, TNI sebagai komponen utama pertahanan negara selain harus selalu siap setiap saat khususnya dalam tugas operasi militer untuk perang, TNI juga dituntut harus siap menjalankan tugasnya dalam operasi militer selain perang.

Untuk itu, pembangunan Alutsista TNI diharapkan tidak hanya untuk straight force namun juga dapat digunakan untuk kegiatan tugas operasi militer selain perang. Menhan mencontohkan pembangunan sebuah helikopter serbu atau serang, utamanya memang untuk serangan dari udara ke darat, namun disamping itu juga dapat digunakan untuk mengangkut pasukan dan logistik serta hal - hal yang sifatnya darurat atau emergency.

Menurut Menhan, saat ini Kemhan sudah mendapatkan license dari Bell untuk membangun Skuadron Bell 412 untuk memperkuat Alutsita TNI AD. Kemungkinan Skuadron Belt 412 akan dibangun lebih dari satu skuadron yang di antara nya akan ditempatkan di Batu Raja.

KRI Banda Aceh Dalam Tahap Penyelesaian

Sementara itu untuk TNI AL, lanjut Menhan adalah pembangunan kapal Landing Platform Dock (LPD). Kapal LPD ini dapat digunakan untuk mengangkut pasukan dan kegiatan kegiatan operasi militer selain perang. Menurut Menhan, pembangunan kapal LPD ini ongkosnya sepertiga dari pembangunan kapal perang freegat, karena kapal LPD tidak banyak menggunakan elektronik, dan peralatan avionik seperti yang ada di kapal - kapal perang modern.

Sedangkan untuk TNI AU, adalah pembangunan Skuadron Hercules yang saat ini masih kurang. Namun Kemhan berusaha agar dapat membangun satu skuadron Hercules yang kuat dimana ini juga sangat sesuai untuk mendukung kegiatan – kegiatan operasi militer selain perang.

Selain itu, untuk mendukung kegiatan operasi militer selain perang, saat ini tengah dibangun Peace Keeping Center di Sentul, Bogor dengan luas komples seluas kurang lebih sekitar 240 hektar. Peace Keeping Center tersebut dapat disebut sebagi Four in One yaitu antara lain dapat digunakan untuk kegiatan Peace Keeping Operation, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Humanitarian Assistant and Disasters Relief dan Standby Force.

Sumber: DMC

Menteri Harus Dukung Modernisasi Alutsista


JAKARTA(SINDO) – Kebijakan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) merupakan instruksi langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Karena itu, menteri terkait anggaran seharusnya menyiapkan kebijakan yang mendukung instruksi tersebut.

Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin mengatakan Presiden SBY telah berulang kali menyatakan pentingnya modernisasi alutsista. Menteri Pertahanan pun telah melaporkan rencana penambahan anggaran alutsista sebesar Rp 50 triliun untuk rencana strategis tahap I (2011–2014) kepada Presiden. “Presiden telah memerintahkan dan sudah menyetujui penambahan anggaran,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Karena itu, menteri-menteri terkait seperti Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas seharusnya menyiapkan kebijakan- kebijakan untuk mendukung instruksi Presiden tersebut. “Menteri terkait seharusnya bekerja dengan menyiapkan kebijakan dan seharusnya tidak mengeluh,” katanya. Rabu (20/10) dalam rapat kerja yang berlangsung alot,pemerintah dan Komisi I DPR akhirnya sepakat menutup kekurangan anggaran untuk modernisasi,pemeliharaan, dan perawatan alutsista TNI untuk rencana strategis tahap I (2011–2014) sebesar Rp50 triliun.

