Pages

Friday, January 6, 2012

Kemlu Indonesia tanggapi protes Papua Nugini



Ilustrasi
Jumat, 6 Januari 2012 22:36 WIB
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Jumat menanggapi protes yang dilayangkan oleh Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O`Neil, karena pesawat asal Papua Nugini dicegat oleh pesawat TNI Angkatan Udara.

"Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, telah memanggil Duta Besar Papua Nugini di Jakarta, Peter Ila, untuk menyampaikan penjelasan mengenai masalah pencegatan tersebut yang disebabkan karena adanya permasalahan teknis dalam izin penerbangan pesawat tersebut," demikian siaran pers dari Kementerian Luar Negeri.

Menurut Kementerian Luar Negeri yang telah menghubungi sejumlah instansi terkait menyatakan bahwa TNI AU yang melakukan pengidentifikasian pesawat asing yang membawa Deputi Perdana Menteri Papua Nugini, Hon. Belden Namah saat melintas di wilayah udara Indonesia pada 29 November 2011 telah sesuai dengan prosedur yang berlaku di Indonesia serta negara lain pada umumnya.

Tindakan yang dilakukan Komando Pertahanan Angkatan Udara Nasional (Kohanudnas) adalah pengidentifikasian elektronik dengan radar dan secara visual melalui pencegatan sesuai prosedur standar, demikian siaran pers tersebut.

Pengidentifikasian dilakukan karena terdapat perbedaan antara izin penerbangan yang dimiliki Kohanudnas dan hasil tangkapan radar bandara maupun radar Kohanudnas.

Tindakan pengidentifikasian itu telah sesuai dengan prosedur standar tanpa membahayakan pesawat jet Papua Nugini tersebut.

Dubes Peter menyampaikan apresiasinya setelah mendapat penjelasan dari Menteri Marty Natalegawa dan berencana meneruskan keterangan tersebut kepada pemerintahnya.


sumber : Antara

Kemlu: intersepsi AU sesuai prosedur

Ilustrasi
Jumat, 6 Januari 2012 23:41 WIB 

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa intersepsi yang dilakukan oleh pesawat TNI AU terhadap pesawat yang membawa Deputi Perdana Menteri Papua Nugini, Belden Namah, sesuai dengan prosedur dan tidak pernah membahayakan pesawat dimaksud.

Hal itu disampaikan oleh Pemerintah Indonesia dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, sebagai penjelasan atas pemberitaan media massa mengenai intersepsi pesawat TNI AU terhadap pesawat terkait yang melintasi wilayah Negara Indonesia pada 29 November 2011.

Menurut Pemerintah Indonesia, langkah-langkah yang dilakukan Indonesia, TNI Angkatan Udara, untuk melakukan intersepsi terhadap pesawat dimaksud telah sesuai dengan prosedur yang berlaku di Indonesia dan di negara-negara lain pada umumnya.

Tindakan yang diambil oleh Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), menurut pernyataan itu adalah melakukan identifikasi elektronik dengan radar dan identifikasi visual dengan cara intersepsi sesuai prosedur standar.

Hal itu dilakukan karena terdapat perbedaan data antara "flight clearance" yang dimiliki Kohanudnas dan hasil tangkapan radar bandara maupun radar Kohanudnas.

Terkait peristiwa tersebut, Menlu RI Marty Natalegawa telah memanggil Dubes Papua Nugini di Jakarta, Peter Ilau untuk menyampaikan penjelasan mengenai masalah intersepsi yang disebabkan karena adanya permasalahan teknis dalam flight clearance pesawat itu.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Duta Besar Papua Nugini di Indonesia menyampaikan apresiasi atas penjelasan yang disampaikan Menlu RI dan akan meneruskan pesan tersebut kepada pemerintahannya.
(T.G003/D009) 


sumber Antara

Rusia - Iran Bahas kerjasama billateral

Rusia-Iran bahas kerjasama bilateral
Jumat, 6 Januari 2012 16:22 WIB | Dibaca
1026 kali
Moskow (ANTARA
News/Itar-Tass) -
Presiden Federasi
Rusia Dmitry
Medvedev dan Presiden Republik Islam
Iran Mahmud Ahmadinejad Kamis
melakukan percakapan telepon
mengenai prakarsa pihak Iran, kata
dinas layanan pers Kremlin.
Kedua kepala negara itu membahas
masalah-masalah penting saat ini
mengenai perkembangan kerja sama
bilateral pada tahun 2012.
Kedua presiden bertukar pandangan
tentang masalah-masalah regional.
Kedua pihak menyatakan dukungan
untuk meningkatkan upaya-upaya
menguraikan Konvensi tentang Status
Hukum Laut Kaspia, dan solusi
terhadap masalah Kaspia, termasuk
ekologi, perikanan, dan lain-lain.
Pentingnya penerapan kesepakatan
dicapai pada Konferensi Tingkat Tinggi
Kaspia Ketiga di Baku ini ditunjukkan
dalam hubungan ini.
Adapun tentang situasi Timur Tengah,
yang merupakan subjek perhatian
serius bagi masyarakat seluruh dunia,
Medvedev dan Ahmadinejad
menyatakan keyakinan adanya
kemungkinan untuk memecahkan
masalah wilayah tersebut, termasuk
situasi di Suriah, secara eksklusif
dengan metoda politik, melalui
pembentukan dialog antara semua
pihak yang bersangkutan.
Dukungan itu diungkapkan untuk upaya
yang dilakukan dalam kerangka
Perserikatan Bangsa-Bangsa, regional
dan organisasi-organisasi internasional
lainnya dalam mencapai tujuan ini.
Dmitry Medvedev menunjukkan dengan
puas penilaian positif oleh Presiden
Iran atas prakarsa Rusia: rencana
untuk restorasi tahap-demi -tahap
kepercayaan dalam program nuklir
Iran.
Para pihak sepakat untuk melanjutkan
konsultasi-konsultasi tentang masalah
tersebut. (H-RN)
sumber Antara

Papua Nugini Akan Usir Dubes RI

Papua Nugini Akan
Mengusir Dubes
Indonesia Atas Insiden
Dua Pesawat Tempur
TNI AU
Jakarta - Papua Nugini (PNG)
Perdana Menteri Peter O'Neil telah
mengancam akan mengusir Duta
Besar Indonesia dari Port Moresby,
Andreas Sitepu, menyusul insiden
November lalu di wilayah udara
Indonesia.
Dua pesawat tempur TNI AU hampir
hampir bertabrakan dengan pesawat
yang membawa wakil perdana
menteri dan pejabat senior
pemerintah PNG yang kembali dari
Malaysia, radioaustralianews.net. au
melaporkan pada hari Jumat.
Wakil Perdana Menteri PNG Belden
Namah mengatakan bahwa pesawat
tempur TNI bertindak agresif dengan
maksud untuk mengintimidasi.
"Saya sangat marah dan saya
meminta penjelasan dari pemerintah
Indonesia. Jika saya tidak
mendapatkan penjelasan dalam
waktu 48 jam, semua hubungan
diplomatik antara Indonesia dan
Papua Nugini akan tegang," kata
Namah seperti dikutip oleh news
portal.
"Saya sudah berbicara dengan duta
besar indonesia, dan bila ini terjadi
maka kami mendeportasi duta besar
Indonesia untuk meninggalkan
negara ini dan menarik duta besar
kami dari Jakarta, kami akan
melakukannya."
Kementerian Luar Negeri Indonesia
dan Departemen Pertahanan
Indonesia mengatakan mereka akan
mengeluarkan konfirmasi pada sore
ini.
Sumber : TJP/MIK

Papua Nugini Akan Usir Dubes RI

Papua Nugini Akan Usir Dubes RI

Thursday, January 5, 2012

Mobil Esmk sebagai kebangkitan Mobil Nasional

Mobil Kiat Esmk baik raja wali maupun Esmk digdaya ahir ahir ini menghiasi media cetak,elektronik,bahkan di internet.

Sebagai hasil dari karya anak bangsa seyogyanya kita semua mendukung karya anak bangsa tersebut, tentunya dari tingkat jajaran yang paling atas samapai tingkat jajaran yang paling bawa kita harus mendukungnya.

Tapi ada juga yang mencibirnya, yang disayangkan cibiran tersebut datang dari pejabat publik setingkat gubernur, bukanya mendukung eh mala mencibir.

Kita patut acungkan dua jempol terhadap pak jokowi yang telah membuat gebrakan membeli mobil kiat Esmk yang dibuat anak anak SMK dengan bengkel Kiat.

Dengan keberadaan mobil Esmk setidaknya awal dari bangkitnya kembali Mobil nasional sebagai kebangaan karya anak bangsa, sebetulnya SDM kita ini patut diperhitungkan, kita lihat saha apa sih yang gak bisa dibuat oleh bengkel bengkel kita, dari sepda motor sampai mobil mereka bisa otak atik mesin, dari yang Zim bisa hidup, dari yang lambat bisa cepat,dari yang boros bisa irit, sampai orang jepang saja bingung lo ko itukan mobil pada zaman aku masih kecil ko disini masih ada ya,bahkan larinya makin cepat. kira kira begitulah saking hebatnya teknisi kita meng otak atiknya.

Bayangkan kalo mobil esmk ini diproduksi masal tentunnya banyak menyerap tenaga kerja, pendapatan dari pajak meningkat.

Nah bola panas ini ada pada pemerintah adakah politikan will dan good will nya untuk mendukung mobil esmka sebagai mobil nasional? saran dari indonesia defence kepada pemerintah dukunglah karya anak bangsa ini, kalau ada yang kurang pemerintah harus menyuportnya dan cari jalan keluarnya dengan cara kumpulkan semua ahli dari badan pemerintah,BUMN,PT Pindad,PT DI,PT PAL saya yakin bisa. Panser anoa aja bisa konon sekelas mobil pasti bisa. Perlu dicatat anak-anak Esmk selain berhasil buat mobil mereka bisa buat laptop,ohp,dan pesawat terbang.Di korea hasil dari karya anak bangsa negeri korea sendiri mobil disana ada dan mereka didukung pemerintahnya.

