Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Thursday, June 12, 2014

Indonesia Tidak Perlu Kapal Induk Seperti AS


Indonesia Tidak Perlu Kapal Induk Seperti AS
Dinas Penarangan Armada Timur
Kapal Perang Republik Indonesia di Samudra Hindia. 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Ahli Bidang Maritim JKW4P, Edi Prasetionomengatakan Indonesia tidak memerlukan kapal induk seperti yang dimiliki Amerika Serikat untuk memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Republik Indonesia di bidang kemaritiman lantaran harga yang mahal.
"Ndak lah. Kapal induk satu saja 2 miliar dolar. Itu yang biasa. Kalau kapal induk seperti milik Amerika Serikat bisa 5 sampai 6 miliar dolar," ujar Edi di kantor pemenangan JKW4P, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2014).
Selain harga yang mahal, Edi mengungkapkan kapal induk tidak bisa berjalan sendiri. Kapal besar itu memerlukan bantuan kapal-kapal kecil untuk memberi dorongan untuk melaut, sehingga menambah biaya operasional yang tentu tidak murah.
"Dan kapal induk itu enggak jalan sendiri. Dalam operasi sehari-hari, sekian puluh kapal di sisi kiri kanannya, itu berapa biayanya. Besar banget. Biaya operasionalnya saja bisa 10 miliar dolar per tahun," kata Edi.
Menurut Edi, karakteristik sistem senjata Indonesia bukanlah menyerang, sehingga keberadaan kapal induk yang cenderung digunakan untuk keperluan menyerang atau ekspansi tidak diperlukan.
"Dari segi kepentingan pertahanan, kapal induk hanya digunakan oleh negara yang tujuannya power project, kata kasarnya ekspansi. Kalau itu endak, enggak usah. Cukup kita punya kapal-kapal yang mampu menjaga batas-batas negara kita," ucap Edi.

Sumber tribunenews

3 komentar:

Anonymous said...

Wawasan yg bagus yg menegaskan bahwa indonesia negara yg cinta damai namun lebih cinta kemerdekaan

sugianto harisantoso said...

Dg pengembangan Kogabwilhan akan lebih rumit lagi utk mengkoordinasikan bila tdk ada satuan pendobrak, kalau ada musuh dr luar siapa yg bertanggung jawab utk mengeksekusi musuh tsb dan kekuatan militer di abad 21 semakin canggih utk itu kapal induk hrs ada bila Indonesia penekonomiannya terus membaik. Satu contok dulu doktrin perang menggunakan perang semsta, sekarang dg ada kemajuan teknologi dinaikkan/dimajukan ke arah depan musuh.

Anonymous said...

dari pada di curi duwit rakyat mending buat belli kapal indiuk buat jaga nkri dari luar batas wilayah , bellom ada rencana belli sudah di tentang tentara bisanya mewakili asing wajip di tendang !!!!

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK