INDONESIA DEFENCE BLOG ADALAH BLOG TENTANG INFO ALUTSISTA TERKINI DI DUNIA

Monday, February 28, 2011

RI-Korsel Ini Dia KFX yang Lebih Unggul dari F16

KFX versi 101 (Chosun)
Jakarta - Insiden pembobolan kamar delegasi Indonesia di Seoul mengingatkan pada kerjasama Indonesia dan  Korea Selatan untuk membuat pesawat tempur kelas menengah. Pesawat ini diperkirakan terealisasi pada 2020 dan lebih canggih daripada pesawat tempur F16. Pesawat itu dinamai Korea Fighter Experimental (KFX).

Beberapa waktu lalu, Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso mengatakan, pesawat KFX merupakan generasi ke-4,5. Sebab pesawat ini di atas pesawat tempur F16 produksi Lockheed Martin yang merupakan generasi ke-4 dan berada di bawah F35 yang merupakan generasi ke-5.

Berat kosong pesawat ini adalah sekitar 10,4 metrik ton. Think tank dari Universitas Konkuk pernah mengatakan, pesawat tempur ini cukup baik lantaran memiliki rudal stand-off dan kemampuan siluman (anti radar) yang memadai. Rencananya, bersama Indonesia, proyek ini akan terealisasi pada 2020 mendatang.

Pesawat tempur KFX ini dirancang akan berkursi tunggal yang didukung mesin yang setara dengan kelas General Electric F414 atau SNECMA M88 yang digunakan pada F/A-18E/F Boeing dan Dassault Rafale. Dibanding F16 yang dimiliki Korsel, KFX memiliki radius tempur 50% lebih besar, usia pesawat 34% lebih lama, avionik lebih baik, serta kemampuan datalink dan elektronik yang lebih baik.

Pesawat ini dirancang menggunakan 1-2 mesin, intersepsi berkecepatan tinggi dan kemampuan supercruise, teknologi siluman dasar dan kemampuan multiperan. Ada dua desain untuk pesawat ini yakni KFX 201 dan KFX 101. Desain KFX 101 lebih konvensional.

Total biaya pengembangan pesawat selama 10 tahun untuk membuat prototipe pesawat diperkirakan menelan US$ 6 miliar. Sedangkan ongkos produksi per unitnya sekitar 20 juta won.

Untuk memproduksi pesawat ini, Korsel telah bekerja sama dengan sejumlah pihak selain Indonesia, seperti perusahaan pesawat Turki dan Boeing. Rencananya, akan ada 120 KFX yang dibuat, dan selanjutnya akan ditambah lagi 130 unit. Jika nantinya rancangan pesawat ini telah diwujudkan, konon kode KFX akan diganti menjadi F33.

Dalam proyek ini, pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat. Selain itu, sejumlah industri dirgantara di Negara Ginseng itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persen, dan pemerintah Indonesia menanggung 20 persen sisanya.

PT DI akan dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur itu. Selain itu, Indonesia akan mendapat 50 unit KFX serta menjadi rekan bisnis dalam hal pemasaran pesawat itu. Pesawat bisa memiliki usia terbang hingga 30 tahun, sehingga bila terbang pada 2020, maka 2050 akan pensiun.

Pada Oktober 2009, pensiunan Angkatan Udara di Korea Selatan ditangkap karena membocorkan dokumen rahasia pesawat ini kepada penerbangan Swedia dan perusahaan pertahanan Saab. Dia ditengarai menerima suap beberapa ribu dolar agar dapat memberikan salinan dokumen rahasia yang telah difoto di Universitas Pertahanan Korsel. Meski demikian, pejabat Saab membantah ikut terlibat.

Angkatan Udara Korsel pernah berkonflik dengan Departemen Pertahanan dan Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi terkait proyek ini. Kala itu AU Korsel menginginkan mengimpor pesawat tempur F15 di bawah proyek KFX. Namun keinginan ini ditentang kementerian.

detik

Lockheed Martin Flies First Production F-35 Stealth Fighter

 Lockheed Martin Flies First Production F-35 Stealth Fighter


The first production model of the Lockheed Martin F-35 Lightning II made its inaugural flight today in preparation for delivery to the U.S. Air Force this spring. The jet will head to Edwards Air Force Base, Calif., to support developmental testing shortly after the Air Force takes delivery.
"The aircraft was rock-solid from takeoff to landing, and successfully completed all the tests we put it through during the flight," said Lockheed Martin Test Pilot Bill Gigliotti. "The Air Force is getting a great jet that represents a huge leap in capability, and we're looking forward to getting it into the hands of the service pilots in just a few more weeks."
During the flight, the conventional takeoff and landing (CTOL) F-35A variant, known as AF-6, underwent basic flight maneuvering and engine tests. Test Pilot Gigliotti took off from Naval Air Station Fort Worth Joint Reserve Base at 3:05 p.m. CST and landed at 4:05 p.m. The jet will continue flight tests in Fort Worth for about a month before it is accepted by the Air Force.
The F-35A CTOL variant – designed to meet U.S. Air Force requirements – is also the primary export version of the Lightning II. The air forces of Italy, the Netherlands, Turkey, Canada, Australia, Denmark, Norway and Israel will employ the F-35A.
Deliveries of the F-35B short takeoff/vertical landing variant to the U.S. Marine Corps also begin this year, while deliveries of the F-35C carrier variant to the U.S. Navy start in 2012. Seventeen F-35s have entered testing since December 2006, and have logged more than 650 flights and numerous ground tests.
The F-35 Lightning II is a 5th generation fighter, combining advanced stealth with fighter speed and agility, fully fused sensor information, network-enabled operations and advanced sustainment. Lockheed Martin is developing the F-35 with its principal industrial partners, Northrop Grumman and BAE Systems.
Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 132,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation's 2010 sales from continuing operations were $45.8 billion.

Demonstran Libya Tembak Jatuh Pesawat Tempur Khaddafi


libya_zawiyahTripoli, Seruu.com - Demonstran Libya menembak jatuh sebuah pesawat tempur milik pasukan Khaddafi, Senin (28/02) dalam perjuangan mereka untuk merebut kembali kota ketiga Libya, Misrata, kata seorang saksi mata. Pertempuran hebat terjadi antara para pejuang gerakan Revolusi 17 Februari dengan tentara pro Khaddafi dalam upaya mereka mempertahankan Zawiyah kota yang menjadi pangkalan minyak strategs dan merebut Misrata kota ketiga terbesar di Barat Libya.
"Sebuah pesawat ditembak jatuh pagi ini saat pesawat tersebut menembaki stasiun radio lokal, demonstran juga telah menangkap awak pesawat tersebut," ujar saksi mata, Mohamed.

"Kontak senjat hebat terjadi untuk mengontrol pangkalan udara militer sejak beberapa malam terakhir dan masih berlangsung, pasukan Khaddafi menguasai sebagian kecil dari pangkalan tersebut sementara demonstran menguasai sebagian besar dari pangkalan yang berisi stok amunisi," tambahnya.

P
emerintah asing meningkatkan tekanan pada Khaddafi untuk menyerahkan kekuasannya dengan harapan mengakhiri pertempuran yang telah menelan sedikitnya 1.000 jiwa dan mengembalikan ketertiban di negara yang bertanggung jawab atas 2 persen dari produksi minyak dunia.

seruu.com

Inggris, AS dan Prancis Bangun Pangkalan Militer di Libya

Tripoli - Krisis di Libya tak kunjung berakhir. Merespons krisis tersebut, pemerintah Inggris, Prancis dan Amerika Serikat telah mengirimkan ratusan penasihat militer ke Libya untuk mendirikan pangkalan-pangkalan militer di Libya timur.

Hal itu disampaikan beberapa diplomat Libya seperti diberitakan media Iran, Press TV, Selasa (1/3/2011).

Menurut para diplomat tersebut, pasukan militer ketiga negara tersebut tengah membangun pangkalan-pangkalan militer di dua kota di Libya timur, Kota Benghazi dan Tobruk. Kedua kota kaya minyak itu kini telah berada di bawah kendali massa oposisi.

Pasukan khusus Inggris dan AS telah memasuki Kota Benghazi dan Toburk pada 23 dan 24 Februari lalu. Tiga kapal perang Angkatan Laut India juga diperkirakan akan dikerahkan ke wilayah tersebut.

Sebelumnya, Pentagon mengkonfirmasi telah mengerahkan pasukan Angkatan Laut dan Udara ke wilayah dekat Libya. Juru bicara Departemen Pertahanan AS, Kolonel Dave Lapan mengatakan, para perencana Pentagon tengah mempertimbangkan berbagai opsi dan rencana kontingensi seiring terus terjadinya pergolakan di Libya.

Menurut Lapan, sebagai bagian dari perencanaan tersebut, Pentagon memindahkan sebagian kekuatan Angkatan Laut dan Udara ke wilayah dekat Libya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menegaskan bahwa pemerintah AS terus mempertimbangkan semua opsi menyangkut krisis Libya.

