Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, January 28, 2012

Dubes Rusia dan As dipanggil Komisi I

Jakarta - Duta Besar Rusia untuk
Indonesia mempertanyakan Kredit
Ekspor (KE) US$ satu miliar yang
diberikan Pemerintah Rusia kepada
Indonesia, ketika bertemu dengan
Komisi I DPR RI. yang seharusnya
digunakan untuk membeli berbagai
peralatan militer dari negara Beruang
Merah tersebut. Padahal sudah ada
penandatangan Menteri Keuangan
Indonesia dengan Rusia.
“Rusia mempertanyakan mengapa
Indonesia tidak melanjutkan
pembelian peralatan militer dari
Rusia, Ini preseden buruk bagi
Indonesia” Kata Lili Wahid yang
mengaku, jika Komisi I baru tahu ada
masalah seperti itu.
Kepada itoday, adik Alm. Gus Dur ini
juga mengatakan, Komisi I akan
meminta keterangan dari pemerintah,
dalam hal ini kementerian
pertahanan. Dan Komisi I juga akan
memberitahukan ke komisi yang
berhubungan dengan kementerian
keuangan.
Kerjasama pertahanan antara Rusia-
Indonesia menghangat kembali sejak
Pemerintahan Megawati, yang
membeli berbagai peralatan militer
dari Rusia. Sejak saat itu, Rusia
semakin intensif berhubungan
dengan Indonesia dengan
memberikan KE untuk mempermudah
Indonesia mendapatkan peralatan
militer negara Beruang Merah
tersebut.
Indonesia sendiri berencana akan
menambah lagi armada Sukhoinya,
dengan memesan pesawat tempur
sejenis dengan nilai kontrak sebesar
US$ 200 juta.
Komisi I Panggil Dubes AS
Selain dengan Dubes Rusia untuk
Indonesia, siang tadi Komisi I DPR RI
juga bertemu dengan Duta Besar
Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia.
Kepada itoday, anggota Komisi I DPR
RI, Lili Wahid mengatakan,
kedatangan Dubes AS ke Komisi I
hanya untuk memberitahukan, AS
akan merampingkan angkatan
bersenjatanya, dan menaruh
perhatian terhadap perkembangan
Indonesia dalam skala hubungan
bilateral kedua negara.
Namun Lili tidak menjelaskan lebih
lanjut, mengenai hal apa yang akan
diperhatikan Pemerintah AS dalam
rangka hubungan dua negara. Hal ini
menjadi pertanyaan besar, sebab AS
memiliki banyak kepentingan di
Indonesia, salah satunya masalah
Freeport dan HAM di Papua.
Sejak AS diterpa krisis ekonomi,
Pemerintah AS memang berencana
untuk melakukan efisiensi di segala
ini, termasuk militernya. Salah
satunya dengan merampingkan jenis
Alutsista yang digunakan angkatan
bersenjatanya.
Sumber : ITODAY / ITODAY

Indonesia Ekspor Panser Anoa ke Malaysia dan Brunai

28 Januari 2012, Banjarmasin:
Kepala Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi, Marzan A
Iskandar mengatakan, pihaknya
siap mengekspor mobil lapis baja
(panser) yang berhasil di produksi
oleh lembaganya ke Malaysia dan
Brunai Darussalam.
"BPPT bersama Pindad saat ini
sedang memproduksi panser
atau mobil lapis baja untuk
memenuhi pesanan Malaysia dan
Brunei," kata Marzan di
Banjarmasin, Jumat (27/1 ).
Selain itu, kata dia, kini pihaknya
sedang konsentrasi untuk
melakukan modernisasi peralatan
tempur TNI-AD seperti panser
dan peralatan lainnya untuk
mengganti peralatan yang sudah
tua.
Saat ini, kata dia, pihaknya hampir
menyelesaikan pembuatan sekitar
150 panser untuk mengganti dan
menambah peralatan tempur
TNI-AD. Bukan hanya panser,
untuk melengkapi peralatan
tempur TNI, BPPT juga sudah
mampu mengembangkan
sebagian bahan peledak yang
saat ini diimpor dari luar negeri.
"Beberapa jenis bahan peledak
seperti amunisi sudah berhasil
kita kembangkan, sehingga tidak
perlu lagi mengimpor dari negara
lain," katanya.
Diharapkan dengan semakin
banyaknya putra-putri Indonesia
memproduksi berbagai terknologi
dan peralatan pertahanan
keamanan akan membuat
Indonesia semakin disegani
negara-negara dunia.
Memperkuat ketahanan
keamanan negara ke depan, kata
dia, BPPT dan Pindad
bekerjasama dengan Kementerian
Pertahanan juga sedang
merancang pembangunan
jaringan sistem informasi
keamanan.
Sistem informasi yang canggih
dan kuat tersebut, tambah
Marzan diharapkan akan mampu
menjadi basis untuk perencanaan
pertahanan keamanan negara ke
depan.
Sedangkan untuk memperkuat
keamanan udara, saat ini
Indonesia juga sedang
merancang membuat pesawat
tempur bekerjasama dengan
Korea Selatan.
Pesawat tempur yang dirancang
lebih canggih dari F 16 dan Sukhoi
tersebut untuk melengkapi
pertahanan dan keamanan
angkatan udara Indonesia.
Sumber: Republika

Friday, January 27, 2012

Panglima TNI: Pembelian Leopard Tak Bisa Asal-Asalan


Jurnas.com | PANGLIMA TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengungkapkan pembelian tank Leopard tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) termasuk main battle tank (MBT) Leopard dilakukan melalui sejumlah prosedur. “Pembelian alutsista ada prosedurnya. Proses pertama kami minta persetujuan alokasi, dananya memungkinkan atau tidak,” kata Panglima TNI usai upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Jika alokasi dana yang diajukan TNI mendapat persetujuan pemerintah dan DPR, pengguna alutsista harus menentukan spesifikasi teknis alutsista yang dibutuhkan. Selanjutnya, dilakukan tender bebas kepada pihak-pihak yang dapat menyediakan kebutuhan alutsista tersebut, “Baru kemudian dipilih yang sesuai dengan standar yang ditentukan,” papar Panglima.

Proses pengadaan tank Leopard, jelas dia, baru sampai pada tahap penjajakan atas tawaran yang diterima TNI untuk memenuhi kebutuhannya terhadap MBT. TNI, khususnya Angkatan Darat, hingga saat ini baru memiliki light dan medium tank. “Belum ada kesepakatan, baru pilihan dan opsi-opsi, Leopard hanya salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan kami,” ujarnya.

Menurut Agus, modernisasi alutsista TNI dilakukan dengan tiga cara. Bagi alutsista yang sudah tua, akan dihapus dan dinonaktifkan. Alutsista yang masih bisa ditingkatkan kemampuannya, akan ditingkatkan. Cara terakhir adalah dengan melakukan pembelian. “Leopard ini masuk dalam pengadaan baru,” imbuhnya. Modernisasi alutsista ini dilakukan, selain karena alutsista yang dimiliki saat ini sudah berusia tua, teknologinya pun sudah tertinggal jauh oleh yang dimiliki negara tetangga.

sumber : JURNAS

TNI Kerahkan Marinir dan TNI AD Redam Lampung Selatan


Jurnas.com | TNI mengerahkan pasukan Marinir dan prajurit TNI AD untuk membantu Polri memulihkan kondisi di Sidomulyo, Lampung Selatan dan meredam konflik warga.

Walau demikian, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, status TNI dalam hal ini tetap merupakan perbantuan bagi Polri.

“Kami bantu kepolisian untuk menata kembali kehidupan masyarakat di Sidomulyo,”kata Panglima TNI usai upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Perbantuan yang diberikan TNI adalah dengan membantu menata kembali pemukiman warga yang rusak agar segera dapat difungsikan. Selain itu, keberadaan anggota TNI juga dimaksudkan agar kejadian ini tidak kembali terjadi. “Kami perbantukan Marinir dan TNI AD untuk bersama-sama Polri dan Pemda meredam agar bentrok antar warga tidak meluas,”ujarnya.

Dia menjelaskan, sudah ada kesepakatan terhadap pihak-pihak yang terlibat untuk turut melakukan perbaikan. “Itu bagus, nanti kami bantu dari TNI dan Polri untuk melakukan perbaikan sehingga cepat pulih kembali dan dapat dihuni kembali,”imbuh Panglima.

Selasa (24/1) lalu, terjadi pembakaran terhadap sekitar 50 rumah warga di Sidomulyo, Lampung Selatan. Aksi pembakaran bermula dari persoalan perselisihan uang parkir terhadap seorang pengendara motor dari Desa Kota Dalam.
 

KSAU : Delapan Pesawat Tempur akan Lengkapi Alutsista


Amerika Serikat mengakuisisi Super Tucano dan diberinama A29. Indonesia membeli 16 unit Super Tucano dari Embraer. (Foto: A29)

26 Januari 2012, Yogyakarta: Delapan pesawat tempur akan didatangkan dari Rusia dan Brasil dalam waktu dekat untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

"Delapan pesawat tempur itu masing-masing terdiri atas empat pesawat Sukhoi dari Rusia, dan Super Tucano dari Brasil. Kedelapan pesawat tempur baru tersebut akan tiba di Indonesia pada 2012-2014," katanya di sela Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tahap berikutnya, TNI AU hingga 2024 juga akan mendatangkan pesawat tempur Sukhoi enam unit, Super Tucano 16 unit, T-50 dari Korea Selatan 16 unit, dan F-16 sebanyak 30 unit.

"Dengan pengadaan alutsista tersebut TNI AU pada 2024 akan memiliki 180 pesawat tempur. Hal itu sebagai upaya TNI AU membangun kekuatan serta memodernisasi dan meregenerasi alutsista yang dimiliki saat ini," kata KSAU.

Ia mengatakan banyak pesawat yang dimiliki TNI AU saat ini sudah uzur, usianya rata-rata mencapai 30 tahun, sehingga perlu dilakukan peremajaan. Jika tidak diganti biaya perawatannya sangat tinggi, apalagi ada beberapa suku cadang pesawat yang sudah tidak dibuat lagi karena pabrik yang membuat pesawat sudah tidak beroperasi.

"Meskipun beberapa pesawat sudah tidak dapat berfungsi secara maksimal, kami telah memaksimalkan pesawat tempur untuk mengamankan wilayah Ngara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman luar. Hal itu juga didukung oleh penambahan alutsista yang didasarkan penghitungan dari kebutuhan pesawat tempur dan jumlah landasan yang bisa mengoperasikan pesawat tempur," katanya.

Menurut dia, TNI AU sudah mempunyai anggaran rutin dan alutsista melalui pemerintah yang cukup besar dan pengadaan di Kementerian Pertahanan (Kemhan) sehingga bisa membeli persenjataan dan pesawat untuk meningkatkan kemampuan alutsista dan memperkuat pertahanan negara di udara.

"Rencana kesiapan alutsista yang ada untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista sudah dicanangkan dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Pembangunan TNI AU 2010-2014," kata KSAU.

TNI AU Berkomitmen Wujudkan Pertahanan Udara Tangguh

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara berkomitmen mewujudkan pertahanan negara di udara yang tangguh dengan memantapkan visi, persepsi, dan interpretasi dalam menghadapi perkembangan lingkungan yang dinamis, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

"Komitmen dan konsistensi merupakan modal penting dalam mewujudkan pertahanan negara di udara yang tangguh dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang modern, personel yang profesional, motivasi dan dedikasi yang tinggi, dan organisasi yang efektif," katanya pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis.

Sumber: ANTARA News

Pesanan 34 Tank BMP-3F akan Direalisasikan Tahun 2012


25 Januari 2012

Tank BMP-3F marinir TNI AL (photo : Menkav-1)

Pengembangan Armada RI Selesai 2014

JAKARTA - Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengatakan pengembangan Armada RI menjadi tiga Komando Wilayah Laut diharapkan selesai pada 2014. Pengembangan akan berjalan sesuai tahapan skala prioritas yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) TNI AL hingga 2024.

"Masih dikaji dan jika perlu pengembangan Armada RI juga sejalan dengan pengembangan organisasi di TNI AU dan TNI AD sehingga kita bersama-sama," kata Kasal ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/1).

Ditemui seusai membuka Rapat Pimpinan TNI AL 2012, Soeparno mengatakan pengembangan Armada RI menjadi tiga komando wilayah didasarkan pada luas wilayah perairan nasional yang cukup luas dan kondisi lingkungan strategis yang tengah berkembang.

Selain itu, tambah Kasal, pengembangan komando wilayah laut dari saat ini dua komando, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dan Komando RI Kawasan Timur (Koarmatim) menjadi tiga komando wilayah laut merupakan penjabaran dari renstra TNI AL hingga 2024 untuk mewujudkan TNI AL yang besar, kuat, dan profesional.

Terkait pergeseran fokus kekuatan Amerika Serikat ke Asia Pasifik, salah satunya dengan penempatan pasukan Marinirnya di Darwin yang berdampak meningkatnya pelayaran kapal-kapal militer asing, terutama melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia II dan III, Kasal menilai masih bisa diantisipasi dengan pengamanan oleh Koarmabar dan Koarmatim.

"Kekuatan di dua komando armada yang telah ada itu kan bisa dimobilisasi, sesuai kebutuhan. Dengan tercapainya kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Forces/MEF), maka semua bisa dikoordinasikan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat ancaman yang dihadapi dan perkembangan lingkungan strategis yang ada," kata Kasal menambahkan.

