Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Thursday, February 17, 2011

Paspampres Masuk Kategori Pasukan VVIP Dunia


(Foto: Paspampres)

18 Februari 2011, Jakarta -- (Suara Karya): Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Waris patut berbangga hati. Karena, Paspampres disejajarkan sebagai pasukan very very important person (VVIP) kelas dunia. Selain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, sejumlah tamu negara memberikan apresiasi positif terhadap kinerja Paspampres.

"Keberhasilan kita melaksanakan tugas sangat diapresiasi Presiden SBY dan Wapres serta tamu negara. Paspampres melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara profesional sebagai satuan pengamanan VVIP sehingga bisa disejajarkan dengan pasukan pengamanan kelas dunia," ujar Waris pada Rapat Kerja dan Apel Komandan Satuan Paspampres 2011 di Mako Paspampres, Jakarta, Rabu-Kamis (17-18/2).

Selama 2010, Paspampres sukses melakukan tugas dan tanggungjawabnya untuk mengamankan Presiden dan Wakil Presiden, termasuk para tamu negara. Namun di balik keberhasilan itu, Waris mengingatkan prajurit Paspampres tidak langsung berbangga hati.

Sebab, kinerja Paspampres tak lepas dari kesalahan akibat dari kelalaian prajurit. "Kita terperangah karena sepanjjang 2010 masih ada prajurit Paspampres yang melakukan pelanggaran," ujarnya.

Menurut Waris, prajurit Paspampres butuh pendekatan personal. Adanya kasus pelanggaran pidana dan disiplin dilakukan personil Paspampres, membuktikan prajurit masih rentan terhadap pengendalian diri.

Pencegahan Dini

Pelanggaran yang dilakukan prajurit Paspampres menimbulkan keresahan pimpinan TNI. Pemicu pelanggaran diduga akibat persoalan pribadi.

Karena itu, ia mengatakan, perlu pemberdayaan unsur perwira pertama sebagai ujung tombak deteksi dini terhadap permasalahan prajurit. "Caranya adalah, melakukan pendekatan ke masing-masing individu prajurit," ujarnya.

Waris mengatakan, upaya penyelesaian masalah prajurit Paspampres berpedoman pada sendi-sendi dasar prajurit TNI. "Saya minta kepada seluruh unsur pimpinan untuk sungguh-sungguh dalam melaksanakan pembinaan satuan di tengah-tengah tuntutan tugas yang cukup padat ini," ujarnya.

Waris mengatakan, pemicu permasalahan yang dihadapi prajurit Paspampres harus diidentifikasi sedini mungkin sambil membuat solusi cermat dan menguntungkan bagi prajurit maupun Paspampres.

Prajurit Paspampres jangan dibiarkan sendiri untuk menyelesaikan persoalan. Pasalnya, prajurit butuh nasihat dan bimbingan dari pemimpin ataupun komandannya. "Cara terbaik adalah dengan mengadakan pendekatan personal ke masing-masing individu," kata Waris.

Penyelenggaraan Raker dan Apel Dansat Paspampres dalam rangka membahas dan mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran Paspampres Tahun 2010, serta penyampaian program kerja dan anggaran Paspampres Tahun 2011.

"Wadah ini menjadi wahana untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas kebersamaan di antara para komandan satuan dan staf terkait dalam upaya memecahkan berbagai permasalahan, baik internal maupun eksternal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Paspampres," ujar Waris.

Sumber: Suara Karya

KRI Banjarmasin-592 Gelar Latihan Pendaratan Amphibi di Tanah Tumbuh



17 Februari 2011, Makassar -- (Dispen Lantamal VI): Makassar (13/2) Rangkaian kegiatan Long Sea Trial dalam uji fungsi docking dan undocking KRI Banjarmasin-592 selama di perairan wilayah timur Indonesia, untuk kedua kalinya tiba di Makassar Sulawesi Selatan dalam rangka kegiatan latihan pendaratan amfibi terbatas oleh satuan tugas Marinir mengambil lokasi di Tanah Tumbuh pantai Losari Kota Makassar. Latihan operasi pendaratan ini dipimpin oleh Mayor Marinir Sinaga dengan kekuatan terdiri dari : 70 orang pasukan, 3 kendaraan tempur jenis Tank PT 76 serta 3 kendaraan tempur Jenis Ranratfib, 2 Sea raider, 1 LCU.

Simulasi latihan pendaratan amfibi ini menggambarkan dalam skenario latihan bahwa pulau tanah tumbuh pantai Losari sudah di kuasai oleh separatis sehingga perlu adanya operasi amfibi untuk mengembalikan kedaulatan dan keutuhan NKRI. Kegiatan latihan pendaratan amfibi terbatas ini juga melibatkan 40 personel Yonmarhanlan VI, 3 Patkamla Satkamla Lantamal VI dan 2 perahu karet. Simulasi latihan sendiri disaksikan langsung oleh Wadan Lantamal VI, Asisten Danlantamal VI dan pejabat teras Lantamal VI lainnya. Hadir juga dalam kegiatan Sekda Kota Makassar beserta camat dan lurah, pejabat Kepolisian Kota Makassar.

Dalam keterangannya Wadan Lantamal VI Kolonel laut (P) Dwi Tjahjono menyampaikan bahwa kegiatan latihan pendaratan amfibi terbatas pasukan Marinir ini merupakan rangkaian dalam Long Sea Trial uji fungsi docking dan undocking KRI Banjarmasin-592. Dengan kegiatan di Kota Makassar ini diharapkan Masyarakat Kota Makassar dapat melihat langsung dan bangga hasil karya putra-putra bangsa KRI Banjarmasin-592 produksi PT.PAL Surabaya. Latihan pendaratan pasukan Marinir dapat disaksikan masyarakat dan generasi muda di kota Makassar untuk menumbuhkan rasa bangga, cinta tanah air dan rasa kebangsaan.

KRI Banjarmasin-592 dengan Komandan Letkol laut (P) Eko Jokowiyono memiliki fasilitas kemampuan angkut sejumlah 507 personel ,13 unit tank dan 2 unit Landing craft Vehicles. Kapal perang jenis LPD dengan panjang 125 meter an lebar 22 meter buatan PT PAL Surabaya tersebut diluncurkan pada tanggal 8 Agustus 2008 lalu dan diresmikan menjadi kapal Perang Republik Indonesia (KRI ) pada tanggal 28 Nopember 2009 oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro di Surabaya. Kapal perang KRI Surabaya-592, dalam pembinaan berada di bawah Kolinlamil.

Sumber: Lantamal VI

Adjustments Put F-35 on Track, Program Director Says

Adjustments Put F-35 on Track, Program Director Says

The Defense Department’s Joint Strike Fighter program is on track to field the F-35 Lightning II in fiscal 2016, the program’s director said here yesterday.
In remarks to the National Aeronautics Association, Navy Vice Adm. David J. Venlet said that although changes made to the program in January extended flight testing and slowed development by about a year at an additional cost of $4.6 billion, the program has made progress over the past year.
“We’re not spending that amount of money in one year, but it’s the added content across the years to [2016] that consume the $4.6 billion,” Venlet said. “We have no doubts that achieving fairly high rates of production is obtainable, but it’s going to take some discipline on the way.”
The fiscal 2012 defense budget request submitted this week has little effect on the program, Venlet added.
“There’s no change after [the Feb. 14 budget] announcement, and I believe I’ve got a very stable requirement,” said Venlet, who has led the program since May. “We have not changed our inventory objectives.”
The right plan is in place to ensure the program is efficient in terms of cost-savings and production, he added, noting that the program has undergone an intense technical review under his watch. The latest restructuring, he said, was realistic, achievable and based on deep assessments of all aspects of the program.
“Previous plans had shortcomings, but this plan is very resilient,” he said. “The plan has been able to overcome spotty parts shortages, engine delivery problems, [and] it absorbed snow days where weather shut down production in the Dallas-Fort Worth area.”
Venlet said he has instituted more testing, increasing the number of hours and flights that test pilots fly, having recently increased the mandated number of test flights through fiscal 2016 from 5,800 to 7,700. He’s confident, he said, that the additional $4.6 billion will hold up, as development and testing concludes in 2016.
Competition for the F-35 contract began in 1996. The $200 billion contract was awarded to Lockheed-Martin in October 2001, and the program immediately went into a 10-year testing and development phase.
The Defense Department plans to purchase 325 aircraft through 2016, and the overall program consists of 2,443 total aircraft in three different variations. The variations include a takeoff and landing variant for the Air Force, an aircraft carrier-suitable version for the Navy and short takeoff and vertical landing variant for the Marine Corps.

Sea Avenger UAS Completes Key Wind Tunnel Test

Sea Avenger UAS Completes Key Wind Tunnel Test

General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA‑ASI), a leading manufacturer of unmanned aircraft systems (UAS), tactical reconnaissance radars, and sensor systems, today announced that it has successfully completed a key wind tunnel test on a model of its Sea Avenger UAS. Sea Avenger supports the Unmanned Carrier-Launched Airborne Surveillance and Strike (UCLASS) program by providing a long-endurance, survivable, carrier-based UAS for the U.S. Navy.
The wind tunnel test validated the low-speed characteristics of a new wing, resulting in higher endurance and lower approach speeds. The new wing is also designed to increase aircraft dash speeds, decreasing the time to respond to potential threats.
“GA-ASI is committed to providing the Navy with swift delivery of a robust and versatile aircraft carrier-based UAS that meets or exceeds known requirements, provides measurable manpower savings, and assures best value,” said Frank W. Pace, president, Aircraft Systems Group, General Atomics Aeronautical Systems, Inc. “Reducing risk is a key component of this process, and our company has repeatedly designed and delivered low-cost, high-quality UAS, in part, because of our recurring commitment to invest in early development, as evidenced by this recent wind tunnel test.”
The 90-hour, eight-day test was conducted at the San Diego Air & Space Technology Center. The goal of the test, which was completed ahead of schedule, was to validate the low-speed characteristics of an updated wing in the approach, launch, and cruise configurations. The advanced design utilizes proprietary wing technology that enables high-speed flight, while also supporting excellent low-speed handling qualities desired for aircraft carrier landings.
The testing enabled GA-ASI to evaluate a specific set of configuration changes both quickly and economically. Wind tunnel testing also helps reduce program risk by providing empirical data to complement computational analyses. In addition, it provides the opportunity to correlate key performance data to analytical tools, such as computational fluid dynamics, and to validate various analytical methods.
Designed for fully autonomous launch and recovery from both USS Nimitz and USS Ford class carriers, Sea Avenger provides unmanned, autonomous, and long-endurance Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) capabilities responsive to the multi-mission requirements of carrier-based aircraft. The aircraft will provide for planning, control, tasking, collection, processing, analysis, and dissemination of actionable information in support of Navy missions.
An evolution of the combat-proven Predator UAS series with high-performance maritime payloads, Sea Avenger provides the highest operational value while being the only affordable system capable of meeting the Navy’s aggressive program schedule.
General Atomics Aeronautical Systems, Inc., an affiliate of General Atomics, delivers situational awareness by providing unmanned aircraft, radar, and electro-optic solutions for military and commercial applications worldwide. The company’s Aircraft Systems Group is a leading designer and manufacturer of proven, reliable unmanned aircraft systems, including Predator A, Predator B, Gray Eagle, and the new Predator C Avenger.

Airmen assist in Air Force-wide missile modification

Airmen assist in Air Force-wide missile modification

RAMSTEIN AIR BASE, Germany: Members of the 86th Munitions Squadron here recently assisted a joint air to surface standoff missile team in a weeklong project of modifying several missiles as part of an Air Force-wide initiative.
Officials from Lockheed Martin Corporation, the developer of the missiles, dispatched a team to work the issue here Jan. 31 to Feb 4.
"Our team deals with retrofits, periodic maintenance inspections and making sure the AGM-158 (air-to-ground missile) is up to speed," said Jerry Stroud, a Lockheed Martin Corp. assistant test engineer from Orlando, Fla.
Once the team members complete their modifications, Airmen from the 86th MUNS have the important task of testing and safely securing the munitions.
"After the Lockheed Martin contractors finished doing the retrofit, my crew and I performed an initiated built-in test to ensure the missiles are in perfect condition," said Senior Airman Troy Kiel, an 86th MUNS crew chief.
Airman Kiel said he enjoyed this opportunity to work with other experts in their trade.
"It's really a great learning experience to work with the Lockheed Martin personnel and also to learn more about the missile," Airman Kiel said.
With the workload of this mission, it takes an effort from several Airmen.
"On our side, we have a lot of different groups working to make sure this gets done efficiently," said Master Sgt. Daniel Clark, the 86th MUNS conventional maintenance NCO in charge.
The unit was responsible for safely retrieving, transporting and securing the missiles after the process was complete.
The task may sound simple, but it is quite labor intensive and must be done correctly.
After the repair of each missile and the return to storage, the missiles will be ready for use, said Staff Sgt. Nicholas Dillenbeck, an 86th MUNS conventional maintenance supervisor.
Having the missiles available creates a better opportunity for the Air Force's mission to be completed successfully.
"It's important to make the adjustment to these missiles because we're improving reliability and reducing the risk to aircrew and aircraft involved," said Jared Grace, JASSM program office engineer from Eglin Air Force Base, Fla. "Essentially, better safety allows for mission success."

Obama Kirim Rancangan Anggaran ke Kongres, Potong Anggaran Pertahanan Dalam rancangan itu, Obama mengusulkan pengurangan defisit sebesar 1,1 triliun dolar dalam waktu 10 tahun ke depan.

Foto: AP
Presiden Barack Obama saat menjelaskan mengenai rancangan anggaran federal, didampingi Direktur Kantor Anggaran AS, Jacob Lew, Senin (14/2).
Presiden Obama mengatakan anggaran federal 2012 yang diusulkannya mencerminkan kebutuhan untuk menanggapi defisit anggaran federal, tetapi pihak Republik mengatakan usulan Obama belum memenuhi kebutuhan tersebut.
Obama mengirimkan rencana anggarannya ke Kongres hari Senin, yang mengusulkan pengurangan defisit sebesar 1,1 triliun dolar dalam waktu 10 tahun ke depan.
Pemimpin mayoritas Republik di DPR, John Boehner, mengecam usulan itu, katanya anggaran ini meneruskan kebiasaan “mabok belanja” dan akan menyebabkan semakin banyak ketidak pastian ekonomi serta menghilangkan lapangan pekerjaan. Ia mengatakan pihak Republik yang mayoritas di DPR akan memotong puluhan miliar dolar dari belanja dalam tujuh bulan berikut.
Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengadakan pertemuan dengan pemimpin Republik di DPR John Boehner pada Senin. Kelompok mereka menginginkan potongan drastis untuk program dan badan-badan tertentu termasuk Departemen Luar Negeri. Clinton mengatakan kepada para reporter di Gedung Kongres bahwa pemotongan anggaran yang diusulkan pihak Republik akan membahayakan keamanan nasional Amerika.
Obama mengatakan di sebuah sekolah di Maryland, bahwa anggarannya sebesar 3,7 miliar dolar untuk tahun fiskal 2012 sesuai dengan janji kampanyenya untuk mengurangi defisit anggaran Amerika sebesar 50 persen pada akhir masa jabatannya yang sekarang.
Dalam usulan anggarannya itu, Presiden Obama mengajukan anggaran bernilai 671 miliar dolar untuk pertahanan pada tahun 2012, yang berarti memotong anggaran militer terbesar di dunia sebanyak 5 persen.
AP
Menhan AS Robert Gates menyerukan pemotongan belanja pertahanan besar-besaran.
Anggaran ini termasuk pemotongan belanja pertahanan sebesar 78 miliar dolar selama lima tahun berikutnya, sebagaimana diserukan oleh Menteri Pertahanan Robert Gates bulan lalu.
Mayoritas dari anggaran pertahanan 2012 akan diperuntukkan membayar gaji dan tunjangan anggota militer, operasi global dan dana untuk membeli peralatan teknologi tinggi yang mahal.
Obama mengusulkan sekitar 118 miliar dolar untuk perang di Irak dan Afghanistan – sebuah pengurangan dari 160 miliar dolar untuk 2011.
Diluar perang Irak dan Afghanistan, usulan Obama sebenarnya menunjukkan adanya peningkatan sebesar 22 miliar dolar dalam anggaran Pentagon dibandingkan anggaran 2010.
Pejabat mengatakan anggaran pertahanan ini mencerminkan komitmen Gates untuk membuat Departemen Pertahanan lebih efisien, dan termasuk pembatalan atau pengurangan beberapa program yang dianggapnya merupakan pemborosan atau harganya terlalu tinggi.

VOA

Bahrain Bela Tindakan Keras terhadap Demonstran Anti Pemerintah Menlu Bahrain Sheikh

Khalid bin Ahmed Khalifa mengatakan protes itu merupakan pemberontakan terhadap pemerintah dan bangsa.
Foto: AFP
Tank-tank militer Bahrain siap siaga di dekat Lapangan Mutiara di Manama, Kamis (17/2).

