Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, November 27, 2010

Presiden Lee Periksa Tindak Lanjut Pascaserangan Korut

Seoul (ANTARA News/Yonhap-OANA) - Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak sedang memimpin pertemuan yang berkaitan dengan keamanan pada Sabtu untuk memeriksa tindak lanjut setelah Korea Utara memberondongkan tembakan di sebuah pulau Korea Selatan pada awal pekan ini, kata para pejabat.

Pertemuan ini juga terjadi sehari sebelum Amerika Serikat dan Korea Selatan menetapkan untuk memulai latihan militer di Laut Kuning dalam unjuk kekuatan memperingatkan Korea Utara yang akan membawa semenanjung ke "ambang perang."

Lee membahas langkah-langkah untuk menghadapi kemungkinan serangan Korea Utara dan mempelajari cara untuk memjatuhkan sanksi-sanksi terhadap negara komunis itu, menurut para pejabat.

Pada Selasa, Korea Utara menembakkan artileri ke pulau berpenduduk Yeonpyeong di Laut Kuning, menewaskan empat orang termasuk dua warga sipil.

Serangan Korea Utara menandai kematian pertama warga sipil dalam serangan sejak pemboman sebuah pesawat Korea Selatan pada 1987.

Korea Selatan dan Amerika Serikat menetapkan untuk memulai pelatihan angkatan laut besar-besaran Minggu sebagai unjuk kekuatan lainnya kepada Korea Utara.

Kapal induk USS George Washington bertenaga nuklir, dengan lebih dari 6.000 pelaut dan 75 jet tempur di kapal tersebut, disiapkan untuk latihan angkatan laut dengan Korea Selatan di Laut Kuning.

Pelatihan dijadwalkan dilakukan sampai Rabu dan sekitar 10 kapal perang telah dimobilisasi untuk latihan mendukung latihan tersebut.(*)

ANTARA

Korsel Kirim Balon Propaganda ke Korut

Korsel Kirim Balon Propaganda ke Korut
Seoul (ANTARA News) - Ketika Korea Utara menembakkan artileri melintasi perbatasannya pekan ini, Korea Selatan membalas tidak hanya dengan tembakan artileri tetapi juga satu senjata yang rezim garis keras itu takuti-- balon-balon.

Menurut laporan-laporan media, Seoul segera meluncurkan satu serangan propaganda yang bertujuan untuk merongrong kekuasaan tangan besi Kim Jong Il dengan mengirim selebaran-selebaran anti Pyongyang yang dibawa balon-balon melitasi perbatasan yang dijaga ketat itu, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Kami melepaskan balon-balon yang membawa selebaran-selebaran sebagai tindakan balasan terhadap penembakan itu," kata seorang pejabat militer yang dikutip surat kabar Joongang Ilbo.

"Selebaran selebaran itu bertuliskan kecaman terhadap Kim Jong Il dan suksesi keturunan genarasi ketiga, kata pejabat yang tidak disebutkan namanya mengacu pada penyerahan kekuasaan kepada putra bungsu Kim Jong Il, Kim Jong-Un.

Seoul enam tahun lalu menjanjikan kepada Pyongyang untuk menghentikan perang urat syaraf seperti itu, atau operasi-operasi psikologi, tetapi Korsel kabarnya memulai kembali kegiatan itu setelah Korut, Selasa menembaki sebuah pulau Korsel yang menewaskan empat orang.

Sekitar 400.000 selebaran yang mengecam kepemimpinan Korut itu bertebaran di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ) hanya beberapa jam setelah Korut menembakkan artileri ke pulau Yeonpyeong, kata laporan-laporan itu.

Selebaran-selebaran itu kabarnya telah dipersiapkan setelah tenggelamnya sebuah kapal perang Korsel Maret, menewaskan 46 pelautnya yang Seoul dan tim pakar salahkan pada Korut yang mentorpedo kapal itu.

Para pejabat militer, yang menolak memberi komentar mengenai laporan itu, mengumpulkan lagi senjata kuat dalam perang gagasan untuk pertama kali dalam beberapa tahun belakangan ini-- pengeras-pengeras suara yang bervoltase tinggi.

Siaran-siaran itu bertujuan membangkitkan sikap anti rezim dan pesan-pesan pro demokrasi jauh di dalam wilayah perbatasan Korut--sejauh 24 kilo meter pada malam hari dan 10 kilo meter pada siang hari.

Sejauh ini mereka bungkam, tetapi kementerian pertahanan Korsel memperingatkan bahwa pengeras-pengeras suara itu menghidupkan tanggapan terhadap setiap provokasi baru lintas perbatasan.

Korut, salah satu dari negara-negara paling tertutup di bumi, pada masa lalu mengacam akan menembaki pengeras-pengeras suara itu jika diaktifkan dan lokasi-lokasi dari mana balon-balon propaganda dilepaskan.

Kedua Korea secara teknis masih berada dalam perang, karena konflik mereka tahun 1950-1953 diakhiri dalam satu gencatan senjata, bukan satu perjanjian perdamaian.
(ANT/A024)
 Antara

Korsel Akan Tingkatkan Anggaran Pertahanan


0diggsdigg

Seoul (ANTARA News) - Korea Selatan berencana akan meningkatkan pengeluaran pertahanan tahun depan, kata media lokal, sementara ketegangan regional meningkat setelah serangan artileri Korea Utara dan perbedaan pendapat antara Amerika Serikat dan China.

Surat kabar The Korean Economic Daily memberitakan pemerintah mengusulkan kenaikan 5,8 persen dalam anggaran pertahanan tahun 2011 menjadi sekitar 27 miiar dolar untuk membeli atileri dan pembom-pembom tempur, jauh lebih banyak dari 3,6 persen peningkatan tahun ini, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Surat kabar itu memberitakan parlemen mungkin menyetujui dana itu bahkan lebih tinggi karena penembakan artileri Korea Utara ke sebuah pulau Korea Selatan dekat perbatasan maritim yang disengketakan, pekan ini.

China, raksasa kawasan itu, satu-satunya sekutu penting Korea Utara (Korut) mengatakan pihaknya berusaha mencegah peningkatan aksi kekerasan tetapi memperingatkan agar tidak melakukan aksi-aksi militer dekat pantainya saat pasukan Amerika Serikat dan Korsel bersia-siap melakukan pelatihan perang di Laut Kuning.

Korut, yang meningkatkan retorikanya , mengatakan pelatihan angkatan laut empat hari yang akan dimulai Ahad ini berisiko mendorong kawasan itu ke arah perang.

Militer AS mengataan pelatihan yang telah lama direncanakan itu sebelum serangan Selasa itu, bertujuan untuk menangkal serangan Korut dan tidak ditujukan pada China.

AS akan mengirim satu armada tempur kapal induk yang dipimpin kapal induk USS George Washington untuk ikut serta dalam pelatihan dengan Korsel.

"Kami secara rutin beroperasi di perairan lepas pantai Semenanjung Korea selama bertahun-tahun." kata Kapten Darryn James, seorang juru bicara Pentaon. "Provokasi-provokasi terbaru ini dilakukan Korut dan mereka haru bertanggung jawab atas tindakan itu, bukan kami."

Laksamana AS Mike Mullen. ketua Gabungan Kepala Staf, mengatakan ambisi nuklir Korut dan sikap pemilmpin Kim Jong Il yang tidak bisa diduga meningkatkan ancaman ketidakstabilan di kawasan itu.

"Sangat sulit dipahami kenapa China tidak menekan lebih keras" terhadap Pyongyang, kata Mullen kepada Farred Zakaria GPS dari stasiun televisi CNN yang menurut rencana akan disiarkan Ahad.

Korut memasuki satu periode transisi kepemiminan yang tidak dapat diramalkan dengan mengangkat putra bungsu Kim Jong Il, Kim Jong -Un , September berpangkat jendral -- dalam satu tanda jelas ia akan dipilih sebagai pengganti.

Mullen mengatakan ia yakin serangan artileri itu dan tenggelamnya sebuah kapal perang Korsel Maret lalu yang AS dan Korsel tuduh akibat serangan torpedo Korut, kemungkina ada kaitannya dengan "sikap" Kim Jong Il untuk memungkinkan penggantian itu.

Dengan menyerukan kedua negara tenang setelah sernagan itu, Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi bertemu dengan duta besar Korut Ji Jae Ryong di Beijing dan berbicara melalui telepon dengan Menlu AS Hillary Clinton dan Menlu Korsel Kim Sung-Hwan.

"Prioritas utama sekarang adalah mempertahankan situasi tetap dibawah kendali dan menjamin kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang lagi," kata Kementerian LuarNegeri China dalam sebuah pernyataan.

Tembakan-tembakan artileri Korut menghantam pulau kecil Yeonpyeong, Korsel Selasa menewaskan empat orang dan menghancurkan belasan rumah. Pasukan Korsel membalas serangan itu 13 menit kemudian, yang menimbulkan kehancaran dipihak Korut.

Situasi di Semenanjung Korea semakin lebih dekat ke ambang perang karena rencana dari unsur-unsur yang suka berkelahi akan melancarkan pelatihan perang lagi yag ditudjukan terhadap Korut," kata kantor berita resmi Korut KCNA.

Sumber : ANTARA

Marinir Korsel Siap Balas Dendam

Marinir Korsel Siap Balas Dendam

0diggsdigg

Seongnam, Korea Selatan - Hari ini, Sabtu (27/11), Korea Selatan berduka saat dua personel marinir AL Korsel yang tewas akibat serangan artileri Korea Utara dimakamkan dengan upacara kebesaran militer.

Komandan pasukan marinir Korsel pada saat pidato pemakaman bersumpah akan melakukan pembalasan "seribu kali lipat" terhadap tewasnya dua anggotanya tersebut.

Korea Utara mengeluarkan peringatan baru Sabtu (27/11) terhadap rencana latihan gabungan militer AS-Korea Selatan yang mereka sebut sebagai sebuah "provokasi tak terampuni". Korea Utara mengancam akan melakukan serangan balasan yang akan "menjadikan benteng musuh menjadi lautan api" jika wilayahnya sendiri dilanggar.

Sekitar 600 orang pelayat termasuk Perdana Menteri, Kim Hwang-sik, dan Komandan Marinir, Mayjen You Nak-jun menghadiri pemakaman dua marinir yang tewas tersebut di sebuah gimnasium di rumah sakit militer di Seongnam, beberapa kilometer dari Seoul.