Dalam rapat kerja sebelumnya Senin (18/10), Menteri Keuangan Agus Martowardojo hanya menyanggupi pengalokasian lagi Rp2 triliun untuk kebutuhan pertahanan pada tahun 2011 dibandingkan kebutuhan sebesar Rp11 triliun. Pemenuhan kekurangan tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai tahun anggaran 2011, yakni Rp2 triliun yang diambil dari dana optimalisasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 dan Rp 9 triliun akan diupayakan melalui APBN Perubahan. Anggota Komisi I Effendi Choirie menegaskan pemenuhan Rp 11 triliun baik dalam APBN maupun APBN-P 2011 harus benar-benar diadakan tidak sekedar diupayakan.“

Jangan cuma diupayakan,tapi harus diadakan.Anggaran kita sekian ribu triliun,tapi masaksusah sekali untuk memenuhi demi kepentingan kedaulatan,”ujarnya. Anggota Fraksi PKB ini pun menyampaikan perlu adanya efisiensi dalam pembelian alutsista. “Selama ini TNI kalau beli sesuatu itu ketengan dan itu lebih mahal. Harus dengan multi-years akan lebih murah, jadi ada efisiensi,” katanya. Seperti diketahui, kebutuhan anggaran untuk rencana strategis tahap I membutuhkan total dana Rp150 triliun.

Namun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menganggarkan Rp100 triliun. Kekurangan Rp50 triliun dianggarkan secara bertahap setiap tahun dan untuk 2011 ditentukan Rp11 triliun. Saat penyerahan tiga helikopter serang jenis MI-35P kepada TNI AD di Skuadron-21 Lapangan Terbang Pondok Cabe, Rabu (20/10), Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, untuk menjaga kedaulatan bangsa,harus ada payung kekuatan persenjataan yang modern dan untuk membangun persenjataan modern membutuhkan biaya yang besar.

“Tidak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan dan menjaga keutuhan.Ini harus dipayungi alutsista yang modern dan membutuhkan ongkos yang mahal,” katanya. Purnomo menambahkan, ke depan Kementerian Pertahanan akan terus membangun skuadron helikopter serang dan serbu. Dia pun mengingatkan agar helikopter tersebut harus dalam kondisi siap tempur.

“Pemeliharaan harus baik karena pembelian menggunakan uang rakyat,”tandasnya. Dengan tambahan tiga helikopter tersebut TNI AD memiliki total 11 helikopter generasi baru. Lima helikopter serang MI-35 P dan enam helikopter serbu jenis MI- 17V-5. Tiga helikopter tersebut dibeli dari Rusia seharga 56,1 juta USD yang juga mencakup persenjataan dan amunisi serta pelatihan bagi para calon awak pesawat di Rusia.

Sumber: SINDO

"Bapak Presiden Mengatakan `Court Marshall"


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengancam akan mengajukan tentara yang melakukan tindakan berlebihan dalam proses interograsi ke Mahkamah Militer dan menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyatakan kepadanya mengenai "court marshall" (mahkamah militer) untuk pelanggar itu.

"Kalau memang bersalah bawa ke `court marshall," kata Purnomo usai rapat terbatas bidang Polhukam di Kantor Presiden Jakarta, Jumat menanggapi indikasi oknum TNI melakukan kekerasan di Papua.

Purnomo mengingatkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perhatian yang besar atas permasalahan tersebut.

"Memang yang terjadi pada waktu itu adalah ada kontak senjata. Justru yang diinterview itu adalah tahanan. Tapi kita juga tidak tertutup bahwa prajurit kita melakukannya secara eksesif (berlebihan). Dan itu akan ditindaklanjuti ya, spesifik bapak presiden mengatakan court marshall," katanya.

Menhan mengatakan, Presiden memberi arahan bahwa tidak boleh ada tindakan berlebih saat interograsi dengan orang yang dicurigai melakukan tindakan melawan hukum.

"Kalau itu dilakukan secara eksesif, ada aturannya dia dibawa ke court marshall. Ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan, Kemhan dan Panglima TNI langsung memerintahkan penyelidikan dan pengumpulan informasi terkait rekaman tindakan berlebiham sekelompok pria yang mengenakan seragam militer terhadap sekelompok orang di Papua.

Dari laporan di lapangan, kata Menko Polhukam, ada indikasi tindakan berlebih yang dilakukan oknum TNI di Papua dan saat ini tengah diselidiki mendalam dan Presiden memerintahkan hasil penyelidikan ditindaklanjuti hingga tuntas.