"Kami akan terus mengeksplorasi semua opsi tindakan yang mungkin, seperti yang telah kami sampaikan, semua opsi terus dipertimbangkan selama pemerintah Libya terus mengancam dan membunuh warga Libya," ujar Hillary seperti dilansir AFP, Selasa (1/3/2011).

Hillary juga menegaskan bahwa inilah saatnya Khadafi untuk mundur. "Rakyat Libya telah memperjelas bahwa inilah waktunya bagi Khadafi untuk pergi, sekarang, tanpa kekerasan atau penundaan lagi," tegas mantan ibu negara AS itu.

(ita/nrl)

Detik

Naval Aviation Combat Simulator Puspenerbal



29 Februari 2011, Juanda -- (Puspenerbal): Untuk mewujudkan keberhasilan misi Penerbangan TNI AL dan meningkatkan kemampuan personil dalam operasi maupun peperangan anti kapal selam Puspenerbal saat ini memiliki NACS(Naval Aviation Combat Simulator). Naval Aviation Combat Simulator (NACS) dibangun dan dikembangkan sebagai simulasi penerbangan sekaligus operasi taktis yang memiliki kemampuan peperangan laut meliputi peperangan permukaan atas air, peperangan bawah air dan udara.

Fungsi dari NACS yaitu fasilitas simulasi sebagai sarana pelatihan taktik pertempuran laut yang melibatkan Fixed Wing, Rotari Wing, Surface Ship dan Submarine guna melaksanakan latihan tim dalam proses pengambilan keputusan taktis, koordinasi antara Crew pesawat udara maupun unsur dalam satu pertempuran laut, sebagai sarana latihan prosedur taktik peperangan AKPA, AKS peperangan elektronika, latihan navigasi dan juga sebagai sarana latihan komunikasi efektif secara realistis dalam bentuk tim meliputi unsur kapal (kapal atas air dan kapal selam), unsur udara (Fixed Wing dan Rotary Wing) serta latihan penerapan doktrin taktis yang berlaku. NACS sendiri memiliki kemampuan scenario kampanye militer dan perang tunggal atau kombinasi peperangan, Anti Submarine Warfare (ASW), Anti Surface Warfare (ASUW), Anti Air Warfare (AAW), Electronik Warfare (EW), Counter Measure (CM) dan Mine Counter Measure (MCM). Untuk dapat mencapai keberhasilan operasi dan keselamatan, maka Penerbangan TNI AL telah mengembangkan sarana latihan di darat dengan menggunakan simulasi berupa flight training device sistem dalam bentuk operasi taktis penerbangan TNI AL.

Dengan adanya NACS kedepan diharapkan dapat membentuk sumber daya manusia dalam meningkatkan kecakapan, penguasaan pengetahuan keterampilan tentang taktik perang laut bagi personel Penerbangan TNI Angkatan Laut sehingga mampu membentuk penerbang-penerbang yang handal dan professional untuk kemajuan TNI Angkatan Laut dalam menghadapi tantangan tugas dimasa mendatang.

Simulator kapal permukaan.

Simulator kapal selam.

Kerjasama Taktis KRI dan Pesud


Kerjasama antara KRI dan Pesawat Udara merupakan faktor utama kesuksessan penerapan pola operasi yang diterapkan oleh TNI AL, dimana pada pelaksanaannya pesawat udara melaksanakan patroli guna mengkonfirmasi data inteligen maupun mendapatkan sasaran untuk diteruskan ke KRI yang berada terdekat dari operasi atau pangkalan terpilih, sehingga informasi yang didapatkan oleh pesawat udara dapat diaksi oleh KRI.

Agar pelaksanaan operasi laut dapat berjalan dengan optimal pada hari Senin tanggal 21 Pebruari 2011 bertempat di Wispa Lanudal Juanda, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mengadakan rapat koordinasi Kerjasama KRI dan Pesawat Udara TNI AL yang dihadiri oleh Asops Kasal Laksda TNI Slamet Yulistiono, Waasrena Kasal, para Kepala Dinas Mabesal, Kasarmatim, Kasarmabar, Danguspurlatim, Danguspurlabar, Danguskamlatim, Danguskamlabar, Dankodikopsla, Danpuspenerbal, para Pamen Mabesal, Koarmatim, Koarmabar, Kobangdikal, AAL, Pasmar 1 serta Puspenerbal. Dalam acara tersebut selain paparan juga diadakan diskusi/dialog langsung dengan para peserta untuk menginventarisir permasalahan yang dialami oleh KRI maupun pesawat udara, bertukar pikiran atau informasi khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan kinerja dalam menyelenggarakan operasi laut.

Sumber: Puspenerbal

C-27J AU Italia Mendarat di Lanud Surabaya


C-27J. (Foto: Alenia)

28 Februari 2011, Surabaya -- (Pentak Lanud Surabaya): Pesawat Udara militer Italia (Italian Air Force), C-27 J yang membawa Deputy Chief Of Staff, Italian Air Force. Lt,Gen. Lodovisi transit di bandara Juanda Surabaya di sambut Komandan Lanud Surabaya Kolonel Pnb Johannes Berchmans, SW, Sabtu (26/2). Di Joint Base Ops Lanudal Juanda Surabaya.

Sebelum melanjutkan perjalanannya ke Australia pesawat udara militer Italia yang membawa Deputy Chief Of Staff, Italian Air Force,Lt,Gen. Lodovisi reviul di bandara Juanda Surabaya, dalam kesempatan tersebut Komandan Lanud Surabaya Kolonel Pnb Johannes Berchmans, SW menyambut dan mempersilahkan Deputy Chief Of Staff, Italian Air Force, Lt,Gen. Lodovisi untuk istirahat di ruang VIP Joint Base Ops Lanudal Juanda sambil menunggu reviul untuk melanjutkan perjalanan kembali.

Dan sebelum melanjutkan lawatannya ke Australia, Deputy Chief Of Staff, Italian Air Force, Lt,Gen. Lodovisi menyempatkan foto bersama Komandan Lanud Surabaya Johannes Berchmans dan Kepala Dinas Operasi Lanud Surabaya Letkol Pnb M. Mukhson beserta crew pesawat Italian Air Force.

Sumber: TNI AU

Kaltim Dapat Kapal Kawal Perbatasan



28 Februari 2011, Samarinda -- (ANTARA News - Kaltim): Provinsi Kalimantan Timur mendapat tambahan satu kapal patroli untuk menjaga wilayah laut yang berbatasan dengan Malaysia karena di kawasan itu rawan terjadi pencurian ikan dan kekayaan lainnya.

"Guna menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, khususnya untuk kawasan utara Kaltim, maka kapal pengawas dan patroli laut telah ditambah dari dua unit menjadi tiga unit," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Iwan Mulyana di Samarinda, Senin.

Dia melanjutkan, sejak dulu di wilayah Kaltim rawan terjadi pencurian ikan sehingga Kementerian Kelautan dan Perikanan menambah lagi satu unit kapal patroli.

Adapun kapal patroli yang sebelumnya melakukan pengawasan untuk kawasan laut utara Kaltim tersebut, yakni Kapal Hiu 003 dan Hiu 005. Kemudian saat ini ditambah Kapal Hiu 007 sehingga jumlahnya menjadi tiga unit kapal.

Walaupun kegiatan patroli ini dilakukan oleh pihak Kementerian, namun Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim terus melakukan koordinasi dan menjalin komunikasi untuk kelancaran pengawasan karena berada di wilayah Kaltim.

Bahkan DKP Kaltim telah melakukan kerja sama dengan aparat kepolisian daerah melalui Polairud serta TNI AL. Selain pengawasan juga dilakukan penindakan terhadap para pelaku pencurian ikan yang telah tertangkap.

Untuk kasus pencurian dia mencontohkan, pada periode 2007 hingga 2008 telah terjadi sebanyak 41 kasus pencurian ikan maupun pelanggaran-pelanggaran lainnya di sektor pengelolaan kelautan dan perikanan Kaltim.

Bahkan dari kasus-kasus yang terjadi tersebut, banyak yang telah dijatuhi hukuman pidana sehingga hal itu diharapkan menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan pencurian kekayaan laut di Indonesia.

Kasus-kasus yang terjadi tersebut berupa penggunaan potassium cyanida, penggunaan bahan peledak, pengambilan telur penyu, pengambilan akar bahar, penggunaan alat tangkap trawl dan pencurian ikan atau penangkapan ikan tanpa izin.

Dari kasus-kasus tersebut, kegiatan ilegal yang paling menonjol adalah penggunaan alat tangkap pukat Hela (trawl) dan pengunaan alat peledak (bom). Alat ini dilarang digunakan di Indonesia sebab merusak lingkungan atau ekologi.

"Kasus pencurian ikan terutama dilakukan oleh nelayan dari Malaysia, pasalnya di negara tetangga ini tidak dilarang menggunakan alat tangkap ikan seperti trawl dan peledak tersebut," ujar Iwan.

Sumber: ANTARA News Kaltim

Boeing Receives 1st F-16 for Conversion into QF-16 Aerial Drone


(Photo: Boeing)

27 May 2010, JACKSONVILLE, Fla., -- The first retired F-16 Falcon arrived at Boeing's [NYSE: BA] Cecil Field facility in Jacksonville on April 22 to begin conversion into a QF-16 aerial drone. Boeing received a $69.7 million contract from the U.S. Air Force on March 8 for the first phase of the QF-16 program.

The Boeing-led team, which includes BAE Systems, will begin engineering, manufacturing and development of the full-scale manned and unmanned QF-16s during Phase 1. The drones will be used as aerial targets for newly developed weapons and tactics. They will be a higher-performing aircraft than the QF-4s they will replace.

The team will receive six F-16s during the program's development phase. After modification to the QF-16 configuration, they will serve as prototypes for engineering tests and evaluation prior to low-rate initial production. Up to 126 QF-16 drones will be converted beginning in 2014.

Boeing

Kemhan & KKIP Bahas Masterplan Industri Alutsista Nasional




JAKARTA - Kementerian Pertahanan membahas grand strategy master plan program khusus mengenai pembelian alutsista dalam negeri dan rencana UU Revatalisasi Industri Pertahahan serta evaluasi BUMN Industri Pertahanan dan pengguna-nya, untuk program kerja tahun 2011.

“Pembahasan ini tidak hanya kebutuhan TNI dan Polri namun termasuk sektor-sektor lain yang memerlukan alutsista,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai rapat Pleno Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (28/2).

Menurut Menhan, pembangunan industri pertahanan dalam negeri sudah ditetapkan oleh pemerintah. Termasuk pagu yang bisa dipakai untuk alokasi pendanaan, dan jumlahnya cukup besar dalam mendukung pemenuhan MEF. Sekarang masih dalam proses penyusunan bluebook di Bappenas. Setelah itu jadi dan ditetapkan oleh Menkeu, maka kedepan akan menjadi pegangan bagi kita untuk pembelajaan alutsista,” tutur Menhan.

Tidak Semua dari Kredit Ekspor

Menhan juga menjelaskan bahwa lima tahun lalu ada pagu alokasi pinjaman yang baru dipakai sebagian dan sebagian lagi bisa di carry over untuk dipakai dan dengan jumlah yang cukup besar.

“Lima tahun lalu baru terpakai 40 hingga 50 persen ditambahkan untuk pagu pinjaman saat ini,” ujar dia.

Menurut Purnomo, tidak semua pagu pinjaman saat ini berasal dari kredit ekspor. Karena kredit ekspor akan semakin menurun, dan akan membesarkan pinjaman dalam negeri dan APBN. Jadi sudah jelas komitmen pemerintah,” tandas Purnomo.

Dia menambahkan anggapan bahwa kebijakan anggaran untuk pembiayaan industri pertahanan belum mencerminkan kuatnya komitmen pemerintah untuk revitalisasi itu tidak benar apalagi kredit ekspor sekitar Rp.5 triliun dibandingkan pembiayaan industri pertahanan sekitar Rp.835 miliar.

“Itu tidak betul jika dikatakan komitmen pemerintah tidak ada pada pembangunan industri pertahanan dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Purnomo, kebijakan anggaran untuk pembiayaan industri pertahanan dalam negeri jangan melihat tahun per tahun, tetapi harusnya secara multi years.

Evaluasi Struktur Organisasi BUMNIP

Sementara itu, ditempat yang sama Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, mengatakan pembiayaan untuk industri pertahanan dilakukan kontrak-per-kontrak dalam model multi years guna memperkuat dan memberi kepastian kepada BUMN. Selain itu juga untuk memperkuar organisasi dan manajemen, termasuk mengganti order luar negeri dan kerjasama dengan perusahaan seperti Boeing dengan PT DI.

“Kita sadari banyak utang masa lalu yang masih harus kita selesaikan. Adapun strateginya kita akan rundingkan dengan DPR. Karena memang harus ada keberpihakan negara,” “ujar Mustafa.

Menurut dia, BUMN juga sedang mengevaluasi struktur organisasi BUMN strategis (BUMNIP) termasuk nanti penguatan BUMN. Menteri mengakui ada tiga kesulitan mendasar pada industri pertahanan dalam negeri yaitu kesulitan dalam bidang keuangan, kedua kurang kuat dalam manajemen, ketiga perlunya penguatan pemasaran.

Sementara Menteri Perindustrian MS Hidayat, optimis keinginan pemenuhan industri pertahanan dalam lima tahun mendatang dapat dipenuhi secara optimal oleh produksi dalam negeri. Namun apabila industri dalam negeri belum mampu mengupayakan optimal pemerintah mengusahakan sinergi produksi atau teknologi dari luar negeri.

“Dengan melakukan proses ToT diharapkan bisa memperkuat daya saing nasional khususnya dalam bidang ini,” ujar Hidayat.

Rencana Program KKIP


Pada tahun 2011 rencana Program KKIP diantaranya meliputi program yang bersifat normatif normatif dinamis, RUU Revitalisasi Industri Strategis Pertahanan dan Keamanan, produk strategis serta evaluasi manajemen BUMNIP.

Program yang bersifat normatif merupakan program KKIP yang telah dijabarkan menjadi tugas-tugas pokok setiap Pokja KKIP yang meliputi bidang kebijakan, Litbangyasa, Alutsista, Non Alutsista dan Kerjasama. Sedangkan untuk program dinamis merupakan rumusan rencana program dari pemerintah, pengguna dan industri selaku pemangku kepentingan sebagai bentuk ketanggapsegeraan terhadap dinamika industri pertahanan, implementasi proyek strategis dan hal-hal aktual yang memerlukan atensi KKIP.

Program dinamis ini penting untuk disinergikan dengan program normatif mewujudkan revitalisasi dan pengembangan industri pertahanan. Sebagai contoh adalah pemerintah telah memberikan peluang kepada BUMNIP bahwa produknya digunakan untuk memenuhi sarana pertahanan, hal ini sebagai tantangan bagi BUMNIP untuk meningkatkan manajemen produksi agar dapat memenuhi aspek tepat mutu, tepat harga dan tepat waktu penyerahan (Quality, Cost, Delivery).

Sebagai ilustrasi lainnya yaitu produk strategis (unggulan) yang telah diwacanakan pada Sidang Pleno I KKIP tahun 2010 yang meliputi produk darat (Ranpur), Alutsista laut (Kapal Perusak Kawal Rudal), Alutsista Udara (pesawat tempur, helikopter Bell 412, CN 235 sebagai pengganti pesawat transport F27), perlu untuk ditetapkan menjadi program yang harus dapat diwujudkan dalam jangka waktu lima sampai dengan 15 tahun.

Sumber : KOMINFO_NEWSROOM, DMC

Brunei will Increase CN-235 Fleet


01 Maret 2011

CN-235 of the Royal Brunei Air Force (photo : Airliners - matthew Johnston)

Government to evaluate defense-related SOEs

The government reaffirmed on Monday its commitment to support the domestic weapons industry by setting up programs for the Defense Industry Policy Committee (KKIP) to be implemented this year.

“This year’s programs include evaluating the performance of defense state-owned enterprises,” Defense Minister Purnomo Yusgiantoro told a press conference after a KKIP plenary meeting at the Defense Ministry.

“There are already plenty of funds for us to procure domestic-made weapons,” he said without giving exact numbers.

The one-day meeting also evaluated KKIP’s programs in 2010.

Purnomo, who heads the KKIP, said the government was also encouraging state defense companies to enter the ASEAN’s US$20 billion defense market.

Also at the meeting were State-Owned Enterprises Minister and KKIP vice chairman Mustafa Abubakar, Industry Minister MS Hidayat, Research and Technology Minister Suharna Surapranata, Indonesian Military (TNI) chief Adm. Agus Suhartono, National Police chief Gen. Timur Pradopo and Defense Deputy Minister and KKIP secretary Lt. Gen. Sjafrie Sjamsoeddin.

Executives from defense SOEs and other stakeholders also attended the meeting.

Mustafa said the state should empower defense SOEs, adding that a commercial approach would not be sufficient.

“We still have problems from the past, such as debts, which need to be resolved.“

Defense SOEs may need their organizations restructured, financial assistance and marketing drives,” he said.

Mustafa said that multi-year contracts had been awarded to defense SOEs to add and replace the TNI’s aging weapon systems.

“Defense companies have also received orders from foreign countries.

“They have received plenty of orders although have not yet reached an economy of scale or the break even point.”

Hidayat said while the country aimed to procure much of its weapons domestically, Indonesia might still need to create synergies with other countries for technologies it had yet to master through technology transfers.

The KKIP would allow users to define what they needed so that the Research and Technology Ministry could conduct necessary research, Suharna said.

The TNI and the National Police also asserted a commitment to use domestic-made systems, with Agus saying TNI would use as many local defense industries as possible.

Timur urged domestic defense industries to be competitive and efficient.

Currently there are three major state defense industries: aircraft maker PT Dirgantara Indonesia (PT DI), weapons and ammunitions maker PT Pindad and shipyard PT PAL Indonesia.

Sjafrie who recently returned from a visit to Brunei Darussalam, said the oil-rich sultanate has stated its interest in buying Pindad-made assault rifles and armored personnel carriers as well as increasing its fleet of PT DI-made CN-235 medium transport airplanes.

(The Jakarta Post)

Sunday, February 27, 2011

Menhan Terima Delegasi PT DI, EADS Indonesia dan Eurocopter


Bummble Bee helikopter serbu rancangan PT DI. (Foto: Berita HanKam)

25 Pebruari 2011, Jakarta -- (DMC): Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Jum’at (25/2) menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) Eurocopter Litz Bertling, pihak European Aeronautic Defense Space Company (EADS) Airbus wilayah Asia yang diwakili Ir. Andri BS Sudibyo dan Pierre Jaffre serta Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso yang didampingi Dir. Aerostruktur Andi Alisjahbana beserta rombongan, di kantor Kemhan, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, CEO Eurocopter menyampaikan kepada Menhan bahwa Eurocopter merupakan salah satu partner PT DI di bidang penerbangan dalam pembuatan pesawat terbang jenis puma maupun super puma. Sebagai suatu grup, pihaknya memiliki keinginan yang kuat untuk meningkatkan kerjasama yang lebih dekat dalam industri pertahanan dalam negeri di Indonesia.

Lebih lanjut CEO Eurocopter menyatakan bahwa kerjasama yang didasarkan atas saling percaya tersebut diantaranya menangani hal-hal yang berhubungan dengan dunia pertahanan. Dikatakannya lagi bahwa pihak Eurocopter memiliki keinginan untuk memelihara hubungan tersebut dengan melihat kebutuhan angkatan udara untuk jenis pesawat tempur seperti helikopter. Eurocopter memiliki komitmen untuk terus mendukung angkatan bersenjata Indonesia. Seperti telah dikatakan pada koleganya bahwa Eurocopter tidak menjual helikopter tetapi lebih kepada kemampuan mesin dan kemampuan terbang helikopter tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menhan menyampaikan bahwa masalah spesifikasi teknikal helikopter tersebut hendaknya dikembalikan lagi kepada AD, AL dan AU sebagai pengguna. Ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian diantaranya kerjasama tersebut harus melihat regional market. Menurut Menhan, PT DI memiliki kemampuan untuk menjalin kerjsama tidak hanya dalam membangun angkatan bersenjata tetapi juga industri pertahanan.

Walaupun industri pertahanan dalam negeri sempat collapse pada tahun 1998 tetapi sekarang industri pertahanan Indonesia mulai bangkit kembali. Bersama-sama dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, Indonesia mulai menata dan membangun kembali industri pertahanan di region.

Menurut Menhan, patut disyukuri bahwa pemerintah Indonesia telah menaikkan anggaran pertahanan tahun ini, yang artinya dapat turut membantu industri pertahanan dalam memodernisasi, memperbaharui dan melengkapi alutsista Indonesia. Dikatakan Menhan bahwa Indonesia belajar dari negara Turki yang pernah juga mengalami hal sama saat industri pertahanannya collapse karena embargo AS.

Turut hadir mendampingi Menhan dalam pertemuan tersebut yaitu Kepala Badan Ranahan Laksda TNI Susilo, Dirjen Renhan Marsda TNI Bonggas S.Silaen, S.Ip dan Kapuskom Publik Brigjen TNI I Wayan Midhio.

Sumber: DMC

Korut Ancam Bumihanguskan Korsel


korut_rudalscudPyongyang, Seruu.com - Korea Utara mengancam akan menjadikan Seoul sebagai "lautan api" sebagai respon terhadap latihan-militer-bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Ancaman disampaikan akibat semakin gencarnya latihan perang gabungan Korsel dan AS di semenanjung Korea, Minggu (27/2).
Pihak Korut merasa latihan perang gabungan Korsel-AS merupakan bentuk intimidasi. Ancaman baru Korut itu dipastikan akan kembali meningkatkan suhu politik di semenanjung Korea. Korut juga menuduh AS dan Korsel tengah merencanakan penyerangan dan invasi ke Korut.

Dalam ancaman lewat televisi pemerintah itu, Korut juga menyebutkan akan menyerang Korsel tanpa ampun. Bahkan, Korut sesumbar bakal mengubah Kota Seoul menjadi lautan api.  Pyongyang juga mengancam akan melepaskan tembakan ke seberang daerah-perbatasan yang tegang antara kedua Korea jika Korea Selatan terus meluncurkan balon-balon propaganda.
Baru-baru ini Korea Selatan menerbangkan balon-balon yang membawa pamflet-pemflet tentang revolusi yang terjadi baru-baru ini di Mesir -- berita seperti itu dilarang di Korea Utara. Hubungan Korsel dan Korut terakhir sempat memanas pada November tahun lalu. Saat itu, Korut menembakkan rudal ke pulau terluar Korsel dan menewaskan empat orang. 

SERUU.COM

SEMPU MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN BAGASI (LUGGAGE CHECK) DI NEPBATT

 

          PUSPEN TNI (25/2),- SEMPU mengadakan pemeriksaan bagasi (Luggage chek) untuk personel dari kontingen Nepal yang akan kembali ke Tanah Air mereka setelah menyelesaikan tugasnya di Lebanon. Hal ini sesuai dengan Task Description yang terdapat dalam Annex W yang berisi tentang tugas dan kewajiban dari Sector East Military Police (SEMPU).

        Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjamin tidak terjadinya pelanggaran terhadap peraturan mengenai barang bawaan yang telah ditetapkan oleh UNIFIL. Setelah Tim Luggage Check yang dipimpin oleh Lettu (PM) Chairul melakukan koordinasi dengan pihak Movcon (Kepolisian bandara) dan pejabat Nepbatt, pelaksanaan kegiatan Luggage Check dilakukan secara random yang artinya pemeriksaan tidak dilakukan terhadap seluruh anggota Nepbatt, namun hanya dilakukan terhadap personel Nepbatt yng ditunjuk secara acak terhadap 60 personel sesuai kesepakatan dengan Movcon.

        Kegiatan pemeriksaan dimulai pada pukul 11.00 LT terhadap senjata dan kontainer untuk kemudian disegel, dilanjutkan dengan pemeriksaan barang bawaan personel seperti tas dan koper. Barang-barang yang tidak diperbolehkan untuk dibawa kedalam pesawat diantaranya korek gas, baterai, minuman beralkohol tinggi, dan barang barang yang dilarang lainnya disita untuk kemudian diserahkan kepada Movcon. Luggage check di UN POSN 8-30 ini berakhir pada pukul 17.00 LT, keesokan harinya kegiatan akan dilanjutkan dengan Escort dan Body Searching di bandara Rafik Hariri, Beirut. Hingga saat ini SEMPU telah melaksanakan 8 kali kegiatan Luggage Check terhadap kontingen-kontingen yang berada di Sector East UNIFIL.

PUSPEN TNI

Agen CIA: Iran Imperium Baru di Teluk Persia



Robert Baer, mantan petinggi Dinas Intelijen AS (CIA) mengatakan, transformasi terbaru di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara mengokohkan posisi Republik Islam Iran. "Jika kita menengok realitas yang terjadi di Irak, Lebanon dan Bahrain maka kita dapat menyaksikan bertambahnya kekuatan Iran," demikian kata Baer seperti dilaporkan IRNA.
Di salah satu bukunya, Baer mengkaji perubahan Iran menjadi salah satu kekuatan besar di kawasan. Menjawab pertanyaan apakah transformasi regional terbaru mengubah pendapatnya, Baer menandaskan, saat ini Iran telah mengirim dua armara lautnya melintasi Terusan Suez dan ditempatkan di Laut Mediterania. Hal ini malah menguatkan pendapat saya soal kekuatan Iran.
Menyikapi runtuhnya rezim-rezim Arab yang bergantung pada Amerika dan dampaknya bagi kebijakan luar negeri serta keamanan AS, Baer mengatakan, runtuhnya rezim yang mengandalkan uang untuk menyelesaikan krisis internal harus sudah dipahami sejak dulu oleh Barat bahwa mereka telah kehilangan sekutu lamanya. Ambruknya rezim-rezim ini berperan dalam perubahan struktur kekuatan di kawasan.
Baer pernah menjabat sebagai pengamat dan salah satu direktur CIA antara tahun 1876-1977. Terkait profesinya ini, Baer juga sempat menulis sejumlah buku. Selama bekerja untuk CIA, ia pernah ditugaskan di Irak utara, Maroko, Lebanon, Sudan, Perancis dan India.
Agen CIA ini keluar dari dinas intelijen AS tahun 1997 dengan dalih tidak mampu meyakinkan pemerintahan Clinton untuk mendukung aksi demo rakyat Irak menentang diktator Saddam Hussein. Ia juga menguasai sejumlah bahasa seperti Arab, Persia, Perancis dan Jerman.
Dalam bukunya, Baer menulis, Iran saat ini tengah berubah menjadi imperium di kawasan Teluk Persia dan kekuasaan besar Tehran ini harus diterima sebagai realita. Ditambahkannya, Amerika tidak memiliki pilihan kecuali harus bersedia berdamai dengan Iran dan berdialog dengan negara ini. Tak hanya itu, Washington juga harus membatalkan sanksi sepihaknya terhadap Tehran. (IRIB/IRNA/MF/AR)

IRIB

Menhan Suriah: Barat Benci Melihat Tehran dan Damaskus Kian Mesra

 Menteri Pertahanan Suriah Letnan Jenderal Ali Muhammad Habib Mahmoud menegaskan negara-negara Barat tidak senang dengan perkembangan hubungan antara Iran dan Suriah yang makin erat. Sebagaimana dikutip oleh IRNA, Habib Mahmoud kemarin (Ahad, 27/2) menyatakan, "Negara-negara Barat dan kolonialis tidak puas dengan hubungan Iran dan Suriah yang kian baik, kokoh dan terus berkembang".
Penegasan itu disampaikan oleh menteri pertahanan Suriah dalam pertemuan dengan Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari, yang berada dalam kunjungan resmi enam hari ke Suriah sebagai kepala delegasi otoritas angkatan laut Iran. Dalam pertemuan tersebut, Habib Mahmoud memuji prestasi ilmiah Iran di bidang nuklir, teknologi, dan kemajuan militer. Menhan Suriah itu menilai bahwa prestasi itulah yang menyebabkan Barat begitu memusuhi Tehran.
Dia juga menegaskan bahwa kehadiran kapal perang Iran di Suriah adalah merupakan bentuk unjuk kekuatan Iran dan kegagalan musuh-musuhnya.
Dua kapal Iran, Khark dan Alvand, merapat di pelabuhan Lattakia, Suriah setelah melakukan perjalanan melalui Terusan Suez, Mesir untuk kali pertama sejak kemenangan Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979.
Kapal fregat Alvand berbobot 1.500 ton dipersenjatai dengan rudal anti-kapal dan torpedo sedangkan kapal Khark dengan bobot 33.000 ton memiliki kapasitas lebih besar dan sanggup membawa 250 awak kapal dan tiga helikopter.
Tehran mengumumkan bahwa kunjungan dua kapal perang Iran ke Suriah merupakan kunjungan rutin untuk membawa pesan perdamaian dan persahabatan ke negara-negara dunia.
Jumat (25/2) lalu, Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari menandatangani kesepakatan kerja sama angkatan laut dengan mitra Suriah Jenderal Taleb al-Barri. 
IRIB

Iran Siap Luncurkan Jet Tempur Baru Saingan F/A-18



Angkatan Udara Republik Islam Iran telah meluncurkan sebuah proyek untuk merancang dan membuat jet tempur tercanggih di negara itu. Brigadir Jenderal Mohammad Reza Karshki kepada kantor berita Fars mengatakan bahwa Angkatan Udara Iran akan menggalang kerjasama dengan Departemen Pertahanan dalam proyek tersebut dan saat ini proyek itu masih berada pada tahap awal.
Komandan senior Angkatan Udara Iran itu menambahkan bahwa proyek pesawat tempur baru tersebut adalah generasi baru dari jet temput buatan pertama Iran Saeqeh (Thunderbolt) dengan fitur yang disempurnakan.
Menurut laporan Press TV, kemampuan jet tempur baru Iran itu mirip dengan pesawat tempur F/A-18 buatan AS namun penampilannya mirip dengan F-5E/F Tiger II.
Pesawat pembom berkursi tunggal itu memiliki kemampuan untuk melacak pesawat musuh, terlibat dalam pertempuran, membidik target di darat, dan membawa berbagai jenis senjata dan peledak.
Pada September 2010, Iran meluncurkan skuadron pertama dari pesawat pembom Saeqeh dalam suatu manuver pertunjukan udara.

IRIB

Menhan Tinjau KRI Clurit 641 di Batam


28 Februari 2011

KRI Clurit 641 (all imeges : Trides)
Menhan Puji Kapal Perang Buatan Batam
BATAM - Produksi Kapal Cepat Rudal (KCR) hasil karya putra-putri Indonesia di Batam mendapat sambutan luar biasa dari Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro. Menhan berjanji akan terus membangun kapal-kapal perang seperti KRI Clurit yang 100 persen pembuatannya di lakukan di PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, Batam.

Menurut Menhan, suksesnya produksi kapal perang berkecepatan 30 knot yang dilengkapi dengan sistem persenjataan modern seperti Sensor Weapon Control (Sewaco), Meriam caliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS), serta peluru kendali itu adalah bukti bahwa sistem pertahanan nasional bisa membangun seperti KCR tersebut.

Dikutip Batam Pos (JPNN Group), Minggu (27/2), Purnomo mengatakan, kapal dengan panjang 44 meter berbahan aluminium itu sangat cocok untuk kegiatan patroli maupun penyerangan di perairan kawasan Indonesia bagian barat (armabar). Pasalnya kata mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, laut di wilayah barat Indonesia termasuk laut yang tidak terlalu dalam dan sangat cocok untuk dilintasi kapal perang berukuran sedang yang saat ini tengah diproduksi di dalam negeri.

"Laut-laut di kawasan barat memang cocok untuk kapal-kapal seperti KRI Clurit. Asalkan bisa untuk patroli dan bisa juga untuk melakukan suatu penyerangan," ujar Purnomo Yusgiantoro disela-sela kunjungannya bersama Panglima Armabar Laksamana Muda Hari Bowo di PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang.


Dikatakannya, pemerintah akan terus membangun kapal-kapal perang seukuran KRI Clurit buatan Batam tersebut secara mandiri tanpa harus membelinya dari negara lain. Menhan mengaku sangat kagum dengan hasil karya putra putri bangsa sendiri yang telah menunjukan dedikasi, loyalitas dan nasionalismenya untuk merancang serta membangun kapal perang yang bisa mengangkut dan menembakan rudal sejauh 120 kilometer itu.

Panglima Armabar Laksamana Muda Hari Bowo menambahkan, kapal perang yang akan dilengkapi 1 unit meriam 6 barel caliber 30 MM, meriam anjungan 2 unit caliber 20 MM dan peluru kendali 2 set Rudal C-705 itu akan dilakukan uji penerimaan laut (sea acceptance test) dan uji penerimaan pelabuhan (harbour acceptance test) pada tanggal 25 Maret nanti.

Diberitakan Batam Pos sebelumnya, kapal perang dengan kecepatan hingga 30 knot ini dibangun di Batam sekitar satu tahun lalu dan sukses diluncurkan di perusahaan pembuatnya, yakni PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, awal Februari lalu.

Kapal Cepat Rudal terbuat dari baja khusus High Tensils Steel pada bagian hulunya (lambung). Sementara untuk bagian atasnya, kapal ini menggunakan aluminium Alloy yang memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar.(spt)

KDB Waspada and KDB Pejuang will be Delivered to Indonesia in April


27 Februari 2011

Waspada class patrol ship (photo : cari)
Indonesia to get Brunei patrol ships
BRUNEI plans to grant Indonesia patrol vessels KDB Waspada and KDB Pejuang for military training as part of efforts to promote the expansion of defence ties.

Deputy Minister of Defence Dato Paduka Hj Mustappa Hj Sirat said yesterday that various programmes on Brunei-Indonesia defence ties would be carried out.

"KDB Waspada and KDB Pejuang are still in operation, possibly in April ...these will be delivered to Indonesia to be used as (military) training vessel for the Indonesian Navy (TNI AL)," Dato Paduka Hj Mustappa told The Brunei Times prior to joining a morning walk with His Majesty the Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei Darussalam and Indonesia President Susilo Bambang Yudhoyono at the Tasek Lama Recreational Park.

Waspada class patrol ship (image : freespace)
Maintenance checks and operation trainings need to be done before the vessels are handed over to Indonesia, he said.

His Majesty's Government and Indonesia signed a Memorandum of Understanding (MoU) on Defence Cooperation on April 10, 2003. The MoU was recently ratified by Indonesia's parliament.

"There will be a joint committee to discuss how to further expand the defence cooperation between the two," he said.

Brunei and Indonesia are also planning to carry out joint training for its military forces as well as their special forces.

Moreover, there is a plan to send Brunei's military personnel to study at the Defence University in Indonesia this year.

Asked how many military personnel Brunei is expected to send, Dato Paduka Hj Mustappa said, "We need to look at their qualifications.

"Indonesia's Vice Minister of Defence Lieutenant General TNI (Rtd) Sjafrie Sjamsoeddin said five slots would be open for Bruneians to pursue a degree at Indonesia's Defence University. "In conclusion, this year we will take the opportunity to implement various cooperation that we need to carry out," Sjafrie said.

Meanwhile, number of programmes that both parties have implemented are exchange visits of top-notch military officers as well as attending courses at the National Resilience Institute (Lemhanas) in Jakarta, and Brunei's Joint Staff Course and Executive Development Programme.