Nah kita bersama sama dukung karya anak bangsa. maju lah negeriku. majulah mobnas Amin.

by Indonesia Defence

Iran akan serius menutup selat Hormus apabila Minyak Iran Dikenakan sanksi

Der Standard, koran Austria
memperingatkan bahwa Republik Islam
Iran serius terkait ancamannya akan
menutup Selat Hormuz. Mengutip
pernyataan petinggi Iran, koran ini
mengingatkan kapal induk Amerika
Serikat di Teluk Persia berada dalam
pengawasan Iran.
Koran ini mengisyaratkan terpantaunya
kapal induk AS di sekitar lokasi
manuver angkatan laut militer Iran di
Teluk Persia oleh pesawat pengintai
Tehran. Mahmoud Musavi, wakil
komandan angkatan laut Iran
menunjukkan hasil gambar dan
rekaman yang diambil pesawat
pengintai negara ini atas kapal induk AS
berupa roket, rudal, pesawat dan
peralatan militer lainnya yang berada di
kapal tersebut, tulis Der Standard dan
dilaporkan IRNA.
Menyikapi kehadiran pasukan
multilateral di perairan Teluk Persia,
koran ini menambahkan, peringatan
Iran untuk menutup Selat Hormuz
harus ditanggapi serius.
Mengutip statemen Panglima angkatan
laut Iran, Habibollah Sayyari, Der
Standard menulis, penutupan Selat
Hormuz sangat mudah dilakukan
seperti minum air, namun saat ini hal
tersebut tidak perlu dilakukan. Kami
memantau terus dan mengontrol
pergerakan di perairan Teluk Persia,
ungkap Sayyari.
Der Standard mengutip sumber-
sumber Cina menulis, mereka
memperingatkan setiap pergerakan
militer AS di kawasan. Seorang
pengamat kawakan Eropa
menekankan, Iran memiliki
kemampuan untuk menutup Selat
Hormuz. Jika hal ini terjadi, menurut
pengamat ini maka jalur pengiriman
minyak ke Barat dan seluruh dunia
akan terancam.
Koran Basler Zeitung cetakan Swiss
yang mewancarai Claudia Kemfert
mengingatkan bahwa sekitar
seperenam suplai minya dunia dikirim
melalui Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Koran ini menambahkan, saat ini Iran
tengah menggelar manuver angkatan
lautnya selama sepuluh hari di Teluk
Persia. Dalam manuver ini Iran
menampilkan kemampuan angkatan
lautnya, kapal selam dan pesawat
mata-mata tanpa awak. Selain itu
berbagai rudal dan roket juga
diperagakan dalam latihan perang
tersebut.
Sementara itu, Wakil Presiden Iran,
Mohammad Reza Rahimi menekankan,
jika Barat menerapkan sanksi minyak
atas Iran maka saat itu setetes minyak
pun tidak akan sampai ke Barat.
Pusat riset minyak internasional di
London menekankan, jika terjadi
pembatasan jalur kapal tanker minyak
di Selat Hormuz di Teluk Persia maka
hal ini akan memicu dampak yang
cukup besar bagi pasar minyak serta
perekonomian dunia.
Dan jika Selat Hormuz ditutup total
maka harga minyak perbarel di pasar
dunia akan menembus angka 175
dolar. (IRIB Indonesia/MF /SL)

Efektifkah sanksi baru AS terhadap Iran?

AS dan rezim Zionis Israel
menggunakan berbagai cara untuk
menekan Iran dari berbagai sisi.
Belum lama ini AS mendesak Dewan
Keamanan PBB untuk menjatuhkan
sanksi baru atas Iran, namun
membentur dinding karena tidak
disetujui anggota lainnya.
Para anggota dewan keamanan menilai
tudingan baru AS terhadap Iran
mengenai program nuklir Iran yang
dijadikan alasan untuk menjatuhkan
sanksi baru terhadap Tehran tidak
memadai.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat,
Barack Obama Sabtu (31/12)
menandatangani sanksi baru anti Iran
yang dirilis Kongres negara ini. The
Wall Street Journal menilai tindakan
Obama tersebut akan memperparah
ketegangan di Teluk Persia.
Keputusan baru Washington ini
disusun untuk memaksa negara dunia
memilih bertransaksi dengan Iran atau
Amerika. Undang-undang tersebut
akan diberlakukan 60 hari mendatang,
namun khusus transaksi minyak baru
berlaku enam bulan mendatang.
Di dalam negeri AS sendiri, mayoritas
pengamat ekonomi dunia
memperingatkan dampak ekonomi bagi
kebijakan seperti ini terutama bagi
Negeri Paman Sam yang sedang dililit
krisis ekonomi.
Lalu efektifkah seruan AS untuk
mengembargo industri minyak Iran di
tingkat dunia. Korea Selatan
menyatakan bahwa negaranya akan
tetap mengimpor minyak dari Iran.
Begitu juga dengan Turki dan negara
lainnya. Perusahaan Minyak Nasional
Iran (NIOC) baru-baru ini
memperpanjang kontrak untuk
mengekspor minyak mentah ke Turki
hingga tahun 2012, di tengah tekanan
Barat yang memberlakukan sanksi
terhadap Tehran.
NIOC memperbaharui kontrak ekspor
minyak mentah dengan sejumlah
perusahaan minyak Turki, termasuk
Tubrash, importir minyak terbesar
Turki, sampai akhir 2012. Perusahaan-
perusahaan Turki terus
memperpanjang transaksi dengan
Tehran di tengah sanksi anti-Iran oleh
negara-negara Barat.
Turki merupakan pasar potensial untuk
ekspor minyak mentah Iran ke Eropa.
Pada tahun 2011, pembelian Turki dari
Iran mencapai 150.000 barel per hari
dan impor harian diperkirakan akan
meningkat menjadi 200.000 barel pada
tahun 2012.
Sementara itu, Uni Eropa masih
menunda embargo minyak Iran,
sehingga bisa menemukan alternatif
pemasok minyak ketika kebutuhan
minyak di Eropa mencapai puncak
permintaan.sumber (IRIB Indonesia/PH )

Imbas Pengurangan Anggaran Pertahanan AS Boeing tutup Pabrik di Wicita

Boeing Tutup Pabrik,
2000-an Karyawan
Kena PHK
Wichita, 13:52 Thu, 5 Jan 2012
Jurnas.com | PERUSAHAAN pembuat
pesawat terbang asal Amerika Serikat,
Boeing, Rabu waktu setempat,
mengumumkan rencananya untuk
menutup pabrik di Wichita, Kansas,
sebelum akhir 2013. "Ini keputusan
sulit, namun harus diambil
berdasarkan analisis kondisi pasary
masa kini dan masa depan," kata Wakil
Presiden Direktur Divisi Pemeliharaan,
Modifikasi dan Peningkatan "Boeing
Defense, Space and Security " (BDS),
Mark Bass.
Ia menambahkan, analisis itu juga
mengkaji kemampuan Boeing agar
tetap kompetitif dan dapat memenuhi
kebutuhan konsumen dengan solusi
terbaik dan terjangkau.
Pengumuman tersebut membuat 2.160
orang karyawannya harus kehilangan
pekerjaan di pabrik Boeing di Kansas,
tempat pangkalan Sistem Transportasi
dan Eksekutif Global perusahaan itu.
Fasilitas tersebut juga menyediakan
sarana pendukung untuk perencanaan
penerbangan dan logistik yang
terintegrasi.
Berdasarkan rencana baru Boeing,
bagian pemeliharaan, modifikasi dan
sarana pendukung pesawat akan
dipindahkan ke fasilitas Boeing di San
Antonio. Sementara pekerjaan
rekayasa akan ditempatkan di instalasi
di Oklahoma City.
Alasan utama di balik penutupan
fasilitas di Wichita adalah pengurangan
dana US$500 miliar dari anggaran
pertahanan dalam 10 tahun
mendatang. "Pada masa pengurangan
anggaran pertahanan seperti saat ini,
ditambah pergeseran prioritas
konsumen, Boeing memutuskan untuk
menutup operasinya di Wichita demi
mengurangi biaya, meningkatkan
efisiensi dan mendorong daya saing,"
kata Bass.
Dalam lima tahun terakhir, kontrak di
fasilitas Wichita telah jatuh tempo atau
mendekati akhir dan fasilitas tersebut
tidak layak mendukung kelangsungan
bisnis terutama tuntutan menciptakan
struktur biaya yang terjangkau demi
memelihara dan memperoleh bisnis
baru.
Antara/Xinhua /OANA
Jurnas

Hibah Hercules dari Australia

Indonesia Dapat Hibah
4 Hercules dari
Australia
Jakarta - Pemerintah Indonesia kembali
mendapatkan hibah pesawat tempur. Kali
ini, 4 pesawat hercules seri C130 seri H
akan dihibahkan dari Australia untuk
kepentingan pertahanan Indonesia.
"Iya betul," kata Menhan Purnomo
Yusgiantoro saat dikonfirmasi soal kabar
penerimaan 4 pesawat itu di Kantor
Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis
(5/1/ 2012).
Menurut Purnomo, pesawat jumbo itu
akan dibawa ke Tanah Air setelah
melewati proses renovasi. Namun
pemerintah masih harus menyiapkan
dananya terlebih dahulu.
"Anggaran itu kan sudah diketok untuk
2012, nanti akan kita persiapkan untuk
APBN Perubahan," ungkapnya.
Lebih lanjut Purnomo menerangkan,
pesawat tersebut akan digunakan untuk
penanggulangan bencana dan
kepentingan transportasi pasukan. Meski
bekas, pesawat itu dijamin masih bagus.
"Seri C130 seri H, bagus itu masih bagus.
Seri pertama kan A, B, C, D ini ada seri
H," urainya.
Berapa biaya untuk renovasi pesawat?
Purnomo belum bisa memastikan. Yang
jelas, dana yang diperlukan berada di
kisaran ratusan miliar.
"Sebenarnya bolanya di kita, dan dananya
nggak besar. Ratusan miliar sajalah,"
ungkapnya.
sumber: detik

Pangkalan kapal selam TNI-AL dibangun di Teluk Palu

Donggala, Sulteng (ANTARA News) -
TNI Angkatan Laut sedang
membangun sebuah pangkalan
khusus untuk kapal selam dan kapal-
kapal perang di Teluk Palu.
"Pembangunannya sudah dimulai
tahun 2011 di dermaga Pangkalan TNI
AL (Lanal) Kelurahan Loli, Kota Palu,"
kata Dan Lanal Palu Kolonel Laut (P)
Budi Utomo kepada ANTARA di
Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI)
Donggala, sekitar 35 km utara Kota
Palu, Kamis.
Menurut dia, pemerintah Provinsi
Sulawesi Tengah dan Pemkot Palu
telah membantu TNI AL berupa lahan
seluas tiga hektare untuk
mengembangkan Dermaga Lanal di
Loli tersebut menjadi pangkalan
kapal-kapal selam dan KRI.
Di atas lahan tersebut, TNI AL akan
membangun berbagai sarana dan
fasilitas untuk kepentingan pelayanan
terhadap alutsista TNI AL itu agar
bisa berfungsi maksimal sebagai
tempat istirahat, perbaikan dan
pengisian logistik kapal-kapal selam
dan kapal perang.
Fasilitas yang sedang dan akan
dibangun adalah asrama untuk awak
kapal dan juga sarana dan fasilitas
untuk perbaikan kapal.
"Pangkalan itu sekarang sudah bisa
digunakan hanya belum maksimal.
Sudah pernah diuji coba dengan
kapal selam dan sudah rutin
digunakan oleh KRI-KRI yang
beroperasi di alur laut kepulauan
Indonesia (ALKI) III Laut Banda," ujar
Budi.
Menurut Budi, Dermaga Lanal Palu di
Loli ini merupakan pangkalan kapal
selam satu-satunya di luar Jawa.
Teluk Palu ini dipilih karena lokasinya
yang sangat strategis dan konfigurasi
alur lautnya yang istimewa dan tidak
terdapat di teluk lain di Indonesia
bahkan mungkin di dunia.
"Alur laut teluk Palu mulai dari Laut
Banda sampai Loli mencapai panjang
30 kilometer dengan lebar 10 km dan
kedalaman 400 meter. Ini sangat
istimewa, sehingga raksasa sekelas
kapal induk Amerika Serikat pun bisa
masuk di sini," ujarnya.
Lokasinya juga strategis karena jarak
ke Malaysia 300 kilometer dan ke
Makassar juga 300 kilometer, jadi
berada di tengah-tengah dua titik
penting dalam strategi pertahanan
nasional.
"Kondisi perairan Teluk Palu ini pun
tidak akan terpengaruh oleh kondisi
cuaca dan iklim bagaimanapun yang
terjadi di ALKI III. Jadi teluk ini sangat
cocok untuk dijadikan tempat parade
kapal perang seperti yang pernah
dilaksanakan di Manado," ujarnya.
Ketika ditanya berapa dana yang
dikucurkan dan kapan pembangunan
pangkalan kapal selam ini selesai dan
beroperasi penuh, Budi Utomo
mengaku tidak tahu karena hal itu
tergantung pada pendanaan dari
Mabes TNI AL.
"Dana pembangunannya dikucurkan
bertahap dari Mabes. Proyeknya ada
di Mabes, kami hanya menerima
saja," ujar Budi disela-sela acara
penyerahan kapal bantuan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
kepada para nelayan dari lima
kabupaten di Sulteng.
Ia juga tidak menyebutkan berapa
kapal selam yang akan berpangkalan
di Dermaga Loli ini, namun menyebut
bahwa dalam waktu dekat ini, TNI AL
akan membeli tiga kapal selam baru
dan tidak tertutup kemungkinan
kapal-kapal itu akan ditempatkan di
pangkalan Loli ini.
sumber : Antara

Ekonomi Indonesia 2011 menggembirakan

Kamis, 5 Januari 2012 14:08
Jakarta (ANTARA
News) - Menteri
KeuanganAgus
Martowardojo
mengumumkan hasil kinerja realisasi
APBN-P 2011 yang cukup
menggembirakan, atau berada pada
tingkat aman untuk mendukung
pencapaian pembangunan nasional.
"Kinerja realisasi APBN-P 2011 aman
karena berbagai indikator ekonomi
makro 2011 seperti optimisme
perekonomian Asia di tengah krisis
global," kata Agus Martowardojo dalam
jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Salah satu contoh dari optimisme
perekonomian tersebut adalah
peningkatan ekspor pada Januari
hingga November 2011 sebesar 32,04
persen dibanding periode yang sama
tahun 2010.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia
hingga triwulan ketiga tahun 2011
mencapai 6,5 persen, sehingga
diperkirakan pertumbuhan ekonomi
2011 dapat mencapai 6,5 persen sesuai
dengan target pertumbuhan ekonomi
APBN-P 2011.
Tingkat inflasi 2011 terkendali pada
level 3,79 persen "year on year", ini
lebih rendah dari target inflasi dalam
APBN-P 2011 sebesar 5,65 persen "year
on year".
Sejalan dengan rendahnya inflasi, rata-
rata tingkat suku bunga SPN-3 bulan
sebagai acuan pembayaran bunga
utang pemerintah dalam tahun 2011
mencapai 4,84 persen, ini dibawah
asumsi APBN-P 2011 sebesar 5,60
persen.
Selain itu, kinerja ekonomi nasional
2011 juga menggembirakan dilihat dari
nilai tukar rupiah yang stabil pada
kisaran Rp8.776 /USD. Nilai ini
mendekati asumsi APBN-P sebesar
rata-rata Rp8.700 /USD.
Harga minyak mentah Indonesia dalam
tahun 2011 mencapai rata-rata
USD111,5/ barel, lebih tinggi dari
asumsi APBN-P 2011 sebesar USD95,0/
barel.
Sementara "lifting" minyak mentah
Indonesia dalam tahun 2011 hanya
mencapai 898 ribu barel per hari, ini di
bawah target APBN-P 2011 sebesar 945
ribu barel per hari.

sumber Antara

Batlayon 436 Paskhas Menerima Radar Smart Hunter

Radar Smart Hunter untuk memandu rudal
QW-3 VSHORAD (photo : Kaskus Militer)
“Prajurit Baret Jingga”, Harus Selalu
Siap
Sebagai personel yang bertugas
mempertahankan dan menjaga keamanan
pangkalan, anggota Paskhas harus selalu
siap dan tidak boleh lupa akan bekal
pengalaman maupun pengetahuan yang
telah didapat selama penugasan, sehingga
guna memantapkan kemampuan yang
dimiliki setiap anggota, berbagai latihan
harus terus dilaksanakan.
Oleh karenanya, anggota Paskhas yang
dikenal dengan sebutan “Prajurit Baret
Jingga” tersebu, secara rutin melaksanakan
latihan menembak menggunakan senapan
laras panjang (Presisi) dengan SS-1 VI dan
SS1 V2 yang dilaksanakan oleh prajurit
Bintara dan Tamtama. Sedangan untuk
senapan laras pendek dilaksanakan oleh
Perwira dengan tiga sikap tiarap jongkok
dan berdiri di lapangan tembak Batalyon
463 Paskhas, Rabu, (4/1) .
Pada waktu yang bersamaan Aslog
Makorpaskhas, yang diwakili Mayor Psk
Tunggul memberikan pelatihan tentang
pengoperasian alutsista Radar Smart
Hunter kepada anggota Paskhas,
sehubungan dengan akan diserahkannya
alutsista tersebut ke Batalyon 463 Paskhas
yang saat ini dikomandani oleh Letkol Psk
Rossen L. Sinaga.
Radar Smart Hunter merupakan senjata
Pertahanan Udara yang berfungsi untuk
memandu Gunner Rudal Manpat QW-3
dalam menemukan sasaran lawan yang
tidak bisa dilakukan oleh penembak secara
visual.
(TNI-AU )

KRI Kujang Akan Memperkuat TNI AL

Batam - Jajaran Tentara Nasional
Indonesia Angkatan Laut (TNI AL)
terus memperkuat armada lautnya.
Setelah KRI Celurit-641,dalam waktu
dekat giliran KRI Kujang-642 yang
akan memperkuat armada laut TNI
AL.
Keduanya merupakan kapal kawal
cepat rudal (KCR) produksi dalam
negeri yang dikerjakan galangan kapal
PT Palindo Marine,Batam. Kedua
kapal untuk patroli tersebut memiliki
spesifikasi yang hampir sama yakni
panjang 44 meter, lebar 7,4 meter,
berbobot 250 ton, dan mampu
berlayar dengan kecepatan
maksimum 30 knot. Kapal
dipersenjatai rudal C-705 , meriam
kaliber 30 mm enam laras, serta
meriam anjungan dua unit kaliber 20
mm.
Pengadaan kapal KCR memang
menjadi salah satu program
penguatan alat utama sistem senjata
(alutsista) TNI AL.Hingga 2024 TNI AL
butuh 24 unit kapal jenis ini.“Kapal
akan dioperasikan di wilayah Armada
Barat dan Sulawesi Utara,”kata
Asrena KSAL Laksamana Muda TNI
Sumartono di Batam kemarin. KSAL
Laksamana TNI Soeparno sebelumnya
mengatakan, program penambahan
alutsista TNI AL pada 2012 adalah
pengadaan kapal selam dan kapal
permukaan.
“Ada tiga kapal selam, dua kapal
permukaan frigate jenis perusak
kawal rudal (PKR) dan 20 kapal patroli
cepat dan kapal cepat torpedo,”
ujarnya. Satu unit kapal tersebut
berharga sekitar Rp75 miliar. Pada
pengadaan pertama yakni KRI Celurit,
pemerintah bekerja sama dengan
Bank Mandiri untuk pembiayaannya.
Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI
Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan,
pengadaan alutsista TNI AL meliputi
kapal kombatan dan nonkombatan
seperti kapal tanker dan kapal angkut
tank. Kapal perang dalam waktu dekat
diserahkan kepada KRI
Kujang-642. Selain KCR dari galangan
kapal di Batam,TNI AL juga segera
diperkuat kapal-kapal perang
produksi galangan kapal di
Banyuwangi, Trimaran.
Nama terakhir ini juga menggunakan
senjata peluru kendali dengan jarak
tembak 120 km.TNI AL memesan
empat unit dan dalam waktu dekat
satu di antaranya sudah bisa
diserahkan. Meski demikian, Trimaran
berbeda dengan Celurit maupun
Kujang. Dari segi bahan, Trimaran
menggunakan komposit serat karbon,
sedangkan Celurit dan Kujang terbuat
dari gabungan baja khusus high
tensile steel dan aluminium marine
grade.
Trimaran juga mampu melaju lebih
kencang 5 knot dari Celurit dan
Kujang. Kapal-kapal kecil dinilai cocok
dengan kondisi geografis Indonesia
yang berupa kepulauan, dibandingkan
dengan kapal besar seperti yang
banyak digunakan dalam Perang
Pasifik. Namun, kapal-kapal tersebut
harus dilengkapi dengan persenjataan
yang canggih seperti peluru kendali.
Sekjen Kemhan Marsdya TNI Erris
Heryanto mengatakan, pemerintah
sedang bersiap untuk memproduksi
peluru kendali (rudal) yang akan
dipakai mempersenjatai kapal perang
KCR yakni C-705 . Produksi akan
menggandeng perusahaan di China
yaitu Sastind. “TNI AL akan
menggunakan ini di kapal-kapal
patrolinya.Rudal ini memiliki
jangkauan 110-120 km dan
dipersiapkan untuk sasaran
permukaan,”ujarnya.
Sumber : SINDO

Wednesday, January 4, 2012

TNI AU akan diperkuat Rudal Pertahanan Udara KY80 dari Cina

06 Januari 2012

HQ-16 atau LY-80/KY-80 adalah rudal permukaan ke udara jarak sedang buatan China dengan sistem peluncuran vertikal, yang dapat menjangkau target hingga 40 km (photo : Chinese Military Review)

Untuk mendukung upaya pengamanan
wilayah udara Indonesia, Komando
Sektor Pertahanan Udara Nasional
(Kosekhanudnas) III Medan mulai
melirik penggunaan peluru kendali
produksi Cina.
Medan – Komando Sektor Pertahanan
Udara Nasional III Medan berencana untuk
mengusulkan pembelian peluru kendali
buatan Cina. Pembelian ini rencananya
akan diajukan pada pemerintah, dalam
rangka melengkapi persenjataan udara
Indonesia. Di tengah beragam ancaman
yang mungkin terjadi setiap saat.
Panglima Kosek Hanudnas Tiga Medan,
Bonar H Hutagaol mengatakan pihaknya
telah melakukan peninjauan terhadap
peluru kendali Cina. Untuk melihat
keunggulan senjata tersebut dan melihat
kemungkinan untuk membelinya. Walau
hingga kini belum ada sinyalemen yang
memungkinkan untuk membeli.
“Baru tingkat peninjauan untuk melihat
kemampuannya di Gurun Gobi,” kata
Hutagaol pada Smart FM Medan. Peluru
kendali yang diujicoba di Cina berjenis
KY-80 . Indonesia dipastikan membutuhkan
persenjataan dalam bentuk rudal yang
mampu menembak pesawat dan rudal
musuh.
Meski demikian, Bonar H Hutagaol
menambahkan, senjata yang saat ini dimiliki
oleh Komando Sektor Pertahanan Udara
Nasional III Medan masih cukup memadai.
Sehingga pembelian ini belum
dikategorikan kebutuhan prioritas. Hasil uji
coba tersebut akan dilaporkan untuk
dianalisis lebih lanjut, sembari mengukur
ketersediaan anggaran.
Cina sendiri dipilih sebagai negara
perbandingan persenjataan, sebab hingga
kini persenjataan Cina masih dapat
diunggulkan. fika rahma
Sumber Smart FM Medan

Dansatlinlamil Surabaya Lantik Komandan KRI Teluk Parigi-539


 
tnial.mil.id / KRI Teluk Hading
Jurnas.com | KOMANDAN Satuan Lintas Laut Militer (Dansatlinlamil) Surabaya Kolonel Laut (P) Ferial Fachroni, melantik Mayor Laut (P) Irwan Sondang Parluhutan Siagian sebagai Komandan KRI Teluk Parigi-539. Pelantikan berlangsung dengan upacara militer bertempat di Geladak KRI Teluk Parigi yang sedang sandar di Dermaga Ujung, Surabaya, Pekan lalu.

Berdasarkan siaran pers Dispen Kolinlamil yang diterima Jurnal Nasional, Rabu (4/1), Dansatlinlamil Surabaya mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI AL merupakan upaya pembinaan organisasi dan personel secara utuh, sekaligus sebagai penyegaran semangat dan penyegaran pemikiran serta inovasi terhadap tuntutan tugas yang semakin kompleks.

”Satlinlamil Surabaya bertugas melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan terhadap unsur-unsur organiknya termasuk didalamnya pembinaan personel dan material berikut dukungan logistik dan administrasi dalam rangka kesiapan operasi angkutan laut militer, maupun dalam rangka menunjang pembangunan nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Dansatlinlamil Surabaya mengatakan semakin berat dan kompleksnya tugas Satlinlamil Surabaya kedepan didalam mendukung kegiatan Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), menuntut Satlinlamil Surabaya untuk selalu berupaya meningkatkan kemampuan sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan pelaksanaan tugas.

Seperti diketahui, jabatan Komandan KRI Teluk Parigi-539 diserahterimakan dari Mayor Laut (P) Rakhmat Arief Bintoro lulusan AAL Angkatan 42 Tahun 1996 kepada penggantinya Mayor Laut (P) Irwan Sondang Parluhutan Siagian lulusan AAL Angkatan 41 Tahun 1995 mantan Dikseskoal Tahun 2011. Selanjutnya Mayor Laut (P) Rakhmat Arief Bintoro menempati pos sebagai Pabandya Rendal Sops Kolinlamil.

Pada akhir amanatnya, Dansatlinlamil Surabaya menegaskan bahwa Komandan KRI harus mengetahui, menguasai dan memahami kondisi peralatan dan seluruh anak buah dengan segala permasalahan yang ada pada mereka. ”Cermati setiap situasi yang ada, tegas dan senantiasa mampu mengantisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang ada” ujarnya.

Upacara sertijab yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh para Komandan KRI jajaran Satlinlamil Surabaya yang sedang berada di pangkalan.

sumber : JURNAS

Wamenhan: industri perkapalan nasional harus berdaya saing



Rabu, 4 Januari 2012 20:37 WIB | 1098 Views
Sjafrie Sjamsoeddin (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Batam (ANTARA News) - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta industri pertahanan nasional, termasuk industri perkapalan agar membenahi sistem manajerialnya sehingga memiliki daya saing yang kuat dan sehat tidak saja di dalam tetapi juga luar negeri.

"Saya bersama tim datang untuk melihat langsung kinerja dan sistem manajerial yang dilakukan perusahaan-perusahaan kapal swasta dalam mendukung kebutuhan TNI, khususnya TNI Angkatan Laut," katanya, dalam kunjungan kerjanya di tiga perusahaan galangan kapal swasta di Batam, Rabu.

Ia menilai, perusahaan kapal swasta memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan produk kapal yang berdaya saing tinggi, tidak saja untuk kapal niaga tetapi juga militer.

"Namun, untuk dapat menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan operasional TNI yang diperlukan, harus didukung daya mampu yang memadai secara manajerial, terutama tingkat keahlian dan kemampuan sumber daya manusianya," katanya.

Para pengusaha kapal swasta juga harus mampu berinteraksi dengan Kementerian Pertahanan/TNI untuk lebih memahami spesifikasi teknik dan kebutuhan operasional yang dibutuhkan, lanjut Sjafrie.

Hal tersebut terkait dengan kebijakan politik negara untuk membangun sistem pertahanan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan banyaknya perusahaan kapal baik nasional maupun swasta yang berdaya saing tinggi, maka kemampuan SDM mau tidak mau akan meningkat. Daya serap tenaga kerja pun semakin tinggi, dan ini berarti mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Dari segi politik, perusahaan kapal nasional dan swasta yang berdaya saing tinggi dapat memacu kemandirian industri pertahanan nasional, yang berujung pada posisi tawar Indonesia, kata Sjafrie menambahkan.

Karena itu, pemerintah telah mencanangkan modernisasi alat utama sistem senjata selama 2009-2024 secara bertahap, terutama untuk alat utama sistem senjata bergerak seperti kendaraan tempur, pesawat tempur, dan kapal selam.

"Karena itu, saya harapkan semua perusahaan kapal di Indonesia baik nasional seperti PT PAL dan perusahaan kapal swasta dapat memperbaiki kinerja manajerialnya, kepemimpinannya, kemampuan SDM dan lainnya sehingga mampu saling bersaing secara sehat. Semua memiliki peluang sama," katanya.

Dalam kunjungannya ke Batam, Wakil Menhan melakukan kunjungan ke PT Bandar Abadi Shipyard, PT Citra Shipyard, dan PT Palindo Marine Shipyard (meninjau production line dan peninjauan KCR).

Selain itu juga akan mengunjungi Fasharkan Mentigi, Dermaga Punggur dan Puskodal TNI-AL.


sumber Antara

Pemerintah Genjot Alih Teknologi Kapal Selam Korea


TEMPO.CO, Batam - Wakil Menteri
Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin
memastikan pemerintah bakal
mendorong percepatan alih teknologi
pembuatan kapal perang dalam
negeri. Selama ini industri kapal
dalam negeri baru bisa memproduksi
non-kapal perang, seperti kapal
patroli dan kapal angkut. Sedangkan,
untuk kapal selam, masih
mengandalkan teknologi asing.
"Pemerintah sudah memprioritaskan
anggaran alat utama sistem
persenjataan (alutsista) angkatan laut
untuk transfer teknologi," ujar Sjafrie
saat meninjau industri kapal di
Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 4
Januari 2012.
Pada 20 Desember lalu, Kementerian
Pertahanan sudah menandatangani
kontrak pengadaan tiga unit kapal
selam dengan perusahaan galangan
kapal asal Korea Selatan, Daewoo
Shipbuilding Marine Enginering
(DSME). Menurut Sjafrie, kerja sama
dilakukan dengan model produksi
bersama agar terjadi alih teknologi.
Penambahan alutsista kapal selam ini
diharapkan menjadi wadah
penguatan kemampuan sumber daya
manusia (SDM) lokal dalam
pembuatan kapal selam.
Menurut Sjafrie, alih teknologi
pembuatan kapal selam sudah masuk
dalam kontrak pembelian tiga kapal
selam itu. Berdasarkan kontrak,
ketiga kapal ini menghabiskan biaya
sekitar US$ 1,80 miliar yang diambil
dari alokasi pengadaan alutsista
tahun 2010-2014.
Kepala Badan Sarana Pertahanan
Mayor Jenderal Ediwan Prabowo
mengatakan, untuk menjamin
terlaksananya alih teknologi,
pembuatan kapal selam ketiga akan
dilakukan sepenuhnya di Indonesia
melalui perusahaan produsen kapal
pelat merah PT PAL.
Pembuatan kapal pertama dilakukan
sepenuhnya di Korea dengan
mendatangkan tenaga ahli PT PAL
Surabaya untuk belajar ke Daewoo.
Mereka akan diminta belajar tahapan
desain dan turut dalam tahapan
persiapan pembangunan kapal selam
kedua.
Rencananya, dalam pembuatan kapal
tahap pertama, akan dikirim sekitar
30 tenaga ahli. Sedangkan, pada
pembuatan kapal kedua, pemerintah
akan mengirim hingga 130 orang
untuk mulai terlibat dalam praktek
pembuatan kapal selam. Barulah
nanti pembuatan kapal ketiga
sepenuhnya bisa dibuat langsung di
PT PAL. "Kami berharap pada
akhirnya SDM lokal bisa membuat
kapal selam secara penuh," ujarnya di
tempat yang sama.
Ediwan menuturkan pemerintah
menargetkan kapal selam pertama
sudah rampung pada 2015.
Sedangkan kapal kedua dan ketiga
berturut-turut selesai pada 2016 dan
2017. Pengadaan tiga unit kapal
selam baru ini akan digunakan untuk
melengkapi armada tempur TNI
Angkatan Laut. Saat ini Indonesia
baru memiliki dua kapal selam, yaitu
KRI Cakra dan KRI Nanggala, yang
sudah beroperasi lebih dari sepuluh
tahun.
Tiga kapal selam yang sudah dipesan
ini memiliki bobot dan daya angkut
yang lebih besar, dengan peralatan
dan persenjataan yang lebih baru.
"Dengan kehadiran tiga kapal selam
baru ini, diharapkan daya tempur dan
daya tangkal TNI Angkatan Laut
semakin kuat," ujarnya.
sumber: Tempo

China menentang sanksi AS ke Iran


Rabu, 4 Januari 2012 17:40 WIB | Dibaca
749 kali
Beiijing (ANTARA
News) - China, Rabu
ini, mengatakan
menentang sanksi
unilateral terhadap Iran, setelah
Presiden AS Barack Obama
menandatangani sebuah undang-
undang yang menargetkan bank sentral
Republik Islam Iran.
Langkah Washington ini ditempuh
setelah Amerika Serikat, Inggris dan
Kanada menyatakan pada November
bahwa mereka mengenakan sanksi
tambahan terhadap Iran sembari
menunjuk bukti bahwa Teheran tengah
berupaya menguasai senjata nuklir.
Teheran membantah tuduhan ini
dengan menyatakan bahwa program
nuklirnya adalah eksklusif untuk tujuan
medis dan pembangkit listrik. China
berulangkali menyatakan sanksi tidak
akan menyelesaikan masalah ini.
"China menentang penempatan hukum
dalam negeri satu negara di atas
hukum internasional dan pengenaan
sanksi unilateral terhadap negara-
negara lainnya," kata juru bicara
menteri luar negeri Hong Lei
menanggapi sanksi AS kepada Iran,
seperti dikutip AFP.
China dan Iran saling bermitra ekonomi
dalam beberapa tahun belakangan,
sebagian karena menarik dirinya
perusahaan-perusahaan Barat
menyusul sanksi terhadap Teheran.
China dan Rusia yang adalah sekutu
kunci Iran, kerap berupaya mengambil
langkah yang lebih lembut terhadap
Iran ketimbangan tiga anggota tetap
Dewan Keamanan PBB lainnya.
sumber Antara

Tuesday, January 3, 2012

Hingga 2024 KCR diproduksi 24 unit

Batam - Pemerintah Indonesia
menargetkan pembuatan 24 unit
kapal cepat berpeluru kendali hingga
2024.
Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI
Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI
Sumartono di Batam, Rabu
mengatakan kedua puluh empat unit
Kapal Cepat Rudal (KCR) itu akan
disebar ke wilayah Barat Indonesia
dan Sulawesi Utara.
Saat mendampingi kunjungan kerja
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie
Sjamsoeddin, ia menambahkan,"Kapal
Cepat Rudal sangat diperlukan untuk
wilayah perairan yang memiliki ombak
rendah atau kepulauan,".
TNI Angkatan Laut kini telah
mengoperasikan Kapal Cepat Rudal
(KCR) KRI Clurit-641, sedangkan satu
unit lainnya yakni KRI Kujang-642
dalam tahap melengkapi peralatan
dan persenjataan.
Kedua kapal buatan PT Palindo
Marine memiliki panjang 43 m,
lebar ,40 m, berat 250 ton, kecepatan
cepat 27 knots dan akan dipersenjatai
rudal C-705 dan meriam kal 30 mm
enam laras dan meriam anjungan dua
unit kal 20 mm.
Pada kesempatan itu, Wakil Menhan
Sjafrie Sjamsoeddin menyaksikan
langsung sailing pass KRI Kujang dari
Batam ke Bintan dengan kecepatan
20 Knots.
PT Palindo kini sedang melakukan
penyelesaian KCR ketiga dan pada
2014 diharapkan telah berhasil
menyelesaikan enam KCR.
Sumber : Antara

Ketahanan ekonomi: ekonomi RI membaik rakyat makin pede

detikcom - Jakarta, Kepercayaan
konsumen menguat kembali di Desember
2011 didorong penilaian konsumen yang
semakin baik terhadap keadaan ekonomi
nasional saat ini. Indeks kepercayaan
konsumen (IKK) naik 0,2% menjadi 91,6.
"Ini adalah level IKK tertinggi dalam 6
bulan terakhir," kata Kepala Ekonom
Danareksa Research Institute Purbaya
Yudhi Sadewa dalam siaran pers, Rabu
(4/1 /2012).
Ia mengatakan, perkembangan ini
menunjukkan proses ekspansi ekonomi RI
belum terganggu gejolak perekonomian
global. Selama 2011 lalu, CCI telah
meningkat secara signifikan.
"Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan
konsumen terus membaik selama tahun
2011," ujarnya.
Dari kedua komponen utama yang
membentuk IKK di Desember, komponen
yang menunjukkan keadaan saat ini (Indeks
Situasi Sekarang atau ISS), naik 2,5%
menjadi 77,6. Kenaikan ini terjadi karena
penilaian konsumen terhadap keadaan
ekonomi nasional maupun lokal saat ini
meningkat.
Sebaliknya, komponen IKK lainnya yang
menunjukkan keadaan masa depan (Indeks
Ekspektasi atau IE), turun 1,1% menjadi
102,1. Hal ini menunjukkan optimisme
masyarakat terhadap prospek ekonomi
secara keseluruhan dalam enam bulan
mendatang sedikit menurun.
"Penurunan ini sehubungan dengan
ekspektasi adanya kenaikan harga dalam 6
bulan ke depan," katanya.
Survei menunjukkan, konsumen masih
merasa khawatir terhadap prospek
kenaikan harga barang dalam enam bulan
mendatang. Indeks yang mengukur
sentimen konsumen terhadap inflasi naik
sebesar 3% menjadi 189,0 di Desember,
yang merupakan level tertinggi dalam 4
bulan terakhir.
"Memang menurut survei terakhir, sekitar
89,9% konsumen di Desember masih
merasa khawatir terhadap kenaikan harga
barang, naik dari 86,5% pada survei bulan
sebelumnya," ucapnya.
Karena optimisme masyarakat terhadap
prospek ekonomi secara keseluruhan
dalam enam bulan mendatang sedikit
menurun, kata Purbaya, rencana konsumen
untuk membeli barang-barang tahan lama
juga menurun di Desember.
Berdasarkan hasil survei terakhir, sekitar
35,6% konsumen yang disurvei berencana
untuk membeli barang-barang tahan lama
dalam 6 bulan mendatang, turun dari
40,2% di November.
Walaupun turun, rencana konsumen untuk
membeli barang-barang tahan lama masih
tetap kuat, karena persentase konsumen
yang akan membeli barang-barang tahan
lama masih relatif tinggi, tidak terlalu jauh
dari level teringginya sejak Januari 2000.
Sementara itu, kepercayaan konsumen
terhadap kemampuan pemerintah untuk
melaksanakan tugas-tugasnya kembali
melemah di Desember. Indeks
Kepercayaan Konsumen terhadap
Pemerintah (IKKP) turun sebesar 2,21%
menjadi 86,0 dari 87,9 di November.
Pada survei terakhir, semua komponen
yang membentuk IKKP (komponen yang
menunjukkan kemampuan pemerintah
dalam menjaga stabilitas harga,
mendorong pertumbuhan ekonomi,
menyediakan dan menjaga fasilitas umum,
dan menegakkan hukum) menurun, kecuali
komponen yang menunjukkan kemampuan
pemerintah dalam menyediakan lingkungan
yang aman dan teratur (indeksnya naik
sebesar 1,06% menjadi 100,9 dari 99,8 di
November).
sumber detik

Mobil Kiat Esemka Akan Diproduksi Massal


Produksi massal membuat harga mobil
Kiat Esemka menjadi lebih murah.

Mobil dinas Jokowi rakitan anak SMK
Eko Huda S | Selasa, 3 Januari 2012, 12:31
WIB


VIVAnews - Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan mengapresiasi
keberhasilan siswa Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) dalam merakit mobil
Kiat Esemka. Kementerian ingin mobil
itu diproduksi secara massal.
"Kita akan mendorong produk-produk
ini akan menjadi pabrikasi," kata Staf
Mendikbud Bidang Komunikasi dan
Media, Sukemi saat berbincang dengan
VIVAnews.com , Selasa 3 januari 2012.
Menurut dia, dengan produksi massal
itu produk mobil dan laptop Esemka
bisa dijual ke masyarakat dengan harga
yang lebih murah. Untuk saat ini saja,
mobil Kiat Esemka dihargai dalam
kisaran harga Rp95 juta. "Karena
massal harganya akan lebih murah,"
kata dia.
Sukemi mengatakan kewenangan untuk
menjadikan produksi ini dalam jumlah
banyak menjadi kewenangan
Kementerian Perindustrian dan
Kementerian Perdagangan. Namun,
Kemendikbud telah melakukan
pembicaraan dengan kedua
kementerian itu. "Tinggal menunggu
lampau hijau dari kemeterian terkait,"
ujar Sukemi.
"Itu wewenang kementerian lain. Kami
di sini hanya membekali. Kalau tidak
bisa dipabrikasi, paling tidak para siswa
itu telah mengetahui seluk beluk
teknologi itu saat bekerja di lapangan.
Jadi mereka sudah siap," kata Sukemi.
Sebelumnya, siswa SMK 2 Surakarta
dan SMK Warga Surakarta telah
berhasil membuat mobil Kiat Esemka.
Sekitar 80 persen komponen mobil
berasal dari komponen lokal. Mobil ini
mendapat apresiasi banyak kalangan.
Spesifikasi mobil ini tak kalah dengan
mobil buatan luar negeri. (umi)
suber : VIVAnews

Iran tindak tegas apa bila kapal induk as kembali ke tuluk persia

Selasa, 03/01/ 2012 15:54 WIB
Iran Akan Tindak
Tegas Kapal Induk AS
Jika Kembali ke Teluk
Persia
Muhammad Taufiqqurahman -
detikNews
FOTO: Foto: AFP
Teheran - Pemerintah Iran
memperingatkan akan mengambil
tindakan tegas kepada Amerika
Serikat (AS) jika kapal induk AS
kembali lagi ke Teluk Persia. Iran
berjanji hanya akan memberikan
peringatan satu kali kepada AS
atas tindakannya itu.
"Saya menyarankan,
merekomendasikan dan
memperingatkan mereka
(Amerika) atas kembalinya kapal
induk ini ke Teluk Persia, karena
kita tidak terbiasa memberikan
peringatan lebih dari sekali," ujar
Kepala Pasukan Militer Iran,
Ataollah Salehi, seperti
diberitakan AFP, Selasa
(3/1 /2011).
Kapal induk AS yang menyusup di
Teluk Persia diyakini sebagai USS
John C Stennis, salah satu kapal
perang terbesar milik Angkatan
Laut AS. Kapal itu meninggalkan
Teluk Persia setelah Iran
menggelar latihan perang di
wilayah itu selama 10 hari.
"Iran tidak akan mengulangi
peringatannya. Pasukan induk
musuh telah pindah ke Laut
Oman setelah manuver kita. Saya
menyarankan dan menekankan
kepada kapal induk Amerika untuk
tidak kembali ke Teluk Persia,"
jelasnya.
Dalam layar monitor militer Iran
terlihat kemampuan Iran untuk
menutup Selat Hormuz, kawasan
di Teluk Persia. Ketegangan
antara Iran dan pihak Barat dalam
beberapa hari terakhir semakin
meningkat. Iran menegaskan
program nuklirnya murni untuk
tujuan damai. Amerika Serikat
telah memberi sanksi ekonomi
baru kepada Iran beberapa hari
yang lalu.
Sebelumnya pejabat-pejabat AS
mengungkapkan, kapal induk
tersebut tengah bergerak menuju
Selat Hormuz, rute penting di
Teluk Persia yang dilalui kapal-
kapal yang mengangkut sepertiga
minyak dunia. Iran telah
mengancam akan menutup selat
tersebut jika negara-negara Barat
benar-benar menerapkan sanksi
terhadap industri minyak Iran.
Ancaman Iran itu telah
menimbulkan kemarahan AS.
Militer AS mengancam tidak akan
mentolerir setiap upaya Iran
untuk menutup selat tersebut.

sumber detik

Mobil made in Indonesia

Inilah Mobil-Mobil Nasional
Indonesia
Selasa, 3 Januari 2012 - 12:43 wib
Azwar Ferdian - Okezone
F: Esemka Digdaya (Okezone)
enlarge this image
JAKARTA – Indonesia sebagai salah satu
pasar otomotif terbesar di dunia, sudah
saatnya memiliki mobil nasional yang bisa
diandalkan. Melihat ke belakang,
Indonesia sudah beberapa kali tercatat
memiliki mobil nasional, bahkan ada yang
suskes di pasaran.
Seperti dikutip tujuhpedia, ada tujuh
mobil nasional (plus Esemka Rajawali)
yang pernah dikembangkan putra-putra
bangsa. Ketujuh mobil tersebut adalah
Marlip, Maleo, Gea, Tawon, Komodo,
Timor dan Esemka Digdaya, serta
tambahan Esemka Rajawali. Bagaimana
sejarah delapan mobil tersebut?
Marlip
Marlip adalah mobil listrik yang
dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan
PT. Marlip Indo Mandiri. Mobil ini
digunakan untuk mobil golf, pasien, mobil
keamanan. Marlip juga punya varian mobil
empat penumpang dengan kecepatan
mencapai 50 km/jam dengan jarak
tempuh maksimal 120km. Harga Marlip
berkisar antara Rp60 sampai Rp80 juta.
Maleo
Maleo mulai dikembangkan pada 1993,
dimana saat itu pemerintah mulai berpikir
tentang mobil nasional. IPTN sebagai
instansi yang ditunjuk, bekerjasama
dengan Rover, Inggris dan Millard Design
Australia. Sampai pada 1997, IPTN sukses
membuat 11 rancangan mobil yang
isimewa. Namun karena reformasi 1998,
proyek tersebut menjadi sia-sia.
Gea
Gea adalah proyek mobil nasional hasil
riset PT. INKA (Industri Kereta Api)
dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan
Strategis Nasional), yakni mesin
berkapastias 640cc. Tujuan Gea adalah
memberikan alternatif mobil kecil
menghadapi krisis energi. Dilepas dengan
harga antara 45 -50 juta, sudah diuji coba
hingga 10.000 km dan kecepatan
maksimalnya 90 km/jam. Mobil ini sudah
sampai tahap uji coba produksi.
Tawon
Mobil tawon diproyeksikan menjadi
pengganti Bajaj. Diproduksi oleh PT Super
Gasindo Indonesia Jaya (GIJ). Tawon
adalah mobil nasional yang paling siap
dipasarkan. Mobil ini menggunakan
bahan bakar gas dengan kapasitas mesin
mesin 650cc. Tawon mampu menembus
kecepatan 100 km/jam dengan banderol
Rp48 juta on the road.
Komodo
Salah satu desainer CN-250 Gatotkaca
Ibnu Susilo menjadi Head Designer Maleo
mengeluarkan desain Komodo. Ini adalah
mobil offroad asli Indonesian. Mobil kecil
tapi dapat melintasi hutan sejauh 100 km
dalam 6-7 jam dengan konsumsi bahan
bakar hanya 5 liter. Komodo punya fitur
self-recovery yang membuatnya tidak bisa
terguling.
Timor
Timor adalah Teknologi Industri Mobil
Rakyat. Timor pernah hits di dekade 90an
yang diproduksi PT. Timor Putra Nasional.
Sejatinya, mobil ini merupakan mobil KIA
Sephia dengan ide mengimpor mobil
namun dengan komponen lokal.
Bersamaan dengan Timor, hadir
Bimantara dengan produknya Bimantara
Cakra.
Esemka Digdaya
Esemka Digdaya adalah proyek mobil
nasional yang dikerjakan oleh siswa SMK
1 Singosari Malang. Mobil double kabin
ini memiliki mesin 1.500 cc eks Timor.
Biaya yang dhabiskan Rp175 juta.
Esemka Rajawali
Senada dengan Esemka Digdaya, Esemka
Rajawali menjadi perbincangan khusus
setelah Wali Kota Solo Joko Widodo
menggunakan sebagai mobil dinas.
Esemka Rajawali bergenre SUV dengan
mesin 1.500 cc milik Timor. Mobil ini
dilepas dengan banderol Rp75 juta
dengan semua fitur-fitur layaknya mobil
Jepang.
sumber oke zone

Ruisia: Fasilitas Nuklir Cina Terancam Misil As

MOSKOW - Pejabat militer Rusia
menyinggung sistem pertahanan misil di
wilayah Pasifik yang digagas oleh Amerika
Serikat (AS). Rusia menilai, sistem
pertahanan itu akan mengancam fasilitas
nuklir China.
"Sistem pertahanan misil Pasifik adalah
sebuah masalah. Jepang dan Korea
Selatan memiliki persenjataan yang
dilengkapi dengan sistem Aegis. Jepang
bahkan berniat untuk menambahnya
dengan bantuan AS," ujar pejabat militer
Rusia Mayor Jendral Vladimir Dvorkin,
seperti dikutip RT , Rabu (28/12 /2011).
"Ini merupakan sistem pertahanan misil
yang aktif dan tentunya akan mengancam
fasilitas nuklir China," tandasnya.
Dvorkin juga membenarkan sikap China
yang kian meningkatkan kekuatan
militernya. Menurut Dvorkin, China
berhak memperkuat diri, dan harus turut
aktif berdialog dengan AS untuk
membahas sistem pertahanan misil AS di
Eropa dan Asia.
"Sistem pertahanan ini bukan hanya
menjadi masalah Rusia, AS, dan North
Atlantic Treaty Organization (NATO). China
juga harus terlibat karena China adalah
anggota tetap Dewan Keamanan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB),"
tambahnya.
Rusia juga tetap mendesak AS agar
memberi jaminan bila sistem pertahanan
misilnya tidak ditujukan ke Rusia.
"Moskow menuntut AS agar memberikan
jaminan legal, misil Eropa tidak akan
ditargetkan ke Rusia. Sebaliknya, kami
akan mempertimbangkan untuk memberi
jaminan ke Paman Sam, bahwa sistem
pertahanan udara Rusia tidak ditargetkan
ke AS," ujar salah seorang peneliti Rusia,
Alexey Arbatov. (rhs)

sumber okezone

Monday, January 2, 2012

Australia jadi hibahkan 4 hercules Untuk Indonesia



Selasa, 3 Januari 2012 10:33 WIB | Dibaca 917 kali
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah
Australia positif menghibahkan empat unit
pesawat C-130 Hercules untuk Indonesia
setelah sempat tertunda prosesnya pada
2011.
"Kemungkinan kedua tim teknis dari masing-masing negara
akan bertemu pada pertengahan Januari ini," kata Kepala
Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Hartind
Asrin ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Hartind Asrin mengatakan, dalam pertemuan itu kedua tim
akan membicarakan teknis hibah yang akan dilakukan
setelah sempat tertunda pada 2011.
Selain mengadakan pertemuan di Jakarta, akan dilakukan
pula pertemuan di Australia untuk melihat langsung empat
unit pesawat Hercules yang akan dihibahkan tersebut, lanjut
Hartind.
Kepastian hibah empat unit pesawat Hercules dari Australia
itu telah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat sebagai
produsen pesawat angkut berat Hercules.
"Namun teknisnya harus dibicarakan lebih lanjut antartim
kedua negara. Dan itu akan segera dilakukan mulai
pertengahan Januari ini," kata Hartind.
Sementara itu, Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan
Udara Marsekal Muda TNI Rodi Suprasodjo mengatakan
pesawat Hercules yang dibutuhkan TNI AU saat ini sebanyak
30 unit. Namun, TNI AU hanya memiliki 21 pesawat Hercules,
sehingga masih kurang sembilan pesawat.
"Kekurangan pesawat Hercules itu akan dipenuhi dari hibah
dan membeli. Ke-30 pesawat Hercules akan digunakan
untuk pesawat tanki sebanyak dua unit, pesawat VIP dua
unit, dan pesawat operasional dua batalyon sebanyak 26
unit," kata Marsekal Muda Rodi.
Rodi menambahkan,"Tipe yang akan dihibahkan adalah tipe
H, diremajakan kembali, dan akan digunakan TNI Angkatan
Udara untuk menggantikan tipe B yang sudah sangat tua,".

Sumber Antara

Iran-US brinkmanship over oil strait of Hormuz worsens

Iran-US brinkmanship over oil strait of Hormuz worsens

A showdown between Iran and the United States over Tehran’s threats to close the strategic Strait of Hormuz to oil tankers worsened on Thursday with warships from each side giving weight to an increasingly bellicose exchange of words.
Iran’s Revolutionary Guards rejected a warning that the US military would “not tolerate” such a closure, saying they would act decisively “to protect our vital interests.”
State Department spokeswoman Victoria Nuland said on Thursday that Iran had exhibited “irrational behavior” by threatening to close the strait.
“One can only guess that the international sanctions are beginning to feel the pinch, and that the ratcheting up of pressure, particularly on their oil sector, is pinching in a way that is causing them to lash out.”
The tough language came as two US warships entered a zone where the Iranian navy’s ships and aircraft were in the middle of 10 days of war games designed as a show of military might.
But a US navy spokeswoman said later that the aircraft carrier USS John C.
Stennis and the guided-missile cruiser USS Mobile Bay had transited without incident on Tuesday, in pre-planned, routine operation.
“Our interaction with the regular Iranian Navy continues to be within the standards of maritime practice, well-known, routine and professional,” Fifth Fleet spokeswoman Lieutenant Rebecca Rebarich said on Thursday.
The transit area was in waters east of the Strait of Hormuz, a choke point at the entrance to the Gulf through which more than a third of the world’s tanker-borne oil passes.
Iranian Vice President Mohammad Reza Rahimi warned this week that “not a drop of oil will pass through the Strait of Hormuz” if the West followed through with planned additional sanctions against Iran over its nuclear program.
The navy commander, Admiral Habibollah Sayari, backed that up by saying it would be “really easy” to close the strait.
A US Defence Department spokesman riposted on Wednesday that “interference with the transit of vessels through the Strait of Hormuz will not be tolerated.”
But Brigadier General Hossein Salami, the deputy commander of Iran’s powerful Revolutionary Guards, told Fars news agency on Thursday that “our response to threats is threats.”
We have no doubt about our being able to carry out defensive strategies to protect our vital interests – we will act more decisively than ever,” he was quoted as saying.
“The Americans are not qualified to give us permission” to carry out military strategy, he said.
Admiral Sayari said the US aircraft carrier was monitored by Iranian forces as it passed from the Strait of Hormuz to the Gulf of Oman, state television reported.
It broadcast footage of an aircraft carrier being shadowed by an Iranian plane.
An Iranian navy spokesman, Commodore Mahmoud Mousavi, told the official IRNA news agency the US carrier went “inside the manoeuvre zone” where Iranian ships were conducting their exercises.
He added that the Iranian navy was “prepared, in accordance with international law, to confront offenders who do not respect our security perimeters during the manoeuvres.”
US officials had said on Wednesday that the Stennis and its carrier strike group were moving through the Strait of Hormuz.
Pentagon press secretary George Little said this was “a pre-planned, routine transit” to the Arabian Sea to provide air power for the war in Afghanistan.
The United States maintains a navy presence in the Gulf in large part to ensure oil traffic there is unhindered. Its Fifth Fleet is based in Bahrain.
Iran, which is already subject to several rounds of sanctions over its nuclear program, has repeatedly said it could target the Strait of Hormuz if attacked or its economy is strangled.
Such a move could cause havoc on world oil markets, disrupting the fragile global economy, although analysts say the Islamic republic is unlikely to take such drastic steps as it relies on the route for its own oil exports.
Iran’s naval manoeuvres included the laying of mines and the use of aerial drones, according to Iranian media. Missiles and torpedoes were to be test-fired in the coming days.
Earlier this month, Iranian officials said a Revolutionary Guards cyber-warfare unit had hacked the controls of a US bat-winged RQ-170 Sentinel reconnaissance drone and brought it down safely.
Analysts and oil market traders are watching the developing situation in and around the Strait of Hormuz carefully, fearing that a spark could ignite open confrontation between the long-time foes.
The United States had proposed a military hotline between Tehran and Washington to defuse any “miscalculations” between their navies, but Iran in September rejected that offer.
 
SUMBER :  DEFENCE TALK

Jet Tempur Iran Jepret Kapal Induk AS

F-15 Sale to Saudi Arabia Part of Broader Effort

F-15 Sale to Saudi Arabia Part of Broader Effort

The recently announced $29.4 billion sale of F-15SA fighter aircraft to Saudi Arabia is just one part of a broader U.S.-Saudi military sales and defense cooperation effort that’s central to regional security, Pentagon Press Secretary George Little said.
U.S. officials announced an agreement Dec. 29 to sell 84 new F-15 fighter jets and upgrades for 70 existing aircraft to Saudi Arabia. Little said the same represents less than half of the $60.5 billion in U.S. sales of aviation capabilities agreed by the Kingdom of Saudi Arabia.
In addition to the Royal Saudi Air Force, this broader program includes aviation capabilities for the Saudi Arabian National Guard, Royal Saudi Land Forces and Saudi Royal Guard, he said.
“More broadly, the U.S.-Saudi military-to-military alliance is a central feature of regional security,” he said.
Little noted the U.S. Military Training Mission in Saudi Arabia, which was established in 1953 and remains a cornerstone of the U.S.-Saudi military-to-military relationship. U.S. and Saudi defense departments cooperate regularly at the highest levels, through established bilateral planning forums like the Strategic Joint Planning Commission and the Military Joint Planning Commission, he said.
In addition, the Royal Saudi Air Force trains with the U.S. Air Force in rigorous exercises that improve military cooperation and interoperability, and that facilitate the exchange of ideas, Little said. Among them is Red Flag, the U.S. Air Force's premier air-to-air combat training exercise, conducted in Nevada. Red Flag gives pilots the experience of multiple, intensive air combat sorties from within the safety of a training environment.
In announcing the F-15 sales agreement Dec. 29, James N. Miller, principal deputy under secretary of defense for policy, and Andrew Shapiro, assistant secretary of state for political-military affairs, emphasized the close military-to-military ties between the United States and Saudi Arabia.
“The United States is firmly committed to the security of the Kingdom of Saudi Arabia, as we have been for nearly seven decades, and … more broadly, the United States and Saudi Arabia have a strong mutual interest in the security and stability of the Gulf,” Miller said.
The F-15s Saudi Arabia will receive under the agreement “will have the latest generation of computing power, radar technology, infrared sensors and electronic warfare systems,” he added.
“This agreement reinforces the strong and enduring relationship between the United States and Saudi Arabia,” Shapiro said. “It demonstrates the U.S. commitment to a strong Saudi defense capability as a key component to regional security.”
State and DOD have worked to conclude the agreement since June 2010, Shapiro added.
The White House released a statement Dec. 29 detailing the full Foreign Military Sales program agreement, which also will provide munitions, spare parts, training, maintenance and logistics support for the F-15s to the Royal Saudi Air Force.
 

Perang Iran, Kehancuran Israel dan Ekonomi Dunia


Inilah Penjelasan Iran Tentang Selat Hormuz


Serang Iran Sama dengan Mengusik Rusia dan Cina

Russia to modernize 60 MiG-31 interceptors by 2020


04:07 02/01/2012
MOSCOW, January 2 (RIA Novosti)
The Russian Air Force will receive over 60 modernized MiG-31 Foxhound interceptor aircraft by 2020, the Defense Ministry said. A modernization contract was signed by the ministry and Russia’s United Aircraft Corporation in December last year.
“We are planning to upgrade more than 60 MiG-31 interceptors to the MiG-31BM version by 2020,” Air Force spokesman Vladimir Drik said last week.
Relatively few MiG-31s have been modernized to the MiG-31BM version since the heavy interceptor entered service with the Russian Air Force in 1982.
The modernized version is fitted with upgraded avionics and digital data links, a new multimode radar, color multi-function cockpit displays, and a more powerful weapons-control system. It can detect airborne targets at the range of 320 kilometers (200 miles) and simultaneously track up to 10 targets.
The MiG-31BM can carry new air-to-air and air-to-surface missiles such as the AS-17 Krypton anti-radar missile.
MiG-31 interceptors are an integral part of a comprehensive aerospace defense network being created in Russia to thwart any potential airborne threats, including ballistic and cruise missiles.

sumber : RIA NOVOSTI

Indonesia selamatkan Kapal penarik dan tongkang yang berasal dari Malaysia dari pembajakan


Senin, 2 Januari 2012 19:14 WIB | 1062 Views
Sejumlah prajurit gabungan dari TNI Angkatan Laut (AL) dan Udara (AU) beraksi saat simulasi anti perompak pada acara Dirgahayu Hari Nusantara di Dumai, Riau, Selasa (13/12). Dalam atraksi tersebut TNI juga menurunkan beberapa jenis pesawat seperti Hercules, Hawk dan F 16. (ANTARA/Viki Payoka)

Indonesia, Singapura dan Malaysia meningkatkan patroli laut pada dua tahun lalu ditengah kewaspadaan perompakan yang berencana membajak kapal tangker minyak.
Kuala Lumpur (ANTARA News/AFP) - Indonesia membebaskan kapal penarik dengan sembilan awak yang dibajak di Selat Singapura, setelah jumlah penyerangan di jalur pelayaran itu meningkat, kata Kepala Pusat Pengawasan Perompakan Biro Maritim Internasional (IMB), Noel Choong, Senin.

Kapal tersebut dibebaskan pada Sabtu (31/1) di wilayah laut Indonesia, kata Choong.

Ia mengemukakan, kapal tersebut menarik tongkang yang bermuatan mesin berat dan gundukan material setelah ditemukan oleh pesawat dan tiga kapal perang Indonesia di kawasan yang sama pada hari berikutnya, tambah dia.

Kapal penarik dan tongkang yang berasal dari Malaysia menuju Kalimantan itu melakukan komunikasi terakhir pada 27 Desember di perairan Malaysia selatan dekat Selat Singapura sebelum mereka dibajak, tambah Choong.

"IMB sangat menghargai cepatnya tanggapan pemerintah Indonesia karena kerja samanya untuk menyelamatkan kapal dan tongkang tersebut," kata Choong.

Ia berharap, pemerintah meningkatkan patroli dan jumlah kapal untuk waspada di Selat Singapura, dimana 11 penyerangan telah terjadi pada tahun lalu yang meningkat sebanyak tiga serangan dari 2010.

Pihak maritim Malaysia pada Oktober menyelamatkan kapal tanker yang juga dibajak di selat tersebut saat berlayar di antara Singapura dan Indonesia.

Pengadilan Malaysia pada September memenjarakan enam warga Indonesia selama sepuluh tahun setelah berusaha merompak kapal barang di kawasan yang sama.

Jumlah serangan di Selat Malaka, yang terletak di antara Indonesia dan Malaysia dan juga menjadi jalur pelayaran yang rawan, telah menurun pada beberapa tahun terakhir setelah kerja sama beberapa negara disekitarnya dilakukan untuk menumpas perompakan.


sumber Antara

ZERO ACCIDENT 2011 TERCAPAI:Pembentukan 5 Skadron Udara, 1 satuan radar, 10 satuan rudal, 2 batalyon Paskhas, 2 Skadron Teknik dan beberapa Sathar


Pentak Lanud Iwj - 2/01/2012

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI M Syaugi, S.Sos., memberikan ucapan selamat tahun baru 2012 kepada para pejabat Lanud Iswahjudi usai pelaksanaan apel khusus di lapangan Dirgantara, Senin (2/1). ( Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).
Zero Accident yang dicanangkan untuk menuju The First Class Air Force tahun 2011 telah berhasil diwujudkan, demikian dikatakan Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI M. Syaugi, S.Sos., pada apel khusus di awal tahun 2012 yang diikuti oleh seluruh personel Lanud Iswahjudi dan Insub, dilapangan Dirgantara, Senin (2/1).
Kasau, Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Danlanud Iwj, pada apel khusus tersebut Kasau mengatakan bahwa, selain dapat tercapainya Zero Accident ditahun 2011 TNI AU juga sukses mengemban tugas OMSP, operasi kemanusian lewat udara didalam maupun diluar negeri.
Hal tersebut dapat terwujud atas dedikasi, komitmen dan kerja keras yang ditunjukkan oleh seluruh personel TNI AU dalam tahun 2011, untuk menyikapi tahun 2012 Kasau berpesan untuk lebih jeli dalam membaca setiap situasi yang ada sehingga selalu berpikir, memutuskan dan bertindak secara bijak dan tidak kehilangan arah.
Pada tahun ini pula lanjut Kasau, alutsista yang sudah habis masa pakainya akan diganti dengan alutsista baru. Modernisasi tersebut merupakan awal kebangkitan yang harus disikapi dengan bijak dan benar serta dapat cepat beradaptasi dengan alutsista yang diberikan oleh negara.
”Terkait dengan Minimum Essensial Force (MEF) TNI AU telah menrencanakan untuk meningkatkan kekuatan dan pengembangan organisasi berupa pembentukan 5 Skadron Udara, 1 satuan radar, 10 satuan rudal, 2 batalyon Paskhas, 2 Skadron Teknik dan beberapa Sathar”, demikian harap Kasau.
Kondisi tersebut tentu saja membutuhkan jumlah personel yang cukup besar dengan berbagai keahlian untuk mengawaki organisasi yang dibentuk, sehingga berlakukanlah The Right Man The Right Place dan Merit Sistem secara terarah, terpadu, konsisten dengan kaidah-kaidah yang jelas, sehingga tercipta rasa keadilan yang mampu meningkatkan profesionalisme disetiap lini organisasi.

sumber : TNI AU

Perkuat Ketahanan Ekonomi untuk Mencapai MEF Sehingga Pertahanan dan Keamanan Kita Jadi Kuat

Ditahun 2012 ini kita berharap kondisi perekonomian kita tumbuh sesuai dengan apa yang direncanakan dan kita berharap mampu untuk mengatasi krisis utang dan keuangan yang melanda eropa bahkan Amerika serikat.

ya memang bukan hal yang mudah untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita apa lagi kita sudah medapatkan peringkat grade invesment artinya tempat yang baik dan aman untuk berinvestasi setara dengan negara negara maju. Tapi jika suatu permasalahan di kerjakan secara bersama (Ringan sama dijinjing berat sama dipikul) artinya bukan hanya pemerintah saja tapi seluruh elemen bangsa ini ikut andil dan berkontribusi dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita, dengan cara:

Bagi Pemerintah:
1. Untuk mengatasi gejolak krisis di Eropa dan Amerika seyogyanya pemerintah pusat beserta jajarannya berkoordinasi dengan pemimpin daerah guna untuk mensinergikan visi,misi dan tujuan untuk mengatasi krisisi agar Indonesia kuat dan tahan terhadap terpaan krisisi yang diakibatkan krisis eropa dan amerika.
2.Pertahankan Ekonomi Rakyat sebagai tulang punggung perekonomian kita, dengan cara pertahankan pasar tradisional karena disitu masyarakat kelas menengah dan bawah bisa bertransaksi . dengan begitu seorang nenek bisa menjualkan atau memasarkan seonggok jagung atau singkong. dengan begitu kehidupan ekonomikita berjalan secara riil dan uang berputar terus.
3.Pertahankan Perekonomian Berprinsip syariah, Koperasi.
4.Berantas Korupsi sampai akar-akarnya sehingga tidak menjadi virus-virus yang menghambat pertumbuhan ekonomi kita
Baggi Rakyat:
1. Menjalankan tugasnya masing masing sesuai dengan profesinya.

Nah Itu semua tidak akan berarti apabila tidak didukung dengan pertahanan dan keamanan yang kuat. Maka kita harus dukung pemerintah denga Renstra TNI 2010-2014 untuk mencapai MEF. Negara Aman kegiatan ekonomi lancar dan investasi dari luar masuk deras alhasil pertumbuhan ekonomi kita kian tumbuh dan tumbuh sehingga menjadi leader dikawasan ini.

Berkaitan dengan pertahanan Pemeritah melalui Kemhan di tahun 2010,2011 telah melakukan hal hal sebagai berikut untuk mencapai MEF yang berbasih kesejahteraan rakyat.
1.Ditanda tanganinnya kesepakatan kerjasama pembuatan jet tempur Generasi 4,5 semi stealth KFX/IFX/F33 antara KORSEL dan RI.
2.Ditanda tanganinnya kesepakatan kerjasama pembuatan Kapal Perusak (PKR) sejenis Fregart Antara Damen dan PT PAL.
3.Ditanda tanganinnya kesepakatan kerjasama pembuatan dan joint production pesawat angkut militer CN 295 Antara PT DI dan Air bus military.
4.Ditanda tanganinnya kesepakatan kerjasama pembuatan dan joint production 3 unit Kapal Selam U 209 antara KORSEL dan RI.

Nah Proyek proyek besar diatas tentunya akan merekrut banyak tenaga ahli dan tenaga kerja indonesia sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan kesejah teraaan pun didapat maka tingkat daya beli masyarakat ada dengan begitu kegitan ekonomi berjalan dengan begitu semoga kita tahan untuk mengahadaapi krisis yang melanda Eropa dan Amerika serikat.

Ditahun tahun 2012 kita berharap alutsista yang telah dipesan seperti 16 unit super tucanno dari brazil , 16 unit jet tempur latih T50 GE dari korsel , 6 unit Sukhoi 30 MK 2 dari rusia,UP grade 24 unit jet tempur F16 bolk 23 ke blok 32 ++ dari AS, Pembelitan Tank Leopard dan Apache dari ex Belanda ( meski parlemen belanda tidak menyetujui penjualan tank belanda ke RI, tapi belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Belanda),MBT T90 dari rusia, 2 unit Pesawat angkut CN 295 air bus military, kapal cepat Trimaram dan sbg yang telah terdaftar semoga cepat berdatangan di tahun 2012 ini welcome alutsista baru indonesia.

Artinya Pertahanan dan keamanan kuat, ekonomi kita juga kuat sebaliknya ekonomi lemah maka akan berdampak pada lemahnya pertahanan dan keamanan dan satu lagi kita berharap pada elit politik untuk tidak mementingkan diri sendiri santunlah dalam tindak tanduk tingkah laku serta berbicara santun dalam mengungkapkan pendapat bukan hanya asal ngomong kepublik yang hasilnya publik akan resah dan bertanya-tanya? Kedua variabel ini sangat berkaitan jadi jaga perekonomian kita dengan pertahanan dan kemanan yang kuat.

Terahir kita berharap kepada seluruh elemen bangsa ini mari kita dukung MEF , Tumpas Koruptor koruptur yang dapat merusak sendi sendi perekonomian bangsa, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Oleh IWJ

By Admin Indonesia Defece

BERITA POLULER