Menteri Luar Negeri Bahrain telah membela tindakan keras pasukan keamanan terhadap para demonstran anti-pemerintah yang tadinya berkemah di lapangan utama di ibukota.

Dalam jumpa pers hari Kamis, Sheikh Khalid bin Ahmed Khalifa mengatakan protes di Lapangan Mutiara Manama itu merupakan pemberontakan menentang pemerintah dan bangsa. Dia menambahkan bahwa pasukan keamanan meminta para demonstran bubar sebelum mereka bergerak masuk ke lapangan itu dalam serangan sebelum fajar hari Kamis.

Menurut berbagai laporan media Barat, menteri kesehatan negara itu mengatakan tiga orang tewas dan 231 terluka dalam operasi polisi untuk membersihkan lapangan itu. Laporan-laporan menyatakan banyak demonstran hilang.

Dalam jumpa pers hari Kamis, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan laporan dari Bahrain itu "sangat merisaukan." Dia mengatakan kekerasan seharusnya tidak digunakan terhadap demonstran damai.

Sementara itu, para pejabat Amerika mengatakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menelepon menteri luar negeri Bahrain dan menyatakan "keprihatinan mendalam" atas penumpasan keras itu. Pentagon juga mengatakan Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates hari Kamis menelepon Putra Mahkota Bahrain Sheikh Salman bin Hamad al-Khalifa guna membahas situasi keamanan negara itu.

Awal pekan ini, para demonstran yang menuntut perubahan politik menyeluruh telah berkemah di Lapangan Mutiara. Ketika memasuki lapangan itu sebelum dinihari Kamis, pasukan keamanan menembakkan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet terhadap para demonstran yang umumnya Muslim Syiah.

VOA

AS dan Korsel Umumkan Latihan Perang Bersama

Latihan tahunan bernama sandi Key Resolve dan Foal Eagle itu akan dimulai pada tanggal 28 Februari dan berlangsung hingga bulan April.
Kapal AL Korea Selatan ikut partisipasi dalam latihan perang dengan Amerika. (foto: dok)
Foto: AP
Kapal AL Korea Selatan ikut berpartisipasi dalam latihan perang dengan Amerika. (foto: dok)

Amerika dan Korea Selatan mengatakan akan memulai babak baru latihan militer bulan ini.
Para pejabat mengatakan, Selasa, latihan tahunan bernama sandi Key Resolve dan Foal Eagle itu akan dimulai pada tanggal 28 Februari dan berlangsung hingga bulan April. Menurut laporan, Korea Utara telah diberitahu mengenai rencana ini.
Jenderal Walter Sharp yang memimpin pasukan gabungan Amerika Korea Selatan mengatakan 12.800 tentara Amerika dan sekitar 200 ribu tentara Korea Selatan akan berlatih menanggapi “sejumlah skenario realistis setelah mengalahkan serangan konvensional.”
Media Korea Selatan melaporkan satu skenario melibatkan resiko ketidakstabilan di Korea Utara jika pemimpin negara itu Kim Jong-il meninggal dan anaknya, Kim Jong-un, tidak dapat memegang kontrol.

VOA

Russia to deploy modern missile defense systems on disputed Kuril Islands



Moscow will deploy reinforcements to include short- and long-range air defense missile systems including the latest S-400 Triumf system to the southern Kuril Islands to protect Russia's sovereignty in the Far East, a high-ranking official in the General Staff of the armed forces said on Tuesday.
Military support with modern weaponry is a must for the security of the islands, Russian President Dmitry Medvedev said in a meeting last week with Defense Minister Anatoly Serdyukov and Regional Development Minister Viktor Basagrin.
Four sparsely populated islands (Iturup, Kunashir, Shikotan, and Habomai) in the Kuril chain between Japan's northern island of Hokkaido and Russia's Far Eastern Kamchatka Peninsula were annexed by the Soviet Union at the end of World War II but are still claimed by Japan.
The dispute over the islands, called the Northern Territories in Japan, has prevented Russia and Japan from signing a formal peace treaty.
The General Staff official said S-400 missile defense systems could be deployed to the islands to protect them from possible attacks.
Prior to Medvedev's visit to one of the disputed islands in November, Japan voiced its concerns saying the arrival of the Russian leader could complicate bilateral relations, but Russia's Foreign Ministry rejected Tokyo's attempts to change Medvedev's plans saying he "defines the routes of trips across his country on his own."
The visit was the first trip by a head of state of Russia or the former Soviet Union to the South Kuril Islands.
Soon after landing on Kunashir Island, Medevedev uploaded on his Twitter account a photograph of Kunashir's landscape made by him with the note: "There are so many picturesque places in Russia. Kunashir."
Speaking during a rally in Tokyo on February 8, Japanese Prime Minister Naoto Kan called Medvedev's visit to the islands last November an "inexcusable rudeness," sparking an angry response from Moscow.
MOSCOW, February 15 (RIA Novosti)

RIA Novosti

Russia to start building new S-500 air defense missiles by 2014

New S-400 air defense missiles will be deployed just outside Moscow next month
11:55 17/02/2011
Russia will start serial production of its next-generation S-500 missile system in 2014, an aerospace defense chief said on Thursday.
The S-500 air defense system will be able to track and destroy ballistic missiles with ranges of up to 3,500 kilometers.
"[The S-500] is currently in development. By 2014, it should enter into serial production," aerospace defense strategic commander Lt. Gen. Valery Ivanov said.
"This system will be able to defend territories at heights of up to 50 kilometers," he added.
Russia's aerospace defense troops currently use S-300 and S-400 systems.
New S-400 air defense missiles will be deployed at Dmitrov just outside Moscow in March, Ivanov said.

KAPUSTIN YAR, February 17 (RIA Novosti)

RIA Novosti

Kodam I/BB Perketat Pengamanan Pulau Terluar


(Foto: Kodam I/BB)

18 Februari 2011, Medan -- (SINDO): Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan (BB) memperketat penjagaan pulau-pulau terluar di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar),Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) dari ancaman negara tetangga dengan menambah pasukan. Menurut Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/BB Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Leo Siegers, di wilayah Kodam I/BB ada sebanyak 25 pulau yang letaknya berbatasan langsung dengan negara tetangga, yakni Singapura, Malaysia dan Thailand.

”Jumlah pulau terluar kita ada 25. Sebanyak 19 pulau tak berpenghuni. Pulau yang signifikan diduduki untuk sementara ada tiga pulau,” katanya kepada wartawan di Markas Kodam I/BB di Medan, kemarin. Ketiga pulau terluar tersebut adalah Pulau Berhala,di Kabuaten Serdangbedagai, Pulau Nipah di Batam dan Pulau Sekatung di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Letak ketiga pulau itu sangat strategis dan keberadaannya sangat penting bagi Indonesia.

Pulau Berhala dan Pulau Nipah dijaga prajurit dari Korps Marinir, sedangkan Pulau Sekatung dijaga prajurit Batalyon Infantri (Yonif) 134/Tuah Sakti.”Di Pulau Sekatung juga dibangun patung setinggi 14 meter sebagai tanda. Untuk membangunnya dibutuhkan anggaran sebesar Rp1,3 miliar,”bebernya. Pangdam menambahkan, meningkatkan pengamanan pulau terluar di wilayah Kodam I/BB dari ancaman negara tetangga.

Kalau selama ini pasukan yang ditugaskan dari Marinir,maka pada tahun ini ditambah dari TNI Angkatan Darat (AD). Di Pulau Nipah misalnya, sebelumnya prajurit yang ditugaskan hanya satu kompi dari Marinir, sekarang ditambah menjadi dua pleton Marinir dan satu pleton Prajurit Kodam I/BB. Begitu juga di Pulau Berhala, sebelumnya satu pleton Marinir, menjadi dua pleton Marinir dan satu pleton prajurit Kodam I/BB.

Sementara Pulau Sekatung, sebelumnya satu pleton prajurit Yonif 134/Tua Sakti, nanti dirubah menjadi dua pleton prajurit 134/Tua Sakti dan satu pleton Marinir,” sebutnya. Penggabungan dua angkatan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengakrabkan para prajurit. Ke depannya juga tidak tertutup kemungkinan prajurit dari Angkatan Udara (AU) dan Polri ikut menjaga pulau terluar. ”Pak Kapolda (Sumut) juga pernah minta.Tapi saya katakan, polisi bisa masuk kalau sudah ada warga yang ngurus SIM (surat izin mengemudi),” ucap Leo bercanda.