He went on to say that this year the Royal Brunei Armed Forces (RBAF) will be celebrating its 50th anniversary. Part of activities lined up for the celebrations are the Brunei International Defence Exhibition (BRIDEX), the Brunei International Tattoo and the Fleet Review.

Indonesia's Sjafrie said President Yudhoyono would instruct the TNI Army Chief to actively participate in the Golden Jubilee of the RBAF and order the Indonesia Minister of Defense to take part in BRIDEX.

Brunei Berminat Membeli Ranpur dan Persenjataan dari Indonesia

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan, pemerintah Brunei Darussalam berminat untuk membeli dan menggunakan kendaraan tempur dan beberapa jenis senjata buatan Indonesia.

"Mereka akan menggunakan produk-produk dalam negeri kita, khususnya kendaraan-kendaraan tempur dan persenjataan," kata Sudi Silalahi kepada wartawan setelah mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (27/2) sore.

Sudi mengatakan, kerja sama pertahanan dengan Brunei itu adalah salah satu dari beberapa hasil kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono ke Brunei Darussalam pada 24 Februari 2011, atau sehari sebelum presiden berkunjung ke Kepulauan Riau.


Angkatan Darat Brunei saat ini mengoperasikan VAB 4x4 : 26 dibeli pada tahun 1996, dan 17 dibeli pada tahun 2001 (photo : Military Vehicle)
Menurut Sudi, kerja sama pertahan dengan Brunei itu sudah dinyatakan dalam penandatanganan nota kesepahaman.

Namun demikian, Sudi tidak menjelaskan jumlah dan spesifikasi alat pertahanan buatan Indonesia yang akan diekspor ke Brunei. Dia juga tidak menyebutkan tenggat waktu pelaksanaan kerja sama itu.

Pernyataan bersama Presiden Yudhoyono dan Sultan Hassanal Bolkiah yang disampaikan secara tertulis menyatakan, kedua negara juga sepakat untuk membentuk dan meningkatkan peran komite kerja sama pertahanan.

Kedua kepala negara optimistis, komite itu akan meningkatkan dan memperkuat kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dan Brunei Darussalam.

Sumber : ANTARA

Panser ANOA (Tipe APC dan Tipe Canon)
ArsamLagi.comPanser Anoa Tipe APC dan Tipe Canon adalah dua jenis panser buatan PT. PINDAD (Persero) salah satu perusahaan kebangaan bangsa Indonesia. Sebagaimana nama dari kendaraan tempur ini yakni Panser Anoa. Panser ini betul-betul sudah menjadi bukti kemajuan bangsa dan sebagai salah satu tanda penghargaan terhadap kekayaan bangsa yakni dengan menggnakan nama Anoa mamalia khas Pulau Sulawesi pada panser tersebut. ArsamLagi.comPanser Anoa didesain agar tahan serangan. Rodanya padat, antipeluru, antiranjau darat, dan tentu saja tak bisa pecah. Selain itu, kendaraan tersebut dilengkapi alat jamming frekuensi. ArsamLagi.comFungsinya menghalangi gelombang yang sering digunakan untuk mengoperasikan bom dari jarak jauh menggunakan telepon seluler. Selain itu, tampilannya jugatidak kalah sangar dengan panser sejenis dari Eropa. Itulah sosok Anoa, panser beroda 6 hasil karya anak bangsa. Kendaraan tempur (Ranpur) ini mampu melaju hingga kecepatan 90 km per jam. Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. ArsamLagi.comUntuk urusan bodi, Anoa dilapisi lapisan baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 dijamin tidak bakal tembus. Suspensi juga terbilang empuk jenis Independent Modular dan Torsion Bar. Pada sistem navigasi, panser ini menggunakan sistem navigasi generasi terbaru ditambah alat komunikasi anti jamming yang juga melengkapi interior ranpur ini.

http://coretanarsam.wordpress.com/page/2/

Saturday, February 26, 2011

UAE, Russia sign $74-million contract on modernization of amphibious vehicles

15:25 24/02/2011
The United Arab Emirates and Russian state arms exporter Rosoboronexport signed a $74-million contract on the modernization of 135 Russian BMP-3 (amphibious infantry fighting vehicle), UAE Armed Forces official spokesman Major-General Obaid Al Hairi Salem Al Ketbi said on Thursday. Russia sent its delegation to IDEX 2011, an international defense exhibition in Abu Dhabi, the capital of the United Arab Emirates, on February 20-24.
Thirty-three Russian defense industry enterprises took part in IDEX 2011, including Rosoboronexport and the state corporation Russian Technologies.
According to the exhibition website, IDEX is the largest defense and security event in the Middle East and North African region.

ABU DHABI, February 24 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

RAF May Retire Tornados Early to Save Money

RAF May Retire Tornados Early to Save Money


The U.K. Ministry of Defence is scrambling to find GBP1 billion ($1.62 billion) in cost savings prior to the end of the current fiscal year on March 31. Adding to the challenge, the cost-cutting options presented represent politically difficult choices that may see Britain transition from Tier 1 military status to Tier 2.
The options include cutting 20,000 troops from the Army from 2015 onward (this would shrink the British Army to its smallest size since the 1820s due to a downsizing at the end of the Napoleonic Wars) and withdrawing more ships from an overextended, under-strength Royal Navy.
But the option being considered most carefully seems to center on the Royal Air Force's fleet of Tornado ground attack aircraft. With the release of the U.K. Strategic Defense and Security Review last fall, the Tornado emerged as a big winner in a MoD review that pitted the aircraft against the Harrier GR7/GR9 fleet in what evolved into a battle royal for which platform remained in service. Due to its continued use in the Afghan theater, the Tornado made the cut and the last Harriers were withdrawn from service earlier this year.
Now the Tornados operating in Afghanistan could fall victim to budgetary cutbacks, as officials are considering the immediate withdrawal of the RAF's eight Tornados deployed in that theater. This move would be followed by the retirement of the remaining Tornado fleet of roughly 100 aircraft within as short a timeframe as three years.
In their stead, the MoD would seek to expedite the rate at which Eurofighter Typhoons are being brought into service, a task that may be facilitated by the dissipation of a potential sale of 24 Typhoons from the British Royal Air Force's Tranche 1 Block 5 stocks to Oman.
 

TNI Akan Perkuat Radar di Wilayah Barat

Sabtu, 26 Februari 2011 22:35 WIB
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono. (ANTARA)
Pontianak (ANTARA News) - TNI akan memperkuat radar pengamatan di wilayah barat Indonesia, guna menambah kekuatan pengamanan daerah perbatasan darat dan laut di wilayah itu, kata Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana TNI Agus Suhartono.

"Kita masih menghadapi kendala dalam mengamankan perbatasan darat dan laut di wilayah barat. Kita belum punya radar pengamatan," katanya, di Pontianak, Sabtu.

Ditemui usai melakukan kunjungan ke Skuadron Udara 1 Pangkalan Udara Supadio, ia mengatakan selama ini untuk pengamatan wilayah perbatasan dibantu radar sipil di Pontianak dan radar militer di Ranai.

"Padahal kerawanannya cukup tinggi, apalagi wilayahnya dekat dengan Laut China Selatan," katanya.

Agus menilai unsur-unsur tempur TNI, baik laut maupun udara di wilayah barat cukup memadai untuk mengawasi ancaman kedaulatan di perbatasan.

"Hanya saja, kita masih terkendala dengan belum memadainya radar pengamatan. Jika radar ini ada, penanganan ancaman kedaulatan di perbatasan bisa lebih maksimal," katanya.

Selama di Kalimantan Barat, Panglima TNI meninjau pos pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia.

Dengan menggunakan helikopter Mi-17, Panglima TNI menyusuri perbatasan darat Kalbar-Serawak, dan tiba di Pos Jagoi Babang di Kabupaten Benkayang.

Selanjutnya Panglima TNI juga meninjau Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk di Kabupaten Sambas.(*)

(T.R018/M008)


ANTARA

Friday, February 25, 2011

KRI Kelabang Gagal Kan Perompakan MV Lucky Star - 8


1 29th, 2011 by Ardava
KRI Kelabang-826
KRI Kelabang-826.
KRI Kelabang (KLB - 826) yang dikomandani Mayor Laut (P) Bambang Wasito berada berhasil menggagalkan perompakan terhadap MV Lucky Star - 8 berbendera Indonesia di perairan internasional utara Pulau Bintan, Kepulauan Riau, baru baru ini.
Kejadian bermula sejak MV Lucky Star - 8 berangkat dari Dumai Propinsi Riau mengangkut rempah-rempah dan barang dagangan lain dengan tujuan Songklak, Thailand. Saat diperairan Internasional utara Pulau BIntan para perompak dengan menggunakan perahu mesin tempel dan membawa senjata tajam merapat kemudian menguasai kapal berbobot 200 ton.
Pada saat KRI KLB - 826 di bawah Satuan Kapal Patroli ( Satrol ) Koarmabar sedang melaksanakan patroli di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI ) I, menerima informasi dari Markas Komando Armada RI Kawasan Barat tentang adanya usaha perompakan terhadap MV Lucky Star - 8 pada posisi 01 17 30 U - 104 07 24 T dekat suar hosburg selat Singapura. Selanjutnya KRI KLB - 826 menuju sasaran, kemudian menemukan kapal tersebut , dan berhasil melumpuhkan perompak yang berjumlah 9 orang serta mengamankan13 kru kapal. Dari pemeriksaan awal KRI KLB - 826, diketahui dari 9 orang perompak, tujuh orang diantaranya adalah warga Negara Indonesia, sedangkan yang lainnya berkewarganegaraan Malaysia dan Singapura.
Selanjutnya para perompak dan ABK kapal beserta barang bukti dibawa menuju Pangkalan Angkatan Laut ( Lanal ) Batam untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut.

KOMANDAN KRI FRANS KAISIEPO-368 HADIRI UPACARA PENGUKUHAN KOMANDAN MARITIME TASK FORCE/UNIFIL



Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 yang sekaligus Komandan Satgas Maritime Task Force KONGA XXVIII-B/UNIFIL, Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST menghadiri upacara pengukuhan Komandan Maritime Task Force/UNIFIL. Upacara yang berlangsung di gladak heli TCG Yildirim F243(Turki) pada pukul 11.00-12.00 LT tersebut dihadiri oleh seluruh komandan unsur Maritime Task Force/UNIFIL antara lain: Komandan TCG Yildirim F243 Capt (N) Aydin Sezenoglu, Komandan FGS Donau A516 CDR Alexander Wulf (Jerman), Komandan FGS Zobel P6125 CDR Oliver Ertel (Jerman), FGS Hyane P6130 LTCDR Jan Fitjen (Jerman), Komandan HS Starakis P29 CDR John Panagiotou (Yunani), Komandan BNS Osman F18, Capt Mozzomel Haque (Bangladesh), Komandan BNS Madhumati CDR Afzalul Haque (Bangladesh), Komandan LAF-Navy Admiral Nazih Baroudi, Duta Besar Republik Indonesia H.E Dimas Samodra Rum, Pjs.Wakil Komandan FHQSU Letkol Laut(T) Erwin C. Gora, serta Duta Besar dan Atase Pertahanan negara-negara sahabat.
 
Force Commander UNIFIL Major General Alberto Asarta Cueves (Spanyol) bertindak sebagai Inspektur Upacara mengukuhkan jabatan Komandan Maritime Task Force/UNIFIL kepada Rear Admiral Luiz Henrique Caroli (Brasil) yang selama ini mengalami kekosongan.
 
Dalam amanatnya beliau menjelaskan bahwa Maritme Task Force dibentuk atas permintaan Pemerintah Lebanon yang sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701(Th.2006). Sejak dibentuk tahun 2006, Maritime Task Force telah melaksanakan tugasnya yaitu melaksanakan Maritime Interdiction Operation (Operasi Pengamanan Maritime) sepanjang 180 km sepanjang garis pantai Lebanon untuk membantu LAF-Navy (Lebanese Armed Force Navy) dalam mencegah masuknya senjata illegal dan bahan terkait lainya yang masuk perairan Lebanon sertamelatih LAF-Navy. Hal ini patut diperhatikan bahwa pengiriman Satgas Maritime ini merupakan pertama kali dalam misi perdamaian PBB.
 
Sejak mulai operasinya tahun 2006, MTF telah melaksanakan Hailing 35.000 kapal dan menyerahkan 865 kapal yang dicurigai masuk wilayah perairan Lebanon untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut. Tak satupun kapal yang dicari ditemukan berisi senjata yang dilarang atau aset dan personel yang tidak resmi yang sesuai menurut Resolusi 1701. Melalui kegiatan monitor termasuk pengawasan wilayah udara, MTF telah memainkan peranan yang sangat penting. MTF telah menangkal upaya-upaya lalu lintas senjata illegal dan mencegah incident di perbatasan. Kehadiran MTF juga mempunyai dampak positif terhadap lalu lintas perdagangan di wilayah tersebut.
 
Sejalan dengan perkembangan waktu, LAF-Navy meskipun dengan keterbatasanya telah menunjukan profesionlismenya dalam menjaga perairan Lebanon. Hal ini terkait erat dengan kemitraanya dengan MTF. Pada tahun 2010, Organisasi Radar Pantai Lebanon secara efektif dikoordinasikan oleh Pusat Operasi Markas Besar LAF-Navy dengan sukses dan memenuhi tugasnya selama tujuh hari dalam seminggu diatas wilayah perairan Lebanon. Mulai diselenggarakanya latihan gabungan dalam Maritime Interdiction Operation (Operasi Pengamanan Maritime) bersama unsur-unsur MTF, LAF-Navy telah meneruskan pelatihan sendiri (on The Job Training). Perkembangan Satuan Reaksi Cepat LAF-Navy telah terbukti dalam mengambil keputusan secara baik.
 
Unsur kapal MTF sekarang ini terdiri dari delapan kapal yang berasal dari Jerman, Turki, Bangladesh, Indonesia, dan Yunani. Untuk itu MTF membantu LAF-Navy dalam membentuk aset maritime dan mencetak kepemimpinan yang penting dimasa yang akan datang. Upaya-upaya yang telah dilakukan MTF ini akan menjadi momentum dalam mencapai tujuan selama ini. Major General Alberto Asarta Cueves sangat percaya bahwa perdamaian di Lebanon Selatan akan tercapai. Untuk itulah beliau menegaskan kembali dan mengharapkan bahwa MTF akan meneruskan melakukan tugas sepenuhnya, terus bekerja bersama dengan LAF termasuk LAF-Navy untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Lebanon Selatan baik di darat maupun di laut. Beliau mengharapkan kepada semua pihak untuk meneruskan kerja sama dengan baik dalam melaksanakan tugas ini dibawah Resolusi 1701 kedepan. Beliau yakin bahwa semua personel MTF akan meneruskan tugas mereka dengan profesional.(Pen Satgas MTF)
 
TNI AL

TIGA PENERBANG “BLACK PANTHER” LULUS TERBANG SOLO

Pentak Lanud Pbr - 25/02/2011

Tampak pada gambar, kadisops selaku palakhar danlanud pbr, letkol pnb azhar aditama melaksanakan penyiraman air kembang saat pelaksanaan tradisi terbang solo kepada tiga penerbang skadron udara 12 lanud pekanbaru
Tiga penerbang tempur “Black Panther” Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru sukses melaksanakan terbang solo menggunakan pesawat tempur Hawk 200. ketiga penerbang muda tersebut adalah, Lettu Pnb Martono, Lettu Pnb Yuda Anggara Seta dan Lettu Pnb Arie Prasetyo. Keberhasilan ketiga fighters tersebut ditandai dengan pelaksanaan acara “tradisi terbang solo” berupa pemecahan telur dan penyiraman air kembang oleh Kadisops selaku Palakhar Danlanud Pekanbaru, Letkol Pnb Azhar Aditama, di pelataran parkir Mako Lanud Pekanbaru, Kamis (24/2).
Dalam sambutannya Palakhar Danlanud Pbr menyampaikan bahwa, Keberhasilan seorang pilot “terbang solo” menggunakan pesawat tempur Hawk 200 merupakan momentum titik awal seorang penerbang tempur dalam pengabdiannya kepada Negara dan bangsa. “Duduk di kursi single pesawat tempur merupakan tahapan yang sangat penting bagi seorang penerbang, segala tindakan dan keputusan dalam melaksankan misi penerbangan ditentukan sendiri, oleh karenanya momentum tersebut wajib disyukuri dan dijadikan bekal dalam melaksanakan setiap misi penerbangan”, demikian disampaikan Palakhar Danlanud
Pada kesempatan yang sama Komandan Skadron Udara 12, Letkol Pnb Prasetya Halim menyampaikan bahwa, dengan berhasilnya ketiga penerbang tempur menerbangkan pesawat tempur Hawk 200 secara mandiri (terbang solo) maka kekuatan Fighter Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru bertambah, sekaligus para penerbang akan mengikuti pendidikan lanjutan setelah lulus sebagai siswa penerbang transisi yang telah mereka tempuh sejak bulan Juli tahun 2010 yang lalu.
Ketiga penerbang Skadron Udara 12 yang berhasil melaksanakan terbang solo dengan pesawat Hawk 200 merupakan siswa Transisi Angkatan XIII Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru. Turut hadir pada acara tersebut seluruh Kepala Dinas dan Komandan Satuan serta segenap perwira jajaran Lanud Pekanbaru.

TNI AU

Panglima TNI Tinjau Perbatasan Indonesia-Malaysia


PONTIANAK - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono meninjau wilayah perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Propinsi Kalimantan Barat baik melalui darat maupun udara.

Dari Pontianak Panglima TNI dengan beberapa asistennya, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Geerhan Lantara menggunakan helikopter Mi-17 TNI Angkatan Darat menuju Pos Pengamanan Perbatasan Jagoi Babang dan Aruk, pada Sabtu (26/2).

Dalam peninjauannya, Panglima TNI mendapat paparan tentang kondisi perbatasan darat RI-Malaysia dari Komandan Satgas Pamtas Yonif 641/Bru.

Di Aruk, Panglima TNI meninjau pelaksanaan Bhakti Sosial kemudian berjalan kaki menuju Pos Pamtas Aruk.

Selain memberikan pengarahan, Panglima TNI juga memberikan bantuan berupa peralatan dan perlengkapan olah raga

Sebelumnya Panglima TNI mengemukakan, perbatasan darat RI-Malaysia di Kalimantan memiliki posisi strategis.

"Strategis, karena selain berbatasan dengan Malaysia, wilayah perbatasan darat RI-Malaysia juga sangat dekat dengan Laut China Selatan," katanya.

Jadi, tambah Agus, apapun yang terjadi di Laut China Selatan, berdampak hingga ke wilayah perbatasan darat RI-Malaysia di Kalbar.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, perbatasan darat RI-Malaysia di Kalbar memiliki panjang 966 kilometer.

"Jalur perbatasan sepanjang itu melintasi 14 desa, 15 kecamatan, lima kabupaten, dan 52 jalan tikus yang menguhungkan 55 desa di Kalbar dengan 32 kampung di Serawak (Malaysia)," katanya.

Christiandy menambahkan, di sepanjang perbatasan darat di Kalbar terdapat lima pintu lintas batas yakni Entikong, Aruk, Jagoi Babang, Jasa, dan Mangabadau.

Sumber : ANTARA

Thursday, February 24, 2011

Kostrad Gelar Bhakti TNI di Tangerang



kostradTangerang, Seruu.com - KOSTRAD (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) sebagai bagian dari sendi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, memahami dirinya sebagai Prajurit Rakyat yang berasal dari rakyat dan berjuang mempertahankan tegaknya kedaulatan NKRI bagi rakyat Indonesia tercinta.
Melalui pemahaman ini, bertepatan dengan memperingati HUT ke-50 Kostrad pada tanggal 6 Maret 2011, maka Kostrad dibawah pimpinan Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo berinisiatif menyelenggarakan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial yang berlandaskan pada aktualisasi kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai sebuah implementasi solidaritas dan kebersamaan sosial demi terwujudnya kesetiakawanan sosial yang berujung pada kuat dan teguhnya persatuan dan kesatuan Bangsa.
Niat yang dilandasi keikhlasan untuk mewujudkan kesetiakawanan sosial ini, lebih lanjut, ditindaklanjuti oleh Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayor Jenderal TNI M. Nizam selaku Penanggung Jawab kegiatan untuk mewujudkan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial Jajaran Kostrad, khususnya Batalyon Arhanudri 1 Kostrad yang berlokasi di wilayah Serpong Tangerang, dengan wujud kegiatan berupa penanaman bibit pohon, pengobatan massal secara gratis dan pembagian Paket Sembako.
Komandan Batalyon Arhanudri 1 Kostrad Letkol Arh Rikas Hidayatullah selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial saat ini melibatkan berbagai pihak stakeholders di wilayah Tangerang untuk bersama-sama mewujudkan kelancaran acaranya. Secara lengkap, Kegiatan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial saat ini terdiri atas kegiatan penanaman 3000 bibit pohon (Trembesi dan Albasia)  yang ditanam di wilayah Kecamatan Sepatan, Mauk, Teluk Naga dan Pagedangan dan Cipondoh sebagai hasil kerjasama/kemitraan dengan Muspida, Muspika Kabupaten Tangerang PT PGN (Persero) Tbk, PT BSD City serta Batalyon Kavaleri 9/Penyerbu Kodam Jaya.
Selain itu, dilaksanakan pula pengobatan massal secara gratis berupa Poli Umum dan Poli Gigi hasil kerjasama dengan Rumah Sakit Omni, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Rumah Sakit Tingkat IV Daan Mogot serta Batalyon Kesehatan 1 Kostrad yang diikuti oleh sekitar 750 orang. Selanjutnya, kegiatan pembagian paket Sembako kepada sekitar 1500 warga masyarakat di wilayah Tangerang merupakan hasil kerjasama/kemitraan dengan PT PGN (Persero) Tbk, PT BSD City, Artha Graha Peduli, PT GBSI, PT Indah Kiat dan Tip Top Supermarket Tangerang serta segenap komponen masyarakat yang peduli dengan sesama warga lainnya.
Kegiatan yang berlangsung saat ini dilandaskan pada motto “Peka dan Peduli Lingkungan serta Kebersamaan antar Komponen Bangsa”, diharapkan sasaran kegiatan Bhakti TNI dan Bhakti Sosial ini dapat mewujudkan terciptanya solidaritas dan kesetiakawanan sosial yang utuh demi persatuan dan kesatuan Bangsa. [puspen/is]

sumber seruu.com

PTS-10 : Kendaraan Angkut Amfibi Terbesar Korps Marinir


22/02/2011
PTS-10 Korps Marinir TNI-AL mengangkut sebuah truk Unimog
Dalam sebuah defile Korps Marinir di Jakarta pada awal tahun 2000-an, ada sebuah kendaraan tempur (ranpur) yang lumayan menyita perhatian masyarakat sekitar. Buat orang awam, kendaraan ini diasosiasikan sebagai sebagai tank, tak salah memang anggapan ini, sebab kendaraaan ini mengsung roda rantai dan bersosok sangar, plus dibalut cat hijau tempur khas Korps Marinir TNI-AL.
Bagi saya pribadi, inilah kendaraan roda rantai terbesar yang pernah saya lihat di Indonesia. Ukurannya jauh lebih besar dan gagah ketimbang tank amifibi Marinir atau tank-tank kavaleri TNI-AD sekalipun. Setelah ditelusuri, terungkaplah identitas dan spesifikasi kendaraaan ini, tak lain adalah PTS-10.
PTS-10 Ceko Slovakia saat meluncur ke daratan
PTS-10 atau dalam bahasa Rusia (Plavayushchij Transportyer – Sryednyj)-10 adalah kendaraan angkut amfibi ukuran sedang buatan Uni Soviet. PTS-10 dibuat oleh pabrik State Soviet Factories pada awal 1965. Dilihat dari identitasnya, jelas PTS-10 bukan masuk kategori ranpur, di elemen Korps Marinir, PTS-10 disebut sebagai KAPA (Kendaraan Pengangkut Artileri). Kemampuan PTS-10 tidak kepalang tanggung, kendaraan super bongsor ini bisa menggotong muatan seberat 10 ton. Dalam beragam latihan, Korps Marinir sering mendayagunakan kendaraan ini sebagai pengangkut truk Unimog/truk Reo dan kanon 105 mm dari LST (Landing Ship Tank)/LPD (Landing Platform Dock) ke bibir pantai.
Geladak PTS-10, siap membawa 75 personel bersenjata lengkap
Selain mampu menggendong truk dan kendaraan sekelas jip, dengan ukuran yang ‘raksasa’ PTS-10 bisa membawa 75 personel bersenjata lengkap dalam sekali angkut. Berkat adopsi roda rantai, PTS-10 tak kesulitan melahap medan off road yang berat. Proses loading dan unloading pun cukup mudah dilakukan lewat palka di belakang kendaraan.

PTS-10 dioperasikan oleh dua orang kru (seorang komandan dan pengemudi). Keceparan PTS-10 di air mencapai 11,5 Km per jam (maju) dan 5 Km per jam (mundur). Sedangkan kecepatan gerak di darat (jalan raya) adalah 42 Km per jam, serta kecepatan di medan off road rata-rata 27 Km per jam. PTS-10 ditenagai mesin diesel A-712P V12 water-cooled. Konsumsi bahan bakar kendaraan ini mencapai 150 liter untuk per 100 Km. Bahan bakar ini untuk menopang bobot PTS-10 yang
keseluruhan mencapai 17 ton.

PTS-10 juga pas untuk mengarungi sungai kecil

Tidak diketahui berapa unit PTS-10 yang dimiliki Korps Marinir. Yang jelas selain Indonesia, kendaraan kelas berat ini digunakan pula di negara-negara eks pakta Warsawa, Mesir, Irak, dan Uruguay. Selain digadang sebagai pengakut artileri/pasukan, PTS-10 juga sering digunakan oleh Marinir untuk operasi militer non tempur, seperti pada tanggap bencana. Tapi karena sudah berumur sepuh, pihak Rusia malahan sudah memensiunkan PTS-10, kini PTS-10 ditawarkan kepada pihak sipil, harga yang dibandrol sekitar US$27,832. Tertarik? (Haryo Adjie Nogo Seno)
Spesifikasi PTS-10
Negara pembuat : Rusia/Uni Soviet
Pabrik : Soviet State Factories
Panjang : 11,52 meter
Desain : waterproofed hull
Lebar : 3,32 meter
Tinggi : 2,65 meter
Berat total : 17 ton
Beban angkut : 10 ton
Mesin : diesel A-712P V12 water-cooled
Kecepatan Max : di air 11.5 Km/jam; di darat 42 Km/jam;
Jarak tempuh : 300 Km


The Indomiliter