Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, February 26, 2011

UAE, Russia sign $74-million contract on modernization of amphibious vehicles

15:25 24/02/2011
The United Arab Emirates and Russian state arms exporter Rosoboronexport signed a $74-million contract on the modernization of 135 Russian BMP-3 (amphibious infantry fighting vehicle), UAE Armed Forces official spokesman Major-General Obaid Al Hairi Salem Al Ketbi said on Thursday. Russia sent its delegation to IDEX 2011, an international defense exhibition in Abu Dhabi, the capital of the United Arab Emirates, on February 20-24.
Thirty-three Russian defense industry enterprises took part in IDEX 2011, including Rosoboronexport and the state corporation Russian Technologies.
According to the exhibition website, IDEX is the largest defense and security event in the Middle East and North African region.

ABU DHABI, February 24 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

RAF May Retire Tornados Early to Save Money

RAF May Retire Tornados Early to Save Money


The U.K. Ministry of Defence is scrambling to find GBP1 billion ($1.62 billion) in cost savings prior to the end of the current fiscal year on March 31. Adding to the challenge, the cost-cutting options presented represent politically difficult choices that may see Britain transition from Tier 1 military status to Tier 2.
The options include cutting 20,000 troops from the Army from 2015 onward (this would shrink the British Army to its smallest size since the 1820s due to a downsizing at the end of the Napoleonic Wars) and withdrawing more ships from an overextended, under-strength Royal Navy.
But the option being considered most carefully seems to center on the Royal Air Force's fleet of Tornado ground attack aircraft. With the release of the U.K. Strategic Defense and Security Review last fall, the Tornado emerged as a big winner in a MoD review that pitted the aircraft against the Harrier GR7/GR9 fleet in what evolved into a battle royal for which platform remained in service. Due to its continued use in the Afghan theater, the Tornado made the cut and the last Harriers were withdrawn from service earlier this year.
Now the Tornados operating in Afghanistan could fall victim to budgetary cutbacks, as officials are considering the immediate withdrawal of the RAF's eight Tornados deployed in that theater. This move would be followed by the retirement of the remaining Tornado fleet of roughly 100 aircraft within as short a timeframe as three years.
In their stead, the MoD would seek to expedite the rate at which Eurofighter Typhoons are being brought into service, a task that may be facilitated by the dissipation of a potential sale of 24 Typhoons from the British Royal Air Force's Tranche 1 Block 5 stocks to Oman.
 

TNI Akan Perkuat Radar di Wilayah Barat

Sabtu, 26 Februari 2011 22:35 WIB
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono. (ANTARA)
Pontianak (ANTARA News) - TNI akan memperkuat radar pengamatan di wilayah barat Indonesia, guna menambah kekuatan pengamanan daerah perbatasan darat dan laut di wilayah itu, kata Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana TNI Agus Suhartono.

"Kita masih menghadapi kendala dalam mengamankan perbatasan darat dan laut di wilayah barat. Kita belum punya radar pengamatan," katanya, di Pontianak, Sabtu.

Ditemui usai melakukan kunjungan ke Skuadron Udara 1 Pangkalan Udara Supadio, ia mengatakan selama ini untuk pengamatan wilayah perbatasan dibantu radar sipil di Pontianak dan radar militer di Ranai.

"Padahal kerawanannya cukup tinggi, apalagi wilayahnya dekat dengan Laut China Selatan," katanya.

Agus menilai unsur-unsur tempur TNI, baik laut maupun udara di wilayah barat cukup memadai untuk mengawasi ancaman kedaulatan di perbatasan.

"Hanya saja, kita masih terkendala dengan belum memadainya radar pengamatan. Jika radar ini ada, penanganan ancaman kedaulatan di perbatasan bisa lebih maksimal," katanya.

Selama di Kalimantan Barat, Panglima TNI meninjau pos pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia.

Dengan menggunakan helikopter Mi-17, Panglima TNI menyusuri perbatasan darat Kalbar-Serawak, dan tiba di Pos Jagoi Babang di Kabupaten Benkayang.

Selanjutnya Panglima TNI juga meninjau Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk di Kabupaten Sambas.(*)

(T.R018/M008)


ANTARA

Friday, February 25, 2011

KRI Kelabang Gagal Kan Perompakan MV Lucky Star - 8


1 29th, 2011 by Ardava
KRI Kelabang-826
KRI Kelabang-826.
KRI Kelabang (KLB - 826) yang dikomandani Mayor Laut (P) Bambang Wasito berada berhasil menggagalkan perompakan terhadap MV Lucky Star - 8 berbendera Indonesia di perairan internasional utara Pulau Bintan, Kepulauan Riau, baru baru ini.
Kejadian bermula sejak MV Lucky Star - 8 berangkat dari Dumai Propinsi Riau mengangkut rempah-rempah dan barang dagangan lain dengan tujuan Songklak, Thailand. Saat diperairan Internasional utara Pulau BIntan para perompak dengan menggunakan perahu mesin tempel dan membawa senjata tajam merapat kemudian menguasai kapal berbobot 200 ton.
Pada saat KRI KLB - 826 di bawah Satuan Kapal Patroli ( Satrol ) Koarmabar sedang melaksanakan patroli di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI ) I, menerima informasi dari Markas Komando Armada RI Kawasan Barat tentang adanya usaha perompakan terhadap MV Lucky Star - 8 pada posisi 01 17 30 U - 104 07 24 T dekat suar hosburg selat Singapura. Selanjutnya KRI KLB - 826 menuju sasaran, kemudian menemukan kapal tersebut , dan berhasil melumpuhkan perompak yang berjumlah 9 orang serta mengamankan13 kru kapal. Dari pemeriksaan awal KRI KLB - 826, diketahui dari 9 orang perompak, tujuh orang diantaranya adalah warga Negara Indonesia, sedangkan yang lainnya berkewarganegaraan Malaysia dan Singapura.
Selanjutnya para perompak dan ABK kapal beserta barang bukti dibawa menuju Pangkalan Angkatan Laut ( Lanal ) Batam untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut.

KOMANDAN KRI FRANS KAISIEPO-368 HADIRI UPACARA PENGUKUHAN KOMANDAN MARITIME TASK FORCE/UNIFIL



Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 yang sekaligus Komandan Satgas Maritime Task Force KONGA XXVIII-B/UNIFIL, Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST menghadiri upacara pengukuhan Komandan Maritime Task Force/UNIFIL. Upacara yang berlangsung di gladak heli TCG Yildirim F243(Turki) pada pukul 11.00-12.00 LT tersebut dihadiri oleh seluruh komandan unsur Maritime Task Force/UNIFIL antara lain: Komandan TCG Yildirim F243 Capt (N) Aydin Sezenoglu, Komandan FGS Donau A516 CDR Alexander Wulf (Jerman), Komandan FGS Zobel P6125 CDR Oliver Ertel (Jerman), FGS Hyane P6130 LTCDR Jan Fitjen (Jerman), Komandan HS Starakis P29 CDR John Panagiotou (Yunani), Komandan BNS Osman F18, Capt Mozzomel Haque (Bangladesh), Komandan BNS Madhumati CDR Afzalul Haque (Bangladesh), Komandan LAF-Navy Admiral Nazih Baroudi, Duta Besar Republik Indonesia H.E Dimas Samodra Rum, Pjs.Wakil Komandan FHQSU Letkol Laut(T) Erwin C. Gora, serta Duta Besar dan Atase Pertahanan negara-negara sahabat.
 
Force Commander UNIFIL Major General Alberto Asarta Cueves (Spanyol) bertindak sebagai Inspektur Upacara mengukuhkan jabatan Komandan Maritime Task Force/UNIFIL kepada Rear Admiral Luiz Henrique Caroli (Brasil) yang selama ini mengalami kekosongan.
 
Dalam amanatnya beliau menjelaskan bahwa Maritme Task Force dibentuk atas permintaan Pemerintah Lebanon yang sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701(Th.2006). Sejak dibentuk tahun 2006, Maritime Task Force telah melaksanakan tugasnya yaitu melaksanakan Maritime Interdiction Operation (Operasi Pengamanan Maritime) sepanjang 180 km sepanjang garis pantai Lebanon untuk membantu LAF-Navy (Lebanese Armed Force Navy) dalam mencegah masuknya senjata illegal dan bahan terkait lainya yang masuk perairan Lebanon sertamelatih LAF-Navy. Hal ini patut diperhatikan bahwa pengiriman Satgas Maritime ini merupakan pertama kali dalam misi perdamaian PBB.
 
Sejak mulai operasinya tahun 2006, MTF telah melaksanakan Hailing 35.000 kapal dan menyerahkan 865 kapal yang dicurigai masuk wilayah perairan Lebanon untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut. Tak satupun kapal yang dicari ditemukan berisi senjata yang dilarang atau aset dan personel yang tidak resmi yang sesuai menurut Resolusi 1701. Melalui kegiatan monitor termasuk pengawasan wilayah udara, MTF telah memainkan peranan yang sangat penting. MTF telah menangkal upaya-upaya lalu lintas senjata illegal dan mencegah incident di perbatasan. Kehadiran MTF juga mempunyai dampak positif terhadap lalu lintas perdagangan di wilayah tersebut.
 
Sejalan dengan perkembangan waktu, LAF-Navy meskipun dengan keterbatasanya telah menunjukan profesionlismenya dalam menjaga perairan Lebanon. Hal ini terkait erat dengan kemitraanya dengan MTF. Pada tahun 2010, Organisasi Radar Pantai Lebanon secara efektif dikoordinasikan oleh Pusat Operasi Markas Besar LAF-Navy dengan sukses dan memenuhi tugasnya selama tujuh hari dalam seminggu diatas wilayah perairan Lebanon. Mulai diselenggarakanya latihan gabungan dalam Maritime Interdiction Operation (Operasi Pengamanan Maritime) bersama unsur-unsur MTF, LAF-Navy telah meneruskan pelatihan sendiri (on The Job Training). Perkembangan Satuan Reaksi Cepat LAF-Navy telah terbukti dalam mengambil keputusan secara baik.
 
Unsur kapal MTF sekarang ini terdiri dari delapan kapal yang berasal dari Jerman, Turki, Bangladesh, Indonesia, dan Yunani. Untuk itu MTF membantu LAF-Navy dalam membentuk aset maritime dan mencetak kepemimpinan yang penting dimasa yang akan datang. Upaya-upaya yang telah dilakukan MTF ini akan menjadi momentum dalam mencapai tujuan selama ini. Major General Alberto Asarta Cueves sangat percaya bahwa perdamaian di Lebanon Selatan akan tercapai. Untuk itulah beliau menegaskan kembali dan mengharapkan bahwa MTF akan meneruskan melakukan tugas sepenuhnya, terus bekerja bersama dengan LAF termasuk LAF-Navy untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Lebanon Selatan baik di darat maupun di laut. Beliau mengharapkan kepada semua pihak untuk meneruskan kerja sama dengan baik dalam melaksanakan tugas ini dibawah Resolusi 1701 kedepan. Beliau yakin bahwa semua personel MTF akan meneruskan tugas mereka dengan profesional.(Pen Satgas MTF)
 
TNI AL

TIGA PENERBANG “BLACK PANTHER” LULUS TERBANG SOLO

Pentak Lanud Pbr - 25/02/2011

Tampak pada gambar, kadisops selaku palakhar danlanud pbr, letkol pnb azhar aditama melaksanakan penyiraman air kembang saat pelaksanaan tradisi terbang solo kepada tiga penerbang skadron udara 12 lanud pekanbaru
Tiga penerbang tempur “Black Panther” Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru sukses melaksanakan terbang solo menggunakan pesawat tempur Hawk 200. ketiga penerbang muda tersebut adalah, Lettu Pnb Martono, Lettu Pnb Yuda Anggara Seta dan Lettu Pnb Arie Prasetyo. Keberhasilan ketiga fighters tersebut ditandai dengan pelaksanaan acara “tradisi terbang solo” berupa pemecahan telur dan penyiraman air kembang oleh Kadisops selaku Palakhar Danlanud Pekanbaru, Letkol Pnb Azhar Aditama, di pelataran parkir Mako Lanud Pekanbaru, Kamis (24/2).
Dalam sambutannya Palakhar Danlanud Pbr menyampaikan bahwa, Keberhasilan seorang pilot “terbang solo” menggunakan pesawat tempur Hawk 200 merupakan momentum titik awal seorang penerbang tempur dalam pengabdiannya kepada Negara dan bangsa. “Duduk di kursi single pesawat tempur merupakan tahapan yang sangat penting bagi seorang penerbang, segala tindakan dan keputusan dalam melaksankan misi penerbangan ditentukan sendiri, oleh karenanya momentum tersebut wajib disyukuri dan dijadikan bekal dalam melaksanakan setiap misi penerbangan”, demikian disampaikan Palakhar Danlanud
Pada kesempatan yang sama Komandan Skadron Udara 12, Letkol Pnb Prasetya Halim menyampaikan bahwa, dengan berhasilnya ketiga penerbang tempur menerbangkan pesawat tempur Hawk 200 secara mandiri (terbang solo) maka kekuatan Fighter Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru bertambah, sekaligus para penerbang akan mengikuti pendidikan lanjutan setelah lulus sebagai siswa penerbang transisi yang telah mereka tempuh sejak bulan Juli tahun 2010 yang lalu.
Ketiga penerbang Skadron Udara 12 yang berhasil melaksanakan terbang solo dengan pesawat Hawk 200 merupakan siswa Transisi Angkatan XIII Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru. Turut hadir pada acara tersebut seluruh Kepala Dinas dan Komandan Satuan serta segenap perwira jajaran Lanud Pekanbaru.

TNI AU

Panglima TNI Tinjau Perbatasan Indonesia-Malaysia


PONTIANAK - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono meninjau wilayah perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Propinsi Kalimantan Barat baik melalui darat maupun udara.

Dari Pontianak Panglima TNI dengan beberapa asistennya, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Geerhan Lantara menggunakan helikopter Mi-17 TNI Angkatan Darat menuju Pos Pengamanan Perbatasan Jagoi Babang dan Aruk, pada Sabtu (26/2).

Dalam peninjauannya, Panglima TNI mendapat paparan tentang kondisi perbatasan darat RI-Malaysia dari Komandan Satgas Pamtas Yonif 641/Bru.

Di Aruk, Panglima TNI meninjau pelaksanaan Bhakti Sosial kemudian berjalan kaki menuju Pos Pamtas Aruk.

Selain memberikan pengarahan, Panglima TNI juga memberikan bantuan berupa peralatan dan perlengkapan olah raga

Sebelumnya Panglima TNI mengemukakan, perbatasan darat RI-Malaysia di Kalimantan memiliki posisi strategis.

"Strategis, karena selain berbatasan dengan Malaysia, wilayah perbatasan darat RI-Malaysia juga sangat dekat dengan Laut China Selatan," katanya.

Jadi, tambah Agus, apapun yang terjadi di Laut China Selatan, berdampak hingga ke wilayah perbatasan darat RI-Malaysia di Kalbar.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, perbatasan darat RI-Malaysia di Kalbar memiliki panjang 966 kilometer.

"Jalur perbatasan sepanjang itu melintasi 14 desa, 15 kecamatan, lima kabupaten, dan 52 jalan tikus yang menguhungkan 55 desa di Kalbar dengan 32 kampung di Serawak (Malaysia)," katanya.

Christiandy menambahkan, di sepanjang perbatasan darat di Kalbar terdapat lima pintu lintas batas yakni Entikong, Aruk, Jagoi Babang, Jasa, dan Mangabadau.

Sumber : ANTARA

Thursday, February 24, 2011

Kostrad Gelar Bhakti TNI di Tangerang



kostradTangerang, Seruu.com - KOSTRAD (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) sebagai bagian dari sendi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, memahami dirinya sebagai Prajurit Rakyat yang berasal dari rakyat dan berjuang mempertahankan tegaknya kedaulatan NKRI bagi rakyat Indonesia tercinta.
Melalui pemahaman ini, bertepatan dengan memperingati HUT ke-50 Kostrad pada tanggal 6 Maret 2011, maka Kostrad dibawah pimpinan Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo berinisiatif menyelenggarakan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial yang berlandaskan pada aktualisasi kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai sebuah implementasi solidaritas dan kebersamaan sosial demi terwujudnya kesetiakawanan sosial yang berujung pada kuat dan teguhnya persatuan dan kesatuan Bangsa.
Niat yang dilandasi keikhlasan untuk mewujudkan kesetiakawanan sosial ini, lebih lanjut, ditindaklanjuti oleh Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayor Jenderal TNI M. Nizam selaku Penanggung Jawab kegiatan untuk mewujudkan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial Jajaran Kostrad, khususnya Batalyon Arhanudri 1 Kostrad yang berlokasi di wilayah Serpong Tangerang, dengan wujud kegiatan berupa penanaman bibit pohon, pengobatan massal secara gratis dan pembagian Paket Sembako.
Komandan Batalyon Arhanudri 1 Kostrad Letkol Arh Rikas Hidayatullah selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial saat ini melibatkan berbagai pihak stakeholders di wilayah Tangerang untuk bersama-sama mewujudkan kelancaran acaranya. Secara lengkap, Kegiatan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial saat ini terdiri atas kegiatan penanaman 3000 bibit pohon (Trembesi dan Albasia)  yang ditanam di wilayah Kecamatan Sepatan, Mauk, Teluk Naga dan Pagedangan dan Cipondoh sebagai hasil kerjasama/kemitraan dengan Muspida, Muspika Kabupaten Tangerang PT PGN (Persero) Tbk, PT BSD City serta Batalyon Kavaleri 9/Penyerbu Kodam Jaya.
Selain itu, dilaksanakan pula pengobatan massal secara gratis berupa Poli Umum dan Poli Gigi hasil kerjasama dengan Rumah Sakit Omni, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Rumah Sakit Tingkat IV Daan Mogot serta Batalyon Kesehatan 1 Kostrad yang diikuti oleh sekitar 750 orang. Selanjutnya, kegiatan pembagian paket Sembako kepada sekitar 1500 warga masyarakat di wilayah Tangerang merupakan hasil kerjasama/kemitraan dengan PT PGN (Persero) Tbk, PT BSD City, Artha Graha Peduli, PT GBSI, PT Indah Kiat dan Tip Top Supermarket Tangerang serta segenap komponen masyarakat yang peduli dengan sesama warga lainnya.
Kegiatan yang berlangsung saat ini dilandaskan pada motto “Peka dan Peduli Lingkungan serta Kebersamaan antar Komponen Bangsa”, diharapkan sasaran kegiatan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial ini dapat mewujudkan terciptanya solidaritas dan kesetiakawanan sosial yang utuh demi persatuan dan kesatuan Bangsa. [puspen/is]

