Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, December 11, 2010

Serah Terima & Uji Coba Tank Amfibi BMP-3F


SITUBONDO - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (bawah kiri) didampingi Dankormar Meyjen TNI Marinir M Alfan Bahrudin dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono naik tank amfibi BMP-3F di Pantai Banongan Situbondo, Sabtu (11/12). Kegiatan tersebut dalam rangka latihan persenjataan terpadu dan uji fungsi mesin tempur yang baru, tank amfibi BMP-3F buatan Rusia. Foto : KOMPAS/Surya/Sugiharto, ANTARA/Eric Ireng/ed/mes/10





 

Serah Terima Tank Amfibi BMP-3F Kepada Marinir TNI AL


SITUBONDO - Tank amfibi BMP-3F buatan Rusia, resmi memperkuat Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Peresmian ditandai dengan penyerahan secara resmi 17 unit tank amfibi tersebut dari Pemerintah Rusia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/12).

Setelah diserahterimakan kepada Menteri Pertahanan, lalu diserahkan kepada TNI kemudian Korps Marinir TNI Angkatan Laut sebagai pengguna.

Sebelumnya, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin, penambahan 17 tank amfibi dari Rusia itu akan semakin memperkuat jajaran korps baret ungu yang dipimpinnya.

Saat ini rata-rata kesiapan alutsista marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen.

"Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," katanya.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp.455 miliar. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya naik.

Korps marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Alfan.

Usai serah terima tank amfibi, akan dilakukan pengangkatan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Sumber : ANTARA

K11, Senapan Serbu Terbaru Korea Selatan (I)




ALUTSISTA - Layaknya mobil dengan sistem injection dimana pembakaran BBM dan oksigen diatur secara elektronis lewat Electronic Control Unit (ECU), demikian pula halnya dengan senapan serbu dual laras lansiran S&T Daewoo-Korea ini. Diberi nama K-11, senapan ini menganut sistem pengoperasian penembakan secara elektronis lewat Fire Control Unit (FCU).

Senapan yang digadang-gadang pemerintah Korea Selatan sebagai senapan serbu masa depan ini bukan hanya tangguh dari segi operasional requirement saja, tapi terbukti dari beberapa kali uji coba di lapangan senapan ini mampu memperoleh hasil yang cukup memuaskan. Mulai dari daya hancur, ketepatan, kenyamanan, ketahanan dan kemudahan perawatan, semua berhasil dilalui. Teknologinya sendiri bukan hal baru lagi di dunia senjata serbu, senapan dual laras ini dikenal dengan istilah Objective Individual Combat Weapon (OICW).

OICW sendiri awalnya merupakan sebuah kompetisi program pembuatan senapan serbu generasi terbaru dibawah pengawasan dan pengembangan US Army, program ini akhirnya tidak dilanjutkan tanpa menghasilkan satu senapan pun yang berhasil di produksi secara massal. Namun beberapa prototype senapan sempat di perkenalkan ke publik diantaranya : XM-29, XM-8 dan XM-25.

Dibeberapa negara di luar Amerika, program OICW dijadikan parameter pengembangan senjata masa depan. Dari parameter ini, K11 bisa dibilang sebagai pelopor hadirnya senapan serbu yang berhasil mengkombinasi teknologi masa kini dan masa depan yang sukses di komersialisasi.

K11 pertama kali dipublikasikan di Pameran Pertahanan IDEX 2009, Abu Dhabi-UAE pada 22-26 Februari 2009. Di negara asalnya K11 dipublikasikan pada acara DSEI military expo, September 2009.

Begitu optimisnya terhadap perkembangan senjata ini, Im Chung-bin, Kepala Staf Angkatan Darat Korea (ROKA) menyatakan K11 akan resmi memperkuat pasukan infantri Korsel pada tahun 2010. Pernyataan tersebut disampaikannya saat acara “Ground Weapon Conference 2009” di Daejeun pada November 2009 lalu.

Bahkan seorang pejabat Agency for Defense Development (ADD), sebuah lembaga dibawah kementrian pertahanan Korea Selatan mengungkapkan negaranya berencana bakal ikut serta dalam pameran industri pertahanan di Amerika pada Juni 2010 nanti dengan menghadirkan K11. “K11 menjadi bukti engineer kami mampu menciptakan senjata bagi pasukan infantri masa depan dan ini adalah salah satu upaya memasarkan langsung ke negara pembeli potensial kami, Amerika” ungkapnya.

Dia juga mengatakan K11 bakal dipasarkan juga kenegara-negara lain selain AS. ADD sebelumnya pernah membawa sampel senapan K11 untuk diujicoba pasukan US Army di U.S.Pacific Command-Hawaii.

Bukan Barang Baru

Hadirnya K11 bukan hal baru bagi US Army, beberapa tahun lalu AS pernah mengembangkan program senapan serupa (OICW) dengan nama XM-29. Meskipun K11 bukan lisensi Alliant Techsystems Corporation (pembuat XM-29), namun AS kagum atas keberhasilan sekutunya di Asia Timur ini atas keberhasilan mengembangkan senapan dual laras tersebut.

Berdasarkan program tersebut, AS kemudian mengembangkan senapan serbu XM-8 yang prinsip kerjanya sama dengan XM-29 namun sistem elektronisnya memanfaatkan penggunaan energi kinetik (energi gerak yang diubah menjadi energi listrik). Pemanfaatan energi ini lebih kepada alternatif suply energi batery, terutama untuk perangkat kontrol elektronis dalam sistem senjata.

XM-8 dikembangkan oleh Heckler & Koch America (perusahaan patungan AS dan Jerman), proyeknya dibatalkan pada tahun 2005, begitu pula dengan XM-29 pada tahun 2004. Selain karena alasan keterbatasan anggaran research and development (budget-nya melampaui yang ditetapkan US$ 32,5 juta), permasalahan lainnya adalah buruknya daya tahan baterei saat sistem pembidik elektronis diaktifkan.

Selain itu menurut beberapa pengamat model dan bentuk XM-8 dianggap kurang nyaman (ergonomis), padahal senapan ini diproyeksikan untuk menggantikan senapan serbu M4A1 milik US Army. Copyright ALUTSISTA

Friday, December 10, 2010

Iran: Isu Nuklir Bukan Agenda Pertemuan Turki

 Republik Islam Iran dan kelompok 5+1 sepakat untuk mengadakan putaran berikutnya perundingan komprehensif di Turki pada akhir Januari 2011. Namun Tehran menyatakan bahwa program nuklirnya tidak termasuk dalam agenda perundingan mendatang.
"Baru pekan lalu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa program nuklir Iran bertujuan damai dan sama sekali tidak ada bukti penyimpangan," kata Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Saeed Jalili dalam wawancara eksklusif dengan Press TV pada hari Selasa (7/12).
"Oleh karena itu, kami percaya bahwa masalah ini sudah selesai dan tidak dapat menjadi subyek pembicaraan sama sekali. Perundingan komprehensif di Istanbul akan fokus pada masalah-masalah umum," tegasnya.
Jalili menegaskan bahwa hak bangsa Iran tidak dapat dirundingkan dan perundingan juga tidak mungkin dilanjutkan di bawah bayang-bayang tekanan.
"Ada kekhawatiran serius di tengah masyarakat internasional tentang perlucutan senjata nuklir, tentang alasan belum melucuti kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan juga tentang negara-negara yang menyediakan senjata nuklir kepada rezim Zionis Israel," tegas Jalili.
Seraya mengecam AS karena melanggar Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT), Jalili menandaskan, "Kini perhatian utama dunia tertuju kepada Washington yang telah melanggar Pasal I dan II NPT dan menempatkan 240 hulu ledak nuklir di wilayah Eropa." "Ini melanggar NPT dan harus menjadi agenda utama untuk ditangani," tambahnya.
Meski tidak ada angka resmi yang dirilis, tapi diperkirakan AS telah menempatkan antara 150 dan 240 senjata nuklir taktis di Eropa. (IRIB/RM/SL)

IRIB

Malaysia Harapkan Kerjasama Nuklir dengan Korsel

 Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak menyatakan minat negaranya untuk memanfaatkan pengalaman Korea Selatan dalam teknologi nuklir termasuk di antaranya pembangunan reaktor nuklir pintar dan berbagai reaktor nuklir kecil.
Hal itu dikemukakan Najib hari ini (10/12) dalam konferensi persnya bersama Presiden Korsel, Lee Myung-bak , yang berkunjung ke Kuala Lumpur. Sebagaimana dilaporkan IRNA, kedua negara telah menandatangani kesepahaman di bidang keamanan nuklir dan radio aktif.
Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Korsel menekankan pentingnya energi nuklir sebagai sebuah sumber energi yang meyakinkan, stabil, aman, dan bersih. Tidak hanya itu, PM Malaysia juga mengharapkan perluasan kerjasama kedua negara di sektor nuklir.
Di bagian lain, terkait usulan pembentukan Dewan Dagang Malaysia-Korsel, Najib menegaskan, "Usulan tersebut akan mempermudah perundingan dan kerjasama sektor swasta kedua negara dan akan membuka peluang kerjasama baru kedua pihak."
Pada kesempatan itu, Najib menekankan agar Malaysia memanfaatkan kemampuan perusahaan-perusahaan Korsel di sektor teknologi ramah lingkungan. (IRIB/MZ/MF)

IRIB

Indian ballistic missile test ends in failure

Agni-II
11:52 10/12/2010
© AFP/ RAVEENDRAN

The maiden test launch of an Indian nuclear-capable missile ended in fiasco on Friday after it plunged into the sea a few seconds after takeoff, the Indian Express newspaper reported.
The Agni-II Plus, a nuclear-capable surface-to-surface missile with a maximum range of 3,000 km, was launched from Wheeler Island off coastal waters of the eastern state of Orissa at 10:00 a.m. local time [04:00 GMT].
It is as yet unclear why the missile dropped off into the sea, India's Defense Ministry said.
A nuclear-capable Prithvi-II missile failed to take off during a test fire on September 24. An Agni-I missile was successfully test fired a month later.

MOSCOW, December 10

(RIA Novosti)

France supports naval technology transfer to Russia


Topic: Russia's purchase of French Mistral-class warship

Russia and France are currently in talks on a 2+2 scheme, whereby Russia will buy two French Mistral-class amphibious assault ships and build another two at home.
22:42 09/12/2010
© RIA Novosti. Alexey Danichev

 France is ready to transfer warship technology to Russia, Prime Minister Francois Fillon said on Thursday.
"We see no problem in transferring technology," Fillon said at a joint news conference with Russian Prime Minister Vladimir Putin.
Russia and France are currently in talks on a 2+2 scheme, whereby Russia will buy two French Mistral-class amphibious assault ships and build another two at home.
Russia's United Shipbuilding Corporation (USC) and France's shipbuilder DCNS in November signed an agreement to form a consortium, which is seen as the most likely winner of a Russian tender to build the two ships
Fillon said he was sure that the talks would be completed.
MOSCOW, December 9 (RIA Novosti)

RIA Novosti

Russia, Kazakhstan to set up joint air defense network


S-300
15:58 08/12/2010
© RIA Novosti. Yury Shipilov
Russia and Kazakhstan have agreed to create a joint regional air defense network, chief of Kazakh air defenses Lt. Gen. Alexander Sorokin said on Wednesday. "We have agreed to create a joint regional air defense network, which is similar to that of Russia and Belarus," Sorokin said, adding that the Kazakh Air Force would be responsible for defending Russian airspace along the border with Kazakhstan.
"The creation of this network envisions free-of-charge deliveries of Russian S-300 air defense systems to Kazakhstan," the general said.
Kazakhstan currently has an undisclosed number of an earlier version of S-300 inherited from the Soviet Union.
"Kazakhstan is also interested in buying Russia's advanced S-400 Triumf air defense systems, but we understand that the Russian Army should get these systems on a priority basis," Sorokin said.
The Russian Defense Ministry confirmed on Wednesday that S-300 systems would be delivered to Kazakhstan in line with a previous agreement, but said a delivery contract was still in the works.
Russia also offered Kazakhstan to join its missile early warning and space monitoring network, and use Russia's Glonass satellite global positioning network for military purposes.
MOSCOW, December 8 (RIA Novosti)

RIA Novosti

Kazakh pilots to start flying Russian Yak-130 warplanes in spring


Yak-130
14:54 08/12/2010
© RIA Novosti. Anton Denisov
Kazakh Air Force pilots will start using the Russian-made Yak-130 advanced jet trainer/light attack aircraft next spring, a Russian Defense Ministry spokesman said on Wednesday. The first flights will be a sort of "getting the feeling" of the aircraft.
The agreement was reached during talks between visiting Kazakh Defense Minister Adilbek Dzhaksybekov and his Russian counterpart Anatoly Serdyukov.
The two ministers are due to sign a bilateral cooperation plan for 2011.
The Yakovlev Yak-130 Mitten is a subsonic two-seat aircraft developed by the Yakovlev design bureau. The first planes were put into service with the Russian Air Force in 2009.
The Yak-130 is able to replicate the characteristics of several 4+ generation fighters.
MOSCOW, December 8 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Russia to deliver S-300 air defense systems to Kazakhstan


Russia to deliver S-300 air defense systems to Kazakhstan
14:36 08/12/2010
© RIA Novosti. Yury Shipilov

Russia will soon sign a contract on the supply of S-300 air defense systems to Kazakhstan, the Russian Defense Ministry said on Wednesday.
"The sides are working on a relevant contract at present," spokeswoman Irina Kovalchuk told journalists after a meeting between Russian Defense Minister Anatoly Serdyukov and his Kazakh counterpart Adylbek Dzhaksybekov.
Kazakhstan signed an agreement with Russia to purchase 40 S-300PS (NATO designation SA-10D Grumble) air defense missile systems in March 2009, with deliveries to take place from 2009 to 2011.
The S-300PS model was introduced in the Russian Armed Forces in 1985. It features 5V55R missiles which increased the maximum engagement range to 90 kilometers (56 miles) and a terminal semi-active radar homing (SARH) guidance mode.
Russia has announced plans to expand military-technical cooperation with members of the Collective Security Treaty Organization (CSTO) and set up an integrated air defense network with them.
The CSTO is a post-Soviet security grouping comprising Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Russia, Uzbekistan and Tajikistan.
The Kazakh military believe that S-300 systems would "significantly enhance the protection of the country's airspace."
MOSCOW, December 8 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

British submersible enters service with Russian Navy


British submersible enters service with Russian Navy
13:52 08/12/2010
© RIA Novosti. Alexey Kudenko
The Russian Black Sea Fleet has put into service a British-made remotely operated vehicle (ROV), a fleet spokesman said on Wednesday. Seaeye Panther Plus is designed to perform salvage operations including torpedo recovery and support of distressed submarines with emergency life support pods and can operate at depths up to 1,000 meters (3,000 feet).
It was adopted for service with the Black Sea Fleet after extensive testing and a 50-hour underwater operation at depths of up to 100 meters, the spokesman said.
The decision to buy the system from Britain was made after an incident with Russian submariners in the Bering Sea in August 2005, when Russia's AS-28 submersible became tangled in a fishing net at a depth of about 190 meters (about 620 feet).
It was rescued after three days when a British unmanned deep-sea rescue vehicle, the Scorpio 45, cut the net's cables and freed the Priz.
Typical (civilian) Panther applications include pipeline surveys, touch down monitoring, cable installation, drill support and NDT (nondestructive testing) inspections.
Russian shipyards have not built a single ROV-class vehicle in the past decade.
SEVASTOPOL, December 8 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Thursday, December 9, 2010

Prestasi Pembangunan Manusia Indonesia Diakui Dunia

Satu per satu kabar baik dicapai oleh Indonesia di tingkat dunia. Kali ini Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara terbaik di dunia yang berusaha memperbaiki indeks pembangunan manusia. Vivanews mengungkapkan, kabar baik tersebut disampaikan oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S Alisjahbana di Jakarta, Rabu, 8 Desember 2010. "Indonesia masuk jajaran 10 negara dengan kemajuan pembangunan manusia secara signifikan," kata Armida.
Maksudnya, Indonesia tergolong dalam 10 negara yang mengalami kenaikan kualitas hidup secara mengagumkan dalam 40 tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI) adalah indikator yang sering digunakan untuk mengukur kemajuan suatu bangsa.
Indeks diukur berdasarkan tingkat kekayaan, kemiskinan, kesehatan, keseteraan jender, kebebasan ekonomi dan pendidikan. Dengan indeks tersebut, dapat diketahui masyarakat satu negara apakah masih terbelakang, miskin atau maju.

Menurut Armida, nilai indeks pembangunan manusia Indonesia sekarang 0,600. Nilai ini membuat Indonesia berada di peringkat ke 108 dari 169 negara yang disurvei oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Posisi Indonesia ini lebih baik dibandingkan tahun 2009 dengan skor 0,593.
Berdasarkan survei tersebut, Indonesia masuk daftar 43 negara berkategori "menengah." Dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia memang berada di bawah Singapura di peringkat 27 atau masuk kategori sangat tinggi dan Malaysia urutan 57 dengan kategori tinggi. Namun, Indonesia masih lebih unggul dari Vietnam (113), Laos (122) dan Myanmar (132).
"Kami menyadari pertumbuhan ekonomi memang sangat penting. Namun yang paling penting adalah menggunakan pendapatan nasional untuk memberi rakyat peluang hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih produktif," kata Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon dalam laporan Pembangunan Manusia beberapa waktu lalu.
Armida mengaku senang lantaran sejumlah indikator indeks pembangunan manusia memang menunjukkan perbaikan seperti ditargetkan dalam Tujuan Pembangunan Milenium. Armida pun membeberkan berbagai keberhasilan tersebut.
Pertama, tingkat kemiskinan ekstrim, yaitu proporsi penduduk yang hidup dengan pendapatan per kapita di bawah US$1 per hari, telah menurun dari 20,6 persen pada 1990 menjadi 5,9 persen pada 2008.
Kedua, hasil survei pada 2009 menyebutkan tingkat melek huruf penduduk di Indonesia mencapai 99,47 persen. Ketiga, terkait kesetaraan jender terlihat peningkatan rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok usia 15-24 tahun yang mencapai 99,85. Selain itu, kontribusi perempuan di sektor pekerjaan nonpertanian hingga kursi di parlemen mengalami peningkatan.
Keempat, angka kematian bayi menurun cukup signifikan dari 68 anak pada 1991 menjadi 34 anak per 1.000 kelahiran pada 2007. Kelima, pada periode yang sama angka kematian ibu melahirkan menurun dari 390 menjadi 228 per 100 ribu kelahiran.
Keenam, angka terkena malaria per 1.000 penduduk menurun dari 4,68 pada 1990 menjadi 1,85 pada tahun 2009. Ketujuh, akses rumah tangga terhadap air minum layak dan sanitasi meningkat pesat, misalnya untuk air minum layak dari 37,73 persen pada 1993 menjadi 47,71 persen pada 2009.
"Dari berbagai capaian itu terlihat bahwa kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi," kata Armida.
Jika mengacu pada laporan Bank Pembangunan Asia (ADB) yang berjudul "The Rise of Asia's Middle Class 2010", tak bisa dipungkiri jumlah orang miskin, dengan pengeluaran di bawah US$2 per orang memang menurun.
Sebaliknya, jumlah kelompok kelas menengah Indonesia dengan pengeluaran di atas US$2 per orang meningkat pesat selama 10 tahun terakhir. Jika pada 1999 kelompok kelas menengah atas baru sekitar 25 persen atau 45 juta jiwa, namun satu dekade kemudian melonjak jadi 42,7 persen atau 93 juta jiwa.
Perbaikan kualitas hidup warga Indonesia ini juga menjadi perhatian lembaga pemeringkat, Moodys Investor Service yang Rabu ini berkunjung ke Bappenas. "Moodys melihat bagaimana pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium yang semakin baik di Indonesia, meski ada masalah pengangguran terdidik yang cukup tinggi," kata Sekretaris Menteri PPN Syahrial Loetan, 8 Desember 2010.
Membaiknya peringkat Indonesia dalam soal Indeks Pembangunan Manusia, hanya satu dari sejumlah keberhasilan lainnya. Selain indeks tersebut, Indonesia juga mengalami sejumlah perbaikan yang lain.
Misalnya, posisi daya saing Indonesia meningkat dari posisi 53 pada 2009 menjadi peringkat 44 dari 139 negara pada tahun ini menurut Global Competitiveness Index terbitan September 2010. Selain itu, United Kingdom Trade and Investment juga menaikkan ranking Indonesia sebagai negara tujuan investasi selain negara-negara Brazil, Rusia, India dan China (BRIC) dari posisi ke-6 menjadi posisi ke-2.
Demikian halnya dengan perbaikan peringkat utang Indonesia oleh sejumlah lembaga pemeringkat, penurunan rasio utang terhadap produk domestik bruto, peningkatan cadangan devisa, kenaikan ekspor secara signifikan hingga soal pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.
"Indonesia berniat terus meningkatkan anggaran infrastruktur dari waktu ke waktu untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen pada 2014 mendatang," kata Syahrial Loetan. (vivanews)