Sejumlah pejabat pemerintah dan militer serta anggota keluarga para marinir tersebut menempatkan bunga krisan, bunga tradisional yang menjadi simbol berkabung di Korea Selatan, di bingkai foto kedua korban. Kedua marinir yang tewas tersebut mendapat kenaikan pangkat anumerta satu tingkat dan berhak mendapatkan medali kehormatan militer.

"Korps Marinir kami, akan melaksanakan, seratus atau seribu kali lipat" pembalasan terhadap Korea Utara yang telah melakukan serangan hari Selasa (23/11) lalu, ujar You, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pentagon menyangkal bahwa latihan gabungan yang akan dilakukan militer AS dengan Korea Selatan pada akhir pekan nanti merupakan manuver untuk melakukan provokasi.

"Kami telah melaksanakan latgab secara rutin di sana," kata Kapten Darryn James, juru bicara Departemen Pertahanan di Washington, Jumat (26/11) lalu. "Dan semua latihan tersebut dilakukan di perairan internasional."

Sumber: WARTA NEWS

Friday, November 26, 2010

AS Sebut Latihan Perang Bersama Korsel Tak Ditujukan ke China

Sabtu, 27/11/2010 05:20 WIB

Laurencius Simanjuntak - detikNews




Washington - Amerika Serikat berusaha untuk meyakinkan China bahwa latihan bersama militer AS-Korea Selatan tidak ditujukan ke China. Pentagon juga menegaskan permainan perang ini tidak diarahkan ke negara sekutu Korea Utara itu.

"Pemerintah Cina diberitahu tentang niat kami untuk melakukan latihan angkatan laut ini di bagian barat wilayah di Semenanjung Korea," kata jurubicara Pentagon, Darryn James seperti dilansir AFP, Sabtu (27/11/2010).

Latihan empat hari mulai hari Minggu mendatang digelar setelah pemboman artileri Korea Utara ke sebuah pulau Korea Selatan. Latihan juga akan mengikutkan kapal induk AS dalam upaya untuk menghalangi Korea Utara.

"Adalah penting untuk menunjukkan bahwa latihan ini tidak ditujukan kepada China. Seperti latihan sebelumnya di seri ini, operasi ini bertahan di alam dan dirancang untuk memperkuat pencegahan terhadap Korea Utara," imbuhnya.

Seorang jurubicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan, Beijing telah prihatin atas aksi tersebut. Dia mengatakan China menentang "setiap tindakan yang merusak perdamaian dan stabilitas di semenanjung (Korea)."

Ketegangan di wilayah ini telah meningkat setelah Korea Utara mengebom sebuah pulau di Korea Selatan Selasa lalu. Serangan itu menewaskan sedikitnya empat orang, dan mendorong aksi pembalasan dari Selatan. (lrn/lrn)

detik

Indonesia Perlu Waspadai Konflik Korea


Depok (ANTARA News) - Direktur Kajian Politik pada Center for Indonesian National Policy Studies (CINAPS) Guspiabri Sumowigeno mengatakan bahwa pemerintah perlu mewaspadai kemungkinan bahwa konflik dua Korea berimbas pada keamanan nasional.

"Ada sekitar 25.000 populasi Korea Selatan di Indonesia yang perlu dilindungi," kata Guspiabri, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, intelijen Korut memiliki kemampuan melancarkan operasi terbatas di luar negeri seperti ditunjukkan dalam penculikan warga keturunan Korea di Jepang dan pemboman di Myanmar yang membunuh beberapa anggota Kabinet Korea Selatan.

Keamanan di semenanjung Korea makin mencekam setelah Korea Utara memberondong pulau Pyengpyeong, pulau di garis terdepan perbatasan kedua negara itu di laut Kuning, ajang pertikaian kedua negara tersebut sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir.

Guspiabri mengatakan, peningkatan konflik Korea Utara dan Korea Selatan menambah jenis konflik AS-China. Sejak akhir 1970-an konflik keduanya hanya terjadi diwilayah ekonomi.

Korea Utara yang tertinggal dalam banyak aspek dari Korea Selatan yang didukung AS secara politik dan militer, tak mungkin melakukan tindakan serupa bila tak memperhitungkan dukungan China.

Dikatakannya bahwa konflik terbaru di semenanjung Korea adalah undangan bagi China untuk menjajal kekuatan politik aktual China sebagai hasil peningkatan kapasitas ekonominya, dalam mengimbangi AS di lembaga internasional yang menangani masalah politik dan keamanan internasional, yaitu PBB.

Bagi China, katanya, menangani masalah Korea dalam kedudukannya yang baru adalah sebuah tantangan untuk mengukur kewibawaan politiknya secara internasional, mengingat bahwa Beijing bukanlah pihak yang menduduki kursi China di Dewan Keamanan PBB pada saat berlangsung perang Korea yang dimulai 25 Juni 1950 diakhiri dengan kesepakatan gencatan senjata.

Saat itu kursi China diduduki Pemerintahan Nasionalis yang berkedudukan di Taiwan. Gencatan senjata pada 27 Juli 1953 deteken oleh China (Beijing) dan Korut di pihak komunis dan Komando PBB di pihak masyarakat internasional, yang membagi Korea menjadi dua negara.

Pada awal tahun 1990-an Pyongyang mengumumkan akan mentaati pakta, dan saat ini ada ancaman bahwa negara itu bisa membatalkannya.

Korea Utara tidak akan mendorong perang, tetapi akan puas dengan menurunnya citra AS sebagai kekuatan besar di Asia Timur. Itu adalah kredit bagi Pemerintah Korea Utara dimata rakyatnya yang sedang kesulitan ekonomi.

AS sendiri berada dalam posisi yang sulit, karena masalah ekonomi domestik yang amat berat, serta tanggungjawab di Irak dan Afganistan yang masih terus berjalan, dan karena itu keterlibatan dalam perang baru bukanlah pilihan yang akan disetujui oleh pembayar pajak di negeri itu.(Ars)
 
Antara

Apel Kesiapan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI



26 November 2010, Surabaya -- Ratusan prajurit Korps Marinir Pasmar-1 mengikuti Apel Kesiapan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Kesatryan Marinir Soepraptono, Semarung Ujung Surabaya, Jumat (26/11). Sebanyak 500 prajurit Korps Marinir Pasmar-1 bergabung bersama ratusan prajurit TNI lainnya, akan mengikuti latihan tempur PPRC di Sangata Kaltim dengan tujuan menjaga keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/nz/10)

Antara,
Berita Hankam

Panglima TNI: Pertumbuhan Penduduk Tinggi Ancam Stabilitas


0diggsdigg

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono

Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, tingginya tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini dapat mengancam stabilitas pertahanan dan keamanan nasional.

"Ketahanan Nasional dan pembangunan nasional yang terencana dan terintegrasi dengan baik sangat tergantung dan terkait dengan pembangunan manusia. Pembangunan manusia yang optimal antara lain dapat dilakukan melalui percepatan revitalisasi program KB," katanya di Jakarta, Jumat.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan KSAD Jenderal TNI George Toisutta nya pada rapat paripurna revitalisasi program KB, Agus mengatakan, pembangunan yang merata akan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, mengurangi gangguan keamanan dan menghapuskan potensi konflik.

Karena itu, dalam perspektif TNI dan pertahanan negara, pembangunan manusia melalui program KB didedikasikan untuk memberdayakan dan mewujudkan ketahanan wilayah dalam rangka ketahanan nasional yang kuat dan tangguh, tutur Panglima TNI.

Ia mengatakan, dengan laju pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,49 persen atau 3,4 juta jiwa per tahun, akan berdampak terhadap segala sisi pembangunan baik sosial, ekonomi, politik dan keamanan.

"Tingginya laju pertumbuhan penduduk tanpa dibarengi ketersediaan kebutuhan lapangan pekerjaan, kesehatan dan pendidikan, hanya akan menimbulkan masalah bagi negara," katanya.

Panglima TNI menegaskan, penduduk yang banyak dan berkualitas dapat menjadi aset berharga. Namun jika sebaliknya, maka itu hanya akan menjadi beban dan masalah bagi negara.

Jika program revialisasi KB gagal, maka diperkirakan pada 10 hingga 15 tahun mendatang jumlah penduduk Indonesia bisa mencapai 285 juta jiwa.

"Jumlah itu akan membebani pembangunan nasional dalam penyediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, sandang, pangan serta keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Agus.

Sumber: ANTARA

Kopassus akan Perbarui Persenjataan


0diggsdigg

Satuan antiteror Kopassus sudah dilengkapi senapan H&K MP5

Jakarta (ANTARA News) - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD akan segera memperbarui persenjataan perorangan bagi para personelnya meski tetap mempertimbangkan anggaran yang tersedia.

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Paulus Lodewijk disela olah raga bersama kalangan media massa di Markas Komando Kopassus, Jumat, mengatakan, pengadaan senjata perorangan seperti senapan dan pistol itu tetap disesuaikan dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.

"Sebenarnya Alustistanya tidak mahal-mahal sekali karena satuan khusus kita berkaitan dengan teknologi maka kita juga harus menyesuaikan dengan teknologi senjata yang berkembang di luar," katanya.

Pengembangan kekuatan termasuk melengkapi persenjataan perorangan bagi personel baret merah, tambah Paulus Lodewijk, sesuai dengan kebijakan kekuatan pokok minimum.

"Jadi bukan mengurangi, tetapi meningkatkan secara bertahap kekuatan yang ada disesuaikan rencana strategis yang disetujui. Yang jelas Kopassus akan mendapat penambahan anggaran. Secara otomatis ada penambahan alutista," tuturnya.

Sebagai pasukan khusus, Kopassus dilengkapi berbagai perlengkapan dan persenjataan sangat canggih dan modern.

Semisal untuk membaca peta, tidak lagi menggunakan lagi Kompas Prisma, tapi GPS (Global Positioning System) yang langsung berhubungan dengan satelit.

Sedangkan untuk satuan antiterornya sudah dilengkapi senapan H&K MP5, yang merupakan standar pasukan khusus terbaik di dunia seperti yang digunakan oleh Green Beretts, Delta Force, Navy Seal, GSG 9 Jerman, SAS dan lain-lain.

Sementara untuk pistol yang dipakai Beretta 9 mm (45). Selain itu juga berbagai macam kaliber lainnya seperti kaliber 22 mm (pistol kecil).

