Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Tuesday, May 6, 2014

Kemampuan SU 35 BM



Su 35 BM

Setelah Rusia
mempertontonkan jet tempur
tercanggih mereka di Perancis,
media-media barat setuju
bahwa jet terbaru Rusia
Su-35s buatan Sukhoi masuk
ke kelas fighter terbaik dunia.

Kepala Air Combat Commad
Amerika Serikat, Jenderal Hal
Hornburg mengatakan pesawat
Rusia itu telah membuktikan
lebih baik dalam manuver dan
pendeteksian, sehingga
memiliki kemampuan untuk
menghantam sasaran lebih
dulu. Kondisi ini menjadi “a
wake-up call” bagi U.S. Air
Force.

“Kita mungkin tidak bisa lagi
terdepan dalam teknologi
penerbangan militer seperti
yang kita bayangkan.
SU-30MKI lebih baik dari
F-15C yang merupakan tulang
punggung Angkatan Udara AS.
Di masa yang akan datang
pesawat Rusia akan
menghadirkan ancaman bagi
air superiority AS”, ujar
Hornburg, seperti yang dikutip
USA Today.

Su-35 memperlihatkan
manuver pada badan pesawat
maupun mesin. Menurut
Direktur NPO Saturn, Yevgeny
Marchukov, mesin Su-35
dibangun berdasarkan mesin
AL-31F yang digunakan Su-27,
namun memikili daya dorong
lebih besar menjadi 14,5 ton,
dibandingkan 12,5 ton mesin
SU-27,ditambah lagi lebih irit
konsumsi bbm.

Hal ini membuat mesin bukan
hanya lebih cepat tapi juga
lebih maneuverable dan
membuat pesawat dapat
membawa senjata yang lebih
banyak. Mesin yang disebut
“first stage” ini akan
dipasang diproduksi model
pertama jet tempur T-50.

Untuk menunjukkan kehebatan
Su-35 pihak Rusia sengaja
menerbangkan Su-30MK
mendampingi jet baru Su-35
dengan tujuan
membandingkan karakteristik
daya dorong dari kedua jet
tempur itu. Demonstrasi ini
menunjukkan Su-35 secara
meyakinkan mengalahkan
kemampuan pendahulunya.

Menurut sang pilot, Su-35
memberikan keunggulan
terhadap fighter lainnya
selama pertempuran udara.
Su-35 memiliki cockpit
generasi 5G yang telah
menghilangkan peralatan
analog. 

Tidak seperti Su-27,
jet tempur baru ini memiliki
dua layar LCD besar yang
menampilkan data yang
dibutuhkan yang ditampilkan
dalam mode picture in picture
(multi layer). 
Mirip dengan
game flight simulator, sang
pilot dapat memilih tampilan
mode 3-D untuk melihat relief
bumi maupun lokasi dari
sasaran. Sebagian informasi
juga bisa dikirimkan ke helm pilot.

Drive kontrol hidrodinamik
telah diganti dengan yang
listrik dan hal ini meringankan
tugas pilot. Dengan kata lain,
komputer akan menentukan
kecepatan dan mode terbaik
untuk menghadapi sasaran,
termasuk memberikan waktu
yang paling tepat bagi pilot
untuk menggunakan
senjatanya.

Pilot tidak diperkenankan
membuat satu kesalahan pun.
Komputer akan menon-
aktifkan manual control serta
menunjukkan kepada pilot
kesalahan apa yang telah
diperbuat. 

Su-35 memiliki
kemampuan beberapa mode
terbang independen tanpa
pilot dan secara terus menerus
memeriksa status kelayakan
pesawat. 
Jika sang pilot tidak
bisa mengontrol pesawat
dalam beberapa alasan,
pesawat Su-35 secara
otomatis akan mengeluarkan/
melontarkan pilot.

Su-35 merupakan jet tempur
pertama yang menggunakan
sistem navigasi SINS yang
tidak dimiliki jet tempur
lainnya. Sistem tersebut
mengumpulkan dan
menganalisa informasi
penerbangan dan membantu
pilot untuk membawa kembali
pesawat tersebut ke
pangkalannya. 

System SINS ini
menggabungkan receiver GPS
dan GlONASS namun bisa juga
bekerja sendiri-sendiri.

Su-35 juga dilengkapi
tampilan radar advance yang
didisain untuk T-50 PAK FA.
Hanya jet tempur F-22 Raptor
AS yang dilengkapi sistem
radar sejenis. 

Radar Su-35
mendeteksi berbagai target
dari jarak ratusan kilometer,
mampu menjejak 30 target dan
menembakkan rudal ke 10
sasaran tersebut dengan hanya
memencet satu (kali) tombol.

Karakteristik umum :
Kru: 1
Panjang: 21,9 m
Lebar sayap: 15,3 m
Tinggi: 5,90 m
Luas sayap: 62,0 m²
Berat kosong: 18.400 kg[48]
Berat terisi: 25.300 kg
Berat maksimum lepas landas:
34.500 kg
Mesin: 2× Saturn 117S dengan
turbofan TVC
Dorongan kering: 8.800 kgf
[49] (86,3 kN) masing-
masing
Dorongan dengan
afterburner : 14.500 kgf
masing-masing
Kinerja
Kecepatan maksimum : Mach
2,25 [43] (2.390 km/h, [46] ) pada
ketinggian
Jarak jangkau: 3.600 km ;
(1.580 km di atas daratan)
Jarak jangkau feri: 4.500 km
dengan tangki bahan bakar
tambahan
Batas tertinggi terbang: 18.000
m
Laju panjat: >280 m/s
Beban sayap: 408 kg/m²
Dorongan/berat: 1,1

Persenjataan :
1 × 30 mm kanon internal
Gryazev-Shipunov GSh-30-1
dengan 150 putaran
2 × rel ujung sayap untuk
peluru kendali udara ke udara
R-73 (AA-11 "Archer") atau
poda ECM
12 × stasiun rangka dan sayap
untuk sampai 8.000 kg artileri,
termasuk peluru kendali udara
ke udara , peluru kendali udara
ke darat , roket, dan bom
seperti:
Vympel R-27 : R-27R, R-27ER,
R-27T, R-27ET, R-27EP,
R-27AE
Vympel R-77 : R-77, dan
R-77M1, R-77T yang diajukan
Vympel R-73 : R-73E, R-73M,
R-74M
Kh-31: Kh-31A, Kh-31P
(Peluru kendali anti-radiasi)
Kh-35: Kh-59
Kh-29: Kh-29T, Kh-29L
Bom terpandu laser KAB-500
Bom terpandu laser KAB-1500
Bom terpandu laser LGB-250
250 kg bom tak-terpandu
FAB-250
500 kg bom tak-terpandu
FAB-500
Roket terpandu laser S-25,
roket tak-terpandu S-250
Poda roket tak-terpandu S-8
Poda roket tak-terpandu S-13

Avionik :
Irbis-E PESA.

1 komentar:

Anonymous said...

Jangan tergiur dengan tawaran yang lain.lanjutkan su35....terbukti menakutkan musuh...

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK