Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, March 5, 2011

Direktur FBI bertemu dengan KPK di Jakarta untuk membahas kerjasama bilateral Indonesia-Amerika Serikat dalam memberantas korupsi.

Direktur Biro Penyelidik Federal (FBI) Robert Mueller (foto: dok).
Foto: ASSOCIATED PRESS
Direktur Biro Penyelidik Federal (FBI) Robert Mueller (foto: dok).

Direktur FBI Robert Mueller berada di Jakarta, Rabu, untuk membahas berbagai isu, termasuk upaya Indonesia untuk memberantas korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Mueller menegaskan pentingnya kerjasama bilateral antara badan-badan penegakan hukum Amerika dan Indonesia untuk memberantas korupsi.
Mueller memberitahu KPK, melacak dan mengungkap korupsi telah menjadi semakin rumit, karena para pelaku kejahatan kini lebih cerdik menyembunyikan kegiatan-kegiatan mereka.
Muller juga dijadwalkan untuk bertemu dengan para pejabat tinggi Polri.

VOA

4 Astronom Indonesia Diabadikan Jadi Nama Asteroid

Dunia mengakui kiprah Indonesia, dengan mengabadikan nama empat astronom Indonesia menjadi nama asteroid jenis Trojan.
Foto: R. Teja Wulan/VOA
Taufiq Hidayat (kiri) dan Moedji Raharto, dua dari empat astronom Indonesia yang diabadikan sebagai nama asteroid.

Dunia mengakui kiprah astronom Indonesia. Empat nama warganegara Indonesia yang kesemuanya adalah astronom, diabadikan menjadi nama asteroid jenis Trojan. Keempat astronom yang semuanya merupakan mantan Kepala Observatorium Bosscha ini mendapat penghargaan berupa pengabadian nama dari International Astronomical Union atau IAU.
Keempat mantan Kepala Observatorium Bosscha yang namanya diabadikan menjadi nama asteroid adalah Bambang Hidayat dengan nama asteroid Hidayat, Moedji Raharto dengan nama asteroid Raharto, kemudian Dhani Herdiwijaya dengan nama asteroid Dhani, dan Taufiq Hidayat dengan nama asteroid Taufiq.
Sebelum menggunakan nama keempat astronom Indonesia, asteroid jenis Trojan yang ditemukan pada 16 Oktober 1977 tersebut hanya dinamai dengan nomor saja, yakni dari urutan 12176 hingga 12179.
Penamaan asteroid dengan nama astronom Indonesia merupakan yang pertama, meskipun sebelumnya nama-nama tempat di Indonesia juga pernah diabadikan menjadi nama asteroid. Pemberian nama asteroid dari astronom Indonesia ini dilakukan oleh badan resmi astronomi internasional yaitu International Astronomical Union atau IAU, pada November 2010, melalui sidang istimewa.
Salah satu astronom yang namanya diabadikan, Taufiq Hidayat mengungkapkan, pengusulan nama asteroid tersebut bukan berasal dari Observatorium Bosscha atau pribadi, namun resmi dilakukan oleh IAU.
Taufiq Hidayat, mantan Kepala Observatorium Bosscha tahun 2006-2009 menjelaskan, “Memang ada suatu badan resmi di IAU yang punya kewenangan untuk memberikan nama-nama benda-benda langit itu. Ini suatu penghormatan kepada Observatorium Bosscha, berkat aktivitas astronominya yang secara konsisten dilakukan selama lebih dari 85 tahun”.
Sebelumnya, IAU selalu menjadikan nama tempat atau penemu asteroid sebagai nama asteroid. Kali ini IAU meluaskan teknik penamaan asteroid, dan keempat astronom Indonesia termasuk ke dalamnya, meskipun mereka tidak ada hubungannya dengan penemu asteroid tersebut.
R. Teja Wulan/VOA
Empat astronom Indonesia mendapat kehormatan menjadi nama dari ribuan asteroid dari nomor 12176-12179, masing-masing: Bambang Hidayat, Moedji Raharto, Dhani Herdiwijaya dan Taufiq Hidayat.
Penamaan asteroid dengan nama empat astronom Indonesia merupakan penghargaan dan pengakuan dunia internasional terhadap kiprah astronomi Indonesia di tingkat internasional. Bahkan, di kawasan Asia Tenggara, astronomi Indonesia merupakan yang paling unggul.
Moedji Raharto misalnya. Mantan Kepala Observatorium Bosscha tahun 2000 hingga 2003 ini berkiprah dalam bidang struktur galaksi dengan tiga negara lainnya, sehingga namanya diabadikan menjadi nama asteroid Raharto.
Moedji Raharto, mantan Kepala Observatorium Bosscha tahun 2000-2003 mengatakan, “Saya bekerja yang utama itu di bidang struktur galaksi. Saya bekerja dengan teropong Smicht yang ada di Observatorium Bosscha, kemudian saya memproduksi suatu katalog Dua Ribu Bintang dari teropong Bosscha dengan bantuan teman-teman di Jepang”.
Selain Moedji Raharto, Taufiq Hidayat dikenal untuk pekerjaannya dalam bidang Tata Surya dan transit Extrasolar serta aktif menentang efek urbanisasi di sekeliling Observatorium Bosscha.
Sedangkan dua astronom lainnya yaitu Bambang Hidayat dikenal sebagai promotor astronomi Indonesia yang dikenal dalam pekerjaannya di bidang bintang ganda tampak. Serta Dhani Herdiwijaya yang dikenal dengan pekerjaannya dalam hal bintang ganda, aktivitas magnetik matahari dan kaitannya dengan cuaca dan iklim.

VOICE OF AMERICA

Angkatan Laut AS Pimpin Misi Bantuan Kemanusiaan di Negara-negara Pasifik

Angkatan Laut Amerika akan mengirim misi bantuan kemanusiaan tahunan yang keenam ke Pasifik akhir bulan ini, membantu negara-negara di wilayah itu mempersiapkan diri menghadapi bencana alam mendatang.
Kapal Induk Angkatan Laut Amerika USS Cleveland berlayar di Samudera Pasifik, Jumat (4/3).
Foto: United States Navy
Kapal Induk Angkatan Laut Amerika USS Cleveland berlayar di Samudera Pasifik, Jumat (4/3).
Kapal induk USS Cleveland dirancang untuk mengangkut marinir dan mengirim mereka ke medan perang. Tetapi, selama lima bulan mulai tanggal 21 Maret, kapal induk itu akan memimpin Program Kemitraan Pasifik, yaitu misi bantuan pelatihan dan kemanusiaan Angkatan Laut Amerika yang keenam.
USS Cleveland bersama kapal-kapal angkatan laut lain dari Amerika, Australia, Selandia Baru, dan Jepang akan mengunjungi negara-negara Pasifik untuk melatih pasukan di negara-negara itu dalam program penyelamatan bencana. Mereka juga akan bekerjasama dengan organisasi-organisasi penyelamatan lokal dan internasional untuk membuat rencana-rencana tanggapan darurat dan menyediakan layanan kesehatan dan bantuan pembangunan bagi masyarakat-masyarakat setempat. Sebuah regu helikopter dari Perancis dan tim dari Kanada, Singapura, dan Spanyol juga ikut.
Misi itu kebanyakan akan mengunjungi negara-negara pulau kecil tahun ini, Tonga, Vanuatu, Timor Leste, dan negara federasi Mikronesia. Misi itu juga akan melakukan persinggahan di Papua Nugini. Komandan misi itu Kapten Angkatan Laut Jesse Wilson mengatakan, "Tidak seorang pun dapat memperkirakan kapan dan di mana terjadinya bencana di wilayah itu. Jadi, apakah itu akan terjadi Tonga atau Vanuatu, kita harus punya perkiraan. Di semua negara ini kita harus bisa segera bertindak tanggap, sesuai dengan bentuk dan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang mungkin terjadi di negara-negara itu.”
Kapten Wilson mengatakan kapal-kapal dan awaknya itu, serta organisasi-organisasi penyelamatan sipil yang akan bekerjasama dengan mereka, juga akan membantu proyek-proyek yang sekarang ada di negara-negara tuan rumah, seperti membangun atau memperbaharui klinik, sekolah, dan fasilitas air minum. USS Cleveland bukan kapal rumah sakit, tetapi kapal itu punya klinik modern, dan bisa mengirim dokter dan perawat untuk merawat warga setempat, melakukan pemeriksaan gigi dan menyediakan fasilitas untuk pemeriksaan mata.
Kapten Wilson mengatakan walaupun Angkatan Laut memberikan dukungan dalam perang di Irak dan Afghanistan, memerangi perompak di lepas pantai Afrika dan melaksanakan puluhan pengiriman pasukan keamanan ke seluruh dunia, para pemimpinnya tetap percaya akan pentingnya melaksanakan misi-misi kemanusiaan seperti ini.
Program Kemitraan Pasifik sebagian diilhami oleh tsunami di Lautan Hindia pada tahun 2004, supaya Amerika dan negara-negara donor lainnya berkoordinasi secara lebih baik dengan negara-negara di kawasan itu dalam menanggapi bencana mendatang. Lima misi sebelumnya telah melayani 300.000 pasien di 13 negara dan berpartisipasi dalam 130 proyek pembangunan. Kapten Wilson mengatakan rencana untuk misi lain tahun depan sudah disiapkan.

VOICE OF AMERICA

Tujuan Intervensi AS ke Libya Jelas; Minyak!

 Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi mengatakan, "Amerika Serikat berusaha menguasai sumber-sumber minyak Libya melalui intervensi militer ke negara tersebut".
Dikatakan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran itu kemarin (5/3), "Faktanya adalah bahwa AS ingin campur tangan dalam rangka menguasai sumur-sumur minyak Libya, seperti apa yang mereka lakukan di Irak."
Hingga kini brutalitas rezim Gaddafi terhadap rakyatnya selama dua pekan terakhir telah merenggut nyawa lebih dari 2.000 orang.
Amerika Serikat telah meminta dukungan masyarakat internasional untuk melancarkan intervensi militer di Libya.
Menyinggung berbagai kekeliruan historis dan strategis Washington dalam menyerang Irak dan Afghanistan, Firouzabadi menambahkan, pengulangan kekeliruan seperti itu hanya akan semakin memperkokoh kekuatan dan solidaritas kebangkitan Islam.
Menurutnya, "Mereka harus mampu menahan diri dari intervensi urusan [internal] negara-negara Muslim dan menyerahkan negara itu kepada rakyatnya."
Lebih lanjut dikatakannya, "Rakyat Muslim Libya telah bangkit dan membuktikan bahwa mereka dapat membebaskan negara mereka. Rakyat Libya mengendalikan sumber minyak mereka sendiri dan ingin menggunakan kekuatan, tujuan, dan kemampuan untuk menggapai independensi." (IRIB/MZ)

IRIB

Apa Jadinya Jika Armada Laut Iran Bertemu Kapal Perang Israel ?



Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran, Laksamana Habibollah Sayyari mengatakan, saat armada laut Iran menjalankan misinya berpapasan dengan kapal perang Rezim Zionis Israel di Laut Mediterania. Saat itu, kapal perang Israel meminta kita mengenalkan diri dan memberi laporan, namun mendapat reaksi dari armada Iran, ungkap Sayyari. Menurut laporan Fars News, Laksamana Sayyari hari ini (Sabtu 5/3) dalam jumpa pers mengkaji misi armada laut Iran ke Laut Mediterania mengatakan, armada ini termasuk armada ke 12 yang menjalankan misi untuk menyambung jalur hubungan Iran di Teluk Aden. Menurutnya perbedaan misi kali ini dengan misi sebelumnya terletak pada penyertaan taruna angkatan laut Universitas Imam Khomeini dalam misi ini. Hal ini menurut Sayyari untuk menambah pengalaman para taruna juga magang bagi mereka.
Sayyari mengingatkan, pasca misi di Teluk Aden, armada laut ini menyerahkan misi selanjutnya kepada armada 13 dan memasuki Laut Merah melalui Selat Bab al-Mundib. (IRIB/Fars/MF)

IRIB

Gates: Militer Iran Mampu Hapus Pengaruh Militer AS di Dunia



Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates dalam sebuah pidatonya di Akademi Angkatan Udara Colorado (AFA) mengakui peningkatan kemampuan militer Republik Islam Iran. "Kemajuan militer Iran menghapus pengaruh militer AS di dunia," aku Gates. Hal ini disampaikan Gates saat memberikan sambutan di depan para taruna akademi angkatan udara AS di Colorado. Menurutnya kemajuan militer Iran, Cina dan Korea Utara menghapus pengaruh militer AS di dunia. Demikian dilaporkan Fars mengutip Reuters.
Ia menekankan, mencermati produksi senjata Cina, Iran dan Korea Utara mulai dari rudal Cruise dan Balistik hingga kapal selam canggih serta sistem anti udara sepertinya kesemuanya itu ditujukan untuk melumpuhkan persenjataan militer Amerika. (IRIB/Fars/MF)

IRIB

Sukhoi Sukses Uji Terbang Prototipe Kedua PAK FA



5 Maret 2011, Moskow -- (Berita HanKam): Sukhoi sukses melakukan uji terbang prototipe kedua jet tempur siluman generasi kelima PAK FA di Komsomolsk - on - Amur, Kamis (3/3). Pesawat dipiloti Sergey Bogdan seorang pilot penguji Federasi Rusia. Pesawat terbang selama 44 menit dan mendarat dilandasan pacu milik Sukhoi. Stabilitas pesawat diuji selama terbang serta evaluasi kinerja sistem pembangkit tenaga.



Pengujian pertama PAK FA dilakukan di Komsomolsk-on-Amur pada 29 Januari 2010. Prototipe pertama menyelesaikan ”acceptance test” akhir Maret 2010. Prototipe pertama dikirimkan ke pusat pengujian terbang Biro Disain Sukhoi di Zhukovsky dekat Moskow, untuk dilakukan serangkaian pengujian. Prototipe pertama telah membukukan 36 sorti uji terbang sejak 29 April 2010.

Rusia telah mengembangkan jet tempur siluman generasi kelima sejak tahun 1990-an. Amerika Serikat mengembangkan F-22 Raptor dan F-35 Lightning II sedangkan Cina berhasil menguji coba J-20.

AU Rusia berencana membeli lebih dari 60 PAK FA setelah 2015.

Sumber: Sukhoi
© Beritahankam.blogspot

Pangarmatim Terima Kunjungan US Navy


Pangarmatim Laksda TNI Bambang Suwarto dan Komandan USS Germantown CDR Crary terlihat akrab saat tukar menukar cindera mata kedua belah pihak yang menandai usainya kunjungan persahabatan itu, Jumat (4/3) di Gedung Gajah Mada 1, Koarmatim, Ujung, Surabaya.

4 Maret 2011, Surabaya -- (Dispen Koarmatim): Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Bambang Suwarto, menerima kunjungan dari Personel US Navy. Jumat(4/3) di Gedung Gajahmada 1 Koarmatim, Ujung, Surabaya.

Pangarmatim dalam menerima kunjungan Angkatan Laut Negara sahabat ini didampingi oleh Kasarmatim Laksma TNI Arief Rudijanto, SE, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksma TNI Sulaeman Banjar Nahor SE, para Assisten Pangarmatim, IrKoarmatim, Komandan Kolatarmatim, serta Komandan Satfibarmatim.

Dalam kunjungan ini bertujuan untuk mempererat persahabatan antara kedua Angkatan Laut pada khususnya dan kedua negara pada umumnya. Dalam kunjungan kerja ke Koarmatim ini dipimpin langsung oleh Komandan Kapal Perang USS Germantown CDR Crary dan Assisten Capt Jansen dan Major Gadsden.

Selama mengadakan kunjungan persahabatan di Koarmatim para tentara laut Negara sahabat ini melakukan berbagai kegiatan, antara lain mengunjungi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 yang diterima oleh Komandan Satuan Kapal Amphibi Koarmatim (Dansatfib Koarmatim) Kolonel Laut (P) Budiyanto, di kapal perang ini para prajurit laut kedua negara ini mengadakan simposium tentang operasi pendaratan amphibi, olah raga bersama meliputi sepak bola yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Pasiran, Basket dilaksanakan di Indoor sport serta dari US Navy mengadakan open Ship di kapal perang USS Germantown yang sandar di dermaga Gapura Surya, Surabaya.

Kunjungan ini diakhiri dengan saling tukar menukar cindera mata kedua belah pihak yang masing-masing diterima oleh Pangarmatim dan juga Komandan USS Germantown.

Sumber: Koarmatim

Terjun Penyegaran Prajurit Korps Paskhas TNI AU


BLANGBINTANG - Prajurit Korps Paskhas TNI AU melompat dari pesawat C-130 Hercules no.A1318 saat terjun penyegaran di Runway Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kab.Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (4/3). Sebanyak 120 penerjun menggelar atraksi udara dalam rangka HUT ke-65 TNI-AU itu dan memperkenalkan dunia kedirgantaraan kepada warga dan pelajar. FOTO ANTARA/Ampelsa/Koz/mes/11.



Friday, March 4, 2011

Indonesia Ranking Enam Freedom Barometer Asia


Jumat, 4 Maret 2011 10:19 WIB | 777 Views
Indonesia menempati ranking enam dalam Freedom Barometer Asia 2010 dengan total nilai 58,52, turun dari total nilai pada tahun 2009 yaitu 63,47. (ANTARA News/Lukisatrio)
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menempati ranking enam dalam Freedom Barometer Asia 2010 dengan total nilai 58,52, turun dari total nilai pada tahun 2009 yaitu 63,47.

"Indonesia berada di posisi terbaik setelah Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Mongolia," demikian siaran pers Friedrich Naumann Stiftung yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dalam kategori kebebasan politik, dengan skala 1-10, untuk pemilihan umum yang jujur dan terbuka, Indonesia memperoleh nilai 8,57.

Untuk kategori kebebasan pers, Indonesia memperoleh nilai 7,25.

Sayangnya, pada penilaian mengenai kuatnya pengaruh militer dan kehadiran kekuatan lain diluar proses demokrasi, Indonesia hanya memperoleh nilai 5.

Rendahnya perolehan dalam kategori penegakan hukum dan penanganan korupsi serta intervensi pengaruh di luar proses demokrasi, membuat nilai Indonesia untuk tahun 2010 terpaut cukup jauh dengan Singapura.

Sebaliknya, terjadi peningkatan nilai pada kategori kebebasan ekonomi, baik dalam hal perdagangan internasional, peraturan kredit, perburuhan maupun hak kepemilikan.

Freedom Barometer merupakan inisiatif kantor regional Asia Tenggara dan Asia timur Friedrich Naumann Stiftung yang mengukur tingkat kebebasan di negara- negara Asia baik di bidang politik, ekonomi, dan penegakan hukum.

Secara terpisah masing-masing negara di Asia Tenggara dan Asia Timur dianalisa terkait dengan peringkat mereka terhadap kebebasan dengan menggunakan berbagai sumber yang terpercaya dan memiliki reputasi internasional.

(ANTARA/S026)
Editor: Suryanto

ANTAARA

Bambang Gantikan Adi Sadewo Pimpin LAPAN


Pelantikan Kepala Lapan Bambang Setiawan Tejasukmana yang dipimpin oleh Menristek Suharna Surapranata di Kantor LAPAN di Jakarta, Rabu (2/3). (ANTARA/LAPAN)
Kita akan meluncurkan roket untuk program jangka panjang
Berita Terkait
Selain dihadiri oleh Menristek acara Pelantikan dan serah terima Jabatan itu juga dihadiri Kepala LIPI.
Jakarta (ANTARA News) - Drs Bambang Setiawan Tejasukmana Dipl Ing, Rabu, dilantik menjadi Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggantikan Dr Adi Sadewo Salatun MSc yang telah memasuki masa pensiun Januari 2011.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala LAPAN yang baru itu dipimpin oleh Menteri Riset dan Teknologi Drs Suharna Surapranata MT di kantor LAPAN di Jakarta.

Dalam pidatonya, Menristek mengatakan bahwa program LAPAN yang sudah ada harus terus dijalankan dan dikembangkan. Dalam pengembangan IPTEK, LAPAN perlu bersinergi dengan berbagai pihak agar peningkatan yang dicapai lebih cepat dan efisien. 

Bambang Setiawan Tejasukmana sebelumnya menjabat sebagai Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN.

Ditemui usai pelantikan, Kepala LAPAN yang baru itu mengungkapkan bahwa dirinya akan membangun sinergi dengan lembaga lain yang terkait, sehingga LAPAN semakin kuat bila bekerja dalam jaringan.

Menurut Bambang, untuk menciptakan potensi nasional, program LAPAN memerlukan sinergi yang sangat besar. Program kedepan LAPAN diantaranya peluncuran roket, satelit, radar, penginderaan jauh, hingga mengajukan rumusan undang-undang antariksa nasional.

"Kita akan meluncurkan roket untuk program jangka panjang," kata Bambang di Balai pertemuan Dirgantara LAPAN Rawamangun Jakarta

Menurutnya, roket yang bernama RX550 diharapkan akan menjadi basis roket peluncur satelit Indonesia, dimana LAPAN akan melakukan tes statis terlebih dahulu (tes di permukaan guna mengukur kekuatan daya dorong) di daerah Pamengpeuk, Garut, Jawa barat.

LAPAN juga akan meluncurkan dua mikro satelit yang sekarang berada dalam tahap integrasi. Jika India meluncurkan satelitnya pada tahun ini, maka Indonesia juga akan ikut meluncurkan satelit observasi equatorial.

Dalam proses itu LAPAN mempersiapkan satelit untuk ketahanan pangan yang akan membantu pemantauan sawah, hutan. Khusus untuk satelit dan radar yang lebih besar LAPAN bekerja sama dengan pihak asing.antara lain untuk pemantauan kapal dan illegal fishing di wilayah equatorial.

Tetapi, menurut Bambang, hal itu masih bergantung pada persetujuan pemerintah untuk mewujudkan semua program itu karena dananya besar. Hal pertama yang dilakukan LAPAN adalah visibilitas karena anggarannya sudah disiapkan sehingga bisa diuji potensinya seperti apa.

LAPAN kedepan juga akan membangun pusat teknologi penerbangan yang dimulai dari pesawat terbang kecepatan tinggi.

Sedangkan dari sisi penginderaan jauh, Lapan tetap akan membangun satelit berkemampuan menyediakan data. Sementara program perumusan undang-undang antariksa nasional, LAPAN sudah mengajukannya ke Kementerian Hukum dan HAM dan bila sudah selesai akan segera diajukan ke DPR RI.

ANTARA

Thursday, March 3, 2011

DPR RI Mendorong Kongres AS untuk Berperan Mewujudkan Kemerdekaan Palestina


Advertorial - detikNews


DPR RI Mendorong Kongres AS untuk  Berperan Mewujudkan Kemerdekaan Palestina
Jakarta - Demokratisasi yang sedang berproses di negara ini telah banyak dijadikan model bagi proses demokratisasi di beberapa negara di dunia. Hal ini tercermin dari pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI/Korpolkam Priyo Budi Santoso dengan delegasi House Democracy Partnership Committee Kongres Amerika Serikat yang dipimpin oleh Anggota Kongres David Dreier yang berlangsung pada tanggal 23 Februari 2011. Pada pertemuan tersebut Wakil Ketua DPR RI/Korpolkam di damping oleh Ketua Komisi XI DPR RI Emor Moeis, Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Azwar Abubakar, dan beberapa Anggota DPR RI lainnya yakni Ahmad Nizar, Saleh Husin, Oheo Sinapoy dan SW Yudha.

Anggota Kongres David Dreier memuji perkembangan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Namun demikian, ia beranggapan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan bersama dalam kerangka kemitraan kedua parlemen untuk meningkatkan kapasitas keparlemenan DPR RI.  Wakil Ketua DPR RI dari Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, sependapat dengan Anggota Kongres Dreier bahwa demokratisasi Indonesia adalah sebuah proses yang terus berkembang sebagai bentuk komitmen bersama semua elemen bangsa bahwa demokrasi adalah sistem bernegara yang telah dipilih oleh bangsa berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa ini.

Lebih jauh, Priyo Budi Santoso percaya bahwa demokrasi di Indonesia adalah salah satu sistem demokrasi terbaik di dunia. “Indonesia saat ini dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia yang menganut sistem demokrasi. Kenyataan ini telah menjadikan Indonesia sebagai sebuah model dimana Islam dan demokrasi dapat berjalan seiringan.” ujarnya.

Alam demokrasi yang dinikmati oleh Indonesia saat ini bukanlah hasil dari proses yang mudah. Politisi Partai Golkar ini menuturkan bahwa beragam kebijakan telah diupayakan oleh DPR RI di dalam mendukung upaya bangsa Indonesia untuk bertransformasi menjadi bangsa yang demokratis sejak tahun 1999. Selain sistem pemilihan langsung bagi pejabat-pejabat politik, mengembalikan fungsi militer ke barak dan memberi ruang yang luas bagi media dan masyarakat madani untuk lebih berkembang adalah sebagian contoh dari transformasi kebijakan tersebut.

Dalam kaitannya dengan demokrasi di AS, Priyo Budi Santoso menambahkan bahwa penerapan demokrasi di Indonesia dalam beberapa hal lebih baik dibandingkan dengan penerapan demokrasi di AS. “Demokrasi ala Amerika Serikat adalah salah satu model demokrasi yang menjadi acuan Indonesia di dalam mengembangkan demokrasi pada masa transisi pasca reformasi 12 tahun yang lalu. Namun demikian, Indonesia dapat berbangga hati bahwa untuk beberapa hal, demokrasi Indonesia telah berkembang lebih baik dibandingkan dengan demokrasi AS. Salah satu indikatornya adalah dalam pemilihan presiden langsung. Indonesia telah memulainya sejak tahun 2004 lalu sedangkan AS, hingga kini masih menganut sistem pemilihan perwakilan dalam memilih presiden mereka melalui sistem electoral votes.” sambungnya. Electoral Votes adalah sebuah sistem pemilihan presiden di AS yang menggunakan pola perwakilan (electors) yang memiliki mandat mewakili masyarakat AS dalam memilih presiden mereka. Jumlah electors di tiap-tiap negara bagian bervariasi tergantung jumlah penduduknya.

Terkait peran AS di dalam kampanye pengembangan demokrasi globalnya, Priyo juga mengkritisi peran AS di dalam menjamin keberlangsungan demokrasi di dunia yang memiliki dampak strategis dan signifikan bagi penjagaan perdamaian global. “Kami percaya bahwa determinasi AS merealisasikan komitmennya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan mendesak Israel untuk mengakhiri represi militer dan menghormati hak-hak kemerdekaan rakyat Palestina akan memiliki dampak signifikan bagi dunia untuk menerima demokrasi sebagai sebuah sistem yang dapat menciptakan stabilitas keamanan dan perdamaian. Untuk itu, kami mendorong AS untuk merealisasi komitmen mereka atas perwujudan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.” ungkapnya. Kemudian, juga mengajak Konggres AS untuk kembali bergabung dengan Inter-Parliamentary Union (IPU) yakni sebuah organisasi parlemen sedunia yang memiliki anggota lebih dari 155 negara. Keberadaan Kongress AS di dalam IPU akan meningkatkan political leverage dan kemampuan organisasi ini dalam menyelesaikan beragam permasalahan global mengingat AS adalah salah satu negara kunci bagi penyelesaian masalah-masalah dunia kontemporer.

Menanggapi permintaan DPR RI agar Kongres AS kembali menjadi anggota IPU, Anggota Konggres Jim McDermott menyampaikan bahwa sudah tiga tahun terakhir Kongres AS mempersiapkan diri untuk kembali bergabung ke IPU hal ini didorong oleh banyak kalangan di Kongres AS yang menilai bahwa keluarnya Kongres AS dari IPU adalah sebuah kesalahan. Oleh karenanya, Kongres AS berjanji dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan kembali bergabung dengan IPU.

Sebelum menutup pertemuan tersebut, Priyo Budi Santoso kembali menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia di dalam memerangi terorisme adalah salah satu keberhasilan demokrasi di dalam menghadirkan stabilitas keamanan domestik. Kemudian juga menggarisbawahi bahwa terorisme tidak disebabkan oleh radikalisasi yang bersumber dari ajaran Islam. “Terorisme adalah musuh bersama yang tidak didorong oleh ajaran agama apa pun,” ucapnya.
(adv/adv)

detikNews

AS Peringatkan Pengaruh Iran di Timur Tengah



Seiring perkembangan yang mengguncang kawasan Timur Tengah, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton memperingatkan pengaruh regional Iran, yang bisa menciptakan peristiwa baru di kawasan. "Mereka melakukan segala cara untuk mempengaruhi hasil transformasi di kawasan ini," kata Clinton di hadapan Komite Apropriasi Senat AS pada hari Rabu (2/3). Ia mengklaim bahwa Iran berkomunikasi dengan kelompok-kelompok oposisi di Mesir, Bahrain dan Yaman untuk mencapai tujuan-tujuannya. Demikian dilaporkan Press TV.
"Mereka memanfaatkan Hizbullah Lebanon untuk membangun kontak dengan mitra-mitranya di Palestina (Hamas dan Jihad Islam) yang kemudian pada gilirannya berkomunikasi dengan rekan-rekan di Mesir," jelas Clinton.
"Kebanyakan orang ingin kita terlibat di kawasan, tapi mereka tidak ingin kita memainkan peran utama. Jadi bagaimana kita akan menyampaikan bantuan jika mereka melihat seolah-olah kita sedang mencoba mengambil alih revolusi rakyat. Inilah tantangan kami," paparnya.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah rakyat di Timur Tengah dan Afrika Utara berulang kali memperingatkan intervensi AS di kawasan itu.
Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mendesak para sarjana dan elit Muslim tidak membiarkan kekuatan arogan membajak gerakan rakyat di negara-negara Islam.
"Petunjuk dan arahan ulama dan cendekiawan diperlukan untuk membantu rakyat negara-negara Muslim guna mencegah pihak arogan membajak dan merampas gerakan mereka. Dalam hal ini masa depan umat Islam dan kawasan akan cerah," ujar Rahbar.
Presiden Mahmoud Ahmadinejad juga memperingatkan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap intervensi militer di kawasan tersebut dan mendesak mereka untuk menghentikan aksinya.
"Jika kalian kembali mengobarkan perang di Afrika Utara dan Timur Tengah, negara-negara regional akan bangkit dan menggali kuburan bagi tentara kalian," tegas Ahmadinejad.
Laporan media terbaru menunjukkan bahwa Amerika dan sekutunya mungkin membuka jalan bagi intervensi militer di Libya. (IRIB/RM)
IRIB

Iran Peringatkan Militerisme Barat



Ketua parlemen Republik Islam Iran Ali Larijani seraya memberi peringatan terhadap terorisme regional dan militerisme Barat, menyatakan bahwa kedua kelompok itu telah menciptakan kekacauan di kawasan. "Amerika Serikat berupaya memastikan dominasi mereka di kawasan, namun kewaspadaan bangsa-bangsa regional telah menggagalkan rencana mereka," ujar Larijani dalam pertemuan dengan Menteri Kehakiman Belarusia Viktor Golovanov di ibukota Iran, Tehran kemarin (Rabu,2/3).
Pernyataan itu dikeluarkan mereaksi sejumlah laporan media baru-baru ini, yang menyatakan bahwa AS dan sekutunya mungkin akan melakukan intervensi militer ke Libya.
Senat AS dengan suara bulat mensahkan resolusi yang menyerukan zona larangan terbang di atas wilayah udara Libya. Komite Angkatan Bersenjata Senat AS juga menyatakan bahwa semua opsi, termasuk intervensi militer harus dibicarakan.
Larijani mengatakan, kawasan ini telah memasuki fase baru setelah revolusi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Ditambahkannya, demokrasi akan tegak dan menguntungkan negara-negara merdeka di kawasan ini.
Ketua parlemen Iran ini mendesak negara-negara independen untuk membentuk sebuah tatanan baru di kawasan melalui peningkatan kerjasama di antara mereka. Ditegaskannya, terorisme merupakan salah satu kendala utama di kawasan tersebut dan menekankan pentingnya memperkuat hubungan regional dan internasional untuk menghadapi konsekuensi yang merugikan atas fenomena itu.
Seraya menyerukan perluasan hubungan dan penguatan kerjasama antara Iran dan Belarusia, Larijani menuturkan, kekuatan global tidak senang dengan peningkatan kerjasama dalam berbagai bidang antara kedua negara.
Pada kesempatan itu, Viktor Golovanov juga menyatakan bahwa kebijakan Belarusia didasarkan pada penguatan semua sektor kerjasama dengan Iran. Ditambahkannya, kesepakatan yang ditandatangani antara kedua negara dalam bidang ekstradisi pelaku kriminal dan kerjasama yudikatif akan menjadi langkah besar menuju perluasan hubungan. (IRIB/RM)

IRIB

China defense budget to rise 12.7% in 2011

China defense budget to rise 12.7% in 2011

By Agence France-Presse on Friday, March 4th, 2011
China's defense budget will rise 12.7 percent in 2011 to 601.1 billion yuan ($91.7 billion), a government spokesman said on Friday, amid persistent concerns about Beijing's military build-up.
The figure was contained in a budgetary report submitted to the National People's Congress, the parliament's spokesman Li Zhaoxing told a news conference on the eve of the opening of the annual NPC session.
"China has always paid attention to controlling the size of defence spending," Li told reporters, describing spending as "relatively low" compared with the rest of the world.
Li, a former foreign minister, said the figure represented six percent of the total national budget in the world's second-largest economy.
The number however represents a return to double-digit increases, which have alarmed the United States and several of China's Asian neighbors. That trend had been broken last year when the defense budget rose 7.5 percent.
The People's Liberation Army -- the world's largest -- is hugely secretive about its defense programs, but insists its modernization is purely defensive in nature.
"This will not pose a threat to any country," Li said.
For Willy Lam, a China analyst at the Chinese University of Hong Kong, the published military budget -- which he said was likely only one-third to one-half of total spending -- will be poured into next-generation equipment.
"The return to this double-digit PLA budget reflects the growing power of the PLA," Lam told AFP. "They are trying to close the gap with Russia and the United States."
Experts say the spending hike also reflects a desire to keep the pressure on Washington, Tokyo and others in the region.
"The Chinese communist leadership needs to increase its military intimidation of the United States, Taiwan and neighbors like Japan and India," said Rick Fisher at the International Assessment and Strategy Center in the US.
"Spending increases advance this goal by ensuring that programs entering their expensive procurement phase, like aircraft carriers and nuclear missile submarines, can proceed without delay," Fisher told AFP.
Tokyo has repeatedly questioned Beijing's military intentions, especially after collisions in disputed waters in September between two Japanese coastguard boats and a Chinese fishing vessel that sparked a major row.
"We regard the modernization of China's military power and its growing and intense activities as concerns," top Japanese government spokesman Yukio Edano said Thursday, after two Chinese planes approached a contested island chain.
"Our country will continue to pay close attention to moves by China's military."
Japan has said it plans to send more forces to its scattered southern islands and away from Cold War-era locations in the north near Russia, citing Beijing's increased assertiveness in the East and South China Seas.
India's defense minister last month expressed "serious concern" over China's growing military might, pledging to boost its own forces.
The two countries have long-standing border disputes in the Himalayas.
On Monday, India announced a nearly 12 percent jump in defense spending to $36 billion in its annual budget -- up from a four percent hike last year.
In January, US Defense Secretary Robert Gates visited Beijing to patch up frayed military ties -- and was instead greeted with the maiden flight of China's first next-generation stealth fighter.
Last month, the Pentagon proposed a record "base" defense budget -- excluding the cost of the wars in Iraq and Afghanistan -- of $553 billion for fiscal 2012.
"Advances by the Chinese military in cyber and anti-satellite warfare pose a potential challenge to the ability of our forces to operate and communicate in this part of the Pacific," Gates said after his China visit.
But he added that Washington and Tokyo were well-placed to counter the threat with high-tech hardware and that it was not a foregone conclusion that China would turn into a military rival.
 

Unifil Periksa Kesiapan Operasional Indobatt


indobat_unLebanon, Seruu.com - Tim COE (Contingent Owned Equipment) Unifil menggelar Operational Readness Inspection (ORI)  atau pemeriksaan kesiapan operasional terhadap materiil dan perlengkapan Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Konga XXIII-E/Unifil (Indobatt) UN POSN 7-1, Adshit Al Qusayr Lebanon Selatan, Rabu (2/3/2011).
Kedatangan 16 personel Tim COE Unifil yang dipimpin Mr. Surinder Pal Mann dari India tersebut disambut langsung oleh Komandan Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa, didampingi Wadan Letkol Mar Harnoko beserta para perwira staf.  Tim yang terdiri dari anggota Unifil, baik militer maupun sipil ini memiliki latar belakang spesialisasi sesuai bidang pemeriksaan masing-masing.
Pemeriksaan dimulai di area UN POSN 7-1 yang meliputi Markas Batalyon, Kompi D, Kompi E dan Kompi Bantuan. Selesai pemeriksaan di area UN POSN 7-1 dilanjutkan ke Kompi C yang berada di desa Az Ziqiyah, UN POSN 9-2 serta Kompi A yang berada di El Adaisse dan Kompi B di Marjayoun, UN POSN 7-2.
Inspeksi terhadap kesiapan operasional ini dilakukan setiap tiga bulan sekali terhadap seluruh materiil maupun perlengkapan di jajaran Indobatt, dimana  Unifil sebagai perwakilan PBB di wilayah Lebanon menuntut seluruh satuan yang dikirimkan oleh Negara-negara pengirim atau Troops Contributing Country (TCC) harus memiliki kesiapan operasional yang memenuhi standar baik personel, materiil maupun perlengkapannya.
“Kegiatan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan pemberian reimbursment benar-benar sesuai dengan kemampuan operasional Major Equipment dan Self Sustainment satuan, karena Indobatt sebagai satuan yang dikirimkan oleh TCC Indonesia menganut System Wet Lease dimana TCC menyediakan seluruh materiil utama (Major Equipment) dan kemampuan pelayanan sendiri (Self Sustainment), sedangkan PBB memberikan reimbursment. Apabila terdapat materiil dan perlengkapan yang rusak ataupun tidak memenuhi standar, maka tidak akan mendapatkan reimbursment”, kata Komandan Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa.
“Obyek pemeriksaan terdiri dari Major Equipment dan Self Sustainment. Untuk Major Equipment meliputi kendaraan tempur, kendaraan pendukung, alat berat Zeni, senjata, generator, peralatan kesehatan serta peralatan anti huru-hara. Sedangkan Self Sustainment meliputi pelayanan catering, komunikasi, perlengkapan kantor, pelayanan listrik, pemeliharaan bangunan, pelayanan laundry dan kebersihan compound”, tambah Dansatgas Indobatt.
Seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan dapat berjalan dengan lancar dan tanpa ada kendala yang berarti. Secara umum, Indobatt memenuhi standar kesiapan operasional baik materiil maupun perlengkapannya. Hasil pemeriksaan secara resmi akan disampaikan dua sampai tiga bulan setelah pemeriksaan kepada Indobatt.

seruu.COM

Pakistan-Cina Kerjasama Bangun Dua Kapal Perang



3 Maret 2011, Islamabad -- (Berita HanKam): Pakistan dan Cina bekerjasama membangun dua kapal cepat rudal di Tianjin, Cina. Angkatan Laut Pakistan dan China Shipbuilding and Offshore International Company meneken kerjasama pembuatan kapal cepat yang dapat membawa rudal, pembangunan dilakukan secara simultan di Pakistan dan Cina.

Laksamana Madya Tanveer Faiz Ahmed memimpin delegasi AL Pakistan menghadiri upacara peletakan lunas pertama kapal di Tianjin, Cina. Kapal kedua dibangun di galangan kapal Karachi. Kapal akan dipersenjatai persenjataan canggih.

Sumber: APP
© Beritahankam.blogspot

Kapal Selam Siluman Berbahan Bakar Hidrogen


MM Tadaro-S528 kapal selam AL Italia dari kelas U-212A. (Foto: Goldenpixel)

3 Maret 2011, Eckernfoerde -- (Surya Online!): Kapal selam baru buatan Jerman U-212 A ini hampir tidak bersuara. Juga hampir tidak memancarkan radiasi panas dan sepenuhnya terbuat dari logam nonmagnetik.

Kendati canggih kapal selam ini bukan sebuah kapal selam nuklir, tetapi juga bukan kapal selam diesel. U-212 A merupakan kapal selam tercanggih di dunia karena menggunakan sel bahan bakar hidrogen yang dikembangkan oleh galangan kapal angkatan laut Jerman Howaldtswerke Deutsche Werft, yang mengklaim itu menjadi “puncak teknologi kapal selam Jerman.”

Kapal super-stealth ini adalah yang pertama dari jenisnya yang akan diaktifkan oleh sel bahan bakar hidrogen revolusioner yang memungkinkan itu pelayaran tanpa kebisingan atau knalpot panas.

Itu penting, karena menurut Bernd Arjes, seorang kapten di Angkatan Laut Jerman. ”Kami beroperasi di perairan pesisir sekitar Eropa dan kapal selam ini dirancang khusus untuk menemukan kapal selam. Jika Anda ingin menemukan kapal selam lain tentu saja anda harus tak bersuara,” katanya. Dengan teknologi terbaru, ia menambahkan, “Kapal selam ini hampir tidak terdeteksi.”

U-212 A tidak seperti kapal selam konvensional, yang perlu udara untuk membakar solar, fuel cell tidak memerlukan oksigen untuk beroperasi.
Ini berarti dapat tetap terendam selama berminggu-minggu – menahan napas berkali-kali lebih lama dari sepupu kapal selam yang menenggak solar.

Sebagai kapal selam pemukul kapal selam dipersenjatai 12 torpedo kelas berat yang dipandu, masing-masing mampu menghancurkan sebuah kapal perang atau menonaktifkan sebuah kapal induk.

“Sebuah kapal induk tidak mungkin dapat dirusak dengan satu torpedo tapi mungkin mengenai kemudi atau sesuatu kemudian kapal induk mungkin tidak bisa bermanuverdan untuk menggunakan pesawat,” kata Arjes.

Jerman, yang tidak memiliki senjata nuklir atau kapal bertenaga nuklir sendiri, adalah eksportir ketiga terbesar di dunia barang pertahanan.

Edisi Ekspor telah dijual kepada angkatan laut Yunani, Portugal dan Korea Selatan. Dengan perangkat otomat, kapal selam hanya membutuhkan sedikit kru karenanya ada sedikit kenyamanan bagi mereka di kapal. Meskipun begitu kehidupan awak kapal selam masih tetap menjadi salah satu tempat tinggal terbatas .

Sumber: Surya

TNI & SAF Tingkatkan Kerjasama Militer


JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Singapore Armed Forces (SAF) sepakat akan terus meningkatkan hubungan kerjasama militer yang telah terbina dengan baik selama ini, demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. saat menerima kunjungan kehormatan Panglima SAF Lieutenant General Neo Kian Hong di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (3/3).

Adapun maksud kunjungan kehormatan ini selain untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan dirinya yang kini menjabat Panglima Angkatan Bersenjata Singapura yang baru.

Kerjasama yang telah dilaksanakan TNI dengan SAF tidak hanya di bidang militer saja namun juga di bidang pendidikan. Dalam kerangka kerjasama militer dengan militer maupun angkatan dengan angkatan antara lain adalah ISJTC (Indonesia-Singapura Joint Training Committee), Safkar Indopura (Angkatan Darat), Joint Minex (Angkatan Laut) dan Elang Indopura (Angkatan Udara).



Dalam waktu dekat Singapura juga terlibat dalam latihan penanggulangan bencana ARF Disaster Relief Exercise (DiREx) 2011 di Manado.

Kedua Panglima Angkatan Bersenjata tersebut, merupakan alumni dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan (Sesko Angkatan) pada tahun 1994-1995, Neo Kian Hong pernah mengikuti pendidikan di Seskoad di Bandung, sedangkan Panglima TNI mengikuti pendidikan di Seskoal Jakarta.

Selanjutnya, Panglima SAF didampingi Panglima TNI akan melakukan kunjungan ke Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro di Jakarta.

Sumber : POSKOTA.CO.ID

Wednesday, March 2, 2011

Membedah kebijakan Maritime Security AS di Indonesia

Amphibious dock landing ship USS Germantown (LSD 42). (Foto: USN/Mass Communication Specialist 1st Class Richard Doolin)
Kamis, 3 Maret 2011 13:33 WIB | 164 Views
Jakarta (ANTARA News) - Laksamana Patrick M.Walsh, Komandan Armada Pasifik AS, belum lama berselang bertamu ke Indonesia untuk membuka peluang kolaborasi dengan mitra-mitra domestik dalam rangka memperkuat kemitraan yang telah terjalin.

Pada tataran yang lebih tinggi, kedatangannya merupakan upaya penjajakan terhadap kemungkinan kerja sama dalam berbagai pelatihan pada masa depan (SINDO, 17/1).

Di lain pihak, seperti diungkapkan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, AS telah membantu Indonesia dalam proyek integrated maritime surveillance system untuk Selat Malaka dan Laut Sulawesi (Kompas, 22/1).

Selain komitmen untuk meningkatkan kerja sama di bidang pelatihan tadi, tidak terungkap dari pemimpin yang mengendalikan kurang-lebih 95 kapal tempur, 56 kapal pendukung, 41 kapal selam, 1.987 pesawat tempur, 106.000 pelaut serta 19.000 pekerja sipil itu nasib berbagai kebijakan maritime security AS yang juga telah ditawarkan kepada Indonesia sebelumnya.

Pertanyaannya kini, apa saja kebijakan maritime security negeri Paman Sam yang telah ditawarkan kepada Indonesia itu? Dan, bagaimana sikap kita terhadap tawaran mereka?

Kebijakan maritime security AS
Ada berbagai kebijakan maritime security yang ditawarkan ke Indonesia oleh AS. Tawaran itu sebetulnya tidak khusus ditujukan kepada kita, melainkan ditujukan kepada banyak pihak.

Maritime security secara umum dimaknai sebagai perpaduan (convergence) antara maritime safety atau keselamatan maritim dan maritime security itu sendiri.

Mengutip Barry Desker, dekan S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, Maritime safety adalah measure employed by owners, operators and administrators of vessels, port facilities, offshore installations, and other marine organizations or establishments to prevent or minimize the occurence of mishap or incident at the sea that may be caused by sub-standard ships, unqualified crew or operator error.

Sementara, maritime security merupakan measure employed by owners, operators and administrators of vessels, port facilities, offshore installations, and other marine organizations or establishments to protect against seizure, sabotage, piracy, pilferage, annoyance or surprise.

Kebijakan yang pertama, container security initiative (CSI) yang diluncurkan pada 2002 oleh Biro Bea Cukai dan Perbatasan (CBP). Obyek kebijakan ini adalah seluruh peti kemas yang masuk ke AS. CSI diadopsi karena, menurut sistem berpikir pihak keamanan AS, organisasi teroris makin hari makin bersemangat menghancurkan infrastruktur ekonomi negara sasaran dalam upaya mencapai target politis mereka.

Ini bisa jadi peti kemas yang masuk ke AS bukan berisi garmen, furnitur atau komoditas lainnya, tetapi bom, kuman penyakit atau berbagai bahan berbahaya lainnya. Saat ini sekitar 90 persen perdagangan dunia dikapalkan dalam peti kemas. Setengahnya, atau kurang-lebih 7 juta unit dibongkar di berbagai pelabuhan di AS setiap tahunnya. CSI memastikan bukan benda-benda terakhir yang masuk ke daratan AS.

Pemeriksaan terhadap peti kemas yang akan diekspor ke AS dilakukan di pelabuhan muat (port of origin) oleh tim dari CBP, dan tentu saja melibatkan tandem-nya, yakni Penjaga Pantai AS atau USCG, bekerjasama dengan instansi setempat.

Pemeriksaan mencakup penggunaan sumberdaya intelijen, teknologi informasi, detektor sinar gamma. Dan, terakhir, pemanfaatan peti kemas yang memiliki  kepekaan terhadap berbagai upaya modifikasi. Kini 47 pelabuhan ikut dalam program ini.

Pada Juni 2002, Organisasi Pabean Internasional atau World Customs Organization secara aklamasi mengesahkan sebuah resolusi yang dapat dijadikan dasar hukum bagi 161 anggotanya untuk penerapan sistem pemeriksaan peti kemas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara selain yang diterapkan dalam CSI.

Kebijakan kedua, proliferation security initiative (PSI). Kebijakan ini berkenaan dengan kewenangan negara pihak-ketiga untuk melakukan pencegatan atau interdiction terhadap kapal berkebangsaan tertentu di laut lepas yang dicurigai membawa senjata atau bahan nuklir.

PSI dikembangkan oleh John R. Bolton, mantan Wakil Menteri Pertahanan AS bidang Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional dan Duta Besar untuk PBB. Ia mengusulkan kebijakan ini menyusul ditemukannya 15 rudal Scud di dalam kapal barang Korea Utara yang tengah berada di perairan internasional dan karenanya tidak bisa ditangkap. Secara resmi PSI diumumkan oleh Presiden  George W. Bush pada 31  Mei 2003 di Krakow, Polandia.

Saat ini PSI telah diikuti oleh lebih 90 negara, mencakup, antara lain, Rusia, Kanada, Inggris, Australia, Prancis, Jerman, Italia, Portugal, Spanyol, Japan, Belanda, Polandia, dan Norwegia. Semantara itu, sembilan negara (Bahama, Belize, Kroatia, Siprus, Liberia, Malta, Kepulauan Marshall, Mongolia dan Panama) telah menandatangani perjanjian bilateral Mutual Shipboarding Pacts dengan AS. Dengan penandatanganan itu, USCG diperbolehkan menaiki kapal yang mengibarkan bendera negara tersebut.

Kebijakan ketiga, global maritime partnership initiative (GMP). Kebijakan ini merupakan buah pikiran Laksamana Michael Mullen, mantan Chief of Naval Operation/Kepala Staf AL AS. Di kalangan kemaritiman internasional kebijakan ini disebut juga dengan ”AL berkekuatan 1.000 kapal” atau 1.000-ship Navy. Ada juga yang menyebutnya dengan global maritime network.

Secara umum GMP merupakan sebuah forum kerja sama antara lembaga maritime security (angkatan laut, coast guard atau lainnya) di dunia yang diarahkan untuk menciptakan sebuah tatanan maritim yang bebas dari perompakan, senjata nuklir dan berbagai ancaman lainnya yang menjadikan laut sebagai mediumnya.

Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk pertukaran informasi, intelijen dan sebagainya. Tentu, sebagai pengusung program, AS bertindak sebagai pemimpinnya.

Ketika pertama digagas, Australia langsung menyatakan dukungannya. Sayangnya, tidak diketahui sudah berapa negara yang mengikuti langkah negeri kanguru itu karena komunitas maritim internasional hingga kini masih memperdebatkan inisiatif ini.

Kebijakan maritime security AS keempat adalah regional maritime security initiative atau RMSI. Kebijakan ini sejatinya merupakan bagian dari proses transformasi pertahanan AS dan strategi baru pangkalan AL AS. Kebijakan ini dijalankan dengan membangun kerja sama antara AL AS dengan mitra atau aliansinya melalui pelatihan, penggunaan teknologi informasi dan tukar-menukar informasi (biasanya informasi intelijen).

Sikap Indonesia
Sikap Indonesia terhadap berbagai kebijakan maritime security AS yang ada cenderung beragam. Maksudnya, pada kebijakan tertentu menolak sementara kebijakan yang lain mendukung. Misalnya, Indonesia tidak terlibat alias menolak kebijakan PSI, sama seperti sikap yang diambil oleh Cina, Malaysia dan Iran.

Dalam hal CSI, jika kita berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kita dapat melihat fasilitas detektor terpasang di sana. Hanya saja, hingga saat ini pelabuhan itu tetap saja masuk dalam daftar kawasan perang (war risk zone) yang dikeluarkan oleh Joint War Committee/JWC, sebuah kumpulan asuransi kapal yang berbasis di London, Inggris.

Yang cukup aneh, Pelabuhan Tanjung Priok, juga pelabuhan besar lainnya di Tanah Air, telah menerapkan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, kebijakan maritime security AS yang lain dan telah diadopsi oleh Organisasi Maritim Internasional atau IMO, namun hingga kini USCG masih memasukkan Tanjung Priok dalam kawasan rawan. Kerusuhan Koja makin memperparah penilaian ini.

Terkait dengan GMP, Indonesia dapat dipastikan tidak terlibat di dalamnya karena keterbatasan armada, baik milik TNI-AL maupun instansi penegakan hukum di laut lainnya. Sementara, Indonesia menolak proposal RMSI yang diajukan oleh AS dengan alasan kedaulatan negara.

Tapi, jangan lupa, berbagai program pelatihan yang dinikmati oleh TNI-AL serta berbagai perangkat teknologi informasi yang disediakan sesungguhnya merupakan bagian dari kebijakan RMSI. Kalau begini, siapa yang pintar?
(***)


*) Direktur The National Maritime Institute (Namarin)

Antara

Kapal "USS Germantown" Kunjungi Pelabuhan Surabaya


Amphibious dock landing ship USS Germantown (LSD 42). (Foto: USN/Mass Communication Specialist 1st Class Richard Doolin)

2 Maret 2010, Surabaya -- (ANTARA News): Kapal "USS Germantown" milik Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) akan mengunjungi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 3 Maret 2011.

Informasi dari Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Surabaya kepada ANTARA melalui surat elektronik, Rabu, melaporkan kapal itu sandar di Dermaga Jamrud Utara, Tanjung Perak, Surabaya, pukul 15.00 WIB.

Tujuan kedatangan kapal adalah untuk memperkuat hubungan yang terus berkembang, mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara, dan menunjukkan komitmen kepada mitra mereka di Indonesia.

Sebagai bagian dari hubungan yang terus berkembang antara Amerika dan Indonesia di bawah kerjasama "Kemitraan Komprehensif", kunjungan itu memberikan kesempatan kepada kru kapal USS Germantown untuk menjadi Duta Persahabatan di Surabaya.

"Kami adalah mitra dan teman secara alamiah dan kami berharap terus melanjutkan untuk memperkuat ikatan dan komunikasi antara Angkatan Laut Amerika dan Indonesia, dan meningkatkan hubungan kami untuk melihat secara langsung negara yang besar ini, serta memperkuat hubungan persahabatan kita," kata 'Commanding Officer' CDR Mike Crary.

Kapal itu akan berada di Surabaya selama lima hari dan selama di pelabuhan akan terbuka untuk menerima kunjungan dari siswa dan masyarakat lain yang telah diundang.

Para pelaut akan berpartisipasi pula dalam pertandingan olah raga persahabatan serta bertemu dengan mitra mereka dari pihak TNI. Resepsi untuk pemerintah, anggota militer, dan masyarakat sipil juga akan diselenggarakan di atas kapal.

Kunjungan kapal ini merupakan simbol terus meningkatnya hubungan antar-Angkatan Laut Indonesia dan Amerika.

Kemitraan tersebut telah membantu dalam koordinasi dan kerja sama dalam operasi bantuan kemanusiaan berskala besar di Indonesia, termasuk dalam musibah tsunami pada 26 Desember 2004 dan gempa di Padang tahun 2009.

Kapal USS Germantown adalah kapal pertama dalam kelas sejenis yang bertugas di Pasifik.

Nama USS Germantown diambil dari daerah bersejarah Germantown di kawasan Pennsylvania yang terkenal sebagai situs sebuah pertempuran penting dalam Revolusi Amerika.

Germantown adalah kapal yang memiliki kemampuan canggih dan sanggup menjalankan berbagai jenis tugas. Misi kapal perang amfibi itu adalah membawa dan meluncurkan kendaraan-kendaraan dan kapal-kapal amfibi.

Kapal itu dapat secara cepat dan efektif menyelamatkan orang-orang sipil yang terdesak atau mengalami tekanan-tekanan di daerah yang berbahaya, serta membawa serta mengantarkan ratusan ton bahan batuan untuk korban hanya dalam beberapa jam setelah kapal tiba di suatu daerah.

Selain itu, kapal itu juga telah dilengkapi dengan peralatan medis dan perawatan gigi yang canggih sehingga Germantown tidak hanya berfungsi sebagai kapal perang, tetapi juga kapal perdamaian.

Sumber: ANTARA News Jatim

Awak KRI Badik-623 Latihan Peran Tempur


Personel KRI Badik-623 melakukan latihan peran tempur melewati medan ranjau di atas kapal yang sedang sandar di dermaga Koarmatim, Rabu (02/03).

2 Maret 2011, Surabaya -- (Dispenarmatim): Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Badik – 623 yang berada dibawah jajaran Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim melakukan Gladi persiapan L-1 dan L-2. Latihan yang meliputi beberapa aspek peperangan laut itu diikuti oleh seluruh Perwira, Bintara dan Tamtama KRI Badik yang sedang sandar di Dermaga Koarmatim Surabaya, (02/03).

Dalam latihan ini seluruh peran-peran dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh anggota KRI, mulai dari peran Administratif, peran Operatif hingga peran peninggalan kapal. Dalam pelaksanaan uji L-1 dan L-2, unsur-unsur KRI melakukannya secara rutin dua tahun sekali.

Kegiatan itu meliputi uji L-1 bertempat di dermaga dan uji L-2 untuk manufer di laut, dimana Tim Uji dari Komando Latihan (Kolat) Koarmatim yang akan menilai tingkat kemampuan tiap-tiap persone,l dalam mengawaki persenjataan dan peralatan yang ada di kapal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Tujuan dilakukannya latihan ini untuk meningkatkan kemampuan anggota guna menghadapi L-1 dan L-2 yang rencananya akan di gelar pada bulan Mei 2011 nanti”, kata Perwira Pelaksana (Palaksa) KRI Badik Mayor Laut (P) Ari Krisdiyanto.

Sumber: Dispenarmatim

Kapal Perang Iran Bersandar di Pelabuhan Suriah



Dua kapal perang Angkatan Laut Republik Islam Iran, Kamis sore (24/2) bersandar di pelabuhan Latakia, Suriah. Inilah kapal perang Iran pertama yang melalui Terusan Suez sejak Revolusi Islam pada 1979. Keputusan Mesir membolehkan dua kapal itu melewati terusannya terjadi di bawah pemerintah transisi setelah jatuhnya Presiden Hosni Mubarak.
Sebagaimana dilaporkan IRNA dari Damaskus, upacara penyambutan resmi atas armada tersebut digelar dengan dihadiri oleh sejumlah panglima Angkatan Laut Iran dan Suriah.
Dua kapal perang Iran yang dinamakan Alvand dan Khark tiba di Suriah kemarin setelah melintasi Terusan Suez dan berlayar di Laut Mediterania.
Sebelumnya, Wakil Panglima Angkatan Laut Iran, Laksamana Gholam-Reza Khadem Bigham menginformasikan bahwa Angkatan Laut Iran sebagai kekuatan strategis harus senantiasa hadir di kawasan dan perairan internasional. Ditambahkannya, unit permukaan dan bawah permukaan Angkatan Laut Iran akan dikirim ke Laut Merah dan Mediterania.
Menurutnya, misi kapal-kapal tersebut selain memberikan pendidikan praktis kepada mahasiswa akademi angkatan laut, juga mengidentifikasi kondisi di kawasan.
Alvand dan Khark, adalah kapal perang dan pendukung operasi dengan bobot masing-masing 1.500 ton dan 33.000 ribu ton. Kapal perang Khark mengangkut 250 pelaut dan dapat membawa tiga unit helikopter serta dilengkapi dengan torpedo dan rudal anti-kapal. (IRIB/RM)

IRIB

Pun Kanada, Kerahkan Kapal Perang ke Libya



Sebuah kapal perang Kanada dilaporkan tengah berlayar untuk bergabung dengan armada internasional menuju Libya tanpa menyebutkan misi yang spesifik. Pengerahan kapal perang Kanada itu diperkirakan untuk mendukung kekuatan utama angkatan laut AS yang sudah ditempatkan terlebih dahulu di dekat Libya. Sebagaimana dilaporkan AFP, kapal perang berjenis fregat 134 meter ini membawa 225 pelaut dan helikopter Sea King. Kapal tersebut telah meninggalkan pelabuhan Halifax dan memulai perjalanan tujuh hari menuju Libya.
Kapal perang HMCS Charlottetown akan melakukan operasi yang masih dirahasiakan. Namun diperkirakan misi kapal tersebut meliputi bantuan evakuasi.
Sementara itu, dua kapal perang AS USS Kear-sarge dan USS Ponce yang bermaksud menuju Mediterania telah memasuki Terusan Suez Mesir. Kedua kapal perang AS itu membawa ratusan marinir, armada helikopter dan peralatan militer.
Pengerahan armada perang AS itu merupakan upaya untuk mempersiapkan kemungkinan adanya intervensi militer asing di Libya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper kepada parlemen menyatakan bahwa negaranya akan berpartisipasi dalam operasi evakuasi internasional sebagai bentuk keprihatinan atas kian meningkatnya krisis di Libya.
Penumpasan brutual yang dilakukan rezim Muammar Gaddafi terhadap para demonstran pro-demokrasi telah menyebabkan ribuan orang tewas dan cidera. Sementara ribuan lainnya telah melarikan diri ke Mesir, Tunisia dan beberapa negara Eropa seperti Italia.
Gaddafi telah bersumpah untuk tetap berkuasa meskipun faktanya sebagian besar wilayah Libya, kecuali Tripoli, telah berhasil dikuasai pasukan anti-pemerintah. 

IRIB

Awas! Israel Gelar Perang Baru



Guna memperkuat dan mempertahankan posisinya di Timur Tengah, rezim zionis Israel tengah mengupayakan rencananya untuk menggelar sebuah perang baru di kawasan. Press TV dalam laporannya mengutip harian As-Safir kemarin (Rabu, 2/3) mengungkap kabar tersebut dari seorang diplomat Barat di Amman, ibu kota Yordania yang tak ingin disebut namanya. Ia menambahkan bahwa keputusan Israel untuk menyerang Suriah dan Lebanon itu diambil pasca tumbangnya rezim Husni Mubarak, mantan diktator Mesir. Menurut diplomat Barat itu, Israel kini khawatir atas dampak kebangkitan rakyat Mesir dan masa depan transformasi di Timur Tengah. Karena itu Tel Aviv berusaha mengubah situasi yang ada supaya menguntungkan pihaknya dengan cara menggelar perang baru melawan Suriah dan Lebanon.
"Israel bermaksud menggulingkan pemerintah Bashar al-Assad di Suriah dalam hitungan minggu setelah perang dengan gerakan perlawanan Hizbullah di timur Lebanon dekat perbatasan dengan Suriah," ungkap diplomat kepada As-Safir.
Masih menurut keterangan diplomat Barat tersebut, Tel Aviv bahkan telah menginformasikan rencana serangannnya ke Suriah dan Lebanon itu kepada Washington.
Mesir, yang berbagi perbatasan panjang dengan Israel, adalah negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Tel Aviv pada tahun 1979, setelah negosiasi rahasia di Camp David, Amerika Serikat.
Selama bertahun-tahun, Mesir membantu Israel memberlakukan pengepungan mematikan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dengan menutup pintu perbatasan Rafah. Akibat blokade tersebut sekitar 1,5 juta penduduk Palestina terpenjara di wilayah Jalur Gaza.
Rezim Israel khwatir dengan dibukanya pintu perbatasan Rafah, Hamas selaku pemerintah yang terpilih secara demokratis di Gaza, akan mendapatkan lebih banyak kekuatan.

IRIB

Korsel Akan Terima Pesawat Pengintai Berdaya Jelajah Tinggi


Boeing 737 AEW&C (photo : AlastairBor)


Seoul, (Analisa)

Korea Selatan (Korsel) akan menerima pesawat pengintai canggih dari perusahaan penerbangan Amerika Serikat (AS), Boeing, pada tahun ini, kata pejabat setempat, Rabu (2/3).

Pesawat modifikasi Boeing 737 Airborne Early Warning and Control (AEW&C) akan dikirim ke angkatan udara Korsel pada Juli, kata jurubicara kementerian pertahanan. Mereka telah menyelesaikan uji terbang dan sekarang dalam tahap evaluasi akhir, katanya.

Sisa tiga pesawat lain dari kesepakatan pada 2006 senilai 1,6 miliar dolar AS akan dikirimkan pada akhir 2012, katanya. Pejabat militer mengatakan pesawat tersebut akan memperkuat kemampuan Seoul dalam mengintai keadaan udara Korea Utara (Korut). Korsel tidak memiliki perangkat pengawasan berdaya jelajah tinggi dan mengandalkan pesawat pengintai AS, yang berpangkalan di Okinawa, Jepang.

Pesawat AEW&C memiliki berbagai kemampuan kendali dan sistem radar canggih, yang dapat mengawasi secara bersamaan sasaran udara dan laut serta mengarahkan pesawat tempur jet dan kapal laut untuk melawan sasaran tersebut. Pesawat itu memiliki kemampuan jelajah tinggi hingga 12.400 meter dan mengangkut dua pilot serta 10 awak.(Ant/AFP)

HARIAN ANALISA MEDAN

Dua Kapal Perang AS Menuju Libia


Tripoli, (Analisa).

 Kapal tempur AS USS Ponce berlayar melalui Terusan Suez di Ismalia, Mesir, Rabu (2/3), bergerak menuju Libia.

Dua kapal perang AS berlayar menuju Libia, Rabu (2/3) ketika negara-negara Barat mulai memperlihatkan kekuatan militer dan pemberontak yang bertempur melawan rezim Muammar Khadafi mulai melakukan jebakan terhadap pemerintah.

Kapal USS Kearsange dan USS Ponce yang mengangkut marinir dan peralatan memasuki Terusan Suez Rabu dinihari, kata seorang pejabat otorita terusan Mesir. Kapal-kapal perang itu diperkirakan akan memasuki Mediteranea Rabu malam. Gugus siap tempur amphibi USS Kearsarge bersama sekitar 800 marinir, satu armada helikopter dan fasilitas medis, bisa menopang upaya-upaya kemanusian dan operasi militer.

“Kami jelas mengangkut aset-aset lebih mendekati (Libia),” kata seorang pejabat pertahanan AS, “Sebuah kapal seperti Kearsargel mampu melakukan banyak berbagai misi.” Badan pengungsi PBB mengatakan situasi di perbatasan Libia-Tunisia mencapai titik krisis ketika para pekerja asing yang putus asa membanjiri seberang perbatasan, takut akan tindakan berdarah pasukan Khadafi.

Lebih 100.000 orang sudah meninggalkan Libia untuk menghindari tindakan tegas kejam oleh pengikut setia Khadafi yang mengakibatkan sedikitnya 1.000 tewas, demikian menurut estimasi konservatif PBB.
Kemarahan atas rezim-rezim Arab otoriter di Timur Tengah dan Afrika Utara berkobar mulai dari Aljazair hingga ke Yaman dan telah meluas ke negara-negara Teluk yang sebelumnya tidak terpengaruh seperti Kuwait dan Oman hingga melemahkan bursa valuta di seluruh dunia.(AFP/hr)

HARIAN ANALISA MEDAN

KERJA KERASNYA, BUAHKAN TERBANG SOLO

Pentak Lanud Iwj - 2/03/2011

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Ismono Wijayanto, memecah telor diatas kepala Letda Pnb Argantara yang berhasil lulus terbang solo,disaksikan oleh para pejabat dan anggota di “Eagle Nest” Skadron Udara 15 ( Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).
Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Letda Pnb Argantara Heli Kurniyanto, berhasil terbang secara mandiri (solo), dengan menggunakan pesawat tempur Hawk MK-53 TS-5309, setelah melaksanakan serangkaian tes sebagai penerbang tempur, Rabu (2/3).
Dalam prosesi tradisi terbang solo, yang dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Ismono Wijayanto di ”eagle nest” Skadron Udara 15, mengatakan bahwa untuk menjadi penerbang yang handal, dan profesional diperlukan ketekunan belajar dan berlatih terus menerus serta melaksanakan prosedur terbang dengan benar.
Letda Pnb Argantara Heli Kurniyanto, yang merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 2008 dan Sekolah Penerbang angkatan 80 tahun 2009 tersebut dinyatakan, lulus terbang solo oleh Komandan Skadron Udara 15, Letkol Pnb Irwan Pramudya, dengan menggunakan pesawat tempur Hawk MK-53.
Alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang tersebut, lulus terbang solo dengan area terbang North West dengan ketinggian 1000 feet saat ini masih tercatat sebagai siswa transisi Hawk MK-53 ke-XIII.
Tradisi lulus terbang solo ditandai dengan penyiraman air kembang dan pemecahan telur diatas kepala Letda Pnb Argantara oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Ismono Wijayanto, yang disaksikan oleh Komandan Wing 3 Kolonel Pnb Andyawan M.P., para Kadis serta para Komandan Skadron Lanud Iswahjudi.

TNI AU

Kasum TNI : Intel dan Operasi Harus Sinergis

rakornasJakarta, Seruu.com - Dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang berkembang saat ini diharapkan adanya sinergitas antara kegiatan Intel dan kegiatan Operasi.  Jalin koordinasi yang baik antara Staf Operasi selaku pengguna kekuatan TNI dengan Staf Intelijen,  dalam pelaksanaan tugas yang dihadapi.
Karena Satuan Intelijen TNI memiliki peran yang sangat penting bagi Pimpinan TNI sebagai mata dan telinga dalam menyediakan informasi/intelijen untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Demikian amanat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Edy Harjoko, yang dibacakan Asisten Operasi (Asops) Panglima Mayjen TNI Hambali Hanafiah pada pembukaan Rapat Koordinasi Operasi TNI dan Rapat Kerja Teknis Latihan TNI Tahun 2011, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (2/3/2011).
Rakor tersebut  mengambil tema “Melalui Rakorops dan Rakernislat TNI Tahun 2011, Kita Tingkatkan Kesiapan Operasional Satuan dengan Kerjasama Trimatra Terpadu dalam rangka melaksanakan Tugas Pokok TNI” Menurut Kasum TNI, tema tersebut sangat tepat dan relevan serta mengandung arti sangat strategis, karena berkaitan dengan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI Tahun 2011 tentang kebijakan penggunaan kekuatan, seperti Operasi Intelijen, Operasi Teritorial Secara Terpadu, Operasi Pengamanan Publik, Operasi Pengamanan Perbatasan dan Operasi Pengamanan Pulau-Pulau Terluar serta melaksanakan Patroli Laut, Udara dan Patroli Terkoordinasi maupun Operasi Misi Perdamaian Dunia.
 Kecenderungan perkembangan situasi internasional yang terjadi sampai saat ini menunjukkan bahwa tuntutan tentang penerapan nilai-nilai universal semakin mengemuka khususnya yang berkaitan dengan mesalah demokrasi,  HAM dan lingkungan hidup. Sedangkan perkembangan situasi nasional yang terjadi telah mengakibatkan pergeseran paradigma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Perkembangan tersebut telah mengakibatkan berbagai konflik atau benturan kepentingan seperti sengketa perbatasan, klaim wilayah, konflik politik maupun senjata antar negara dan konflik komunal yang mengakibatkan tindak kekerasan. 
Guna menghadapi ancaman yang terjadi baik ancaman militer maupun non militer, TNI menggunakan kekuatannya berdasarkan peraturan Panglima TINI Nomor Perpang/45/VI/2010 tanggal 15 Juni 2010 tentang Doktrin TNI Tridek  (Tridarma Ekakarma), yaitu kekuatan TNI digunakan dengan mengedepankan keterpaduan Trimatra dalam rangka melaksanakan OMP (Operasi Militer untuk Perang) dan OMSP (Operasi Militer selain Perang), dilakukan untuk kepentingan penyelenggaraan pertahanan negara dan/atau dalam rangka mendukung kepentingan nasionl sesuai dengan peraturan perundang-undangan.          
 Rakor yang berlangsung 2 hari ini diikuti oleh 129 peserta yaitu Pimpinan : 5 orang, Peninjau : 10 orang, Peserta : 114 orang yang terdiri dari Mabes TNI : 26 orang,  Mabes TNI AD : 33 orang, Mabes TNI AL : 32 orang dan Mabes TNI AU : 23 orang. [puspen/is]

seruu.com

Panglima TNI terima Ketua BKPM

tni_bkpmJakarta, Seruu.com - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., didampingi Aspers Panglima TNI Marsda TNI Daryatmo, S.IP,  Aslog Panglima TNI Mayjen TNI H. Hari Krisnomo, Askomlek Panglima TNI Laksda TNI Ir. Sudjiwo, M.Sc.,  Aster Panglima TNI Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul dan Waasintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W., S.E., menerima kunjungan Ketua
Badan Koordinasi  Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan yang didampingi Anhar Adel (Sekretaris Utama), Himawan Hariyoga ((Deputi Perencanaan), Achmad Kurnadi (Deputi Kerjasama), Othman Rasyid (Deputi Pelayanan), Azhar Lubis (Deputi Pengendalian Pelaksana dan Silmy Karim (Staf Ahli), di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (2/3). Dalam pertemuan tersebut antara lain dibicarakan tentang kerjasama bidang pertahanan. [puspen/is]

Seruu.com

Spyder will be Fully Operational


03 Maret 2011

Spyder-SR air defence system (photo : Mindef)

Surface-to-Air PYthon-5 and DERby - Short-Range Air Defence System (SPYDER-SR)

The Republic of Singapore Air Force (RSAF) will be replacing its 30-year old RAPIER air defence system with the Surface-to-air PYthon-5 and DERby – Short-Range (SPYDER-SR) ground base air defence system. The SPYDER-SR will form part of the 3rd Generation RSAF Networked Air Defence capability that builds upon the existing multi-layered air defence system to further strengthen Singapore's air defences. An all-weather air defence system, the SPYDER-SR will enhance the RSAF's capability to effectively deal with a wide spectrum of aerial threats.


The capabilities of the SPYDER-SR air defence system include :

-Anti-aircraft and anti-missile capability. The SPYDER-SR is a quick reaction surface-to-air missile system capable of engaging a wide spectrum of aerial threats ranging from fighter aircraft, helicopters and Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) to precision-guided munitions. The SPYDER-SR is able to employ both the Python-5 and Derby missiles which are fitted with infrared imaging and radio frequency seekers respectively.

-Enhanced effectiveness. Compared to the RAPIER, the SPYDER-SR possesses a longer range for interception and higher altitude. These enhanced capabilities will provide Singapore with an extended air defence envelope against aerial threats. It is also equipped with a 360 degree engagement capability and is able to engage multiple aerial targets simultaneously.

-Enhanced awareness and responsiveness. Integrated into the RSAF’s Networked Air Defence system, the SPYDER-SR will be able to tap on a real-time integrated air picture created by the RSAF’s wide array of sensors. This gives the SPYDER-SR the ability to respond faster and engage targets with greater precision.


Technical Specifications:

(Mindef)

Thales and Hitech Padu Cooperate for Malaysian Naval Combat Management System


02 Maret 2011


Tacticos 430W (photo : Thales)
HeiTech Padu and Thales Nederland to cooperate in Naval Combat Management System
HeiTech Padu Berhad and Thales Nederland have signed a Memorandum of Understanding that confirms their cooperation in the development of a Malaysian Naval Combat Management System.

Both companies agree that, based on a transfer of technology and the implementation of a sophisticated joint software development environment, the Thales Tacticos Combat Management System offered for the Second Generation Patrol Vessel will be developed and produced in Malaysia. Additionally HeiTech Padu will also be involved in the delivery of the Tacticos system currently built for the modernization of the Kasturi Class.


With the experience of HeiTech Padu to deliver real-time network and software applications for the security and defence domain, Thales is convinced to start a cooperation that will serve the Royal Malaysian Navy with first class systems as well as contribute to the development of the Malaysian defence industry. One of the immediate effects will be the establishment of an in-country support facility.

HeiTech Padu selected Thales Nederland as preferred partner based on the leading position of Thales in Naval Combat Management Systems as well as the extensive and proven track record of Thales in international industrial cooperation.

HeiTech Padu Executive Chairman, Dato' Mohd Hilmey Mohd Taib: "is honoured by the confidence given by Thales for HeiTech to spearhead the integration and localisation of their state of the art Combat Management System. HeiTech is committed to take full advantage of this opportunity and hence contribute significantly to the Malaysian defence industry."

Thales Nederland CEO Gerben Edelijn is proud of this MoU: “This agreement emphasizes the strength of our Tacticos Combat Management System and it reinforces the excellent relation between Thales and its Malaysian partners.”

About HeiTech Padu
HeiTech Padu Berhad, a public listed company on the main board of the Bursa Malaysia is Malaysia's leading Information and Communication Technology (ICT) Solutions Provider. HeiTech has delivered high impact ICT solutions, focusing on niche market segments for the defence and security, insurance, financial, health, education, manufacturing and utility industries. Our testimonies include the delivery of mission critical projects for Malaysian Government agencies. The two decades of collaborative partnership with the Government reflects the trust and confidence in our value proposition and commitment. Capitalizing on HeiTech's technical strength and expertise of more than 1,000 workforce, coupled with our home-grown solutions, we are well poised to deliver breakthrough ICT solutions for Malaysian and beyond.
www.heitech.com.my.

About Thales
Thales is a global technology leader for the Aerospace and Space, Defence, Security and Transportation markets. In 2009, the company generated revenues of 12.9 billion euros with 68,000 employees in 50 countries. With its 25,000 engineers and researchers, Thales has a unique capability to design, develop and deploy equipment, systems and services that meet the most complex security requirements. Thales has an exceptional international footprint, with operations around the world working with customers as local partners.
www.thalesgroup.com

Thales Nederland employs about 2,000 staff members The company, established in 1922, is one of the leading companies in integrated naval systems for surveillance, weapon control, combat management and system integration worldwide.www.thalesgroup.com/nl

(Thales Nederland)