Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Sunday, July 10, 2016

F-15SG Singapura : Varian Eagle Terkuat



 F-15SG (photo : Ottosen)

Inilah F-15 Terkuat di Muka Bumi: F-15SG Singapura

Tanpa banyak diketahui orang, RSAF (Republic of Singapore Air Force) mengoperasikan sejumlah pesawat tempur canggih yang tidak ada tandingannya di Asia Tenggara. Salah satunya adalah F-15SG, varian Eagle yang paling buas dan bernas.

Pemerintah Singapura mencari kandidat pengganti A-4S Skyhawk dan F-5S/T sejak 1995, dengan pandangan bahwa keunggulan teknologi akan menjaga Singapura dari lawan-lawannya. Setelah 7 tahun masa seleksi, RSAF mengumumkan bahwa F-15E menjadi juara, mengalahkan Typhoon, Rafale, dan Su-35. Kunci kemenangannya adalah jarak jangkau, dimana F-15E dengan CFT (Conformal Fuel Tank) dan tangki bahan bakar cadangan mampu mencapai jarak 3.840 km. Boeing akan membangun F-15E menjadi varian khusus F-15SG sesuai kemauan RSAF.

Singapura membeli F-15SG secara bertahap, awalnya 12 pesawat, berlanjut 12 lagi pada 2007. Semua dibeli melalui program Peace Carvin V dan dibayar melalui skema pembelian komersial dan tidak mengandalkan FMS. Ada rumor yang beredar bahwa sesungguhnya total F-15SG yang dimiliki oleh Singapura mencapai 40 pesawat, dan bukannya 24 seperti diakui secara resmi.

RSAF memang berusaha keras untuk tidak menyinggung tetangga-tetangganya yang mudah jatuh dalam krisis identitas kalau melihat Singapura dan Angkatan Bersenjatanya yang kuat. Penempatan F-15SG dipecah-pecah, dengan satu detasemen gabungan 428th Fighter Squadron di Mountain Home AFB, Idaho yang disebut detasemen Peace Carvin V.

Secara bertahap F-15SG dipindahkan ke Singapura dan saat ini sudah ada 2 skadron aktif di Singapura, 142nd Sqn “Gryphon” dan 149th “Shikra” di Paya Lebar. Dengan jumlah kekuatan sebegitu besar, maka jumlah 40 F-15SG itu bisa jadi benar.

Boeing membangun F-15SG dengan mengambil basis pada F-15E Strike Eagle, menggunakan pola pilot dan WSO (Weapon Systems Officer) untuk mengoperasikan radar dan sistem persenjataannya. Baik pilot maupun WSO mampu mengendalikan pesawat. WSO diperlukan untuk dapat menjinakkan radar APG-63(V)3 AESA (Active Electronically Scanned Array) dengan beam steering controller yang merupakan radar tercanggih di varian F-15.

APG-63(V)3 bukanlah satu-satunya pengendus pada F-15SG, dimana F-15SG sendiri selalu membawa dua jenis pod. Yang pertama adalah pod navigasi dengan TFR (Terrain Following Radar) yang memampukan F-15SG untuk terbang mengikuti kontur permukaan tanah, serta FLIR (Forward Looking Infra Red) untuk melihat dalam kondisi cuaca buruk.


 F-15SG (photo : Air and Space)

Pod satu lagi adalah sistem targeting pod Sniper-XR yang dilengkapi dengan teknologi targeting FLIR Tiger Eyes untuk melihat sasaran di darat dalam kondisi segala cuaca. Pada bagian atas Sniper-XR terdapat lensa yang menggelembung, yang merupakan pod IRST (Infra Red Scan and Track) untuk mendeteksi sasaran udara secara pasif tanpa harus bergantung pada radar.


Di luar avionik yang diumumkan, F-15SG memiliki sejumlah tonjolan antena yang tidak diumumkan jenisnya, termasuk antena berbentuk segitiga di bawah kokpit WSO yang ada di sisi kiri ataupun kanan, yang mungkin merupakan antena datalink, sistem electronic warning, atau sistem RWR.

F-15SG ditenagai dengan mesin General Electric F-110-GE-129 yang menyemburkan daya 29.000 pon sebuahnya, sama seperti F-15K. Hal ini dimungkinkan karena F-15SG dirakit di lini perakitan Boeing Korea. Avionik untuk F-15SG meiliputi kokpit yang dibuat kompatibel dengan pengoperasian NVG, dengan panel-panel NVG disediakan oleh L-3 Communication.

Pilot dan WSO F-15SG dapat membidikkan rudal AIM-9X secara off boresight menggunakan JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing Systems) tanpa perlu susah-payah mengunci sasaran dengan menggunakan HUD. F-15SG sendiri sudah menggunakan standar Link-16 untuk melaksanakan pertempuran dalam jaringan manajemen yang saling terhubung sehingga informasi sasaran bisa dibagi antar pesawat.


 F-15SG (photo : CL Kwek)

Untuk kemampuan gotong senjata, F-15SG dapat membawa sampai delapan rudal udara-udara untuk profil superioritas udara, atau sampai 15 bom untuk misi serang darat. Total payload yang dapat dibawa adalah 23.000 pon. RSAF membekali F-15SG dengan sejumlah persenjataan dalam jumlah yang memadai, termasuk 200 rudal AIM-9X dan 200 unit AIM-120C7 AMRAAM.

Kemampuan serang darat presisi disediakan oleh 720 unit bom GBU-38, 670 unit kit pemandu untuk GBU-28 dan 670 kit untuk GBU-54. dan 60 unit AGM-154 JSOW (Joint Stand Off Weapon). Dengan jumlah persenjataan sebanyak ini, rasanya bekal F-15SG dalam mempertahankan wilayah udara dan darat Singapura dari ancaman lawan akan sangat, sangat memadai.

Terakhir, detasemen Peace Carvin V yang dipangkalkan di Amerika Serikat berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih Overall Best Squadron Award dalam latihan gabungan AS-Singapura Gunfighter Flag 16-1 yang diadakan pada  April di Idaho.

Selain skadron, sejumlah personilnya menjadi juara, seperti Letnan Calum Quek yang menjadi pilot terbaik dan menyandang air to air top gun, Letnan Lee Wei Yuen yang menjadi Top overall WSO (Weapons System Officer), Kapten Tan Oon Sing yang menjadi top air to ground top gun WSO, Letnn Marvin Koh Ren Jie sebagai top overall wingman, dan top crew chief yaitu ME 2 Teoh Teck Lee.

(Angkasa)

0 komentar:

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK