Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Friday, November 4, 2011

AS ingin jual pesawat siluman ke India


F-35 AS


Washington (ANTARA News) - Amerika Serikat menyatakan tertarik menjual jet tempur tercanggihnya (F-35) kepada India, hanya enam bulan setelah New Delhi menolak kontral jual jet tempur "lebih tua" AS senilai 11 miliar dolar.

Kementerian Pertahanan AS, dalam laporannya kepada Kongres terkait kerjasama India-AS, mengatakan jika New Delhi tertarik pada jet tempur F-35 Joint Strike Fighter buatan Lockheed Martin, maka Pentagon bersedia memberikan informasi berkaitan dengan jet tempur itu.

"Masalah F-35 itu adalah sesuatu yang lebih dari sekedar ingin kami bicarakan dengan pemerintah India. Mereka bisa meminta informasi lebih untuk rencana pembelian itu," kata Deputi Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Asia Selatan, Robert Scher.

F-35 adalah program senjata termahal Pentagon. Jet tempur yang bisa menghindar radar itu dikembangkan bersama delapan mitra internasional AS.

Untuk membuat 2.447 unit jet yang diperuntukkan bagi militer AS, sekitar 382 miliar dolar AS dana telah dialokasikan AS.

Ironisnya india malah menyatakan tidak tertarik karena program ini menelan biaya dan upaya yang mereka keluarkan untuk mengembangkan pesawat "stealth" buatan sendiri.

April lalu, New Delhi menolak jet tempur F-16 dan F-18 untuk kontrak pengadaan alutsista senilai 11 miliar dolar AS. India memilih 126 pesawat tempur Dassault dan Eurofighter buatan Eropa.

Scher berkilah tawaran F-35 kepada India itu untuk menunjukkan "penghargaan tinggi" AS kepada hubungan bilateral kedua negara serta apresisasi atas upaya India dalam memodernisasi militernya.

ANTARA

Russia test launches Topol ICBM



The Russian Space Forces test launched a Topol RS-12M intercontinental ballistic missile on Thursday, the Defense Ministry said.
13:29 03/11/2011
MOSCOW, November 3 (RIA Novosti)
Tags: Topol-MSergei KarakayevRussiaMoscow


The Russian Space Forces test launched a Topol RS-12M intercontinental ballistic missile on Thursday, the Defense Ministry said.
It was launched at 10:45 a.m. Moscow time [06:45 GMT] from the Plesetsk Space Center and hit a designated target on the Kamchatka Peninsula.
“The launch was designed to test the stability of the basic specifications of this class of missiles as their service life has been extended to 24 years,” the ministry said.
The tested missile was built in 1987 and was on alert duty until July 2007, where which it was placed in storage.
SMF chief Lt. Gen. Sergei Karakayev said recently the service life of Topol mobile ballistic missile systems could be extended until 2019.
The RS-12M Topol (SS-25 Sickle), a single-warhead intercontinental ballistic missile, entered service in 1985.
It has a maximum range of 10,000 km (6,125 miles) and can carry a nuclear warhead with a yield of up to 550 kilotons.

RIA NOVOSTI

Thursday, November 3, 2011

Presiden SBY Suarakan ASEAN di KTT G-20


Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Jurnas.com | PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono bukan cuma mewakili Indonesia dalam pertemuan KTT G-20 yang dilangsungkan di Cannes, Prancis tanggal 3-4 November 2011. Selaku Ketua ASEAN, Presiden SBY juga ikut mewakili negara-negara di Asia Tenggara.

“Presiden tidak hanya berbicara sebagai pemimpin dari Indonesia, tetapi juga sebagai Ketua ASEAN. Oleh sebab itu apa yang telah dilakukan di Indonesia terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan juga pembukaan lapangan kerja, serta mengurangi kemiskinan adalah agenda yang akan dibagi dengan dunia,”kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam konferensi pers usai rapat koordinasi persiapan KTT G-20 bersama Presiden SBY di Hotel JW Marriot Cannes, Prancis, Rabu malam (2/11) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB (3/11).

Saat memberikan keterangan persnya, Hatta didampingi oleh Menkeu Agus Martowardojo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Wamenkeu Mahendra Siregar, Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung serta Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.

Hatta menjelaskan, delegasi Indonesia telah menyiapkan usulan dan pandangannya untuk disampaikan di hadapan pimpinan negara-negara G-20. Menurutnya, hal-hal yang disampaikan oleh Presiden SBY bukan cuma menyangkut kepentingan Indonesia tetapi juga para negara anggota ASEAN. “Akan disampaikan apa saja yang sudah dilakukan dalam konteks Indonesia ataupun ASEAN,”ujar Hatta.

Wakil Menkeu, Mahendra Siregar menambahkan, Presiden SBY merupakan pimpinan negara pertama yang ikut merepresentasikan organisasi regional di KTT G-20. Menurut Mahendra, hal tersebut membanggakan karena Indonesia bukan cuma diakui dalam daftar 20 negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik tetapi juga diakui kontribusinya dalam regional Asia Tenggara.

“Belum pernah terjadi sebelumnya, satu leader sebagai anggota G-20 dan juga ketua organisasi regional dalam hal ini ASEAN,”ucapnya.

Pada KTT G-20 tahun ini, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy didaulat sebagai tuan rumah. Seluruh pimpinan negara anggota G-20 dipastikan menghadiri pertemuan internasional ini. Selain Presiden SBY, peserta KTT G-20 diantaranya yakni Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden RRC Hu Jintao, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, Raja Abdullah dari Saudi Arabia, Presiden Korea Lee Myung Bak, Presiden Rusia Dimitri Medvedev dan Perdana Menteri Inggris David Cameron

JURNAS

Pangarmabar Terima Siswa Atase Pertahanan RI

Jurnas.com | PANGLIMA Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan menerima kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa Kursus Atase Pertahanan (Athan) RI Angkatan IX Tahun 2011 di Markas Koarmabar, Jakarta, Kamis (3/11).

Pangarmabar mengatakan Atase Pertahanan merupakan pekerjaan yang cukup berat, karena tanggung jawabnya harus mampu menjadi mata dan telinga serta kepanjangan tangan negara di bidang pertahanan. Lebih dari itu, para Atase Pertahanan juga dituntut mampu memberikan citra yang baik tentang keberadaan negara Indonesia.

Pangarmabar menyatakan mendukung program Kuliah Kerja Dalam Negeri karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan para siswa tentang bidang politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.

Pada kesempatan tersebut, Pangarmabar juga memberikan pembekalan kepada para Perwira Siswa tentang gambaran peran dan fungsi Komando Armada RI Kawasan Barat dalam penegakan kedaulatan di laut yurisdiksi nasional, dihadapkan dengan berbagai kemungkinan ancaman yang timbul.

Ia berharap seluruh Perwira Siswa Athan Angkatan IX agar dimanapun ditempatkan dengan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan informasi dan saran yang berguna bagi kemajuan TNI pada khususnya serta negara dan bangsa pada umumnya.

Berdasarkan siaran pers dari Dispen Koarmabar yang diterima Jurnal Nasional, rombongan Perwira Siswa Athan yang berkunjung ke Koarmabar yang dipimpin Brigjen TNI Herry Ramlan Jauhari adalah berjumlah 46 orang terdiri dari Perwira Siswa Angkatan Darat 22 orang, Angkatan Laut 13 orang dan Angkatan Udara 11 orang.

Turut mendampingi Pangarmabar adalah Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Herry Setianegara dan segenap pejabat teras di lingkungan Mako Koarmabar



JURNAS

Menhan AS Dukung Keutuhan NKRI

Jurnas.com | MENTERI Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memastikan bahwa Menteri Pertahanan AS Leon Edward Panetta mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya Menhan AS tidak merespons gerakan separatis di Papua tetapi mendukung NKRI.

"Kita pastikan gerakan separatis di Papua tidak dapat respons dari luar negeri. Saat bertemu Menhan AS sudah jelas sikapnya bahwa tidak mendukung gerakan separatis di Papua dan mereka mendukung NKRI," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro saat jumpa pers usai diskusi membahas perkembangan keamanan Papua di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (3/11).

Menurut Purnomo, Selandia Baru juga mendukung keutuhan NKRI. Jadi sebetulnya, kata Purnomo, dukungan gerakan separatis di Papua untuk di luar negeri ini sangat kecil. "Mereka (OPM) berusaha membesarkan gerakan separatis Papua, tapi tidak ada dukungan, sangat kecil," kata Menhan



JURNAS

Penuhi Alutsista, PT Pindad Butuh Mesin Baru

Jurnas.com | KONDISI permesinan di PT Pindad yang sudah tak layak pakai mempengaruhi kapasitas produksi yang dihasilkan pabrik senjata tersebut. Untuk memenuhi permintaan, PT Pindad memerlukan tambahan mesin baru. "Mesin yang dimiliki Pindad saat ini kira-kira berusia 20 tahun," kata Direktur Sistem Senjata PT Pindad S Irianto di kantor PT Pindad di Turen, Malang, Jawa Timur, Kamis (3/11).

Padahal, usia pakai maksimal mesin hanya berkisar 10 tahun. “Waktu ditinjau, mereka juga heran mesin itu masih bisa dipakai,” tambahnya. Selain terkendala pembiayaan, pengadaan mesin ini cukup sulit karena mesin tak bisa diperjualbelikan sembarangan antarnegara.

Karenanya Irianto berharap agar Kementerian Pertahanan dapat memfasilitasi pengadaan mesin tersebut. Agar tetap bisa berproduksi, PT Pindad mensiasatinya dengan mengurangi kapasitas produksi. “Kami perlambat setelan mesinnya,” ujarnya. Meskipun mahal, Irianto optimistis dana pembelian mesin dapat kembali dalam jangka waktu lima tahun.

Kepala Divisi Munisi PT.Pindad Untung Purnomo menjelaskan, dengan kondisi mesin saat ini, kapasitas produksi PT Pindad berkisar 120 juta butir peluru per tahun. Sebanyak 70 juta butir hasil produksi dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan TNI dan Polri. Sedangkan sisanya untuk memenuhi kebutuhan ekspor. “Permintaan mencapai 240 juta butir per tahun,“ kata Untung.

Irianto menjelaskan, untuk memenuhi permintaan dalam negeri saja, PT Pindad membutuhkan tambahan dua lini mesin baru. "Satu lini kaliber 5,56 milimeter dan satu lini lainnya untuk 9 milimeter.”

Irianto memperkirakan, pengadaan dua perangkat mesin itu akan menghabiskan dana sekitar Rp300 miliar.



JURNAS

PAL dan Damen Schelde Akan Berbagi Membangun Blok Modul PKR



03 November 2011

Teknologi modular kapal Sigma/PKR memungkinkan pembangunan blok-blok secara terpisah untuk kemudian dirangkai menjadi satu (image : Militaryphotos)
PT PAL Gandeng Belanda Buat Kapal Perang

SURABAYA--MICOM: Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT PAL Indonesia, Soewoko Kartanegara, menyatakan bahwa PT Penataran Angkatan Laut (PAL) akan melakukan joint production pembuatan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dengan Belanda.

"Sampai saat ini prosesnya masih dalam negoisasi" ujarnya di sela-sela kunjungan ke PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (2/11).

Soewoko menjelaskan bahwa kapal yang akan dibuat adalah kapal jenis Sigma Class yang rencananya blok utamanya akan dibuat di Belanda, sedangkan blok yang bukan utama akan dibuat di Indonesia.

Perusahaan Belanda yang akan melakukan joint production dengan Indonesia adalah Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda.

Beberapa hal yang masih dinegosiasikan oleh PT PAL untuk pembuatan kapal PKR tersebut adalah jumlah personel PT PAL yang akan dikirim kesana dan jumlah kapal yang akan diproduksi.

"Kita sih maunya 200 orang, dan kalau buat kapal itu kan tidak mungkin satu karena harganya akan mahal" pungkasnya.

Sementara itu, staf khusus Direktur Utama PT PAL Bidang Alutsista, Edy Andarto, mengungkapkan bahwa PT PAL telah mengembangkan desain pembuatan Fregate terbaru dan juga kapal LHD (Landing Helicopter Dock). "Tapi semua tergantung dengan pemerintah juga mau kapan memesannya," Ujarnya. (OL-8).

LATIHAN TEMPUR TNI

formasi selam tempur
SURABAYA, 2/11 - FORMASI SELAM TEMPUR. Sejumlah anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, melakukan latihan formasi selam tempur (submarine combat formations), di Bhumi Marinir Karang Pilang Surabaya, Rabu (2/11). Latihan tersebut bertujuan untuk memperkuat naluri tempur di perairan, pada anggota pasukan khusus Taifib Marinir yang mempunyai kemampuan tempur di tiga media (darat, laut dan udara). FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/nz/11
formasi selam tempur
SURABAYA, 2/11 - FORMASI SELAM TEMPUR. Sejumlah anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, melakukan latihan formasi selam tempur (submarine combat formations), di Bhumi Marinir Karang Pilang Surabaya, Rabu (2/11). Latihan tersebut bertujuan untuk memperkuat naluri tempur di perairan, pada anggota pasukan khusus Taifib Marinir yang mempunyai kemampuan tempur di tiga media (darat, laut dan udara). FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/nz/1
para dasar static
SURABAYA, 2/11 - PARA DASAR STATIC. Sejumlah mantan siswa Kursus Para Jumping Instruktur dan Kursus Para Dasar Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Korps Marinir, melakukan para dasar static dari pesawat Casa di atas lapangan tembak Jusman Puger Bhumi Marinir Karang Pilang Surabaya, Rabu (2/11). Kursus Para yang diikuti 270 prajurit Korps Marinir tersebut, bertujuan untuk mengasah kemampuan naluri tempur udara pada prajurit Korps Marinir. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/nz/11
para dasar static
SURABAYA, 2/11 - PARA DASAR STATIC. Sejumlah mantan siswa Kursus Para Jumping Instruktur dan Kursus Para Dasar Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Korps Marinir, melakukan para dasar static dari pesawat Casa di atas lapangan tembak Jusman Puger Bhumi Marinir Karang Pilang Surabaya, Rabu (2/11). Kursus Para yang diikuti 270 prajurit Korps Marinir tersebut, bertujuan untuk mengasah kemampuan naluri tempur udara pada prajurit Korps Marinir. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/nz/11

antara

Iran dan Israel di Ambang Perang?




HaaretzIsrael melakukan uji-tembak sebuah sistem pendorong roket dari pangkalan militer Palmachim, Rabu (2/11/2011). Kementerian Pertahanan Israel mengatakan, uji-tembak rudal itu merupakan rencanakan lama dan telah dilakukan sesuai jadwal.

TEHRAN, KOMPAS.com -
Iran melontarkan peringatan terhadap Israel, Rabu (2/11/2011). Seorang tokoh militer Iran mengatakan, negara itu akan "menghukum" setiap ancaman apapun.
"Amerika Serikat sangat menyadari, serangan militer rejim Zionis terhadap Iran tidak hanya akan menyebabkan kerusakan yang luar biasa pada rezim (Israel) itu, tetapi juga akan menimbulkan kerusakan serius terhadap AS," kata Jenderal Hassan Firouzabadi, komandan para kepala staf gabungan Iran. Demikian menurut laporan kantor berita sengah remi, Fars, seperti dikutip CNN, Kamis.
"Kami, sebagai militer, menganggap setiap ancaman, seberapa pun jauh dan mustahil, sebagai sangat nyata, dan sepenuhnya siap untuk menggunakan peralatan yang sesuai demi menghukum kesalahan apapun," tambah Firouzabadi.
Kantor berita semi resmi Iran yang lain, ISNA, menerbitkan sebuah berita dalam bahasa Inggris yang mengutip pernyataan Firouzabadi. "Para pejabat AS tahu bahwa serangan militer rejim Zionis terhadap Iran akan menimbulkan kerusakan serius untuk AS serta rejim Zionis itu." Demikian ISNA.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Israel, Rabu, mengatakan, Israel "melakukan uji-tembak sebuah sistem pendorong roket dari pangkalan militer Palmachim. Ini telah direncanakan lama oleh bagian Pengembangan (Kementerian) Pertahanan dan telah dilakukan sesuai jadwal."
Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, mengatakan, "Ini merupakan prestasi teknologi yang mengesankan dan langkah penting dalam kemajuan Israel di bidang perudalan dan ruang angkasa."
Komentar Iran dan tes rudal Israel muncul saat perdebatan publik terjadi di Israel tentang kemungkinan serangan militer terhadap republik Islam itu. Pekan lalu, koran terbesar Israel, Yedioth Ahronoth, menerbitkan sebuah laporan yang menyatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Ehud Barak mendukung sebuah serangan terhadap program nuklir Iran. Berita itu disusul sebuah laporan hari Rabu di harian Haaretz bahwa Netanyahu melobi anggota kabinetnya untuk mendukung serangan militer terhadap Iran meskipun ada sejumlah kesulitan inheren dalam operasi semacam itu. Harian itu menyebut, informasinya berasal dari seorang pejabat senior Israel, tapi tidak mengungkapkan identitas sumber mereka.
Para pejabat Israel dan AS telah menyatakan keprihatinan soal Iran yang tengah membangun senjata nuklir, meskipun Teheran membatah keras bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
Adanya dua publikasi itu di media Israel menuai kritik para anggota kabinet. "Sebuah debat publik tentang hal ini tidak lebih dari sebuah skandal. Saya tidak berpikir kita pernah memiliki sesuatu seperti itu," kata Dan Meridor, wakil perdana menteri dan menteri intelijen, kepada harian Israel, Maariv. "Masyarakat memilih pemerintah untuk membuat keputusan tentang hal-hal seperti ini secara rahasia. Hak publik untuk tahu tidak termasuk perdebatan tentang hal-hal rahasia secacam ini."
Kantor Perdana Menteri Israel tidak mau mengomentari laporan-laporan dua harian itu. Kantor Netanyahu hanya meminta wartawan  untuk merujuk ke komentar dia tentang Iran pada hari Senin. Ketika itu Netanyahu mengatakan, "Kekuatan regional yang punya kontrol di Timur Tengah akan mencoba untuk memastikan mereka memiliki pengaruh lebih besar pada rejim-rejim baru, pengaruh-pengaruh yang tidak akan selalu mendukung kita atau bermanfaat bagi kita, setidaknya begitu." Netanyahu mengatakan hal itu kepada anggota parlemen Israel dalam sesi pembukaan Knesset.
"Salah satu kekuatan regional itu adalah Iran, yang terus berupaya untuk memperoleh senjata nuklir. Iran yang punya nuklir akan menjadi ancaman mengerikan di Timur Tengah dan di seluruh dunia. Dan tentu saja, merupakan ancaman, kuburan langsung bagi kita juga. Kita bekerja dan akan terus berkerja secara intens dan keras melawan mereka yang mengancam keamanan Israel dan warganya," lanjut Netanyahu

KOMPAS

60 kapal TNI-AL latihan perang di Kutai Timur



Kamis, 3 November 2011 13:23 WIB | 646 Views
Jajaran kapal perang RI di dermaga Komando Armada Kawasan Timur (Koarmatim) Ujung Surabaya (ANTARA/Eric Ireng)
 Yang jelas karena ini latihan Amfibi, kita meliFatkan kapal LST, jenis kapal yang digunakan untuk mengangkut personel dan tank pendarat,"
ANTARA
Sangata (ANTARA News) - Sebanyak 60 kapal perang Republik Indonesia berbagai jenis terlibat dalam latihan TNI-AL yang akan digelar di kawasan pantai Sekerat, Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur pada 10 November . 

"Latihan TNI-AL sebagai ajang peningkatan kualitas perang TNI dengan sandi Armada Jaya XXXI-11 akan melibatkan banyak kapal perang Republik Indonesia," kata Komandan Pangkalan TNI AL Sangata, Letkol Laut Yudhi Bramantyo, di Sangata, Kamis.

Letkol Laut Yudhi Bramantyo, menjelaskan 60 kapal peran milik TNI AL seperti, kapal fregat, kapal selam, kapal penyapu ranjau. Marinir juga akan mengerahkan berbagai macam peralatan tempurnya, diantaranya tank amfibi, kendaraan amfibi pengangkut artileri (Kapal), artileri roket dan howitzer. 

Selain akan melibatkan 60 kapal perang, dalam latihan nanti, juga terlibat pesawat udara jenis Cassa, Nomad, helikopter Bell, dan helikopter Bolcow serta 1 Batalyon Tim Pendarat Amfibi Marinir dari Pasukan Marinir 1 Surabaya, khusus didatangkan dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda Surabaya Jawa Timur. 

"Yang jelas karena ini latihan Amfibi, kita melibatkan kapal LST, jenis kapal yang digunakan untuk mengangkut personel dan tank pendarat," kata Letkol Yudhi Bramanto. 

"Kapal-kapal perang tersebut berasal dari unsur Komandi Armada Timur (Koarmatim) dan Komando Armada Timur Barat (Koarmabar) dan Komando Lintas Laut Militer," katanya

16 Vietnam's Su-30MK2 Will be Transfered Before the End of 2011


16 Vietnam's Su-30MK2 Will be Transfered Before the End of 2011

03 November 2011

Combat system of Vietnam's Su-30MK2 similar to the Malaysia's Su-30MKM (photo : Knaapo)

Russian Su-30MK2 delivery schedule for Vietnam

Kanwa Journal said, eight Su-30MK2 (purchased in 2009) and 12 units (purchased in 2010) will be produced and provided to Vietnam under the plan.

According to the magazine, to the end of the month 6 / 2011, Vietnam received four Su-30MK2 of 20 units ordered in the two previous contracts.

Thus, the remaining 16 aircraft Su-30MK2 not yet delivered, and the Sukhoi company said it would transfer to Vietnam before the end of 2011.

Kanwa also led a number of sources close to the Russian Defense Ministry said, "as required by the Vietnam Ministry of Defense, in the new fighter Su-30MK2 will be some changes, including the combat system Su-30MK2 aircraft similar to the combat system is mounted on Su-30MKM ".

Vietnam Air Force is equipped with one of the most modern aircraft Su-27/30 in the ASEAN region.

Su-30MK2 is a modern combat aircraft in the Air Force personnel in Vietnam.

"We are considering opening the Sukhoi maintenance center in Vietnam, and this issue is being negotiated," Kanwa leading industry sources said Russian defense industry.

Vietnam has experienced the use of combat aircraft Su-27SK and has a long history of exploitation of Su-22 aircraft, so the establishment of a center's service in Vietnam Sukhoi is not a problem important, "the source said. Normally, the aircraft Sukhoi Su-30MK2 will be one year warranty, magazine Kanwa said.

Indirect sources also pointed out that Vietnam needs additional Su-30 aircraft. Currently, Vietnam Air Force has 120 aircraft and over 100 Su-22 MiG-21. So, with 20 Su-30MK2 (received 4 units), 4 and 12 Su-30MKV the Su-27SK/UBK is not sufficient to meet demand "straight up modern" Vietnam Air Force .

The source added that, "we are calling on other countries, including Vietnam buy the upgraded variant better than airplanes Sukhoi Su-30MK2 and so are planning to export Su-35 , so the number of Su-30MK2 exports will be reduced gradually, and to save costs for the production line.

"Compared to the Su-30MK2 aircraft equipped to Vietnam, China and Indonesia (as well as Russia and Venezuela), Su-30MKI aircraft are manufactured for India, Algeria and Malaysia are likely to perform more tasks.
(Dat Viet)

Wednesday, November 2, 2011

US ready to offer F-35 JSF stealth jet to India


10:47 02/11/2011

NEW DELHI, November 2 (RIA Novosti)
Tags: MiG-35A-10F-16T-50F-35SukhoiLockheed MartinNATOIndiaNew Delhi


Washington is prepared to offer India its latest F-35 Lightning II stealth combat aircraft, otherwise known as the Joint Strike Fighter, according to India’s IANS news agency, after U.S. companies lost a tender earlier this year to sell 126 fighter aircraft to Delhi.
If India is interested in the JSF, the United States is prepared to supply information about the aircraft as part of the sales process, according to a Pentagon report on cooperation with India presented to Congress.
“If India shows interest in the JSF, the USA would be prepared to provide information about it, including its technical characteristics, and other information to support India’s request,” the agency said quoting the report.
The F-35 is currently still being tested, but low-rate initial production is already underway, with full-rate production due to begin around 2016, according to Aviation Week magazine. The United States alone wants to buy almost 2,500 F-35s.
India is currently involved in another procurement program for a Russian-built stealth design, the Sukhoi T-50, also known as PAK-FA. Two T-50 prototypes are flying on test in Moscow, while a third is close to completion at the assembly line in Komsomolsk-on-Amur. Series production is due to start around 2014-15, with a derivative of the design built in India due to enter service with the Indian Air Force around 2020.
Indian press reports claim the United States is willing to offer the JSF as an alternative to the T-50.
Developed by the U.S. Lockheed Martin group, the F-35 is a multirole stealth design. The aircraft will replace thousands of F-16s, A-10s and other aircraft in the air forces of the United States, Britain and many other NATO allies.
Earlier this year, American companies were dropped by India from a tender competition to supply 126 light fighter aircraft. Russia’s MiG-35 fighter and the Swedish SAAB Gripen were also dropped. Only the Eurofighter Typhoon and France’s Rafale remain in the competition.
Indian military sources quoted by the local press said only the Typhoon and Rafale met the technical requirements of the Indian Air Force, which had been demonstrated in extensive flight trials by all the participating aircraft in India.
RIA NOVOSTI

Sri Lanka-Indonesia jajaki kerja sama antiteror



Rabu, 2 November 2011 16:28 WIB | 953 Views
Kemampuan personil dan organisasi serta perlengkapan tempur satuan-satuan antiteror Indonesia terus ditingkatkan. Tolok ukur kesiapan operasi-operasi antiteror dilakukan dalam latihan bersama antiteror TNI-Kepolisian Indonesia di enam titik di Jakarta. (FOTO ANTARA/Lucky R)
 ... itu kedua angkatan laut juga sepakat untuk menjajaki kemungkinan latihan bersama antiteror...

Jakarta (ANTARA News) - TNI-AL dan Angkatan Laut Sri Lanka sepakat untuk meningkatkan dan memperluas kerja sama kedua pihak, antara lain kerja sama latihan bersama antiteror. Sri Lanka masih digelayuti masalah laten Macan Tamil Eelam yang cara beroperasi sering mengandalkan teror.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Kepala Staf TNI-AL, Laksamana TNI Soeparno, dengan Kepala Staf Angkatan Laut Sri Lanka, Laksamana Madya DWAS Dissanayake, di Markas Besar TNI-AL di Cilangkap, Jakarta Rabu.

Juru Bicara TNI-AL, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, mengatakan, secara umum kerja sama angkatan laut kedua negara telah berjalan baik. Dalam pertemuan itu dibahas beberapa kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan kedua pihak seperti pendidikan dan latihan, serta pertukaran perwira.

"Pada kesempatan itu kedua angkatan laut juga sepakat untuk menjajaki kemungkinan latihan bersama antiteror," katanya. Korban Macan Tamil Eelam itu juga termasuk Perdana Menteri (saat itu) Rajiv Gandhi, yang tewas bersama perempuan relawan bom bunuh diri, di India.

Pemerintah Sri Lanka sebelumnya harus menghadapi pemberontak Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE). Sejak 1980, melalui perang berkepanjangan ruang gerak Macan Tamil menyempit menjadi satu daerah seluas 21 kilometer persegi di Mullaitivu Tengah.

Semula area yang mereka kuasai lebih dari 15.000 kilometer persegi dan semakin menyempit ketika serangan militer saat ini dilancarkan pada 2006. Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam salah satu perang saudara terlama di dunia itu. 

Selain kerja sama untuk peningkatan profesionalisme prajurit matra laut kedua negara, pada pertemuan tertutup itu Kasal Sri Lanka juga menawarkan salah satu produk industri pertahanannya yakni kapal perang ukuran sedang.

Selain mempererat kerja sama pendidikan, pihak militer Sri Lanka juga membuka kesempatan peluang bagi pengusaha Indonesia di bidang peralatan pendukung militer non-tempur, seperti pakaian seragam, sepatu, dan ransum. (R018).
ANTARA

Perlu Standardisasi Produk Pertahanan



Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Jurnas.com | STANDARDISASI produk industri pertahanan akan menjadikan industri sektor ini lebih terarah. Dengan adanya standardisasi, produk yang dihasilkan akan menjadi lebih murah. "Kalau ini bisa dilakukan, industri bisa memproduksi suku cadang secara massal. Dan ini membuat biaya produksi murah dan perusahaan tetap mendapatkan profit," kata Direktur SDM dan Umum PT PAL Sewoko Kartanegara di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/11).

Dia mencontohkan, untuk pembuatan kapal, jika dilakukan standardisasi maka pemerintah dapat menetapkan kapal yang akan dibangun oleh industri milik negara maupun industri swasta. “Di industri mobil, suku cadangnya sama, ukuran ban, rem, ataupun per semuanya sama. Jadi, lebih efisien," katanya.

Sistem kerja seperti ini, tambah Sewoko, juga bisa diterapkan dalam membangun kapal perang. Dengan sistem terintegrasi seperti itu, Sewoko yakin industri pertahanan akan bisa bertahan dan lebih maju

JURNAS

PT PAL Siap Bangun Kapal Selam



 
www.indosmarin.com / www.indosmarin.com
Jurnas.com | DIREKTUR SDM dan Umum PT Pal Sewoko Kartanegara mengatakan, pihaknya mampu membuat kapal selam. Namun begitu, dirinya mengakui masih membutuhkan mitra dalam pembangunan kapal selam tersebut. “Karena kami belum punya pengalaman, kami masih butuh mitra. Tapi kami yakin bisa melakukannya,” katanya di PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/11).

Menurut Sewoko, pada prinsipnya, pengujian pembuatan kapal selam sama dengan kapal atas air. Jadi, kemampuan tersebut sudah bisa dikuasai. “Keterampilan mengelas, pengujiannya, ditarik dan tekan sama dengan kapal atas air,” katanya.
JURNAS
Sewoko mengungkapkan, selama ini, kemampuan PT PAL sudah diakui di mancanegara. Kapal buatan PT PAL lebih dipilih oleh Italia dan Korea Selatan dibanding produk buatan China.

Selain itu, 80 persen kapal niaga buatan PT PAL telah diakui di mancanegara dan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. “Buyer Eropa, Hong Kong, Thailand, justru percaya,” kata dia.

PT PAL Inginkan Proyek Kapal Jangka Panjang



 
Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Jurnas.com | PT PAL menginginkan proyek pembangunan kapal dilakukan dalam jangka panjang. Ini dimaksudkan agar harga kapal bisa lebih ekonomis.

Pemesanan kapal perang untuk jangka panjang meskipun dalam jumlah yang tak terlalu banyak akan menghidupkan industri kapal perang. "Pemesanan satu kapal perang tidak akan ekonomis, harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan membuat massal," kata Direktur SDM dan Umum PT PAL Sewoko Kartanegara di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/11).

Menurut dia, kesulitan PT PAL untuk pembangunan kapal perang karena pemesanan dilakukan dalam jumlah kecil dan jangka pendek. Padahal, muatan lokal yang bisa dilakukan PT PAL dalam pembuatan kapal perang hanya sekitar 30-36 persen. Sisanya masih berupaya material impor.

Direktur Rekayasa Umum PT PAL Herbandi Novianto menyatakan, kemampuan BUMN Strategis ini tidak perlu diragukan. Dia mengatakan, kemampuan PT PAL sudah diakui banyak negara, termasuk negara-negara Eropa. "Sebut jenis kapal apa pun, kami mampu," kata Herbandi.

Dia menambahkan, agar industri pertahanan bisa mandiri, dibutuhkan sumberdaya manusia yang cukup, modal kerja yang kuat dan keberlanjutan pembuatan. "Kita harus berani untuk maju dengan mengembangkan sendiri alutsista. Memang butuh banyak waktu dan dari segi kualitas kurang bagus, tapi efek jangka panjangnya, kita bisa mandiri," jelas Herbandi.

JURNAS

Latihan Selam Tempur Prajurit Kopaska



JAKARTA - Beberapa prajurit Komando Pasukan Katak (KOPASKA) Koarmabar memakai perlengkapan selam pada latihan selam tempur di Dermaga TNI - AL Pondok Dayung Jakarta, Rabu (2/11) . Latihan tersebut di laksanakan secara berjenjang dan berlanjut guna meningkatkan kemampuan prajurit Kopaska Koarmabar khususnya pertempuran aspek laut, FOTO ANTARA/Sunarto/ Armabar/Spt/11



antara