sumber seruu.com

PTS-10 : Kendaraan Angkut Amfibi Terbesar Korps Marinir


22/02/2011
PTS-10 Korps Marinir TNI-AL mengangkut sebuah truk Unimog
Dalam sebuah defile Korps Marinir di Jakarta pada awal tahun 2000-an, ada sebuah kendaraan tempur (ranpur) yang lumayan menyita perhatian masyarakat sekitar. Buat orang awam, kendaraan ini diasosiasikan sebagai sebagai tank, tak salah memang anggapan ini, sebab kendaraaan ini mengsung roda rantai dan bersosok sangar, plus dibalut cat hijau tempur khas Korps Marinir TNI-AL.
Bagi saya pribadi, inilah kendaraan roda rantai terbesar yang pernah saya lihat di Indonesia. Ukurannya jauh lebih besar dan gagah ketimbang tank amifibi Marinir atau tank-tank kavaleri TNI-AD sekalipun. Setelah ditelusuri, terungkaplah identitas dan spesifikasi kendaraaan ini, tak lain adalah PTS-10.
PTS-10 Ceko Slovakia saat meluncur ke daratan
PTS-10 atau dalam bahasa Rusia (Plavayushchij Transportyer – Sryednyj)-10 adalah kendaraan angkut amfibi ukuran sedang buatan Uni Soviet. PTS-10 dibuat oleh pabrik State Soviet Factories pada awal 1965. Dilihat dari identitasnya, jelas PTS-10 bukan masuk kategori ranpur, di elemen Korps Marinir, PTS-10 disebut sebagai KAPA (Kendaraan Pengangkut Artileri). Kemampuan PTS-10 tidak kepalang tanggung, kendaraan super bongsor ini bisa menggotong muatan seberat 10 ton. Dalam beragam latihan, Korps Marinir sering mendayagunakan kendaraan ini sebagai pengangkut truk Unimog/truk Reo dan kanon 105 mm dari LST (Landing Ship Tank)/LPD (Landing Platform Dock) ke bibir pantai.
Geladak PTS-10, siap membawa 75 personel bersenjata lengkap
Selain mampu menggendong truk dan kendaraan sekelas jip, dengan ukuran yang ‘raksasa’ PTS-10 bisa membawa 75 personel bersenjata lengkap dalam sekali angkut. Berkat adopsi roda rantai, PTS-10 tak kesulitan melahap medan off road yang berat. Proses loading dan unloading pun cukup mudah dilakukan lewat palka di belakang kendaraan.

PTS-10 dioperasikan oleh dua orang kru (seorang komandan dan pengemudi). Keceparan PTS-10 di air mencapai 11,5 Km per jam (maju) dan 5 Km per jam (mundur). Sedangkan kecepatan gerak di darat (jalan raya) adalah 42 Km per jam, serta kecepatan di medan off road rata-rata 27 Km per jam. PTS-10 ditenagai mesin diesel A-712P V12 water-cooled. Konsumsi bahan bakar kendaraan ini mencapai 150 liter untuk per 100 Km. Bahan bakar ini untuk menopang bobot PTS-10 yang
keseluruhan mencapai 17 ton.

PTS-10 juga pas untuk mengarungi sungai kecil

Tidak diketahui berapa unit PTS-10 yang dimiliki Korps Marinir. Yang jelas selain Indonesia, kendaraan kelas berat ini digunakan pula di negara-negara eks pakta Warsawa, Mesir, Irak, dan Uruguay. Selain digadang sebagai pengakut artileri/pasukan, PTS-10 juga sering digunakan oleh Marinir untuk operasi militer non tempur, seperti pada tanggap bencana. Tapi karena sudah berumur sepuh, pihak Rusia malahan sudah memensiunkan PTS-10, kini PTS-10 ditawarkan kepada pihak sipil, harga yang dibandrol sekitar US$27,832. Tertarik? (Haryo Adjie Nogo Seno)
Spesifikasi PTS-10
Negara pembuat : Rusia/Uni Soviet
Pabrik : Soviet State Factories
Panjang : 11,52 meter
Desain : waterproofed hull
Lebar : 3,32 meter
Tinggi : 2,65 meter
Berat total : 17 ton
Beban angkut : 10 ton
Mesin : diesel A-712P V12 water-cooled
Kecepatan Max : di air 11.5 Km/jam; di darat 42 Km/jam;
Jarak tempuh : 300 Km


The Indomiliter

Posco Steel & Krakatau Steel Kerjasama Pembuatan Plat Baja Kapal

JAKARTA - Daewoo International Corporation sebagai perusahaan Korea yang bergerak di bidang perdagangan dan investasi saat ini membawahi tiga anak perusahaan yaitu Daewoo International Corporation, Daewoo Engineering & Construction Company Limited serta Daewoo Corporation. Daewoo International Corporation tumbuh dan berkembang, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi satu payung dengan Posco Steel yang merupakan perusahaan ketiga terbesar didunia dalam pembuatan besi baja sejak Oktober 2010.

Daewoo International Corporation yang mengedepankan misinya untuk menjadi perusahaan kelas dunia di bidang perdagangan, investasi dan pengembangan menyampaikan keinginannya untuk mendukung industri pertahanan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Vice Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Daewoo International Corporation Korea (South) Lee, Dong-Hee saat bertemu dengan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, S.Ip., M.A, Rabu (23/2), di kantor Kemhan, Jakarta. Dalam pertemuan singkat tersebut, Sekjen Kemhan selaku wakil Menhan RI didampingi oleh Kabadan Ranahan Kemhan Laksda TNI Susilo.

Selain itu, pihak Daewoo mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah dibangun selama ini dengan pemerintah Indonesia.


Kapal jenis LPD milik TNI AL

Seperti dijelaskan Sekjen Kemhan bahwa minggu lalu PT Krakatau Steel melakukan kerjasama dengan Posco dalam penyediaan raw material untuk membuat kapal laut bermuatan besar karena PT Krakatau Steel sendiri untuk saat ini belum dapat memproduksi plat besar untuk jenis kapal laut.

Menurut Sekjen Posco untuk saat ini masih menjadi satu-satunya perusahaan yang memproduksi plat besar untuk jenis kapal laut. Untuk itu Sekjen berharap Posco juga dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal lainnya seperti Koja Bahari.

Ditambahkan Sekjen bahwa saat ini juga pemerintah Indonesia masih menjalin hubungan dan kerjasama dengan pemerintah Korea khususnya dalam pembuatan kapal Landing Platform Dock (LPD) yang sempat tertunda lebih dari setahun (KRI Banda Aceh-593).

Sumber : DMC

Boeing menangkan Tender Pesawat Tanker Militer AS


Boeing-C-17Seruu.com - Amerika Serikat pada Kamis memberikan Boeing kontrak besar untuk memasok pesawat tanker pengisian bahan bakar udara untuk Angkatan Udara, mengalahkan saingannya EADS Eropa.
Pengumuman Pentagon mengakhiri upaya hampir 10-tahun oleh Angkatan Udara untuk mulai menggantikan armada kapal tanker dibangun yang Boeing tahun 1950-an, demikian AFP melaporkan.
Mengumumkan bagian pertama dari kontrak, Pentagon mengatakan: "Boeing Co. of Seattle, Washington, dianugerahi kontrak perusahaan dengan insentif harga tetap senilai lebih dari 3,5 miliar dolar AS untuk pembangunan rekayasa dan manufaktur KC-X yang akan memberikan 18 pesawat pada 2017."
Raksasa dirgantara AS, yang berbasis di Chicago, meraih kesepakatan untuk kontrak, yang pada akhirnya dapat ditingkatkan untuk melibatkan 179 pesawat tanker, senilai diperkirakan 35 miliar dolar.
Senator negara bagian Washington Patty Murray cepat menyambut berita itu sebagai kemenangan untuk Boeing dan kemenangan bagi negara.
"Keputusan hari ini yang lama ditunggu-tunggu oleh Pentagon adalah yang tepat untuk militer kami, pembayar pajak dan pekerja kedirgantaraan bangsa kita," kata Murray dalam pernyataan.
"Pada saat ekonomi kita sakit dan pekerjaan kedirgantaraan membayar baik adalah penting untuk pemulihan kami, keputusan ini adalah berita besar bagi pekerja terampil dari Everett dan ribuan pemasok di seluruh negeri yang akan membantu membangun tanker ini penting bagi Angkatan Udara kami."
Murray mengatakan keputusan itu sesuai dengan seruan Presiden Barack Obama untuk "out-innovate" seluruh dunia. "Keputusan ini merupakan kemenangan besar bagi pekerja Amerika, industri kedirgantaraan dan militer Amerika." 

Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan TNI Secara Bertahap


tni_alussJakarta, Seruu.com - Kita patut bersyukur bahwa komitmen pemerintah Republik Indonesia untuk membangun dan meningkatkan kemampuan Alutsista TNI yang modern, kuat dan solid disertai dengan upaya peningkatan kesejahteraan prajurit TNI sudah dimulai, meskipun dilaksanakan secara bertahap sesuai skala prioritas.
Hal ini akan berdampak langsung, baik untuk peningkatan moril prajurit TNI maupun untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa serta kewibawaan negara dan TNI di kawasan regional maupun internasional. Demikian dikatakan Kasum TNI Marsdya TNI Edy Harjoko dalam Rapat Koordinasi Logistik (Rakorlog) TNI tahun 2011, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (24/2/2011).
“Keterbatasan anggaran bukan merupakan satu alasan untuk dijadikan kendala dalam melaksanakan tugas, melainkan sebagai suatu tantangan yang harus disikapi dan dicermati dengan arif dan bijaksana disertai dengan dedikasi dan sikap profesionalisme yang tinggi dari seluruh komunitas logistik dalam rangka mendukung tercapainya tugas pokok TNI”, kata Kasum TNI.
Lebih lanjut dikatakan, tugas TNI dimasa mendatang tidak semakin ringan dan mudah, tapi justru sebalikya akan menjadi semakin berat dan sulit, terutama semakin meningkatnya peran dan tugas TNI dalam operasi pengamanan wilayah nasional dan regional serta tanggap darurat terhadap bencana alam, evakuasi Warga Negara Indonesia yang baru-baru ini terjadi di Mesir maupun partisipasi TNI dalam misi perdamaian dunia dibawah bendera PBB.
Peserta Rakorlog TNI 2011 berjumlah 142 orang, terdiri dari Staf Logistik Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU, mengambil tema “Optimalisasi dukungan logistik dalam menunjang pembangunan kekuatan pokok minimum dan reformasi birokrasi TNI demi terlaksananya tugas pokok TNI”. [puspen/is]

seruu.com

Indonesia Orders 22 CSE-90 Weapon System


24 Februari 2011

CSE-90 cannon (photo : cmi defence)

New contracts CMI Defence with CSE90 weapon system and LCTS90

At the International Defence Exhibition of Abu Dhabi, the Belgian Company CMI Defence presents its complete full scale Cockerill CT-CV Weapon System (advanced 105 mm) and its new Gun Launched Anti-Tank Guided Missile, The Falarick 105.

Through this state-of-the-art turret , CMI Defence will demonstrate to visitors its innovative approach to their high level of embedded technologies, these weapon systems not only supply the ultimate firepower for light and medium weight armoured vehicles, but also meet constantly changing operational needs thanks to their versatile and permanently evolutive qualities. Thanks to its experience in quality weapon system design and manufacture CMI Defence increases its international reputation through the signing of two new international contracts. By 2013, CMI Defence will deliver 22 new CSE90 systems to Indonesia and 84 new LCTS90 to Saudi Arabia.

Between 2000 and 2003, CMI Defence already delivered 144 LCTS90 weapon systems to Saudi Arabia which are currently being modernized. Saudia Arabia keeps its trust in CMI Defence products through the acquisition of 84 LCTS90 weapon systems that are to be installed on General Dynamics Land Systems Canada (GDLS-C)’s Piranha vehicle.

Blacfox Tarantula 6x6 with CSE-90 Cannon (photo : Asia Today)

Regarding the contract with Indonesia, the CSE90 weapon system will be installed on Doosan’s 6x6 Tarantula (also named Black Fox) built by South Korean company Daewoo International.
The performances of the CMI Defence Weapons systems have been further enhanced by incorporating sub-systems of the latest generation including electro-mechanical drives and modern day/night sight with laser range finder and ballistic computer. Its single stage muzzle brake allows the firing of APFSDS-T ammunition. Secondary armament includes coaxial and pintle-mounted 7.62 mm machine gun and grenade launchers.

All the conception and manufacturing is taking place in CMI Defence’s new facilities in Loncin (Belgium) while integration of the turrets on the Tarantula vehicles will take place in South Korea. First deliveries are expected for 2013.

Pussenkav Ujicoba AMX-13 Upgrade


24 Februari 2011

Prototipe tank ringan AMX-13 TNI-AD hasil retrofit yang sedang diuji coba (all photos : Pussenkav)
Sejalan dengan kebijakan untuk pemenuhan Satuan Kavaleri yang akan dibentuk dan Rematerialisasi pada Satuan kavaleri yang telah ada maka Kavaleri TNI-AD akan memperoleh 243 tank baru dan tank hasil upgrade dalam kurun waktu 2010-2014.
Adapun tank baru yang akan diakuisi terdiri dari 65 unit tank tempur utama (main battle tank), 53 tank tempur medium, dan 60 panser kanon medium. Penjajakan masih dilakukan pada tank tempur utama dan medium, sedangkan untuk panser kanon telah dilakukan kerjasama dengan Korea Selatan dengan basis kendaraan 6x6 Blackfox.


Adapun tank yang akan dilakukan upgrade atau retrofitting adalah tank ringan AMX-13 sebanyak 65 unit. TNI Angkatan Darat saat ini mengoperasikan tank ringan AMX-13 dalam jumlah yang cukup banyak berkisar 200-300 unit dengan kanon 75 dan 105mm.


Website resmi Pussenkav baru-baru ini merilis mengenai ujicoba tank AMX-13 hasil retrofitting. Tampak dalam gambar prototipe tank upgrade tersebut mempunyai kanon baru dan peralatan bidik baru. Apabila prototipe ini telah memenuhi persyaratan TNI AD maka retrofit terhadap 65 tank ringan AMX-13 dapat segera dilakukan.

(Defense Studies)

Kasum TNI terima Admiral Dennis C. Blair


tniadmiralJakarta, Seruu.com - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko menerima kunjungan Admiral (Ret) Dennis C. Blair mantan Director of National Inteligence AS, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis  (24/2/2011).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk silaturahmi dan mempererat hubungan kerja sama kedua negara dalam bidang militer.
Pada kunjungan tersebut, Admiral (Ret) Dennis C. Blair didampingi Ms. Meredith Miller, VP for Trade, Economy and Energy Affairs ; Mr. Tim Cook, National Bureau of Asian Research dan Colonel Russel Bailey, US Defence Attache in Jakarta.Sementara, Kasum TNI didampingi oleh Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W., S.E. dan Kabais TNI Laksda TNI Soleman B. Ponto, S.T.[puspen/is]

Deputy Force Engineer Tinjau Pekerjaan TNI di Kongo


tni_bangladeshSeruu.com - Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-H/Monusco,   pimpinan Letkol Czi Widiyanto sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) sudah beberapa kali kedatangan pejabat Monusco (Mission De L’Organisation Des Nations Unies Pour La Stabilisation En Republique Demokratique de Congo).  Termasuk Deputy Force Engineer (DFE) Mayor Mahmud yang berwarga negara Bangladesh, pertama kalinya mendapat kesempatan mengunjungi Satgas Kizi TNI Konga XX-H/Monusco, Rabu (23/2).
Kunjungan Deputy Force Engineer dalam rangka melihat secara langsung hasil pekerjaan pembangunan jalan yang sekarang sedang dilaksanakan Prajurit TNI di wilayah Dungu-Kongo. Dansatgas Letkol Czi Widiyanto yang saat itu berada di lokasi pekerjaan didampingi Pasiops  menerima kedatangan DFE tersebut.
Dalam perjalanan ke lokasi pekerjaan, Deputy Force Engineer dikawal oleh beberapa personel dari Kontingen Indonesia.  Yang seharusnya tim kawal disediakan oleh Batalyon Maroko namun karena adanya rotasi pasukan dari tanggal 18 sampai 28 Februari 2011, mereka tidak dapat menyiapkannya.
Selama satu hari penuh Mayor Mahmud bersama Letkol Widiyanto  melihat kiprah prajurit  TNI yang sedang mengerjakan jalan dari mulai Clearing, Filling Limonite, Levelling dan Compacting. Selanjutnya rombongan menuju jembatan Aru di KM 112 yang kondisinya rusak berat, sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui alat berat.
Mayor Mahmud  tercengang melihat kondisi jalan yang hancur dan  banyak lubang besar, dimana tidak layak untuk dilewati kendaraan.  Mahmud juga mengomentari  Camp Indonesia dilokasi pekerjaan dengan kondisi didalam tenda yang sangat panas, namun para prajurit tetap semangat dalam menjalankan tugas. Hal ini akan disampaikan ke petinggi Monusco bahwa Kontingen Indonesia dalam kinerja maupun semangat dapat dijadikan contoh bagi kontingen negara lain. “Sampai saat ini hasil pekerjaan jalan Kontingen Indonesia dinilai  sangat memuaskan”, tambah Mahmud.[puspen/is]