Djoko menegaskan, sejak 2005 kebijakan pemerintah di Papua adalah melakukan pendekatan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi serta tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan sebagai langkah utama.

Menurut Djoko, bila ada gangguan keamanan maka diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sumber: ANTARA

KRI Karang Unarang-985 Akhiri Pengabdian

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah dikukuhkan masuk kejajaran TNI Angkatan Laut pada tanggal 14 Februari 2006 dan selanjutnya masuk dalam jajaran Armada RI Kawasan Barat tanggal pada 7 April 2006 sebagai Kapal Angkut Cepat (KAC), Akhirnya masa pengabdian KRI Karang Unarang-985 berakhir dengan dilaksanakannya penurunan ular-ular perang dalam suatu Upacara Militer di Dermaga 115 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (22/10).

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Dalam amanatnya yang dibacakan Komandan Satuan Kapal Bantu Koarmabar (Dansatbanarmabar) Kolonel Laut (P) Suhartono, mengatakan, ular-ular perang merupakan simbol kapal perang yang harus berkibar di tiang gafel, sebagai salah satu tanda dari Kapal Perang Republik Indonesia. Oleh sebab itu, upacara penurunan ular-ular perang melalaui Upacara milliter yang dilaksanakan secara sederhana, namun khidmat ini, merupakan suatu peristiwa simbolik yang menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian suatu KRI sebagai unsur kekuatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.

Lebih lanjut Pangarmabar mengatakan, KRI Karang Unarang-985 adalah kapal jenis eks Kapal Ferry Cepat (KFC) yang dibangun di atas galangan kapal Lurseen di Jerman Barat pada tahun 1998. KRI ini masuk jajaran TNI Angkatan Laut sesuai Surat Keputusan Kasal nomor Skep/226/II/2006 tanggal 14 Februari 2006, dan merupakan kapal eks Barito yang dihibahkan dari ASDP ke TNI AL C.q Koarmabar.

Kapal ini diproyeksikan menambah keuatan jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmabar yang mengemban tugas sebagai kapal cepat angkut personel dalam penggelaran pasukan di seluruh wilayah perairan nusantara. Sejak dikukuhkan masuk jajaran Koarmabar pada tanggal 7 April 2006 sampai saat ini, kehadiran KRI Karang Unarang-985 belum dioperasikan secara optimal, namun secara teknis masih layak untuk beroperasi.

Perlu dipahami bahwa Pemimpin TNI/TNI Angkatan Laut sudah mempertimbangkan secara matang terhadap keputusan penghapusan ini, yaitu agar lebih dapat bermanfaat bagi masyaraaakat dengan menghibahkannya ke Pemerintah Daerah Kepulauan Sangihe sebagai sarana transportasi laut di wilayah Kepulauan Sangihe.

Hadir pada Upacara terebut Wakil Bupati Kabupaten Sangihe Jabes E. Gaghana, SE, ME, Ketua DPRD Kabupaten Sangihe T.P. Jangkobus, dan Wakil Komandan Satpaskaarmabar Letkol Laut (T) Siswanto.

Sumber: POS KOTA

KODE NUKLIR Salah Pencet, Hancur Dunia!


