Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, November 13, 2010

RI-China Bahas Kerja Sama Industri Pertahanan

RI-China Bahas Kerja Sama Industri Pertahanan
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia akan membahas lebih rinci mekanisme dan sistem kerja sama industri pertahanan dengan China yang dirintis kedua negara sejak lama.

"Kami masih akan membahas lebih rinci mekanisme dan sistem yang akan dijalankan dalam kerja sama industri pertahanan antara Indonesia-China," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjawab ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Ia menuturkan, masih perlu banyak penyesuaian antara kedua negara untuk dapat melakukan kerja sama industri pertahanan dengan sebaik-baiknya atas dasar saling percaya, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.

Wamenhan menuturkan, secara umum Indonesia dan China sepakat untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara diberbagai bidang termasuk pertahanan dan keamanan seperti yang tertuang dalam kemitraan strategis yang disepakati kedua pihak pada 2005.

Selain itu, Indonesia dan China memiliki kesepakatan kerja sama pertahanan yang ditandatangani kedua menteri pertahanan pada 7 November 2007. "Namun, seluruh kesepakatan itu harus dipertajam lagi aturan mainnya, mekanismenya, sistem yang yang akan dijalankan seperti apa. Ini yang terus akan dibicarakan antara kedua pihak secara berkesinambungan," tutur Sjafrie.

Pada kesempatan terpisah, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, segala kemungkinan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan China akan terus dijajaki.

"Namun, Indonesia mengharapkan agar kerja sama industri pertahanan kedua negara itu dapat mendukung pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri. Karena itu target kami saat ini yakni membangkitkan kembali industri pertahanan nasional," katanya.

Indonesia menjalin kerja sama industri pertahanan dengan beberapa negara semisal dalam bentuk produksi bersama.

(R018/N002/S026)
Antara

Iran says ready to test domestic air defense system similar to S-300


S-300 air defense missile systems
15:14 10/11/2010
© RIA Novosti. Dmitri Korobeynikov
Iran is set to test-fire a domestically-designed air defense system similar to the Russian S-300 after Russia refused to fulfill a delivery contract, the IRNA news agency said on Wednesday.
Russia signed a deal to deliver five battalions of S-300PMU-1 air defense systems to Iran in 2007 but banned the sale in September, saying the systems, along with a number of other weapons, were covered by the fourth round of sanctions imposed by the UN Security Council against Iran over its nuclear program in June.
"We had plans to purchase the S-300 from Russia as part of our agenda to meet some of our security needs, but under pressure from the United States and Israel, [Russia] refrained from delivering the defense system to our country," Brig. Gen. Mohammad Hassan Mansourian said.
"[Missile defense] systems similar to S-300 will soon undergo test firing and field modification while other long-range systems are also being designed and developed," Mansourian said.
The general also said Iran's air defenses would soon be strengthened with a new generation of Mersad and Shahin missiles.
The advanced version of the S-300 missile system, called S-300PMU1, has a range of over 150 kilometers (over 100 miles) and can intercept ballistic missiles and aircraft at low and high altitudes, making it an effective tool for warding off possible air strikes.
Russia has delivered 29 Tor-M1 short-range air defense missile systems to Iran under a $700-million contract signed in late 2005. Russia has also trained Iranian Tor-M1 specialists, including radar operators and crew commanders. The S-300 system is significantly superior to the Tor-M1.
MOSCOW, November 10 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Russian arms exporter to take part in INDO Defence 2010 Expo&Forum


Russian arms exporter to take part in INDO Defence 2010 Expo&Forum
03:03 10/11/2010
© RIA Novosti. Anton Denisov
Russia will present a large number of military equipment and technologies during the INDO Defence 2010 Expo&Forum due in Indonesia on November 10-13, state-run arms exporter Rosoboronexport said. "Today the potential for developing military and technical cooperation between Russia and Asia-Pacific countries is very big: this arms market remains quite capacious, and Russia offers the entire spectrum of the most advanced weapons and military equipment," the company said in a press release.
"We are talking about aviation equipment (Su (Sukhoi), MiG (Mikoyan) and Il (Ilyushin) planes, Mi (Mil) and Ka (Kamov) helicopters, various weaponry and equipment for them), as well as about navy and armored equipment, weaponry for special forces, ammunition... and many other equipment that Asia-Pacific countries need," the statement said.
Russia's new generation advanced military aircraft trainer Yak-130s, which attracts special attention around the world, will also be presented at the exhibition, along with Tor, Buk, S-300 and Igla missile systems, the document said.

MOSCOW, November 10 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Russia to showcase advanced weaponry at arms show in Indonesia


BMP-3 is one of the exhibits to be presented at an upcoming biennial arms show in Indonesia
03:12 04/11/2010
© RIA Novosti. Alexei Kudenko

Nine Russian defense companies will exhibit various types of sophisticated weaponry at an upcoming biennial arms exhibition in Indonesia, the Russian Federal Service for Military-Technical Cooperation said.
Indo Defense 2010 Expo & Forum will be opened on November 10 in Jakarta to host over 400 exhibitors from 38 countries until November 13.
"Russia will exhibit various types of advanced equipment for the Ground Forces, the Air Force, air defense, the Navy, special forces, electronic warfare, military medicine and combat training," the service said in a statement on Wednesday.
Russia exports weaponry to over 100 countries.
Its main arms customers are India, Indonesia, Algeria, China, Venezuela, Malaysia and Syria. Vietnam also emerged as a key importer after it signed a deal to buy submarines, aircraft and other military hardware from Russia late last year.
Russia's arms exports are expected to hit an all-time high of over $10 billion in 2010.

MOSCOW, November 4 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Produsen Alutsista Indonesia Tampilkan Produk-produk Baru di Indodefence 2010 (2)


13 November 2010

Wahana Subskimmer Angkatan Laut (photo : Defense Studies)

Matra Laut

R&D Angkatan Laut kali ini menampilkan hasil risetnya berupa subskimmer, wahana ini dapat dipakai di permukaan air maupun menyelam, cocok digunakan untuk operasi pasukan khusus. Wahana dengan panjang 5,5m ini mampu membawa 4 personil dan mempunyai kecepatan 20 knot di permukaan air dan 2-4 knot ketika digunakan untuk penyelaman.

LCAC Kartika yang mampu membawa beban 3 ton (photo : Defense Studies)

Angkatan Darat menampilkan kapal pendarat berbantalan udara (LCAC) tipe hovercraft dengan nama Hovercraft Kartika. Kapal dengan panjang total 14,2m merupakan kapal pendarat hovercraft terbesar milik Angkatan Darat. Wahana ini mampu mengangkut beban 3 ton. Kecepatan jelajah wahan ini 20-25 knot, dengan kecepatan maksimal 30 knot.

Kapal PKR-105 kerjasama bareng dengan Damen Schelde (photo : Defense Studies)

Guided Missile Escort PKR 105 menjadi primadona pada pameran ini. Penunjukan Damen Schelde sebagai mitra PT. Pal untuk membuat kapal ini pada bulan Agustus lalu akan segera diikuti kontrak dengan Kementrian Pertahanan. PKR 105 akan menjadi kapal paling canggih dan modern di armada tempur Angkatan Laut.

KCR-40 yang sedang dikerjakan oleh Palindo - Batam (photo : Defense Studies)


Kapal Cepat Rudal 40 meter ditampilkan oleh 2 perusahaan yaitu PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Pal. Palindo sebagai perusahaan galangan kapal yang berlokasi di Batam saat ini sedang mengerjakan KCR 40 pesanan Angkatan Laut. Kapal ini sudah mengadopsi desain stealth, bentuk radar navigasi yang menjulang tinggi mengingatkan kita pada kapal-kapal milik Angkatan Laut Singapore. Kapal dengan panjang 43 meter ini sanggup dipacu dengan kecepatan 27-30 knot.


LST-117 rancangan PT. Pal (photo : Defense Studies)
Ada 2 tipe miniature kapal pendarat tank dengan panjang 117 meter yaitu LST 117 yang dirancang oleh PT. Pal dan yang dirancang oleh PT. Dok Kodja Bahari. Perbedaan yang terlihat nyata pada LST yang dirancang mampu mengangkut helicopter ini adalah penempatan sekoci di bodi samping. Pada disain Pal sekoci diletakkan atas-bawah sehingga bodi kapal menjadi terlihat tinggi, sedangkan disain DKB sekoci diletakkan muka belakang. Kecepatan kapal ini berkisar 14-16 knot.

Riset dan Kerjasama

Berbeda dengan kontrak pengadaan 4 korvet Diponegoro class yang telah selesai dikerjakan oleh Damen Schelde maka dalam pembuatan kapal PKR-105 ini Damen akan bekerja sama dengan PT. Pal dan memberikan transfer teknologi pembuatan kapal tersebut kepada Indonesia.
Pindad-Tatra sepakat untuk bekerjasama (photo : Defense Studies)
Pindad ternyata juga telah bekerjasama dengan Tatra pemasok truk dari Ceko. Seperti diketahui, Marinir telah menggunakan truk Tatra 813 8x8 GRAD dan truk 6x6 Tatra 810 untuk mengangkut amunisi roket tersebut. Kedua logo perusahaan ini ditampilkan bersama secara mencolok.

Kerjasama Pindad dengan FNSS yang ditandatangani pada bulan Juni 2010 untuk produksi kendaraan roda rantai belum menghasilkan prototipe yang dapat dibawa pada pameran ini.

INTI saat ini berhasil menggandeng Harris Corporation untuk pengadaan alat komunikasi bagi Angkatan Darat. Dalam tender pengadaan alat komunikasi ini akan terjadi persaingan dengan perusahaan saudara yaitu LEN yang memilih bekerjasama dengan Thales.

Telemetri roket D230 (photo : Defense Studies)
LEN baru saja sukses melakukan kerjasama dengan LAPAN dalam membuat sistem telemetri roket D230, sehingga ujicoba roket yang dilakukan dapat diikuti kecepatannya, arahnya dan ketepatannya secara real time.

(Defense Studies)

Misil Tercepat Produksi India


0diggsdigg


Rudal BRAHMOS

KOMPAS.com - India, negeri yang selama ini dikenal dengan film dan tariannya, ternyata juga handal dalam industri pertahanan. Negeri ini mampu menciptakan misil yang bisa mengalahkan missil-missil lain produksi negara maju.

"Missil Brahmos, itu nama misil produksi kami. Keunggulannya, misil kami merupakan missil supersonic tercepat di dunia sekaligus dengan akurasi yang tinggi. Kecepatannya bisa mencapai 1km/detik," kata Praveen Pathak, Addl GM (Marketing Promotion) Brahmos Aerospace, perusahaan yang memproduksi missil ini dalam pameran Indo Defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Dibandingkan dengan misil subsonic yang dipasarkan saat ini, misil buatan India ini mampu bergerak lebih cepat 3 kali lipatnya. Selain itu, jarak tempuh yang bisa diraih juga bisa mencapai 2,5 - 3 kali lipat dari misil subsonic. Dan yang paling penting, daya hancur misil ini bisa mencapai 9 kali lipat dari misil subsonic populer dunia.

Pathak mengatakan, "Keunggulan lain dari misil ini adalah kemampuannya untuk diinstal dimana saja, mulai helicopter, pesawat, kapal hingga kapal selam." Selain itu, sistem kendali misil mampu melaksanakan Salvo Firing atau penembakan serentak, target Assignment atau penugasan target dan memastikan sekelompok target baik di darat maupun di laut. Salvo pada 9 proyektil dapat menembus dan menghancurkan kelompok kapal musuh terdiri dari tiga fregat dengan pertahanan anti misil modern.

Misil-misil yang akan diluncurkan diinstal di dalam alat luncur. Misil tersebut akan dikirim lengkap dengan daya pendorongnya di dalam Transportation and launch Conister (TLC). Misil versi udaranya dimodifikasi sehingga memiliki berat yang lebih ringan tetapi lebih kuat selama proses peluncuran.

Menurut Pathak, misil tercepat produksinya ini berbiaya murah jika dilihat dalam jangka panjang. "Harga misil pada awalnya mungkin tak jauh berbeda dengan misil lain. Tapi, biaya perawatan misil ini jauh lebih murah. Anda hanya perlu maintenance misil selama sekali dalam tiga tahun, berbeda dengan misil lain yang menuntut perawatan secara terus-menerus," kata Pathak.

Brahmos Aerospace yang memproduksi misil ini sendiri merupakan perusahaan joint venture antara Rusia dan India. Namun, seluruh pengembangan teknologi, proses produksi, tenaga kerja damn tempat produksi berasal dan dilakukan di India.

"Kami memilih Rusia karena mereka memiliki pengalaman dalam soal mesin, sementara kami memiliki pengalaman dalam soal sistem sehingga kami akan mampu memproduksi misil yang paling baik," kata Pathak. Joint Venture sendiri sudah dimulai pada tahun 1998 dan pada tahun 2005 berhasil meluncurkan produk ini.

Secara umum, misil ini unggul karena jarak tempuh yang jauh, garis lengkung arah peluru yang lebar, dilengkapi dengan anti pertahanan kapal perang serta energi kinetik yang terpasang yang membantu daya rusak kapal.

Sumber: KOMPAS

Industri Alutsista RI Bisa Jadi Basis Dunia


0diggsdigg


Kendati industri alutsista kini meredup, Menhan RI Purnomo Yusgiantoro optimistis, industri pertahanan Indonesia mampu menjadi basis produksi industri pertahanan dunia.

INILAH.COM, Jakarta - Kendati industri alutsista kini meredup, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro optimistis, industri pertahanan Indonesia mampu menjadi basis produksi industri pertahanan dunia.

Industri alutsista (alat utama sistem senjata) Indonesia sempat mengalami kejayaan di era 1980an hingga 1990an, sebelum akhirnya meredup akibat krisis ekonomi 1998 dan

krisis ekonomi global tahun lalu. Namun, Purnomo yakin, Indonesia masih bisa sejajar dengan asing.

Saya yakin, melalui Indodefence 2010 kali ini, tamu-tamu dari angkatan bersenjata negara-negara sahabat bisa melihat bagaimana industri pertahanan Indonesia bisa sejajar dengan mereka, ujar Purnomo, di sela di Seminar Indodefence 2010 bertema Empowering Indonesia's Defence Industries to Increase National Defence Capabilities, Kamis (11/11), di JIExpo, Jakarta.

Purnomo mengatakan bahwa sistem komunikasi menjadi kunci suksesnya penanganan bencana. Berikut wawancara lengkapnya.

Bagaimana industri alutsista Indonesia saat ini?

Kita (Kemhan) baru saja membuat KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan). Organisasi ini akan mengatur mengenai industri alutsista kita. Saya menjabat sebagai Ketua KKIP, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin jadi Sekretaris KKIP Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin. Yang jelas kita ingin Indonesia bisa menjadi basis produksi persenjataan dunia.

Kapan KKIP mulai bekerja?

Kita sudah mulai dan saat ini kita sedang membuat road map hingga nantinya pada 2024 indonesia memiliki basis produksi industri pertahanan yang kuat. Road map ini akan kita bagi selama lima tahun untuk evaluasi. Kita juga akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk joint operation dengan tiga Badan Usaha Milik Negera Indusri Pertahanan (BUMNIP), seperti PT Pindad, PT PAL dan PTDI masih mengembangkan joint operation melalui order komponen yang bersifat spesifik. Misalnya, PT PAL menjalin kerja sama dengan industri dalam negeri dan luar negeri.

Terkait bencana alam yang terjadi di tanah air, bagaimana langkah Kemhan dan TNI untuk penanganan bencana alam?

Sesuai Undang-Undang (UU) TNI No. 34 tahun 2004, dimana di dalamnya ada 14 item, disebutkan bahwa tugas utama TNI untuk operasi militer selain peran adalah penanganan bencana alam. Pada pertemuan ASEAN Plus di Hanoi, Vietnam, kemarin, dimana Kemhan dari semua negara di ASEAN sepakat bahwa pertahanan di tiap-tiap negara saat ini meliputi lima area, yaitu maritime security (kemanan maritim), peacekeeping (pemeliharaan perdamaian), humanitarian disaster relief (penanganan bencana alam), dan military medicine (penanganan medis militer).
Jadi selain mempertahankan kemanan negara, TNI juga bertanggung-jawab untuk penanganan bencana alam. TNI selalu masuk ke daerah bencana untuk pertama kali dan membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

Apa kendala TNI untuk penganganan bencana alam di Kep. Mentawai dan Gunung Merapi?

Kami melihat pentingnya alat komukasi wilayah (Alkomwil). Di Mentawai, kami akui adanya kesulitan untuk alat komunikasi di sana. Jadi kami juga sedang bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengembangkan alat komunikasi khusus penanganan bencana. Untuk daerah kepulauan memang dibutuhkan radio satelit, tapi kita akan mengembangkan alat komunikasi yang bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Oleh karena itu kita berusaha bekerjasama dan membuat alat komunikasi yang efisien.

Selain komunikasi, apalagi masalah di lapangan?

Kami juga berusaha menangani masalah alat-alat kesehatan atau medis. Kami juga terus mencoba mengembangkan untuk membuat rumah sakit sementara yang mudah untuk didirikan, serta sanitasi yang sangat diperlukan korban bencana alam atau pengungsi.

Apa harapan Anda untuk industri alat-alat pertahanan dalam negeri?


Kami ingin Indonesia bisa menjadi basis produksi untuk industri senjata dan pertahanan. Setelah krisis ekonomi 1998 dan krisis ekonomi global tahun lalu, industri pertahanan kita memang. Tapi saya yakin, melalui Indodefence 2010 kali ini, tamu-tamu dari angkatan bersenjata negara-negara sahabat bisa melihat bagaiamana industri pertahanan Indonesia yang bisa sejajar dengan mereka.

Sumber: INILAH

Menhan : SEJUMLAH NEGARA TAWARKAN HIBAH HERCULES KE INDONESIA


0diggsdigg

Hercules C-130 J Milik AU Norwegia

Jakarta, 12/11/2010 (Kominfo-Newsroom) Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui banyak tawaran hibah pesawat angkut jenis Hercules C130 untuk TNI dari sejumlah negara. Namun, harus dipilah-pilah kondisi pesawatnya guna menghindari biaya tinggi.

"Kita sudah cek di beberapa negara itu, wah itu parah sekali, kalau masih memungkinkan tidak apa-apa, tapi kalau ongkos lebih mahal tidak usah," katanya di Jakarta, Jumat (12/11).

Menurut Purnomo, semua itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran, sehingga perlu pertimbangan kuantitas dan kualitasnya. Persoalan hibah menghibah tidak bisa sembarangan. "Kita lihat dulu kondisi pesawatnya, kalau rusak berat kan juga nggak bisa," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan tawaran hibah hercules bukan hanya dari Amerika saja, tapi Jadi Norwegia dan Australia. Dia mencontohkan Australia menawarkan hibah ke Indonesia tapi itu menunggu pesawat barunya C130 seri C datang. Jadi ada proses selama menunggu sembari proses birokrasi juga harus dipenuhi.

Menurutnya, proses pembicaraan hibah sudah ada dari tingkat paling tinggi hingga ke menteri. Proses dilakukan petahapan. "Aturannya memang begitu. tidak mudah, memang, tapi terus kita percepat," ujarnya.

Lebih lanjut Purnomo mengatakan pihaknya juga sudah berbicara mengenai operasi perang dan non perang untuk membantu bencana alam. Dicontohkan KRI Suharso sebagai kapal jenis landing platform dock (LPD) efektif untuk operasi kesehatan di daerah. "Tahun depan akan kita pakai di Wakatobi. Tapi KRI Suharso peralatannya minim, sehingga kita katakan mau nggak Menteri Kesehatan dan Menteri Kesra mengajukan ke Menteri Keuangan, " ujarnya.

Jika itu dapat di-share, ujarnya, KRI Suharso bisa pakai untuk operasi kesehatan dalam bakti sosial dalam Sail Wakatobi mendatang.

Sumber : KOMINFO

Anis: TNI Belum Perlu Pesawat Tempur


0diggsdigg


Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Anis Matta menilai, saat ini yang diperlukan bagi TNI adalah pesawat angkut untuk misi kemanusiaan.

"TNI belum butuh pesawat tempur, tapi pesawat angkut, untuk misi kemanusiaan, membantu mengangkut bantuan kepada korban bencana, mengangkut personel TNI dan relawan," kata Anis di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, meskipun ada bantuan hibah dari pemerintah Amerika Serikat terkait pesawat tempur F-16, sebaiknya TNI memikirkan kembali.

"TNI sebaiknya selektif dan memilih yang lebih penting, apalagi Indonesia sedang banyak mengalami bencana," kata dia.

Adanya respons positif dari Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono terkait bantuan AS itu, menurut Anis, tak lebih bertujuan memperbaiki hubungan Indonesia dengan AS.

"Saya melihat kontek respons Panglima TNI karena untuk memperbaiki hubungan kedua negara," kata Anis.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pemerintah belum memutuskan akan menerima hibah pesawat tempur F-16 sebanyak 24 unit dari Amerika Serikat atau tidak, karena perlu kajian secara luas.

"Kita akan kaji ulang. Kita belum sampai pada satu keputusan. Jadi yang kita lihat sekarang adalah efektivitas dari F-16 itu sendiri," kata Purnomo.

Menurut dia, hibah pesawat tempur F-16 ini harus dipertimbangkan matang, dan dengan kalkulasi yang tepat. Pasalnya jika pesawat yang dihibahkan jenis blok 15 yang sama dimiliki TNI, maka harus di-upgrade. Itupun kemampuannya di bawah F-16 yang paling baru dengan jenis blok 53.

"Semakin tinggi kita upgrade, semakin tinggi ongkosnya. Kita hitung-hitungan sekarang. Kita mesti lihat dari spesifikasi teknis, dari spesifikasi ekonomisnya. Sudah pas atau belum dengan rencana kita," kata Purnomo.

Dia mencontohkan TNI AU memiliki 10 unit F-16. Jika dibeli lagi 6 unit baru menjadi satu skuadron penuh. "Maka perlu hitung-hitungan apakah jenis lama dan baru apakah upgrade semua ke blok yang lebih tinggi. Hitung-hitungan seperti itu yang sedang kita bicarakan."

Menurut Purnomo, hibah pesawat F16 tersebut perlu satu proses yang tidak bisa cepat karena ini di bawah item yang dinaungkan dalam Access Defence Article.

Sumber: YAHOO

AS Lockheed Martin Up grade F16 TNI AU Russia Upgrade Sukhoi TNI AU


Departemen Pertahanan Indonesia dalam beberapa bulan ke depan harus membuat keputusan pada meningkatkan F-16 tahun 2011-2012, menurut Flightglobal. Saat ini, TNI AU mempunyai sepuluh pesawat ini, jam penerbangan yang tersisa yang berjarak sekitar empat ribu jam. Jika keputusan untuk upgrade akan dibuat, biaya perawatan termasuk penyediaan peralatan yang diperlukan akan sekitar $ 150 juta.

Modernisasi F-16 TNI AU sekitar satu tahun. Agaknya, pekerjaan akan dilakukan di Indonesia, dan pemasok peralatan yang diperlukan untuk upgrade akan berbasis di AS Lockheed Martin. Akibatnya, meningkatkan lifetime pesawat akan meningkat menjadi delapan ribu jam terbang, dan karakteristik pesawat tempur akan dibandingkan dengan yang di versi terbaru F-16. Sementara itu, Lockheed Martin mengharapkan untuk menjual Indonesia baru enam F-16 50 / 52 Blok.

Menteri Pertahanan Indonesia telah berbicara Lockheed Martin tentang program memperpanjang masa operasional C-130B / H Hercules. Saat ini, TNI mempunyai 32 pesawat. Program untuk memodernisasi pesawat tempur dan transportasi diterapkan secara paralel.

Pada awal Oktober 2010 Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro Indonesia telah mengumumkan bahwa lima tahun mendatang akan dihabiskan untuk pembelian pesawat dan helikopter untuk TNI AU dan TNI AD 150 T(16,8 miliar dolar). Seperti yang diharapkan, dua-pertiga dari jumlah ini akan dialokasikan dari APBN, sedangkan sisanya dari uang Departemen Pertahanan Indonesia mengharapkan untuk menerima dalam bentuk pinjaman. Sebagian dari dana tersebut akan dihabiskan untuk upgrade pesawat yang ada.

Perlu dicatat bahwa banyak F-16 dan C-130 TNI AU yang memerlukan perbaikan dan modernisasi. Pada tahun 1992 Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Indonesia, mengakhiri kerjasama militer-teknik dengan negara. Pada tahun 1999 sanksi diperketat sebagai hasilnya, Indonesia telah kehilangan kesempatan untuk membeli di pasar luar negeri suku cadang yang dibutuhkan untuk memperbaiki pesawat dari AS. Sebagai hasilnya, F-16 dan C-130 TNI AU banyak yang tidak bisa terbang.

Sanksi tersebut dicabut di Indonesia pada tahun 2005, membuat negara mampu melakukan perbaikan kecil pesawat tertentu.

Pada akhir September tahun ini, Purnomo mengatakan bahwa dalam 20 tahun ke depan, Indonesia berencana membeli 180 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia. Dari pesawat ini akan terbentuk sepuluh skuadron. Saat ini, pesawat tempur sukhoi mempunyai sepuluh Sukhoi yaitu dua Su-30MK, tiga Su-30MK2, Su-27SK dua dan tiga Su-27SKM. Dalam waktu dekat TNI AU akan meng-upgrade ke versi pesawat MC dan SC dari MK2 dan SCM. Pada pertengahan September, selain itu Indonesia akan berniat untuk membeli enam lebih Sukhoi Su-30MK2.

Sumber: Lenta / maju indonesiaku

Friday, November 12, 2010

Kemenhan Akan Memproses Hibah Hercules Dari Australia



Hercules C-130H milik RAAF Australia

JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan memproses tahapan hibah pesawat C-130 Hercules dari Australia. "Ya sedang kita proses semua tahapannya, karena meski itu pesawat milik Angkatan Udara Australia tetapi hibah itu harus ada izin dari Kementerian Pertahanan AS," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Jumat (12/11).

Kepada ANTARA, Purnomo mengemukakan, Angkatan Udara Australia berencana akan mengganti pesawat angkut C-130 Herculesnya dari tipe H dengan tipe J.

"Hercules lama sebelum dihibahkan harus dilaporkan dan dikembalikan ke AS (sebagai produsen). Dan ini perlu proses panjang. Setelah selesai, Australia juga masih menunggu pengganti pesawatnya tiba yakni tipe J," ungkap Menhan.

Jika pesawat baru yakni Hercules tipe J belum diterima, kata dia, maka Australia juga belum bisa menghibahkan Hercules lamanya kepada Indonesia.

Populasi Hercules yang dimiliki TNI Angkatan Udara tercatat 21 unit yang kini dioperasikan di Skuadron Udara 31/Halim Perdanakusuma dan Skuadron 32/Abdurahman Saleh. Khusus di Skuadron Udara 32 dari 11 unit Hercules yang dioperasikan, hanya enam yang dinyatakan siap. Sisanya masih menjalani masa pemeliharaan rutin.

Sumber : ANTARA

Produsen Alutsista Indonesia Tampilkan Produk-produk Baru di Indodefence 2010 (1)

Panser 6x6 Anoa V2 dengan kemampuan amfibi (photo : Defense Studies)
Indodefence 2010 merupakan pameran pertahanan tingkat internasional ke-4 yang diadakan oleh Indonesia. Pada pameran kali ini sekaligus digabungkan dengan hajatan IndoMarine dan IndoAerospace. Pameran kali ini berlangsung dari tanggal 10-13 November 2010 di JIExpo Kemayoran-Jakarta.

Matra Darat
SS2 versi bullpup (photo : Defense Studies)

Dalam pameran kali ini Pindad menampilkan produk baru berupa varian senapan SS2 bullpup, serta amunisi tipe besar. Tidak ketinggalan panser 6x6 Anoa dalam beberapa varian yaitu APC, Kanon, Komando, ARV, Pengangkut Amunisi, Pengangkut BBM, Ambulans, dan Mortar Carrier. Seri V2 juga diluncurkan dengan varian amfibi ditampilkan pula miniatur panser Anoa V2 yang dilengkapi RCWS (Remotely-Controlled Weapon Systems).

RHan-122 beserta kendaraan peluncur gerak sendiri dan ditarik (photo : Defense Studies)

Roket pertahanan RHan 122 yang baru saja sukese diuji coba di Batujajar juga ditampilkan berikut kendaraan peluncurnya berupa Landrover (self propelled) ataupun towed. Roket yang digunakan oleh TNI AL ini akan segera memasuki produksi massal.
P4x4-kendaraan taktis 3/4 ton rancangan PT. Pindad (photo : Defense Studies)

Kendaraan taktis ¾ ton 4x4 yang saat ini sedang bersaing dan akan diproduksi 300 buah kesemuanya ditampilkan dalam pameran yaitu P4x4 buatan Pindad, Gudel dari Pacific Technology bekerjasama dengan AIPO, Land Rover dan Jeep J-8. Belum ada pengumuman resmi mengenai hasilnya.
Gudel-kendaraan taktis 4x4 rancangan PT. Pacific Technology (photo : Defense Studies)


Pindad juga bersiap untuk segera memproduksi kendaraan taktis 4x4 Arwana. Kendaraan yang sepintas mirip Daewoo-Barracuda ini akan dipakai oleh Brimob (brigade Mobil) Kepolisian Indonesia.

Matra Udara


CN-235NG dengan beberapa perubahan dari versi awal (photo : Defense Studies)
PT. Dirgantara Indonesia menampilkan miniatur CN-235NG, perbedaan utama dibanding pendahulunya ada pada tiga hal yaitu penghilangan rampdoor, tambahan wingtip di ujung sayap, dan pembenahan avionic. Dengan adanya perubahan tersebut bobot pesawat menjadi berkurang dan kecepatan semakin bertambah, sebaliknya konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.
Bumblebee-Helikopter serang berbobot ringan (photo : Defense Studies)
Ditampilkan pula miniatur heli serang untuk Angkatan Darat dengan nama Bumblebee. Heli serang dengan MTOW 2500 ton ini mengambil dasar dari heli ringan Bo-105.

Beberapa jenis Target Drone tipe sedang juga dipamerkan, wahana ini telah beberapa kali diuji coba oleh Angkatan Darat dan dinyatakan berhasil dengan baik.

(Defense Studies)

Malaysia Berminat Tambah Panser Pindad

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Malaysia berminat untuk menambah pembelian panser "Anoa" buatan PT Pindad.
Ditemui usai menyematkan Bintang Kehormatan Yudha Dharma Utama kepada Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja, di Jakarta, Jumat (12/11), Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, permintaan Malaysia itu akan diproses lebih lanjut.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menandatangani kontrak pembelian 32 unit panser "Anoa" buatan PT Pindad.

"Ini menunjukkan bahwa industri pertahanan nasional kita juga telah mampu bersaing dengan produk serupa dari negara lain. Untuk itu dalam `Indo Defence` 2010 ini kita fokus pada kerja sama industri pertahanan nasional dengan sejumlah negara, dalam rangka memodernisasi persenjataan TNI," kata Menhan.

Pengganti Condor

Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid pada saat berkunjung ke pameran Indo-Defence Kamis (11/11) kemarin menyatakan bahwa Malaysia tengah mengkaji rencana pembelian Anoa dari Indonesia untuk menggantikan kendaraan tempur (ranpur) Condor miliknya.


Condor IFV buatan Deftech-Malaysia

"Angkatan Tentera Malaysia (ATM) sedang mengevaluasi penggunaan ranpur baru termasuk panser Anoa dari Indonesia untuk diterjunkan sebagai sarana pendukung tentera yang tergabung dalam pasukan keamanan PBB di Libanon selatan", ungkapnya.

Zahid juga mengatakan Malaysia merupakan salah satu negara pengguna produk Indonesia seperti pesawat angkut CN-235, belia berharap negara-negara ASEAN bisa membentuk kemitraan cerdas untuk mengurangi ketergantungan senjata pada Barat. Menurutnya negara-negara di Asean paling tidak mengimpor senjata tidak kurang senila US$ 25 miliar dari Eropa dan Amerika.

Sumber : ANTARA/ BERNAMA

PT PAL Rancang Kapal Cepat Rudal 43 Meter


(Foto: Berita HanKam)

12 November 2010 -- PT. PAL merancang Kapal Cepat Rudal (KCR) berukuran panjang keseluruhan 43 meter dan lebar 8 meter, dapat membawa 25 orang. Kecepatan maksimal KCR 30 knot dan kecepatan jelajah 18 knot.

KCR dilengkapi sistem kontrol senjata, sepucuk meriam 40 mm dan dua rudal permukaan serta dua pucuk senapan mesin 12,7 mm.

KCR dapat dilengkapi juga Electronic Support Measure (ESM) dan radar pengawas.

KCR 43 meter rancangan TNI AL dan PT Palindo Marine Shipyard lebih mematikan persenjataannya dibandingkan rancangan PT PAL. Belum dapat dikonfirmasikan TNI AL akan memesan KCR ini.

Berita HanKam

the Habibie Theorem

Do you have travel with plane ? I think all of you have traveling with plane, who know finder of Crack propagation at plane of hypersonic which used for world standard of plane construction. The finder of crack propagation theory is Prof. Dr. Ing.- Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie or known as Habibie with Habibie Theorem, Habibie Factor and Habibie Method. Habibie have complete design and construct N 250 (Gatot Kaca) Plane with Fly-by-Wire technology for 50 – 50 passanger

Habibie and Plane

The 3rd President of Indonesia
N 250 (Gatot Kaca)
N 2130

Prof. BJ habibie

Habibie Projects

He also contributed for some design and contruction plane :
Fokker F 28
Transall C – 130 ( military transport )
Hansa Jet 320 ( executive jet )
Air Bus A – 300
Transport plane DO – 31(plane with landing and take off by vertical technology)
CN – 235 collaboration with CASA Spain
Panser 6X6 made by Pindad
In China, 1992, Habibie win Theodhore van Karman Award from International Council for Aeronautical Sciences. He also members of The National Academy of Engineering (USA), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences, Royal Aeronautical Society (England), Academic Nationale de I’airet de I’Espace (France) and honorary member of Gesellschaft Fuer Luft Und Raumfahrt (west germany).
Habibie born in Parepare, south sulawesi June 25,1936. He and his wife (Hj.Hasri Ainun habibie) have two son Ilham Akbar and Thareq kemal. Habibie career start from Indonesia to Germany and go back to Indonesia :
- 1954 : Study at Technology Institute of Bandung (Indonesia)
- 1955 – 1965 : Study at RWTH Aachen, West Germany
- 1960 : honorary Diploma ingineur with summa cum laude
- 1965 : honorary Doktor Ingineur with summa cum laude
- 1965 – 1969 : work at Messerschmitt – Bolkow – Blohm (MBB Hamburg) as chief
Research and Development Structure Analysis.
- 1969 – 1973 : as Chief division of Method and technology commercial plane and
military MBB.
- 1973 – 1978 : become Vice President plus Director of Technology at
MBB Hamburg.
- 1978 : as Senior Advisor for Technology in Board of Directors MBB
- 1979 – 1997 : become Research and Technology Minister at
Indonesia Government.
- 1998 : become Vice President of Republic Indonesia
- 1998 – 1999 : become 3rd President of Republic Indonesia
- 1999 – Now Founder and Advisor at HabibieCenter and ICMI(Indonesian
Muslim Intellectual Community).
“The basis of any modern economy is in their capability of using their renewable human resources. The best renewable human resources are those human resources which are in a position to contribute to a product which uses a mixture of high-tech.” (Sources : BBC: BJ Habibie Profile -1998.)

SOURCE :http://hubpages.com/hub/habibie

20 YEARS, THE APPLICATION OF TECHNOLOGY AND INDUSTRIAL TRANSFORMATION OF PT. DIRGANTARA INDONESIA 79)


B.J. Habibie
          When in 1974 the Government of Indonesia decided to boost the development of the aircraft industry as part of its national development program, a strategy for industrial transformation was progressively formulated. Indonesia's general policy for national development is focused on the three main goals of increasing basic capital, utilizing resources optimally for self reliance, and applying science and technology in conformity with demand and priority. The establishment of the presently known PT. Dirgantara Indonesia marked the initiation of the strategy for industrial transformation. This strategy, reformulated in the inaugural address of the author as an Honorary Fellow at The German Aeronautical Society, DGLR in 1978, in essence is aimed to develop the technological capability of Indonesia as a backbone for its national development appropriate to its socio-cultural setting in the modern word by starting from the end product and ending with its generic elements.

          The ultimate objective of the industrial transformation strategy is transforming the nation from an agriculturally based society into and industrial based society, and additionally, for PT. Dirgantara Indonesia, to achieve world wide recognition as a viable aircraft manufacturing company.

          The strategy for industrial transformation has been formulated in four strategic phases. This phases begins with the efforts to master skills necessary to manufacture and assemble an aircraft at its final stage of its production process that is from the sub to final assembly. The phase ends up with the effort to acquire basic science which form the back bone of the technology for aerospace industry.

          Phase One : Technology Acquisition through the transfer of existing technology to achieve an added value process, capitalizing on the acquisition of manufacturing capability of advanced technology product already in the market. The aim of this phase is to attain and develop skill and technological ability with regards to the technical aspects and the production of advanced products which have already been developed by advanced industrial countries. This phase has been successfully carried out at PT. Dirgantara Indonesia since 1976. The results are among others : Licensed program for fixed wing aircraft such as NC-212; Rotary wing aircraft such as NBO-105, Super Puma NAS-332, Nbell-412 and weapon system such as SUT torpedo and FFAR missiles.

          The first phase since then, continued to advanced aerospace component production. The results are among other, Component subcontract program from : Boeing for Boeing 737 and 767, General Dynamics for F-16 A/B, British Aerospace for Rapier, Fokker for Fokker-100, Hughes for Commercial Satellite HS-601 for Palapa C.

          Phase Two : Integration of acquired and existing technology into the design and production of completely new products to be introduced in the international market. This second phase emphasized the ability to design particularly the ability to integrate and optimize the design of components for a new system. The capability to test and certify newly designed products is also developed in this stage.

          CN-235 joint design production between PT.Dirgantara Indonesia (formerly IPTN) of Indonesia and CASA of Spain can be shown as a living example of this phase. This second phase since then, continued to the development of our own version of CN-235, such as CN-235-MIL equipped with advanced cockpit compatible with NVG (Night Vision Goggle) for tactical night flying capability, CN-235-MPA with integrated mission avionics and FLIR (Forward Looking Infra Red); modified NBO-105 with digital cockpit and EFIS (Electronic Flight Instrumentation System).

          Phase Three : Development of existing and new technology into the design and production of completely new products to be introduced in the international market. During this third phase, innovations will be introduced, and new technologies are created to produce the latest and most modern products based on market needs.

          At PT. Dirgantara Indonesia this phase is realized by a new subsonic commuter aircraft development program the N250. Which is plan to roll out on November 1994 and first flight expected at the first quarter of 1995. The third phase will be followed by a family of improved and modified N250 series and a newly design transonic commuter aircraft program, the N2130. All of these product will utilize the most state of the art aerospace technology.

          Phase Four : Acquisition of large scale basic research capability and the implementation of basic research as a key element in the introduction of competitive generic technologies. The aerospace industry, PT. Dirgantara Indonesia is the spearhead of other strategic industries, its program can be expected to spin-off to non aerospace program such as land and ship industries.


FOUR STRATEGIC PHASE OF INDUSTRIAL TRANSFORMATION OF PT. DIRGANTARA INDONESIA



*** 
SUMBER : WEBSITE PT DI

BI Siapkan Kebijakan untuk Arus Modal Asing

Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia menyiapkan sejumlah skenario kebijakan untuk mencegah terjadinya gejolak ekonomi akibat pembalikan arus modal asing yang masuk ke Indonesia.

"Kita punya banyak variasi skenario untuk menyiapkan diri atas kemungkinan terjadinya reversal (pembalikan) capital inflows," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya, di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, beberapa skenario itu, antara lain menetapkan kebijakan untuk menahan kepemilikan SBI lebih dari satu bulan atau lebih lama dibanding kebijakan yang berlangsung sekarang.

"Itu bisa saja dilakukan tergantung situasinya. Kita lihat saja perkembangannya," kata Budi Mulya.

Dijelaskannya, kondisi ekonomi global yang belum pulih mengakibatkan arus modal asing mencari negara-negara yang memberikan keuntungan besar yaitu di negara-negara emerging market termasuk Indonesia.

Sampai Oktober, porsi kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) mencapai Rp189,51 triliun atau 30,9 persen. Sementara porsi kepemilikan asing di SBI mencapai Rp70,87 triliun atau 31,5 persen.

Mengenai tingginya kepemilikan asing di SUN, Budi Mulya mengatakan, Bank Indonesia dan Pemerintah telah berkoordinasi untuk menjaga agar dana asing di SUN tidak membahayakan ekonomi nasional jika terjadi reversal.

"Kita telah berkoordinasi sebagai otoritas moneter dan fiskal. Itu merupakan concern bersama kita," katanya.

Sedangkan mengenai suku bunga BI (BI rate), menurut Budi Mulya, penetapannya tergantung ekspektasi inflasi ke depan. "BI confident pencapaian target inflasi," katanya.

BI, Kamis, menghentikan sementara lelang SBI tiga bulan. Selain untuk mengarahkan penyerapan ekses likuiditas ke instrumen yang lebih panjang, kebijakan ini juga untuk membatasi kepemilikan asing.

Untuk mengganti SBI tiga bulan, BI melakukan lelang instrumen Term Deposit (TD) tiga bulan yang tidak bisa dimiliki oleh asing karena tidak dijual di pasar sekunder dan hanya berupa transaksi antara BI dan perbankan.

ANTARA

PERTAHANAN EKONOMI BI: Dampak Perang Mata Uang Masih Teratasi

Palu (ANTARA News) - Penguatan rupiah terhadap dolar AS yang masih dalam batas normal dibanding dengan negera-negera berkembang lainnya membuat Indonesia belum terlalu merasakan dampak dari perang mata uang yang terjadi saat ini.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Palu, Jumat, mengatakan bahwa ada dua hal yang dilakukan dalam menghadapi situasi perang mata uang, yakni menjaga penguatan rupiah tidak terlalu cepat dan mempersiapkan langkah antisipasi jika terjadi arus balik modal asing.

Menurut Darmin, masa pemulihan ekonom negera-negera berkembang yang lebih cepat dibanding negara-negara maju, pemicu terjadinya perang mata uanng.

Tingkat suku bunga di negera-negara berkembang yang lebih tinggi mengakibat terjadinya pelarian modal dari negara-negara maju.

Aliran modal ini kemudian membuat nilai tukar mata uang negera-negara berkembang menguat namun dipihak lain menimbulkan kekhawatiran negara-negara maju sebab melemahkan daya saing mereka dalam perdagangan terutama ekspor.

"Akibatnya mereka (negara maju) mulai menjaga diri dengan melakukan intervensi dan kebijakan-kebijakan yang aneh-aneh yang justru memperburuk situasi perekonomian global,"katanya katanya.

Lebih lanjut Darmin mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak Januari hanya menguat 5,5 persen, masih lebih rendah dibanding penguatan mata uang Malaysia dan Thailand sebesar 11 persen, serta Jepang 14 persen.

"Artinya penguatan rupiah tersebut masih cukup aman bagi Indonesia," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, bank sentral akan memupuk cadangan devisa yang lebih banyak yang dapat digunakan setiap saat jika terjadi pelarian modal asing-asing secara tiba-tiba.

"Kedua strategi ini yang tengah dilakukan saat ini dalam menghadapi situasi perang mata uang,"tambahnya.

Darmin menilai solusi terbaik keluar dari situasi perang mata uang ini adalah membangun konsesus internasional, namun ia pesimis hal itu dapat tercapai dalam waktu dekat ini.

Darmin berada di Palu, Sulawesi Tengah, untuk melantik Rahmat Hernowo sebagai Pemimpin BI Palu menggantikan Soeparmo.

ANTARA

G20 sepakat hindari devaluasi kompetitif


BBCIndonesia.com - detikNews

<p>Your browser does not support iframes.</p>
Isu kurs mata uang membayang-bayangi pertemuan puncak G-20 di Seoul
Isu kurs mata uang membayang-bayangi pertemuan puncak G-20 di Seoul

Kelompok negara ekonomi, G-20. kuat sepakat menghindari devaluasi kompetitif atas mata uang mereka setelah dua hari berunding di ibukota Korea Selatan, Seoul.

Para pemimpin setuju untuk menyusun panduan indikatif untuk menanggulangi ketimpangan perdagangan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia.

Dalam komunike akhir mereka, para kepala negara G-20 juga berjanji untuk memperbaharui upaya untuk mencapai kesepakatan perdagangan dunia dalam perundingan tahun depan.

Meski demikian, pertemuan puncak G-20 di Seoul dibayang-bayangi oleh perselisihan mendalam antara Cina dan Amerika Serikat, khususnya soal valuasi mata uang dan perdagangan.

Delegasi beberapa negara G-20 bersitegang soal cara mengatasi distorsi mata dan perdagangan.

Sebagian dari mereka khawatir konflik, yang utamanya melibatkan Cina dan Amerika Serikat, mungkin mengancam pertumbuhan.

Presiden AS Barack Obama mengatakan semestinya tidak akan ada kontroversi soal penanggulangan ketimpangan yang ikut menimbulkan krisis yang kita alami.

Kurs mata uang mungkin mencerminkan realita ekonomi, kata Obama.

Negara dengan ekonomi yang tengah berkembang pesat perlu membiarkan mata uang ditentukan oleh pasar. Ini yang saya bicarakan dengan Presiden Hu [Jintao] dari China dan kami akan mencermati kenaikan nilai mata uang Cina, tambahnya.

Washington menyatakan kurs mata uang Cina, yuan, sengaja dibuat rendah, dan itu memberi eksporti Cina keunggulan yang tidak fair dan menyebabkan Beijing bisa menumpuk cadangan devisa asing sangat besar.

(bbc/bbc)/detik

Produksi Bersama PT PAL dan Damen Perusak Kawal Rudal 105 Meter


(Foto: Berita HanKam)

12 November 2010 -- Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro meluncurkan pembangunan kapal kawal rudal (PKR) 105 meter, Senin (16/8) di Kantor Kementrian Pertahanan. Kapal ini merupakan kapal perang terbesar yang pernah dibuat di galangan kapal dalam negeri.

PT. PAL (Persero) akan membangun PKR 105 meter bekerja sama dengan perusahaan Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding. Damen menyingkirkan perusahaan Italia dan Rusia dalam tender. Damen telah membuat dan menyerahkan 4 korvet SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity) ke TNI AL. PKR 105 meter dirancang berdasarkan SIGMA 10514. Saat ini, hanya TNI AL dan AL Maroko yang telah dan akan mengoperasikan kapal perang dari keluarga SIGMA.

Hak paten rancangan kapal milik bersama Kemhan dan Damen. Kemhan dan PT. PAL berhak juga menjual kapal ke negara ASEAN dan Asia, bila Damen menjual kapal yang sama, PT PAL berhak memasok engine room section dan accommodation section.

Kapal dirancang dapat melakukan berbagai misi operasi antara lain, peperangan anti serangan udara, peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan, peperangan elektronika serta bantuan penembakan.

PKR akan dipersenjatai sepucuk meriam 76 mm atau 100 mm, 12 sel peluncur rudal vertikal dan senjata anti kapal selam dibagian haluan, dibagian tengah kapal dipasang 8 peluncur rudal anti kapal permukaan dan dua senapan mesin, sepucuk CIWS sebagai pertahanan dari serangan rudal lawan diletakkan dibagian buritan. Helipad di buritan kapal mampu mengoperasikan satu helikopter anti kapal selam.

Kapal perang mempunyai panjang keseluruhan 105 meter, lebar 14 meter dan kedalaman 8,75 meter, berat total 2400 ton, kecepatan maksimal 30 knot, kecepatan jelajah 18 knot, kecepatan ekonomis 14 knot ditenagai 4 mesin masing-masing berkekuatan 9240 tenaga kuda, jarak jelajah 5000 mil laut pada kecepatan 18 knot dengan membawa 120 orang.

Kapal perang ini menandai sejarah baru TNI AL, dimana kapal perang terbesar pertama dibangun di dalam negeri, kapal perang pertama dipersenjatai peluncur rudal vertical dan CIWS.

(Foto: Berita HanKam)

Bila disandingkan dengan PKR siluman kelas Formidable milik AL Singapura, PKR 105 meter lebih pendek dan ringan bobotnya. Tetapi persenjataan PKR 105 tidak kalah garang dengan Formidable, mampu menimbulkan efek gentar di kawasan regional.

TNI AL saat ini mengoperasikan enam PKR kelas Ahmad Yani (eks kelas Van Speijk buatan tahun 1960-an) dibeli dari Belanda era-1980an. Kapal telah ditingkatkan kemampuannya diantaranya memperbaharui CMS (Combat Management System) bekerjasama dengan Thales Belanda dan dipersenjatai rudal Yakhont buatan Rusia disalah satu fregat kelas Ahmad Yani. Yakhont berkecepatan 2,5 Mach melumat sasaran hingga 300 km. Pemasangan instalasi rudal Yakhont dilakukan oleh PT. PAL.

PKR 105 meter merupakan lompatan teknologi alutsista matra laut, menjadikan TNI AL kekuatan modern yang disegani negara lain. Meskipun Kemhan baru memesan satu unit, tetapi kapal ini akan menjadi standar bagi kapal perang TNI AL dimasa mendatang.

Selain kualiatas alutsista, juga kuantitas perlu diperhatikan agar menumbuhkan efek gentar bagi pihak asing yang bermaksud menggangu wilayah kedaulatan NKRI. Pembelian PKR 105 meter sepatutnya dilakukan secara simultan dalam beberapa tahun, hingga mencapai jumlah yang ideal.

Berita HanKam

Panser "Anoa" Buatan Pindad Makin Gahar


0diggsdigg


Pengunjung berfoto dengan barisan kendaraan panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad di Pameran Indo Defence 2010, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/11/2010). Beragam peralatan pertahanan dan keamanan untuk darat, laut dan udara dari 38 negara dipamerkan hingga Sabtu (13/11/2010) mendatang.

KOMPAS.com — Pameran Indo Defense 2010 dimanfaatkan PT Pindad untuk memamerkan produk-produk terbarunya. Salah satu produk terbarunya adalah APC Anoa V2 6 x 6 yang merupakan versi terbaru dari produksi panser mereka.

APC Anoa V2 6 x 6 atau armored personal carrier Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya. Sukidi Amd, Assistant Engineering Manager PT Pindad (Persero), Jumat (12/11/2010), mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya." Ia mengatakan, salah satu kelebihannya ada pada main hole yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan. "Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi. Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.

Sukidi menjelaskan, kelebihan utama Anoa V2 ada pada sistem navigasi. "Anoa V2 memiliki Remote Control Weapon System yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan joystick. Jadi, seperti main game," urainya. Sistem itu memperbaiki kelemahan Anoa versi sebelumnya yang mengharuskan pengoperasian senjata secara manual. Hal itu menurutnya sangat memudahkan tugas tentara.

Sebaliknya, sistem yang tadinya hanya mendukung pengoperasian secara otomatis kini dilengkapi kemampuan operasi secara manual tanpa menghilangkan otomatisnya. "Ramdoor yang ada di bagian belakang Anoa dibuat juga sistem pengoperasian manualnya sehingga bila sistem otomatis mengalami kerusakan, ramdoor tetap dapat berfungsi," ujar Sukidi. Bagian interior dari Anoa V2 juga berbeda dengan versi sebelumnya yang terdiri dari kursi-kursi yang bisa dilipat.

Anoa V2 mampu memuat 13 kru, memiliki panjang dan lebar 6.000 x 2.500 mm serta dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti GPS dan NVG. Sistem komunikasinya menggunakan VHF dan HF Intercomset System. Sementara itu, sistem senjatanya menggunakan Smoke Shield kaliber 66 mm dan Armanents 7,62 mm dan 12,7 mm. Rasio daya berbanding beratnya adalah 22,85 HP, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan radius putar 9,5 meter. Mesinnya adalah 6 silinder segaris dengan turbocharger berpendingin dalam dan berdaya 320 HP.

Sukidi menjelaskan, Anoa V2 ini baru mulai dikembangkan sekitar dua bulan yang lalu. "Beberapa saat sebelum Indo Defense ini dimulai, Anoa V2 baru saja selesai dibuat dan langsung dikirim," katanya. Saat ini, yang bisa dinikmati di Pameran Indo Defense 2010 adalah prototipe dari produk tersebut. Dengan spesifikasi ini, Anoa V2 dipasarkan terutama bagi Tentara Nasional Indonesia. Selain Anoa V2, Pindad juga memamerkan tiga produk panser terbarunya, yaitu Panser Polisi, Panser Canon, dan Panser Mortir.

Sumber: KOMPAS

Thursday, November 11, 2010

Ini Dia Pesawat Latih Andalan Korea


T-50 produksi KIA. (Foto: KIA)

12 November 2010 -- Ajang Indo Defense 2010 membuat Indonesia tertarik dengan salah satu pesawat produksi Korea, T-50. Pesawat tersebut dikabarkan menjadi salah satu calon pesawat yang akan dibeli oleh Indonesia, bersaing dengan pesawat produksi Rusia dan Ceko.

"Beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia mengungkapkan ketertarikannya dengan T-50. Namun, masih belum diputuskan apakah Pemerintah Indonesia akan membelinya. T-50 masih akan bersaing dengan Yak-130 produksi Rusia dan L-150 produksi Ceko," kata Sky Lee, Regional Manager International BD-Asia/South America Korea Aerospace Industry (KAI) di sela pameran Indo defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

T-50 sebagai salah satu pesawat andalan Korea memiliki beberapa keunggulan, "Pesawat ini masuk ke dalam jenis pesawat supersonic atau berkecepatan tinggi, berbeda dengan Yak-130 yang masuk dalam golongan subsonic," kata Lee mengungkapkan keunggulan pesawat tersebut.

Pesawat ini merupakan salah satu jet trainer untuk training pilot tempur generasi berikutnya. Pesawat ini mulai dikembangkan secara konseptual sejak tahun 1992 hingga 1995. Sementara itu, program pengembangan pesawat sendiri dimulai dari tahun 1997. Pengembangan total atau Full Scale Development dari pesawat ini dimulai setelah pesawat melalui 1.400 tes penerbangan. Sementara, produksi pertamanya sendiri dimulai dari bulan Desember 2005.

Setelah melewati berbagai program tes penerbangan, Lee mengungkapkan bahwa keunggulan lain dari pesawat ini adalah soal kemanan. "Pesawat ini berhasil melalui tes penerbangan tanpa satu kecelakaan pun. Ini membuktikan kalau pesawat ini aman untuk digunakan," kata Lee saat diwawancarai Kompas.com.

Saat ini, Lee mengungkapkan, T-50 dioperasikan bersama ROKAF untuk pelatihan pilot tingkat lanjut dan merupakan bagian dari Total Training System dan Ground Based Training System. Berdasarkan analisa ROKAF, spesifikasi T-50 mampu mengurangi waktu pelatihan sebanyak 20 persen, mengurangi biaya sebanyak 30 persen, dan meningkatkan skill pilot sebanyak 40 persen.

Pemasaran T-50 dilakukan KAI bekerja sama dengan Lockheed Martin Aeronautics. Lee mengatakan, T-50 merupakan pesawat trainer supersonic yang paling baik. Dengan kemampuan sistem dan performanya, T-50 merupakan salah satu platform terbaik untuk training pilot tempur generasi selanjutnya.

T-50 dilengkapi dengan multi-mode radar, Close air Support, dan kunci senjata A/A dan A/G. Pesawat ini dikatakan juga mampu memenuhi kebutuhan sebagai Light Combat aircraft jika dibutuhkan. Di Korea sendiri, T-50 telah digunakan secara luas dengan 57 unit pesawat telah digunakan.

Soal harga, Lee mengatakan, "Pemerintah Indonesia memiliki modal 400 juta dollar AS. Jika Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli pesawat ini, kami bisa memutuskan untuk memnjual paket terdiri dari 16 pesawat, training, spare part, ground support, dan technical support."

Lee mengatakan, saat ini Indonesia dan Korea memiliki relasi yang kuat sebab Korea sendiri telah membeli pesawat jenis CN-235 dari Indonesia. Jadi, ia sangat berharap relasi tersebut diteruskan dengan pengembangan pilot menggunakan T-50.

Pesawat T-50 merupakan pesawat yang khusus digunakan untuk pelatihan pilot. Terdapat pula versi jenis lain yang sudah dilengkapi dengan persenjataan lengkap bagi yang telah siap mengoperasikan. Meski demikian, pesawat T-50 bisa dimodifikasi dengan meng-install persenjataan yang dibutuhkan tanpa perlu membeli jenis baru yang telah dilengkapi senjata.

KOMPAS.com

Mobil Mungil untuk Polri


0diggsdigg

Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia biasa berpatroli dengan mobil-mobil produsen asing. Tapi sepertinya hal itu perlahan bisa mereka singkirkan karena mobil asli milik Indonesia GEA siap menyediakan mobil patroli untuk pak polisi.

GEA yang diproduksi oleh PT Inka baru saja menampilkan GEA versi polisi dengan balutan warna coklat dan stiker kepolisian di Indo Defence Expo 2010 yang saat ini sedang berlangsung di JI Expo, Kemayoran Jakarta.

Iwan Ridwan yang merupakan marketing GEA mengatakan bahwa inisiatif membangun mobil polisi hasil kerjasama PT Inka dengan Puslitbang Polri dan Kementerian Ristek ini didasari pada kebutuhan kepolisian yang tinggi terutama untuk mobil yang fleksibel dan mampu melewati gang-gang kecil di kawasan perkotaan.

"Kalau yang sekarang dipakai kan agak sulit untuk mencapai gang-gang sempit. Makanya kita buat mobil patroli yang kecil dan lincah sehingga polisi pun bisa mencapai kawasan terpencil," ujar Iwan di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/11/2010).

Dilihat dari tampilannya, GEA versi kepolisian yang memiliki wheelbase 1.965 mm ini tampak lebih manis. Dari depan, bumper GEA tampak lebih sporty dengan lubang udara yang cukup besar. Sportivitas ini makin bertambah kental berkat aplikasi fog lamp dan head lamp yang berdesain modern. Mesin mengusung 650 cc masih seperti GEA yang lama namun dengan sistem injeksi EFI dan penggerak roda depan.

Lari ke belakang tampak buritan yang sederhana namun elegan dengan tambahan tulisan Polmas (Polisi Masyarakat) di belakangnya. Tulisan itu mempertegas bahwa ini adalah mobil kepolisian. Terlebih di bagian tengah mobil tertulis tulisan Patroli dengan logo Samapta yang lumayan besar.

Dan bila kita masuk ke dalam mobil yang memiliki dimensi 3.320x1.490x1.640 mm (PxLxT) ini nuansa mewah tersembur berkat pilihan warna beige di kabin mobil meski atribut di bagian dalam seperti roda kemudi, panel indikator atau AC control masih tampak jadul.


Sumber: DETIK

Ini Dia Wajah Baru GEA


Muhamad Ikhsan - detikOto
Gambar
New GEA (dok Nyoman Jujur)
Seperti yang dijanjikan oleh Koordinator RUSNAS Engine (Riset Unggulan
Strategis Nasional) BPPT I Nyoman Jujur, mobil GEA kini tidak lagi seperti mobil Kancil.

GEA mengalami perubahan pada sisi eksteriornya sehingga bentuk New GEA lebih aerodinamis. Warna GEA pun sudah berubah, tidak menggunakan warna merah lagi melainkan menggunakan warna ungu. Bagian depan yakni grille pun mengalami perubahan.

"GEA baru saat ini lebih aerodinamis dan sekarang menggunakan warna ungu," cetus Nyoman beberapa waktu lalu.

GEA yang baru ini tetap menggunakan mesin berkapasitas 600 cc yang mampu mengeluarkan torsi hingga 31 Nm pada 2.000 rpm dan 11.5 kw pada 3.800 rpm.

Mesin dari RUSNAS engine tersebut sudah diakui kehandalannya. Terbukti mesin tersebut sudah diuji di balai pengujian BPPT di Serpong.

Selain itu konsumsi BBM mobnas ini tergolong sangat irit, dengan jarak 40 km mesin RUSNAS tersebut hanya menggunakan 1 liter BBG sama dengan konsumsi mesin sepeda motor 1 liter untuk jarak 40 km pada mesin 125 cc.

Keseriusan BPPT dan PT Inka untuk membangun mobnas GEA seperti akan terus
bergulir. Salah satu contoh, mobnas tersebut akan diproduksi sebanyak 2 mesin dalam 1 bulan sehingga 5 bulan kerjasama antara lembaga pemerintah dan PT Inka tersebut akan menghasilkan 10 mesin yang siap dipasarkan bila sertifikasi dari Dishub berjalan lancar.

Jika jadi dipasarkan mobil ini bakal dibanderol seharga Rp 40 juta saja. ( ddn / ddn ) 

DETIK

Update : Harga Rp 40 Jutaan GEA Siap Diluncurkan

0diggsdigg

Jakarta - Setelah beberapa kali tertunda, PT Inka menegaskan pihaknya siap mengadakan grand launching mobil nasional GEA. Target waktu pun mereka tetapkan yakni bulan Desember atau awal tahun 2011 mendatang dengan banderol harga hanya Rp 40 jutaan saja.

Hal itu diungkapkan oleh Iwan Ridwan yang merupakan marketing PT INKA di Indo Defence Expo 2010 yang saat ini sedang berlangsung di JI Expo, Kemayoran Jakarta.

"GEA yang akan kita grand launching di Jakarta ini sama dengan GEA versi polisi. Bentuknya sudah kita sempurnakan," jelasnya.

Mobil model citycar ini memiliki wheelbase 1.965 mm dan tampak lebih lebih manis dibanding model sebelumnya.

Dari depan, bumper GEA tampak lebih sporty dengan lubang udara yang cukup besar. Sportivitas ini makin bertambah kental berkat aplikasi fog lamp dan head lamp yang berdesain modern. Mesin mengusung 650 cc masih seperti GEA yang lama namun dengan sistem injeksi EFI dan penggerak roda depan.

Lari ke belakang tampak buritan yang sederhana namun elegan dengan tambahan tulisan Polmas (Polisi Masyarakat) di belakangnya. Tulisan itu mempertegas bahwa ini adalah mobil kepolisian. Terlebih di bagian tengah mobil tertulis tulisan Patroli dengan logo Samapta yang lumayan besar.

Dan bila kita masuk ke dalam mobil yang memiliki dimensi 3.320x1.490x1.640 mm (PxLxT) ini nuansa mewah tersembur berkat pilihan warna beige di kabin mobil meski atribut di bagian dalam seperti roda kemudi, panel indikator atau AC control masih tampak jadul.

"Untuk pertama kita akan fokus ke pembeli kelompok seperti instansi dan koperasi," ujarnya.

Hal itu menurut Iwan dilakukan untuk mempermudah layanan after sales karena untuk membangun dealer dan bengkel resmi dalam waktu dekat ini mereka mengaku belum siap.

"Kalau berkelompok seperti itu kan kita jadi lebih mudah melayani perawatan dan penyediaan spare part karena unitnya berkumpul disatu tempat," pungkasnya.

Sumber: DETIK

Indonesia-China Jajaki Kerja Sama Pasukan Khusus


0diggsdigg

Kopassus

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia tengah menjajaki kerja sama pasukan khusus dengan Republik Rakyat China, sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, pihaknya telah mengirimkan tim ke Negeri Tirai Bambu untuk melihat fasilitas pendidikan dan latihan pasukan khusus di negara itu.

"Kita jajaki segala kemungkinan bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara pasukan khusus TNI dengan China," katanya, menambahkan.

Sjafrie mengatakan, kerja sama antarpasukan khusus TNI dan militer China itu bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, apakah pendidikan berupa tukar menukar perwira dan tamtama atau latihan bersama.

"Ini sedang kita kaji segala aspeknya," ujarnya.

Yang jelas, lanjut Sjafrie, kerja sama pasukan khusus antara militer Indonesia dan China antara lain menyangkut kerja sama pemberantasan terorisme.

"Ya pastinya, terkait dengan tugas-tugas dan peran pasukan khusus. Inkonvensional," tambah dia.

Indonesia dan China sepakat membicarakan lebih lanjut dalam forum konsultasi bilateral pada Desember 2010 yang membahas seluruh tahapan kerja sama pertahanan kedua negara yang telah disepakati kedua pihak.

"Dalam forum itu, kita akan kaji apa saja yang telah dikerjakan bersama dan bagaimana tindak lanjutnya," kata Sjafrie.

Indonesia-China menandatangani kerja sama pertahanan pada 7 November 2007.

Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani menteri pertahanan kedua negara saat itu yakni Menteri Pertahanan RI Juwono Sudarsono dan Menteri Pertahanan China Cao Gangchuan.

Sumber: ANTARA

Menhan: Keputusan Soal Hibah F-16 Belum Final


0diggsdigg

F-16

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya belum memberikan keputusan final terkait hibah 24 pesawat jet tempur F-16A/B dari Amerika Serikat.

"Ya kita telah mengirim tim ke AS untuk meng-`upgrade` sepuluh unit F-16 yang telah kita miliki. Begitu pun tim mereka telah datang ke Indonesia," katanya, menjawab ANTARA di Jakarta, Jumat.

Namun, bukan berarti Indonesia menolak hibah 24 pesawat F-16 tersebut.

"Ini masih kita kaji terus, antara meng-`upgrade` yang sudah ada dengan teknologi terbaru, atau menerima hibah, karena yang dihibahkan tipe pesawatnya sama dengan yang telah kita miliki, yakni F-16A/B," tutur Purnomo.

Bahkan, lanjut dia, Indonesia ada rencana pula untuk membeli pesawat jet tempur F-16 varian terbaru yakni F-16 C/D Block 52.

"Ini kita pertimbangkan juga, karena beragam pertimbangan, kualitas (teknologi), kuantitas dan ongkos. Ini kan gak bisa dipisahkan satu sama lain," tutur Purnomo.

Pada kesempatan terpisah Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Eri Biatmoko mengatakan, pihaknya menginginkan tambahan tiga skuadron pesawat tempur untuk memaksimalkan pengamanan wilayah udara nasional.

"Khusus untuk F-16, TNI Angkatan Udara telah memiliki program rutin `Falcon Up` untuk meng-`upgrade` kemampuan pesawat," katanya.

Eri mengungkapkan, pihaknya telah merencanakan menambah enam F-16 Fighting Falcon pada 2014.

"Saat ini kita merencanakan meng-upgrade F-16 A/B dengan teknologi baru pada 2011 dan 2012 oleh Lockheed Martin. Ini masih proses," katanya.

Sumber: ANTARA

Korea Aerospace Industries (KAI) Mencari Mitra Tambahan Untuk Proyek Jet Tempur KF-X


Model Jet Tempur KFX

Korea Aerospace Industries sedang memberitahukan kepada pihak luar mengenai partisipasi dalam program Jet tempur KF-X, dengan keterlibatan Indonesia yang telah direncanakan, dan belum dapat konfirmasi.

"Kami belum tahu, siapa saja yang  akan bekerja pada  program jet tempur KF-X kita," kata Enes Park, wakil presiden eksekutif di KAI. "Kalau bisa semakin banyak negara bisa masuk" Pemerintah Korea Selatan akan menyediakan 60% dari dana yang diperlukan untuk program tersebut, ia menambahkan, dengan sisanya akan bersumber dari "pihak luar".

Sementara ia tidak mengesampingkan keikutsertaan Indonesia dalam program ini, Park mengatakan KAI sekarang berbicara dengan "beberapa negara".

Pada Farnborough Air Show pada bulan Juli, Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman dengan Indonesia, dengan yang terakhir berpotensi memberikan kontribusi hingga 20% dari biaya pengembangan KF-X. Seoul juga dalam diskusi dengan Turki pada waktu itu.

Program ini akan memproduksi sekitar 120 jet tempur KFX untuk angkatan udara Korea Selatan. Namun, potensi harga sekitar $ 8 miliar telah menyebabkan pemerintah Korea Selatan berturut-turut untuk mogok di proyek tersebut dan  memberikan lampu hijau  Keterlibatan negara lain  agar  dapat mengurangi biaya produksi Seoul.

Sumber: FG