Topik Korupsi Paling Populer di Indonesia
Hampir separuh penduduk Indonesia atau sekitar 45% menjadikan tema korupsi sebagai pembicaraan sehari-hari dalam sebulan terakhir. Tema korupsi ini mengalahkan topik kenaikan harga pangan dan masalah energi yang hanya menyita perhatian 34% warga.
Sebagaimana dikutip situs Mediaindonesia.com, perhatian yang besar terhadap masalah korupsi ini terungkap dalam survei BBC di 26 negara, termasuk Indonesia. Perhatian penduduk Indonesia terhadap tema korupsi, harga pangan, dan energi secara rata-rata melebihi angka rata-rata internasional.
Angka perhatian untuk tema korupsi di Indonesia lebih tinggi 21% dari angka rata-rata dunia, sementara soal pangan dan energi lebih tinggi 15%. Namun, ketika memasuki ranah isu global, 85% responden Indonesia menganggap masalah pangan dan energi jauh merupakan isu paling serius. Sementara korupsi menempati urutan kedua dengan 81% dan masalah kemiskinan ekstrem di tempat selanjutnya dengan perhatian mencapai 78%.
Selain itu, perhatian responden Indonesia soal isu ekonomi global juga meningkat delapan poin dibanding tahun 2009 mencapai 72%. Selain menjadi pembicaraan utama di Indonesia, masih menurut survei BBC, secara global korupsi menempati urutan teratas topik-topik yang menjadi pembicaraan sehari-hari.
Menurut 21% responden di seluruh dunia, isu korupsi dan keserakahan menjadi tema pembicaraan dengan teman dan keluarga. Isu korupsi dan keserakahan ini secara global mengalahkan isu-isu lain, yaitu perubahan iklim (20%), kemiskinan ekstrem dan kelaparan (18%), pengangguran (16%), di tempat terakhir adalah isu kenaikan harga pangan dan energi (15%).
Di Indonesia, survei dilakukan dengan cara tatap muka antara 27 Juli hingga 12 Agustus 2010 di sejumlah kota besar seperti Bandung, Jakarta, Makassar, Medan dan Surabaya. Jumlah responden yang terlibat mewakili 27% dari total jumlah penduduk dewasa Indonesia.
Selain di Indonesia, responden di Brasil, Mesir, Kolombia, Filipina, dan Kenya juga menjadikan isu korupsi sebagai tema pembicaraan sehari-hari dan menganggap korupsi sebagai masalah terpenting. Sementara di Eropa, responden di Italia sangat prihatin dengan kasus-kasus penyuapan. (Mediaindonesia.com)

IRIB

Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama dengan RI

Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama dengan RI
Nusa Dua (ANTARA) - Jepang ingin terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi dan menciptakan stabilitas serta perdamaian di kawasan, kata Menteri Luar Negeri Jepang, Seiji Maehara, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keinginan itu disampaikan Seiji Maehara dalam kunjungan kehormatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Laguna Resort & Spa, Nusa Dua, Jumat.

Dalam pertemuan itu, Menlu Jepang juga menyampaikan harapannya yang sangat besar kepada Indonesia yang akan menjadi Ketua ASEAN dan penyelenggara East Asia Summit (EAS) pada 2011.

"Hubungan Jepang-Indonesia bukan sebatas bilateral tetapi terus menangani agenda-agenda regional dan global," ujar Seiji dalam konferensi pers usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, Presiden Yudhoyono dan Menlu Jepang juga membicarakan konflik di Semenanjung Korea dan mencapai kesepakatan bahwa Indonesia-Jepang berharap tidak terjadi perang di kawasan tersebut.

"Saya juga mencapai suatu pemahaman dengan Presiden bahwa jangan sampai terjadi perang di kawasan ini dan saya juga mencapai konfirmasi bahwa Jepang dan Indonesia harus tetap bekerja sama untuk perdamaian dan kestabilan di kawasan ini," tutur Seiji.

Usai pertemuan bilateral, Presiden Yudhoyono menyaksikan penandatanganan nota kerja sama antara Jepang dan Indonesia di bidang pembangunan area prioritas metropolitan.

Setelah menerima Menlu Jepang, Presiden yang didampingi Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan menuju Pura Besakih di Kabupaten Karangasem.

Peninjauan Pura Besakih itu menurut informasi dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, dilakukan atas undangan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

Rombongan Presiden dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Jakarta pada pukul 16.00 WIT dengan menggunakan pesawat kepresidenan.
(T.D013/A011/P003)
 ANTARA

Remaja Pro-WikiLeaks Serang Visa dan Mastercards

Jumat, 10 Desember 2010 14:41 WIBRemaja Pro-WikiLeaks Serang Visa dan Mastercards
(istimewa)
Den Haag (ANTARA News) - Polisi Belanda menangkap remaja berusia 16 tahun yang mengaku ikut melancarkan serangan cyber terhadap lawan-lawan laman peniup-peluit WikiLeaks, demikian jaksa Belanda, Jumat.

Wim de Bruin, juru bicara kantor penuntutan negara, mengatakan sang remaja telah mengaku melancarkan serangan terhadap situs Visa dan Mastercard.

Satu pernyataan tertulis menyatakan bahwa si remaja kemungkinan besar bagian dari kelompok besar peretas.

Si remaja akan tampil di depan hakim Belanda Jumat ini di Rotterdam.

Serangan dilancarkan menyusul penangkapan bos WikiLeaks Julian Assange yang kini ditahan di sebuah penjara di Inggris, setelah Swedia meminta Inggris mengekstradisi Assange atas tuduhan pemerkosaan.

Para peretas yang menamakan diri "hack-tivists" -- meluncurkan serangan cyber terhadap mereka yang dianggap lawan WikiLeaks, termasuk perusahaan-perusahaan yang di beberapa hari terakhir membantu menghalangi layanan WikiLeaks.

Setelah berusaha membuat ambruk laman Visa, Mastercard dan lainnya, para pendukung laman peniup-peluit itu telah berupaya namun gagal mematikan laman raksasa ritel Amazon.com.

WikiLeaks menjauhkan dirinya dari serangan cyber itu namun menyebut mereka sebagai cermin opini publik.

"WikiLeaks prihatin bahwa sejumlah kantor pemerintah dan perusahaan, termasuk kejaksaan Swedia, Mastercard, PayPal dan State.gov (laman Departemen Luar Negeri AS) menjadi target serangan cyber-attack dalam beberapa terakhir , dan kadang membuatnya offline (mati)," demikian WikiLeaks dalam satu pernyataannya.

"Serangan itu bentuknya serupa dengan yang diterima oleh laman WikiLeaks selama pekan lalu, sejak publikasi pertamakali 250.000 kawat diplomatik AS," sambung pernyataan itu.

"Serangan 'penolakan layanan' (denial of service) ini diyakini berasal dari perkumpulan internat yang dikenal dengan Anonymous.

"Kelompok ini tidak berafiliasi ke WikiLeaks. Belum ada kontak antara staf WikiLeaks dengan siapapun dari Anonymous. WikiLeaks tidak menerima pemberitahuan sebelumnya untuk setiap aksi Anonymous," demikian pernyataan itu. (*)

Antara

Korut Tingkatkan Propaganda

Korut Tingkatkan Propaganda
Kapal AL Korsel diambil gambarnya di pulau Yeonpyeong, Jumat (26/11). (ANTARA/REUTERS/Jo Yong-Hak)
Seoul (ANTARA News) - Korea Utara meningkatkan aksi propaganda untuk membenarkan serangannya terhadap sebuah pulau Korea Selatan dalam menghadapi kecaman internasional, kata organisasi-organisasi Korsel, Jumat.

Dua kelompok di Seoul mengatakan mereka menerima satu pesan faksimil yang menuduh Korea Selatan (Korsel) memprovokasi serangan 23 November itu dan menyerukan ketenangan di Laut Kuning.

Pesan itu disampaikan ke Federasi Kristen Chosun (Korea) dan Komite Deklarasi Bersama untuk Reunifikasi Korea 6.15-- mengacu pada KTT antar Korea 15 Juni 2000.

Pesan itu menyalahkan penembakan itu karena pelatihan militer Korsel "yang provokatif" dan tidak menghormati deklarasi-deklarasi KTT.

"Pesan faksimil itu dikirim melalui China dan kami melaporkannya kepada kementerian unifikasi," kata seorang juru bicara Dewan Gereja Nasional Korsel.

Kementerian yang menangani masalah-masalah lintas perbatasan menolak memberi komentar.

Mitra Korsel dari Komite 6.15 itu mengatakan Korut mengirim faksimil-faksimil seperti itu setiap saat ada kejadian penting, seperti tenggelamnya sebuah kapal perang Korsel Maret lalu yang menewaskan 46 prajuritnya.

Korsel mengatakan Korut mentorpedo kapal itu, satu tuduhan yang dibantah Pyongyang.

Serangan artileri terhadap pulau Yeonpyeong itu menewaskan dua marinir dan dua warga sipil. Itu adalah pertama kali korban sipil di Korsel sejak Perang Korea 1950-1953.

Pada Kamis Korut mengatakan melalui kantor beritanya KCNA bahwa Korsel "penghasut perang " memprovokasi insiden tersebut dalam usaha memicu satu konflik lebih luas.

Korut mengulangi kembali pernyataan-pernyataan bahwa tindakan itu hanya untuk membalas pelatihaan militer Korsel yang telah menembaki "ribuan peluru" ke perairan Korut di sekitar perbatasan Laut Kuning yang disengketakan.

China, kendatipun mendapat tekanan kuat Amerika Serikat untuk mengekang sekutunya, tidak mengecam Korut menyangkut serangan tersebut. China mengutus pejabat paling senior kementerian luar negerinya Dai Bingguo ke Pyongyang pekan ini untuk bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-Il.

Mereka mencapai konsensus mengenai masalah-masalah semenanjung Korea, kata laporan kantor berita China tanpa menjelaskan lebih jauh.

Wakil Menteri Luar Negeri AS James Steinberg akan mengunjungi Beijing pekan depan untuk mendesak China melakukan tindakan.

Surat kabar partai komunis yang memerintah Korut Rodong Sinmun memberitakan pertemuan para pemimpin militer itu menunjukkan bahwa Seoul dan Washington sedang mmpersiapkan satu invasi.

"AS harus menghentikan aksi-aksi jahat kerjasama militernya dengan Korsel yang berusaha melancarkan perang di semenanjung Korea, dan harus menarik seluruh pasukan dan peralatan militernya dari Korsel," tulis surat kabar itu.

Presiden Korsel Lee Myung-Bak dalam wawancara dengan satu surat kabar dalam kunjungannya ke Malaysia, kembali menyebut Korut adalah salah satu dari beberapa negara yang senang perang di dunia.

Tetapi Lee mengemukakan kepada surat kabar The Star kedua Korea harus hidup berdampingan secara damai dan, pada akhirnya akan mencapai reunifikasi.

Ia mendesak Korut melakukan usaha membuka ekonomi seperti China untuk mempersempit perbedaan ekonomi yang luas dengan Korsel.
(H-RN/B002/A038)
Antara

Rusia Usulkan Nobel Perdamaian untuk Julian Assange

Rusia Usulkan Nobel Perdamaian untuk Julian Assange
Julian Assange (ANTARA/REUTER/Andrew Winning)
Jakarta (ANTARA News) - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, patut mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian, kata petinggi Rusia, Jumat. Kremlin mengimbau organisasi-organisasi non-pemerintahan untuk mempromosikan Assange sebagai calon penerima Nobel.

Sumber di kantor kepresidenan Dmitry Medvedev mengemukakan kepada pers Rusia bahwa : "masyarakat dan LSM harusnya berpikir cara untuk menolong dia."

Pernyataan tersebut kemungkinan dirancang untuk menciptakan citra negatif Amerika Serikat sehubungan bocornya kawat-kawat diplomatik mereka yang kemudian disebarluaskan WikiLeaks.

Di tempat lain, Perdana Menteri Vladimir Putin mencaci Amerika Serikat dengan mengatakan pihak Barat tak punya hak menceramahi Rusia soal demokrasi.

Ketika ditanya tentang kawat-kawat diplomatik yang menyebut Putin sebagai "alpha-dog" Rusia dan Putin sebagai penguasa yang korup dengan birokrasi yang tak demokratis, perdana menteri Rusia itu menjawab " Memangnya anda pikir diplomat Amerika itu informasi yang bersih dan terang- benderang? Begitukah yang anda pikir?"

Putin lalu mengkritik Barat sehubungan penangkapan Assange. Pekan ini Assange menyerahkan diri ke pihak berwenang Inggris menyusul surat pencariannya oleh Interpol.

"Jika mereka sepenuhnya demokrasi, lalu kenapa Mr Assange diamankan di penjara? yang begitu memangnya demokrasi?," kata Putin saat konferensi pers dengan timpalannya dari Prancis, Francois Fillon.

Kawat diplomatik AS menyebut Putin sebagai penguasa yang membiarkan para pejabat tinggi menerima suap dan para mata-mata korup mengambil "setoran" dari produser energi terbesar di dunia.
(A038/A038/BRT)
Antara

Indonesia Singapura Gagas kerjasama Pendidikan Penerbang Tempur


(Foto: Mindef)

10 Desember 2010, Jakarta -– Indonesia dan Singapura menjajaki kemungkinan kerja sama pertahanan dalam bidang pendidikan bagi penerbang pesawat tempur kedua negara melalui pembentukan sekolah penerbang tempur (combine fighter weapon school), sebagi upaya meningkatkan kemampuan dan profesionalitas para penerbang tempur kedua negara. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, seusai menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean yang juga menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri Singapura, Kamis (9/12) di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskan Menhan, bahwa gagasan ini muncul setelah melihat laitan bersama antara TNI Angkatan Udara dengan Royal Singapore Air Force (RSAF) yaitu Latma Elang Indopura ke 16 di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (8/12). Latma yang juga menandai 30 tahun dari latihan bersama angkatan udara kedua negara tersebut, melibatkan berbagai jenis pesawat, F-16 dan Sukhoi dari Indonesia sedangkan Singapura menurunkan pesawat F-16, F-5 dan F-15SG.

Terkait dengan gagasan di atas, Sekretaris Jenderal Kemhan RI, Marsdya TNI Eris Herryanto, menambahkan bahwa kerjasama pendidikan yang dimaksud sudah dimulai sejak tahun 1999, dan telah berjalan dengan baik. Namun demikian pendidikan tersebut perlu dikembangkan, baik sarana maupun prasarananya, salah satunya dengan menyediakan lahan latihan tempur. Hal ini mengingat, dari pendidikan ini akan diperoleh materi baik teknis dan taktis, sehingga para siswa nantinya mampu mensimulasikan sasaran yang akan dilumpuhkan misalnya landasan dalam bentuk pabrik, pesawat atau lainnya, tambah Sekjen.

Selain itu Menhan menyampaikan beberapa proyek bidang pertahanan diantaranya pembangunan project four in one di Sentul, Bogor, terdiri dari Peace Keeping Center, Standby Force, Desaster Relief dan Anti Teror, yang akan dipusatkan pada satu tempat. Pada kesempatan tersebut Menhan mengajak Singapura untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Proyek lainnya yang disampaikan kepada menhan Singapura adalah proyek kawasan industri terpadu bahan peledak di atas lahan 600 hektar di Subang, Jawa Barat. Salah satunya adalah pendirian pusat pembuatan propelan yang memiliki nilai yang sangat strategis bagi industri pertahanan. Propelan merupakan bahan peledak yang dipergunakan sebagai pembentuk gas pendorong dalam peluru senjata atau motor roket. Propelan termasuk bahan low explotion, yang bukan merupakan bahan peledak penghancur, dan hanya digunakan sebagai bahan isian pendorong pada amunisi.

Indonesia saat memiliki industri amunisi yaitu PT Pindad, namun demikian bahan bakunya masih diimpor dari Afrika Selatan dan China. Dengan berdirinya industri propelan terpadu, harapannya Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku amunisi sendiri. Dan industri ini nantinya dapat juga memenuhi bagi sektor pertambangan dan industri lainnya. Dengan demikian harapannyanya defence supports economic dapat terwujud, Wakil Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan.

Menhan Singapura Teo Chee Hean lahir 27 Desember 1954, beliau adalah seorang anggota pemerintahan Partai Aksi Rakyat (PAP). Saat ini menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan, dan Anggota Parlemen untuk Pasir Ris-Punggol Group Representasi Konstituen (GRC).

Teo Chee Hean sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Singapura dari tahun 1997 sampai 2003, dan Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 1996 sampai 1997. Sebelum memasuki politik, beliau adalah seorang perwira di Angkatan Laut Republik Singapura dan menjabat sebagai Kepala Angkatan Laut pada tahun 1991 sampai 1992.

Beliau mendaftarkan diri di Singapore Armed Forces (SAF) pada tahun 1972 dan dianugerahi Beasiswa Presiden dan Beasiswa SAF pada tahun 1973 untuk belajar Teknik Elektro dan Ilmu Manajemen di Universitas Manchester Institut Sains dan Teknologi di mana ia lulus dengan gelar Bachelor of Science (First Class Honours) pada tahun 1976.

Pada tahun 1977, Beliau melanjutkan studinya di Imperial College di London, mendapatkan gelar Masters of Science (dengan perbedaan) di Ilmu Komputer. Kemudian pada tahun 1986, mengejar studi pascasarjana nya di Kennedy School of Government di Harvard University, dimana lulus dengan Master dalam Administrasi Publik dan diangkat menjadi Fellow Littauer.

Turut mendampingi Menhan RI saat menerima kunjungan Menhan Singapura antara lain Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto S.IP, MA, dan Kapuskomlik Brigjen TNI I. Wayan Midhio.

Sementara itu, Menhan Singapura diantaranya didampingi Dubes Singapura H.E. Ashok Mirpuri, Senior Parlimentary, Ministry of National Development Mohd Maliki bin Osman, Athan Singapura Col. Tham Bian.

DMC

Korsel-RI Tingkatkan Kerjasama Ekonomi dan Industri Pertahanan


Korsel berusaha menjual T-50 ke Indonesia, sebagai pengganti jet latih Hawk. Bila terwujud kontrak pembelian, Indonesia negara pertama pembeli T-50. (Foto: KAI)

10 Desember 2010 -- Korea Selatan dan Indonesia setuju meningkatkan kerjasama bilateral dalam bidang kelistrikan, baja, energi, teknologi informasi dan industri pertahanan, saat pembicaraan kedua kepala negara di forum demokrasi regional, Denpasar, Bali, Kamis (9/12), ungkap pejabat kantor Kepresidenan Korsel Cheong Wa Dae kutip kantor berita Yonhap.

Presiden Korsel Lee Myung-bak dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembicaraan mendalam mengenai promosi perdagangan dan investasi serta meningkatkan kerjasama dalam bidang energi dan sumber daya alam.

Nilai perdagangan kedua negara diproyeksikan mencapai 20 milyar dolar tahun ini, meningkat dari 15 milyar dolar pada 2009.

Pada bidang industri pertahanan, belum dapat dikorfimasi apakah kedua pimpinan pemerintahan mendiskusikan usaha Seoul menjual jet latih T-50 Golden Eagle, kapal selam dan kendaraan ranpur ke Jakarta.

Kementrian Pertahanan Indonesia tengah mencari pengganti jet latih Hawk buatan Inggris serta menambah armada kapal selam.

Pada 2004, KASAL saat itu Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh mengatakan di Bandung, Indonesia akan membeli dua kapal selam kelas 209/1200 Chang Bogo dari Korsel senilai 300 juta dolar menggunakan sistim imbal beli (Tempo interaktif 24/5/2004). Korsel membeli 8 pesawat patroli laut buatan PT DI CN-235-200 senilai 160 miliar won sedangkan Indonesia membeli 2 kapal selam berbobot 1200 ton (Chosun Ilbo 2/7/2008). Hingga diserahterimakan pesawat CN-235-220 ke pemerintah Korea Selatan oleh PT. DI proses pembelian KS belum jelas kelanjutannya.

Daewoo International Corp. dan Kementrian Pertahanan Indonesia meneken kontrak pembelian 22 ranpur IFV K-21 berkemampuan amfibi senilai 70 juta dolar untuk TNI AD. Pembiayaan berasal dari Bank Exim Korsel dan ranpur mulai diproduksi mulai November 2010, penyerahan direncanakan hingga akhir 2013.

Ranpur K21 dikembangkan oleh Agency for Defense Development (ADD) dan 11 perusahaan lokal dipimpin Doosan DST menelan investasi sekitar 90 milyar won (78 juta dolar).

Doosan DST mulai memproduksi massal K-21 awal 2009 dan menyerahkan pertama kali ke AD Korsel akhir November. Ranpur K-21 telah dua kali mengalami insiden fatal pada Desember 2009 dan Juli 2010, menewaskan satu prajurit.

Tim terdiri dari militer dan ahli sipil menyimpulkan penyebab insiden karena cacat rancangan, kurangnya kemampuan mengapung ranpur, tidak berkerjanya wave plate karena kurang tinggi dan masalah pada pompa penyedot air, diumumkan Kemhan Korsel (30/11), diberitakan laman Defense News, Rabu (1/12).

Ranpur K-21 akan dimodifikasi dan diperbaiki serta segera diuji coba pada Februari 2011, menurut Menhan Korsel.

Doosan K-21 sebanding dengan M2A3 Bradley buatan BAE Systems Land and Armaments dan BMP-3 dibuat oleh Kurganmashzavod.

Yonhap/Berita HanKam

Jenderal Unifil Kunjungi Indobatt


Semenjak peralihan dari Satgas lama, kunjungan ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan pejabat Unifil ke Markas Indobatt. Dengan menggunakan Helly Bell UN-280 milik Spanyol, orang nomor dua dijajaran Unifil itu mendarat di Hellypad Indobatt. (Foto: Konga XXIII-E)

10 Desember 2010, Lebanon -- Chief Of Staff Markas (COS) UNIFIL Brigadir Jenderal Xavier de Woillemon mengunjungi Markas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-E/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) POSN 7-1 di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (9/12).

Kunjungan kerja ini adalah pertama kalinya dilakukan pejabat Unifil ke Markas Indobatt semenjak peralihan dari Satgas lama kepada Satgas baru. Kedatangan COS dan rombongan menggunakan Helikopter Bell milik Spanyol dengan nomor registrasi UN-280.

Setelah landing di Hellypad Indobatt, didampingi Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa beserta Wadansatgas Letkol Mar Harnoko dan beberapa perwira staf, rombongan menuju Markas Indobatt dan disambut secara protokoler, dilanjutkan tari Yapong yang dipersembahkan oleh Srikandi-Srikandi Wan TNI Indobatt.

Kunjungan dilanjutkan ke Observation Post Alman yang merupakan TMOP (Temporery Observation Post). Selesai menerima penjelasan dari Danki C Kapten Mar Budi Wijani rombongan menuju ke CompoundKompi C POSN 9-2.

Turut hadir dalam rombongan kunjungan kerja Military Assistant Maj (FR) Bruno Costanzo dan dua perwira staf Unifil lainnya. Dansatgas Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa mengatakan, kunjungan kerja COS Unifil ini dimaksudkan untuk memastikan kegiatan satuan-satuan jajaran Unifil, khususnya Kontingen GarudaXXIII-E/Unifil di sepanjang area Litani River.

Kunjungan kerja diakhiri dengan foto bersama dan pemberian cindera mata dari Dansatgas Indobatt kepada COS Unifil.

Chief Of StaffMarkas (COS) UNIFIL Brigadir Jenderal Xavier de Woillemont mendapat penjelasan mengenai wilayah kerja Konga XXIII-E. (Foto: Konga XXIII-E)

Chief Of StaffMarkas (COS) UNIFIL Brigadir Jenderal Xavier de Woillemont memantau peralatan tempur yang dimiliki Konga XXIII-E. (Foto: Konga XXIII-E)

Kedatangannya disambut oleh Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Letkol Inf Hendy Antariksa didampingi Wadan Satgas Letkol Marinir Harnoko dan beberapa Perwira Staf. Rombongan selanjutnya menuju Markas Indobatt dan disambut secara protokoler, usai itu, Tiga Srikandi Wanita TNI yang tergabung dalam Indobatt menyambut dengan Tarian Yapong. (Foto: Konga XXIII-E)

Puspen TNI/Pos Kota

Pengamanan Laut di Bawah Presiden


0diggsdigg


Manado, Kompas - Pengamanan laut dan pantai di Tanah Air secara mutlak kini berada di tangan Badan Koordinasi Keamanan Laut. Pengamanan dilakukan secara terpadu, melingkupi seluruh aspek kehidupan di laut Indonesia dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu dikemukakan Laksamana Madya Y Didik Heru Purnomo, Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) kepada wartawan, seusai rapat koordinasi di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (9/12). Didik didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Paliuju dan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil.

Menurut Didik, pengamanan laut melalui Bakorkamla lebih efisien dan efektif karena dilakukan secara bersama oleh 12 institusi selaku pemangku kepentingan. Sewaktu-waktu operasi keamanan laut dapat dilakukan secara bersama oleh kapal perikanan atau kapal milik Kepolisian Negara RI.

Ia mencontohkan, Operasi Gurita oleh Bakorkamla sejak tahun 2007 hingga November tahun ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian riil senilai Rp 1,29 triliun. Operasi Bakorkamla meliputi penanggulangan pencurian ikan, penyelundupan kayu hitam, pencemaran laut, dan perompakan di laut.

Di tingkat pusat, Bakorkamla diketuai oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, dengan anggota Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Dalam negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, serta Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

”Bakorkamla tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan para pemangku kepentingan sekaligus pemerintah daerah,” katanya.

Sumber: KOMPAS

Korsel Akan Mengekspor Dua Kapal Selam Kepada Indonesia Senilai $900jt USD


0diggsdigg


KUALA LUMPUR, 9 Desember Yonhap) - Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak terbang ke Kuala Lumpur pada hari Kamis untuk kunjungan kenegaraan dua hari yang dirancang untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara dan menandai peringatan 50 tahun hubungan hubungan diplomatik tahun ini.

Tak lama setelah kedatangannya, Lee bertemu dengan kelompok lebih dari 120 warga Korea di Malaysia.

Pada hari Jumat, Lee merencanakan untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Najib Razak di Putrajaya, sebuah kota administrasi di dekat Kuala Lumpur,dalam memajukan hubungan antar negara mereka, termasuk kerjasama di bidang energi nuklir, menurut dengan Kantor Cheong Wa Dae Lee.

Para pemimpin dijadwalkan mengadakan konferensi pers bersama setelah menyaksikan upacara penandatanganan Perjanjian dan kerjasama peradilan dalam masalah pidana, tambahnya.

Perjalanan Lee ke negara Asia Tenggara merupakan yang pertama oleh Presiden Korea Selatan Lee dari pendahulunya Roh Moo-hyun mengunjungi pada tahun 2005.

Malaysia merupakan mitra ekonomi utama Korea Selatan. Malaysia adalah eksportir LNG terbesar kedua setelah Qatar. Kedua belah pihak telah mencoba untuk memperluas kerjasama dalam pembangkit tenaga nuklir dan energi terbarukan.

Sebelumnya pada hari itu, Lee melakukan perjalanan singkat ke pulau Bali Indonesia, di mana ia menghadiri sebuah forum tentang demokrasi regional dan mengadakan pertemuan puncak dengan nya margin mitra Indonesia.

Di puncak, Lee dan Susilo Bambang Yudhoyono sepakat untuk meningkatkan kerjasama pada pengembangan senjata, energi, infrastruktur dan teknologi hijau, kata Cheong Wa Dae.

Yudhoyono menyatakan bahwa Indonesia dan Korea Selatan untuk meningkatkan kemitraan dalam industri pertahanan di bidang-bidang seperti produksi dan perdagangan jet tempur, pesawat latih, kapal selam, tank dan senjata lainnya, Cheong Wa Dae juru bicara Kim Hee-jung.

Korea Selatan ingin mengekspor lebih dari selusin T-50 Golden Eagle pesawat latih supersonik ke Indonesia. Jika berhasil, ia akan menjadi perangkat komersial pertama di Seoul, yang dikembangkan dengan teknologi sendiri. Setiap pesawat latih akan menelan biaya sekitar $ 20 juta.

Seoul juga berencana untuk mengekspor dua kapal selam ke Indonesia, potensi kontrak 900 juta dolar. Selain itu, kedua negara tersebut mendorong program pembangunan dalam hubungannya dengan pesawat tempur dengan nama "KF-X."

"Presiden Yudhoyono mengumumkan rencana untuk mengirim utusan khusus ke Korea Selatan awal tahun depan untuk membahas isu kerjasama Asosiasi Industri ekonomi dan pertahanan khususnya," katanya.

Lee kemudian menyampaikan pidato pada pembukaan Forum Bali dua hari, di mana ia menekankan pentingnya demokrasi terhadap pembangunan ekonomi seperti ditunjukkan pada perbedaan ekonomi antara kedua Korea.

Lee mengatakan, terlepas dari ancaman militer tanpa henti dari negara komunis Korea Utara, Korsel telah mendapat industrialisasi kapitalis dan demokrasi dalam suatu generasi, yang menunjukkan hubungan antara demokrasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dia tidak menyebutkan bahwa pemboman mematikan Korea Utara dari sebuah pulau di Korea Selatan pada tanggal 23 November, selama apa pidato pertamanya kepada audiens internasional sejak serangan itu.

Dalam konferensi pers bersama dengan Yudhoyono setelah forum, Lee mengatakan bahwa demokrasi di Korea Selatan, Indonesia dan negara-negara lain di Asia dan Pasifik itu bukan keajaiban semalam, tetapi dicapai melalui nilai konstan dan pengorbanan rakyatnya.

"Melalui Forum hari ini, saya menegaskan kembali keyakinan saya bahwa meskipun tantangan dan cobaan, bangsa-bangsa di Asia dan Pasifik akan melanjutkan upaya-upaya untuk matang demokrasi dan perdamaian dan kesejahteraan," katanya.

Sumber: YONHAP/MIK

Korsel Mempercepat Pengadaan Alutsista


0diggsdigg

Pesawat temput F-15Ks


Agresifitas Korea Utara yang meningkat dapat mengakibatkan upgrade dan pengadaan pesawat tempur dipercepat

Ini merupakan tahun yang sangat menegangkan di semenanjung Korea. Dari penerpodoan sebuah kapal Korsel jenis korvet oleh kapal selam milik Korut pada tanggal 26 maret. Kemudian, pada tanggal 23 November, Korea Utara mengebom pulau Yeonpyeong di Korea Selatan, menewaskan dua Marinir dan dua warga sipil Korea Selatan.

Korea Selatan dan Amerika Serikat mengikuti latihan menembak dengan angkatan laut yang sebelumnya direncanakan dan banyak didemonstrasolam di Laut Kuning yang melibatkan kapal induk USS George Washington. AS juga melakukan latihan dengan Jepang, yaitu kapal perang dan 400 pesawat. Sementara itu, menteri pertahanan baru Korea Selatan mengatakan bahwa ia akan mengendurkan aturan keterlibatan angkatan bersenjata.

Sementara ketegangan di semenanjung Korea bukan hal yang baru, beberapa sumber industri merasakan suasana penyerangan tersebut bisa mempercepat program yang ada.

Yaitu mengupgrade sebagian besar pesawat F-16 block 32 menjadi F-16 C/D block 52 oleh Angkatan Udara Korsel, Dari penelusuran Flightglobal Korsel memiliki 118 F-16C dan 51 two-seater F-16Ds.

Program peningkatan teknologi untuk F-16 akan digunakan untuk misi baru. Hal ini juga akan menyediakan link data umum dengan armada pesawat dan Korea Selatan untuk Boeing F-15Ks. Para produsen AS telah memproduksi 46 dari tipe yang terakhir, dan mendapatkan pesanan lagi sekitar 15 masih dalam pengerjaan.

Program lain yaitu mpembelian UAV Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk oleh Korea Selatan yang mempunyai kemampuan terbang dan tahan lama. Korea Selatan telah lama tertarik pada UAV ini, tapi karena keterbatasan anggaran telah memunda pengadaan UAV tersebut. Terlepas dari ketegangan yang sedang berlangsung, perjanjian Global Hawk juga bisa mendapatkan keuntungan dari menundaan penarikan U. S. pesawat mata-mata Angkatan Udara di masa Perang Dingin Lockheed U-2, yang telah menggunakan secara ekstensif di semenanjung Korea.

Namun banyak kendala dalam pengadaan Global Hawk Korea Selatan agar bisa menjadi sistem kontrol teknologi rudal. Jika kedua negara Korea Selatan dan Amerika Serikat telah melakukan kesepakatan, dapat dibayangkan bila Korsel dan US banyak melakukan penandatangan pengadaan - akan menyebabkan sekutu Korea Utara, Cina - bisa mencoba untuk memblokir penjualan Global Hawk.

"MTCR pasti bisa jadi masalah," kata seorang narasumber. "Bahkan jika AS bisa membuat pengecualian berdasarkan kebutuhan pertahanan Korea Selatan - dan fakta lain dalam mitra perjanjian di Korea Selatan. "

Program utama lainnya termasuk Korea Selatan Korea Aerospace Industries pengembangan F/A-50, berdasarkan pesawat T-50 untuk pesawat latih lanjutan. Korea Selatan bisa mulai menguji F/A-50 pada tahun 2012, 60 dan 150 dari F/A-50 akan menggantikan pesawat F-5E.

Dua program utama lainnya adalah kontrak KF-X dan F-X3 oleh KAI untuk pengadaan pertama yaitu memproduksi 120 pesawat tempur KF-X untuk angkatan udara Korsel, dalam perkembangan pesawat yang akan didanai 60% oleh pemerintah Korea Selatan, 20% untuk KAI dan 20% untuk mitra asing(Indonesia). Dalam acara Indo Defense bulan November di Jakarta, mengatakan KAI masih berbicara dengan mitra asing potensial, meskipun bulan juli pada waktu Farnborough Airshow, KAI melakukan MoU dengan Indonesia dalam proyek tersebut.

Seoul cenderung mengeluarkan permohonan proposal untuk kontrak F-X3 pada kuartal pertama tahun 2011. Boeing F-15 Eagle silent, Eurofighter Typhoon dan Lockheed Martin F-35 Joint Strike Fighter akan bersaing untuk menggantikan 60 pesawat McDonnell Douglas F-4Es.

Terlepas dari yang ada dan proyek-proyek yang akan datang, angkatan udara Korsel akan melakukan tindakan objektif, karena kekuatan udara Korsel lebih maju daripada Korut, baik secara kuantitatif dan kualitatif - yang sebelumnya dipertimbangkan oleh pasukan Amerika Serikat.

"Saya tidak berpikir Korut bisa menerbangkan pesawat tempurnya" kata salah satu narasumber. "Mereka sangat tidak kekurangan dana dan kemungkinan untuk mengalami kekurangan serius yaitu dalam pelatihan pilot. Korsel bisa terbang sampai wilayah Korea Utara bahkan sanggup terbang sejauh wilayah udara Irak."

Sumber: FG/MIK

AS Positif Tempatkan SM-3 di Polandia

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan bahwa Washington akan menempatkan perisai rudal SM-3 di Polandia.
Komitmen itu muncul setelah Obama bertemu dengan sejawatnya dari Polandia Bronislaw Komorowski, di Gedung Putih kemarin (Rabu,8/12)
Perisai rudal darat ini akan ditempatkan di Polandia dalam rentang waktu hingga tahun 2018, sebagai bagian dari sistem rudal NATO-Amerika. Perjanjian ini merupakan kelanjutan kesepakatan yang ditandatangani oleh pejabat kedua negara 'di Praha pada bulan April lalu.
Penempatan perisai rudal ini akan dilakukan dalam empat tahap sejak awal tahun depan. SM-3 mampu menangkal rudal jarak jauh dan rudal balistik antar benua.
Presiden Komorowski menyatakan dukungan kuat Polandia untuk segera meratifikasi perjanjian START baru, karena akan meningkatkan keamanan Polandia dan Eropa sekaligus mendukung Traktat Non-Proliferasi Nuklir.
Perjanjian itu merupakan bagian dari upaya Gedung Putih untuk memulihkan hubungannya dengan Rusia.

SM-3 memiliki jangkauan 500 kilometer, namun dapat ditingkatkan untuk jarak yang lebih jauh. Perisai rudal itu telah digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menghancurkan satelit berjarak 209 km di atas Samudera Pasifik pada Februari lalu 2008.(IRIB/PH/LV)

IRIB

Sanksi Anti-Iran Tumpul, Korea Selatan Gandeng Tehran

 Sebuah perusahaan Korea Selatan dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman senilai $750 juta dengan Iran untuk pengembangkan dua tahap kompleks gas Pars Selatan.
Perusahaan itu menjalin kesepakatan dengan perusahaan minyak dan gas Iran (NIOC) setelah korporasi Korea Selatan GS E & C menarik diri dari proyek gas Iran, karena menghindari tekanan sejumlah kekuatan Barat.

Perusahaan Korea Selatan yang namanya belum diungkapkan ini akan mengembangkan fase 17 dan 18 dari proyek gas Pars Selatan.

Rencananya, GS E & C akan menggarap proyek untuk fase 6 sampai 8 dari lapangan gas Pars Selatan dengan investasi sebesar 1,2 miliar euro. Namun, Iran membatalkan kesepakatan itu setelah perusahaan Korea Selatan ini tidak memenuhi kewajibannya setelah 10 bulan penandatanganan kontrak.
Menurut Kementerian Perminyakan Iran, negaranya telah memperluas pengembangan lapangan gas Pars Selatan melalui lebih dari 20 tahapan.

Iran juga menggandeng Qatar dalam proyek gas Pars Selatan. Iran memiliki cadangan gas alam terbesar kedua di dunia setelah Rusia.

Iran menginvestasikan lebih dari 6 miliar USD di proyek gas dalam tujuh bulan pertama tahun kalender berjalan Iran (mulai 21 Maret) untuk mengeksplorasi gas alam di negaranya.(IRIB/PH/LV)

IRIB

Jet Tempur Israel Tingkatkan Serangan ke Gaza

 Pesawat-pesawat tempur Israel melakukan empat serangan udara di Jalur Gaza, dengan target menghancurkan perusahaan listrik dan sebuah kantor polisi di Gaza tengah.
"Serangan itu dilakukan kamis dini hari (9/12) dengan sasaran pembangkit listrik dan pos polisi di Jalur Gaza. Satu serangan lainnya di pinggiran Kota Gaza" tutur koresponden PressTV melaporkan.
Sehari sebelumnya, tank Israel menyerang dan melukai sedikitnya tiga warga Palestina di dekat penyeberangan Karni, Jalur Gaza timur.
Militer rezim Zionis Israel berulangkali menyerang Gaza setelah Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) memenangkan pemilu demokratis di Jalur Gaza dan mengambil kendali kepemimpin di wilayah pesisir itu sejak tahun 2007.
Pekan lalu, tentara Israel menembak mati dua warga Palestina Jalur Gaza. Kedua warga Palestina itu tewas saat mereka berusaha mendekati pagar batas di sebelah timur Jalur Gaza.
Sumber Palestina juga melaporkan tank-tank Israel melakukan serangan terbatas di Jalur Gaza timur. Sehari sebelumnya, pasukan Israel secara paksa memasuki rumah-rumah Palestina di Tepi Barat utara.(IRIB/PH/LV)

IRIB

Teknologi Elektronik Militer Iran, Empat Besar Dunia

 Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Hossein Mazloumi menyatakan sanksi musuh justru meningkatkan pertumbuhan sains dan teknologi Iran.
Mazloumi pada acara pembukaan Seminar Pertahanan Nasional di Universitas Teknologi Khajeh Nasir kemarin (Rabu,8/12) mengatakan, "Efek positif sanksi bisa kita saksikan di universitas-universitas dan industri Iran. "

"Iran mengalami kemajuan pesat di bidang teknologi pertahanan terutama dalam lima tahun terakhir," tegas mazloumi.

"Hari ini diversifikasi jenis terminal perangkat bantu elektronik (ESM) dan produk teknologi lainnya yang dirancang dan diproduksi oleh para insinyur Iran menunjukan kemampuan dan kemandirian negara ini yang kian hari terus berkembang maju."
Mazloumi mencatat bahwa saat ini 72 persen dari fasilitas yang dibutuhkan teknologi elektronik angkatan bersenjata Iran dirancang dan diproduksi di dalam negeri. Ditegaskannya, Iran kini termasuk di antara empat negara dunia yang mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan elektronik angkatan bersenjatanya secara mandiri.(IRIB/PH/LV)

IRIB

Kematian Raja Abdullah Cemaskan Gedung Putih

Seorang diplomat Amerika di Timur Tengah mengakui bahwa Gedung Putih sangat mencemaskan kondisi politik internal Arab Saudi dan mengamati secara detil dan tranformasi politik negara ini. Saat ini Amerika benar-benar mengkhawatirkan kematian Raja Abdullah akibat penyakit dan kondisi fisiknya. Berdasarkan laporan situs INN mengutip situs televisi al-Alam, diplomat Amerika ini mengatakan, dalam pertemuan para pejabat Amerika dan Arab Saudi yang beberapa hari lalu diselenggarakan di Riyadh dan diikuti oleh sebagian anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, pihak Amerika berusaha mendapatkan informasi lebih jauh sikap keluarga Al Saud terkait masa depan negara ini.
Sementara laporan surat kabar al-Manar Palestina, diplomat Amerika dalam pertemuan itu menyatakan, "Amerika sangat mengkhawatirkan munculnya instabilitas di Arab Saudi. Yang paling urgen bukan masalah suksesi sepeninggal Raja Abdullah, melainkan masa depan Arab Saudi pasca kepemimpinan Sultan bin Abdul Aziz, Pangeran Mahkota Arab Saudi."
Amerika mengkhawatirkan kondisi Arab Saudi setelah Raja Abdullah dikirim ke New York guna menjalani perawatan. Terlebih lagi hanya kurang dari 10 hari Raja Arab Saudi ini telah mengalami dua kali operasi. Sekalipun telah diumumkan bahwa kondisi raja berusia 87 tahun ini cukup baik, namun sampai saat ini belum ada laporan akurat soal hasil operasi Raja Abdullah.
Arab Saudi merupakan sekutu terdekat Amerika di Timur Tengah. Karena produksi 8 juta barel minyak mentah Arab Saudi sangat mempengaruhi keamanan energi Amerika. (IRIB/SL/MZ)

IRIB

Korsel, Indonesia Sepakat Untuk Memperkuat Hubungan Pertahanan



T-50 GE Buatan Korea Selatan

Korea Selatan dan Indonesia telah sepakat untuk memperkuat kerjasama bilateral untuk pengembangan senjata dan teknologi pertahanan, termasuk tank, kapal selam dan pelatihan pesawat, Cheong Wa Dae mengatakan pada hari Kamis.

Pada pertemuan puncak di pulau resor Bali di Indonesia di sela-sela forum regional, Presiden Lee Myung-bak dan rekannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membahas cara-cara untuk meningkatkan hubungan pertahanan dan ekonomi antara Seoul dan Jakarta.

"Kedua pemimpin bersama-sama mengembangkan senjata dan meningkatkan perdagangan bilateral," kata juru bicara Lee, Kim kepada wartawan Hee-jung. Perjanjian ini menjadi pertanda yang baik untuk tawaran Korea untuk berpartisipasi dalam proyek Indonesia untuk memodernisasi senjata.

Korsel saat ini bersaing dengan Rusia dan Republik Ceko untuk mengekspor T-50 Golden Eagle ke Indonesia. Jakarta akan mengumumkan pemenang awal tahun depan untuk pengadaan 16 pesawat, cukup untuk skuadron.

Jika berhasil, untuk pertama kalinya korsel mengekspor pesawat latihnya, yang dikembangkan dengan teknologi sendiri. Setiap pesawat latih harga akan sekitar $ 20 juta.

Lee mengatakan Presiden Yudhoyono akan mengirim utusan khusus ke Seoul bulan depan untuk membahas kerjasama dalam industri pertahanan yang lebih mendalam dan konkret, menurut juru bicara itu.

Ia menyatakan harapan bahwa Indonesia dan Korea Selatan dapat memperkuat kerjasama dalam pengembangan pesawat latih modern, kapal selam, tank dan senjata lainnya.

Presiden Lee tiba di Bali awal pada hari Kamis. Kemudian Presiden Lee terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk kunjungan kenegaraan dua hari.

Pada isu ekonomi, pemimpin Indonesia mengatakan berharap perdagangan kedua negara akan menjadi dua kali lipat menjadi 40 juta dolar sebelum ia selesai masa jabatannya pada tahun 2014. Indonesia merupakan mitra dagang kesepuluh terbesar Korea, dengan perdagangan bilateral diperkirakan akan mencapai 20 juta tahun ini, naik dari 15 juta pada tahun 2009.

Lee dan Yudhoyono juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam masalah regional dan global. Jakarta akan menjadi akan menjadi Ketua ASEAN berikutnya.

Dalam pidato pada Forum Tahunan demokrasi Bali, yang dipimpin Lee bersama dengan Yudoyono, dia menekankan bahwa kesenjangan ekonomi antara Selatan dan Korea Utara menunjukkan bahwa demokrasi merupakan prasyarat kemakmuran ekonomi.

"Meskipun konfrontasi antar-Korea, Republik Korea telah mencapai industrialisasi dan demokrasi dalam satu generasi," kata Lee.

"Perekonomian Kita(Korsel) telah menjadi 38 kali lebih besar dari Korea Utara selama enam dekade setelah perang. Kenyataan ini menunjukkan hubungan antara demokrasi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat."

Dia mengatakan bahwa negara tidak bisa menyelesaikan masalah regional sendiri, menekankan pentingnya kerjasama yang erat antara negara-negara Asia.

Lee tidak menyebutkan artileri mematikan Korea Utara, atas penembakan di sebuah pulau di Korea Selatan bulan lalu. Ajudan Lee mengatakan presiden ingin menunjukkan tekad untuk menghadapi serangan tegas Seoul Utara dan setiap provokasi potensial melalui tindakan, bukan cuman melalui kata-kata.

Hari ini, Lee akan mengadakan pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada penguatan hubungan ekonomi.

Lee akan kembali ke Seoul pada hari Sabtu.

Sumber: KOREA TIMES / MIK

UTUSAN MENHAN AS TEMUI KOMISI I DPR


0diggsdigg


Deputi Asisten Menteri Pertahanan Amerika untuk Asia Selatan dan Tenggara Robert Scher menemui pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI di ruang tamu Komisi I DPR. Berdasarkan agenda, Kunjungan tersebut membicarakan kerjasama pertahanan antara Amerika Serikat dengan Indonesia dalam aspek keamanan laut, bantuan kemanusiaan dan bencana alam serta modernisasi pertahanan.

Terlihat Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq dan sejumlah anggota Komisi I DPR juga ikut menerima utusan AS tersebut, Tantowi Yahya dari F-PG, Muhammad Najib (F-PAN), Tritamtomo (F-PDIP), dan Salim Mengga (F-PD).

Menurut Politisi dari Partai Golkar Tantowi Yahya, inti pembicaraannya antara Komisi I DPR dan utusan AS seputar kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat. "Mereka sudah mengadakan pembicaraan sebelumnya dengan pemerintah, baik tingkat dirjen maupun menteri yang dilaksanakan pada bulan Juni tahun lalu,"paparnya

Dia menambahkan, pertemuan tersebut tidak ada materi pembicaraan mengenai WikiLeaks dan hibah pesawat F 16. "Soal F-16 saya malah lupa tuh menanyakannya,"ujarnya seusai pertemuan dengan utusan AS, di Gedung Nusantara I, Kamis, (9/12).

Dia menambahkan, kerja sama pertahanan dapat berupa tukar-menukar perwira dan pembelian suku cadang untuk alat-alat pertahanan Indonesia. "Kita kembali menegaskan komitmen-komitmen yang sudah dibuat oleh pemerintah kedua Negara," tandasnya.

Sumber: DPR RI

Wednesday, December 8, 2010

Brunei-Timor Leste Dukung RI


PDF Print
Wednesday, 08 December 2010
ImagePERTEMUAN BILATERAL Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbincang dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao pada pertemuan bilateral menjelang pembukaan Forum Demokrasi Bali III di Nusa Dua, Bali, kemarin.


NUSA DUA(SINDO) – Brunei Darussalam dan Timor Leste mendukung Indonesia untuk menjadi Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2011.

Dukungan itu terungkap dalam pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao jelang pembukaan Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/ BDF) III di Nusa Dua, Bali,kemarin. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, Indonesia berkepentingan untuk menjalin hubungan dengan Brunei Darussalam dan Timor Leste, terutama dalam kerangka ASEAN.Menurut dia,pertemuan bilateral itu menjadi kesempatan baik bagi Indonesia untuk mendengar langsung pandangan kedua negara tentang peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

“Sebaliknya, Indonesia bisa memanfaatkannya untuk menyampaikan rencana ke depan,” papar dia. Dalam pertemuan tersebut,Xanana juga menyatakan,Timor Leste akan mengajukan diri secara resmi untuk menjadi anggota ASEAN pada 2011.“Timor Leste meminta dukungan dan kita melihat tidak ada hal yang memberatkan negara tetangga itu menjadi anggota ASEAN,”ungkap Marty. Dalam kesempatan terpisah, juru bicara Xanana Gusmao,Antonio Ramos, menyatakan, selain terkait rencana menjadi anggota ASEAN,Timor Leste juga berencana menjajaki kerja sama di beberapa bidang dengan Indonesia.

Salah satunya adalah kerja sama bidang maritim. Untuk itu, Xanana akan melakukan kunjungan ke industri perkapalan, PT PAL, di Surabaya pada 11 Desember 2010. ”Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan di antara Perdana Menteri Timor Leste dengan Gubernur Jawa Timur Oktober lalu.Kamiinginmenjalinkerjasama pertanian, peternakan, irigasi,dan maritim,”kata Ramos kemarin. Forum Demokrasi Bali III dibuka hari ini dan akan berlangsung selama dua hari. Sebelum pembukaan Presiden SBY juga dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak,topik pembicaraannya antara lain soal krisis di semenanjung Korea.Tadi malam Presiden Lee Myung-bak dan rombongan sudah tiba diBali.

Dalam Forum Demokrasi Bali III tahun ini Lee Myungbak bertindak sebagai ketua bersama dengan Presiden SBY. Marty menjelaskan, alasan dipilihnya Korea Selatan sebagai cochair bersama Indonesia berdasarkan kesamaan cara kedua negara dalam melakukan transformasi sistem politik dari sistem otoriter ke demokrasi di masing-masing kawasan, Asia Tenggara dan Asia Timur.“ Meski negaranya sedang dilanda ketegangan, kami kira ini suatu wujud dari keyakinan Presiden Korea Selatan akan manfaat penting forum ini,” imbuh mantan Duta Besar RI untuk PBB ini.

Tidak hanya dengan Korea Selatan,Jepang yang juga hadir dalam pertemuan ini sudah memastikan ikut ambil bagian dalam pembahasan tentang kemelut antara Korea Selatan dan Korea Utara. Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara akan menjelaskan kebijakan luar negeri Jepang dalamkrisis di semenanjung Korea dan posisi Jepang terhadap Korea Utara. BDF III dihadiri 71 negara dan peninjau, dengan empat kepala negara/pemerintahan, 18 menteri, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Seperti penyelenggaraan sebelumnya, forum akan menghasilkan chairmans statement yang akan merefleksikan pandangan dan komitmen negara-negara peserta untuk melakukan kerja sama di bidang pemajuan demokrasi. M

arty menambahkan, Forum Demokrasi Bali telah berkembang menjadi arsitektur regional yang unik di kawasan Asia dan sekitarnya. Perkembangan itu tercermin dari cukup banyaknya negara dengan sistem politik berbeda yang merasa telah mendapat manfaat melalui proses saling tukar-menukar pandangan dan pengalaman mengenai perkembangan demokrasi di negaranya masing-masing. “Tiga tahun merupakan waktu yang cukup memadai untuk mengevaluasi bahwa fondasi forum ini bisa dikembangkan,”kata dia.

Dengan kemajuan ini, Marty berharap ke depan Forum Demokrasi Bali semakin terkonsolidasi sebagai forum utama untuk pembahasan demokrasi. (miftachul chusna/ant)
 

Australia Bela Julian Assange


PDF Print
Wednesday, 08 December 2010
Image

PROSES HUKUM Claes Borgstrom, pengacara untuk dua perempuan Swedia yang mengajukan tuntutan kejahatan seksual terhadap Pendiri WikiLeaks Julian Assange sedang berbicara di kantornya di Stockholm kemarin.


SYDNEY (SINDO) – Pemerintah Australia akan memberikan bantuan konsuler bagi pendiri WikiLeaks Julian Assange dan menyalahkan Pemerintah Amerika Serikat (AS) atas kebocoran ratusan ribu kawat diplomatik.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Kevin Rudd menegaskan sikap tersebut kemarin.Rudd justru menyalahkan keteledoran Washington yang menyebabkan bocornya kawat-kawat diplomatik rahasia berbagai Kedutaan Besar (kedubes) AS di seluruh dunia. Menurut Rudd, tanggung jawab berada di pundak Pemerintah AS, bukan kesalahan Assange atau pun laman peniup peluit WikiLeaks. Rudd menegaskan, hanya pihak pertama yang membocorkan dokumen rahasia itu yang layak dikenai hukuman.“Assange tidak sendirian dalam bertanggung jawab atas bocornya 250.000 dokumen kawat diplomatik rahasia dari jaringan komunikasi AS.Amerika sendiri yang harus bertanggung jawab,”katanya.

Dengan bocornya dokumen tersebut, Rudd justru mempertanyakan sistem keamanan AS. “Saya pikir, pertanyaan yang penting ditanyakan adalah apakah sistem keamanan (AS) telah cukup memberi jaminan dan bagaimana tingkat aksesibilitasnya sehingga pihak lain dapat memiliki data (rahasia) tersebut,”paparnya. Rudd tidak mengutuk terkait isi kawat yang mengkritiknya.Pembelaan pemerintah itu merupakan bentuk tanggung jawab karena Assange tercatat sebagai warga Australia.Rudd mengatakan,Assange telah menghubungi Konsulat Jenderal Australia di London dan meminta dukungan konsuler.

“Kita mengonfirmasi bahwa kita akan menyediakan bantuan itu, sama seperti kita lakukan bagi seluruh penduduk Australia,” ujar Rudd kepada radio ABC. Pernyataan bernada membela Assange dari pemerintahan Australia yang diungkapkan Rudd merupakan yang pertama kali muncul sejak WikiLeaks membuat heboh dunia. Rudd mengatakan, pejabat konsuler ikut menghadiri persidangan Assange di London pada Selasa (7/12). Dia menuturkan,Assange akan diberikan surat yang menunjukkan bahwa Australia menyiapkan kunjungan konsuler dan dukungan konsuler lainnya bahwa dia memiliki hak-hak hukum dan diperlakukan dengan baik.

“Prosedur diperlakukan bagi siapa saja warga negara Australia,” tegas Rudd. Sementara itu, kuasa hukum Assange kemarin sudah menyampaikan permohonan pembebasan tahanan dengan jaminan, namun ditolak.Pengacara Assange,Mark Stephens, menjelaskan, permintaan untuk pengajuan pembebasan bersyarat yang baru segera diajukan lagi ke pengadilan. Tidak pastinya alamat domisili Assange, 39, yang memegang paspor Australia, diduga akan menyulitkan upaya pengajuan kembali pembebasan dengan jaminan oleh pengacaranya. Stephens menuturkan, kliennya dalam kondisi baik. Dia kembali menegaskan, masih banyak orang yang percaya bahwa tuntutan terhadap Assange itu bermotif politik.

“Assange akan dibebaskan dan dibersihkan (namanya),”katanya. Sebelumnya, dalam sebuah forum tanya jawab yang dimuat di situs berita koran Inggris, The Guardian, Assange mengatakan dirinya merasa dicampakkan oleh pemerintah negaranya sendiri. “Saya sangat merindukan tanah air tetapi beberapa pekan terakhir ini Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard dan Jaksa Agung Robert McClelland dengan jelas menyatakan,bukan saja saya tidak mungkin kembali (ke Australia), tetapi mereka juga bekerja sama secara aktif membantu AS menyerang saya dan orang-orang kami,”tulis Assange.

Media di Inggris menulis, setelah penahanan Assange kemarin, sejumlah figur terkenal di Inggris dan Eropa ramai-ramai menawarkan uang jaminan pembebasannya hingga totalnya mencapai puluhan ribu poundsterling.Umumnya mereka menyatakan tidak mengenal Assange secara pribadi namun menyatakan mendukung langkah Wikileaks dalam menyebarkan ratusan ribu informasi rahasia AS dan negara sekutunya. Pemerintah Swedia menghendaki Assange diperiksa dengan tuduhan terlibat kasus kekerasan seksual terhadap dua perempuan di negeri itu.

Polisi Swedia membantah tuduhan bahwa ekstradisi yang diupayakan terhadap Assange berhubungan dengan kemarahan AS setelah Wikileaks membocorkan ribuan kawat rahasia diplomatiknya, tuduhan yang dialamatkan pada Assange dan pendukungnya. (Rtr/BBC/ABC/andika hm)