Semua angkatan dan Polri punya komitmen bersama menjaga pulau-pulau terluar di wilayah Sumatera. Keakraban antara prajurit dan anggota Polri harus terus dijaga dan ditingkatkan.Tidak heran,meski menjabat Pangdam, dia sering bertandang ke Kantor Polda Sumut, bahkan kantor polres. ”Saya bisa masuk ke polres,Pak Kapolda (Irjen Pol Oegroseno) juga bisa masuk ke batalyon.

Kita biasa akrab.Kenapa tidak ?,”beber Pangdam. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD se-jajaran Kodam I/BB juga disinggung adanya penambahan kekuatan kewilayahan di Kodam I/BB, yakni pada validasi Yon Armed 2 menjadi Yon Armed Roket 2 di Delitua,Deliserdang dan validasi Yon Arhanudse 13 menjadi Yon Arhanud Rudal 13 di Pekanbaru, Riau.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Sumut Riadil Akhir Lubis sependapat dengan kebijakan Panglima TNI yang menambah pasukan menjaga pulau terluar, seperti Pulau Berhala, di Kecamatan Beringin, Serdangbedagai. Pulau Berhala tersebut kini ditetapkan pemerintah pusat sebagai kawasan strategis nasional.

Karenanya dalam rencana pembangunan Sumut ke depan, Pemprov Sumut tetap mengakomodasi Pulau Berhala. Selain Pulau Berhala, kawasan yang masuk dalam kawasan strategis nasional di Sumut, yakni Danau Toba, dan Medan-Binjai, Deliserdang- Karo (Mebidangro). ”Dalam merencanakan anggaran, kita juga masukan anggaran untuk pembangunan kawasan Pulau Berhala,” paparnya.

Sumber: SINDO

Siswa SMP di Bandung Ciptakan Anti-Virus Ampuh

Siswa kelas dua SMP 48 di Bandung, Arrival Dwi Sentosa, berhasil menciptakan salah satu program anti-virus terbaik di Indonesia. Lebih dari sejuta orang di dalam dan luar negeri telah mengunduh program anti-virus karangannya, Artav.
VOA
Foto: VOA
Arrival Dwi Santosa (duduk, kedua dari kanan) berbincang-bincang dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa (duduk, pertama dari kiri).
Bermula dari kekesalan karena virus kerap menyerang komputernya, Arrival Dwi Sentosa, berinisiatif menciptakan program anti-virus sejak awal 2009 lalu. Anti-virus tersebut ia buat dengan belajar secara otodidak dari berbagai sumber buku untuk pemula. Arrival yang sama sekali tidak memiliki latar belakang khusus di bidang teknologi informatika ini kemudian menamakan anti-virus ciptaannya dengan nama unik, "Nyit-Nyit." Tapi, seiring dengan banyaknya pengunduh yang berasal dari dalam dan luar negeri. Arrival kemudian mengganti nama antivirus ciptaannya dengan nama Artav, singkatan dari Arrival dan Taufik. Taufik adalah nama sang kakak yang turut membantu dalam hal desain anti-virus tersebut.
“(Programnya) saya buat dalam waktu sekitar satu tahun. Jadi, saya pribadi dulu (yang pakai) waktu itu, lalu saya kasih ke teman. Teman saya bilang bagus, lalu saya publikasikan ke internet”.
Hingga kini, sudah lebih dari 1,3 juta orang dari dalam dan luar negeri mengunduh anti-virus Artav. Beberapa negara yang sudah mengunduh anti-virus ini di antaranya Malaysia, India, Perancis, Jerman dan AS. Anti-virus lokal terbaik ketiga di Indonesia ini mampu melumpuhkan sekitar 1.031 jenis virus lokal dan internasional yang sering menyerang komputer.
Berkat prestasinya ini, Arrival diundang oleh civitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyampaikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa, dosen dan pakar telematika Indonesia. Anti-virus Artav ciptaan Arrival diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia oleh para pakar telematika yang hadir dalam kuliah umum ini. Pakar telematika Indonesia yang juga anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo, menyebut pola pikir Arrival sudah melebihi anak-anak seusianya. Arrval tidak hanya sekadar menjadi pengguna, tapi juga berpikir untuk menciptakan sesuatu.
“Kalau lihat alasan dia membuat antivirus (adalah) gara-gara dulu pernah terkena virus. Biasanya kalau kena virus kita bikin virus lagi buat mengalahkan. Tetapi ini tidak, Arrival justru membuat anti-nya," puji Roy Suryo

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, yang juga Ketua Ikatan Alumni ITB, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi inovator cilik ini. Menurut Hatta, pemerintah harus mendorong, memotivasi dan mengembangkan kreativitas anak-anak Indonesia yang berpotensi turut berperan dalam industri kreatif di masa depan.
Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan membantu proses hak paten anti-virus Artav ke Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Selain itu, ITB juga akan menganugerahkan beasiswa bagi Arrival untuk kuliah di ITB kelak.

VOA

Iran akan Kirim Dua Kapal Perang Lewati Terusan Suez


Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengecam rencana Iran itu dan menyebutnya sebagai 'provokasi.'
Foto: Reuters
Sebuah kapal perang Iran melakukan latihan perang di Teluk Persia (foto: dok.).

Media pemerintah Iran mengatakan Iran akan mengirim dua kapal perangnya melalui Terusan Suez.
Stasiun televisi Iran – Press TV – hari Kamis mengutip seorang pejabat angkatan laut Iran yang namanya tidak disebut mengatakan pihak berwenang Mesir menganggap “tidak ada masalah” dengan  lewatnya kapal-kapal itu.
Associated Press mengutip seorang jurubicara Kementerian Luar Negeri Mesir yang mengatakan pihak berwenang Mesir telah menerima permohonan izin supaya kedua kapal diizinkan lewat di Terusan Suez. Kantor berita itu juga mengutip seorang pejabat Terusan Suez yang mengatakan Kementerian Pertahanan akan memroses permohonan itu.
Sebelumnya, seorang pejabat lain hari Kamis mengatakan permohonan izin lewat bagi kedua kapal – satu fregat dan satu kapal pasokan – telah ditarik kembali.
Hari Kamis, televisi Iran menyangkal laporan itu tapi tidak merinci kapan pelayaran itu akan berlangsung.
Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman hari Rabu mengatakan bahwa Iran bersiap-siap mengirim dua kapal perang melalui Terusan Suez untuk pertama kali dalam bertahun-tahun, dan menyebutnya sebagai “provokasi.”

sumber : VOA

Menhan: TNI Siap Bantu Cegah Kekerasan


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (FOTO ANTARA/Tommy Pratama )
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa TNI siap membantu upaya pencegahan tindakan kekerasan, terutama yang bernuansa SARA, yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.

"Kita akan lakukan dalam rangka operasi teritorial. Kalau dulu jika terjadi, polisi yang masuk tetapi sekarang polisi dan tentara bisa masuk. Namun, tentara tidak berada di depan," kata Purnomo kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, jika kepolisian tidak bisa menangani kasus kekerasan yang terjadi, maka militer akan masuk dalam rangka komando teritorial.

"Penanganan yang dilakukan TNI bukan berarti TNI melangkahi polisi. Memang polisi mempunyai kewenangan di depan mencegah, tetapi kita tidak terus-menerus di barak. Kalau ada sesuatu siap turun," paparnya.

Ia menambahkan, meski komando teritorial nantinya akan turun, namun TNI akan tetap melakukan koordinasi dengan Polisi.

"Contoh paling bagus itu di Temanggung. Kita masuk, tetapi polisi tetap di depan," ujarnya.

Purnomo menegaskan, tindakan inkonstitusional terhadap negara akan ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Negara akan bertindak sesuai konstitusi dan aturan yang berlaku terhadap berbagai upaya inkonstitusional terhadap pemerintah yang sah," katanya.

Purnomo mengatakan,"Kita tidak boleh membuka ruang bagi siapa pun guna melakukan provokasi kepada masyarakat untuk berbuat kekerasan yang merusak tatanan demokrasi,".

Bahkan, menurut dia, TNI akan dilibatkan jika beragam provokasi yang mengarah pada aksi melawan pemerintahan yang sah, mengancam kedaulatan dan keselamatan NKRI.

"TNI akan dilibatkan sesuai aturan perundangan berlaku, jika provokasi mengarah pada aksi yang mengancam kedaulatan dan keselamatan NKRI," kata Purnomo menegaskan.

Terkait itu, Kementerian Pertahanan akan menambah anggaran untuk meningkatkan efektivitas kegiatan Komando Teretorial. Kemhan akan memberikan prioritas.

"Perhatian dukungan anggaran terhadap peningkatan kegiatan pembinaan teretorial TNI termasuk sarana pendukung bertujuan lebih memberdayakan TNI dalam tugas operasi militer selain perang termasuk membantu Polri," kata Menhan.



Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

ANTARA

Heli Bell-412 TNI AL Mendarat Darurat di Situbondo




SITUBONDO - Sebuah helikopter dengan nomor lambung NBell-412 milik Skuadron 400 TNI-AL mendarat darurat di lapangan SMA Negeri 1 Suboh, Kabupaten Situbondo, Kamis (17/2). Helikopter tersebut terbang dari Kabupaten Banyuwangi hendak menuju ke Bandara Juanda Surabaya, namun berputar-putar rendah di lapangan SMA Negeri 1 Suboh dan melakukan pendaratan darurat karena diduga mengalami kerusakan mesin.

Seorang saksi mata, Imam Syafii, mengatakan helikopter yang terbang rendah di kawasan sekolah membuat siswa dan masyarakat setempat terkejut. "Banyak siswa dan warga yang keluar rumah untuk melihat helikopter yang mendarat di lapangan SMA Suboh. Kami khawatir helikopter itu jatuh menimpa rumah warga," tuturnya.

Menurut dia, helikopter tersebut berputar-putar rendah di lapangan SMA Suboh, kemudian mendarat secara darurat di sana. "Kegiatan belajar di SMA Negeri 1 Suboh sempat terhenti karena banyak siswa yang berhamburan keluar ruangan kelas untuk melihat pendaratan helikopter milik TNI-AL itu," paparnya.

Helikopter Skuadron 400 TNI AL dengan pilot Kapten Novan dan co-pilot Lettu Akbar tidak bisa berbuat banyak dan menunggu teknisi yang didatangkan dari Surabaya. Beberapa kali mereka mencoba menghidupkan mesin helikopter, namun tidak bisa.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait dengan pendaratan darurat itu, pilot dan co-pilot enggan memberikan komentar apapun terkait dengan kerusakan mesin yang menyebabkan helikopter tersebut mendarat darurat. Hingga kini, belum diperoleh keterangan resmi dari TNI-AL tentang kemungkinan adanya kerusakan mesin pesawat, sehingga pilot melakukan pendaratan darurat.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Pangarmatim : Cari, Kapal Laju Sejahtera

SAR : KRI SSA-878 inilah satu Kapal Perang RI dari Satuan Kapal Patroli Koarmatim
yang sedang melaksanakan Tugas Ops Kamlatim dan mendukung SAR
Kapal Laju Sejahtera yang mengalami mati mesin di Laut Maluku.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto, memerintahkan seluruh unsur yang tergabung dalam Operasi Keamanan Laut Wilayah Timur (Ops Kamlatim) untuk melaksanakan Search And Rescue (SAR), Bantuan dan Pertolongan  terhadap kapal Laju Sejahtera yang mengalami musibah laut mati mesin pada posisi 00 11 00 U- 126 02 52 T atau di sekitar Laut Maluku.  Selasa (15/2).

Kapal Laju Sejahtera merupakan kapal tangker dengan  panjang 103,4 meter dan  lebar 14,4 m, dinakhodai oleh Sarbini  memiliki ciri-ciri warna lambung merah dan anjungan bagian belakang berwarna putih, dengan Kepala Kamar Mesin (KKM) Riza Purnama.
Kapal  milik PT Ardila Insan Sejahtera itu hendak berlayar dari Bitung, Sulawesi Tengah menuju Manokwari dengan memuat 20 orang, berangkat dari pelabuhan Bitung tanggal 13 Februari jam 10.00 Wita dan diperkirakan tiba di Manokwari tanggal 16 Februari  jam 10.10 Wit
Dalam Basegramnya Pangarmatim yang tertanggal 15 Februari 2011 itu, juga menunjuk Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sutedi Sena Putra (SSA) degan nomor lambung -878 dari Satun Kapal Patroli Koarmatim untuk turut membantu pelaksanaan pencarian, memberi bantuan dan pertolongan terhadap kapal yang sedang mengalami musibah laut itu. KRI SSA-878 saat ini sedang melaksanakan tugas Operasi Keamanan Laut Wilayah Timur . (Dispenarmatim) 

KOARMATIM

KOMANDAN GUSPURLATIM PIMPIN UPACRA BENDERA

Upacara : Komandan Guspurlatim Kolonel Laut (P) Sulaeman Banjar Nahor,SE.
Saat memimpin Upacara Bendera tanggal 17 Februari 2011
di dermaga Madura, Koarmatim, Ujung, Surabaya. Kamis (17/2).

Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Danguspurlatim) Kolonel Laut (P) Sulaeman Banjar Nahor, SE. memimpin Upacara bendera tanggal 17 Februari di dermaga, Koarmatim, Ujung, Surabaya. Kamis (17/02). Upacara yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini diikuti oleh seluruh personel militer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas dilingkungan Koarmatim.
Kasal Laksamana TNI Soeparno dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur  Upacara (Irup) anatara lain mengatakan, untuk persoalan batas wilayah antar negara, menghadapi potensi konflik tersebut, jajaran TNI AL perlu terus meningkatkan intensitas kehadiran unsur-unsur satuan operasional diwilayah perbatasan. Oleh Karena itu, untuk Pangkalan TNI AL terutama yang berada di sekitar wilayah perbatasan agar senantisa menjamin ketersediaan dukungan bagi unsur atau satuan yang beroperasi di wilayah perbatasan.
Pada tahun 2011 Indonesia menerima tanggung jawab sebagai ketua ASEAN, sesuai dengan agenda yang telah di tetapkan yaitu terbentuknya masyarakat ASEAN yang berlandaskan Tiga pilar utama yaitu politik dan keamanan, ekonomi dan sosial budaya, dimana salah satu agenda penting yang harus diwujudkan dalam tahun 2015 adalah terbentuknya Asean Maritime Forum (AMF).
Lebih lanjut, Kasal berharap kepada seluruh jajaran TNI AL agar dapat memberikan kontribusi positif dengan mengembangkan pemikiran-pemikiran yang ino vatif dan kreatif serta menjadi Leading Sector dalam mempercepat terealisasikan AMF.
Dalam pada itu, Kasal menegaskan sebagai tindak lanjut dari program pembangunan TNI AL sesuai MEF dalam tahun 2011, beberapa alutsista baru akan bergabung dalam jajaran TNI AL. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu disiapkan prajurit-prajurit yang memiliki tingkat profesionalisme yang sesuai untuk mengawaki alutsista tersebut, menyiapkan menejemen perawatan dan pemeliharaan yang dapat mempertahankan kesiapan alutsista, menyiapkan dukungan logistik pangkalan serta pola pengoperasian Alat Utama (Alut) yang efisien dengan tetap memperhatikan Zero Accident.
Dalam kesempatan itu pula Kasal menekankan  keseluruh jajaran TNI AL agar dalam pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI, berupa pengalokasian anggaran pertahanan, maka didalam pelaksanaanya agar mampu mewujudkan tingkat akuntabilitas yang tinggi. Oleh karena itu pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden RI Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah. Dengan  dikeluarkannya Perpres tersebut diharapkan pengadaan barang atau jasa pemerintah menjadi lebih efektif, efisien, transparan serta akuntabel.
Demikian pula dengan penetapan Perpres tersebut diharapkan akan menjadi standart regulasi, dibidang pengadaan barang dan jasa diseluruh lembaga Pemerintah. Tegas Kasal.

Hibah F-16 Bertentangan Dengan Kebijakan SBY


Headline
Foto: Istimewa
Oleh: MA Hailuki
Kamis, 17 Februari 2011 | 07:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Komisi I DPR meminta Kementerian Pertahanan membatalkan rencana menerima hibah dua skuadron pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat.

Daripada menerima hibah tersebut, Kementerian Pertahanan disarankan untuk mempercepat proyek pembuatan pesawat tempur nasional KF-X bekerja sama dengan Republic of Korea Air Force (ROKAF).

"Sebaiknya di-cancel-lah, karena kita beli, bukan produksi atau join production dengan Amerika. Sedangkan, ‎yang dengan Korsel kita sudah sepakati join production dan join investation," ujar anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan kepada INILAH.COM, Rabu (16/2/2011).

Wasekjen DPP Partai Demokrat ini menjelaskan, berdasarkan kebijakan revitalisasi industri pertahanan yang dicanangkan Presiden SBY, pengembangan pesawat tempur nasional harus menjadi skala prioritas.

"Maka sebaiknya persetujuan tersebut di-cancel karena bertentangan dengan kebijakan politik pertahanan negara. Yang lalu dicanangkan presiden soal kebijakan revitalisasi industri pertahanan," tegasnya.

Seperti diberitakan, Indonesia dengan Korea Selatan memiliki proyek ambisius pembuatan pesawat tempur KF-X yang rencananya akan dirilis pada 2020.

Proyek ini membutuhkan biaya sekitar 8 miliar USD, dari total biaya yang diperlukan, Indonesia menanggung sebesar 20 persen. Kemudian Indonesia akan memperoleh sebanyak 50 jet tempur KF-X.

Kemampuan tempur KF-X dirancang lebih baik daripada pesawat tempur F-16. Jem tempur KF-X diproyeksikan memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen dari F-16.

Pesawat KF-F dirancang lebih panjang daripada F-16. Rentang sayapnya pun lebih lebar daripada F-16. Begitu pula kemampuan menampung bahan bakar KF-X lebih banyak daripada F-16. [mah]

INILAH.COM

Demokrat: Hibah F-16 Bikin RI Makin Tergantung AS


Headline
foto: istimewa
Oleh: MA Hailuki
Rabu, 16 Februari 2011 | 13:39 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Hibah dua skuadron pesawat tempur F-16 yang diterima Kementerian Pertahanan akan membuat Indonesia semakin tergantung kepada Amerika Serikat.

Anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan mengatakan, suku cadang pesawat F-16 tak bisa didapat dari negara lain selain Amerika Serikat. Hal ini akan menyebabkan pertahanan udara Indonesia dikendalikan negeri Paman Sam.

"Dependensi politik militer-pertahanan RI akan semakin kuat bila RI menerima hibah pesawat F16 AS tersebut. Dependensi kebijakan pertahanan RI atas AS tentu saja merugikan Indonesia mengingat negeri Paman Sam tersebut pernah memberlakukan embargo militer atas Indonesia. Dampak militernya cukup parah," ujarnya kepada INILAH.COM, Rabu (16/2/2011).

Lebih lanjut, Ramadhan menyatakan kebijakan menerima hibah F-16 tersebut akan merugikan industri pertahanan dalam negeri. Sebab anggaran perawatan Alusista akan terkuras untuk membeli suku cadang dan persenjataan dari Amerika bukan dari dalam negeri.

"Akuisisi F-16 dari AS secara besar-besaran bertentangan dengan kebijakan revitalisasi industri pertahanan," tegas Ramadhan.

Seperti diberitakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerima tawaran hibah dua skuadron pesawat tempur F-16A/B Fighting Falcon dari Amerika Serikat (AS).

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengemukakan, proses persetujuan sudah disampaikan Kementerian Pertahanan dan kini menunggu konfirmasi dari pihak AS.

"Prosesnya sedang berjalan, sudah ditindaklanjuti juga oleh Kementerian Pertahanan dan saat ini kita menunggu konfirmasi lebih lanjut dari AS tentang persetujuan RI atas hibah tersebut,"ujarnya.

Agus menuturkan, pertimbangan TNI menerima hibah dua skuadron F-16A/B Fighting Falcon itu dikarenakan lebih efektif dan efisien jika membeli enam pesawat sejenis yang baru. [mah]


INILAH.COM

Wednesday, February 16, 2011

Indonesia Mampu Membuat Suku Cadang F-16


INILAH.COM, Jakarta - Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mengatakan Indonesia sangat diuntungkan dengan adanya hibah dua skuadron pesawat tempur F-16 dari pemerintah AS.Kendati demikian, pemerintah tetap harus terus mendorong proyek pengembangan pesawat tempur buatan nasional KF-X dengan Korea Selatan.

"Karena yang bekas ini kan sudah dimuktahirkan pesawatnya. Jadi, kalau kita mau kembangkan KF-X itu memang sudah ongkos kita. Tapi, pesawat ini (F-16) kan sudah dimuktahirkan, saya kira tidak ada masalah itu. Indonesia sudah punya pengalaman dengan pesawat F-16," kata Dudi Sudibyo saat dihubungi INILAH.COM.

Menurut Dudi, untuk proyek pengembangan pesawat tempur dengan Korea Selatan, hal tersebut belum bisa dikatakan untung atau ruginya. "Kalau KF-X yang kita kerja sama dengan Korea itu kan kita harus keluarkan dana untuk mendapatkan 50 pesawat, tapi 50 pesawat itu jangan cuma lihat 50 saja, nanti anggaran bisa membengkak. padahal ini pasarnya belum jelas. Dan di sini Korea pintar juga tanpa keluarkan uang banyak, Korea sudah dapat klien," katanya.

Sementara untuk F-16, untuk saat ini bisa dikatakan Indonesia sangat beruntung. Karena menurutnya berdasarkan pengakuan dari produsen F-16, Indonesia sudah mampu membuat F-16 sendiri.
"Karena waktu indonesia bikin offset diakui oleh Amerika merupakan yang terbaik dari yang lainnya. Artinya secara kemampuan dan teknologi kita sudah bisa buat dan menguasai," jelasnya. [mah]


INILAH.COM

Apa Kabar Proyek Pesawat Tempur Nasional KF-X?


INILAH.COM, Jakarta - Desakan agar Indonesia segera memproduksi sendiri pesawat tempur kembali bergema setelah Kementerian Pertahanan memutuskan menerima hibah dua skuadron pesawat tempur F-16.

Impian tersebut adalah sebuah keniscayaan, sebab Indonesia dengan Korea Selatan memiliki proyek ambisius pembuatan pesawat tempur KF-X yang rencananya akan dirilis pada 2020. Namun sayangnya, sejak diumumkan tahun lalu, perkembangan proyek tak terdengar lagi.

Rencananya KF-X akan disokong mesin kembar setara dengan kelas General Electric F414 atau SNECMA M88 yang digunakan pada F/A- 18E/F Boeing dan Dassault Rafale. SNECMA menggambarkan M88 sebagai landasan dari keluarga mesin generasi baru.

Mitra yang akan dirangkul untuk pengembangan mesin adalah Lockheed Martin yang sebelumnya terlibat dalam desain dan pengembangan pelatih Korea Aerospace T-50 jet supersonik. Proyek KF-X juga akan merangkul sejumlah perusahaan asing. Perusahaan-perusahaan asing akan membayar hingga 30 persen dari total biaya program ini.

Proyek ini membutuhkan biaya sekitar 8 miliar USD, dari total biaya yang diperlukan, Indonesia menanggung sebesar 20 persen. Kemudian Indonesia akan memperoleh sebanyak 50 jet tempur KF-X pada 2020.

Kemampuan tempur KF-X dirancang lebih baik daripada pesawat tempur F-16. Jet tempur KF-X diproyeksikan memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen dari F-16.

Badan pesawat KF-X dirancang lebih panjang daripada F-16. Rentang sayapnya pun lebih lebar daripada F-16. Begitu pula kemampuan menampung bahan bakar KF-X lebih banyak daripada F-16.

Pesawat tempur KFX ini dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti harus mempunyai 6 kemampuan tempur.

Pertama, mampu melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability). Kedua, mbisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.

Kemudian, menggunakan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.

Selanjutnya, memiliki kemampuan untuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama. Lalu memiliki radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range

Dan terakhir mempunyai kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth.

Jika proyek ini dapat dikebut maka kebanggan Indonesia terhadap kemampuan produksi strategis makin meninggi. Industri pertahanan Indonesia akan disejajarkan dengan negara produsen-produsen pesawat tempur lainnya.

INILAH.COM

RI-Korsel Produksi Bersama Dua Buah Kapal Selam Dan Tank


Indonesia dan korsel akan lebih aktif memperkuat kerjasama dibidang pertahanan dengan cara memajukan kerjasama bilateral dalam industri pertahanan yang akan mengikat dimasa yang akan datang.

Kerjasama Billateral dibidang pertahanan merupakan kerjasama jangka panjang.  Komite Kerjasama Pertahanan Indonesia  pada bulan september menandatangani nota Kesepakataan  Kesepahaman bersama  (MOU) dalam bidang pertahanan . Kesepakatan Komite Kerjasma Pertahanan yaitu kerjasma bilateral untuk memproduksi dua kapal selam dan tank, dan diharapkan Indonesia akan membeli pesawat latih (T50 Golden Eagle) dari Korsel.

Sumber: Hankooki
MIK

Kasad: Akmil Harus Tingkatkan Sistem Pendidikan Terprogram



Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menegaskan, akademi militer (Akmil) harus meningkatkan penyelenggaraan sistem pendidikan yang terarah dan terprogram.

Hal tersebut disampaikan Kasad Jenderal TNI George Toisutta dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo pada serah terima jabatan Gubernur Akademi Militer (Akmil) dari Mayjen TNI Suharsono kepada penggantinya, Brigjen TNI Bachtiar, di lapangan Upacara Akmil Magelang, Rabu.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Rabu, Kasad juga mengatakan perlunya kerjasama dengan lembaga pendidikan, baik di lingkungan TNI maupun di luar TNI, guna mendukung terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif dan tepat sasaran.

Menurut dia, Akmil merupakan salah satu Badan Pelaksana Pusat tingkat Mabesad, yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira TNI Angkatan Darat tingkat akademi, serta mempunyai peran yang sangat penting dan strategis khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi dan kompetensi tinggi.

Tugas yang tidak ringan itu, menurut Kasad, menuntut daya inovasi yang konsepsional dan berwawasan jauh ke depan, sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan yang memiliki bekal profesionalisme dan kejuangan.

"Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Akmil ini tentunya tidak terlepas dari pengelolaan administrasi pendidikan yang baik melalui penyiapan dan pelaksanaan operasional pendidikan secara benar serta kemampuan dalam menyiapkan sepuluh komponen pendidikan yang efektif dan efisien," tuturnya.

Ia mengemukakan, meskipun dalam kehidupan keprajuritan merupakan kehidupan yang keras, namun bukan berarti melegalkan kekerasan.

"Kehidupan yang keras, harus dimaknai dengan penerapan aturan, disiplin, loyalitas, tekad dan kemauan dari diri setiap Prajurit, bukan kehidupan yang diwarnai oleh tindakan kekerasan yang justru merugikan dan merusak moralitas serta Jatidiri TNI," katanya.

Ia mengharapkan agar kualitas pengasuhan sebagai wahana pemantapan kepribadian serta latihan kepemimpinan semakin ditingkatkan dengan memberikan kesempatan kepada Taruna untuk dapat mengembangkan daya kreasi dan inovasinya yang dilandasi sikap saling asih, asah dan asuh.
(Tz.S037/E001)
Editor: Priyambodo
COPYRIGHT © 2011

ANTARA

Panglima: TNI Tidak Rekayasa Konflik SARA


Senin, 14 Februari 2011 18:21 WIB | 1230 Views
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Stigma yang melekat pada ABRI--kini TNI--yang sangat sarat dengan kepentingan politik di masa lalu, ternyata tidak hilang begitu saja dari ingatan masyarakat.

Beragam konflik horisontal di masa lalu, seperti kerusuhan massa 1998 dan insiden Tanjung Priok, yang melibatkan sejumlah petinggi militer, menjadikan TNI pun kini ditengarai merekayasa insiden di Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten dan Temanggung, Jawa Tengah, awal bulan ini.

Benarkah TNI netral, tidak terpecah oleh hiruk pikuk politik negeri ini. Benarkah TNI serius mereformasi dirinya setelah berjalan 11 tahun. Bagaimana sikap TNI terhadap beberapa aksi massa berlatar belakang SARA akhir-akhir ini?

Berikut petikan wawancara Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA Saiful Hadi, Manajer Produksi Berita Nasional Unggul Tri Ratomo dan pewarta Rini Utami dengan Panglima TNI Laksamana TNI, Agus Suhartono di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin.

ANTARA: Bagaimana Anda menilai konflik yang berlatar belakang SARA seperti di Cikeusik, Pandeglang, Banten dan Temanggung, Jawa Tengah?

Panglima TNI: Ya seharusnya tidak seperti itu. Kita semua harus menyadari kita ini negara hukum. Jangan gunakan kekerasan.

ANTARA: Tentang dugaan rekayasa insiden itu yang melibatkan TNI?

Panglima TNI: Ha ha ha....tidak ada itu.

ANTARA: Maksudnya?

Panglima TNI: Ya TNI sudah mereformasi dirinya. TNI netral. Tidak lagi terlibat politik, memihak salah satu
kepentingan politik pihak tertentu.

ANTARA: Jelasnya seperti apa?

Panglima TNI: Jadi, TNI tidak akan bermain-main dengan itu (politik) apalagi dengan merekayasa konflik SARA untuk mengalihkan isu atau untuk kepentingan pihak tertentu.

ANTARA: Jaminannya apa?

Panglima TNI: Komitmen kita untuk terus mereformasi diri seperti yang telah berjalan selama 11 tahun. Dan komitmen mereformasi diri itu dibakukan dalam UU No34/2004 tentang TNI. Jadi, tidak main-main.

ANTARA: Langkah TNI menghadapi ancaman konflik horisontal yang antara lain berlatar belakang SARA?

Panglima TNI: Kami benahi mekanisme intelijen kita. Sehingga data intelijen itu bisa cepat dan akurat didapat dan dimanfaatkan untuk operasi.

ANTARA: Pembenahannya seperti apa?

Panglima TNI: Pembenahan mekanisme antara lain dengan memperkuat kemampuan intelijen di kewilayahan. Kegiatan intelijen TNI terbagi menjadi kegiatan intelijen strategis dan taktis.

ANTARA: Bisa dijabarkan lebih rinci lagi?

Panglima TNI: Kedua jenis Kegiatan intelijen itu harus dilaporkan ke Panglima TNI secara berjenjang secara vertikal oleh BAIS. Nah, jangan sampai laporan vertikal yang berjenjang itu, justru menghambat langkah deteksi dini
dan pencegahan dini.

ANTARA: Jadi, intelijen di bawah bisa langsung melaporkan indikasi ancaman untuk diantisipasi tanpa menunggu
laporan itu sampai di tangan Penglima TNI?

Panglima TNI: Jadi, selain melaporkan seluruh data intelijen ke Panglima TNI, secara bersamaan  kegiatan intelijen taktis dapat langsung dilaporkan ke Kodim, Korem dan Pangdam untuk diantisipasi lebih dini, hingga pencegahannya pun dapat dilakukan lebih cepat. Dan ketika Panglima TNI memerintahkan langkah-langkah lanjutan, jajaran teritorial sudah sangat siap.

ANTARA: Bagaimana koordinasi dengan Polri?

Panglima TNI: Kami tetap berkoordinasi. Memang perlu ada aturan pelibatan yang jelas. Bagaimana TNI bisa dilibatkan sesuai aturan undang-undang yang ada.

ANTARA: Termasuk dalam kerja sama intelijen?

Panglima TNI: Iya. kami sudah pula mengkomunikasikan  pembenahan mekanisme intelijen kami. Semisal, Kodim berkoordinasi dengan Polsek, Polres dengan Korem dan Kodam dengan Polda. Kita sampaikan data dan informasi yang ada termasuk kapan harus bergerak.

ANTARA: Menurut Anda, siapa yang paling bertanggung jawab atas beberapa insiden berlatar belakang SARA?

Panglima TNI: Semua pihak bertanggung jawab. Saya sepakat jika ada yang bertanya "kemana negara,". Karena
negara itu ada pemerintah, ada rakyat, dan wilayah. Jadi semua bertanggung jawab. Kami aparat bertugas antara lain melindungi masyarakat dari beragam ancaman. Tetapi  kalau yang diayomi, malah berantem ya susah tidak membantu tugas-tugas kami.(*)
(R018)


ANTARA

KRI Teluk Parigi-539 Angkut Pasukan Marinir ke Marauke

SURABAYA (Pos Kota) – Salah satu Unsur kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer jenis Angkut Tank (AT) tipe Frosch KRI Teluk Parigi-.539 mengangkut pergeseran pasukan Marinir penugasan pulau-pulau terluar wilayah perbatasan Indonesia Timur dan mengangkut material dalam rangka pembentukan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarlan) Lantamal XI di Merauke yang diberangkatkan dari dermaga TNI AL Surabaya.
Kapal perang dengan Komandan Mayor Laut (P) Rahmad Arif Biantoro tersebut mengangkut pasukan marinir dengan kekuatan setingkat satu kompi pasukan marinir yang akan bertugas di pulau-pulau terluar berbatasan dengan negara tetangga.
Pasukan Marinir yang diangkut dari Pasukan Marinir (Pasmar) Surabaya tersebut direncanakan akan ditempatkan di wilayah Kupang diantaranya untuk menjaga pulau-pulau diantaranya pulau Dana Rote dan Pulau Beras serta ditugaskan di pulau sekitar Pulau Biak .
Pasukan Marinir dengan kekuatan satu kompi tersebut ditugaskan dalam rangka melaksanakan penggantian pasukan Marinir yang bertugas di pulau tersebut dan sudah waktunya dilaksanakan penggantian pasukan.
Selanjutnya KRI Teluk Parigi-.539 melanjutkan pelayaran menuju pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XI di Merauke dalam rangka mengangkut perlengkapan lapangan dan material dalam rangka pembentukan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarlan) Lantamal XI/Merauke
Sementara itu KRI Teluk Menado-537 dengan Komandan Mayor Laut (P) Tangka Nouldy Jan selesai melaksanakan kegiatan angkut berbagai peralatan diantaranya ranpur dari satuan Kodam IX/Udayana dalam rangka pengamanan VVIP di Kupang usai merapat di Denpasar Bali dalam rangka debarkasi ranpur.
Kepala Dispen Kolinlamil
Agus Cahyono
Letkol laut (KH) NRP 10881/P

Sumber POS KOTA

RI-AS Susun Konsep Penanganan Terorisme

Cetak Email
Jakarta, (Analisa)

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sedang menyusun konsep penanganan terorisme khususnya untuk kawasan Asia Tenggara. "Dalam penanganan terorisme di Asia Tenggara, tengah menyusun konsep penanganan terorisme yang akan ditawarkan dan dibahas lebih lanjut," kata Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Puguh Santoso, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, rancangan penanganan terorisme yang disusun RI-AS itu secara umum mencantumkan hal-hal yang boleh dan tidak dilakukan menyangkut soal kedaulatan negara. "Artinya, jangan sampai penanganan terorisme malah mengintervensi serta mengganggu hubungan antarnegara," kata Puguh.

Ia menambahkan, "Misalnya, kita tidak boleh mencampuri urusan ke dalam, kecuali melakukan kajian-kajian bagaimana terorisme ke depan, bagaimana dengan perkembangan teknologinya. Kemudian model pelatihan bagi prajurit dalam menghadapi terorisme dengan mengedepankan HAM,".

Selain itu, alat-alat apa saja yang harus disediakan bagi satuan-satuan dalam menghadapi terorisme ke depan. "Dengan begitu, ada kejelasan mana yang boleh dan tidak boleh. Ini masih dalam konteks yang ditawarkan oleh Indonesia dan Amerika Serikat," kata Puguh. Ia menuturkan, konsep itu akan ditawarkan terlebih dulu dengan sembilan negara ASEAN dan selanjutnya dengan negara-negara mitra ASEAN.

"Kita akan tawarkan dalam forum pertemuan Menhan se-ASEAN (ADMM) pada 22-24 Februari di Surabaya. Baru kita tawarkan ke negara-negara mitra ASEAN," ungkap Puguh. Menurutnya, bila ASEAN menyetujui konsep yang ditawarkan akan dibicarakan lagi dengan mitra dari delapan negara lainnya (ASEAN+8). "Pasti akan ada perdebatan. China juga ikut. Belum tentu konsep ini akan diterima begitu saja," kata Puguh.

Ia mengatakan, penanganan ancaman terorisme juga disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan itu harus seimbang, sebab terorisme juga memiliki acuan dalam penggunaan peralatan serta teknologi. "Contoh penggunaan satelit dan kemungkinan nuklir. Ini harus diantisipasi. Kita tidak bisa menganggap teroris itu begini-begini saja. Mereka kan terus berkembang," kata Puguh.  (Ant)

SUMBER : Harian Analisa Medan

Brazil defense cuts exclude fighters: official

Brazil defense cuts exclude fighters: official


Brazilian Defense Minister Nelson Jobim said Tuesday his ministry will cut up to $2.4 billion from its budget this year, without affecting a pending multibillion dollar fighter aircraft contract. Jobim said the Defense Ministry has a budget of 15 billion reals this year (about $8.9 billion) but will cut just over 26 percent of its spending.
He met with President Dilma Rousseff for over three hours to discuss the budget. "I will meet with representatives of the different branches of the armed forces and distribute the cuts among them," Jobim told reporters, but emphasized the cuts would have no impact on Brazil's stalled purchase of 36 fighter planes.
France, Sweden and the United States are vying for the contract, which has an initial value estimated at $4 to 10 billion, with the possibility of many more aircraft in the future. "There are no budget expenditures this year for the fighter," Jobim said, noting that it would take "at least a year" to choose the best bidder and begin complex negotiations on technical matters and the terms of the deal. He said he expected a decision this year. The competition has dragged on for years, with Rousseff inheriting it from her predecessor Luiz Inacio Lula da Silva.
Jobim has said the only fighters under consideration were the French-made Rafale, the Swedish Gripen NG and the US F-18 Super Hornet. Brazil wants the deal to include not just the aircraft but also technology transfers. Lula had said he favored the Rafale, but in the end opted to leave the decision to his successor

SOURCE: http://www.defencetalk.com/brazil-defense-cuts-exclude-fighters-official-32099/#ixzz1EBSO4WtS

AS Incar Pangkalan Permanen Di Sekitar Iran



Pekan lalu, Presiden Afghanistan Hamid Karzai menginformasikan ketertarikan Amerika Serikat untuk mendirikan pangkalan militer parmanen di negara itu. Dua hari kemudian, Menteri Pertahanan Afghanistan Abdul Rahim Wardak menyambut proposal seperti itu. Menurutnya, langkah tersebut dalam jangka panjang dapat menciptakan stabilitas di Afghanistan. Rencana membangun pangkalan militer permanen AS di Afghanistan pertama kali dimunculkan oleh seorang anggota senior Kongres, Lindsay Graham pada awal Januari 2011. Senator Lindsay Graham mengatakan bahwa pangkalan udara AS di Afghanistan akan menguntungkan Washington dan sekutu Baratnya.
"Kita memiliki pangkalan udara di seluruh dunia dan beberapa pangkalan udara di Afghanistan kemungkinan akan membantu pasukan keamanan negara itu dalam melawan Taliban," kata senator Republik itu. "Ini akan menjadi sinyal ke Pakistan bahwa Taliban tidak akan pernah kembali. Di Afghanistan mereka dapat mengubah perilakunya. Ini akan memberi pesan ke seluruh wilayah bahwa Afghanistan akan menjadi tempat yang berbeda," tukasnya.
Komandan pasukan AS dan NATO di Afghanistan, Jenderal David Petraeus beberapa waktu lalu, juga menyatakan keraguannya atas kemampuan dan kesiapan pemerintah dan pasukan keamanan Afghanistan dalam mengatur dan mengontrol negara itu pada tahun 2014. Pernyataan ini dapat ditafsirkan sebagai bagian dari keputusan Gedung Putih terkait strategi jangka panjang di Afghanistan.
Saat ini, Amerika menguasai bandara Bagram, Kandahar, Shurab, Jalalabad, dan Shindand. Menurut berbagai laporan resmi, upaya Gedung Putih untuk mendirikan pangkalan militer permanen di Afghanistan dilakukan saat negara itu memiliki pangkalan di kawasan sensitif Teluk Persia, seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Bahrain dan Irak.
AS mengklaim bahwa upaya-upaya yang dilakukan di kancah politik, ekonomi dan keamanan Afghanistan bertujuan mengembalikan perdamaian dan stabilitas di negara yang hancur akibat perang itu. Namun para pengamat politik berpendapat, pengalaman sembilan tahun klaim Washington dalam memerangi terorisme dan mengatasi gangguan keamanan di Afghanistan, memperlihatkan kegagalan negara adidaya itu dalam kebijakan sepihaknya. Mereka juga menegaskan, AS bahkan punya peran besar dalam menciptakan kekacauan dan krisis baru bagi rakyat Afghanistan.
Menurut para analis masalah Afghanistan, kebijakan jangka panjang AS di negara tersebut menargetkan beberapa tujuan antara lain, mengontrol dan mengeksploitasi sumber daya alam dan kekayaan Afghanistan, memperkokoh dan memperluas dominasi militer di kawasan-kawasan strategis dunia termasuk Afghanistan, menangkal dan melawan Iran, serta memenjarakan India dan Cina sebagai dua kekuatan baru di kancah internasional. (IRIB/RM/NA)

IRIB

NASA GUNAKAN TEKNOLOGI INDONESIA


Ada Teknologi Indonesia Di sini
Tak dinyana. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi buatan Indonesia, Yaitu teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan anak bangsa. ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. NASA mengembangkan sistem pemindai komponen dielektrik seperti embun yang menempel di dinding luar pesawat ulang-alik yang terbuat dari bahan keramik. Zat seperti itu bisa mengakibatkan kerusakan parah pada saat peluncuran karena perubahan suhu dan tekanan tinggi.
ECVT
Adalah Warsito P. Taruno yang mengembangkan ECVT, bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya). Dia lantas melakukan riset di Laboratorium of Molecular Transport di bawah bimbingan Profesor Shigeo Uchida.
Tidak itu saja, Warsito melalui Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang didirikannya telah memproduksi Robot bernama Sona CT x001, sebuah Robot yang dibekali dua lengan untuk memindai tabung gas. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta. Perusahaan migas Petronas juga tertarik pada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Edwar Technology juga mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, denagn nilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.

SUMBER :ARIF REASEACH