0diggsdigg

KOMPAS.com – Sebuah era yang menurut hemat mantan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Hugh Shelton bertajuk “komedi kesalahan” ternyata pernah terjadi. Tepatnya, di masa pemerintahan Presiden Bill Clinton. Nah, kisah nyata yang bikin dag dig dug itu diututurkan Shelton dalam buku terbarunya bertajuk Without Hesitation.
Catatan yang dikutip media massa seperti AP dan AFP pada Jumat (22/10/2010) mengungkapkan kode yang dipakai presiden AS untuk serangan nuklir sempat hilang beberapa bulan. Kode itu biasanya disimpan oleh seorang staf yang selalu berada dekat dengan presiden.
Menurut Jenderal Shelton terjadi insiden ketika seorang staf mengatakan kode itu hilang sekitar tahun 2000. Alhasil, kode langsung diganti dan ditempuh penyelidikan internal atas hilangnya kode yang lama.
Prosedur
Berdasarkan prosedur, seorang petugas setiap bulan memeriksa kode tersebut. Kode itu sendiri memang rutin diganti setiap empat bulan.
Menurut Jenderal Shelton, seorang petugas yang melakukan pemeriksaan bulanan diberitahu oleh seorang staf bahwa kode itu ada pada presiden. Sayangnya, saat itu, Bill Clinton sedang menggelar rapat penting. “Presiden tidak bisa diganggu untuk kepastian pengecekan kode itu,” kata staf tersebut.
Sebulan kemudian petugas lain datang dan mendapat informasi yang sama. “Presiden masih rapat,” begitu lagi-lagi jawaban tersebut.
Ketika tiba waktunya untuk penggantian kode, staf bersangkutan akhirnya mengaku bahwa kode itu sempat hilang selama beberapa bulan. Jenderal Shelton menulis bahwa presiden tidak memegang kode tersebut dan tidak mengetahui kalau stafnya sudah menghilangkannya.
Nah bayangkan, kalau nyatanya kode itu jatuh ke tangan pihak yang salah, boleh jadi, kode itu jadi senjata mematikan lantaran penyalahgunaan. Salah pencet, hancur dunia bukan?

Sumber: KOMPAS

INDOBATT PERINGATI HUT KOMANDO PASKHAS TNI ANGKATAN UDARA

PUSPEN TNI (21/10),- Indonesian Battalion memperingati hari kelahiran ke-63 Komando Pasukan Khas TNI Angkatan Udara dengan menggelar upacara peringatan di lapangan upacara Soekarno-Base UN Position 7-1 Adshit Al-Qusayr beberapa waktu lalu dipimpin, oleh Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Letkol Inf Andi Perdana Kahar selaku inspektur upacara. Sedangkan Kapten (Pasukan) Alpin Jonggi Lumban Tobing bertindak selaku komandan upacara.

Dalam sambutan tertulis Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP; yang dibacakan oleh Komandan Indobatt, disampaikan dalam beberapa tahun terakhir ini, telah banyak kemajuan dan upaya perubahan yang telah dilakukan Korpaskhas. Kemajuan penataan di bidang organisasi, personel dan pembinaan satuan jajaran, terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Penambahan jumlah prajurit Paskhas secara bertahap disesuaikan dengan pengembangan kekuatan satuan. Demikian juga pembinaan satuan jajaran, lebih diarahkan untuk mewujudkan kemampuan matra udara, komando, pertahanan udara titik, dan kemampuan khusus. Kemajuan yang telah dicapai saat ini merupakan rangkaian hasil kerja keras, disiplin, dedikasi dan loyalitas pengabdian segenap prajurit jajaran Korpaskhasau.

Sedangkan dalam sambutan tidak tertulisnya, Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar menyampaikan pujiannya atas pengucapan Sapta-Marga TNI oleh salah satu prajurit Paskhas saat maju kehadapan seluruh pasukan upacara kali ini. Pengucapan Sapta-Marga kali ini merupakan yang terbaik yang pernah saya dengar dari seluruh upacara 17-an yang selama ini digelar di Lebanon Selatan, ujarnya dengan serius. Pengucap Sapta-Marga Pratu Evan Oktariansa adalah salah satu prajurit Korpaskhas yang beruntung dapat bergabung di dalam Kontingen Garuda Indonesia tahun 2009-2010 ini. Sebelumnya berasal dari kesatuan yang jauh dari Tugu Monas yakni dari Batalyon 466 Paskhas yang berada di kota Phinisi Makassar Sulawesi Selatan.

Dalam sejarahnya, enam puluh tiga tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Oktober 1947, peristiwa bersejarah berupa penerjunan pasukan payung yang pertama di Kalimantan Tengah, senantiasa menjadi sumber inspirasi pada peringatan hari ulang tahun Korpaskhas. Peristiwa heroik tersebut, telah mewariskan nilai-nilai luhur perjuangan dan pengabdian sosok prajurit sejati, kepada bangsa dan negara. Nilai pengabdian dan pengorbanan yang dilandasi oleh sebuah tekad, jiwa ksatria, keberanian dan ketulusan hati, hendaknya senantiasa mengalir dalam darah dan melekat dalam dada setiap prajurit Baret Jingga.