Tetapi, lanjut Soeparno, pihaknya berharap pengembangan armada tersebut dapat diselesaikan pada 2014. Direncanakan, Komando Wilayah Laut Barat akan berkedudukan di Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Komando Wilayah Tengah di Makassar (Sulawesi Selatan), dan Komando Wilayah Laut Timur berpusat di Sorong, Papua.

Dalam Rapat Pimpinan TNI AL 2012, dibahas beberapa agenda utama, yakni pengadaan alat utama sistem persenjataan, pembinaan personel, kesejahteraan prajurit, dan reformasi birokrasi.

Sebelumnya, Kasal mengatakan Korps Marinir akan memiliki divisi baru, yakni Divisi III Sorong, Papua, pada tahun 2012 untuk melengkapi Divisi I (Pasmar-1) di Surabaya dan Divisi II (Pasmar-2) di Jakarta. "Embrionya sudah lama ada di Sorong, yakni satu batalyon di Papua, tapi nantinya akan ditingkatkan menjadi brigade dan akhirnya divisi," katanya.

Dengan begitu, pengamanan kawasan perbatasan Indonesia dan negara lain tidak akan ditambah karena sudah dianggap cukup. Apalagi Marinir memang bukan untuk pengamanan perbatasan laut. Selain itu, Korps Marinir juga akan menambah tank BMP-3 F sebanyak 54 unit tank dengan 34 tank baru akan direalisasikan pada tahun 2012, sedangkan sisanya menyusul.

"Ke-54 tank baru itu akan ditempatkan di wilayah barat dan timur dengan sebagian tank merupakan produksi dalam negeri. Yang jelas, kalau alat tempur kita bisa dibuat di dalam negeri, ya kita beli di sini," ujarnya. nsf/Ant/P-3

(Koran Jakarta)

Thursday, January 26, 2012

Salah Satu Target TNI AU Tahun 2012 ini Adalah Pembentukan Skuadron UAV


YOGYAKARTA – Kesiapan operasional TNI AU difokuskan pada tercapainya kemampuan operasional secara terpadu dari satuan-satuan TNI AU, sehingga kesiapan operasional dan tuntutan kualitas SDM TNI AU dapat tercapai dan diandalkan.

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, saat membuka Rapim TNI AU dan Apel Komandan Satuan Tahun 2012 di AAU, Yogyakarta, Kamis. (26/1).

Rapim ini merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang baru saja dilaksanakan dan sebagai upaya untuk memantapkan konsolidasi dalam jajaran AU, sehingga lebih memantapkan peran pengabdian sesuai bidangnya serta kepadulian AU terhadap agenda nasional beserta dinamikanya.

Adapun sasaran TNI AU di tahun 2012 adalah right sizing organisasi, terbentuknya Satuan Radar 246 di Timika, Skadron pesawat mata-mata (UAV) di Lanud Supadio dan peningkatan Lanud tipe B ke tipe A (Supadio dan Pekanbaru), peningkatan Lanud tipe C ke tipe B (El Tari Kupang, Patimura Ambon, Manuhua Biak, Ngurah Rai Bali), tipe D ke tipe C (Lanud Morotai). Serta pembentukan Satuan pemeliharaan 14, Depo pemeliharaan 10 dan perubahan nama lanud.

Selain itu implementasi kerjasama dengan negara sahabat di bidang pendidikan dan latihan operasi, sinkronisasi kerjasama industri dalam negeri, percepatan pengadaan alutsista dan peningkatan kesiapan pesawat, inovasi teknologi di bidang litbang.

Sedangkan untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista TNI AU, sudah dicanangkan dalam rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014.

Sumber : POSKOTANEWS.COM

TNI AL Luncurkan Kapal "Pintar"


Jurnas.com | TNI Angkatan Laut akan meluncurkan satu unit kapal pintar yang berfungsi sebagai perpustakaan. Kapal pintar ini nantinya akan beroperasi di sekitar Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat.

“Kami akan mengoperasikan Kapal Pintar ini di wilayah Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV,”kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno usai menandatangani MoU dengan sejumlah instansi yaitu Perpustakaan Nasional, Universitas Negeri Jakarta, PT Kereta Api Indonesia dan Bank Mandiri di Mabes AL Jakarta, Kamis (26/1).

Dana pengadaan Kapal Pintar ini sebagian merupakan hibah dari Bank Mandiri sebesar 1,5 miliar rupiah. Kapal yang digunakan adalah kapal kecil sepanjang 22 meter. Selain buku-buku, Kapal Pintar ini juga akan dilengkapi alat peraga serta terkoneksi dengan internet.

Soeparno berharap akan muncul lagi pihak-pihak yang bersedia membantu penyelenggaraan Kapal Pintar demi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia. “Kami sangat berharap adanya tambahan untuk pengadaan kapal pintar ini,” katanya.

Adapun TNI AL akan membantu pemeliharaan dan pengoperasian memelihara kapal tersebut. “Karena selama ini terbukti kalau dikelola TNI lebih tertib dan prosedurnya lebih lengkap. Akan lebih awet juga,”tambahnya.

TNI AL juga melakukan kerja sama dengan Perpustakaan Nasional dalam pengembangan perpustakaan desa. “Dengan kerja sama ini kami harap TNI AL dapat membantu mengembangkan perpustakaan keliling dan perpustakaan terapung di delapan kabupaten/kota,”kata Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih.

Kerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta dilakukan dalam bentuk pertukaran mahasiswa dengan prajurit. Sedangkan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia lebih difokuskan pada pemanfaatkan barang milik negara untuk mendukung tugas pokok kedua belah pihak.
 
sumber : Jurnas

TNI AD di Kawasan Perbatasan Bisa Jadi Guru Bantu



Kemampuan mengajar personel TNI bisa diperbantukan di wilayah yang kekurangan tenaga pengaja.
Jurnas.com | KEPALA Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, menyatakan personel yang berjaga di perbatasan memiliki kemampuan mengajar sehingga bisa dimanfaatkan jasanya menjadi guru bantu.

Jenderal Pramono Edhie mengatakan, kemampuan mengajar personel TNI ini bisa diperbantukan di wilayah yang kekurangan tenaga pengaja.

"Ini sesuai dengan nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, personel Angkatan Darat yang berada di perbatasan bisa menjadi tenaga guru bantu," kata Jenderal Pramono Edhie.

Tenaga pengaja ini merupakan bagian dari Bakti TNI yang diturunkan dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berskala besar.

Ia mengatakan, TNI AD mendapat alokasi anggaran Rp30,2 triliun pada tahun 2012. Anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja personel, belanja barang (alutsista), dan belanja modal. Program TMMD sendiri secara serentak telah dilaksanakan di 61 kabupaten/kota, 81 kecamatan, dan 162 kelurahan/desa di seluruh wilayah Indonesia.

TNI Gelar Operasi Kepolisian Militer

Agung Kuncahya B. / Jurnal Nasional
Panglima meminta Kepolisian Militer untuk menguasai dan memahami hukum dengan segala dinamika dan perkembangannya.
Jurnas.com | MARKAS Besar TNI bekerja sama dengan Polri, menyelenggarakan Gelar Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 untuk meningkatkan profesionalisme dan soliditas serta menciptakan penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan TNI baik TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Operasi ini dilakukan sepanjang tahun mulai hari ini 26 Januari 2012-30 Januari 2013.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, gelar operasi ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan tertib disiplin dan kepatuhan terhadap hukum. “Memang kesadaran kepatuhan ini diharapkan tumbuh dari dalam, namun walau bagaimana perlu pengawasan. Pengawasan ini dilaksanakan sepanjang tahun melalui Operasi Kepolisian Militer,”kata Panglima TNI dalam upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Pengawasan ini, tutur Panglima, diperlukan karena para prajurit TNI berhubungan dengan masyar kAt luas dan menggunakan sarana umum. Pelanggaran yang pernah terjadi di tempat-tempat seperti ini, dicontohkan Panglima, seperti pembajakan kereta oleh Marinir Agustus 2011 lalu.

Agar pelaksanaan operasi ini berjalan baik, Panglima meminta Kepolisian Militer untuk menguasai dan memahami hukum dengan segala dinamika dan perkembangannya. Hal yang tak kalah penting, Panglima meminta jajaran Kepolisian Militer menjaga moralitas dan menjadi contoh dalam kesadaran, kepatuhan, dan pelaksanaan hukum dengan segala aspek di dalamnya. “Kedua hal tersebut harus dapat disosialisasikan, ditularkan, dan dibudayakan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun berteugas dan berada,”ujarnya.

Gelar Operasi Kepolisian Militer ini melibatkan Polisi Militer Angkatan, Provoost Mabes TNI, Provost Polri, dan unsur perwakilan Prajurit TNI.

Tahun 2011, 672 Prajurit TNI Dipecat dengan Tidak Hormat
Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono berharap para prajurit bisa meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap hukum
Jurnas.com | SEPANJANG Tahun 2011, sebanyak 672 prajurit TNI diberhentikan dengan tidak hormat. Jumlah tersebut meningkat 6,7 persen dari tahun 2011.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, pemecatan dengan tidak hormat ini diperoleh dari pelaksanaan operasi penegakan ketertiban dan yustisi polisi militer pada 2010-2011. “Sasarannya memang meningkatkan kepatuhan hukum, disiplin, dan soliditas prajurit TNI baik perorangan maupun kesatuan,”kata Panglima TNI dalam upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Dalam penuturannya, Panglima TNI mengungkapkan, pada tahun 2011, terjadi penurunan perkara yang masuk dalam operasi penegakan hukum. Dari 3.717 perkara pada 2010, perkara yang masuk pada 2011 turun 5,4 persen menjadi 3.517 perkara. Prajurit TNI yang menjadi narapidana dan tahanan militer juga mengalami penurunan pada 2011. Pada 2010 tahanan yang masuk sebanyak 2.059, turun 11,5 persen menjadi 1.822 tahanan.

Agus Suhartono berharap para prajurit bisa meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap hukum pada 2012 ini. “Kepatuhan terhadap tata tertib ini bisa tumbuh manakala ada pengawasan. Untuk itu Polisi Militer harus benar-benar bekerja keras,”imbuhnya.

Prajurit TNI Kerap Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas
Agung Kuncahya B. / Jurnal Nasional
Operasi Golok 2009 Polisi Militer menggelar Operasi Golok 2009 di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (11/5). Operasi yang digelar empat kali dalam seminggu tersebut bertujuan untuk penertiban atribut dan kedisiplinan anggota TNI.
Jurnas.com | PRAJURIT TNI ternyata kerap melakukan pelanggaran lalu lintas. Sepanjang tahun 2011, terjadi pelanggaran lalu lintas oleh prajurit TNI sebanyak 1.114 kali, atau naik 13,1 persen dibanding tahun 2010 sebelumnya yang sebanyak 985 pelanggaran. Hal itu dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dalam upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Sementara itu, kecelakaan lalu lintas yang dialami prajurit mengalami penurunan. Jika pada 2010 terjadi 423 kecelakaan, pada 2011 menjadi 403 kecelakaa

 SUMBER : JURNAS

Satlinlamil Jakarta Gelar Latihan Tempur Unsur KRI

Desmunyoto P. Gunadi / Jurnal Nasional
Ilustrasi latihan perang.
Jurnas.com | UPACARA Gladi Tugas Tempur TK-I/L-1 (Glagaspur) dilaksanakan oleh KRI Tanjung Nusanive-973 dengan Komandan, Letkol Laut (P) Heri Widodo dan KRI Teluk Hading-538 Letkol Laut (P) Heri Priyanto dibuka oleh Komandan Satlinlamil Jakarta, Kolonel Laut (P) Tri Satriya Wijaya di Ruang rapat Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta, Rabu (25/1).

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) merupakan salah satu Kotama Pembinaan di lingkungan TNI Angkatan Laut. Sehubungan dengan hal tersebut, Kolinlamil melaksanakan pembinaan peran unsur-unsurnya agar lebih profesional di bidangnya. "Dengan adanya latihan Gladi Tugas Tempur TK-I/L-1 terus dilaksanakan dan dikembangkan," kata Dansatlinlamil Jakarta Kolonel Laut (P) Tri Satriya Wijaya seperti dilansir dalam siaran pers Kadispen Kolinlamil, Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman yang diterima Jurnal Nasional, Rabu (25/1).

Lebih lanjut dikatakan, Gladi Tugas Tempur TK-1/L-1 memiliki tujuan antara lain meningkatkan kesiap siagaan, ketrampilan ABK KRI Tanjung Nusanive-973 dan KRI Teluk Hading-538 serta pengendalian Komando Tugas dan pendukung perangkat lunaknya, serta meningkatkan kemampuan profesionalisme personel secara perorangan maupun kelompok. Sedangkan sasaran yang diharapkan melalui latihan TK-1/L-1 itu adalah para pelaku dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan sesuai prosedur yang berlaku baik secara individu maupun kelompok serta dapat mengintegrasikan pos-pos komando yang ada di KRI.

Materi latihan yang berlangsung sehari dengan melibatkan dua unsur KRI tersebut adalah materi pelajaran antara lain bidang piranti lunak, bidang Komlek, bidang Kodal dan bidang staf dengan melibatkan personel latihan sebanyak 198 orang.