TNI Prioritaskan Postur Kekuatan Pokok Minimum


rakorpersJakarta , Seruu.com - “TNI selaku komponen utama pertahanan negara dituntut untuk mampu menyiapkan diri sebaik-baiknya dengan memperioritaskan pada tercapainya Postur Kekuatan Pokok Minimum (MEF). Hal ini merupakan direktif Presiden RI pada Rapim TNI Tahun 2011”. Demikian dikatakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko pada acara Rapat Koordinasi Personel (Rakorpers) TNI Tahun 2011, di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (23/2).
Rakorpers TNI 2011 di ikuti oleh 167 peserta terdiri dari Mabes TNI 34 orang, TNI AD 45 orang, TNI AL 38 orang, TNI AU 38 orang, serta luar struktur TNI 12 orang, dengan tema ”Melalui Rapat Koordinasi Personel TNI, Kita Sukseskan Kebijakan Right Sizing Dan Zero Growth Of Personel Dalam Kerangka Minimun Essential Force Guna Mendukung Tugas Pokok TNI”.
Lebih lanjut dikatakan oleh Kasum TNI dalam amanatnya bahwa salah satu agenda Reformasi Birokrasi TNI adalah diberikannya tunjangan kinerja bagi prajurit dan PNS di lingkungan TNI yang sudah mulai berlaku bulan Juli Tahun 2010. Sebagai konsekuensi diberikannya tunjangan tersebut, TNI kita dituntut untuk senantiasa meningkatkan kinerja sesuai dengan tugas masing-masing. Keberhasilan pelaksanaan tugas organisasi sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang mengawakinya. Betapapun canggihnya alutsista, tanpa didukung oleh personel yang berkualitas, tidak akan ada artinya. Untuk itulah dalam Rakorpers ini dibahas dan di evaluasi metode pembinaan personil dan tenaga manusia sehingga dapat menjawab tantangan tugas masa depan yang semakin dinamis karen dipengaruhi lingkungan yang berubag dengan cepat.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Kasum TNI memberikan beberapa penekanan kepada para peserta Rakorpers TNI diantaranya adalah agar diterapkannya prinsip-prinsip pembinaan personel sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Serta dihindari terjadinya penyimpangan dalam pembinaan personel yang dampaknya akan merugikan institusi secara keseluruhan. Selain itu Kasum TNI juga menekankan agar terus dilanjutkan dan dilaksanakan program reformasi birokrasi TNI secara berkesinambungan dalam rangka menuntaskan program Reformasi Birokrasi secara nasional khususnya dalam penataan organisasi, program Right Sizing dan Zero Growth Of Personel dalam rangka membangun Minimum Essential Force TNI. [puspen/is]

Pertemuan Staf Tahunan TNI-SAF 2011

tni_saf2011Jakarta, Seruu.com - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko selaku Ketua Delegasi Indonesia bersama Ketua Delegasi Singapore Army Force (SAF) Laksamana Muda Ng Chee Peng, mengadakan pertemuan Staf Tahunan TSASM (TNI-SAF Annual Staff Meeting) tahun 2011, di Hotel JW Marriot, Jl. Lingkar Mega Kuningan Jakarta, Selasa (22/2/2011).
Pertemuan antara TNI-SAF berjumlah 31 orang, terdiri dari TNI 16 orang dan SAF 15 orang. Dalam amanat pembukaannya, Kasum TNI mengatakan bahwa pertemuan tahunan antara TNI dan SAF bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Indonesia-Singapore Intelligence Exchange (Isintelex), Indonesia-Singapore Joint Coordinated Committee (ISJCC), Indonesia-Singapore Joint Training Committee (ISJTC) dan Indonesia-Singapore Joint Logistics Committee (ISJLC) selama periode Februari 2010 s.d Februari 2011.
 Selama periode ini kegiatan yang telah dilaksanakan oleh ISJCC, telah terjadi satu kali perompakan di daerah operasi Patroli Terkoordinasi Indonesia-Singapura (Patkor Indosin). Hal ini merupakan tantangan bagi TNI-SAF untuk tetap berusaha menjamin “Zero Incident” di perairan Selat Philips dan Selat Singapura. Oleh karena itu, peran dari komunitas intelijen perlu ditingkatkan untuk menangkal secara dini kejadian tersebut.
Kepada Guskamlabar/Maritime Security Task Force (MSTF), Polri/Police Coast Guard (PCG) untuk senantiasa bekerja keras dengan meningkatkan keamanan termasuk Penajaman Data Intelijen untuk mendukung operasi, tambah Kasum TNI. Lebih lanjut dikatakan, bahwa kegiatan Indonesia-Singapore Bhakti Sosial yang telah dilaksanakan bertahun-tahun, juga memberikan kontribusi atas keberhasilan Patkor.
Semua kegiatan illegal di laut pada dasarnya direncanakan di darat. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya untuk menangkal kejahatan-kejahatan di laut dengan cara melaksanakan Indonesia-Singapore Bhakti Sosial guna mensejahterakan masyarakat setempat. Pada tahun 2010 di bidang latihan, TNI-SAF telah melaksanakan berbagai kegiatan sesuai rencana, dengan hasil memuaskan.
Kedua Angkatan Bersenjata telah melaksanakan program pendidikan, pertukaran personel dan program kunjungan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit kedua Angkatan Bersenjata. Sedangkan pada tahun 2011,  Indonesia akan menjadi tuan rumah kegiatan latihan Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DIREC) yang akan dilaksanakan di Manado, dimana kegiatan ini merupakan latihan yang bersifat multilateral dan Singapura terlibat didalamnya. 
Sementara di bidang logistik, TNI-SAF telah menghasilkan berbagai kesepakatan serta melakukan pertukaran informasi mutakhir yang berkaitan dengan logistik maupun manajemen. Hubungan antara Perwira kedua negara yang telah terjalin erat juga mempermudah pembahasan dalam mengatasi persoalan yang dihadapi serta terus meningkatkan kerjasamanya atas dasar saling menguntungkan kedua belah pihak. [puspen/is]

Kemenhan Mau Tambah Pos Jaga di Perbatasan Laut China Selatan

Kemenhan Mau Tambah Pos Jaga di Perbatasan Laut China Selatan MI/Panca Syurkani/ip
JAKARTA--MICOM: Kementerian Pertahanan berencana menambah pos penjagaan perbatasan, khususnya di Laut China Selatan. Ini disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai membuka acara pembentukan Center for Defense Boundary Research (CDBR), peluncuran jurnal pertahanan, dan seminar perbatasan, Jakarta, Rabu (23/2).

"Sekarang kami lagi survei. Karena di Laut China Selatan itu hanya ada satu, yaitu Pulau Sekatung. Kami sedang lihat lagi beberapa pulau yang akan kami tempatkan pasukan pos penjagaan," ujarnya.

Menurut Purnomo, Indonesia memiliki 92 pulau terluar. Hanya 12 di antaranya yang memiliki pos penjagaan perbatasan.

Akan tetapi, ia mengaku tidak mengetahui akan ada berapa banyak pos perbatasan yang akan ditambah.

"Belum. Kan ada banyak sekali pulau kecil itu. Apakah satu, dua, atau tiga, atau empat. Kan ini bergantung pada bujet juga. Kami kan menempatkan pasukan. Harus dilihat fasilitas dan lain-lain," tutupnya. (OL-5)

Media Indonesia

Wednesday, February 23, 2011

Pensiunan Beli Tank, Warga Merasa Terancam

YANG UNIK
Kamis, 24 Februari 2011 - 12:10 wib
Hermanto - Okezone
Ilustrasi (Foto: Ist)
WOLVERCOTE - Lingkungan yang tenang di Wolvercote, Inggris, kini mendadak menjadi heboh ketika seorang warganya membeli mobil tank.