Dari awal terbentuknya, Korpaskhas secara konsisten telah melaksanakan komitmen pengabdian, melalui berbagai keterlibatannya dalam operasi militer maupun tugas-tugas lain bersama satuan TNI lainnya. Berbagai operasi militer seperti penumpasan PRRI/ Permesta, penumpasan G-30S/ PKI, Trikora/ Dwikora, Operasi Seroja, misi perdamaian dunia dan lain-lainnya, menjadi bukti nyata pengabdian sekaligus prestasi prajurit Paskhas.

Thema peringatan HUT Paskhas tahun ini adalah Dengan militansi prajurit, korps Paskhas siap melaksanakan tugas TNI Angkatan Udara dalam rangka menegakkan dan menjaga keutuhan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian informasi yang diperoleh dari Perwira Upacara kali ini Lettu (Pasukan) Didik Adi Susanto.

Tidak hanya sampai disini saja, peringatan HUT Paskhas di lingkungan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ UNIFIL (Indonesian Battalion/ Indobatt) dilanjutkan dengan acara ramah-tamah di Kompi Mekanis C Indobatt UN Position 9-2 desa Al-Zikkyeh. Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Perwira Senior dari Korpaskhas Kapten (Pasukan) Yosafat dari Detasemen Bravo Paskhas, yang saat ini tergabung dalam Satuan Tugas FPU XXVI-B/ UNIFIL (Force Protection Unit UNIFIL) di New-Land UNIFIL Naqoura.

Kapten (Pasukan) Yosafat menyatakan ungkapan rasa bangganya dapat memperingati HUT korps-nya ini di negeri Lebanon Selatan. Serta ucapan terimakasihnya mewakili seluruh prajurit yang lainnya, kepada pimpinan Indobatt yang telah memberikan kesempatan bagi prajurit Paskhas untuk merayakannya di kompi mekanis C Indobatt.

Menanggapi hal tersebut, Letkol Inf Andi Perdana Kahar menimpali, merupakan suatu kehormatan baginya dapat bersama-sama dengan Korps Baret Jingga merayakan HUT ke-63 Paskhas di bumi Lebanon Selatan. Jika meninjau kembali moto dari pasukan ini, saya sangat terkesan. Vadikaraste Mafalesu Kadatjana yang artinya Berjuang tanpa menghitung untung ruginya. Hal ini mengingatkan saya, bagaimana seharusnya seorang prajurit TNI profesional. Yakni bekerja tanpa pamrih demi bangsa dan negara, menjadi prajurit yang profesional dan solid satu sama lain. Ini merupakan modal dasar untuk menghadapi tugas tantangan di-Tahun yang diberikan kepada Kapten (Pasukan) Yosafat. Perayaan sederhana namun penuh makna ini turut membangkitkan semangat kebersamaan diantara prajurit Indobatt.

Sumber: TNI

Thursday, October 21, 2010

Kenapa Israel Diam Ketika US Menjual Alutsista Ke Arab Saudi?

F-15 Arab Saudi

YERUSALEM, Oktober 21 (Xinhua) - US berencana untuk menjual persenjataan yang sangat canggih ke Arab Saudi mungkin memicu keberatan Israel di masa lalu, tetapi ketika Amerika Serikat mengumumkan Rabu akan menjual 60 miliar dolar AS diperkirakan senjata canggih untuk sekutu Arabnya, pejabat AS tidak melihat keberatan dari negara Yahudi.

Israel telah bersikukuh mempertahankan tepi teknis atas tetangganya dan telah menyuarakan oposisi terhadap penjualan yang akan mengancam supremasi teknologinya.

Namun, Andrew Shapiro, asisten sekretaris Departemen Luar Negeri AS untuk urusan politik-militer, mengatakan pemerintah AS tidak mengantisipasi keberatan Israel atas kesepakatan ini yang, jika tidak terhalang oleh Kongres AS, akan menjadi terbesar senjata kesepakatan dalam sejarah Amerika dan akan memakan waktu 15-20 tahun untuk menyelesaikannya.