Menurut Dansatlinlamil Jakarta, latihan TK-1/L-1 merupakan program kerja bidang operasi dan latihan yang dilaksanakan secara rutin dan Continue. Sehingga melalui gladi tugas tempur TK-1/L-1 yang dilaksanakan oleh KRI Tanjung Nusanive-973 dan KRI Teluk Hading-538 selama satu hari ini diharapkan para peserta dapat mengetahui kemampuan dan kekurangannya dalam melakukan peran tugas dan dan tanggung jawabnya sebagai pengawak organisasi satuan dalam hal ini KRI, serta meningkatkan kemampuan profesionalisme personel secara perorangan maupun kelompok.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Komandan Satlinlamil Jakarta Letkol Laut (P) Yusherman, Letkol Laut (P) Dominggus Misalayuk sebagi tim uji dari Kolatarmabar serta Komandan KRI Banda Aceh-593, KRI KBI-971, KRI TLS-501, KRI TLK-504, KRI TTM-508, KRI TMO-537, KRI MTW-595.
SUMBER : JURNAS

Wamenhan: Jika Belanda Tak Mau Jual Leopard, Masih Ada Jerman


military-today.com
Tank Leopard.
Jurnas.com | WAKIL Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan tidak khawatir dengan penolakan parlemen Belanda atas penjualan tank Leopard ke Indonesia. Menurutnya, jika memang Belanda tidak mau menjual, sudah ada negara lain yang juga menawarkan pada Indonesia. “Jerman sebagai negara produsen juga menawarkan pada Indonesia,” kata Sjafrie usai meninjau kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (25/1).

Dikatakan Sjafrie, tawaran Belanda adalah tank bekas yang jika jadi dibeli oleh Indonesia akan diupgrade kemampuannya. Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman adalah refurnishment, “Jadi bukan bekas, karena sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya,” jelasnya.

Namun begitu, Sjafrie menegaskan Indonesia akan lebih diuntungkan dengan membeli pada Belanda. Dengan dana US$280 juta, Indonesia akan mendapat 100 unit tank Leopard. “Kalau di tempat lain tidak bisa. Dana itu kami alokasikan untuk 44 tank, tapi bisa mendapat 100 unit,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan penolakan yang muncul dari kalangan parlemen Belanda bukanlah sikap resmi parlemen maunpun Pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda sendiri telah mendesak kepastian Indonesia dalam membeli tank mereka.

Purnomo juga mengatakan, kebutuhan Indonesia sebenarnya pada main battle tank (MBT), bukan pada Leopard. Bisa saja MBT yang dibeli Indonesia bukan jenis Leopard. Sementara itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan, Jerman yang juga menawarkan Leopard-nya akan segera melakukan pertemuan dengan Indonesia
 
SUMBER : JURNAS

Modernisasi Alutsista Butuh Industri Pendukung

Jurnas.com | KEMENTERIAN Pertahanan menggenjot pembangunan industri pendukung di antaranya industri bahan baku bahan peledak untuk mendukung modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).

Hingga saat ini, Indonesia telah mampu memproduksi bahan peledak, namun dengan bahan baku yang didatangkan dari luar negeri. “Dalam modernisasi alutsista harus dipikirkan juga amunisinya, karenanya kami mendorong pembangunan industri bahan peledak. Selama ini kami mengimpor propellant yang menjadi bahan baku bahan peledak,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (25/1).

Industri seperti ini, tutur Sjafrie, merupakan industri pendukung pertahanan karena dapat mendukung kebutuhan alutsista bagi TNI serta alat dan material khusus (almatsus) bagi Polri. "Selain itu, dari sini industri pertahanan nonmiliter bisa dikembangkan," jelas Wamenhan.

Karenanya Sjafrie menolak jika kunjungannya ini dikaitkan dengan kepentingan bisnis. Menurut dia, Kemhan berwenang mengatur perizinan Badan Usaha Bahan Peledak berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 125/1999 tentang Bahan Peledak yang merupakan salah satu kebijakan strategis nasional di bidang bahan peledak. "Ini industri pendukung pertahanan. Persoalannya di bahan peledak, bukan persoalan komersial. Kami tidak melihat dari aspek bisnis," ujarnya.

Apalagi, tambahnya, kebijakan Kemhan 2010-2014 adalah defense supporting economy yang menjadikan Kemhan fokus terhadap bidang pertahanan yang dapat mendukung perekonomian.
 
 
Industri Nasional Belum Penuhi Kebutuhan Bahan Peledak Dalam Negeri
Jurnas.com | KEBUTUHAN Indonesia terhadap bahan peledak yang cukup besar yaitu sekitar 700 ribu ton per tahun, belum dapat terpenuhi oleh industri nasional. Selama ini, kebutuhan tersebut dipenuhi oleh industri luar negeri. Padahal, bahan baku pembuatan bahan peledak dapat diperoleh dengan mudah di Indonesia.

“Badan usaha bahan peledak nasional baru dapat memenuhi sekitar 40 hingga 60 ribu ton. Sisanya melalui import,”jelas Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Pos M Hutabarat saat meninjau kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang Kalimantan Timur, Rabu (25/1).

Dengan kondisi sumber daya alam yang melimpah, tuturnya, Indonesia memiliki persediaan besar bahan baku bahan peledak yaitu amonium nitrat. Dengan akan beroperasinya PT KNI ini, Kemhan berharap dapat memenuhi kebutuhan ini. “Kami ingin Indonesia bisa memproduksi bahan peledak utamanya untuk pasar dalam negeri baik untuk kepentingan militer maupun komersial,”imbuhnya.

Kemhan mengatur perijinan Badan Usaha Bahan Peledak dengan berlandaskan Keputusan Presiden Nomor 125/1999 tentang Bahan Peledak yang merupakan salah satu kebijakan strategis nasional di bidang bahan peledak. Keppres ini kemudian dijabarkan dalam Peraturan Menteri Pertahanan No22/2006 tentang pedoman, pengaturan, pembinaan, dan pengembangan Badan Usaha Bahan Peledak Komersial.

Pabrik bahan peladak KNI yang dibangun pada 2009 memiliki kapasitas produksi sebesar 300 ribu ton. Pada awal produksinya Februari 2012 mendatang, KNI akan menghasilkan 190 ribu ton per tahun
 
SUMBER :JURNAS

Indonesia Butuh 700 Ribu Ton Bahan Peledak Tiap Tahun


Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Selama ini, PT Pindad telah memproduksi bahan peledak, namun bahan bakunya masih mengandalkan import.
Jurnas.com | KEBUTUHAN Indonesia terhadap bahan baku bahan peledak yaitu amonium nitrat mencapai 700 ribu ton per tahun.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, jumlah ini untuk memenuhi kebutuhan peledak komersial dan militer.

“Kebutuhan 700 ribu ton per tahun, tapi belum bisa terpenuhi kapasitas itu. Ini peluang dan tantangan,”kata Wemenhan saat meninjau kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang Kalimantan Timur, Rabu (25/1).

Dia berharap, KNI yang akan memulai produksi Februari mendatang dapat membantu pemenuhan kebutuhan ini.

Keterlibatan Kementerian Pertahanan dalam pengoperasian pabrik ini, jelas Sjafrie, sejalan dengan kebijakan pertahanan 2010-2014 yaitu defence supporting economy. Menurut dia, kehadiran KNI dapat memberikan keuntungan timbal balik antara Kemhan dan KNI, serta bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Manager Operasi PT KNI Indra Prasetyo mengungkapkan, kebutuhan Indonesia terhadap bahan peledak cukup besar. Selama ini, PT Pindad telah memproduksi bahan peledak, namun bahan bakunya masih mengandalkan import. Jika bahan baku bahan peledak dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, kata Indra, Indonesia bisa melakukan penghematan yang cukup besar. “Bisa menyumbang devisa sebesar US$150 juta kalau bisa produksi sendiri,”ujarnya.

SUMBER : jurnas

AU Rusia Uji Coba Rudal Jarak Jauh, Udara ke Udara


Jurnas.com | ANGKATAN Udara Rusia telah menguji tembak peluru kendali udara ke udara taktis lanjutan yang diharapkan mendukung pertahanan udaranya. Menurut Panglima AU Marsekal Alexander Zelin, Selasa, rudal tersebut juga akan segera dioperasikan oleh AU Rusia.

Rudal akan diusung oleh pesawat tempur multiperan (pencegat dan petempur) supersonik MiG-31 BM Foxhound dan rencananya setelah itu digunakan oleh pesawat tempur lain. Zelin mengatakan senjata tersebut "sedang dalam percobaan di tempat uji AU Rusia".

Para ahli menduga rudal yang dimaksud mungkin saja K-37M yang dikenal sebagai RVV-BD atau seperti yang diketahui Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai AA-X-13 Arrow. K-37M adalah rudal penghancur pesawat jarak jauh yang dikembangkan secara khusus bagi jet pencegat MiG-31 BM.

"Kemungkinan lainnya adalah rudal udara ke udara jarak jauh Vympel K-37 M (sekarang menjadi bagian TRV). Senjata itu merupakan penerus dari R-33 (yang dijuluki NATO sebagai AA-9 Amos) yang sebenarnya dikembangkan bagi MiG-31 semasa awal 1970-an," kata Douglas Barrie, ahli pertempuran udara dari Institut Internasional Penelitian Strategi di London.

Pengerjaan program K-37 dimulai pada 1980-an namun kendala keuangan menunda penuntasannya. Rancangan rudal juga telah dikembangkan lebih jauh dari konsep aslinya. Awalan huruf "K" menyatakan senjata itu sedang dalam pengembangan sementara "M" menyimbolkan modifikasi.

"Rudal K-37M sepertinya akan dikenal sebagai R-37M yang akan menjadi arsenal udara-udara utama MiG-31BM sehingga menambah kemampuan jarak cegat AU Rusia dalam menangani pesawat tempur serta rudal jelajah," tambah Barrie. Antara/RIA Novosti

SUMBER : JURNAS

Strategi perang


Leopard 2. (Foto: Bundeswehr)

Strategi perang adalah penggunaan pertempuran untuk mencapai tujuan perang.[1] Strategi adalah kunci pelaksanaan perang dan dikuasai oleh prinsip-prinsip yang menetapkan agar kekuatan besar melakukan aksi menyerang terhadap kekuatan musuh yang lemah untuk menghasilkan kemenangan.[2]
Istilah strategi juga banyak digunakan dalam dunia bisnis, politik, ekonomi, dan olah raga.

Proses Strategi

  1. Menentukan tujuan keamanan nasional sebagai dasar proses strategi.
  2. Merumuskan strategi raya, lebih dikenal dengan istilah kebijakan.
  3. Mengembangkan strategi militer.
  4. Merancang strategi operasi.
  5. Merumuskan strategi medan tempur, lebih dikenal dengan istilah taktik.

Jenis Strategi

Strategi

Darat

Posisi merupakan masalah dalam strategi. Strategi membedakan posisi garis luar dan posisi garis dalam. Negara berada pada posisi garis luar apabila dapat mengepung lawan atau musuhnya. Posisi garis dalam adalah posisi satu negara yang menghadapi kemungkinan permusuhan dari negara di sekelilingnya.
Jerman pada perang dunia berada pada posisi garis dalam. Pada perang dunia I Jerman bersekutu dengan Austria, keduanya terletak di Eropa Tengah. Mereka menghadapi Perancis dan Inggris di bagian barat, Rusia di bagian timur, dan Italia di bagian selatan. Pada perang dunia II, Jerman bersekutu dengan Italia menghadapi Perancis dan Inggris di bagian barat, Polandia dan Uni soviet di bagian timur. Perancis dalam kepemimpinan Napoleon Bonaparte sering kali berada di posisi garis dalam.
Untuk memperoleh kemenangan, pada posisi garis dalam membutukan kemampuan manuver yang cepat dengan daya pukul yang tinggi sedangkan pada posisi garis luar memerlukan koordinasi dan komunikasi yang baik untuk mempertahankan dan memanfaatkan posisinya. Namun sulit untuk mengkoordinasikan dua atau lebih negara yang berbeda, meskipun mereka bersekutu. Selalu ada kesalahpahaman akibat dari prestis dan kebanggaan nasional masing-masing.

Laut

Kekuatan maritim sangat penting untuk mengembangkan kekuasaan negara maupun menjamin kesejahteraannya.[3] Pengembangan kekuasaan negara lebih mudah dilakukan melalui laut daripada darat, seperti kekuasaan Spanyol atas dunia pada abad ke-16. Kekuasaan Spanyol direbut Inggris yang bersemboyan Inggris harus menguasai lautan untuk menguasai dunia meskipun surut pada abad ke-20. Negara lain, seperti Perancis dan Jerman juga ingin menguasai dunia dengan membangun armada lautnya. Pertempuran laut merupakan sebab terjadinya perang antara Perancis dan Inggris.
Negara yang ingin menguasai dunia selalu membangun armada laut. Kekuatan armada laut sebelum perang dunia II ditentukan oleh jumlah kapal tempur yang besar dan dilengkapi daya tembak, daya gerak, dan daya penahan. Pada perang dunia I berkembanglah kapal induk akibat perkembangan pesawat terbang untuk menyerang musuh atau lawannya dari jarak jauh. Pada perang dunia II, pertempuran laut dimenangkan oleh pihak yang memiliki banyak kapal induk yang dapat mengirimkan pesawat terbang berkali-kali untuk menyerang musuh, seperti: pertempuran laut Midway di samudra Pasifik antara armada Jepang dan Amerika Serikat. Meskipun berhasil menyerang pangkalan AS Pearl Harbor pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang tidak dapat menghancurkan kapal induk AS. Sementara, Jerman mengembangkan strategi pertempuran laut dengan menggunakan kapal selam untuk memenangkan pertempuran dengan Inggris. Pada perang dingin, peran kapal selam menjadi sangat penting.
Strategi di laut adalah membangun kekuatan maritim yang berkembang dengan peningkatan kemampuan teknologi.