Tank berwarna hijau seharga 10 ribu pounds itu kini diparkir di depan rumah Nicholas Kravchenko, yang memang pecinta dunia militer.

Warga di wilayah tersebut pun mengatakan, tank tersebut merupakan pemandangan yang menyakitkan mata.

Polisi pun kini harus turun tangan untuk menenangkan warga yang kini mulai emosi akan keberadaan tank tersebut, mereka merasa terancam hidupnya.

Kravchenko membeli mobil lapis baja tersebut dari perusahaan Royal Electrical and Mechanical Engineers (REME) untuk bisa dikendarainya dan juga untuk pameran pengumpulan dana.

Kravchenko sendiri menolak untuk memindahkan mobil khusus perang tersebut. Tank itu pun menggunakan lahan parkir tiga kali lebih luas dari ukuran mobil normal.

"Saya bisa mengendarainya kapan pun saya suka. Tidak ada undang-undang untuk melarang seseorang memiliki tank," ujarnya seperti dilansir Telegraph, Kamis (24/2/2011).

Tapi Kravchenko yang keras kepala tetap tidak mau memindahkan tank tersebut, dia mengatakan bahwa tank itu akan dia gunakan untuk pameran militer.

Dewan kota pun mengatakan akan melakukan mediasi untuk mencari jalan keluarnya.(rhs)

OKE ZONE

Delivery of Gripen Fighter Aircraft to Thailand

Delivery of Gripen Fighter Aircraft to Thailand

At a ceremony in Thailand on February 22, FMV handed over six Gripen fighter aircraft of the latest C- and D-version to the Royal Thai Air Force.
Just before Christmas, FMV delivered the first parts of the air defense systems that Sweden and Thailand agreed on in 2008. And today FMV completed its commitment by delivering the six Gripen aircraft. They arrived in Thailand after having flown from Sweden via Hungary, Crete, Jordan, Saudi Arabia, Oman and India.
“We have now successfully delivered a complete air defense system. Swedish pilots and technicians will now help Thailand to start using the system”, said Arne Héden, head of Gripen Thailand at FMV.
The agreement of 2008 between FMV, as a representative of Sweden and Thailand, covers six Gripen aircraft (four Jas 39D and two Jas 39C) with associated equipment and services, a Saab 340 aircraft with airborne radar surveillance system, a Saab 340 for transport and education and an integrated Command and Control system with data links.
The agreement contains, in addition, an extensive logistical support, training for Thai pilots and technicians as well as simulators. Sweden will also help as advisors in Thailand during the introduction of the Gripen and the Erieye system in the Royal Thai Air Force.
The equipment, together with the commitment to train pilots and technicians as well as bilateral agreements for the development of advanced data link and transfer of technology, form a comprehensive solution.
In November 2010 FMV signed a new agreement with Thailand, which covers additional six Gripen fighters of the latest C version, along with a Saab 340 with Erieye radar and the Swedish missile RB 15F. Delivery of the components will take place during 2012 and 2013.
As part of the contract, Sweden will transfer the latest technology in advanced military aircraft to Thailand. The purpose of this is through long-term partnership develop the aerospace and defense skills in Thailand. This will also serve as a base for industry in Thailand in terms of future development.
In a statement released by Saab
The Royal Thai Air Force (RTAF) has now taken delivery of six Gripen C/D fighters. These aircraft belong to the first batch ordered in 2008. In total, Thailand has ordered 12 Gripen.
The Gripen fighters were flown from Sweden to Thailand and arrived to their new home base at Wing 7 in Surat Thani in southern Thailand on 22 February.
The six Gripen fighters are part of an intergovernmental business transaction where FMV, the Swedish Defence Material Administration, representing the Government of Sweden, supplies an integrated air-defence system based on products manufactured by Saab. The new air-defence system consist of Gripen, the Airborne Early Warning system Saab 340 Erieye AEW and a command & control system.
In preparation for the delivery of the Gripen fighters, pilots and ground crew from the Royal Thai Air Force have been trained in Sweden during 2010.
Saab serves the global market with world-leading products, services and solutions ranging from military defence to civil security. Saab has operations and employees on all continents and constantly develops, adopts and improves new technology to meet customers’ changing needs.


Chinese Air Force Employment Concepts in the 21st Century

Chinese Air Force Employment Concepts in the 21st Century

China’s air force is in the midst of a transformation. A decade ago, it was an antiquated service equipped almost exclusively with weapons based on 1950s-era Soviet designs and operated by personnel with questionable training according to outdated employment concepts. Today, the People’s Liberation Army Air Force (PLAAF) appears to be on its way to becoming a modern, highly capable air force for the 21st century.
This monograph analyzes publications of the Chinese military, previously published Western studies of China’s air force, and information available in published sources about current and future capabilities of the PLAAF. It describes the concepts for employing forces that the PLAAF is likely to implement in the future, analyzes how those concepts might be realized in a conflict over Taiwan, assesses the implications of China implementing these concepts, and develops recommendations about actions that should be taken in response.
The book should be of interest to defense planners, analysts of China’s military forces, policymakers, and anyone else interested in China’s military modernization and its implications for the United States and Taiwan.
The book is the result of a project called “Chinese Air and Space Power,” the purpose of which was to help the U.S. Air Force (USAF) understand how the Chinese military thinks about air and space power, how China might employ air and space power in a confrontation with the United States, and how the USAF can better counter Chinese doctrinal and operational concepts.
The research reported here was sponsored by the Director of Air, Space and Information Operations, Headquarters Pacific Air Forces (PACAF A3/A5) and conducted within the Strategy and Doctrine Program of RAND Project AIR FORCE. It will be followed by a companion piece on Chinese space power and is part of an ongoing effort by Project AIR FORCE to assess the nature and implications of the growth in Chinese military power. The information in this monograph was current as of July 2009.


Indonesia - Iran Perkuat Kerjasama Perikanan

Kamis, 24 Februari 2011 10:41 WIB | 234 Views

 
     Jakarta, 24/2 (ANTARA) - Sebagai tindak lanjut perjanjian nota kesepakatan yang ditandatangani di Teheran Iran tahun 2005 lalu, Indonesia dan Iran hari ini sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang kelautan dan perikanan demikian diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Jihad Pertanian Republik Iran, H. E. Sadegh Khalilian di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan hari ini (23/2). Fadel mengungkapkan, dalam kunjungan kehormatan yang sekaligus juga sebagai pertemuan pertama Komite Teknikal Bersama (Joint Technical Committee), Sadegh Khalilian mengungkapkan keinginannya untuk mengimplementasikan kerjasama berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku pada dua negara.
     Peningkatan kerjasama dibidang kelautan dan perikanan melingkupi beberapa sektor yakni: (1) perikanan tangkap, termasuk peningkatan stok perikanan (2) perikanan budidaya, termasuk pembenihan dan pemijahan (3) konservasi perikanan laut dan pengelolaan pulau-pulau kecil, termasuk pengembangan hutan mangrove dan terumbu karang buatan. Selain itu peningkatan lingkup kerjasama juga akan meliputi: (4) penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan termasuk pertukaran ahli dan kunjungan lapangan (5) Pengembangan pasca panen dan pemasaran.
     Berdasarkan data perdagangan di pasar ekspor Indonesia, volume ekspor hasil perikanan Indonesia ke Republik Iran pada tahun 2009 berjumlah 2,02 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar USD 3,03 juta yang berasal dari tiga komoditas utama ekspor, yakni tuna, dan udang dan produk perikanan lainnya. Hal tersebut menunjukan bahwa Repubulik Iran merupakan salah satu negara yang prospektif untuk tujuan ekspor hasil perikanan dari Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke Iran yang mengalami peningkatan sebesar 280% dibandingkan tahun 2009 sebesar USD 7,4 juta pada tahun 2010. Produk utama yang diekspor adalah produk tuna (pre cooked loin tuna) sekitar USD 3,4 juta pada tahun 2010.
     Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Ir. Yulistyo Mudho M.Sc, Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan  (HP. 0811836967)
Editor:
COPYRIGHT © 2011
ANTARA

Menhan: Pembelian Pesawat T-50 Belum di Putuskan



KAI T-50 saat mengikuti tender pengadaan pesawat latih di UAE

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa pemerintah belum memutuskan rencana pembelian pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan menggantikan pesawat Hawk MK-53.

"Belum kita putuskan. Karena Bluebook-nya (mekanisme pembayaran) belum diselesaikan Bappenas," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (23/2).

Purnomo mengatakan, untuk membeli pesawat produksi luar negeri, pemerintah terlebih dulu harus merampungkan bluebook kebutuhan pesawat itu, lalu menetapkan kebijakan atas pembeliannya.

Ia menambahkan, pemerintah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan, harus menggodoknya terlebih dulu, baru kemudian mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.

"Sebelum itu ada, kita belum bisa putuskan. Jadi masih berupa tender yang belum diputuskan," ujar Purnomo menegaskan.

Purnomo menegaskan, pemerintah menargetkan memperkuat pertahanan udara untuk jangka menengah. Pemerintah sedang menghitung besar anggaran untuk membangun kekuatan udara, di antaranya melalui pembelian pesawat tempur.

Jet tempur latih T-50 dikembangkan hasil kerjasama Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin dari Amerika Serikat.

Pilihan pesawat T-50 Golden Eagle bersaing ketat dengan L-159B dari Republik ceko dan Yak-130 buatan Rusia.

Di pasa ekspor pesawat latih T-50 sebelumnya pernah dikalahkan pesawat M-346 Master buatan Alenia Aermacchi Italia (serupa dengan Yak-130) dalam tender pengadaan pesawat latih di Uni Emirat Arab dan Singapura.

Pada Juli lalu, delegasi pemerintah Korsel berkunjung ke Indonesia guna membicarakan pembelian T-50. Kedatangan Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-Young ke Indonesia, Rabu (11/8), salah satu tujuannya menawarkan T-50 ke Indonesia. Jika Korea berhasil menjual T-50 ke Indonesia, ini merupakan kali pertama pesawat ini berhasil di pasar ekspor pesawat latih.

Sumber : ANTARA

Menhan AS: Teknologi Siluman Tiongkok Jauh Ketinggalan

Gates mengatakan perjalanan Tiongkok masih jauh sebelum pesawat siluman Tiongkok J-20 menjadi pesawat yang tangguh.
Foto: REUTERS
Pesawat siluman Tiongkok, J-20 parkir di Chengdu, provinsi Sichuan (foto: 7 Januari 2011)
F22 Raftor USA

F22 Raftor USA

Menteri Pertahanan Amerika Robert  Gates mengatakan Tiongkok masih harus menempuh jalan yang panjang sebelum negara itu mempunyai generasi baru pesawat tempur siluman dalam jumlah yang lumayan.
Gates mengatakan di hadapan Komisi Angkatan Bersenjata Senat hari Kamis bahwa Tiongkok kemungkinan akan mempunyai dua ratus pesawat tempur J-20 sebelum tahun 2025, sementara Amerika Serikat akan mempunyai 1.500 pesawat tempur siluman F-22.
Gates mengatakan Tiongkok masih harus menempuh jalan yang jauh sebelum pesawat J-20 menjadi pesawat yang tangguh berapapun jumlahnya.
Chinese Internet
Foto pesawat siluman Tiongkok, J-20 (diambil dari bawah).
Tiongkok melakukan penerbangan percobaan pesawat barunya J-20 dalam kunjungan Gates di Beijing bulan lalu. Percobaan itu telah menimbulkan keprihatinan dalam Kongres Amerika bahwa modernisasi militer Tiongkok mungkin lebih maju daripada dugaan semula.
Sebelumnya, media negara Tiongkok juga membantah laporan bahwa teknologi yang digunakan dalam pesawat tempur silumannya yang baru didasarkan pada komponen dari pesawat tempur Amerika yang ditembak jatuh dari angkasa Serbia. Para pejabat Tiongkok menepis tuduhan tersebut sebagai upaya media asing untuk menjelek-jelekkan Tiongkok.
Seorang pejabat kementerian pertahanan Tiongkok mengatakan ini bukanlah pertama kalinya media asing menjelek-jelekkan teknologi militer Tiongkok. Ia menambahkan tidak ada manfaatnya untuk menanggapi spekulasi demikian.

VOA

Inderaja Dukung Pemantauan Wilayah Indonesia



 
 
Jakarta, Lapan.go.id - Penginderaan jauh (inderaja) dapat dimanfaatkan untuk pemantauan wilayah Indonesia. Pemantauan ini akan mendukung pertahanan negara.
Hal tersebut diungkapkan Kadislahtal Laksamana Pertama Iwan Kustiawan, MM saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Pertahanan dan Keamanan, di Pusat Pengolahan Data Pengindraan Jauh Lapan, Pekayon, Jakarta Timur, Senin (21/2).
Menurut Iwan, untuk memantau wilayah perairan Indonesia, TNI Angkatan Laut perlu memperoleh bantuan teknis dalam bidang teknologi penginderaan jauh yang dikembangkan Lapan. Dengan demikian, TNI Angkatan Laut dapat memanfaatkannya dalam upaya pengembangan sistem pertahanan negara.
Sistem pertahanan yang dapat didukung melalui inderaja yaitu pengamatan, identifikasi dan komunikasi, serta pemetaan. Iwan menjelaskan, inilah yang menjadi motivasi TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Lapan dalam melaksanakan bimtek.
Sementara itu, Deputi Bidang Penginderaan Jauh Lapan, Ir. Nurhidayat, Dipl. Ing. dalam sambutannya mengatakan bahwa Lapan memiliki tugas dalam bidang inderaja. “Tugas Lapan menghasilkan data penginderaan jauh dan mendistribusikannya pada pengguna. Data tersebut digunakan bersama oleh berbagai instansi agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bimtek ini merupakan cara meningkatkan kemampuan sumber daya pengguna dalam penginderaan jauh. Bimtek diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari TNI Angkatan Laut, Pustopad, Bakorkamla, dan Badan Inteligen Negara. Pelatihan berlangsung pada 21 Februari hingga 4 Maret 2011.
Materi bimtek meliputi praktikum pengolahan data, konversi format, penajaman citra, pembuatan citra komposit, koreksi geometric, cropping dan mosaic data, interpretasi visual, labelling, layout, penggunaan Global Position System (GPS), serta survei lapangan. Dari hasil survei lapangan dilanjutkan dengan praktikum pengolahan DEM dan deteksi garis pantai

KKIP Dongkrak Nilai Ekspor Industri Pertahanan Nasional



CN-235 milik AU Korea/ROKAF

JAKARTA - Bergulirnya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2010 ternyata membawa perubahan positif yang cukup signifikan bagi ekspor Industri Pertahanan Indonesia. Hal itu tercermin dari mulai banyaknya pemesanan negara lain terhadap produk-produk pertahanan yang dihasilkan industri nasional, di mana selama tahun 2010 total pemesanannya lebih dari 53 juta dollar AS.

Nilai tersebut meliputi pemesanan terhadap pesawat CN 235-110 produksi PT Dirgantara Indonesia senilai 49,5 juta dollar AS oleh Angkatan Laut Korea Selatan dan senjata serta amunisi produksi PT Pindad senilai 3,8 juta dollar AS oleh negara Philipina, Thailand, Amerika Serikat, Singapore dan Timor Leste. Nilai ekspor tersebut meningkat hampir delapan kali lipat dari dari tahun 2009, di mana kontrak industri pertahanan tersebut hanya diterima oleh PT Pindad dengan nilai sebesar hampir 500 ribu dollar AS.

Sementara berdasarkan data Kementerian Negara BUMN tahun 2008 tentang profil BUMN industri strategis, total laba bersih tujuh BUMN sampai 2008 sebesar Rp 577,8 miliar atau meningkat dari 2007 yang totalnya sebesar Rp374,6 miliar. Adapun BUMN yang merealisasikan laba bersih pada 2008 yaitu PT Krakatau Steel Rp 459,6 miliar, PT Dahana Rp 55,0 miliar, PT INKA Rp 32,4 miliar, PT LEN Industri Rp 11,8 miliar, PT DPS Rp10,5 miliar, PT Pindad Rp 5,8 miliar, dan PT Barata Indonesia Rp 2,6 miliar.

Sedangkan total rugi bersih enam BUMN pada 2008 sebesar Rp182,8 miliar terutama disebabkan rugi bersih PT DI sebesar Rp 84,3 miliar dan PT PAL Indonesia sebesar Rp 47,6 miliar. Selain itu, terdapat rugi bersih untuk PT BBI sebesar Rp18,8 miliar, PT INTI sebesar Rp15,3 miliar, PT DKB sebesar Rp13,5 miliar, dan PT IKI sebesar Rp3,1 miliar.

Produk utama PT Pindad pada tahun 2008 terdiri atas berbagai tipe munisi kaliber kecil dan senjata SS-1 serta SS-2 yang sebagian besar dibeli oleh Thailand dan Amerika Serikat. Pada tahun 2009, ekspor utama terdiri dari berbagai munisi kaliber kecil dan senjata dipesan oleh Thailand dan Piliphina. Sementara itu pada tahun 2010, PT Pindad mendapatkan pemesanan dari Amerika Serikat, Singapora dan Timor Leste disamping Thailand untuk munisi kaliber kecil, granat asap dan senjata SS-1. Adapun PT DI berhasil mendapatkan pemesanan pesawat CN-235-110 dari Korea Selatan pada tahun 2011.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Industri pertahanan memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pertahanan, disamping mampu memenuhi kebutuhan alat peralatan untuk mendukung sistem pertahanan negara juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan kontribusi yang besar kepada devisa negara. Sebelum terbentuknya KKIP, industri pertahanan nasional hampir tidak memberikan kontribusi ekonomi secara nasional.

Oleh karenanya melalui KKIP, Kementerian Pertahanan sebagai leading sektor dalam menentukan kebijakan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri akan tetap berkomitmen dalam mengawal kebijakan tersebut hingga menuju kemandirian di bidang industri pertahanan serta berkontribusi penuh pada perekonomian nasional.

Sumber : DMC

Beginilah Cara Israel Menghasud Dunia



Bersamaan dengan bergaungnya gema kebangkitan Islam dan munculnya transformasi baru di Timur Tengah, AS dan rezim zionis Israel berusaha menyesatkan opini publik dengan menyuguhkan beragam analisa dan tafsiran menyimpang soal akar persoalan dan penyebab munculnya perkembangan akhir di kawasan. Pernyataan tak berdasar Presiden Rezim Zionis Israel Shimon Peres yang menuding Iran menciptakan unit-unit teror di Timur Tengah dan Amerika Latin merupakan salah satu contoh nyata dari upaya penyesatan opini tersebut. Peres saat melakukan lawatan resmi ke Spanyol, juga sempat menuding Hizbullah Lebanon dan Hamas sebagai gerakan teroris dan mengklaim Iran mengirim bantuan persenjataannya guna menyokong kedua gerakan muqawama itu.
Tak hanya itu saja, presiden rezim zionis bahkan mengaku gembira dengan terjadinya transformasi di dunia Arab belakangan ini. Pasalnya, ia menilai bahwa transformasi tersebut bakal membantu memperluas arus demokrasi di kawasan dan bisa menjadi peluang bagi Tel Aviv untuk menghidupkan kembali perundingan damai dengan Palestina. Tak ketinggalan seperti biasanya, isu nuklir Iran pun tak luput dari perhatian Peres. Kali ini seperti sebelumnya, ia pun kembali menegaskan bahwa progam nuklir Iran bukan hanya menjadi ancaman bagi rezim zionis tetapi juga bagi perdamaian global.
Masih menyangkut soal Iran, sejumlah petinggi rezim zionis Israel juga memanfaatkan isu pengiriman kapal perang Iran menuju Laut Mediterania melewati Terusan Suez. Isu tersebut seakan menjadi amunisi bagi Tel Aviv untuk menebar ketakutan soal Iran. Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu menyebut pelayaran dua kapal perang Iran melalui Terusan Suez sebagai aksi provokatif. Senada dengan Benjamin, Deputi PM Israel, Moshe Yalon juga melontarkan hasudan serupa seraya menyatakan, "Jika kita melihat ke Timur Tengah, kita saksikan bahwa tiap kali ada orang-orang Iran, situasi tidak pernah membaik".
Melihat realitas yang ada, tampaknya negara-negara arogan berusaha memanfaatkan gerakan kebangkitan rakyat di Mesir dan Tunisia untuk kepentingannya. Sebab mereka juga sadar bahwa apa yang terjadi Afrika Utara dan negara-negara Arab merupakan imbas dari fenomena kebangkitan Islam yang dipelopori oleh Revolusi Islam Iran. Munculnya reaksi pasif AS dan rezim zionis Israel terhadap perkembangan akhir di Timur Tengah juga mengindikasikan bahwa mereka merasa kecolongan dan terkejut dengan apa yang terjadi. Pasalnya prediksi dan analisa AS dan Israel soal Timur Tengah selama ini benar-benar gagal sehingga memaksa mereka untuk menyusun ulang strategi dan berusaha memanfaatkan situasi yang ada untuk meraup keuntungan sebanyak mungkin.
Yang jelas skala kebangkitan rakyat di dunia Islam sudah terpampang nyata di depan mata dan menjadi saksi nyata penentangan mereka terhadap rezim-rezim otoriter yang selama ini hanya menjadi boneka bagi kepentingan AS dan sekutu-sekutunya. Karena itu, AS dan rezim zionis sebagai biang utama persoalan di kawasan juga tak luput menjadi sasaran utama protes dan penentangan rakyat Timur Tengah. (IRIB/LV/NA)

IRIB

Malta Tolak Pendaratan Pesawat Putri Gaddafi



Seorang pilot Angkatan Udara Libya, setelah mendarat di Malta
Sebuah pesawat yang mungkin membawa putri Gaddafi ditolak untuk mendarat di Malta dan dikirim kembali ke Libya setelah terbang di atas wilayah udara negara itu dalam penerbangan terjadwal. Bandara Internasional Malta menolak hak pendaratan pesawat Libya Airlines yang dilaporkan membawa putri Muammar Gaddafi, Aisya Gaddafi pada hari Rabu (23/2). Pesawat berputar-putar selama 20 menit sebelum kembali ke Libya. Demikian dilansir Reuters.
Sementara itu, dunia mulai menyerukan sanksi kepada Libya. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi, menyusul penumpasan berdarah terhadap demonstrasi anti-pemerintah di Libya.
"Saya meminta menteri luar negeri untuk mengusulkan kepada partner di Uni Eropa agar mengadopsi sanksi konkret sehingga semua yang terlibat dalam kekerasaan yang sedang terjadi mengetahui bahwa mereka harus menerima konsekuensi dari tindakan mereka," ujar Sarkozy dalam sidang kabinet, Rabu (23/3).
Ia juga mengusulkan pembekuan kerja sama dengan Libya di bidang ekonomi, komersial, dan keuangan. Sarkozy mengutuk tindakan represif brutal dan berdarah terhadap rakyat yang memprotes kekuasaan Muammar Gaddafi. Ia mengatakan komnunitas internasional tak bisa hanya tinggal diam.
Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengatakan dirinya menginginkan sanksi atas Libya, jika tak juga menghentikan penggunaan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri. (IRIB/Republika/RM)

IRIB

Mesir Setuju Kapal Perang Iran Lintasi Terusan Suez



Kantor berita resmi Mesir menyatakan bahwa Kairo, Jumat (18/2) menyetujui dua kapal perang Angkatan Laut Republik Islam Iran untuk melewati Terusan Suez dan memasuki Laut Mediterania. Sebagaimana dilaporkan IRNA, kantor berita AFP selain menginformasikan berita tersebut, juga melaporkan bahwa para pejabat Terusan Suez terkait hal ini mengatakan, ini adalah yang pertama kali pasca Revolusi Islam Iran bahwa kapal perang negara itu melewati Terusan Suez.
Kantor berita MENA melaporkan bahwa dalam permohonan izin dua kapal perang Iran disebutkan kapal itu tidak mengangkut senjata nuklir dan kimia. Tanggal pasti ketibaan kapal tersebut di Pelabuhan Said di ujung utara Terusan Suez belum diketahui.
Sebelumnya, rezim Zionis Israel mengembuskan kabar mengenai perkiraan jalan lintasan dua kapal perang Iran ke Mediterania. Kapal perang Iran telah merencanakan menyeberang melalui Terusan Suez ke Laut Mediterania dan mencapai Suriah.
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Mesir sebelumnya mengatakan bahwa permintaan Iran telah dikirim ke departemen pertahanan untuk dipelajari.
Dua kapal Iran yang dinamakan Alvand dan Kharg, adalah kapal perang dan pendukung operasi dengan bobot masing-masing 1.500 ton dan 33 ribu ton. Kapal perang Kharg mengangkut 250 pelaut dan dapat membawa tiga unit helikopter serta dilengkapi dengan torpedo dan rudal anti-kapal. (IRIB/RM)

IRIB

Pilot Sadis Penyerang Demonstran, Ternyata Bukan Orang Libya

 Sejumlah pejabat dan diplomat regional menyatakan bahwa para pilot pesawat tempur yang membombardir para demonstran di ibukota Libya, Tripoli dan sejumlah kota, ternyata memang bukan warga Libya.
Kantor berita Fars melaporkan (23/2), para pilot pesawat tempur yang membantai massal para demonstran ternyata berwarganegara Ukraina. Berita ini juga dikutip oleh majalah analisa Amerika Stratfor menyinggung keterangan sejumlah diplomat di kawasan.
Para pilot profesional Ukraina itu dibayar oleh Presiden Libya, Muammar Gaddafi, untuk menerbangkan pesawat tempur Mig dan menembaki para demonstran.
Sumber itu menambahkan bahwa kelompok-kelompok mafia Italia juga ikut membantu rezim Gaddafi, dalam mengendalikan kapal-kapal tempur Libya untuk membombardir para demonstran di Tripoli dan Benghazi. Kedua kota itu berada di pesisir laut Mediterania.
Demonstrasi massif di Libya dimulai tanggal 17 Februari di seluruh kota besar negara ini. Adapun represi rezim Gaddafi terhadap para demonstran hingga kini telah merenggut nyawa ratusan orang. Menurut sejumlah media, jumlah korban bahkan telah mencapai angka 1.000 orang. (IRIB/MZ/SL)

IRIB