Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Friday, January 7, 2011

AS Tak Terima China akan Punya Peralatan Militer Kelas Satu


China rejects report of nuclear policy shift

Tribunnews.com - Sabtu, 8 Januari 2011 04:49 WIB
 Share   
TRIBUNNEWS.COM, CHINA --- Negara adidaya, Amerika Serikat (AS) tidak dapat menerima negara saingan, China, dikatakan sebagai negara pemilik kekuatan dan peralatan militer kelas satu di dunia.

Radio Netherland (RNW), Jumat (7/1/2011), melansir bahwa jelang kunjungan menteri pertahanan AS, Robert Gates, ke China, tersiar kabar bahwa Amerika tidak bisa menerima kenyataan bahwa cepat atau lambat China akan punya peralatan militer kelas satu.

Amerika terbiasa menjadi yang negara nomor satu sehingga susah menerima kenyataan disusul negara berkembang seperti China.

Menhan China Liang Gualie mengatakan, “berkat pertumbuhan ekonomi, China akan terus maju dengan pemutakhiran peralatan militernya, sementara Amerika harus melakukan penghematan besar-besaran”.

China selalu menyebut peningkatan persenjataan mereka dalam rangka pertahanan. Namun belakangan sejumlah pejabat militer sering mengeluarkan pernyataan tentang keseriusan mereka membangun militer yang kuat

Gates direncanakan tiba di China, Ahad mendatang guna mengurangi ketegangan kedua negara, satu tahun setelah Beijing memutus hubungan militer dengan Washington, sebagai protes atas penjualan senjata Amerika ke Taiwan






  SUMBER:TRIBUNNEWS
FOTO:DEFENCE TALK DAN METROTV NEWS

Kapal Perang Inggris Dijadikan Sekolah untuk Anak China


Tribunnews.com - Sabtu, 8 Januari 2011 05:13 WIB
Kapal Perang Inggris Dijadikan Sekolah untuk Anak China
net
HMS Invincible

 Share   
TRIBUNNEWS.COM, CHINA --- Lam Kin-bong, seorang pengusaha Hong Kong ingin membeli sebuah kapal perang Inggris, HMS Invincible, seharga 7,7 juta dolar untuk dijadikan sekolah.

Kapal perang itu sudah dipensiunkan dan telah berperan penting dalam konflik Argentina - Inggris di kepulauan Falklanda tahun 1982.

Pemilik jaringan restoran China di Inggris tersebut berencana menarik kapal perang seberat 22 ribu ton itu ke Zhuhai, di China selatan, yang dekat dengan Hong Kong dan Macau.

Tujuannya, mendirikan sekolah yang membantu memperbaiki komunikasi dan hubungan budaya antara China dan Inggris.

Lam Kin-bong menampik tuduhan ingin menggunakan kapal untuk tujuan militer, di tengah-tengah kekhawatiran Amerika atas pembangunan besar-besaran militer China.

Juru bicara kementerian pertahanan Inggris mengatakan, seluruh komponen kapal akan dilucuti. Menurutnya, membeli kapal ini sama saja dengan membeli kerangka.
TRIBUNNEWS

Agen Mossad: Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015

 
Smaller  Reset  Larger
Agen Mossad: Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015
Meir Dagan, mantan direktur Mossad
REPUBLIKA.CO.ID, Program nuklir Iran mau tak mau membuat Israel cemas. Bahkan beberapa pejabat tinggi memunculkan usulan serangan militer pencegahan, demikian menurut penilaian intelijen yang dipublikasikan, Jumat (7/1)

Namun sikap terkini, Israel meyakini Iran tidak akan mampu memproduksi bom nuklir sebelum 2015.  Direktur mata-mata Mossad yang telah pensiun, Meir Dagon, pada Kamis, menyatakan bahwa ada keyakinan baru pada Israel atas sanksi dan aksi rahasia--dipimpin AS--yang ditujukan untuk menghambat atau menghadang program pengayaan uranium Iran.

"Jika itu maksudnya, maka Iran tidak akan mencapai tingkat bom nuklir sebelum 2015," ujar Dagan. Sebelumnya, pada Juni 2009, Dagan sempat meyakini bahwa Iran dapat memiliki hulu ledak nuklirnya yang pertama pada 2014 dan menyampaikan kecemasan itu ke panel parlemen Israel.

Dagan, mantan jenderal yang mengabdi pada Mossad selama delapan tahun memang cukup berhati-hati dengan prospek menggunakan kekuatan senjata terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan itu dapat memprovokasi Iran, yang menyangkal membuat bom, untuk berhenti dari Pakta Non-Proliferasi nuklir dan sebaliknya akan terus menggenjot program nuklirnya serta bebas dari pemeriksaan PBB.

"Israel jangan sampai mempercepat serangan ke Iran. Langkah itu dilakukan hanya bila pedang sudah di ujung leher," ujar Dagan.

Israel diasumsikan adalah satu-satunya negara yang memiliki persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah. Namun banyak pengamat mengatakan angkatan udara Israel terlalu kecil bila toh ingin melakukan serangan sendirian terhadap fasilitas nuklir Iran yang konon tersebar dan dibentengi kuat.

Israel juga waspada dengan risiko serangan balik dari Iran. Amerika Serikat selama ini selalu menegaskan tidak ingin menyaksikan perang di kawasan tersebut, namun seperti Israel, ia tak berkuasa untuk memaksa Iran menghentikan fasilitas nuklirnya.

REPUBLIKA

Perang Berakhir, Militer Sri Lanka Diberi Tugas Baru.. Jualan Sayur

Smaller  Reset  Larger
Perang Berakhir, Militer Sri Lanka Diberi Tugas Baru.. Jualan Sayur
Militer Sri Lanka
REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO--Usai perang sipil melawan Macan Tamil, kini militer Sri Lanka mendapat tugas baru: menekan harga sayuran yang melambung tinggi. Pada Jumat (7/1), angkatan darat negara itu membuka jaringan toko makanan yang akan menjual produk-produk dalam harga rendah. Toko pun akan dikelola oleh tentara yang dulu pernah ditugaskan dalam perang sipil tersebut.

Lima belas toko swalayan itu akan menawarkan produk pangan berharga rendah yang dibeli langsung dari pertanian provinsi. Langkah itu dibuat demi memotong harga tengkulak dan distributor bagi konsumen.

Harga sayur telah melonjak di Sri Lanka sejak Oktober lalu setelah cuaca tak biasa mengguyurkan hujan lebat. Akibat cuaca buruk, sejumlahl lahan pertanian rusak dan gagal panen menimbulkan gangguan pasokan nasional. Situasi itu memaksa pemerintah melakukan impor untuk mengatasi kelangkaan pangan.

"Ini adalak proyek bantuan kepada komunitas. Kami menjual sayuran berharga rendah kepada konsumen untuk membantu pemerintah menurunkan biaya hidup," kata Mayor Jenderal Ubaya Medawala, kepada AFP.

Menurut departemen informasi pemerintah, langkah itu ditujukan untuk memangkas keberadaan tengkulan dan mafia pasar gelap. Militer juga ditempatkan untuk menjalankan kios-kios makanan yang tersebar di jalan-jalan utama--salah satu bekas zona perang--ketika pemerintah mencari cara menugaskan tentara yang berjumlah besar setelah perang sipil berarti.

REPUBLIKA

Indonesia, Negara Pertama Salurkan Bantuan ke Gaza

Indonesia, Negara Pertama Salurkan Bantuan ke Gaza
Sebanyak 6 orang relawan dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berangkat menuju Gaza melalui bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten , Minggu (18/7). (ANTARA/LUCKY.R)
Rafah, Perbatasan Mesir-Gaza (ANTARA News) - Indonesia menjadi negara pertama yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina pada 2011.

"Kami menyambut baik bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan ini merupakan bantuan pertama dari luar negeri untuk tahun baru 2011," kata Ketua Bulan Sabit Merah Sinai Utara, Mesir, Jenderal (purnawirawan) Osama Serghani di Rafah, pintu perbatasan Mesir-Gaza, kepada ANTARA, Minggu.

Serghani mengungkapkan, bantuan kemanusiaan kepada Palestina dari luar negeri kedua setelah Indonesia adalah dari kapal Asia Caravan-1 yang akan merapat di pelabuhan Rafah Minggu petang, beberapa jam setelah bantuan dari Indonesia.

Kapal Asia Caravan-1 untuk rakyat Palestina itu ditumpangi para aktivis LSM berbagai negara Asia, termasuk 12 orang Indonesia dan mengangkut 170 ton bantuan kemanusiaan.