Udara

Pada permulaan abad ke-20, sejak perang dunia I pesawat terbang telah dimanfaatkan dalam perang. Pesawat terbang dapat mengubah cara berperang secara radikal karena dapat menyerang langsung ke pusat pemerintahan lawan atau musuh. Kekuatan udara harus mengalahkan dan menghancurkan kekuatan udara lawan atau musuh, terlebih dahulu agar kekuatan lawan atau musuh dapat dikalahkan meskipun memiliki angkatan darat dan angkatan laut yang besar dan kuat. Fungsi utama kekuatan udara adalah menyerang basis industri dan keutuhan sosial musuh.
Strategi udara terbukti banyak meleset seperti di pertempuran Britania, Dresden, dan Vietnam tapi terbukti kebenarannya ketika AS menggunakan bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima pada perang dunia II. Perkembangan teknologi baru, yaitu penembakan dengan ketepatan maksimal jarak jauh, dipraktikkan dalam Perang Teluk I dan perang Irak.
Kekuatan udara menjadi lebih penting dengan adanya perkembangan peluru kendali dan roket


Teorikus Ilmu Perang



sumber : WIKIPEDIA

Wednesday, January 25, 2012

Mafia Alutsista Buat Kisruh Pembelian Leopard dari Belanda


Leopard 2. (Foto: Bundeswehr)

25 Januari 2012, Jakarta: Ribut mengenai rencana pembelian tank Leopard 2 dari Belanda ternyata didalangi mafia Alutsista, karena rencana pembelian tersebut sifatnya G to G, tidak melibatkan perantara sama sekali. Oleh sebab itu, mafia-mafia Alutsista itu melobi DPR agar menolak rencana tersebut, sebab merasa dirugikan. Menurut sumber yang dekat dengan kalangan politisi di DPR kepada itoday.

Sudah menjadi menjadi rahasia umum bahwa setiap pembelian senjata dari luar negeri, mafia Alutsista selalu ikut-ikutan dan mengatur semua kontrak yang dapat merugikan negara. Mafia Alutsista ini biasanya mark up harga senjata yang dibeli, menyuap oknum pejabat di kemhan dan DPR.

Berbeda dengan pembelian tank Leopard 2 dan pembelian senjata untuk kebutuhan TNI AD lainnya, KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menegaskan tidak akan menggunakan jasa perantara, dan tidak akan ada satu sen pun uang negara yang terbuang percuma. Akibatnya rencana pembelian tank oleh KSAD ditentang habis-habisan.

Hal senada juga diungkap RE. Baringbing. Kepada itoday, Minggu (22/1). Mantan perwira Badan Intelijen Strategis (Bais) ini mengatakan, setiap pembelian peralatan militer memang selalu ada “calo.”

Intinya, TNI tidak bisa mendapatkan senjata sesuai dengan keingginannya, tetapi harus sesuai dengan kemauan mafia Alutsista.

Kejadian hampir serupa juga pernah terjadi di pertengahan dekade 1990-an, dimana TNI sudah melakukan kajian untuk membeli tank berat. Namun yang terjadi, TNI justru mendapatkan tank ringan Scorpio buatan buatan Alvis Vickers, Inggris.

Dikemudian hari baru diketahui, ternyata tank ringan Scorpio buatan Inggris ini dibeli seharga tank berat Challanger 2. Diduga kasus mark up tersebut melibatkan keluarga Cendana.

Rusia Sesuaikan Kebutuhan Sukhoi Pesanan Indonesia

Pemerintah Rusia menyesuaikan pemesanan pesawat tempur jenis Sukhoi dari Indonesia.

“Pemesanan itu disesuaikan dengan perjanjian, termasuk masalah tempat duduk Sukhoi, “ kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat kepada itoday.

Imam Sufaat juga mengatakan, pembelian pesawat tempur Sukhoi itu untuk menguatkan pertahanan Indonesia, bukan untuk menyerang negara tetangga.

Indonesia sendiri sudah menggunakan pesawat tempur buatan Sukhoi buatan Rusia sejak 2003, dan hingga kini sudah mengoperasikan sebanyak 10 unit Sukhoi, yang terdiri dari tipe Su-27 SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Dan berencana menambah enam unit lagi.

Sumber: Indonesia Today

Danpusenkav: Leopard Pilihan Terbaik


Leopard 2. (Foto: KMW)

26 Januari 2012, Jakarta: Pembelian tank tempur utama (main battle tank/MBT) Leopard 2A6 dianggap paling menguntungkan ketimbang memborong MBT jenis lain.Negosiasi dilakukan tim dari TNI Angkatan Darat dengan pihak penjual, yakni Belanda dan Jerman.

Menurut Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpusenkav) Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Purwadi Mukson, ada beberapa keuntungan yang didapat jika pemerintah membeli MBT Leopard, di antaranya transfer of technology (ToT) sehingga dapat membantu pembangunan industri tank di dalam negeri. “Ada jaminan purna jual sampai sekian puluh tahun,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia mengakui,ada berbagai jenis MBT lain dengan kualitas yang mumpuni, seperti Merkava dari Israel, Abrams dari Amerika Serikat,ataupun T-90 asal Rusia. Pemerintah tidak melirik Merkava karena ToT sulit didapat, lagi pula belum tentu Israel bersedia melego. “Buat apa kita beli kalau tidak ada ToT,kita ini kan tidak hanya beli,”katanya. Begitu juga dengan Abrams dan T-90 masih kalah memikat,setidaknya berdasarkan segi penggunaan bahan bakar dan harga yang lebih mahal.

Kedua MBT tersebut memakai satu jenis bahan bakar, sedangkan Leopard multifuel. Dari segi kemampuan, lanjut dia, Leopard 2A6 memiliki keunggulan jarak tembak dibandingkan dengan tank buatan Rusia yang kini dipakai Malaysia, PT-91M, yakni 6 km untuk Leopard dan 5 km untuk PT- 91M. Leopard juga mampu menyelam dalam air berkedalaman tak lebih dari empat meter dan mampu menembak siang dan malam. Namun,PT- 91M memiliki kaliber lebih besar, yakni 125 mm berbanding 120 mm.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menuturkan, pada21 Desember 2011lalu dirinya melakukan komunikasi dengan tim dari Belanda terkait rencana pembelian Leopard di Jakarta.“Besok 30 Januari mereka mengundang secara resmi kepada saya untuk meninjau ke sana. Mereka membutuhkan untuk menjual tank itu,”ujarnya.