Analis percaya Israel diam kali ini karena baik Israel dan Arab Saudi menganggap Iran sebagai ancaman, dan kesepakatan itu tidak akan mengubah keseimbangan strategis regional.

Seorang musuh bersama

Joshua Teitelbaum, seorang peneliti senior di Pusat Moshe Dayan Timur Tengah dan Afrika Studi di Tel Aviv University, mengatakan kepada Xinhua bahwa diam Israel bisa disimpulkan dalam mengatakan "musuh musuh saya adalah teman saya."

"Selama Israel merasa bahwa itu adalah menjaga tepi militer kualitatif, tidak akan mencoba untuk bertentangan atau memblokir upaya sekutu utamanya, Amerika Serikat," katanya.

Israel sendiri baru-baru ini juga menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat yang akan memberikan Israel dengan 20-35 jet tempur F-35 bahwa biaya sampai 3 miliar dolar AS, Teitelbaum ditambahkan.

Sementara Israel dan Arab Saudi tidak dapat melihat mata ke mata pada masalah yang paling di Timur Tengah, keduanya berbagi kecemasan umum tentang Iran, katanya.

Menurut Teitelbaum, bagi Israel, fokusnya adalah pada niat diduga Iran untuk memperoleh senjata nuklir, sementara Arab Saudi kekhawatiran tentang potensi ancaman Syiah Iran untuk hegemoni regionalnya.

MENJAGA KESENJANGAN TEKNOLOGI

Francis Tusa, editor newsletter Pertahanan London Analisis diterbitkan, mengatakan kepada Xinhua bahwa kesepakatan saat ini tidak akan mengubah keseimbangan strategis di kawasan tersebut dan Israel akan tetap mempertahankan keunggulan teknologi.

Ketika Amerika Serikat diekspor F-15 jet tempur ke Arab Saudi, Israel sedang dalam proses memperoleh F-35 jet tempur. Salah satu perbedaan penting antara kedua yang mungkin telah meyakinkan Israel bahwa kesepakatan baru tidak akan menjadi ancaman adalah kurangnya kemampuan operasional jangka panjang F-15 sebagai lawan F-35 yang, dengan udara pengisian bahan bakar, bisa pergi hampir di mana saja di wilayah tersebut.

"Setiap orang harus ingat bahwa Washington tidak akan melakukan apa pun yang akan mengubah keseimbangan militer utama terhadap Israel," kata Tusa.

Jika situasi yang akan timbul bahwa negara Arab akan berusaha untuk menyerang Israel, Amerika Serikat akan langkah untuk bantuan sekutunya, Tusa mengatakan, menambahkan "pemerintah Saudi saat ini anda tidak mendapatkan kesan mereka akan menyerang Israel apapun waktu dekat. "

NOT A SIGN OF TRUST

Sementara satu mungkin dipimpin untuk percaya bahwa kurangnya keberatan bisa menjadi tanda kepercayaan antara Israel dan Arab Saudi, para analis percaya bahwa Israel memiliki lebih percaya di Amerika Serikat dan menahan kritik.

Barak Seener, ketua program keamanan Timur Tengah di Royal United Services Lembaga Studi Pertahanan dan Keamanan, London think tank, mengatakan kepada Xinhua bahwa kesepakatan tidak harus dilihat sebagai tanda kepercayaan antara Israel dan Arab Saudi melainkan sebagai hati-hati dirancang rencana oleh Amerika Serikat untuk "meningkatkan kemampuan strategis Arab Saudi tanpa mengganggu keuntungan Israel."

pandangan Seener itu digemakan oleh Yehuda Ben Meir, seorang peneliti utama dan co-direktur Institut Nasional Studi Keamanan di Tel Aviv University, yang mengatakan kepada Xinhua bahwa "akan sulit bagi Israel untuk menentang kesepakatan yang Amerika Serikat dapat mengatakan bertujuan untuk memperkuat negara-negara Arab di Iran. "

Sumber: XINHUA

BERITA POLULER