Kopassus punya peralatan terjun payung tercanggih untuk melakukan HALO (High Altitude Low Opening) dan HAHO (High Altitude High Opening) yang memakai masker oksigen dan lain-lain.

Dengan peralatan terjun itu, pasukan dapat terjun dari ketinggian sekitar 10.000 kaki.

Pasukan ini juga dilengkapi peralatan pendaratan pantai (memiliki LCR/Landing Craft Rubber/perahu karet dengan mesin yang hampir tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi penyusupan di malam hari), menyelam (dilatih seperti UDT, Underwater Demolition Team US Navy), team Daki Serbu ( yang baru saja menaklukkan Himalaya dan dikenal di luar sebagai PPGAD/Persatuan Pendaki Gunung TNI AD).

Sumber: ANTARA

90% Kebutuhan nonalutsista produk dalam negeri


0diggsdigg


Sukoharjo (Espos)–Kementrian Pertahanan (Kemhan) Indonesia menggelar rapat koordinasi dengan 20 perusahaan industri yang memproduksi peralatan dan perlengkapan pertahanan non alat utama sistem senjata (alutsista) di Gedung Serba Guna, PT Sritex, Sukoharjo, Jumat (26/11).

Sekretaris Jendral Kemhan, Marsekal Madya TNI Eris Herryanto dalam jumpa pers sebelum rapat koordinasi mengutarakan, pertemuan itu digelar untuk menyinergikan kemampuan industri dalam negeri yang berkompeten memproduksi kebutuhan peralatan dan perlengkapan nonalutsista.

Dia mengatakan, saat ini 90% butuhan peralatan dan perlengkapan nonalutsista untuk TNI sudah dapat dipeunhi oleh industri dalam negeri. Begitu juga dengan produk perlengkapan perorangan lapangan, seperti pakaian militer, ransum, sepatu, ransel, serta tenda sudah bisa diekspor ke negara sahabat.

Selain dihadiri jajaran pejabat Kemhan dan perusahaan industri pertahanan, rapat koordinasi tersebut antara lain dihadiri pejabat Mabes TNI. Mantan Jaksa Agung, Hendarman Supanji juga tampak hadir dalam pertemuan itu.

Sumber: SOLO POST

Hibah F-16 Menunggu Kesepakatan Suku Cadang Dan Alih Teknologi

F16 block 52 yang diminati TNI AU tapi indonesia di tawari 24 unit F16 bol 25

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pesawat jet tempur F-16 bekas dari Amerika Serikat diperkirakan bisa dipakai hingga tahun 2025 mendatang. "Jika meningkatkan dari kondisi yang ada, diproyeksikan sampai 2025 bisa digunakan," kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Madya Sukirno KS, usai rapat paripurna Percepatan Revitalisasi Program KB-KES di Mabes TNI Cilangkap, Jum'at (26/11).

Pemerintah awalnya berencana membeli enam unit pesawat tempur F-16 baru dari Amerika. Namun Amerika justru menawarkan F-16 bekas mereka sejumlah 24 unit, yang harganya setara dengan enam pesawat baru tersebut.

Pemerintah dan TNI sendiri lebih memilih pesawat dalam jumlah yang banyak asalkan performanya bisa diperbaiki (retrofitting). Pertimbangannya, wilayah perbatasan Indonesia yang harus dilindungi dan dipantau amatlah luas.

Menurut Sukirno, pembelian 24 pesawat F-16 bekas menunggu kesepakatan dengan Amerika, antara lain soal suku cadang dan alih teknologi. Termasuk di dalamnya tentang mesin pesawat dan sistem avionik, yakni peralatan yang digunakan untuk pesawat, meliputi radar, radio, dan alat-alat navigasi. "Persenjataan juga dipasang dari Amerika. Pesawat dipakai sudah siap tempur," ujarnya.

Pemerintah dan TNI, lanjutnya, saat ini juga masih mengkaji anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi 24 pesawat tersebut. Kendati demikian, Sukirno memastikan, F-16 dari Amerika bisa dipakai oleh penerbang-penerbang TNI pada tahun 2012. "Dua tahun mendatang bisa digunakan," kata dia.

Sumber: TEMPO

Hibah F-16 Tak Pengaruhi Anggaran Pembelian Sukhoi


0diggsdigg

F-16 Block 25

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, biaya perawatan terhadap 24 unit pesawat tempur F-16 yang akan dihibahkan Amerika Serikat kepada Indonesia tidak akan mengganggu pos anggaran belanja pesawat tempur Sukhoi.

"Saya perlu tegaskan bahwa hibah itu sama sekali tidak mempengaruhi anggaran untuk belanja Sukhoi. Anggarannya ada tersendiri," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada Suara Karya usai pembukaan penyampaian informasi tentang ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) 2010 di Jakarta, Kamis (25/11).

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Mahhfudz Siddiq mengatakan akan mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI agar menolak hibah pesawat tempur F-16 Amerika Serikat itu. DPR khawatir pesawat F-16 bekas itu akan memboroskan anggaran melalui perawatan dan penggantian suku cadang.

Menhan mengatakan, hibah pesawat F-16 jenis Blok-25 masih relatif canggih dan terbaru, meski masih berada di grade Blok-52 yang merupakan terbaru. "Tapi, tim sekarang ini masih mengkaji dan hingga kini belum ada keputusan," ujar dia.

Pada sisi lain, kata Purnomo, pemerintah masih mempertimbangkan membeli pesawat tempur F-16 baru sebanyak 6 unit atau menerima tawaran hibah sebanyak 24 unit F-16 bekas. "Hal tersebut sedang dikaji. Kita punya dana untuk membeli enam pesawat baru F-16. Kalau dana itu bisa untuk membeli sebanyak 24 sampai 30 F-16 yang tidak baru, kemudian kita upgrade ke blok yang lebih canggih, dan kita akan gunakan," katanya.

Plus-minus

Menurut Menhan, pertimbangan antara membeli enam pesawat F-16 baru atau yang tidak baru sebanyak 24 unit dengan jumlah dana anggaran yang sama, didasarkan pada kemampuan daya tangkal tempur (deterence).

"Itu yang sedang ditimbang-timbang. Kata kuncinya di lifetime (masa pakai). Karena saya pernah belajar di AU, yang beda strukturnya. Kita mesti chek. Strukturnya itu apakah bisa tahan atau tidak," kata dia.

Purnomo mengatakan, alasan AS menawarkan hibah F-16 karena ada kelebihan pesawat dan mereka sudah mengganti dengan jenis F-18. Kalau F-16 itu dilepas akan mengurangi ongkos perawatan mereka.

"Blok yang akan dikasih adalah blok 25. Sama seperti kita. Yang baru itu, blok 52. Nantinya tergantung kita, namun sesuai kemampuan. Di antara dua pilihan ini, semua ada plus minusnya. Kita cari yang kecil minusnya," ujarnya

Sumber : SUARA KARYA

Ditawari AS Beli F16 Bekas, RI Masih Pikir-pikir


0diggsdigg

JAKARTA (Pos Kota) – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udarra (TNI AU) masih pikir-pikir dan mempertimbangkan pembelian 24 unit F-16 bekas Amerika Serikat (AS) senilai enam F-16 baru. Hal ini menyangkut masa pakai dan keterbatasan suku cadang

“F-16 bekas pakai dari AS itu masa pakainya sampai 2020 menjadi pertimbangan pemerintah dibandingkan dengan F-16 baru dengan harga senilai sama,” ujar Menhan Purnomo seusai bertemu Dubes AS di Indonesia, Scot Marciel, kemarin.

Hal senada diungkap Kadispenau, Marsma TNI Bambang Samudra. Menurutnya banyak pertimbangan untuk memperkuat pertahanan udara. Karena itu harus dipertimbangkan soal masa pakai, alokasi anggaran, hingga efektifitas dan efisiensi pesawat itu sendiri. “Kami menginginkan yang terbaik untuk pertahanan negara.” Tegasnya.

Sementara itu, Deputy III Menko Polhukam Marsdya Sagom Tamboen menyatakan ada pilihan lain pembelian pesawat dikaitkan dengan politik karena Indonesia pernah mengalami embargo militer dan ketergantungan suku cadang.

Sumber: POS KOTA

Thursday, November 25, 2010

Korut Peringatkan AS dan Korsel "di Ambang Perang"

Korut Peringatkan AS dan Korsel di Ambang Perang
Ilustrasi Konfilik Korea (ANTARA/grafis/REUTERS)
Seoul (ANTARA News) - Korea Utara hari Jumat lewat media resminya memperingatkan bahwa rencana pelatihan angkatan laut Amerika Serikat dan Korea Selatan akan membawa semenanjung tersebut makin dekat ke arah perang.

Rezim komunis Korea Utara pada hari Selasa menembakkan meriam dan roketnya ke pulau Korea Selatan Yeongpyeong sehingga menewaskan empat orang.

Pyongyang mengklaim bahwa tembakan-tembakan itu adalah balasan setelah Korea Selatan menggelar latihan militer.

Kapal induk Amerika Serikat USS George Washington Jumat menuju ke semenanjung Korea tempat AS dan Korea Selatan berencana menggelar latihan angkatan laut selama empat hari di Laut Kuning mulai Minggu.

Washington mengatakan latihan perang itu telah dirancang sebelum serangan yang terjadi hari Selasa.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) dalam artikelnya Jumat mengomentari rencana latihan perang itu dengan kalimat "pasukan seperti-perang imperialis AS dan boneka Korea" dan latihan itu bermaksud "menghasut perang".

"Situasi di Semenanjung Korea beringsut lebih dekat ke jurang perang karena rencana nekat elemen-elemen pemicu yang gemar perang dengan target DPRK," tulis media itu.
(H-AK/A023)
 ANTARA

Hubungan RI-Uni Eropa Perlu Ditingkatan Jadi Kemitraan Strategis

Hubungan RI-Uni Eropa Perlu Ditingkatan Jadi Kemitraan Strategis
London (ANTARA News) - Peranan Indonesia yang semakin meningkat dalam pentas regional dan internasional patut menjadi perhatian Uni Eropa agar meningkatkan taraf hubungannya menjadi mitra strategis.

Hal ini diutarakan mantan Menteri Luar Negeri RI, DR Hassan Wirajuda dalam seminar sehari berjudul "UE-Indonesia: Saatnya Menuju Kemitraan Strategis", ujar Pensosbud KBRI Brussel, Stania Puspawardhani dalam keterangannya kepada Antara London, Jumat.

Seminar yang diselenggarakan lembaga "think tank" European Policy Center bekerjasama dengan KBRI Brussel itu berlangsung di Hotel Silken Berlaymont, Brussel, Belgia dihadiri sekitar 134 peserta memenuhi ruangan hotel yang terletak tak jauh dari gedung Komisi Uni Eropa.

Dalam pemaparannya, Hassan Wirajuda menjelaskan tentang wajah Indonesia baru yang sangat berbeda dalam satu dekade terakhir.

"Saat ini Indonesia tercatat sebagai anggota kelompok G20 dan merupakan suara moderat dalam Organisasi Konferensi Islam atau OKI," ujarnya.

Menurut Hassan Wirajuda, Indonesia juga memainkan peranan penting di tingkat regional, dengan menjabat sebagai pemimpin ASEAN di tahun 2011 dan berinisiatif membentuk Bali Democracy Forum.

Dikatakannya Indonesia dan Uni Eropa telah menandatangani perjanjian kemitraan komprehensif atau Partnership Comprehensive Agreemeent pada tahun 2009 dan berupaya untuk terus meningkatkan hubungan bilateralnya.

Acara yang dibuka Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Arif Havas Oegroseno itu berlangsung selama dua jam.

Pertanyaan mengenai visi regional Asia, agenda HAM ASEAN dan peranan yang bisa dimainkan oleh Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Korea Utara disampaikan oleh peserta seminar.

Diantara peserta yang hadir adalah Renate Nikolay, penasihat senior Lady Ashton utk urusan Aisa Pasifik, Walter Wolf dari Komisi Eropa serta Kolonel Corinne Fault yang merupakan Direktur Jendral Royal High Institute for Defense, demikian Stania Puspawardhani. (ZG/K004)

ANTARA

Presiden: Cegah Eskalasi Ketegangan Semenanjung Korea

Presiden: Cegah Eskalasi Ketegangan Semenanjung Korea
Jakarta  (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak, agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara kunci mencegah peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea.

"Saya harus mengatakan bahwa situasi itu membahayakan dan kalau berlanjut bisa picu konflik yang besar dan perang baru, bisa meluas, bukan mustahil bisa melibatkan negara lain," kata Presiden Yudhoyono saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

Presiden menyatakan, dunia internasional, PBB dan negara kunci bisa mencegah terjadinya konflik yang lebih luas.

Menurut Kepala Negara, Indonesia berpandangan bahwa serangan artileri militer yang menewaskan warga sipil merupakan suatu tindakan yang tidak tepat.

"Indonesia berpendapat bahwa serangan militer tembakan artileri yang bisa picu konflik tidak tepat dan tidak dibenarkan," tegasnya.

Kepala Negara menyatakan, Indonesia sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Semenanjung Korea dan juga jatuhnya korban tewas.

Indonesia, kata Presiden, akan memanfaatkan momentum pelaksanaan pertemuan tingkat tinggi negara-negara Asia Timur dengan negara anggota ASEAN pada 2011 mendatang untuk mendiskusikan masa depan keamanan dan stabilitas kawasan khususnya terkait isu di Semenanjung Korea dan Laut China Selatan.

"Salah satu agenda dan topik yang kita rancang adalah regional political dan security dialogue, saya pandang tepat bila bisa diacarakan seperti itu," katanya.

Dengan kehadiran pemimpin negara-negara anggota ASEAN dan delapan negara lainnya, yaitu Korea Selatan, India, Selandia Baru, Australia, China, Amerika Serikat, Jepang dan Rusia, maka penting didiskusikan keseimbangan politik dan keamanan kawasan Asia untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.

Sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden membahas dua agenda, yaitu kesra dan perekonomian, yang dihadiri oleh seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

ANTARA

Rusia Harapkan Pernyataan PBB Mengenai Serangan Korut

Rusia Harapkan Pernyataan PBB Mengenai Serangan Korut
Moskow (ANTARA News/Reuters) - Rusia Kamis mengatakan mereka mengharapkan Dewan Keamanan PBB akan membuat pernyataan mengenai serangan artileri Korea Utara terhadap Korea Selatan dalam beberapa hari ini.

Korea Utara Selasa lalu telah menembakkan serangkaian tembakan artileri ke pulau Yeonpyeong di Korea Selatan, salah satu serangan paling keras terhadap tetangganya itu sejak Perang Korea berakhir pada 1953. Menurut laporan, empat orang telah tewas dalam serangan itu.

"Anggota-anggota Dewan Keamanan telah mengadakan konsultasi mengenai masalah ini," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada wartawan dalam penjelasan singkat pada pers di Moskow.

"Saya mengharapkan dalam beberapa hari mendatang Dewan akan menyampaikan pendapatnya dan bahwa ini akan membantu menenangkan situasi," kata Lavrov. (S008/K004)
ANTARA

BAE Systems Delivers Hornets Ahead Of Schedule


F-18 Hornet RAAF. (Foto: Australia DoD)

23 November 2010, NEWCASTLE, Australia –- BAE Systems has underlined its commitment to total performance by delivering the two most recent F/A-18 Hornets under the RAAF’s Deeper Maintenance Support Contract ahead of schedule and under budget.

The BAE Systems Australia Fast Jet Support maintenance team and partner L-3 MAS Canada delivered the first Hornet three working days ahead of schedule, followed by the second Hornet being delivered ten working days early at its Williamtown facility.

The Company, in co-operation with the DMO’s Tactical Fighter Systems Program Office, is implementing the Smart Maintenance concept as part of Defence’s Strategic Reform Program (SRP).

Commander of the RAAF Air Combat Group Air Commodore Mel Hupfeld said: “Air Force appreciates the endeavours and achievements of BAE Systems in supporting
SRP.

“We look forward to all of our industry partners assisting, on a sustainable basis, to the improved delivery of effective capability at lower cost to the Commonwealth of Australia. These early results from BAE Systems are encouraging and I congratulate them and applaud their initiatives.”

BAE Systems’ Aerospace Business Unit began introducing ‘Lean’ processes in 2009 and these recent successes reflect a continuing improvement in aircraft availability and reduced cost.

Director Aerospace John Monaghan, said: “We have worked very hard at every level — from the technicians on the line to our lead management team — to achieve the Commonwealth’s SRP objectives.

“Lean is taken very seriously and the implementation of Lean concepts is central to that process.

“We are striving along with our contract partners in L-3 MAS Canada to hone and refine our methods through phase based servicing, consultation, workforce engagement and constant improvement, using integrated monitoring, review and evaluation of our maintenance processes at every step.

“Even though we have carried out the work ahead of schedule, we have not compromised the safety of our personnel or airworthiness”

Since 2009, BAE Systems and partner L-3 MAS Canada have provided deeper maintenance and modification support for all 71 Australian F/A-18 Hornet fighters.

BAE Systems

AU Thailand Pesan Lagi 6 Gripen


Gripen AU Thailand batch pertama sedang uji penerbangan perdana. (Foto: gripen)

25 November 2010 -- Perusahaan pertahanan dan keamanan Swedia Saab mendapat pesanan pembuatan 6 pesawat tempur Gripen kursi tunggal versi C dari Swedish Defence Material Administration (FMV) senilai 2,2 milyar krone untuk dikirimkan ke Angkatan Udara Kerajaan Thailand.

Pemerintah Swedia diwakili FMV dan Thailand meneken perjanjian pembelian sistem pertahanan udara terintegrasi buatan Saab, termasuk jet tempur Gripen.

Thailand telah mengoperasikan enam Gripen dan pesawat Saab 340 yang dilengkapi sistem radar Saab Erieye.

AU Thailand memiliki juga 43 F-16A block 15OCU dan 11 F-16B block 15OCU dibeli dibawah program Naresuan, serta 3 F-16A block 15OCU dan 4 F-16B block 15OCU hibah pemerintah Singapura kompensasi diperkenankan menggunakan fasilitas latihan AU Thailand di Udon Thani, total 71 F-16 A/B block 15OCU.

Saab/Berita HanKam

Paskhas Gelar Latihan Pertahanan Udara


(Foto: Dispenau)

25 November 2010, Jakarta -- Latihan Pertahanan Hanud Titik sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan Korps Paskhas dalam meningkatkan dan mempertahankan kemampuan prajurit, sekaligus memberikan bekal ilmu pengetahuan serta keterampilan tentang mekanisme sistem penggunaan maupun operasional senjata QW-3 serta mengetahui mekanisme gelar operasi pertahanan udara titik kepada prajurit paskhas dalam menghadapi tugas-tugas ke depan.

Demikian dikatakan Dankorpaskhas Marsekal Pertama TNI Harry Budiono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Korpaskhas Kolonel Psk. Rolland DG. Waha pada upacara Pembukaan Latihan Pertahanan Hanud Titik, di Lapangan Upacara Wing III Paskhas, Lanud Sulaiman, Bandung (22/11) seperti dilansir dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI AU.

Menurutnya, dinamika perubahan lingkungan strategis dan regional senantiasa bergerak sangat cepat serta diikuti segala dampak mengarah pada negatif yang dapat memengaruhi langsung pada seluruh aspek kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

"Korps Paskhas senantiasa tetap terus melaksanakan pembinaan dengan cara memelihara dan meningkatkan kesiapan operasional baik kesiapan prajurit maupun kesiapan alutsistanya. Oleh karena itu, Korps Paskhas menempatkan latihan sebagai kebutuhan pokok bagi setiap prajuritnya baik pada tingkat satuan Kompi, Batalyon maupun tingkat Wing," katanya.

JURNAS

17 Unit Tank BMP-3F Rusia Tiba Jumat Malam


0diggsdigg

BMP 3f jenis IFV buatan Rusia

Jakarta (ANTARA News) - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin mengatakan 17 unit tank amfibi BMP-3F buatan Rusia akan tiba di Indonesia pada Jumat (26/11) malam.

Dikonfirmasi ANTARA usai menghadiri serah terima jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer di Jakarta, Kamis, ia mengatakan, ke-17 unit tank amfibi tersebut akan tiba di Dermaga Ujung Surabaya.

"Selain 17 unit tank amfibi, terdapat pula satu mobil bengkel. Seluruhnya diangkut dari Rusia ke Indonesia menggunakan kapal kargo komersial Rusia. Tiba sekitar pukul 19.00 WIB," ujarnya.

Alfan menambahkan, setibanya di Dermaga Ujung Surabaya ke-17 unit tank amfibi itu akan menjalani uji fungsi untuk memastikan seluruh peralatan, perlengkapan tank tersebut beroperasi baik.

"Uji fungsi akan dilaksanakan di Surabaya dan Pusat Latihan Tempur Marinir Karang Tekok, Sitobondo. Usai menjalani uji fungsi dengan sempurna, baru akan akan ada penyerahan secara resmi dari Pemerintah Rusia kepada Indonesia dan TNI serta TNI Angkatan Laut sebagai pengguna," katanya.

Saat ini rata-rata kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen.

"Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," katanya.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp455 miliar atau 50 juta dolar AS. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya naik.

Korps marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Alfan.


BMP-3F
Tank amfibi BMP-3F yang diproduksi Rusia adalah kendaraan tempur (Ranpur) lapis baja yang sempurna dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini (Pertempuran Asimetris).

Di era 90-an BMP-3F pernah diujicoba di United Arab Emirates bersama dengan ranpur lainnya, diantaranya buatan Inggris dan Amerika. Dari hasil ujicoba tersebut memperlihatkan hasil yang memuaskan pada BMP-3F.

Selanjutnya BMP-3F disempurnakan kembali khususnya untuk manuver di laut, dimana penambahan Snorkel (sirkulasi udara saat manufer di laut ruang pasukan / tempur tetap normal), dan perbaikan pada tameng di kubah untuk menahan air agar tidak masuk ruang tempur.

BMP-3F memiliki beberapa fitur khusus antara lain, konstruksi (chasis) BMP-3F memungkinkan untuk dimodernisasi, mudah perawatannya dan minim pemeliharaan.

Dengan adanya beberapa penyempurnaan BMP-3F menjadi ranpur segala medan yang cukup berat, namun hal ini bisa diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih baik

Tak hanya itu, BMP-3F mengaplikasi persenjataan baru (SKS Arteleri - Roket - Meriam) dengan sistem kontrol penembakan secara otomatis dan mampu menembak tepat dari segala jenis senjata saat bergerak karena di BMP3F sudah menggunakan skema balok
penggontrol penembakan otomatis yang baru (pola stabilizer sistem baru).

Selain itu, konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet): Meriam, peluncur roket berkaliber 100mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan Mitraliur berkaliber 7,62 mm.

Penggabungan ini memungkinkan awak ranpur dapat memilih dengan cepat keperluan penggunaan senjata dalam situasi tempur tergantung dari sasaran yang diinginkan baik darat, laut maupun udara.

Sumber: ANTARA

Si Bengal Korea Utara Cari Perhatian Via Senjata


0diggsdigg

Kemampuan Militer Kedua Negara Korea

Jakarta (ANTARA News) - Pada 12 November 2010, ilmuwan nuklir Siegfried Hecker dan dua koleganya dari Universitas Stanford yaitu John Lewis dan Robert Carlin diajak mengunjungi Komplek Nuklir Yongbyon di Korea Utara.

Mereka dipameri reaktor air berat (LWR) eksperimental yang tengah dibangun, beserta sebuah fasilitas baru untuk 2.000 mesin pemutar yang diperuntukkan bagi pengayaan uranium untuk reaktor baru tersebut.

Hecker dan para koleganya terkejut pada kecanggihan dan kebersihan reaktor nuklir baru tersebut, yang berbeda dari karakteristik reaktor Yongbyon sebelum ini.

Sekembalinya dari kunjungan itu, Hecker secara pribadi memberitahu Gedung Putih soal penemuan baru berkaitan dengan program nuklir Korea Utara tersebut di mana pemerintahan AS sudah menyangka lama terus dilanjutkan kendati ada sanksi dari PBB.

Menyusul pembeberan oleh Hecker ini, Korea Utara menembakkan artilerinya pada 23 November dekat Pulau Yeonpyeong yang berada di Garis Batas Utara (NLL) di Laut Kuning.

Dua marinir Korea Selatan dan warga sipil terbunuh dalam bentrok itu, dan 1.600 warga pulau itu dievakuasi secara parsial.

Tanya : Apa tujuan dari fasilitas baru di Yongbyon itu?
Jawab : Korea Utara mengklaim bahwa mereka tengah membangun LWR ekperimental dengan mengandalkan sumber daya dan tenaga dalam negeri serta akan operasional pada 2012.
Mereka mengklaim bawa tujuan fasilitas mesin pemutar nuklir itu hanyalah mempromosikan tenaga nuklir untuk sipil dan tidak akan digunakan untuk pengayaan uranium bagi senjata nuklir.
Kendati begitu, tidak banyak yang mempercayai hasrat Korea Utara itu sepenuhnya untuk kebutuhan energi, mengingat catatan masa lalunya yang kelam. Sejumlah pakar soal Korea Utara memprediksi akan ada percoban nuklir dalam waktu dekat nanti, dan kemungkinan fasilitan serta reaktor nuklir baru itu ditujukan untuk menghasilkan senjata nuklir tersebut.

Tanya : Mengapa Korea Utara menggeber program pengembangan nuklirnya?
Jawab : Pengembangan program nuklir Korea Utara yang lebih jauh adalah pelanggaran terang-terangan terhadap sanksi PBB kepada negeri itu, sehingga sangat mengherankan jika ilmuwan dan pakar Amerika malah diundang untuk melihat kemajuan nuklir Korea Utara itu.
Dari perspektif Utara, ada sejumlah motivasi yang masuk akal untuk ini, diantaranya:
- sebagai tekanan untuk dilanjutkannya Pembicaraan Enam Pihak dari mana Utara berharap menerim bantuan internasional;
- untuk memperkuat mandat penerus pemimpin Korea, Kim Jong-un, dengan mendukung secara lembut proses suksesi yang sepertinya tengah berlangsung;
- memperkuat ancaman senjata nuklir Utara untuk digunakan sebagai daya tawar dalam negosiasi-negosiasi di masa mendatang.

Tanya : Apa isyarat pertama bahwa Korea Utara tengah melakukan pengayaan uranium?
Jawab : Pada 2002, pemerintahan Bush menghadang Korea Utara dalam upayanya mengimpor material untuk mengembangkan nuklir.
Pada 2008, Korea Utara, dimotivasi oleh negosiasi-negosiasi perlucutan senjata, menyerahkan laporan setebal 18.000 halaman kepada Departemen Luar Negeri AS bahwa operasi reaktor Yongbyon terkontaminasi oleh partikel-partikel Uranium.
Walaupun dihadapkan pada indikator-indikator itu, banyak yang mengklaim Amerika Serikat telah mengobral negosiasi dengan Utara berdasarkan alasan kerusakan yang pura-pura itu.
Pengungkapan program pengayaan Uranium oleh Korea Utara itu tidak hanya membenarkan kebijakan yang diambil AS waktu itu, tetapi juga membuktikan bahwa program nuklir Utara memang telah jauh lebih maju.

Tanya : Apa dampak pengungkapan fasilitan pengayaan uranium baru milik Korea Utara itu terhadap kelanjutan Pembicaraan Enam Pihak?
Jawab : Kendati Korea Utara mungkin berharap pengungkapan program nuklir baru mereka ini bakal memaksa lima pihak lainnya kembali ke meja perundingan, pemerintahan AS telah memaklumatkan hanya akan bernegosiasi dengan Korea Utara jika negara ini menunjukkkan keseriusannya dalam menghormati komitmennya dengan mengambil langkah kongkret dan tegas menuju denuklirisasi.”
Oleh karena itu, aktivitas baru di Yongbyon ini, sebelum kontak senjata Selasa, tampakaknya akan membuat setiap pembicaraan resmi jauh lebih mandek. Meski begitu, para pejabat AS menegaskan bahwa serangan Selasa lalu di dekat Yeonpyeong telah secara efektif memadamkan upaya-upaya dalam memulai lagi Pembicaraan Enam Pihak.

Tanya : Apa fakta-fakta di balik bentrok perbatasan di dekat NLL itu?
Jawab : Pada pukul 2.34 sore waktu setempat, tanggal 23 November, tembakan artileri Korea Utara mulai diarahkan ke perairan yang mengelilingi Pulau Yeonpyeong.
Kira-kira 50 bombardeman menghantam pangkalan militer Korea Selatan di pulau itu, menewaskan dua marinir Korea Selatan, dua warga sipil, dan melukai 19 lainnya.
Menurut seorang pejabat pemerintah lokal, serangan itu berlangsung selama sejam, dan meluluhlantakkan banyak bangunan di pulau tersebut. Militer Korea Selatan memuntahkan kira-kira 80 bombardemen dan menggelarkan sejumlah jet tempur ke wilayah itu dalam rangka serangan pembalasan.
Sebelum insiden itu meletus, militer Korea Selatan menggelar latihan rutin di sepanjang pantai Yeonpyeong. Amerika Serikat, Jepang, Rusia, Inggris, dan Uni Eropa mengutuk keras serangan Korea Utara itu, namun China hanya berkomentar mendesak semua pihak untuk menahan diri.
Tentu saja Korea Utara membantah mengawali provokasi dan menumpahkan semua kesalahan kepada Selatan.

Tanya : Apa motivasi Utara menyerang Selatan kali ini?
Jawab : Lihat jawaban nomor 2 di atas. Tambahan, tampaknya Korea Utara tidak mendapat reaksi seperti yang diharapkannya dari aktor-aktor kawasan, setelah pengungkapan program nuklir itu.

Amerika Serikat dan Korea Selatan menegaskan lagi pendiriannya untuk tidak melanjutkan Pembicaraan Enam Pihak sampai Utara mengambil langkah konkret dan tegas menuju denuklirisasi.

Tanya : Bisakah kita memperkirakan bakal ada serangan lebih banyak lagi dari Korea Utara dalam waktu dekat nanti?
Jawab : Kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan lebih banyak lagi serangan dari Utara, mengingat prilaku gemar perangnya yang terakhir ini.

Waktu di antara provokasi-provokasi Korea Utara sepertinya menyusut secara signifikan satu sama lain. Ini bisa mencerminkan ketidakstabilan yang meningkat di Utara, proses suksesi kepemimpinan, atau kombinasi keduanya.

Militer Korea Selatan dan AS menggelar latihan militer bersama pekan ini, yang sedianya digelar mulai Selasa lalu saat serangan Utara dilancarkan. Korea Utara mungkin menggunakan latihan itu sebagai dalih untuk serangan berikutnya. (*)

Disadur dari tulisan Victor Cha dan Kathleen Harrington dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Washington, oleh adam rizal. editor jafar sidik

Sumber: ANTARA

2014 PAL Mendapatkan Kontrak 2 Kapal Selam, 2 PKR, 11 KCR, 7LST, 17 FAV, 25 Upgrade Kapal Perang TNI AL


0diggsdigg

Kapal Perang Perusak Kawal Rudal Jenis Sigma 10514 buatan PT PAL Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Soeparno, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemusnahan 12 kapal perang yang kini berada di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). "Ya kapal-kapal yang mesinnya tidak dapat dioperasikan, akan kit over haul, atau re-powering. Jika sama sekali tidak bisa diganti, atau tidak bisa di-repowering sesuai kebutuhan, ya kita ganti dengan pengadaan baru," katanya di Jakarta, Kamis (25/11).

Usai serah terima jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), ia mengatakan, saat ini unsur-unsur yang dimiliki Kolinlamil jumlahnya sangat terbatas dan usianya sudah sangat lanjut. "Karena itu, dalam rangka kekuatan pokok minimum, maka pemenuhan kapal-kapal baru untuk menggantikan kapal-kapal tersebut, akan menjadi prioritas," kata Soeparno.

Mantan Pangkolinlamil, Laksamana Muda TNI Slamet Sulistiyono, mengatakan bahwa TNI Angkatan Laut segera memusnahkan enam kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST), sebagai bagian dari program peremajaan alat utama sistem senjata matra laut. "Enam kapal LST dan LDP itu sudah berusia rata-rata 64-70 tahun. Kapal ini sudah saatnya diganti," katanya.

Keenam kapal LST itu berada di Komando Lintas Laut Militer Kolinlamil TNI Angkatan Laut. TNI Angkatan Laut (AL) akan mempensiunkan beberapa kapal perangnya yang sudah berusia tua dan tidak laik untuk dioperasikan. "Kami masih melakukan pemilahan, pengkajian kapal-kapal mana saja yang akan dimusnahkan, yang jelas kapal yang akan dimusnahkan itu buatan tahun 1942," katanya.

Keenam LST itu antara lain KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Bayur 502, KRI Teluk Kau 504, KRI Teluk Tomini 508, KRI Teluk Ratai 509, KRI Teluk Saleh 510, dan KRI Teluk Bone 511 eks AL Amerika Serikat buatan tahun 1942-1945, di antaranya digunakan dalam operasi amfibi di pantai Normandia saat Perang Dunia ke-2.

Menurut Slamet, enam kapal tua yang akan dimusnahkan masih dapat dioperasikan hingga akhir tahun ini. Mesin kapal masih cukup terawat. "Karena pertimbangan usia kapal sudah tua, maka harus dipensiunkan. Ini pun sudah menjadi kebijakan TNI Angkatan Laut," ujar Slamet lagi. Keenam LST tersebut akan digantikan kapal sejenis buatan PT PAL.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT PAL Harsusanto mengatakan hingga 2014 PT PAL telah mendapat kontrak dari Departemen Pertahanan dan TNI Angkatan Laut yakni dua kapal selam, dua kapal perusak kawal rudal (PKR), 11 unit KCR-40, tujuh unit kapal angkut tank (AT/LST), 17 unit tank amfibi, dan 25 unit peningkatan kemampuan kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut.

Sumber: Republika

Prajurit Paskhas Latihan Tembak


0diggsdigg


BANDUNG (Pos Kota) – Latihan Hanud Titik yang digelar selain meningkatkan kemampuan serta kemahiran para prajurit terhadap alutsista yang diawaki, juga meningkatkan kemampuan unsur staf dalam penganalisaan dan memberikan masukan serta saran kepada pimpinan dalam menentukan cara bertindak pada pelaksanaan operasi dan latihan yang diselenggarakan TNI Aangkatan Udara umumnya dan Korps Paskhas khususnya.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korps Paskhas Marsekal Pertama TNI Harry Budiono, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Operasi Korps Paskhas Kolonel Psk Rollan DG. Waha pada upacara penutupan latihan Hanud Titik, yang bertempat di daerah latihan Lemabaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Pamempeuk, Garut, Jawa Barat.

Dankorpaskhas menambahkan, latihan ini juga bertujuan meningkatkan serta memelihara profesionalisme prajurit paskhas dalam mengoperasikan senjata rudal jarak pendek QW-3, sekaligus seagai sarana untuk membeikan gambaran tentang pelaksanaan dan prosedur operasi hanud titik dalam mendukung operasi TNI Angkatan Udara.

Marsma TNI Harry Budiono mengharapkan, semangat dan kesungguhan saudara-saudara mengikuti pelatihan hanud titik, dapat diaplikansikan pada kegiatan operasi yang sesungguhnya. Untuk itu, pupuk terus dan tingkatkan kemampuan para prajurit pada setiap ada kesempatan, dengan terus berlatih dan berlatih.

sebagaimana kita ketahui bersama bahwa latihan serupa bukan kali pertama dilaksanakan prajurit paskhas, tentu dalam pelaksanaannya, masih banyak ditemukan hambatan dan kendala, baik dari aspek teknik, taktik maupun manajemen latihan. Untuk itu, perlu adanya evaluasi dan kaji-ulang secara menyeluruh dalam penyelenggaraan latihan ini, dengan tujuan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan latihan di masa yang akan datang. Tambah Dankorpaskhas.

Dengan keberhasilan yang dicapai selama berlangsungnya latihan, saya ucapkan terimakasih dan penghargaan kepada penyelenggara dan peserta latihan yang telah mampu mengikuti latihan ini dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi dan semangat yang tinggi, sehingga mampu menunjukkan kualitas prajurit paskhas yang militan dan profesional.

Latihan Hanud Titik ini, selain menggunakan simulator QW-3 yang berlokasi di Wing III Paskhas, juga melaksanakan pratek penembakkan di Pamemupeuk, Garut Jawa Barat, serta melibat sejumlah 135 prajurit berpangkat perwira, bintara dan tamtama yang berasal dari Wing III dan Batalyon 467 Paskhas, jumlah tersebut termasuk pendukung pelatihan. (

Tampak dua prajurit Korps Paskhas sedang melaksanakan praktek penembakkan dan penggunaan senjata QW-3 dalam operasi pertahanan Udara Titik yang berlangsung di daerah latihan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) yang lebih dikenal dengan Tempat peluncuran roket, Pamemupeuk, Garut, Jawa Barat.

Sumber: POS KOTA

Korsel Tingkatkan Kekuatan Tempur di Kepulauan Barat


0diggsdigg

illustrasi

Seoul (ANTARA/Yonhap-OANA) - Korea Selatan memutuskan akan meningkatkan persenjataan militernya di Laut Kuning yang tegang untuk menghadapi kemungkinan serangan baru dari Korea Utara, kata kantor kepresidenan Cheong Wa De Kamis.

Kantor itu juga mengumumkan rencana untuk memperbaiki kebijakan militer mengenai penggunaan kekuatan menghadapi Korea Utara jika pecah pertempuran.

Keputusan itu muncul setelah Korea Utara melakukan serangan terhadap Pulau Yeongpyeong di garis depan Korea Selatan di Laut Kuning, yang sejak lama menjadi titik api antara kedua militer yang bertempur pada Selasa.

Pemboman menewaskan dua anggota Agkatan laut Korea Selatan dan beberapa warga sipil serta melukai lebih dari sejumlah orang lainnya.

"Kita tidak harus melepaskan rasa krisis dalam persiapan untuk kemungkinan provokasi lain oleh Korea Utara. Sebuah provokasi seperti ini dapat berulang setiap saat," kata Presiden Lee Myung-bak sebagaimana dikutip dalam pertemuan darurat dengan menteri keamanan dan ekonomi.

Presiden menginstruksikan bahwa tentara di lima kepulauan di Laut Kuning, wilayah yang paling rentan terhadap perilaku berperang Korea Utara, akan dilengkapi dengan senjata tercanggih dunia, menurut juru bicara kantor kepresidenan Hong Sang-pyo.

Dalam kaitan dengan langkah itu, pemerintah akan mengalokasikan anggaran tambahan untuk memperkuat kapabilitas tempur di kepulauan Laut Kuning dan mencabut bekas rencana pemerintah pada 2006 untuk secara perlahan-lahan mengurangi skala kehadiran korp angkatan laut di sana, katanya.

Dia menambahkan bahwa pihak militer akan melakukan perubahan peraturan seluruh lembaga itu dalam upaya menghadapi serangan-serangan militer Korea Utara.

"Peraturan kami yang ada agak pasif karena difokuskan pada pencegahan eskalasi konflik, dan pemerintah telah memutuskan untuk membuat peraturan-peraturan baru guna mengubah paradigmanya sendiri untuk merespon provokasi Korea Utara," kata Hong.

Sebagai contoh, garis yang jelas akan ditarik antara respon terhadap serangan militer dan satu terhadap warga sipil, tambahnya.

Korea Selatan juga memutuskan untuk melakukan secara penuh langkah-langkah hukuman ekonomi terhadap Korea Utara yang telah dikenakan pada Mei setelah serangan torpedo yang mematikan terhadap sebuah kapal perang Korea Selatan.

"Seperti kelompok-kelompok bantuan sipil kepada Korea Utara, pemerintah akan meninjau kembali apakah akan memberikan bantuan (kepada kelompok-kelompok itu) dengan pertimbangan berbagai situasi, termasuk sentimen umum dan hubungan Korea Selatan-Korea Utara," katanya.

Seoul juga akan melanjutkan upaya-upaya diplomatik untuk menekan Pyongyang mengubah sikapnya itu.

"Terutama pemerintah akan meningkatkan upaya untuk mendesak peranan konstruktif China," kata Hong.

Mengenai bidang ekonomi, pemerintah berencana akan melakukan "langkah-langkah dini untuk menstabilkan pasar uang dan mempertahankan "sistem pemantauan 24 jam," katanya.

Sumber: YAHOO

AS Luncurkan Satelit Mata-mata Terbesar di Dunia


0diggsdigg

Roket Delta 4-Heavy Membawa Satelit Mata-Mata

INILAH.COM, New York –Amerika Serikat (AS) meluncurkan satelit mata-mata yang diklaim sebagai satelit terbesar yang pernah ada. Satelit ini diluncurkan menggunakan roket terkuat di dunia.

Satelit ini merupakan bagian dari operasi sangat rahasia AS. Dikabarkan, AS menggunakan satelit ini untuk kegiatan mata-mata. Sayangnya, pemerintah AS tak mau mengungkapkan lebih jauh karena masalah keamanan.

Roket yang membawa satelit ini ke orbit Delta 4-Heavy diluncurkan ke luar angkasa pada 17.58 waktu setempat. Roket itu diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida dan merupakan roket tak berawak.

Brigadir Jenderal Angkatan Udara Ed Wilson menyaksikan peluncuran roket itu. Setelah roket diluncurkan, ia mengungkapkan, “Misi rahasia ini untuk membantu memastikan sumber daya NRO vital terus memperkuat pertahanan nasional kita,” seperti dikutip dari TG Daily.

Delta 4-Heavy merupakan roket berbahan bakar cair terkuat di AS. Roket ini memiliki tinggi 235 kaki (71,6 meter), dan selama peluncuran roket ini menciptakan lebih dari dua juta tenaga dorong. Delta 4-Heavy digunakan AS sejak 2004.

Sumber : INILAH

Kasad Terima Kunjungan Athan China


0diggsdigg

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI George Toisutta, menerima kunjungan kehormatan Atase Pertahanan (Athan) China, Kolonel Xu Dazhuang, di Ruang Tamu Kasad, Mabesad, Jakarta, Rabu (24/11).

Pada kesempatan tersebut, dibahas tentang kelanjutan kerjasama kedua angkatan bersenjata dalam hal latihan militer, pertukaran perwira dan kunjungan kedua pimpinan angkatan darat. Sebelum mengakhiri pertemuan, Kasad dan Athan China, saling memberikan cenderamata.

Pada kesempatan tersebut, Kasad didampingi oleh Aspam Kasad, Asops Kasad, Kadispenad dan Paban V/Hublu Spamad.

Sumber: POS KOTA

Wednesday, November 24, 2010

CN 235 Pesanan KCG Terbang Perdana


CN235 Mexico. (Foto: Airbus Military)

24 November 2010, Bandung -- Tepat pukul 09.25, Rabu (24/11/2010), pesawat pertama CN 235 pesanan Korean Coast Guard (KCG) melakukan penerbangan perdana di Lanud Husein Sastranegara Bandung. Ini merupakan satu dari empat CN 235 pesanan Korea Selatan untuk tahap kedua dari PT Dirgantara Indonesia (DI). Pada pembelian tahap pertama, Korsel sudah menerima delapan pesawat CN 235 buatan PT DI.

Eddy Suherman, Production Engineering PT DI kepada Kompas.com mengatakan pesawat yang dipiloti oleh QA Supriyadi dan kopilot Esther Saleh tinggal landas dengan mulus didukung cuaca Kota Bandung yang cerah.

Kontrak penjualan empat pesawat CN 235 untuk Korsel itu mencapai 90 juta dollar AS. Penyerahan pesawat akan dilakukan secara bertahap mulai akhir Desember 2010 hingga Maret 2011.

KOMPAS.com

Pengeran Benhard Terlibat Perdagangan Senjata pada 1950-an Karena Ngebet Gulingkan Pemerintah Indonesia



25 November 2010, Amsterdam -- -Pangeran Benhard dari Belanda terlibat perdagangan senjata di Indonesia sekitar tahun 1950. Demikian pakar sejarah Gerard Aalders dari Institut Dokumentasi Perang Belanda (NIOD) dalam bukunya berjudul Bernhard Zakenprins.

Aalders tidak menemukan bukti bahwa Pangeran Benhard terlibat secara langsung sebagai pedagang yang aktif menjual dan membeli senjata. Namun peneliti ini menyatakan ada bukti bahwa Pangeran Benhard terlibat dalam perdagangan senjata di Indonesia, dengan tujuan menggulingkan pemerintahan baru di Indonesia.

"Beberapa pedagang senjata mengenal Pangeran Benhard secara pribadi dan konon pegadang senjata asal Afganistan Ali Shah mengadakan pertemuan dengan pangeran Benhard di Soestdijk untuk membicarakan urusan tersebut," tulis Alders dalam buku itu.

Aalders berkata 98 persen bukti mendukung kesimpulan tersebut. Banyak laporan penting yang menurutnya masih menjadi rahasia.

Republika

Menhan Pertimbangkan Usia Pakai Hibah F-16


F-16 yang digunakan oleh Air National Guard, Amerika (photo : Wiki)
JAKARTA (SINDO) – Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menyatakan, usia pakai (life time) merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan Indonesia untuk menerima hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat.
Menurut Purnomo, usai pakai minimal yang sedang diperhitungkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI yaitu sampai tahun 2020. Dengan asumsi, ujarnya, saat itu Indonesia sudah dapat memproduksi pesawat tempur KFX yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5. Saat ini, jelasnya, pengembangan dan penelitian pesawat tersebut sedang dilakukan bersama Korea Selatan. ”Jadi, pertimbangan itu antara baru sebanyak enam unit atau tidak baru sebanyak 24 unit yang telah di upgrade dengan budget yang sama dan memiliki kemampuan deterrence. Itu sedang ditimbang-timbang.
Kata kuncinya di life time,” tegas Purnomo seusai menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel di Kantor Kemhan,Jakarta,kemarin. Karena itu, ujarnya, Kemhan akan melakukan pengecekan struktur pesawat-pesawat tersebut. Sebab, impian Kemhan, adalah mencari bracing squadron yang bisa digunakan sampai tahun 2020. “Jadi, pilih beli baru atau hibah dengan upgrade yang kemampuannya bisa diandalkan dan mendukung sampai pesawat KFX bisa produksi. KFX adalah pesawat tempur generasi 4,5. Kalau F-16 itu generasi 4,” tegasnya. Menhan juga menyebutkan, terkait hibah ini, telah datang tim dari Amerika Serikat untuk membicarakan hal-hal teknis dengan TNI Angkatan Udara.
Purnomo menjelaskan,hibah ini merupakan salah satu bagian dari program Excess Defense Article (EDA) Amerika Serikat.“Amerika Serikat kan kelebihan pesawat. Kalau dilepas dengan program EDA juga akan mengurangi anggaran pertahanan mereka,”paparnya. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sebelumnya mengaku, TNI sangat senang menerima rencana pemberian hibah pesawat tempur dari Amerika Serikat tersebut.Dia pun mengungkapkan, kondisi pesawat tersebut masih layak pakai sampai tahun 2025. (pasti liberti)
(Seputar Indonesia)

Baca Juga :

TNI AU Prioritaskan Pesawat Angkut
24 November 2010

Perbandingan KFX dengan F-16 dan pesawat generasi 5 lainnya (image : kjclub)
Boyolali (Espos)–TNI AU akan memprioritaskan pengadaan pesawat angkut ketimbang pesawat jenis lain. Hal itu dilakukan karena melihat kondisi Indonesia rawan bencana.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI AU Imam Sufaat SIP seusai melantik 159 perwira pada acara Pelantikan dan Penyumpahan Perwira TNI AU Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-13 Tahun 2010 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Selasa (23/11).

“Bila melihat kondisi Indonesia rawan bencana semacam ini, kemungkinan pengadaan pesawat angkut cukup masuk akal. Kemungkinan pesawat itu sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menuturkan hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat dilakukan atas dasar permintaan TNI AU.

“Pengadaan pesawat F16 ini adalah permintaan kami. Karena ada pesawat milik AS yang tidak dipakai. Oleh karena itu, kami mengajukan permintaan. Selain Indonesia, Thailand telah mendapat hibah pesawat itu,” imbuhnya.

Masih menurut Imam, Indonesia mendapat alokasi 30 pesawat. Tetapi, Indonesia mengambil 24 pesawat dan sisanya nanti. Pesawat-pesawat itu akan diletakkan di Madiun.

“Kami meletakkan pesawat di sana (Madiun-red) karena fasilitas dan perawatan sudah tersedia lengkap. Lagi pula bila membuat lokasi baru membutuhkan biaya besar dan itu tidak mungkin,” ujarnya.

Lagipula, bila Indonesia mendapat hibah pesawat itu sangat menguntungkan karena dapat menghemat jutaan dolar. Selain itu, TNI AU pun menyiasati dengan memilih pesawat dengan jam terbang 200 jam. Padahal, maksimal jam terbang sebuah pesawat adalah 4.000 jam.

“Jadi, masih dapat digunakan 5-30 tahun. Kalau kami beli baru harga berkisar US$55 juta-US$60 juta. Pesawat itu bisa langsung dipakai. Tetapi tetap perlu di-update, seperti sistem senjata, navigasi dan lainnya,” pungkasnya.


(Solopos)

AS Minta Klarifikasi soal Papua


Deretan F-16 Fighting Falcons USAF. (Foto: USAF/ Tech. Sgt. Michael R. Holzworth)

25 November 2010, Jakarta -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel meminta klarifikasi soal rekaman penyiksaan warga Papua oleh oknum militer yang beredar di YouTube beberapa waktu lalu.

”Kita jelaskan, keputusan diambil oleh hakim Mahkamah Militer yang kita sama sekali tidak intervensi,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Rabu (24/11). Purnomo didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono saat memberikan penjelasan tersebut. Berdasarkan catatan Kompas, empat prajurit yang terlibat dihukum lima-tujuh bulan.

Purnomo menjelaskan, permintaan klarifikasi tentang rekaman tersebut tidak dalam konteks Excess Defence Articles (EDA). EDA adalah program AS untuk memberikan kelebihan peralatan militer yang tidak terpakai lagi untuk negara asing. Saat ini tim dari AS telah datang untuk membicarakan hal-hal teknis berkaitan dengan hibah dua skuadron F-16.

”Memang ada pendapat bahwa hukuman itu ringan,” kata Purnomo. Menurut Purnomo, yang menjadi pertimbangan putusan hakim Mahkamah Militer adalah, pertama, tindakan itu bukan perintah komandan sehingga tidak bersifat sistemik. Kedua, hal ini dipandang sebagai tindakan indisipliner. Ketiga, tidak ada saksi yang melapor.

”Tidak termasuk pelanggaran HAM (hak asasi manusia),” kata Purnomo.

Purnomo juga mengatakan, dari hasil penyelidikan Markas Besar TNI yang meminta pendapat pengamat telematika Roy Suryo, di dalam rekaman yang beredar itu sebenarnya ada dua video.

Video yang berisi penyiksaan kemaluan seorang pria Papua bukan bagian dari potongan video sebelumnya. ”Bagian itu tidak jelas, diambil di mana, siapa pelakunya karena seragamnya tidak jelas,” katanya.

Menurut Purnomo, pihaknya minta agar AS membeberkan data yang mereka miliki untuk menjadi bahan investigasi. Purnomo juga menyampaikan apresiasi akan keterbukaan Dubes AS yang minta klarifikasi.

Dalam kesempatan itu juga dibahas rencana hibah 24 pesawat F-16. Indonesia hanya memiliki dana untuk membeli enam pesawat F-16 baru atau membayar biaya retrofit (perbaikan) 24 pesawat F-16 lama. Pilihan diambil karena Indonesia membutuhkan pesawat tempur sebelum selesainya pesawat tempur buatan Indonesia-Korea Selatan tahun 2020.

Oleh karena itu, Indonesia masih akan memeriksa struktur pesawat F-16 hibah tersebut. Pesawat yang rencananya akan dihibahkan itu blok 25, sementara yang akan dibeli blok 52.

KOMPAS

DPR Tindak Lanjuti Pembahasan Alutsista TNI


Surplus F-16A/B USAF ditawarkan ke Indonesia. (Foto: USAF)

24 Nopember 2010, Jakarta -- Komisi I DPR akan menindaklanjuti hasil rapat kerja dengan Menteri Keuangan, Bappenas, Kementerian Pertahanan (Kemhan), dan Panglima TNI mengenai modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).

“Pada 8 Desember ini, Komisi I berencana mengundang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) untuk memerinci apa saja yang dibutuhkan untuk modernisasi alutsista,” kata Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin dalam rapat Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/11).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemenkeu hanya mampu mengucurkan dana sebesar dua triliun rupiah dari 11 triliun rupiah yang diminta Kemhan. Namun demikian, Kemenkeu berjanji mengucurkan kekurangan dana sebesar sembilan triliun rupiah dari pos APBN Perubahan 2011.

Pemanggilan KKIP oleh Komisi I DPR dipastikan akan membicarakan alutsista apa saja yang akan diprioritaskan pengadaannya dengan anggaran dua triliun rupiah. “Kemhan memiliki banyak pilihan pembelian, yakni F-16 yang ditawarkan Amerika Serikat maupun kebutuhan mendesak kapal selam untuk menjaga perbatasan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pada Januari 2011, Kemhan menargetkan selesai membahas alokasi anggaran modernisasi alutsista. Pembahasan alokasi anggaran alutsista dinilai penting agar di akhir tahun 2011 tak terdapat silpa atau sisa lebih anggaran karena tak dibelanjakan.

“Ada kabar baik bahwa pembicaraan APBN-P tidak dilakukan pada pertengahan tahun, tapi sudah dibahas sejak Januari,” katanya.

Koran Jakarta

AS Kirim Kapal Induk ke Korsel, Latihan Perang 28 November

 Fitraya Ramadhanny - detikNews



Reuters
Jakarta - Amerika Serikat sungguh serius untuk melindungi sekutunya, Korea Selatan. Mereka mengirimkan kapal induk mereka untuk latihan perang di lepas pantai sebelah barat Semenanjung Korea.

Hal ini ditegaskan Kementerian Pertahanan Korsel kepada kantor berita Yonhap seperti dilansir Reuters, Rabu (24/11/2010).

Kapal induk yang dikirim ini adalah USS George Washington yang bertenaga nuklir. Kapal induk ini membawa 75 pesawat tempur dan 6.000 tentara.

USS George Washington selama ini lego jangkar di pangkalan Angkatan Laut AS di Yokosuka, sebelah selatan Tokyo, Jepang. Kapal induk ini sudah bergerak menuju Korea pada Rabu pagi.

Pemerintah Korsel pun sudah menetapkan tanggal latihan perang gabungan dengan AS pada Minggu 28 November 2010 mendatang. Sedangkan AS selama ini pun sudah menempatkan 28.000 tentara di Korea Selatan.

Pengiriman kapal induk ini adalah tindak lanjut dari janji AS untuk melindungi Korsel. Presiden AS Barack Obama dalam hubungan telepon dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak mengatakan AS pasti akan melindungi sekutunya.

"AS tetap tegas dan berkomitmen penuh untuk membela sekutunya, Korea Selatan," kata Obama.
(fay/nrl)

DETIK

MENHAN RI: Indonesia Jepang Upayakan Tingkatkan Kerjasama Pertahanan



23 November 2010, Jakarta -– Kerja sama Indonesia dan Jepang sebaiknya tidak hanya pada sektor ekonomi namun diupayakan ditingkatkan pada sektor pertahanan, demikian disampaikan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, saat menerima kunjungan kehormatan dari anggota Senat Jepang, Yosuke Kondo, yang juga sebagai wakil Partai Demokrat Jepang di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Senin(22/11). Saat ini kerja sama yang dibangun antara Jepang dan Indonesia sebagian besar pada sektor energi, baik gas maupun pertambangan lainnya.

Lebih lanjut Menhan menyampaikan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Jepang sangat penting, disamping mengingat historis kedua negara pada masa Kemerdekaan. Saat ini Jepang telah membuka kesempatan kepada beberapa siswa militer Indonesia untuk belajar di Akademi Militer Yokoshuka Jepang.

Sebagai langkah konkret kerja sama tersebut, Kementerian Pertahanan Indonesia juga akan berkunjung ke Jepang pada waktu yang akan datang, dengan membawa dua agenda diantaranya terkait pembicaraan lanjut mengenahi rencana latihan bersama kedua negara dalam penanggulangan bencana yang akan digelar pada bulan Maret tahun 2011. Sedangkan agenda kedua adalah meresmikan patung PETA (Pembela Tanah Air), sebagai pendiri cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

Pada latihan penanggulangan bencana yang rencananya akan dilaksanakan di Sulawesi Utara dengan mengundang 27 negara ASEAN REGIONAL FORUM (ARF). Jepang pada acara tersebut akan bertindak sebagai Co Chair dan Indonesia sebagai tuan rumah, selanjutnya untuk kesuksesan kegiatan tersebut diperlukan pertemuan yang khusus membahas mekanisme pelaksanaan.

Pada akhir pertemuan, baik Menhan maupun Mr Yosuke sepakat bahwa pembangunan perbatasan masing-masing negara sangat perlu ditingkatkan dengan kehadiran patroli keamanan maupun pembangunan sektor ekonomi serta peran aktif masyarakat, sebagai upaya menangkal masuknya pihak asing yang bermaksud menguasai sumber daya alam yang ada di wilayah negara masing-masing, khususnya Migas.

Turut mendampingi Menhan, Karo Tata Usaha Laksma TNI Ir. Yuhastihar dan Karo Humas Brigjen TNI I Wayan Midhio, sedangkan mendampingi Mr Yosuke, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kojiro Shiojiri dan Atase Pertahanan Jepang untuk Indonesia Kolonel Sugimoto.

DMC

Tuesday, November 23, 2010

Kekuatan TNI Belum Dimanfaatkan Secara Optimal



23 November 2010, Jakarta -- Gelar kekuatan TNI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari kota-kota hingga ke pedesaan, belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Kementerian/Lembaga Pemerintahan non Kementerian (LPNK) maupun Pemerintah Daerah. Padahal, peran serta TNI dibutuhkan dalam melaksanakan prioritas percepatan pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Asisten Teritorial Panglima TNI Mayjen Suprapto, melalui makalahnya yang dibacakan Wakil Asisten Teritorial Brigjen Marinir Lukman Sofian dalam Pertemuan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) yang digelar di Markas Besar TNI Cilangkap, Selasa (23/11).

TNI sendiri, tutur Lukman, sesuai dengan Postur TNI telah merumuskan pembangunan kekuatan, kemampuan maupun gelar kekuatan yang disesuaikan dengan hakekat ancaman yang mungkin timbul baik dari dalam maupun luar negeri. "Tetapi kondisi gelar kekuatan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal," imbuhnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, saat ini Kementerian/LPNK sebagai pelaksana lembaga eksekutif yang menjalankan program dan kebijakan pemerintah dalam pembangunan di daerah, dalam implementasinya belum bekerja maksimal. Karena tidak semua Kementerian/LPNK memiliki badan pelaksana di daerah.

"Sehingga wajar apabila tidak dapat melaksanakan program pembangunan di daerah terisolir khususnya daerah rawan dan pulau terluar pada daerah perbatasan darat antarnegara," ujarnya.

Dalam kondisi seperti inilah diperlukan peran serta TNI. "Karena dalam tugas Operasi Militer Selain Perang diantaranya adalah memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya yang dilaksanakan secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta," katanya.

Untuk itu, diperlukan penguatan koordinasi di antara Kementerian/LPNK dan Pemerintah Daerah dengan TNI sehingga pelaksanaan prioritas percepatan pembangunan akan lebih mudah dicapai.

Menurut dia, sebenarnya ada dua hal yang bisa dijadikan landasan untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dalam pembangunan tersebut. Yakni kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025, sebagai arah pembangunan nasional.

"Kebijakan itu menjadi pedoman, sehingga dapat melaksanakan kerjasama antara Pemda dengan unsur TNI di daerah dalam membantu pelaksanaan percepatan pembangunan daerah," tuturnya.

Selain itu, Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2010 tanggal 19 Februari 2010 tentang program percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional, juga menguatkan program kegiatan optimalisasi peran TNI. "Karena sangat signifikan terhadap kegiatan seperti hal pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, lingkungan hidup dan pengelolaan bencana," imbuhnya.

Ia mencontohkan, kerjasama yang sebenarnya bisa dilakukan antara lain dengan Kementerian Kehutanan dalam mengatasi kerusakan hutan dan mencegah kebakaran hutan, kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam hal penyelamatan sumber daya laut dan pengelolaan tambak dan hasil laut. Dan BNPP dalam hal pelatihan dan penanggulangan bencana alam.

"Kerjasama juga perlu ditingkatkan dengan menyinergikan program, yang diprioritaskan di daerah perbatasan darat, pulau-pulau terpencil dan terluar serta daerah rawan konflik," tutupnya.

MI