Meski demikian, proses penjajakan tidak hanya dilakukan dengan pihak Belanda, tapi juga dari Jerman selaku negara produsen Leopard. “Tanggal 26 esok, tim dari Jerman datang kepada saya. Saya akan bandingkan apakah lebih baik dari Jerman atau dari Belanda,”katanya. Dia mengaku tidak menentukan jenis MBT yang akan dibeli. Semuanya diserahkan kepada prajurit di lapangan yang nantinya menggunakan alutsista tersebut.

“Saya wajib memenuhi permintaan prajurit. Jangan sampai yang dibutuhkan tidak dibeli,yang dibeli tidak digunakan,”tuturnya. Pengamat militer dari Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie menyatakan, pengadaan alutsista sebaiknya memang diserahkan kepada pengguna, bukan oleh elite politik. Merekalah yang mengetahui senjata seperti apa yang dibutuhkan.

Sumber: SINDO

KSAD Paparkan 6 Prioritas Program Kerja 2012


Jurnas.com | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menggelar rapat dengan pimpinan TNI AD di Markas Besar TNI Angkat Darat (MabesAD), di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (25/1).

Rapat yang dihadiri pejabat utama di lingkungan TNI Angkatan Darat itu, mengusung tema 'Dengan Komitmen dan Konsistensi yang Tinggi, TNI Angkatan Darat Bertekad Melanjutkan Reformasi dan Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimun (MEF)'.

Rapat pimpinan ini akan membahas enam prioritas program kerja TNI Angkatan Darat 2012.

Dijelaskan Jendral Prmono Edhie keenam program prioritas tersebut, pertama di Bidang Intelijen, yakni tercapainya tingkat kesiapan kemampuan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

Kemudian, bidang operasi dan latihan. Diharapkan tercapainya kesiapan dan kemampuan TNI AD guna melaksanakan tugas operasi baik di dalam maupun luar negeri, serta didukung penguasaan teknik dan taktik militer baik per orangan maupun satuan, agar terwujudnya kemahiran dan keterampilan prjurit.

Ketiga, kata Jendral Pramono Edhie, di bidang personel, tertatanya kekuatan personol untuk memenuhi kebutuhan personel guna mewujudkan kekuatan personel yang ideal sejalan dengan Minimum Essetial Force (MEF).

Selajutnya, yang menjadi program prioritas adalah di bidang logistik dengan terpeliharanya seluruh Alut dan Alutsista yang masih layak dipertahankan serta pengadaan baru yang mengutamakan produksi dalam negeri.

Kemudian di bidang tertorial, yakni tersinkronisasinya penyusunan RTRW pertahan darat dengan pemda serta terpadunya program teritorial guna mewujudkan keselarasan pembangunan aspek kesejahteraan dan pertahanan.

Terakhir, lanjut Jendral Pramono, tercapainya upaya penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Dengan Rapim TNI Angkatan Darat 2012 ini, diharapkan pelaksanaan program kerja dan anggaran TNI Angkatan Darat 2012 tercapai sasaran dan keberhasilan sesuai arahan kebijakan TNI AD 2012," kata Jendral Pramono.

SUMBER JURNAS

LEOPARD 2

LEOPARD 2A6 MAIN BATTLE TANK – SPECIFICATIONS
Crew4
Weight62 metric tons
Length7.7 m
Width3.7 m
Height3.0 m
Armament1 x Rheinmetall 120 mm L55 smoothbore gun

1 x coaxial 7.62 mm machine gun

1 x 7.62 mm anti-aircraft machine gun
Maximum speed72 km/hr
Maximum range500 km
PowerplantMTU MB 873 multi-fuel, 1500 hp
TransmissionRenk HSWL 354
Gunner’s sightRheinmetall Defence Electronics EMES 15 with thermal channel and laser rangefinder
Commander’s sightRheinmetall Defence Electronics PERI-R17A2 with thermal channel
Berikut ini sedikit Foto dan Gambar Tank Leopard buatan Jerman yang akan dibeli oleh Indonesia :
Tank Leopard  asal Jerman yang dibeli Indonesia
Foto Tank Leopard 2A6
Tank Leopard
Senjata yang ada di Tank Leopard
Tank Leopard
Tank Leopard
Gambar Tank Leopard 2
Tank Leopard
Gambar Tank Leopard 2A3 / Panzerbattalion 123 / Panzerbrigade 12
Tank Leopard
Foto Tank Leopard 2A4
Tank Leopard
Gambar Foto Tank Leopard 2A5
Leo 2A6E (Spain) Side View
Gambar Foto Tank Leopard 2E Buatan Jerman
Leopard 2A7: Outstandingperformance in either urban or high-intensity operations.
Foto Tank Leopard 2A7 Buatan Jerman
The Leopard 1A7+ at the Eurosatory 2010
Gambar Tank Leopard 1A7+ buatan Jerman

Leopard 2 adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) Jerman yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal 1970-an dan mulai digunakan pada 1979. Leopard 2 menggantikan Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman (West German Army). Beragam versi telah digunakan oleh Angkatan Darat Jerman dan di 12 negara Eropa lainnya, beberapa dari luar Eropa. Lebih dari 3,480 Leopard 2 telah diproduksi. Leopard 2 pertama kali digunakan Angkatan Darat Jerman pada Perang Kosovo serta pasukan Kanada dan Denmark yang tergabung dalam ISAF di medan tempur Afghanistan.
Ada dua pengembangan utama pada tank ini, dari model pertama hingga Leopard 2A4 yang memiliki kubah tembak vertikal berlapis baja dan model yang lebih maju Leopard 2A5 serta versi yang lebih baru lagi, yang memiliki kubah tembak menyudut seperti anak panah dengan appliqué armour serta beberapa pengembangan lainnya. Seluruh model dilengkapi dengan sistem pengontrol penembakan digital dan rangefinder Laser, meriam utama 120 mm dengan kestabilan tinggi, senapan mesin koaksial, serta perlengkapan untuk melihat dan membidik dalam kegelapan night vision yang lebih maju (Leopard adalah kendaraan tempur pertama yang menggunakan alat pembidik low-light level TV system atau LLLTV; sementara thermal imaging baru diperkenalkan setelah itu). Tank ini memiliki kemampuan untuk bertempur menghadapi sasaran bergerak walaupun melewati medan yang sangat sulit dan tidak rata. Varian yang aktif antara lain 2A4, 2A5, 2A6, dan 2A7 (paling baru). Banyak Leopard 2 yang diupgrade untuk memperpanjang masa tugasnya dan memperkuat persenjataanya, umumnya ke varian 2A5 dan 2A6
 
sumber : WIKIPEDIA