Bantuan kemanusiaan Indonesia berupa beragam peralatan medis seberat lebih satu ton diserahkan langsung oleh Duta Besar RI, A.M. Fachir di Rafah.

Peralatan medis bantuan Indonesia tersebut diterima langsung Direktur Bulan Sabit Merah Palestina Wilayah Jalur Gaza, Khalil Al-Foul, difasilitasi oleh Kepala Bulan Sabit Merah Wilayah Sinai Utara, Osama Serghani.

Dubes Fachir yang fasih berbahasa Arab menjelaskan, KBRI Kairo menghimpun bantuan dari berbagai kalangan baik organisasi maupun individu yang bersimpati atas penderitaan rakyat Palestina akibat kekejaman Israel.

"Nilai bantuannya tidak seberapa, tapi ini merupakan solidaritas dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara mereka di Palestina terutama Gaza," kata Fachir.

Bantuan Indonesia di perbatasan Rafah ini adalah yang kedua kalinya setelah bantuan pertama pada Januari 2009, tak lama setelah agresi Israel di Gaza.

Bantuan pertama itu termasuk satu ambulan daru Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Fungsi Politik KBRI Kairo Burhanuddian Badruzzaman menjelaskan bahwa bantuan kali ini bernilai 88 ribu dolar AS (sekitar Rp 790 juta).

Dia merinci, 50.000 dolar dari Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina, 26.000 dolar AS dari sisa bantuan Depkes RI untuk Palestina pada 2009, 10.000 dolar dari rakyat Amuntai, Kalimantan Selatan, dan 2.000 dolar dari masyarakat Indonesia di Mesir.

Sulit tembus Gaza
Kepada ANTARA, Serghani menjelaskan bahwa semua bantuan dari luar negeri ke Gaza harus melalui Bulan Sabit Mesir dan kemudian diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Palestina.

"Sesuai kesepakatan dari pemerintah Mesir, Palestina dan Israel, tidak semua orang diizinkan memasuki Gaza, dan semua bantuan kemanusiaan harus melalui Bulan Sabit Merah Mesir," katanya.

Bulan Sabit Mesir diketuai Ibu Negara Mesir, Suzanne Mubarak, yang pernah memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Padang, Sumatera Barat, melalui KBRI Kairo.

KBRI Kairo sendiri mengakui kesulitan serupa ketika mengusahakan pihak-pihak dari Indonesia yang bersikeras memasuki Gaza guna membantu langsung warga Palestina.

"Sudah banyak pihak dari Indonesia baik secara organisasi maupun individu bersikeras ingin langsung ke Gaza dari Mesir, tapi prosedurnya tidak semudah membalik telapak tangan," katanya.

Burhanuddin mencontohkan, beberapa pihak telah datang ke Mesir untuk masuk Gaza, tapi malah terkatung-katung di Mesir berminggu-minggu hingga akhirnya kembali ke Indonesia kendati telah diusahakan oleh KBRI.

Selain menyampaikan bantuan, Fachir juga diundang Gubernur Sinai Utara, Murad Muafik, untuk bersilaturrahim dan makan siang. Dubes Fachir memberi kenang-kenangan kepada Muafik berupa buku "Jauh di Mata Dekat Dihati: Potret Hubungan Indonesia-Mesir".

Begitu melihat gambar pelukan akrab antara mantan Presiden Soekarno dan mendiang Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dalam buku itu, Muafik terkagum-kagum.

"O saya masih segar ingatan saya atas gambar-gambar ini, ketika itu saya masih muda melihat begitu akrabnya Presiden Ahmad Soekarno dan Presiden Nasser. Di masa itu, hubungan persahabatan Mesir dan Indonesia begitu dekat," katanya/ (*)

M043/AR09
ANTARA

Pejuang Gaza Serang Prajurit Israel

Gaza (ANTARA News) - Sedikit-dikitnya empat prajurit Israel cedera dalam bentrokan dengan pejuang Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza, Jumat, kata pers Israel.

Penduduk di Jalur Gaza menyatakan, mereka melihat sejumlah orang bersenjata mendekati perbatasan dan terdengar suara tembakan dan rudal yang diluncurkan ke Israel.

Belum ada laporan segera mengenai korban di pihak Palestina dalam bentrokan tersebut.

Penduduk Gaza juga melaporkan mendengar suara tembakan dari helikopter meriam Israel namun sasarannya belum diketahui.

Militer Israel menyatakan, mereka masih menyelidiki laporan tersebut.

Itu merupakan yang terakhir dari serangkaian bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang Palestina dari Jalur Gaza. Pada Rabu, pasukan Israel membunuh dua orang Palestina di sebuah daerah berdekatan di perbatasan ketika mereka berusaha memasuki Israel, kata seorang juru bicara militer.

Pejuang Gaza menembakkan puluhan mortir dan roket ke Israel selatan dalam beberapa bulan terakhir, yang menimbulkan kerusakan dan mencederai ringan sejumlah orang.

Israel membalas dengan serangan udara ke sasaran-sasaran yang mereka sebut tempat latihan, fasilitas senjata dan terowongan penyelundupan.

Selasa malam, angkatan udara Israel menyerang dua sasaran di Gaza sebagai pembalasan atas serangan roket pejuang Palestina pada pagi hari, yang merusak beberapa rumah kaca di Israel selatan.

Hamas yang menguasai Jalur Gaza menyatakan, mereka melaksanakan gencatan senjata de fakto dengan Israel sejak akhir perang 22 hari pada Januari 2009.

Serangan-serangan sejak itu menurun secara berarti, meski lebih dari 200 roket dan mortir yang sebagian besar rakitan ditembakkan ke Israel sejak awal 2010, kata militer Israel.

Israel meluncurkan perang 22 hari di Jalur Gaza dua tahun lalu dengan tujuan menghentikan serangan-serangan roket dan mortir yang hampir setiap hari ke negara Yahudi tersebut.

Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa hampir tiga tahun lalu.

Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza dua tahun lalu dengan dalih untuk menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari ke wilayah negara Yahudi tersebut.

Perang di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tiga-belas warga Israel, sepuluh dari mereka prajurit, tewas selama perang itu.

Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.
(M014/A038)
ANTARA

Indonesia Jadi Hub Jaringan "Peacekeeping Centers"

 
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia berupaya menjadi hub bagi jaringan pusat penjaga perdamaian di kawasan pada 2011 sebagai salah satu wujud komitmen pada pemeliharaan perdamaian dunia serta salah satu dari 20 negara pengirim pasukan perdamaian terbesar PBB.

"Dalam isu operasi pemeliharaan perdamaian, Indonesia aktif berkontribusi pada pengembangan konsep strategis penggelaran misi pemeliharaan perdamaian dunia. Pada tahun 2011, Indonesia akan berupaya menjadi hub bagi jaringan peacekeeping centers di kawasan," kata Menlu Marty Natalegawa dalam Pernyataan Pers Tahunan di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa sepanjang 2010, Indonesia telah mengirim sekitar 1.785 personil di tujuh misi PBB sebagai cerminan komitmen dalam pemeliharaan perdamaian dunia. Dengan demikian, Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara pengirim pasukan perdamaian PBB terbesar.

"Ke depan, diplomasi Indonesia akan terus menampilkan kesiapan Indonesia meningkatkan kontribusinya dalam misi perdamaian PBB untuk menjadi sepuluh negara penyumbang terbesar pasukan PBB," katanya.

Menurut Menlu, peningkatan kontribusi pasukan Indonesia tidak hanya terlihat dalam jumlah personil, melainkan juga dalam penambahan unit. Indonesia telah mengirimkan KRI Kaisiepo pada Agustus 2010 untuk bergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL. Hal itu adalah partisipasi kedua setelah KRI Diponegoro yang bergabung dengan MTF pada bulan April-September 2009.

Indonesia, kata Menlu, juga terus mendorong peningkatan peran sipil atau White Helmet untuk mendukung berbagai program pembangunan dan rehabilitasi wilayah pasca konflik bersenjata. Namun hal ini dilakukan dengan senantiasa mengedepankan kepemilikan nasional negara terkait.

Selain berupaya meningkatkan kontribusi pada pasukan penjaga perdamaian, dalam upayanya menciptakan keamanan dan perdamaian internasional, Indonesia, kata Menlu, Indonesia juga memainkan peran sentral dalam isu perlucutan senjata nuklir guna mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

"Keputusan Indonesia untuk memulai proses ratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji coba Senjata Nuklir/CTBT telah mendapatkan sambutan sangat positif oleh masyarakat internasional. Pada 2011 ini, Indonesia Insya Allah dapat merampungkan proses ratifikasi tersebut dan akan mendorong berbagai pihak agar traktat CTBT tersebut dapat segera diimplementasikan," katanya.

Pernyataan pers tahunan Menlu itu dihadiri oleh antara lain Dr. Alwi Shibab (Menlu periode 1999-2001), Dr. N. Hassan Wirajuda (Menlu periode 2001-2009), Joop Ave (Menparpostel periode 1993-1998), Agus Gumiwang (Wakil Ketua Komisi I DPR RI) dan Sidharto Danusubroto (Wakil Ketua BKSAP DPR RI) serta sedikitnya 340 undangan dari kalangan media, diplomatik, akademisi, instansi pemerintah serta pejabat Kemlu.
(G003/B013/A038)
ANTARA

Militer Israel Akui Salah Bunuh Warga Sipil Palestina

Hebron (ANTARA News) - Pasukan Israel di Hebron (Al-Khalil) menembak mati seorang warga sipil tua Palestina, Jumat, dalam insiden salah identifikasi ketika mereka mencari seorang tahanan Hamas yang dibebaskan sehari sebelumnya.

Militer Israel mengungkapkan penyesalan atas pembunuhan itu dan seorang juru bicara mengakui bahwa pria yang berusia 67 tahun itu adalah warga sipil tidak bersalah yang tinggal di rumah yang sama dengan yang ditempati anggota Hamas yang dicari itu.

Beberapa saksi dan pejabat keamanan Palestina mengatakan, penembakan itu terjadi di dalam sebuah bangunan apartemen di Hebron pusat ketika pasukan mencari satu dari lima tahanan yang dibebaskan dari penjara kota itu pada Kamis.

Korban tewas adalah Omar Kawasme, dan anggota-anggota keluarganya mengatakan bahwa pria itu paman dari Wael al-Bitar, tahanan Hamas yang diburu Israel.

Dalam pernyataan kepada AFP, Rajaeh Kawasme, putra dari korban tewas, mengatakan, pasukan memasuki rumah itu ketika ibunya sedang berdoa dan ayahnya tidur. Pasukan mengunci wanita itu di dalam sebuah ruangan lain, kemudian menembaki ayahnya di tempat tidurnya.

"Mereka membunuhnya dengan darah dingin dengan 13 peluru di kepalanya, bahkan tanpa memeriksa identitasnya," katanya kepada AFP. "Setelah membunuhnya, mereka meminta kartu pengenalnya."

"Mereka berpikir Bitar tinggal di apartemen ini sehingga mereka menembak ayahnya tanpa memastikan identitasnya," tambah putra korban itu.

Pasukan Israel mengakui bahwa Kawasme dibunuh karena kekeliruan oleh pasukan yang mencari Bitar, seorang anggota sayap bersenjata Hamas yang kata mereka diburu karena terlibat dalam sejumlah serangan bom bunuh diri.

Militer menyatakan telah menangkap lagi kelima tahanan Hamas itu pada Kamis malam, termasuk Bitar, yang dituduh terlibat dalam perencanaan serangan-serangan bunuh diri, termasuk yang menewaskan seorang wanita Israel dan melukai 10 orang di kota Dimona, Israel selatan, pada 2008.

Pembunuhan menjelang fajar pada Jumat itu menyulut amarah dari gerakan Hamas yang menguasai Jalur Gaza, dan seorang juru bicara menyalahkan Pemerintah Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas di Tepi Barat.

"Hamas menganggap Pemerintah Palestina bertanggung jawab, bersama pasukan pendudukan, atas kejahatan ini," kata Sami Abu Zuhri pada jumpa pers.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas.

ANTARA

South Korean Defense Unveils White Paper 2010

South Korean Defense Unveils White Paper 2010


Defense & Security News — By KoreanInformation on January 7, 2011 4:39 am 
 North Korea's forces now number more than 200,000 men, an increase of 20,000 compared to 2008, the South Korean Ministry of Defense said on Dec. 30 in its biennial white paper.
The paper also said that the North now has 4,100 tanks, 200 more than 2008, and has constantly been developing new submarine models as well as ballistic missiles and chemical warfare agents to upgrade its capabilities in asymmetric warfare.
"We have explained overall South Korean defense policy in detail regarding security conditions including North Korean threat, basis for defense policy, omnidirectional military combat readiness, period adjustment to the wartime operational command transition and defense reform," said Chang Gwang-il, deputy minister for policy at the ministry. "As the military unveils more transparent defense to the public, we expect that people can gain deep understanding and trust toward the military."
The white paper said that North Korean special forces could infiltrate rear region of South Korea and attack major targets, assassinate key figures and stir the region.
The number of North Korean Special Operations troops rose to 180,000 in 2008 from 120,000 in 2006, the paper said. It also said most of tanks among additional 200 are believed to be used weapons.
The paper clearly stated that the North Korean regime and its military are enemies of South Korea as long as they keep on practicing provocations and threats like the sinking of Cheonan and the shelling of Yeonpyeong Island.
Related to defense reform, the paper included specific way of reforming defense structure and defense operational system to an advanced level in order to build 21-century advanced military capabilities.
In addition, the white paper made clear that Dokdo Island is undeniably belongs to South Korean territory by showing photos and maps related to the island.
The paper is the second one to be released in Lee Myung-bak administration and it is the 19th paper since it was first published in 1967. It will be distributed to the National Assembly, media institutions, government offices, educational institutions and libraries across the nation to make people understand the reality of national defense.
The whole context of the paper will also be updated online on the Defense Ministry homepage at www.mnd.go.kr. 

DEFENCE TALK

China rejects report of nuclear policy shift

China rejects report of nuclear policy shift


Nuclear Weapons News — By Agence France-Presse on January 7, 2011 5:16 am 
 China on Thursday strongly denied reports that it would consider a pre-emptive nuclear strike if it had no other way to defend itself against a nuclear-armed state -- a move that would be a shift in policy.
"Since the very first day that China possessed nuclear weapons, the Chinese government made a solemn pledge to never be the first to use nuclear weapons at any time under any circumstances," foreign ministry spokesman Hong Lei said.
"China has been living up to this promise. The relevant report is totally groundless."
Japan's Kyodo News quoted Chinese documents as saying that the military would "adjust" this policy if another nuclear state conducted air strikes against Chinese targets "with absolutely superior conventional weapons."
US military experts have argued since around 2007 that Beijing may have shown signs of altering its pledge not to use nuclear weapons first, the report said.
But in a sign of warming ties as the region contends with the threat of a nuclear-armed North Korea, US Defence Secretary Robert Gates is scheduled to arrive in China on Sunday.
Gates will visit at the invitation of his Chinese counterpart, one year after Beijing broke off military relations with Washington in protest against a multibillion-dollar US arms package for rival Taiwan.

DEFENCE TALK

Royal Navy Frigate Continues to Support French Carrier in Gulf

Royal Navy Frigate Continues to Support French Carrier in Gulf

Navy News, News — By UK Ministry of Defence on January 7, 2011 5:49 am 
 HMS Cumberland has continued her operations over the Christmas and New Year period in support of the French aircraft carrier Charles de Gaulle by escorting her through the Strait of Hormuz early Boxing Day morning (26 December 2010).
While most people in Britain were sleeping off the Christmas Day excess, HMS Cumberland led the French carrier group through the vital Strait of Hormuz and into the Gulf.
The British frigate had been acting in support of Charles de Gaulle in the Indian Ocean while she conducted air operations into Afghanistan over the Christmas period. Cumberland's duties with the French will continue in the Gulf.
Cumberland's Christmas tasking afforded her crew little opportunity to relax and enjoy the festivities, although, in traditional fashion, roast turkey and all the trimmings was served to the sailors by Cumberland's Captain and officers. Captain Steve Dainton, Captain of HMS Cumberland, said:
"Cumberland's tasking in support of Charles de Gaulle over Christmas has demonstrated the longstanding and close working relationship between the French Navy and us.
"The Strait of Hormuz is a vital sea lane and Cumberland has been tasked to assist in the provision of security for the French carrier. This is a task we have already provided for other high value shipping since we've been on task in the area."
Cumberland is a versatile multi-role frigate, and is as much at home providing support to the carrier as she has been providing a reassuring presence to peaceful maritime use of the Gulf since the beginning of November 2010.
She assumed responsibility as the on-watch Gulf frigate from HMS Somerset on 31 October 2010.
Since then, she has been employed conducting energy security patrols in the Gulf, ensuring the safety of critical energy supply routes for the UK and her allies. She has also been tasked with the protection of the Al Basra oil platform in Iraqi territorial waters.
Some 80 per cent of Iraq's GDP is pumped through the terminal and into waiting oil tankers which then pass through the strategically critical Strait of Hormuz.
HMS Cumberland will remain on task in the Gulf until well into the New Year. She is due to return home to Devonport in March prior to decommissioning in the summer as part of savings following the Strategic Defence and Security Review. She sailed from the UK on 30 September 2010

Korean, US forces lower alert status: report

Korean, US forces lower alert status: report


SEOUL (AFP) – North Korea has lowered its military alert status to a pre-crisis level, prompting similar moves by Seoul and US forces as tensions on the Korean peninsula showed signs of easing, a report said Friday.
Yonhap news agency quoted unidentified South Korean government sources as saying that the North recently lifted a special alert it issued on November 21 for its military forces on the coast near the disputed sea border.
"The North Korean military recently withdrew an order for special military readiness it had issued in connection with our Hoguk military drills," a source was quoted as saying.
The South Korean military and US forces in South Korea had consequently reduced their own alert status by one notch to a normal level, the source said.
A defence ministry spokesman declined to comment on the report.
Cross-border tensions have been high since the North shelled South Korea's frontline Yeonpyeong island on November 23, following angry protests at the South's military training near the disputed sea border.
The North also raised security fears that month by disclosing a uranium enrichment plant to visiting US experts.
But after a difficult year on the Korean peninsula, 2011 started on a more peaceful note.
The North began the year calling for improved relations with Seoul, while South Korean President Lee Myung-Bak Monday also reached out, saying he was open to talks and offering closer economic ties.
Efforts to resume long-stalled nuclear disarmament talks with the North also gained momentum as Beijing urged dialogue and Pyongyang signalled it was willing to return to the negotiating table.
In an unusually cordial statement, carried by its KCNA agency, North Korea said Wednesday the communist nation "courteously proposes having wide-ranging dialogue and negotiations".
Pyongyang is "ready to meet anyone anytime anywhere", it said, calling for "unconditional and early opening of talks" among officials with "real power and responsibility".
South Korean officials were dismissive of the comments.
"In light of the contents and form of the offer, it cannot be seen as a sincere, official proposal for dialogue," Vice Unification Minister Um Jong-Sik said on KBS radio.
The North had regularly issued similar statements in the past as part of its long-standing strategy to drive a wedge between the South Korean government and its people, he said.
He said the North should show seriousness of purpose by acting on its obligations under a 2005 agreement on denuclearization and apologising for the November shelling and the sinking of a South Korean warship last year.
But Chosun Sinbo, a pro-Pyongyang newspaper published for Koreans living in Japan, said the North's offer was serious.
"It is natural to see that the bold offer for dialogue and negotiations reflect the leader's own decision," said the paper, which faithfully echoes Pyongyang's view.
"South Korean authorities must accept the seriousness in purpose contained in the overture... Now it's time that the South had to come forward," it added.

DEFENCE TALK

Rumored J-20 Stealth Fighter Undergoes Tests: Report

Rumored J-20 Stealth Fighter Undergoes Tests: Report


The rumored prototype of China's "J-20 stealth fighter jet" has created a stir over the nation's defensive advancements, but analysts suggest that any such program would simply reflect the country's industrial military progress.
Pictures of the alleged fourth-generation jet fighter, equivalent to a fifth-generation craft under Western classifications, have been circulating on the Internet since mid-December.
The US-based Aviation Week magazine reported Monday that the prototype was undergoing high-speed tests late last week at the Chengdu Aircraft Design Institute's airfield in Sichuan Province.
Citing a picture taken by unknown sources, the report said that the J-20 resembles the shape of the US Air Force's F-22 Raptor and "would facilitate loading larger weapons" than the US jet due to a higher ground clearance.
However, the report said engine development was still a problem, adding that it is still too early to tell whether the J-20 is a true prototype or intended to simply demonstrate technology.
Rumored J 20 Stealth Fighter Undergoes Tests: ReportThe Moscow-based RIA Novosti News Agency reported earlier that the J-20 could use the indigenous Shenyang WS-10 engine, which is inferior to Russian-made engines.
Chinese authorities have not commented on the latest speculations, but He Weirong, deputy commander of the People's Liberation Army Air Force (PLAAF), told China Central Television a year ago that the country was "making progress in developing a fourth-generation fighter jet."

Rumored J 20 Stealth Fighter Undergoes Tests: ReportRumored J 20 Stealth Fighter Undergoes Tests: ReportRumored J 20 Stealth Fighter Undergoes Tests: ReportRumored J 20 Stealth Fighter Undergoes Tests: Report

Shortly after his statement, the PLAAF clarified that the aircraft He referred to was actually an upgrade of the third-generation J-10 that possesses some fourth-generation features such as stealth and super-cruise capabilities. "If the development of the J-20 is true, it will be another reflection of China's fast industrial advancement, which has already been highlighted by high-speed railways and space exploration," Song Xiaojun, a Beijing-based military expert, told the Global Times. "Besides the global, military impact, the rumored J-20 also bears political significance because it represents China's growing power."
He disagreed with some media reports that China is becoming aggressive militarily. "The country's increasing military strength matches its economic growth," Song added.
"Fifth generation" is a term used by US officials to described the most advanced fighter jets that incorporate technologies such as all aspects of stealth, even when armed, as well as possess a low probability of radar intercept and highly integrated computer systems. Under this classification, the US is the only country in the world that has combat-ready, fifth-generation aircraft, namely the F-22 and the F-35 Lightning II models. Russia's fifth-generation fighter jet, the T-50, made its debut in January 2010 but has not been equipped by the air force.
In December, Moscow and New Delhi reached a raft of defense and nuclear deals potentially worth billions of dollars, including joint design and development of fifth-generation fighter aircraft based on the T-50.
It took 15 years for the US military to develop the F-22, which costs around $150 million per unit. However, its production was terminated after President Barack Obama signed the country's 2010 defense bill that included huge spending cuts.
In promoting the defense bill, US Defense Secretary Robert Gates said in 2009 that China "is projected to have no fifth-generation aircraft by 2020" and only a "handful" by 2025, Reuters reported.
Li Daguang, a military expert at the PLA National Defense University, told the Global Times that Gates' prediction was overly optimistic.
"The recent rumor about the J-20 is pure speculation," he said. "The F-22 is an offensive weapon that fits Washington's global strategy. China's defense development is self-defensive in nature and does not require a fighter jet of that caliber.
"Furthermore, if China does want a fourth-generation fighter jet, it needs to build a large number of them in order to affect the regional military balance. The US has capped its number of F-22s at 187. How many should China build?"
Li also noted that China's aviation technology is still far away from competing with Western countries, especially the US.
"Some Western media are more optimistic than Gates, and than the Chinese people," he said. "They've hyped the issue because they want to."

DEFENCE TALK

Cina Sukses Ujicoba Pesawat Siluman Tandingan Amerika

 Laporan terbaru menyebutkan bahwa Cina telah mengujicoba pesawat siluman pertamanya yang akan menandingi pesawat produksi Amerika Serikat.
Media massa Hongkong hari ini (6/1) mengutip sumber-sumber militer Cina melaporkan, pesawat siluman tipe J-20 itu sukses diujicoba dan foto-fotonya telah tersebar di internet.
Ujicoba pesawat tempur siluman J-20 itu dilakukan menjelang kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates ke Cina, di saat pemerintah Beijing menentang keras penjualan persenjataan dari Washington kepada Taiwan.
Pekan depan Gates akan berkunjung ke Cina setelah ia beberapa kali membatalkan rencana kunjungannya tersebut.
Menurut para pengamat, pesawat tempur J-20 Cina itu akan masuk dalam armada angkata udara Cina sebelum tahun 2017. Konon, pesawat J-20 itu dapat menandingi pesawat sekelasnya produksi AS F-22. Dengan demikian, Cina berhasil mengakhir dominasi superioritas angkatan udara Amerika Serikat di kawasan Asia. (IRIB/IRNA/MZ/MF)

IRIB

Tak Tunduk Obama, Gates Tambah 1400 Pasukan ke Afghanistan

Salah seorang pejabat di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) membongkar rencana Menteri Pertahanan Robert Gates untuk mengirim pasukan tambahan ke Afghanistan sebanyak 1400 personil. "Tentara tambahan ini dimaksudkan untuk menghadapi serangan dadakan milisi Taliban," akunya. Kepada televisi CBS Kamis (6/1), pejabat ini mengkonfirmasikan bahwa pengiriman ini akan dilaksanakan akhir bulan ini dan pasukan tambahan ini akan ditempatkan di wilayah Afghanistan selatan. Ia juga mengatakan, kemungkinan Gates menambah jumlah pasukan tambahan ini sebanyak 3000 personil hingga musim semi tahun ini dengan memanfaatkan wewenang yang dimilikinya.
Ditambahkannya, mayoritas tentara ini akan ditempatkan di Kandahar, wilayah yang menjadi ajang pertempuran antara pasukan AS dan milisi Taliban. Para pengamat militer menyebut keputusan Gates ini disebabkan bertambahnya kesulitan yang dihadapi AS dan NATO.
Para pengamat militer ini meyakini bahwa meski klaim-klaim perwira tinggi militer AS menyebut kemajuan di wilayah Kandahar, namun ternyata milisi Taliban dan al-Qaeda di wilayah ini terus bertambah jumlahnya. (IRIB/CBS/MF)

IRIB

Pesawat Siluman China Pernah ke Guam, AS


BEIJING - Pesawat tempur siluman China telah terbukti tidak tertangkap radar. Menurut laporan dalam sebuah uji cobanya, pesawat J-20 yang membawa misil pernah sampai ke wilayah Guam tanpa diketahui Amerika Serikat.

Foto-foto pesawat J-20 sudah banyak mengisi halaman-halaman di internet. Situs Aviation Week bahkan menyebut pesawat ini akan resmi beroperasi pada 2017. Namun, kabar ini dibantah oleh Menteri Pertahanan Robert Gates. Dia mengklaim China baru bisa mengoperasikan jet tempur siluman pada 2020.

Beberapa ahli pesawat mengatakan jet tempur siluman China memiliki bodi lebih besar dari jet siluman yang sudah ada. "J-20 dikemudikan satu orang, dua mesin, lebih berat dan besar dari Sukhoi T-50 dan F-22," kata seorang ahli di situs Aviation Week.

Sumber : METROTVNEWS.COM





AS Minta Bantuan China Redakan Krisis Korea


PDF Cetak Email
AP/Alexander F. Yuan. Utusan khusus AS untuk Korut ,Stephen Bosworth (kedua kanan) berjalan menuju pintu keluar setibanya di Bandara Capital di Beijing, Rabu (5/1), untuk meminta bantuan China mengatasi krisis Korea. Beijing, (Analisa)
Seorang utusan senior AS meminta bantuan China, Kamis (6/1) mengatasi krisis semenanjung Korea. China adalah satu-satu sekutu Korut di dunia.
Utusan AS itu, Stephen Bosworth bertemu dengan Wakil Menlu China Zhang Zhijun, Wakil Senior untuk Urusan Semenanjung Korea Wu Dawei dan Wang Jiarui, direktur Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis. Bosworth diperkirakan berkunjung ke Jepang Kamis malam.
"Dubes Bosworth dan mitra-mitranya dari China telah mengadakan konsultasi bermanfaat bagaimana mengkordinasi langkah lanjutan menangani masalah Korea," demikian bunyi sebuah pernyataan Kedubes AS.
Jurubicara Kemlu China Hong Lei mengkonfirmasikan pertemuan Bosworth. "Semua pihak sepakat terus mengadakan kontak memelihara perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea dan mengenai pembicaraan enam pihak," kata Hong dalam jumpa pers.Pembicaraan mengenai program nuklir Korut melibatkan dua Korea, AS, China, Jepang dan Rusia tapi terhenti selama hampir dua tahun.
Bosworth diperkirakan akan meminta informasi dari China mengenai pembicaraan bulan lalu di Pyongyang antara pemimpin Korut Kim dan Anggota Dewan Negara China Dai Bingguo, pejabat kebijakan luar negeri senior China. China terus mendapat tekanan untuk mendorong Korut, sekutu eratnya, mengubah sikapnya setelah negara komunis itu membom sebuah pulau Korea Selatan (Korsel) akhir tahun lalu, menewaskan empat orang.
Korut akan menjadi masalah penting pada kunjungan Presiden China Hu Jintao ke Washington akhir bulan ini.
Bosworth bertemu Rabu (5/1) di Seoul dengan para pejabat Korsel dan mengatakan dia berharap penuh terselenggaranya "perundingan-perundingan serius" secepatnya mengenai Korut.
Di Washington hari Rabu, Menlu AS Hillary Rodham Clinton dan Menlu China Yang Jiechi mengadakan "pembicaraan panjang lebar" mengenai Korut dan meniadakan rincian mengenai kunjungan Hu pada 19 Januari, kata jurubicara Departemen Luar Negeri P.J. Crowly.
Crowly mengatakan baik AS maupun China menginginkan stabilitas di semenanjung Korea "Tidak ada dari kami ingin melihat munculnya Korut menjadi sebuah negara nuklir," katanya. "Kami berharap memperoleh hasil yang bermanfaat dari kunjungan itu dan pembicaraan-pembicaraan dengan Presiden Hu Jintao yang kami selenggarakan menghasilan suatu konsensus bagaimana cara terbaik ke depan."
Juga hari Rabu, Korut menyerukan bagi diadakannya pembicaraan "tak bersyarat dan lebih dini" dengan Korsel untuk mengakhiri ketegangan selama beberapa bulan. Seoul secepatnya menolak usul itu, yang dimuat oleh kantor berita resmi Korut Korean Central News Agency (KCNA), sebagai tidak jujur dan mengatakan pihaknya menunggu permintaan maaf bagi dua serangan mematikan yang disalahkan dilakukan Pyongyang. (AP/hr)

HARIAN ANALISA

RI Utus Dua Tim Pengamat Referendum Sudan Selatan


Jumat, 7 Januari 2011 11:31 WIB

Kairo, (tvOne)
Indonesia menjadi salah satu negara pengamat referendum Sudan Selatan yang akan berlangsung Ahad (9/12) untuk menentukan nasib wilayah tersebut apakah tetap menjadi bagian dari Republik Sudan atau membentuk negara baru.

"Sebagai negara sahabat baik, Indonesia berinisiatif untuk menjadi pengamat ferendum Sudan Selatan bersama dengan pengamat-pengamat dari berbagai negara dan organisasi nasional, regional dan internasional," kata Duta Besar RI untuk Sudan, Sujatmiko, kepada ANTARA Kairo, Jumat (7/1).

Pemerintah Indonesia menunjuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Khartoum untuk mengemban misi sebagai pengamat tersebut, kata Dubes Sujatmiko.

Menurut Kepala Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Khartoum, Muhammad Syafri, tim pengamat KBRI dibawah arahan Dubes Sujatmiko, mulai bertugas pada 7 Januari hingga diumumkannya hasil referendum tersebut pada awal Februari 2011.

Misi pengamat dari KBRI terdiri atas dua tim pengamat yang masing-masing akan mengemban tugas di dua kota besar, yaitu di ibu kota Khartoum dan kota utama Sudan selatan, Juba, katanya.

Dubes Sujatmiko mengutarakan, keikutsertaan Indonesia sebagai pengamat ini mendapat sambutan positif dan apresiasi dari Pemerintah Sudan, mengingat Indonesia juga memiliki pengalaman serupa di masa lalu.

Referendum Sudan Selatan merupakan pelaksanaan dari kesepakatan perjanjian perdamaian yang ditandatangani oleh Pemerintah Sudan dengan kelompok pemberontak separatis Sudan selatan, Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (Sudan People?s Liberation Movement/SPLM) pada tahun 2005.

Perjanjian perdamaian tersebut mengakhiri perang saudara yang berkecamuk di kawasan itu sejak tahun 1983. Pemerintah Sudan dan para pemimpin Sudan selatan telah menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan referendum yang lancar, tertib dan aman. Kedua pihak juga telah berikrar untuk menerima apa pun hasil referendum penentuan nasib tersebut.

Selain Indonesia, sejumlah negara sahabat Sudan juga menjadi mengambil bagian sebagai pengamat referendum tersebut, antara lain Mesir, Libia, China, Malaysia dan Afrika Selatan.

TV ONE

Taiwan Pantau Jet Tempur Siluman China


Jumat, 7 Januari 2011 | 15:15 WIB

Asian defence
Foto jet tempur siluman China, J-20, yang diduga sengaja dibocorkan ke publik.
TAIPEI, KOMPAS.com — Kementerian Pertahanan Taiwan, Jumat (7/1/2011), mengatakan, pihaknya memantau ketat pengembangan jet tempur siluman pertama China dan akan terus mengupayakan pengadaan pesawat canggih dari Amerika Serikat.
"Kami tengah mencermati situasi itu secara saksama dan terus mengumpulkan informasi yang relevan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Yu Sy-tue. Ia menanggapi laporan baru-baru ini bahwa China telah merampungkan sebuah prototipe jet tempur siluman, J-20.
Washington sejauh ini meremehkan pentingnya pesawat tempur baru itu. Seorang pejabat tinggi Angkatan Laut AS memperkirakan, butuh waktu bertahun-tahun sebelum jet tempur itu benar-benar bisa diopersikan.
Namun, ancaman mungkin memang terasa lebih tajam di Taiwan, yang telah lebih dari 60 tahun hidup di bawah ancaman invasi China, saat suatu laporan militer tahun lalu mengakui bahwa Beijing memiliki jet tempur yang lebih baik ketimbang yang dimiliki negara pulau itu. "Taiwan perlu memperkuat pertahanan udaranya terkait dengan perkembangan yang tidak seimbang antarkedua belah pihak. Kami perlu pesawat tempur canggih dan kami akan menegaskan niat kami untuk membeli jet dari Amerika Serikat," katanya.
Taipei mengajukan kepada pemerintah AS untuk membeli 66 unit jet tempur F-16 C/D pada awal tahun 2007. Namun, para pengamat mengatakan, Washington menarik ulur kesepakatan itu karena takut akan kemarahan Beijing. China menentang setiap penjualan senjata ke Taiwan, yang dianggap sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu proses reunifikasi. Hal tersebut dilakukan dengan kekerasan jika perlu meskipun kedua belah pihak berpisah sejak tahun 1949 setelah perang saudara dan diperintah secara terpisah sejak itu.
Taiwan berpendapat masih perlu mempertahankan diri meskipun dalam beberapa tahun belakangan meningkatkan hubungan dengan China daratan.

KOMPAS

AU Israel Gempur Gaza

AU Israel Gempur Gaza
Gaza City (ANTARA News) - Angkatan Udara Israel (IAF) menggempur tiga tempat di Jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas pada Kamis malam namun tidak menimbulkan korban, kata sejumlah saksi mata dan pejabat keamanan Palestina.

Serangan udara menggempur sasaran di kota Rafah bagian selatan, kota Jabaliya bagian utara, dan juga menyerang tempat penembakan granat berpeluncur roket di distrik Zaitun di timur Gaza City, kata mereka, sebagaimana dikutip dari AFP.

Pihak militer belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai serangan tersebut yang dilaksanakan beberapa jam setelah sebuah peluru mortir ditembakan ke Israel selatan.

Ketegangan di perbatasan Gaza dan Israel telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena para pejuang Palestina menembakkan puluhan granat berpeluncur roket serta peluru mortir ke arah Israel selatan yang kemudian dibalas IAF dengan gempuran yang menargetkan tempat latihan, fasilitas persenjataan, dan terowongan penyelundupan.

Pejuang Palestina pada Rabu telah menembakkan tujuh peluru yang kebanyakan merupakan mortir dan melintasi perbatasan tanpa menyebabkan korban atau pun kerusakan, kata militer Israel.

Tentara Israel menembak dua warga Palestina hingga mati selama satu malam yang mereka duga berupaya masuk ke dalam pagar perbatasan menuju Israel.
(ANT/A024)

ANTARA

Wikileaks :China Sembunyikan Pengembangan Militernya

Melbourne (ANTARA News) - Badan Intelijen Australia memperkirakan bahwa China menyembunyikan pengembangan militernya yang melampaui pertahanan nasional dan mengancam stabilitas regional, ungkap dokumen Wikileaks terbaru.

Sebuah perkiraan strategis oleh badan tersebut mengungkapkan bahwa dana militer China pada 2006 berjumlah sebesar 90 miliar dolar AS - berlipat ganda dari dana yang diumumkan oleh Beijing sebesar 45 miliar dolar AS, lapor harian Fairfax.

"Rencana jangka panjang China adalah mengembangkan "kekuatan nasional secara menyeluruh" termasuk militer yang kuat yang sejalan dengan pandangannya sebagai sebuah kekuatan yang besar," kata salinan perkiraan yang dibuat oleh pejabat Kebijakan Luar Negeri kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat di Canberra.

"Kami sepakat bahwa kecenderungan modernisasi militer China melampaui batas yang diperlukan bagi persengketaan atas Taiwan," tambah salinan itu.

"Dapat diperkirakan bahwa China telah memberikan ancaman nyata dalam mengoperasikan militernya yang modern di kawasan tersebut dan bahkan akan menghadirkan tantangan yang lebih besar sebagaimana modernisasinya berlanjut," kata dokumen itu.

Wikileaks memperoleh dugaan Intelejen Australia pada 2006 yang terdapat pada sebuah dokumen Kedubes AS dan diserahkan kepada harian Fairfax.

Dugaan tersebut juga memperingatkan sejumlah hal termasuk rasa nasionalisme China yang meningkat dan persengketaan dengan Jepang dapat berarti bahwa "salah perhitungan dan kejadian kecil dapat segera meluas".
(A050/KR-BPY/A038)

ANTARA

RI Tak Pernah Kesampingkan Keanggotaan DK PBB

Indonesia Sampaikan Simpati Kepada Australia
Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menyatakan Indonesia tidak pernah mengesampingkan kemungkinan menjadi anggota tetap bila reformasi dilakukan pada Dewan Keamanan PBB.

"Indonesia tidak pernah mengesampingkan kemungkinan itu," kata Marty kepada wartawan selepas pernyataan pers tahunan di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan bahwa memang Indonesia tidak pernah secara resmi menyampaikan niat itu, tetapi masalahnya pembicaraan mengenai reformasi DK PBB masih berlangsung, dan belum tahu sampai kapan akan diselesaikan.

"Saya pernah menyampaikan terlalu dini untuk menyatakan Indonesia tidak siap atau tidak ingin menjadi anggota tetap," katanya menambahkan rekam jejak sebagai anggota tak tetap DK PBB dahulu sangat positif dan baik.

Bila waktunya tiba hingga keanggotaan DK PBB dapat diperluas, maka Indonesia akan siap untuk berkontribusi, jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia selalu bekerja dalam setiap forum, baik di dalam maupun di luar PBB, dengan kiprahnya yang selalu konstruktif.

Dalam pernyataan pers tahunan, Menlu memaparkan proses negosiasi hingga 2010 sudah dilakukan sebanyak lima kali putaran, tetapi masih terdapat perbedaan yang tajam di antara negara-negara PBB.

Indonesia akan kembali berperan aktif dalam proses reformasi PBB yang masih berjalan pada tahun ini, katanya.

"Indonesia memiliki keyakinan, dengan reformasi total, PBB dapat memiliki kapasitas lebih besar untuk mengemban mandatnya," katanya dalam pidato.

Menurut jejaring resmi Kemlu, Indonesia berpandangan bahwa DK PBB perlu direformasi karena tidak lagi mencerminkan kenyataan penyebaran kekuatan dan keberagaman masyarakat internasional saat ini, serta selaras dengan prinsip demokratis.

Indonesia berprinsip bahwa perluasan keanggotaan harus diputuskan secara konsensus dan menghindari perpecahan, keanggotaan harus mewakili keseimbangan geografis dan keterwakilan peradaban dunia (Islam dan negara berkembang) serta menghindari keterwakilan berlebihan ("over representation") bagi kawasan tertentu, katanya.

Hal lain yang membedakan DK PBB dengan badan-badan internasional lain ialah adanya veto, hak membatalkan keputusan, ketetapan, rancangan peraturan dan perundangan atau resolusi.

Hak tersebut hanya dipegang oleh anggota tetap DK PBB, yaitu Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris dan Prancis.

Indonesia beranggapan hak veto sebaiknya dihapuskan agar menjadikan DK PBB lebih demokratis.

(KR-IFB/S026)

ANTARA

Presiden Minta Paspampres Perketat Pengamanan KTT ASEAN

Presiden Minta Paspampres Perketat Pengamanan KTT ASEAN
Bogor (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh anggota Pasukan Pengamanan Presiden memperketat pengamanan para kepala negara dan kepala pemerintahan yang mengikuti KTT ASEAN di Indonesia pada 2011.

"Ini tugas penting, harus berhasil, harus aman, tidak boleh terganggu," kata Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan dalam acara syukuran Hari Bakti ke-65 Paspampres sekaligus peresmian penempatan perumahan para anggota Paspampres di Desa Bojongnangka, Gunung Putri, Bogor, Jumat.

Sebagai tuan rumah, kata Presiden, Indonesia harus memberikan pelayanan yang paling baik kepada para pemimpin negara peserta KTT ASEAN.

Pengamanan adalah salah satu bentuk pelayanan. Oleh karena itu, presiden meminta Paspampres mempersiapkan hal itu sejak awal.

Yudhoyono menjelaskan, KTT ASEAN akan dihadiri oleh 10 kepala negara dan kepala pemerintahan negara anggota ASEAN. Presiden meminta Paspampres menyiapkan personel untuk mengamankan semua pemimpin negara sahabat itu.

Presiden juga meminta Paspampres untuk mengamankan pimpinan negara yang akan mengikuti KTT Asia Timur. Pertemuan puncak yang akan dihadiri 18 kepala negara dan kepala pemerintahan itu juga akan dilaksanakan di Indonesia pada 2011.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono, menghadiri syukuran Hari Bhakti ke-65 Pasukan Pengamanan Presiden.

Acara syukuran itu dilaksanakan di komplek Paspampres, Jalan GBHN, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Bogor.

Presiden dan Ani Yudhoyono menghadiri acara itu dengan didampingi oleh Wakil Presiden Boediono dan Herawati Boediono.

Acara itu juga  dihadiri oleh  sejumlah menteri dan pejabat pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam acara itu, Presiden meresmikan penempatan perumahan anggota Paspampres, sedangkan Ani Yudhoyono bersama Herawati Boediono  meninjau sekaligus meresmikan Rumah Pintar Setia Waspada di komplek tersebut.
(ANT/A024)

ANTARA

Presiden Hadiri Hari Bakti Paspampres

Presiden Hadiri Hari Bakti Paspampres
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono, Jumat, dijadwalkan menghadiri syukuran Hari Bakti ke-65 Pasukan Pengamanan Presiden.

Acara syukuran itu akan dilaksanakan di komplek Paspampres, Jalan GBHN, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Bogor.

Presiden dan Ani Yudhoyono menghadiri acara itu dengan didampingi oleh Wakil Presiden Boediono dan Herawati Boediono.

Acara yang akan dimulai pukul 10.00 WIB  tersebut rencananya juga akan dihadiri oleh  sejumlah menteri dan pejabat pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Presiden Yudhoyono dijadwalkan memberikan arahan dalam acara itu. Kemudian, Kepala Negara melaksanakan Shalat Jumat yang dilanjutkan dengan makan siang bersama anggota Paspampres.

Selama Shalat Jumat berlangsung, Ani Yudhoyono bersama Herawati Boediono akan meninjau Rumah Pintar Setia Waspada di komplek tersebut.
(ANT/A024)

ANTARA

Komitmen Antikorupsi TNI Didukung DPR

Komitmen Antikorupsi TNI Didukung DPR
Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mahfudz Shiddiq. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Komisi I DPR mendukung komitmen antikorupsi yang dicanangkan Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI, demikian Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Sidik di Jakarta, Kamis.

Mahfudz mengatakan ada beberapa langkah penting untuk mewujudkan itu. Pertama, perbaikan sistem perencanaan anggaran yang mengedepankan skala prioritas dan transparansi.

Kedua, khusus modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), harus disiplin pada rencana strategis (renstra) yang sudah dibuat dan berbasis pada kepentingan `end-user` di level angkatan.

Ketiga, meminimalisasi sumber pembiayaan dalam bentuk kredit ekspor serta mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Menurut Mahfudz, audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI pada 2011, diharapkan menghasilkan status wajar tanpa pengecualian (WTP).

Kementerian Pertahanan dan TNI mendeklarasikan antikorupsi di sela Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan 2011, di Jakarta, Kamis.

Deklarasi antikorupsi itu ditandai dengan penandatangan naskah deklarasi oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI dan kepala staf tiga angkatan.

Deklarasi antikorupsi di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI juga dilakukan bersama Kepala BPKP, Kepala LKPP, Kepala BPN, dan Kepala BP Migas.

"Penandatangan deklarasi antikorupsi dilakukan oleh pimpinan lembaga negara tersebut, bagian dari Rapim Kemhan 2011 sebagai pedoman Kemhan dan TNI dalam penyelenggaraan pertahanan negara," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan I Wayan Medhio.

Menurut dia, deklarasi antikorupsi itu merupakan tekad Kementerian Pertahanan dan TNI untuk lebih efisien dalam penyelenggaraan pertahanan negara dan dapat langsung diterapkan oleh semua pihak yang terlibat dalam deklarasi itu.

Pada Rapim Kemhan 2011, kata dia, juga diisi dengan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman tentang Pembangunan Rumah Prajurit dengan Kementerian Perumahan Rakyat, serta nota kesepahaman tentang pemanfaatan Bandara atau Lanud dan Lanal atau pelabuhan.

Ada juga nota kesepahaman tentang pengamanan kegiatan usaha BP Migas dengan instansi BP Migas, nota kesepahaman tentang penyelesaian sengketa tanah dengan Badan Pertanahan Nasional serta nota kesepahaman tentang kerja sama penanggulangan bencana dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, demikian Wayan. (*)

ANTARA

Wednesday, January 5, 2011

Setelah Hiu, Mossad Manfaatkan Burung Nazar Mata-Matai Saudi!

 Dinas Rahasia Rezim Zionis Israel, Mossad dalam menjalankan operasi rahasianya melakukan segala macam cara dan bahkan aneh. Kali ini Mossad memanfaatkan seekor burung nazar, burung pemakan bangkai untuk memata-matai Arab Saudi.
Sebagaimana diberitakan oleh Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) mengutip surat kabar trans-regional Alquds al-Arabi menyebutkan, surat kabar Israel Maariv menulis, burung nazar ini mendarat di dekat rumah seorang sheikh di daerah Arab Saudi dalam keadaan terluka. Warga daerah itu lalu menangkapnya dan akhirnya memahami ada alat yang menempel di tubuh burung nazar tersebut.
Harian Alquds al-Arabi menulis, alat itu adalah sebuah piranti GPS (Global Positioning System) dan begitu juga sebuah cincin yang berada di kakinya burung nazar tersebut tertulis nama Universitas Tel Aviv.
Setelah itu warga kemudian menyerahkan burung nazar itu kepada pihak keamanan Arab Saudi.
Pihak keamanan Arab Saudi meyakini bahwa burung nazar itu dipakai oleh Mossad untuk melakukan aksi mata-mata. Karena ketika mereka hendak memegangnya, burung ini melakukan gerakan-gerakan khusus untuk melindungi dirinya yang membuktikan burung nazar ini bukan burung biasa tapi terlatih dengan baik.
Koran Maariv menyebutkan bahwa para pejabat lingkungan hidup Israel mengumumkan bahwa burung ini masih hidup hingga kini dan alat GPS yang berada di tubuhnya tidak diperuntukkan untuk aksi spionase.
Sebelum ini banyak dipublikasikan mengenai aksi spionase Mossad di perairan Teluk Persia dengan memanfaatkan ikan hiu. (IRIB/SL/MZ)

irib

Pangeran Khaled Pastikan Pembelian Senjata 60 Milyar Dolar dari AS Terealisasi


F-15 AU Saudi sedang mengisi bahan bakar di udara. (Foto: DID)

5 Januari 2010 -- (Berita HanKam): Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khaled bin Sultan menegaskan pembicaraan tahap akhir pembelian senjata dalam jumlah besar dengan Amerika Serikat masih berjalan, saat diwawancarai harian lokal the Saudi Gazette, Selasa (4/1).

Pemerintah Arab Saudi mengajukan pembelian senjata senilai 60 milyar dolar pada pemerintah AS. Pembelian ini merupakan terbesar dalam sejarah penjualan senjata AS.

Kongres AS telah menyetujui penjualan senjata ini. Boeing memperkirakan paket pembelian ini akan menciptakan sedikitnya 77.000 pekerjaan di 44 negara bagian.

Arab Saudi akan membeli 84 jet tempur baru F-15, upgrade 70 F-15 milik AU Arab Saudi, pembelian tiga jenis helikopter meliputi 70 helikopter serbu Apaches, 72 helikopter angkut Black Hawks dan 36 helikopter intai Little Birds. Pejabat AS sedang merundingkan potensial pembelian paket peningkatan kemampuan AL Arab Saudi senilai 30 milyar dolar. Serta menawarkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Defense (THAD) untuk mengurangi ancaman roket Iran, nilainya belum diketahui.

Pangeran Khaled menegaskan juga skuadron jet tempur Eurofighter Typhoon akan lengkap dalam dua tahun mendatang. Pembicaraan pembelian Typhoon sempat dihentikan beberapa minggu, setelah insiden jatuhnya satu Typhoon di Spanyol menewaskan satu penerbang AU Saudi. Pangeran mengatakan “kerusakan pada pesawat telah diperbaiki dan sekarang fungsi lebih baik dibandingkan yang lalu.”

Arab Saudi sedang merundingkan juga pembelian tank Leopard dari Spanyol serta sejumlah senjata berat dari Rusia.

Sumber: the Saudi Gazette

Kapal selam tipe 214


Kapal Selam U-214 Jerman, dalam pertemuan kedua delegasi pengadaan Kapal Selam untuk TNI AL juga dibahas

 Kapal selam tipe 214 adalah salah satu kapal selam konvensional yang terlaris di dunia, dan Indonesia mempertimbangkan untuk memilikinya.
Negara – Negara
Yang Mengoperasikan Kapal selam tipe 214

1. Korea Selatan. Republik of Korean Navy telah memesan sembilan kapal selam Tipe 214, yang diberi nama sebagai kelas Son Won-Il, yang akan dibangun di Korea oleh Galangan kapal Hyundai Heavy Industries dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME). Tiga kapal selam pertama telah beroperasi sejak 2007, dan enam kapal selam berikutnya akan dibuat mulai tahun 2012. Son Won-Il juga dilengkapi Radar yang sama dengan Papanikolis yaitu SPHINX-D Radar System buatan Thales Defence Deutschland GmbH dan mampu membawa makanan, air bersih dan bahan bakar untuk 84 hari operasi.
Kapal Selam Pertama kedua ketiga dan kelima dibuat di Galangan Kapal Hyundai dan rencananya untuk kapal selam kempat dan ke enam dibuat di Galangan kapal DSME. Pada bulan Maret 2008, surat kabar terbesar di Korea, Chosun Daily, melaporkan bahwa jenis kapal selam pertama 214 (Son Won Il) yang telah diserahkan kepada Angkatan Laut Republik Korea pada Desember 2007 memiliki beberapa masalah penting berkaitan dengan tingkat kebisingan (Noise Level) yang berlebihan. Namun masalah tersebut diklaim oleh pihak angkatan laut dapat diselesaikan dengan baik oleh galangan kapal Hyundai, HDW dan pihak angkatan Laut Korea. Masalah tersebut menurut salah satu perwira kapal selam Angkatan Laut Korea berada pada sistem kemudi horisontal belakang dan propeler. Keseimbangan kapal terutama saat berada di permukaan juga mengalami masalah (diidentifikasi masalah yang sama terjadi pada kapal selam Yunani; Papanikolis).
Untuk fasilitas pangkalan pihak HDW juga menyediakan untuk pengisian H2 untuk Sistem AIP di pangkalan angkatan laut di Jinhae, namun saat pengisian diharapkan temperatur air laut tidak lebih dari 32°C. Khusus untuk loading torpedo yang sebelumnya dilaksanakan melewati geladak dilaksanakan modifikasi sehingga loading torpedo dilaksanakan melalui peluncur torpedo (petor). Karena dianggap lebih efisien sama dengan kapal selam mereka sebelumnya yaitu 209 yang juga melalui petor.
2. Yunani. Kontrak untuk membangun tiga Kapal selam untuk Angkatan Laut Yunani/Hellenic Navy telah ditandatangani 15 Februari 2000 dan 4 kapal selam akan dibangun pada bulan Juni 2002. Kapal pertama kelas Papanikolis dibangun di HDW di Kiel, Jerman dan sisanya di Hellenic Shipyards Co di Skaramangas Yunani.
Kelas Papanikolis dilengkapi dengan antena radar yang tidak menembus badan tekan. Di bagian atas tiang radar pemancar radar diinstal pemancar dari Sistem Radar Sphinx dipasok oleh Thales Deutschland GmbH di Kiel. Sensor radar transceiver FMCW dinyatakan tidak dapat dideteksi oleh sistem ESM dalam jarak menengah. Teknologi ini disebut LPI (Low Probability of Intercept). Kekuatan transmisi dari radar ini lebih rendah dari kekuatan transmisi telephone selular tetapi resolusi yang dihasilkan lebih akurat dibandingkan dengan radar daya pulse tinggi. Radar Thales Sphinx adalah radar taktis yang dirancang khusus untuk kapal selam 214.
Kapal selam kedua yang dibuat di Yunani, Pipinos, secara resmi diluncurkan Pebruari 2007 dan uji coba penerimaan pelabuhan Yunani di Piraeus. Pada tanggal 21 September 2009 TKMS mengumumkan bahwa kontrak dengan Angkatan Laut Yunani untuk keempat kapal selam telah dibatalkan karena tunggakan negara lebih dari 520.000.000 Euro. Pihak TKMS sedang menempuh mahkamah arbitrasi untuk menyelesaikan masalah ini. Pada tanggal 27 Oktober 2009, Departemen Pertahanan Yunani secara resmi menyatakan bahwa mereka berniat menerima tiga kapal yang dibangun di Yunani namun Kapal pertama (Papanikolis) yang dibangun di Kiel tidak akan diterima, dan akan ditawarkan untuk dijual. Hasil dari penjualan akan digunakan untuk membayar hutang kepada TKMS.
3. Portugal. Pemerintah Portugal menandatangani kontrak di Lisbon dengan Konsorsium Submarine Jerman (GSC) untuk pembangunan dua kapal selam kelas 214 optional tambahan untuk satu kapal selam. Kontrak senilai 800.000.000 € telah ditandatangani bersama dan kedua kapal selam tersebut akan diserahkan ke Angkatan Laut Portugal Januari 2010 dan Oktober 2010.
Kapal selam pertama S167 Tridente dilluncurkan pada tanggal 15 Juli 2008 dan resmi masuk Angkatan Laut Portugal pada Januari 2010, sementara kapal kedua S168 Arpao diluncurkan pada bulan Mei 2001 dan akan resmi bergabung dengan Angkatan Laut Portugal pada bulan Oktober 2010.
4. Turki dan Pakistan (Penandatanganan Kontrak). Pada bulan November 2008, Pakistan telah menandatangani Kontrak untuk pengadaan 3 kapal selam tipe 214 yang semuanya akan dibuat di Pakistan. Pihak HDW menyatakan penyerahan kapal selam pertama untuk Pakistan akan dilaksanakan 64 bulan setelah penandatanganan kontrak.
Pada bulan Juli 2009, Turki telah menandatangani kontrak pengadaan 6 kapal selam tipe 2140. Sesuai dengan kontraknya pihak HDW akan memberikan seluruh material untuk membangun keenam kapal selam tersebut di Galangan Gölçük Naval Shipyard (GNSY) di Turki. Semua kapal selam tersebut dilengkapi dengan sistem AIP.
Kesimpulan. Indonesia perlu mempertimbangkan lagi untuk pengadaan kapal selam jenis ini mengingat permasalahan yang terjadi di banyak negara serta mahalnya biaya operasional AIP. Taktik dan strategi pertahanan negaralah yang seharusnya menjadi pertimbangan utama selain faktor deterrence effect tentunya. 
Data Teknis Kapal selam tipe 214
· Displacement: 1,690 t surfaced / 1,860 t submerged
· Dimensions: length 65 m / beam 6.3 m / draught 6 m
· Pressure hull: HY-80/HY-100 High Tensile steel
· Persenjataan: 8 x 533 mm Peluncur, 4 Petor mampu meluncurkan Sub Harpoon
· Propeller : low noise skew back propelle/ Sabit
· Diesel engines: 2 x MTU 16V-396 (3.96 MW)
· Charging generators: 2 x Piller Ntb56.40-10 0.97 MW
· Sistem AIP : 2 x HDW PEM fuel cell module BZM120 (120 kW x 2)
· Electric motor: 1 x Siemens Permasyn (2.85 MW)
· Kecepatan: 12 kt surfaced / 20 kt submerged
· Kecepatan deangan fuel cells: 2-6 kt estimated
· Jarak Jangkau Permukaan: 12,000 miles (19,300 km)
· Jaraj Jangkau Menyelam: 420 nmi @ 8 kt (780 km @ 15 km/h)
· Jarak Jangkau dengan fuel cells: 1,248 nmi @ 4 kt (2,310 km @ 7 km/h)
· Mission endurance: 12 Minggu
· Menyelam Tanpa Snorkeling: 3 minggu
· Kedalaman Operasi: Lebih dari 250 m officially, 400 m estimated
· Awak Kapal: 5 Periwra + 22 crew
· Radar navigasi : SPHINX-D with 4Kw pulse and Tactical LPI radar sensor (Thales Deutschland Kiel)
sumber: http://wira96.multiply.com/