Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, July 5, 2014

DOA BUKA PUASA PRESIDEN RI dan JANJI PANGLIMA TNI



Presiden SBY mengingatkan kepada prajurit TNI bahwa
modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) bukan untuk unjuk
kekuatan. Modernisasi alutsista ditujukan untuk melindungi keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kalau kita sudah semakin kuat, maka insya Allah kita tidak menginginkan
perang, tapi kita siap berperang kalau ada yang mengancam kedaulatan dan
keutuhan NKRI," tegas SBY dalam acara buka puasa bersama prajurit TNI di
Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Rabu (3/7/2014).
SBY mengatakan bangsa Indonesia bukan bangsa yang tidak cinta damai.
Bangsa Indonesia tidak ingin menjadi bangsa yang agresif yang selalu
mengobarkan peperangan.
"Kita cinta damai tetapi tentu kita mencintai kedaulatan dan wilayah kita.
Oleh karena itu, meskipun tidak ada niat apapun bagi Indonesia dengan
tentara yang semakin kuat dan semakin modern, untuk menjalankan politik
yang ekspansif, agresif tetapi kita bertanggungjawab atas keutuhan wilayah
NKRI," tuturnya.
"Dan manakala lawan kita gentar untuk menghapus kedaulatan dan keutuhan
wilayah, sesungguhnya tentara kita telah bisa membangun efek tangkal yang
cukup. Dengan demikian kita tidak dilecehkan dan tidak semudah itu
diganggu oleh negara-negara dan kekuatan lain," lanjutnya.
Alangkah mulianya, menurut SBY, jika Indonesia bisa memberi contoh untuk
ikut membangun perdamaian di kawasan maupun di dunia. Dan itu harus
menggunakan soft power dan bukan menggunakan hard power.
"Manakala kita harus mempertahankan tanah air kita, hard power, kekuatan
militer mesti kita gunakan. Tetapi, kalau kita bisa melindungi kepentingan
nasional kita, tanpa harus menggunakan instrumen militer, tapi dengan cara-
cara yang baik, termasuk penggunaan soft power, maka itulah yang kita
gunakan," ungkapnya.
"Paduan penggunaan soft power dan hard power inilah yang kita sebut
dengan smart power, harus jadi mindset dan strategi dari Tentara Nasional
Indonesia sekarang dan ke depan," tutupnya.
http://m.detik.com/news/read/2014/07/03/231311/2627408/10/janji-panglima-tni-ke-sby-kawal-proses-alih-kekuasan-dengan-soft-landing?991101mainnews
Seiring dengan digelarnya Pilpres 2014, Indonesia akan memiliki
presiden baru menggantikan Presiden SBY yang akan habis masa
jabatannya pada Oktober mendatang. Panglima TNI Jenderal Moeldoko
berjanji akan terus mengawal proses suksesi kepemimpinan tersebut hingga
selesai dan berjalan damai.
"Pak Presiden dan Pak Wapres, saya selaku Panglima TNI dan jajaran akan
kawal dan amankan atas apa yang bapak hasilkan. Dan khususnya kami
seluruh prajurit akan kawal dan amankan jalannya pemerintahan hingga
akhirnya terjadi proses alih kekuasaan dengan soft landing," tegas Jenderal
Moeldoko.
Hal itu diungkapkan dalam acara buka puasa bersama Presiden SBY dan
Wapres Boediono di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Rabu (3/7/2014).
Moeldoko memuji Presiden SBY yang telah membangun kekuatan TNI sejak
awal menjabat. Kini, kekuatan TNI mampu bersaing dengan negara-negara
di kawasan dan dapat turut andil dalam upaya perdamaian di berbagai
daerah utamanya pada konflik Laut Cina Selatan.
"Saya tidak bisa bayangkan, kalau perkembangan Laut Tiongkok Selatan
seperti itu, tapi perkembangan alutsista kita masih seperti yang lalu. Kita
masih andalkan alutsista AMX13 yang sudah sangat tertinggal, oleh karena
itu berikan aplaus kepada Presiden," puji Moeldoko disambut tepuk tangan
hadirin.
Moeldoko juga memuji SBY dimana selama kepemimpinannya selama 10
tahun mampu menciptakan kondisi dalam negeri yang kondusif. Moeldoko
mencontohkan perkembangan Aceh, Palopo, dan lain-lain. Di luar negeri,
Moeldoko merujuk kondisi seperti di Arab dan Ukrania dimana kondisi dalam
negeri dua negara tersebut kini tengah memanas.
"Kita lihat perkembangan di Arab dan Ukraina, tapi Pak Presiden sudah
mampu ciptakan stabilitas dalam negeri sangat baik untuk saat ini,"
tuturnya.
Di penutup sambutannya, Moeldoko juga mendoakan Presiden SBY dan Ibu
Negara Ani Yudhoyono agar tetap sehat di detik-detik jelang masa
kepemimpinannya berakhir.
"Terakhir, Bapak Presiden dan Ibu Negara, semoga dalam keadaan sehat wal
afiat. Karena sejatinya kehadiran Bapak meski sudah selesai jalankan tugas
sebagai Presiden, tapi tetap dibutuhkan bangsa ini," tutupnya.


0 komentar:

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK