Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Saturday, October 16, 2010

indonesia defence

indonesia defence

RI-Korsel Kerja Sama Produksi Alutsista


0diggsdigg

Pesawat Tempur KFX

JAKARTA (SINDO) – Indonesia memperkuat kerja sama bidang militer dengan Korea Selatan (Korsel),Vietnam,dan Rusia.Kerja sama RI-Korsel sudah dijajaki melalui joint production, termasuk untuk alat utama sistem senjata (alutsista).

Kemungkinan besar yang akan masuk dalam joint production itu adalah pembuatan pesawat tempur dan kapal selam karena kedua negara sudah lama membahas hal tersebut. “Tapi belum ada nilai karena baru mau dibicarakan. Kalau Korsel lebih fokus pada joint production,” tutur Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Istana Merdeka kemarin. Rencana tersebut akan dibahas dalam pertemuan bilateral di selasela KTT ASEAN di Hanoi pekan depan.Kerja sama itu masih dalam tahap pembahasan sehingga angkanya belum bisa dipastikan.Menurut dia, Indonesia berkeinginan keras agar kerja sama joint production tersebut dibangun di Indonesia. Selain membuka lapangan kerja,joint production di Indonesia akan memberi keuntungan di bidang ekonomi.

“Kalau di Indonesia, kita bisa menggerakkan ekonomi dalam negeri dan membuka lapangan pekerjaan,”paparnya. Di samping kerja sama joint production dengan Korsel, Indonesia juga berencana memperkuat kerja sama bidang pertahanan dengan Vietnam.Kerja sama tersebut akan difokuskan pada angkatan laut. Kerja sama antarangkatan laut sangat diperlukan karena kedua negara memiliki titik wilayah perbatasan yang sama.“Dengan Vietnam lebih pada penguatan pertahanan perbatasan dua negara di mana akan lebih ditekankan pada angkatan laut,”ujarnya. Masih terkait isu kerja sama militer,Purnomo mengatakan bahwa Indonesia juga akan terus menjalin kerja sama dengan Rusia.

Kerja sama ini akan ditekankan pada pengadaan striking force untuk alutsista tentara.Setelah membeli tiga Sukhoi baru jenis SU27/30 pertengahan September silam, Indonesia berencana membeli enam Sukhoi baru yang nilainya mencapai Rp 6 triliun.“MI 35 itu kan multi-purpose.Itu bisa untuk menyerang, tapi juga bisa membawa pasukan untuk operasi kemanusiaan. Bisa juga untuk darurat, logistik, dan sebagainya,” katanya.

Sumber: SINDO

Ratusan Anak Terpesona Pesawat Tempur Rusia


0diggsdigg

MIG 25 Buatan Rusia Yang Dipamerkan Di PT DI

BANDUNG, TRIBUN - Pesawat tempur buatan Rusia MiG 25 yang dipamerkan untuk umum di hangar Dirgantara ITB menarik perhatian ratusan anak-anak, Sabtu (16/10). Anak-anak mulai taman kanak-kanak hingga sekolah dasar ini sengaja datang untuk melihat langsung pesawat tempur yang kini hanya tinggal 3 buah di Indonesia.

Reindhart Albert, Kadiv Materi Open Hangar ITB, mengatakan, sejak dibuka untuk umum Sabtu (16/10), sudah 300 anak-anak mulai tingkat TK dan SD datang ke hangar Dirgantara ITB untuk melihat langsung fisik pesawat tempur yang diproduksi oleh duo Mikoyan-Gurevich, warga Rusia ini.

"Di Indonesia pesawat tempur MiG 25 ini hanya 3, dua di museum dan satu di ITB. Karena itu, kenepa kita tidak open hangar saja agar masyarakat khususnya generasi muda tahu kalau dulu saat masa Soekarno, Indonesia pernah punya pesawat yang cukup canggih pada masa itu," terang Reindhat ditemui di acara Open Hangar di hangar Dirgantara ITB, Sabtu (16/10).

Para pengunjung anak-anak ini tidak saja diberikan informasi seputar pesawat tempur Rusia ini, namun mereka juga diperkenankan melihat kondisi pesawat bahkan menyentuhnya. Tidak itu saja, panitia juga memberikan souvenir seperti pesawat buatan dari gabus, balon, serta beragam minuman ringan.

"Wah pesawatnya besar, tapi ngga jalan. Bagus, bagus," kata Yassera (6), salah seorang pengunjung yang datang ke hangar bersama kedua orangtuanya.

Sumber: TRIBUN

Indonesia Pernah Beli 20 Pesawat MiG-21


0diggsdigg

illustrasi

BANDUNG, TRIBUN - Bisa jadi tidak banyak yang tahu bahwa pada 1962, saat Soekarno masih menjabat sebagai Presiden RI, Indonesia pernah membeli dan memiliki 20 pesawat tempur MiG-21. Namun dengan adanya acara Open Hangar ITB, pengunjung yang datang bisa tahu sejarah kepemilikan pesawat buatan Rusia ini.

Menurut Reinhardt Albert, Kadiv Materi Open Hangar ITB, pesawat MiG-21 dibuat oleh Rusia tahun 1959. Saat itu pesawat karya duo Mikoyan-Gurevich ini laris manis. Penjualan mencapai 15.000 unit di empat benua. Indonesia sendiri sempat membeli 20 unit Pesawat MiG-25 pada tahun 1962, yakni pada masa kepresidenan Soekarno dengan kabinet Ali Sastroamidjojo.

"Namun sayang, Indonesia hanya sempat merasakan memiliki pesawat ini selama kurang lebih 6 tahun. Sejak kepemimpinan Soeharto, pesawat-pesawat ini tidak digunakan, bahkan dijual ke AS dan Belgia. Bahkan pesawat yang ada di hangar ITB ini hanya sempat terbang 10 jam, sangat disayangkan," kata Reinhardt, saat ditemui di Open Hangar ITB di Hangar Dirgantara ITB, Sabtu (16/10).

Alasan menjual pesawat-pesawat tersebut diduga karena alasan politik. Padahal pesawat tempur ini termasuk pesawat tempur canggih pada masa itu bahkan disebut-sebut mampu mencegat pesawat-pesawat milik mata-mata musuh.

Sumber: TRIBUN

Media Korsel: China Meluncurkan Rudal HQ-9 untuk Mencegat F-22


0diggsdigg

Rudal HQ-9 Buatan China

LONDON Oktober 16: Menurut Chosun Ilbo, melaporkan bahwa PLA baru-baru ini mengadakan latihan simulasi untuk mencegat pesawat tempur siluman F-22.

Menurut media Jepang, Jepang dan Amerika Serikat akan mengadakan latihan bersama pada bulan November tahun ini, disimulasikan " untuk memberikan kejutan pendudukan Cina Kepulauan Diaoyu, Kepulauan Diaoyu, Amerika dan pasukan Jepang memulai perang kembali" skenario.

Laporan ini juga mengatakan Kapal induk AS bertenaga nuklir "George Washington" dengan F-22 pesawat tempur "Raptor" akan ikut berpartisipasi dalam latihan bersama AS-Jepang.

bahwa setelah laporan ini diterbitkan pada tanggal 5, satu brigade Chengdu Daerah Militer Angkatan Udara menembakkan rudal HQ-9 anti-rudal pesawat terbaru untuk mencegat F-22 didalam target tersebut.

Menurut laporan media Cina mengatakan radar untuk peluncuran rudal informasi lokasi yang diberikan oleh pejuang stealth, rudal HQ-9 diluncurkan, dalam waktu sekitar 40 detik, F-22 hancur.

Sepuluh tahun yang lalu, Cina mulai memperkenalkan rudal HQ-9 . Hal ini diyakini bahwa setelah sepuluh tahun penelitian dan pengembangan pada periode. Rudal HQ-9 mirip dengan Rudal Pencegat "Patriot" Milik US. Rudal dengan sistem radar hampir sama S-300 yang dimiliki Rusia.

Rudal HQ-9 memiliki jangkauan maksimum sekitar 100 km dan berat 1,3 ton, dilengkapi dengan "active homing head". Saat ini, China juga mengekspor rudal HQ-9 pertahanan udara dengan nama FD 2000.

Dilaporkan bahwa militer China sebagian besar dilengkapi dengan sistem rudal pertahanan udara mobile. Biasanya, Jajaran Angkatan Darat mempunyai rudal HQ-9 dimana terdiri (termasuk kendaraan komando dan empat untuk komunikasi dan pemeliharaan truk), enam batalyon (batalion masing-masing dilengkapi dengan kendaraan kontrol rudal, positioning kendaraan radar , sebuah kendaraan radar dan delapan peluncur rudal, peluncur rudal setiap kotak memiliki rudal peluncuran 4 rudal.

Sumber: SINA NEWS

AS Awasi Kontrak Nuklir Rusia-Venezuela

Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya akan memantau kesepakatan Rusia untuk membangun dan mengoperasikan reaktor nuklir pertama Venezuela.
Sebagaimana dilansir AFP dari Washington, Jumat (15/10), Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley mengatakan, "Masalah ini merupakan sesuatu yang kita awasi dengan sangat teliti."
"Hal ini tentu merupakan hak setiap negara untuk memiliki energi nuklir sipil, tapi hak itu memiliki sejumlah tanggung jawab," tambah Crowley.
"Kami berharap Venezuela dan Rusia atau negara lain yang ingin memiliki teknologi semacam itu untuk memenuhi semua kewajiban internasional," tegasnya.
"Setiap program nuklir atau aktivitas baru harus dilakukan sesuai dengan standar tinggi non-proliferasi, keselamatan, keamanan dan pengawasan IAEA," tambah Crowley.
Perjanjian nuklir antara Karakas dan Moskow ditandatangani dalam kunjungan Presiden Venezuela Hugo Chavez ke Rusia.
Kedua pihak belum memberikan rincian lebih lanjut tentang waktu atau biaya pembangunan reaktor itu, namun Presiden Dmitry Medvedev mengatakan diversifikasi sumber energi adalah prioritas Rusia bahkan untuk sebuah negara yang kaya energi seperti Venezuela.
Sementara itu, Kepala Rosatom, Sergei Kirienko, baru-baru ini mengatakan bahwa negaranya akan membangun reaktor air berat untuk Venezuela. Menurutnya, pembangunan itu bisa memakan waktu sepuluh tahun atau lebih awal dari itu.
Lebih lanjut, Kirienko mengatakan, kerjasama nuklir praktis akan segera dimulai termasuk pelatihan staf untuk sektor nuklir Venezuela dan membantu menyusun undang-undang baru yang sesuai dengan aturan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
(IRIB/RM/PH)

Rusia tak Mengerti Ajakan NATO

Rusia menilai tujuan NATO terbaru tidak dapat dipahami dan ambigu. NATO berencana menciptakan sistem pertahanan rudal di Eropa dan mengajak Rusia bergabung dalam program itu. IRNA melaporkan dari Moskow, Wakil Rusia di NATO, Dmitry Rogozin, Sabtu (16/10) mengatakan, NATO belum memaparkan spesifikasi teknis sistem itu, wilayah penembatan perangkat-perangkatnya, tujuan-tujuan program tersebut, dan kondisi ancaman rudal. Ditambahkannya, meski demikian NATO telah mengusulkan pembangunan sistem rudal Eropa dan partisipasi Rusia dalam program itu.
"NATO lebih memilih mengkonfirmasikan bahaya rudal beberapa negara ketimbang merinci masalah tersebut. Padahal kami menilai urgen membahas kondisi keamanan dunia dan membuat daftar negara-negara pemilik senjata pembunuh massal," protesnya.
Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen sebelumnya mengatakan bahwa ada kesepakatan luas di antara negara-negara anggota tentang perlunya sebuah sistem pertahanan rudal, yang akan dibahas pada pertemuan puncak di Lisbon pada 19-20 November mendatang.
Ia juga meminta partisipasi Rusia dan mitra-mitra lain NATO untuk membangun sistem pertahanan rudal Eropa. Dikatakannya, NATO harus memberikan peluang kerjasama dalam bidang ini kepada Rusia.
(IRIB/RM/PH)

Warga China Balas Protes Jepang

Beijing (ANTARA News) - Ribuan pemrotes China melakukan unjuk rasa di paling tidak tiga kota , Sabtu menyatakan kemarahan mereka terhadap Jepang setelah satu pertikaian menyangkut pulau-pulau yang disengketakan, kata media pemerintah dan para saksi mata.

Para pengunjuk rasa di kota-kota Xian, Chengdu dan Zhanzhou meneriakkan yel-yel yng mendukug kedaulatan China atas pulau-pulau yang disengketakan itu dan menyerukan pemboikotan barang-barang Jepang, kata kantor berita Xinhua.

Sejumlah pemrotes yang mengetahui tentang demonstrasi-demonstrasi yang direncanakan itu melalui internet dan ikut bergabung, katanya, tetapi menambahkan para pemrotes melakukan aksi itu secara damai dan diawasi dengan ketat oleh polisi yang digelar di sepanjang rute perjalanan mereka.

China menghentikan kontak-kontak dengan Tokyo bulan lalu setelah Jepang menahan seorang kapten kapal nelayan China yang menabrak dua kapal Penjaga Pantai Jepang dekat pulau-pulau yang disengketakan.

Kedua pihak mengklaim pulau-pulau di Laut China Timur yang di China dikenal sebagai Diaoyu dan Senkaku di Jepang.

Kedua negara mitra dekat perdagangan sejak itu pertikaian meningkat, tetapi protes-protes itu menunjukkan kemarahan publik terhadap Jepang tetap saja tidak mereda. China yang masih marah terhadap invasi kejam dalam Perang Dunia II yang dilakukan Jepang terhadapd daerah-daerah China.

"Sekitar 10.000 pemuda turun ke jalan-jalan dekat toko kami," kata seorang wanita yang bekerja di sebuah perusahaan di Zhengzhou, ibu kota provisi Henan, China ttengah kepada AFP melalui telepon.

"Mereka meneriakkan yel-yel `pertahankan Pulau-Pulaua Diaoyu` dan "boikot Barang-Barang Jepang," kata wanita itu yang menolak menyebut namanya.

Ia mengatakan ia melihat tidak ada aksi kekerasan.

Xinhua melaporkan paling tidak 2.000 orang melakukan unjuk rasa di Chengdu, ibu kota provisi Sichuan dan wilayah barat laut, membawa spanduk-spanduk dan meneriakkan yel-yel yang sama.

Di Xian, ibu kota provinsi Shaanxi, China barat laut, ribuan mahasiswa melancarkan aksi serupa, katanya.

Satu kelompok pemrotes yang jauh lebih kecil melakukan unjuk rasa di Beijing bulan lalu ketika sengketa pulau-pulau itu meletus, tetapi polisi melakukan pengawasan ketat aksi itu.(*)

ANTARA

Kelompok Nasionalis Jepang Memprotes China

Tokyo (ANTARA News) - Kelompok-kelompok nasionalis melakukan unjuk rasa di Jepang pada Sabtu mengecam "invasi" China terhadap pulau-pulau Jepang dan berkelahi dengan orang-orang yang berusaha menghambat gerakan mereka melalui jalan-jalan di Tokyo.

Bendera-bendera Jepang berkibar di satu taman di ibu kota itu sementara lebih dari 1.000 orang berkumpul untuk unjuk rasa besar kedua sejak pertikaian wilayah terjadi akibat satu insiden maritim bulan lalu dekat pulau-pulau yang disengketakan.

Spanduk-spanduk bertuliskan pesan-pesan seperti "Jepang berada dalam bahaya" dan "Jangan maafkan China penyerbu".

Ketika para pengunjuk rasa meninggalkan taman itu dan mulai bergerak, dua pria muda yang diperkirakan warga China, duduk di jalan untuk menghentikan unjuk rasa itu.

Salah satu dari spanduk-spanduk mereka memperingatkan terhadap eksklusivisme dan bertuliskan: "Hentikan gangguan yang kian meningkat terhadap penduduk China di Jepang".

Kedua pria itu berkelahi dengan kelompok nasionalis Jepang itu dan diseret oleh para petugas polisi. Mereka segera dibebaskan, kata polisi.

Pada awal unjuk rasa itu, Asako Ogura, seorang pengacara yang anggota Partai Matahari Terbit, mengundang sambutan hangat ketika ia memegang alat pengeras suara dengan menyatakan China kaku terhadap Jepang.

"Kami warga Jepang telah lama memperluas bantuan pembangunan dengan menggunakan uang para pembayar pajak, dan ekonomi China tumbuh berkembang mengatasi Jepang," katanya.

"Tetapi China menggunakan kekuatan ekonominya untuk meningkatkan kekuatan militernya dan kini menuntut kami menyerahkan pulau Senkaku dan Okinawa dengan dukungan kekuatan militer," tambahnya.

"Ayah dan ibu kami berjuang dengan berani melawan kekuasaan Barat 60 tahun lalu. Kini mari melawan China dan pemerintah boneka mereka yang dipimpin Partai Demokratik Jepang!"

Para penyelenggara memperkirakan peserta unjuk rasa itu berjumlah lebih dari 2.000 orang, dan mengatakan siaran-siaran Internet tentang aksi itu ditonton lebih dari 10.000 orang.

Unjuk rasa itu berlanjut sampai ke taman Tokyo lainnya dekat kedutaan besar China.

Pusat sengketa itu adalah satu gugusan pulau yang tidak berpenduduk di Laut China Timur, yang Jepang namakan Senkaku dan China menyebutnya Diaoyu. Pulau-pulau itu terletak antara pulau Okinawa Jepang dan Taiwan.

Pertikaian yang paling hebat dalam beberapa tahun antara dua negara ekonomi terbesar Asia itu adalah dipicu penahanan seorang kapten kapal pukat harimau China oleh Jepang. kapal itu menabrak dua kapal patroli Penjaga Pantai Jepang dekat pulau-pulau itu.

Dalam beberapa hari belakangan ini ada tanda-tanda mereda, dengan China membebaskan orang terakhir dari empat warga Jepang yang ditahan karena dituduh memotret sebuah lokasi militer.(*)

ANTARA

Malaysia Kagumi Persatuan Indonesia


Ramdhan Muhaimin - detikNews



Kuala Lumpur - Deklarasi rakyat Indonesia yang termuat dalam sumpah kaum pemudanya mengenai persatuan Indonesia pada 82 tahun lalu mengundang kekaguman rakyat di negeri jiran, Malaysia. Meski masih di bawah bayang-bayang penjajahan, pada 28 Oktober 1928 silam kaum muda Indonesia berani mendeklarasikan satu tanah air, satu bahasa, dan satu bangsa, yaitu Indonesia.

Hal itu tersirat dalam kuliah umum yang disampaikan Prof. Dr. Sidek Baba dalam acara Silaturahmi Akbar Masyarakat Indonesia dan Pagelaran Seni Nusantara di Aula Hasanuddin, KBRI Kuala Lumpur, Sabtu (16/10/2010).

"Meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan budaya, namun mereka mampu hidup secara damai dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa," ungkap Sidek.

Menurutnya, Malaysia meskipun saat ini menggunakan slogan Satu Malaysia, tapi masih belum bisa menjadikan bahasa Melayu menjadi satu-satunya bahasa yang dipakai dalam acara formal maupun formal. Dalam lingkup pendidikan misalnya, lanjut pakar Pendidikan Malaysia di International Islamic University of Malaysia (IIUM) tersebut, hampir semua tingkat pendidikan sudah tidak menggunakan buku-buku teks berbahasa Melayu.

Indonesia, tambah Sidek, diibaratkan negara Andalusia di masa lalu yang masyarakatnya banyak yang menguasai berbagai bahasa namun tetap menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa utama sehari-hari.

"Kebanggaan terhadap bahasa sendiri tak seharusnya menghilangkan semangat untuk belajar bahasa lain," ungkap guru besar IIUM yang punya keturunan Bugis ini.

Sementara itu, Atase Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur, Widiyarka Riyananta mengharapkan acara yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia kerjasama organisasi masyarakat Indonesia ini bisa menjadi perekat bagi semua komponen anak bangsa di negeri jiran.

“Dengan jumlah jutaan masyarakat Indonesia di sini mari kita buktikan bahwa kita bisa menjadi duta bangsa di negeri rantau. Tugas andalah untuk
menjelaskan ini kepada saudara-saudara kita di Indonesia,” pungkasnya.

Selain PPI se-Malaysia, acara ini juga dihadiri beberapa organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia, seperti Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di Malaysia (PCIM), Tanoh Rincong Students Association (TARSA), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), Perhimpunan Masyarakat Indonesia (PERMAI), Islamic Economic Forum for Indonesia Development (ISEFID), Persatuan Pelajar Sulawesi Selatan (PPSS), Forum Tarbiyah (FoTar), Persatuan Mahasiswa Riau Malaysia (PMRM), Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM), Ikatan Pelajar Alumni Malaysia Asal Sumatera Utara (IPAMSU), dan Forum Obrolan Seputar Situasi  Indonesia (ObSeSI).

DETIK

PM Turki Tuduh AS Dukung Teroris Dunia

PM Turki Tuduh AS Dukung Teroris Dunia
Islamabad (ANTARA News) - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan Jumat bahwa Amerika Serikat mendukung terorisme dunia dan musuh bersama Pakistan dan Turki.

Erdogan, dalam wawancara dengan surat kabar Pakistan, The News, mengecam keras standar ganda AS dan mengatakan serangan Israel baru-baru ini terhadap satu kapal Freedom Flotilla Turki telah membuka kedok apa yang disebut wajah beradab Washington, yang secara terbuka dan tanpa malu mendukung terorisme negara, Israel.

"Tubuh sembilan warga negara Turki yang gugur di kapal itu diterjang 21 peluru dari tentara Israel, kami menyerahkan hasil otopsi dan bahkan gambar ke Uni Eropa dan AS, tapi Washington tak siap mengutuk terorisme negara, Israel, terhadap Turki. Itu berarti AS mendukung teroris internasional yang membunuh warga negara kami di perairan internasional," kata Erdogan.

Ketika ditanya apa sarannya buat Pakistan untuk melakukan hubungan diplomatik dengan Israel, Erdogan menjawab dengan sangat hati-hati dan mengatakan "Kendati memiliki hubungan diplomatik, Israel tak pernah bertindak seperti negara yang beradab dengan Turki dan saya tak dapat memberi saran apa pun kepada saudara-saudara kami di Pakistan, hak mereka lah untuk memutuskan apakah akan membina hubungan dengan Israel."

"AS mendukung sebagian musuh bersama Pakistan dan Turki dan waktunya telah tiba untuk membuka kedok mereka dan bertindak bersama," kata Perdana Menteri Turki itu --yang saat ini melakukan kunjungan dua hari ke Pakistan.

Erdogan mengatakan Pakistan dan India harus menyelesaikan sengketa Kashmir melalui pembicaraan damai. "Anda memerlukan itikad politik yang kuat guna menyelesaikan sengketa Kashmir," katanya.

Ia mengatakan Pakistan, Turki, Afghanistan dan Iran memiliki masa depan yang sama, keamanan satu negara berada pada keamanan yang lain tapi "musuh kita menciptakan masalah untuk kita".

Ia berkeras bahwa Pakistan dan Turki harus memainkan peran penting guna menstabilkan Afghanistan.

Erdogan berkata, "Kita memiliki masalah bersama dan penyelesaian bersama, kediktatoran militer sejak dulu selalu menciptakan masalah dan demokrasi adalah penyelesaian bersama." (*)

ANTARA

Friday, October 15, 2010

Russia to deliver 35 tanks to Venezuela - Putin (Update 1)

Vladimir Putin
22:35 15/10/2010
© RIA Novosti. Aleksei Nikolski
Russia will soon supply another shipment of tanks to Venezuela, Prime Minister Vladimir Putin said at a meeting with Venezuelan President Hugo Chavez on Friday. "Thirty-five tanks will be delivered soon," he said.
Putin also said Venezuela is Russia's "reliable partner."
Chavez said the two states would speed up military cooperation. Venezuela is building a plant to manufacture Kalashnikov assault rifles.
Since 2005, Venezuela has bought over $4 billion worth of Russian weapons, including warplanes, helicopters, and Kalashnikov assault rifles.
Earlier on Friday, Russia and Venezuela signed an agreement on the construction of a nuclear power station in the South American state. The agreement was reached in April 2010 during Putin's visit to Caracas.
The presidents of Russia and Venezuela, Dmitry Medvedev and Chavez, said on Friday bilateral ties are strengthening.
We are moving onto new agreements on a wide range of projects," Medvedev said at talks in Moscow. "We have a strategic partnership - we are close friends."
Medvedev also said Venezuela acted "like a real friend" when it followed Russia in recognizing the former Georgian republics of South Ossetia and Abkhazia after Chavez's last visit to Russia in September 2009.
Chavez arrived in Moscow on Thursday as part of an international tour that also includes Belarus, Ukraine and Iran.
NOVO-OGARYOVO, October 15 (RIA Novosti)

Russia may sell S-300 missiles to Venezuela, instead of Iran - analyst

Topic: Venezuelan President Hugo Chavez’ visit to Moscow

S-300 missiles
13:30 15/10/2010
© RIA Novosti. Mikhail Fomichev
Russia's S-300 air defense systems, which Moscow refused to deliver to Iran following a new round of UN sanctions against the Islamic Republic, could be sold to Venezuela instead, a Russian arms trade expert said on Friday. Russia signed a deal to deliver five battalions of S-300PMU-1 air defense systems to Iran in 2007 but banned the sale in September, saying the systems, along with a number of other weapons, were covered by the fourth round of sanctions imposed by the UN Security Council against Iran over its nuclear program in June.
"Russia is looking for a buyer of five battalions of S-300PMU-1 air defense systems ordered by Iran, which are worth $800 million, and Venezuela could become such a buyer," said Igor Korotchenko, head of a Moscow-based think tank on the international arms trade.
Venezuelan President Hugo Chavez, who is currently on a visit to Russia, earlier said his country was interested in buying different types of Russian-made air defense systems to create a multilayered air defense network.
Venezuela has already purchased 12 Tor-M1 air defense systems, a number of ZU-23-2 anti-aircraft guns and Igla-S portable short-range air defense systems from Russia.
The S-300PMU-1 (SA-20 Gargoyle) is an extended range version of S-300PMU with a limited anti-ballistic missile capability.
Korotchenko said that if the S-300 deal with Venezuela goes through, Caracas should pay cash for the missiles, rather than take another loan from Russia.
"The S-300 is a very good product and Venezuela should pay the full amount in cash, as the country's budget has enough funds to cover the deal," Korotchenko said.
Moscow has already provided Caracas with several loans to buy Russian-made weaponry, including a recent $2.2-mln loan on the purchase of 92 T-72M1M tanks, the Smerch multiple-launch rocket systems and other military equipment.

MOSCOW, October 15 (RIA Novosti)

Russia to deploy Iskander missiles in all military districts



Russia to deploy Iskander missiles in all military districts
18:21 14/10/2010
© www.militaryparitet.com
The Russian military plans to deploy Iskander-M tactical missiles in all four of its future military districts, the chief of Russia's Armed Forces General Staff said on Thursday. In line with Russia's ongoing military reform, the number of military districts will be cut from six to four by December 1, 2010. In the future, the military districts will be replaced by unified strategic commands.
"We will have brigades equipped with Iskander missiles in every military district," Gen. Nikolai Makarov told reporters in Moscow.
The general said the supply of the Iskander-M missiles is a priority in the development and rearmament of the Russian army.
The Iskander-M system (NATO reporting name SS-26 Stone) is equipped with two solid-propellant single-stage 9M723K1 guided missiles with "quasi-ballistic" capability. The missiles have a range of 400 km (250 miles) and can reportedly carry conventional and nuclear warheads.
Russia is planning to equip at least five missile brigades with Iskander-M systems by 2016.
MOSCOW, October 14 (RIA Novosti)
RIA Novosti

Visby Class, Korvet Siluman dari Swedia (I)




ALUTSISTA - Tak semata hanya difungsikan sebagai kapal perang perairan Lirtoral (LCS), kapal perang berkemampuan siluman kini juga dimanfaatkan untuk mengcounter ancaman serangan asimetrik untuk mendukung doktrin pertempuran laut yang kian berubah. Ringan, cepat, tepat dan senyap itulah syarat utama kapal perang dimasa mendatang.

Jika berbicara tentang kehebatan teknologi kasat radar di pesawat F-117 Nighthawk, F-35 Lightning II dan B2 Spirit kita akan dibuat kagum akan segala kemampuan yang dimilikinya.

Sama halnya dengan teknologi kapal perang masa kini, perlahan tapi pasti akan mengarah ke hal yang sama yakni penyesuaian desain futuristik, teknologi, kecepatan dan daya gempur tinggi bahkan jejaknya pun akan semakin sulit dilacak radar.

Salah satunya Korvet siluman kelas Visby yang dirancang bangun oleh galangan kapal Kockums AB di kota Malmo Swedia. Kockums merupakan perusahaan hasil merger antara Kockums Mekaniska Verkstad dan Karlskronavarvet shipyard (di kota Karlskrona) pada 1998.

Sebelumnya Kockums adalah sebuah industri mekanik yang sukses membangun perangkat pendukung kapal AL Swedia, salah satunya torpedo uap. Sedangkan Karlskronavarvet hanya memproduksi kapal-kapal sipil, namun sejak penggabungan keduanya dibawah payung Celcius Group Corp., perusahaan ini menjadi satu-satunya penyedia kapal perang bagi Angkatan Laut Swedia.

Kemudian pada 2007 Kockums kembali mengambil alih Marinverkstäderna shipyard di kota Muskö, dan kini basis produksi perusahaan ini berada di Malmo dan Karlskrona. Managemen Kockums AB saat ini dipegang oleh Jan-Olof Johansson sebagai CEO.


Jan-Olof Johansson, CEO Kockums AB.

Kockums AB tumbuh berkembang menjadi perusahaan pembuat kapal multinasional yang fokus terhadap pengembangan teknologi pembuatan kapal permukaan dan bawah laut, salah satunya berperan dalam memproduksi mesin pembangkit udara Independen (AIP) untuk kapal selam kelas 214, Jerman. Bahkan mereka juga telah mampu merancang-bangun kapal dengan menggabungkan teknologi siluman beserta perangkat sensor dan persenjataan canggih.

Sebagian besar saham Kockums AB Shipyard kini dimiliki galangan kapal Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) di Kiel Jerman. HDW sendiri merupakan anak perusahaan dari ThyssenKrupp Marine Systems.

Konstruksi

Konstruksi Visby class dimulai pada 1996 di galangan Kockums Kalrskrona. Kapal pertama diberi nama HMS Visby (K31) yang diluncurkan pada Juni 2000, serah terimanya sendiri baru dilakukan selang 2 tahun ke Försvarets materielverk FMV (Departemen Pertahanan Swedia) pada Juni 2002. Hal ini dimaksudkan untuk menguji kelaikan kapal (sea trial) dan penyesuaian persenjataan serta sistem kendali tempur. Bisa dibilang uji coba korvet Visby tidak menemui kendala berarti dalam penyesuaian dengan kondisi yang ada.



Kemudian berturut-turut diproduksi kapal kedua HMS Helsingborg (K32), diluncurkan pada Juni 2003 dan diserah terimakan pada April 2006. Kapal ketiga, HMS Härnösand (K33) diluncurkan pada bulan Desember 2004. HMS Visby dan Härnösand secara resmi diserah terimakan kepada Angkatan Laut Swedia pada Juni 2006.

Kapal lainnya, HMS Nykoping (K34), diluncurkan pada Agustus 2005 dan diserahkan pada bulan September 2006. Kemudian HMS Karlstad (K35), diluncurkan pada Agustus 2006 yang bakal menjalani sea trial hingga akhir tahun ini. Dikarenakan krisis keuangan global yang melanda negara Eropa dan Amerika, akhirnya Swedia membatalkan pemesanan kapal keenam, HMS Uddevalla (K36).

Empat kapal pertama (K31-K34) diperuntukkan sebagai kapal perang anti ranjau (MCM) dan anti kapal selam (ASW). Sedangkan kapal kelima (K35) sebagai anti kapal permukaan (ASuW).

Korvet Visby juga bakal dilengkapi dengan helikopter AgustaWestland A109M ringan buatan Italia guna mendukung operasional. A109M ditenagai oleh dua mesin Pratt & Whitney PW-206C dengan kendali FADEC (Full Authority Electronic Control), bilah rotor di heli sudah menggunakan bahan komposit, dilengkapi dengan avionic canggih dan cockpit fully integration. Pengoperasian heli dilakukan oleh dua orang kru, dimana kabin bisa diubah untuk mengevakuasi 2 orang korban luka dan 8 orang pasukan bersenjata lengkap dalam mode kabin normal.... Bersambung

©alutsista

SBY Akan Berkunjung Ke Rusia

Menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov

Para menteri luar negeri Rusia dan Indonesia akan membicarakan kunjungan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ke Rusia mendatang, Ujar juru bicara menlu Rusia.

Menteri Luar Negeri Indonesia Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa akan ke Moskow yang merupakan kunjungan resmi pada 15-16 Oktober untuk membahas kerjasama dengan Sergei Lavrov dalam berbagai bidang.

"Perhatian khusus atas kunjungan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ke Rusia mendatang. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama Rusia-Indonesia dan untuk memperluas hubungan bilateral dalam semua bidang," kata Andrei Nesterenko.

Agenda menteri 'untuk perundingan, katanya, termasuk diskusi tentang kerjasama di bidang energi, penerbangan sipil, telekomunikasi, kedokteran, pertanian, pariwisata serta sektor militer dan teknis.

Rusia menandatangani perjanjian dengan Indonesia pada September 2007 untuk memberikan batas kredit $ 1 milyar untuk negara Asia Tenggara untuk pembelian senjata Rusia.

Indonesia menjadi salah satu pelanggan utama senjata Rusia pada tahun 1999 ketika Amerika Serikat memperketat embargo penjualan senjata kepada negara atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sumber: RIA

Kapal Buatan PT PAL, Terbaik di Dunia


Laporan wartawan KOMPAS Aloysius Budi Kurniawan

aloysius b kurniawan
Kapal DSBC 50.000 DWT Produksi PT PAL Indonesia berhasil diselesaikan dan kemudian diserahkan ke perusahaan Singapura

SURABAYA, KOMPAS.com - Kapal Double Skin Bulk Carrier (DSBC) Erlyne 50.000 Dead Weight Tonnage (DWT) produksi PT PAL Indonesia termasuk salah satu kapal terbaik di dunia untuk kelas kapal berbobot mati 50.000 ton. Kapal yang juga dikenal dengan nama "Star 50" sepanjang 189,840 meter dan lebar 30,50 meter ini sepenuhnya hasil rancang bangun putra-putri Indonesia.
"Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT adalah produk unggulan PT PAL Indonesia. Kapal ini menggunakan kandungan lokal 35 persen hingga 45 persen dengan bahan-bahan berkualitas tinggi," kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar saat peluncuran Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT di Galangan Kapal Divisi Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (15/10/2010).
Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT dirancang untuk memenuhi persyaratan operasi dan didesain dengan menggunakan kelas Det Norske Verits (DNV Class). Menurut Direktur PT PAL Indonesia Harsusanto, dari desain, kecepatan Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT memiliki kecepatan maksimal 14,5 knot. Tapi, setelah diuji coba di lautan, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 16,5 knot.
"Kualitas kehalusan bodi kapal ini tak kalah dengan kapal-kapal asing. Ini adalah salah satu kapal terbaik di dunia," kata Harsusanto.
Kapal jenis niaga ini adalah pesanan Azurite Invest Ltd, British Virgin ILand, Singapura . Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT adalah kapal kesembilan dari kapal kelas DSBC yang berhasil diekspor ke sejumlah negara. Beberapa negara yang pernah mengimpor kapal jenis ini adalah Hongkong (empat unit) , Jerman (dua unit), Turki (dua unit), dan Singapura (satu unit).

KOMPAS

TNI AL Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara

0diggsdigg

Surabaya - Kondisi cuaca yang tak bersahabat tidak melunturkan semangat anggota TNI Angkatan Laut. Dengan ditemani hujan rintik-rintik dan kabut, mereka menggelar latihan Evakuasi Medis Udara (EMU) di Selat Madura.

Latihan kali ini melibatkan skenario kerja Tim gabungan EMU. Mereka bertugas mencari, mengamati dan menyelamatkan korban unsur KRI yang mengalami kebakaran di daerah perbatasan.

Tim gabungan EMU ini melibatkan KRI Teluk Banten-516, Satkopaska Koarmatim, Batalyon Taifib Pasmar 1, Pesaud Nomad, dua buah Heli NBell, Heli Bolkow, empat perahu karet, tim medis dari Diskermatin, Lantamal V, dan RSAL dr Ramelan.

"Pesawat Udara TNI Angkatan Laut merupakan salah satu komponen SSAT dalam rangka menyelenggarakan pertahanan keamanan dilaut, mengemban fungsi asasi Pengintaian Udara Taktis, Anti Kapal Selam, Anti Kapal Atas Air, Pendaratan Pasrat Lintas Heli, Dukungan Logistik Cepat dan Pengamatan Laut Terbatas," kata Kepala Dispenarmatim Letkol Laut Yayan Sugiana dalam rilis yang dikirim ke detiksurabaya.com, Jumat (15/10/2010)

Salah satu tuntutan kemampuan dan ketrampilan personel pesawat udara TNI AL adalah mampu memahami cara-cara dan prosedur dalam menghadapi segala permasalahan keadaan darurat, diantaranya dukungan evakuasi medis. Setiap peralatan dan persenjataan pun harus mencapai dan mampu mempertahankan kesiapan operasional yang berkualitas.

"Selain itu juga, setiap personel juga harus mempunyai fungsi tambahan SAR, Evakuasi Medis Udara dan bantuan Penanggulangan Bencana Alam," tandasnya.

Sumber: DETIK

Thursday, October 14, 2010

Hercules Siap Operasi 2013

0diggsdigg

Pesawat Angkut TNI AU

Malang, Kompas - Kementerian Pertahanan menargetkan tahun 2013 semua pesawat angkut Hercules C-130 siap dioperasikan. Untuk itu, Kementerian Pertahanan meminta TNI Angkatan Udara lebih cermat dan kreatif mengelola anggaran pemeliharaan.

”Kami sudah terima laporan bahwa saat ini ada satu batalyon (11 pesawat) C-130 yang siap mengudara. Diharapkan, pada 2013 kita sudah sanggup mengudarakan dua batalyon,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (14/10), dalam jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Menurut dia, saat ini Indonesia memiliki 21 pesawat Hercules C-130. Jadi, baru separuh dari jumlah tersebut yang siap mengudara. ”Untuk itu, kami akan meningkatkan anggaran pemeliharaan, baik lewat APBN maupun lewat cara yang sekarang dilakukan, yakni program retrofit,” ujar Sjafrie seusai melihat kondisi pesawat Hercules C-130 milik Skuadron 32 di Abdulrachman Saleh.

Program retrofit atau pemutakhiran pesawat angkut Hercules C-130 dahulu dilakukan di Singapura. Namun, kini retrofit sudah bisa dikerjakan di dalam negeri. ”Ada lima pesawat Hercules dari skuadron ini yang diretrofit di Bandung,” ujarnya.

Namun, kata Sjafrie, pemerintah berusaha keras agar bisa melakukan pengadaan pesawat. ”Penambahan pesawat ini tentunya lewat proses G to G (government to government). Ada beberapa negara sahabat yang telah menyampaikan keinginan mereka memberi hibah pesawat,” ujar Sjafrie.

Trimaran X3K Buatan PT. Lundin Pesanan TNI AL

Dari Malang, dengan menggunakan helikopter, Sjafrie menuju PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jatim. Di pabrik itu Sjafrie menyaksikan pembuatan kapal berbahan komposit untuk keperluan militer. Pekerja PT Lundin tampak sibuk mengerjakan beberapa unit kapal patroli tipe Catamaran.

Sebagian pekerja lain sibuk merapikan badan kapal tipe rigid-inflatable boat (RIB). Namun, perhatian rombongan tertuju pada pembuatan prototipe Kapal Cepat Rudal Trimaran yang dipesan TNI AL. Kapal tiga lunas ini bisa mengangkut satu kapal RIB. Pemilik PT Lundin, John Lundin, kepada Sjafrie menegaskan, perusahaannya bukan kompetitor PT PAL.

Sumber: KOMPAS

MENHAN:Target Terpenuhi

0diggsdigg

Jakarta, Kompas - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Kementerian Pertahanan telah memenuhi target sejak program 100 hari, yang dilanjutkan dengan agenda dari Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4.

Purnomo, yang juga mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengakui, tak seperti harga listrik dan bahan bakar minyak yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, kebijakan di Kementerian Pertahanan tidak selalu berhubungan langsung dengan masyarakat. ”Kami melaksanakan pekerjaan rumah yang dibahas setiap retret. Rapor Kemhan selalu biru,” katanya di Jakarta, Kamis (14/10), menanggapi hasil jajak pendapat Kompas.

Menhan mendaftarkan berbagai agenda kerja yang tuntas, seperti tunjangan bagi prajurit di pulau terluar; undang-undang (UU) yang mengatur kerja sama dengan Brunei Darussalam, Rusia, dan Singapura; serta pembuatan Rancangan UU Keamanan Nasional dan UU Revitalisasi Industri Pertahanan.

Legislasi yang belum tuntas adalah RUU Peradilan Militer dan RUU Rahasia Negara. Namun, keduanya tidak masuk ke program UKP4. ”Memang remunerasi belum tuntas, tetapi masih jalan terus. Tunjangan di perbatasan juga tidak tertutup kemungkinan belum lancar,” papar Purnomo.

Salah satu agenda Kemhan yang banyak disorot, yaitu pengambilalihan aktivitas bisnis milik TNI, prosesnya sudah berjalan untuk bentuk yayasan, koperasi, dan badan usaha milik negara. Yayasan dan koperasi, misalnya, harus ikut UU yang berlaku. Mengenai masih banyaknya bisnis ilegal oknum militer yang dilihat masyarakat, ia menegaskan, hal itu bukanlah porsi kementeriannya.

Kemhan secara khusus memberikan perhatian pada masalah perbatasan pula. Dari 92 pulau terdepan, 12 pulau yang menjadi prioritas telah diberikan sarana yang lebih memadai.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan juga mengubah persepsi bahwa masalah perbatasan adalah kesejahteraan, selain pertahanan. ”Kesejahteraan kita lebih tinggi dibandingkan negara tetangga di perbatasan Papua Niugini dan Timor Leste. Namun, kami akui, dengan Malaysia, kita lebih rendah,” katanya.

Banyak pekerjaan Kemhan adalah kerja jangka panjang dan bertujuan untuk menggerakkan ekonomi. Dengan pembangunan industri pertahanan di dalam negeri, selain akan meningkatkan muatan lokal, hal ini juga akan menambah lapangan pekerjaan dan membuat roda ekonomi berputar dengan biaya dari dalam negeri. Pendanaan proyek itu dari perbankan dalam negeri.

Alat utama sistem persenjataan produksi Indonesia, seperti panser Anoa, senjata SS1, amunisi, dan pistol, semakin diminati negara lain, seperti Malaysia dan Brunei. PT Dirgantara Indonesia juga mendapatkan lisensi untuk membuat helikopter Bell 412 yang akan selesai tahun 2013. PT PAL juga sudah membangun kapal perusak kawal rudal. ”Ke depan, kita akan bikin fregat dan kapal selam,” kata Purnomo.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, menambahkan, ”Kinerja pertahanan tidak usah hanya dilihat tahun ini. Sejak lima tahun pertama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Kemhan sudah bisa meningkatkan kualitas yang berkaitan dengan TNI, kebijakan pertahanan, dan industri pertahanan.”

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menyatakan, Presiden Yudhoyono belum selesai menilai kinerja menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. ”Belum lengkap penilaian kinerjanya,” katanya kepada Kompas saat mendampingi Presiden Yudhoyono meninjau bencana banjir Wasior di Manokwari, Papua Barat, Kamis.

Menurut Sudi, jika sudah lengkap, tentu akan ada tindak lanjut dari Presiden.

Sumber: KOMPAS

Tentara Malaysia Pukuli WNI di Perbatasan

Metrotvnews.com, Tarakan: Seorang warga kecamatan Krayan, kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur dianiaya tentara Diraja Malaysia diwilayah desa Bakalalan, perbatasan Indonesia dan Malaysia saat pulang berbelanja kebutuhan pokok di negara tetangga.

Warga Krayan bernama Lapinus Lasung, mengalami luka dalam dan luka di kepala cukup serius, akibat sebab di hantam dengan batu dan kayu oleh tentara Diraja Malaysia hingga tak sadarkan diri.

Menurut pengakuan Lapinus, dia dikejar dua tentara Malaysia yang berjaga di desa Bakakalan, sebuah wilayah yang menghubungakan jalan tikus Krayan dan Malaysia, saat warga di Krayan hendak berbelanja sembako dan kebutuhan pokok lainnya.

Saat Lapinus melewati pos penjagaan tersebut, tiba-tiba ia dikejar oleh tentara Malaysia lalu menganiaya, tanpa tahu kesalahan yang dilakukan.

Permohonan ampun juga tidak di indahkan tentara Malaysia. Anehnya pasukan TNI penjaga perbatasan yang terdapat di wilayah tersebut bukannya menolongnya, namun menurut pengakuan korban salah seorang dari TNI tersebut ikut menganiaya dirinya.

Karena luka dalam dan sering muntah, Lapinus pun di terbangkan ke RSUD Kota Tarakan menggunakan pesawat Susi Air, untuk menjalani perawatan intensif.

Menurut warga Krayan penganiayaan tentara Diraja Malaysia sudah sering terjadi di wilayah Bakakalan saat WNI di perbatasan tersebut berbelanja ke Malaysia. Butuh empat jam berjalan kaki warga di Krayan untuk tiba di sebuah pasar kecil tempat berbelanja sembako di Malaysia.

Sumber: METRONEWS
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/10/14/31440/Tentara-Malaysia-Pukuli-WNI-di-Perbatasan/

Vietnam akan Tingkatkan Kerjasama Militer dengan India Keputusan itu dibuat dalam pembicaraan antara Menteri Pertahanan India A.K. Antony dan Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh.

Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh baru menyepakati peningkatan kerjasama militer dengan India.
Foto: ASSOCIATED PRESS
Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh baru menyepakati peningkatan kerjasama militer dengan India.
India dan Vietnam telah sepakat untuk meningkatkan kerjasama militer, termasuk dengan latihan bersama personil pertahanan.

Keputusan itu dibuat dalam pembicaraan antara Menteri Pertahanan India A.K. Antony dan Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh. Antony berada di Hanoi untuk menghadiri pertemuan para menteri pertahanan kawasan itu sebelumnya pekan ini.

Kedua menteri menyatakan rasa puas mereka pada hari Rabu, akan kemajuan mereka berkenaan dengan memorandum kerjasama pertahanan yang ditandatangani November lalu. Mereka menyatakan ingin mempererat hubungan tersebut.

Kemungkinan kerjasama tersebut mencakup berbagi informasi teknologi yang berhubungan dengan pertahanan dan bantuan India untuk Vietnam dalam hal keterampilan bahasa Inggris.


VOA

TNI AL Dapat Jatah 1 Kapal Rudal Cepat Tahun 2011



Trimaran X3K Buatan Lundin Pesanan TNI

TEMPO Interaktif, BANYUWANGI - Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau pembuatan kapal cepat rudal (KCR) Trimaran di PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut Sjafrie, kapal tersebut akan diberikan kepada TNI Angkatan Laut untuk mendukung pertahanan dan keamanan laut Indonesia. Kapal senilai Rp 250 miliar itu dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Uji coba kapal akan dilakukan pada Desember 2011," kata Sjafrie kepada wartawan usai melakukan kunjungan, Kamis 14 Oktober 2010.


Sjafrie menjelaskan, penambahan kapal ini sebagai bagian dari percepatan alat-alat pertahanan TNI dengan melibatkan perusahaan di dalam negeri, baik milik pemerintah dan perusahaan swasta nasional. "Produksi dalam negeri lebih efisiensi anggaran," kata dia.

Direktur PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin, mengatakan, kapal yang mulai dibuat awal 2010 itu memiliki ukuran panjang 63 meter dan lebar 15 meter. KCR Trimaran memiliki kapasitas 31 orang dan satu tim pasukan khusus.

PT Lundin berdiri di Banyuwangi sejak tahun 2004 dan telah memproduksi 72 unit kapal untuk militer, SAR dan kapal pesiar. Selain melayani TNI AL, berbagai produksinya diekspor ke Australia, Brunei, Thailand, dan Malasyia.

Sumber: TEMPO

Kostrad Akan Tambah Divisi Baru Di Papua

illustrasi Kostrad TNI AD

Malang - TNI AD akan melakukan penambahan divisi baru Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad). Divisi baru ini nantinya akan ditempatkan di Papua. Penambahan ini untuk memperkuat pantauan keamanan wilayah timur NKRI.

Kostrad sendiri telah memiliki dua divisi, yakni Divisi I Kostrad di wilayah Cilodong, Jawa Barat, dan Divisi II di Singosari, Kabupaten Malang.

"Sesuai kebutuhan, kami akan menambah divisi baru di Papua. Yaitu divisi III, tujuannya untuk memantau keamanan wilayah timur Indonesia," kata Panglima Kostrad, Letjen TNI AD Burhanuddin Amin, usai melantik Panglima Divisi II Kostrad Singosari yang baru Brigjen TNI AD M. Munir di Markas Kostrad Singosari, Kamis (14/10/2010).

Menurutnya, pendirian Divisi Kostrad baru harus disesuaikan dengan kebutuhan. Penambahan divisi baru dianggap realistis jika mengacu pada kondisi lapangan yang begitu luas. Meski begitu, pengkajian terus dilakukan, khususnya yang menyangkut kebutuhan anggaran.

"Prinsipnya, rencana itu disesuaikan dengan kebutuhan, dan kita harapkan pada 2011 mendatang sudah terwujud," ujar dia.

Burhanudin juga membantah, penambahan divisi bukan semata untuk menangkal aksi separatisme dan ancaman dari luar Indonesia, tapi memang dibutuhkan untuk penyebaran personel yang merata dan menjaga perbatasan NKRI. Pembentukan divisi baru sejalan dengan tugas utama Kostrad sebagai satuan tempur. "Rencana ini telah kita bahas sejak lima tahun lalu, dan kini telah dimatangkan, hal ini sesuai kebutuhan TNI AD," bebernya.

Kostrad saat ini memiliki 33.342 personel yang tersebar di dua divisi. Divisi ini merupakan pasukan pemukul terbesar di TNI. "Penambahan divisi baru tidak serta merta memindahkan lokasi, yaitu Divisi Lintas Udara atau Linud. Selain, karena adanya perlengkapan tersendiri, penyatuan Linud dianggap akan mempermudah komando pengendalian," terangnya.

Sumber: DETIK

Indonesia Butuh 3 buah Kapal Selam

Kapal Selam Amur Class yang kemungkinan Diminati TNI AL

MALANG, KOMPAS.com- Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Indonesia sedikitnya membutuhkan tiga kapal selam baru. "Jangan dua, kita perlu tiga kapal selam," katanya di sela-sela kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Kamis (14/10/2010).

Ia menjelaskan, Indonesia telah menetapkan untuk membuat kapal selam sendiri yang pengerjaannya dimulai pada 2014. "Kita persiapkan semuanya, agar pada 2014 kita sudah dapat mulai membangunnya," kata Sjafrie dengan nada optimis.

Sementara mempersiapkan kapal selam produksi dalam negeri, Kementerian Pertahanan juga tetap melanjutkan pengadaan dua kapal selam baru dari mancanegara. "Kita siapkan kembali skema pengadaan, pendanaannya, dan lain-lain. Hingga pengadaan dua kapal selam itu tetap berjalan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Among Margono mengatakan, proses pengadaan dua kapal selam itu telah memasuki tahap kualifikasi. "Jadi, kita laksanakan terus prosesnya," katanya.

Sebelumnya, TNI Angkatan Laut menender ulang pengadaan dua kapal baru, karena prosesnya belum disetujui. Pengadaan dua unit kapal selam itu dibiayai fasilitas Kredit Ekspor (KE) senilai 700 juta dolar AS, yang diperoleh dari fasilitas pinjaman luar negeri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2004-2009.

"Kami sudah tentukan spesifikasi teknisnya, serta kemampuan dan efek penggentar yang lebih dari yang dimiliki negara tetangga, kata Among.

Pada tender pertama, dari empat negara produsen kapal selam yang mengajukan tawaran produk mereka, seperti Jerman, Perancis, Korea Selatan, dan Rusia, TNI Angkatan Laut telah menetapkan dua negara produsen sesuai kebutuhan, yaitu Korea Selatan dan Rusia.

Sumber: KOMPAS

Menlu: Perlu Mekanisme Peninjauan Kemitraan RI-Rusia

Menlu: Perlu Mekanisme Peninjauan Kemitraan RI-Rusia
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa akan melakukan kunjungan singkat ke Rusia pada 15 Oktober, menyatakan akan membahas pembentukan mekanisme peninjauan secara berkala dari kemitraan strategis kedua negara.

Mekanisme ini memungkinkan kedua pihak dapat memonitor kemajuan hubungan kerjasama bilateral, kata Menlu RI, yang akan berkunjung atas undangan Menlu Rusia, Sergey V.Lavrov, demikian siaran berita yang diterima ANTARA dari Kementerian Luar Negeri RI, Kamis.

Dalam pertemuan nanti, kata Marty, akan membahas mengenai tindak lanjut dari Deklarasi Kemitraan Strategis RI - Rusia yang ditandatangani pada 21 April 2003 di Moskow.

Pertemuan juga akan membahas tindak lanjut dari sejumlah kerja sama yang telah disepakati di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, termasuk di bidang alat-alat berat dan pabrikasi peralatan komunikasi berbasis satelit serta kerjasama pengembangan sistem keamanan dan teknologi informasi.

Dalam bidang perhubungan akan dibahas tentang kemungkinan pembukaan rute penerbangan langsung RI-Rusia oleh Garuda Indonesia, dan investasi Rusia pada pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Tengah.

Kedua Menlu juga akan memanfaatkan pertemuan ini untuk saling bertukar pikiran mengenai isu global dan regional, diantaranya pembentukan arsitektur baru kawasan dengan memasukkan Rusia dan AS dalam East Asia Summit, keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011 dan rencana penyelenggaraan ASEAN-Russia Summit kedua di Hanoi, 30 Oktober 2010.

Menlu RI juga memaparkan, mengenai isu global akan membahas bersama Menlu Rusia masalah Semenanjung Korea, proses perdamaian di Timur Tengah, nuklir Iran, stabilisasi kondisi di Irak, Afghanistan dan Kosovo. (*)

ANTARA

RI Masih Pertimbangkan Hercules AS dan Australia

RI Masih Pertimbangkan Hercules AS dan Australia
Malang (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia hingga kini masih mempertimbangkan tawaran hibah sejumlah pesawat angkut C-130 Hercules dari Amerika Serikat dan Australia.

"Belum, kami belum memutuskan. Semua masih kami pertimbangkan," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjawab ANTARA di Malang, Kamis.

Usai meninjau kesiapan Skuadron Udara 32 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, dia mengatakan, pemerintah telah menetapkan untuk memfokuskan pesawat tempur dan angkut, seperti C-130 Hercules.

Karena itu, lanjut Sjafrie, ada dua langkah yang dapat dilakukan. Pertama, memelihara dan meningkatkan kesiapan pesawat Hercules yang sudah ada, antara lain, melalui program retrofit atau peremajaan.

"Dan kedua, mengadakan pesawat Hercules baru, seperti yang sudah ditawarkan AS dan Australia," ujarnya.

Namun, lanjut Sjafrie, tawaran hibah dari kedua negara itu masih dipertimbangkan dari segala aspek.

Pada kesempatan terpisah, Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Muda TNI Erry Biatmoko mengatakan, AS menawarkan hibah enam Hercules Tipe E dan siap diberikan pada 2012.

Sebelumnya, AS juga menjanjikan bantuan pengadaan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dan J untuk Indonesia.

Bantuan itu berupa potongan harga dengan menggunakan fasilitas Foreign Military Financing (FMF) dan bantuan suku cadang bagi pesawat angkut berat Hercules.

Sementara itu, Australia menawarkan Hercules Tipe J.

Populasi Hercules yang dimiliki TNI Angkatan Udara tercatat 21 unit yang kini dioperasikan di Skuadron Udara 31/Halim Perdanakusuma dan Skuadron 32/Abdurahman Saleh.

Khusus di Skuadron Udara 32 dari 11 unit Hercules yang dioperasikan, hanya enam yang dinyatakan siap. Sisanya masih menjalani masa pemeliharaan rutin. (*)

ANTARA

TNI-AL Siagakan Empat KRI di Wasior


TNI-AL Siagakan Empat KRI di Wasior
Surabaya (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut (AL) menyiagakan sedikitnya empat unit kapal perang Republik Indonesia (KRI) di Distrik Wasior, Kabupaten Wondama, Papua Barat, untuk memberikan dukungan dan bantuan terhadap korban bencana banjir bandang.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (Kh) Yayan Sugiana di Surabaya, Kamis, mengatakan, keempat KRI itu adalah KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Fatahilah-361, KRI Ahmad Yani-351, dan KRI Kalakay-818.

"Keberadaan KRI sangat strategis untuk penanggulangan bencana alam di Wasior, mengingat jalur transportasi yang bisa digunakan di sana melalui laut," katanya.

Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melihat lokasi bencana dari atas KRI Sultan Hasanuddin, Rabu (13/10).

Presiden juga bermalam di KRI Sultan Hasanuddin, termasuk Panglima Koarmatim Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto hingga saat ini masih berada di Wasior.

Sebelumnya KRI Kalakay telah beberapa kali melakukan perjalanan pergi-pulang Manokwari-wasior untuk mengangkut bantuan logistik dari Presiden.

Bantuan tersebut tidak bisa didistribusikan langsung ke Wasior melalui jalur udara karena bandara di distrik itu rusak diterjang banjir bandang.

Sementara itu, sejumlah personel Koarmatim mengakhiri latihan penanggulangan bencana di perairan Laut Jawa. Penutupan latihan itu dilakukan dengan menggelar pengobatan massal di Kabupaten Banyuwangi, Kamis.

Upacara penutupan dipimpin Kepala Staf Koarmatim Laksamana Muda TNI Arief Rudianto.

"Latihan pratugas ini merupakan bentuk penyiapan satuan-satuan operasional sebelum melaksanakan tugas operasi penanggulangan bencana," katanya.

Hal itu mutlak diperlukan mengingat perubahan lingkungan strategis yang berkembang sangat dinamis dan banyak mengalami perubahan serta berpengaruh terhadap perubahan bentuk penanganan permasalahan yang muncul di medan tugas.

"Kecepatan dan ketepatan penyelamatan dan penanggulangan bencana di lapangan harus berdasarkan pada `standard operation prosedur` yang disesuaikan dengan situasi alam serta alat peralatan yang dimiliki," katanya.

Kegiatan penanggulangan bencana merupakan misi kemanusiaan yang semakin penting, mengingat kontelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki gugusan gunung berapi dan dekat dengan jalur pertemuan antara dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Australia.

"Hal ini menuntut adanya kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan gelombang tsunami," kata Arief.(*)

ANTARA

TNI GELAR KEKUATAN



Ulang Tahun ke-65 TNI Unjuk Kekuatan








0diggsdigg0diggsdigg


JAKARTA, KOMPAS.com - Pada peringatan hari ulang tahun ke-65 ini, TNI akan unjuk kekuatan di Pangkalan TNI, Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (5/10/2010). Unjuk kekuatan ini akan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan jajarannya, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu Kedua, dan para tamu dan undangan.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, segenap kekuatan udara TNI yang terdiri dari pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat latih, dan pesawat helikopter akan melakukan fly past.

Beberapa pesawat yang diturunkan, antara lain, 4 pesawat helikopter colibri TNI AU dari skadron udara 7 Lanud Kalijati, 3 helikopter bell 412 dan sebuah helikopter Bolco TNI AL, 4 helikopter serbu TNI AD MI-17, 4 pesawat NC 212 patroli maritim TNI AL, 6 pesawat latih KT-1 wong bee dari skadron pendidikan 102 Lanud Adisutjipto, 4 pesawat F-5 Tiger dari Skadron Udara 14, 2 pesawat Hawk MK-53 dari Skadron Udara 15, 6 pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun, 9 pesawat Hawk 100/200 dari Skadron 1 Lanud Supadio dan Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, serta 6 buah pesawat TNI terbaru, Sukhoi 27 dan 30 dari Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin. Selain itu, ada pula unjuk kekuatan kendaraan tempor oleh personel dari Kostrad, Marinir TNI AL, Gultor Kopassus, Paskhas TNI AU, Den Bravo, dan lainnya.

maju indonesiaku

Persenjataan Tua Hingga Canggih Meriahkan HUT TNI

0diggsdigg0diggsdigg

Pesawat Sukhoi-27 dan 30, 11 pesawat Hawk MK-53, 6 pesawat F-16 Fighting Falcon, dan 6 pesawat F-5 Tiger sedang menggelar aktraksi. (Foto: DETIK)

Jakarta (ANTARA News) - Persenjataan Tentara Nasional Indonesia, yang telah berusia lanjut hingga paling canggih tampil memeriahkan HUT ke-65 TNI di Jakarta, Selasa.

Persenjataan tua, misalnya "triple gun" milik Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara buatan tahun 1950 dan masih digunakan oleh korps baret oranye.

Sedangkan alat utama canggih yang dimiliki TNI antara lain tujuh pesawat jet tempur Sukhoi SU-27SKM dan SU-30MKM yang merupakan pesawat jet tempur generasi terbaru yakni generasi 4+.

Terdapat pula 26 panser kendaraan taktis "Anoa", kendaraan tempur V-150, 18 tank "Scorpion", delapan stomer APC, dan meriam G23 kendaraan khusus satuan penanggulangan teror Kopassus.

Beragam alat utama sistem senjata itu berjajar di beberapa titik di luar area upacara di landasan Echo Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Segala jenis persenjataan itu, akan tampil dalam bentuk parade dan defile. Sedangkan 50 pesawat berbagai jenis, akan melakukan terbang lintas.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, peringatan HUT ke-65 TNI memang dilakukan lebih besar dan meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Memang peringatan kali ini, lebih besar dan meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Hal itu, lanjut dia, merupakan bentuk pertanggungjawaban TNI kepada publik, sekaligus kesiapan TNI untuk menjalankan tugas pokoknya menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain defile dan parade persenjataan, kendaraan tempur dan satuan-satuan TNI serta terbang lintas sejumlah pesawat, rangkaian peringatan HUT ke-65 TNI ditutup dengan terjun payung oleh 65 penerjun prajurit TNI.

Sumber: ANTARA

HUT ke-65 TNI, Penjagaan Lanud Halim Perdanakusumah Diperketat

0diggsdigg0diggsdigg

Gladi bersih jelang HUT ke65 TNI berlangsung di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan hari ulang tahun ke-65 yang diselenggarakan di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta. Penjagaan Kompleks Lanud Halim Perdanakusumah pun diperketat.

Pantauan detikcom, pukul 08.15 WIB, Selasa (5/10/2010), sejumlah petugas kepolisian dan TNI sudah standby di sepanjang Jl Halim Perdanakusumah. Setiap 20 meter di Jl Halim Perdanakusumah dijaga 3 polisi dan 2 TNI.

Tak hanya di Jl Halim Perdanakusumah, di sekitar Kompleks Lanud juga sudah dikelilingi penjagaan aparat TNI. Di pintu masuk Lanud Halim, sejumlah personel TNI mengamankan mobil-mobil tamu yang hendak masuk ke dalam. Mereka memisahkan mobil-mobil dinas kepolisian dan TNI serta mobil milik sipil.

Mobil dinas kepolisian atau TNI diarahkan ke sebelah kiri. Sedangkan mobil pribadi milik sipil diarahkan ke sebelah kanan. Di tempat parkir mobil sipil dan mobil aparat juga sudah dijaga oleh sejumlah personel TNI.

Setiap mobil yang masuk tidak langsung diperiksa dengan metal detector. Pemeriksaan mobil hanya dilakukan secara manual. Namun tamu-tamu undangan yang hendak masuk ke lapangan skuadron, tempat acara akan berlangsung, harus melewati metal detector.

Ada 2 metal detector yang sudah disiapkan di lokasi. Setiap metal detector dijaga oleh belasan petugas Paspampres yang mengenakan jas hitam. Satu tenda besar berwarna abu-abu dengan hiasan merah putih sudah disediakan di Skuadron 17.

Sejumlah tamu undangan pun sudah mulai memenuhi kursi-kursi yang disediakan di Skuadron 17 Lanud Halim. Bahkan menteri kabinet dan pejabat pemerintahan sudah tiba di lokasi.

Para undangan tersebut antara lain Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Kabarhankam Mabes Polri yang juga calon Kapolri tunggal Komjen Pol Timur Pradopo. Timur yang mengenakan seragam lengkap Polri ini tampak datang lebih dulu daripada Kapolri.

Dalam perayaannya, Lanud Halim juga akan mempertontonkan aktraksi pesawat Sukhoi. Rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan tiba di lokasi pukul 09.00 WIB.

Sumber: DETIK

foto latihan marinir
LAMPUNG, 7/2 - LATIHAN MARINIR. Sejumlah kendaraan tempur milik Korps Marinir melakukan penembakan dengan menggunakan Roket RM.70 Grad saat Latihan Pemantapan Terpadu Korps Marinir tahun 2010 di Pantai Caligi, Lampung, Minggu (7/2). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau dan melihat langsung latihan tersebut. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ed/pd/10.

Pesiden SBY Tinjau Latihan Perang Korps Marinir



Pantai Caligi, Lampung: Minggu (7/2) pagi ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau latihan pemantapan terpadu Korps Marinir TNI-AL dan melakukan penghijauan. Presiden dan rombongan menginap di KRI 591 yang berlabuh di Pantai Caligi, Lampung, sejak tiba dini hari tadi.
Pagi ini Presiden turun dari KRI 591 dan menggunakan kendaraan perang LVT-7 A1 bersama pasukan pendarat amfibi untuk menijau latihan perang Korps Marinir TNI-AL. Sekitar pukul 08.30 WIB, SBY menuju Markas Brigade Infantri 9 untuk meninjau pameran tumbuhan bio-marine.. "Semoga dapat berkembang dengan baik," kata SBY kepada pengembang tumbuhan bio-marine.
Selanjutnya, Presiden menanam pohon Trembesi, masih di tempat yang sama. "Kita siram dengan harapan subur dan barokah, amin," ujar SBY.
Di sela-sela kegiatan, SBY sempat menyapa penduduk sekitar yang hadir. SBY juga menyapa beberapa waga yang tengah ermain bola voli, lalu melakukan pukulan atau servis pertama. "Anak-anak suka voli? Suka sepakbola, suka olahraga? Suka belajar? Suka beribadah, Taat pada orang tua, hormat pada guru?" tanya SBY kepada anak-anak yang datang.
Pada pukul 10.30 SBY tiba di daerah pantai klara untuk melihat anggota Korps Marinir yang sedang melakukan bakti sosial. "Saya harap terjalin kerjasama yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar sini" kata SBY
Kunjungan terakhir SBY di Lampung adalah melihat simulasi operasi rubber duck di pantai Kelapa Rapat (Klara) Kegiatan. Siang nanti, Presiden SBY akan pulang ke Jakarta menggunakanpesawat dari bandara Radin Inten II. (dit)
Foto

Presiden SBY turun dari KRI 591 menggunakan kendaraan perang LVT-7 A1 bersama pasukan pendarat amfibi untuk menijau latihan perang Korps Marinir TNI-AL. Abror Rizki/Setpres.

Presiden SBY meninjau latihan perang Korps Marinir TNI-AL. Dudi Anung/Setpres.

Para prajurit Korp Marinir TNI AL yang menggelar latihan memberikan penghormatan kepada Presiden SBY. Dudi Anung/Setpres.

Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan Menhan Purnomo Yusgiantoro tampak mendampingi Presiden SBY. Dudi Anung/Setpres.

Presiden SBY melihat latihan Korps Marinir TNI AL dengan menggunakan teropong. Dudi Anung/Setpres.

Dalam acara tersebut, Presiden SBY juga melakukan penanaman pohon trembesi. Abror Rizki/Setpres.

Presiden SBY juga menyapa beberapa waga yang tengah bermain bola voli. Presiden SBY juga menyempatkan bermain bola voli. Abror Rizki/Setpres.

Presiden SBY juga menyapa warga. Abror Rizki/Setpres.

Latihan pemantapan terpadu Korps Marinir TNI-AL ini berlangsung di perairan pantai Kelapa Rapat, Lampung. Abror Wizki/Setpres.
 TANDEF

121 Prajurit TNI-AL Latihan Perang Elektronik

Surabaya - Sebanyak 121 prajurit TNI Angkatan Laut (AL) dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) berpangkat tamtama hingga bintara berlatih perang dengan menggunakan peralatan elektronik.

Kegiatan latihan perang tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Elektronik Koarmatim Kolonel Laut (E) Tatang Sukaeji di Gedung Nala, Makoarmatim, Surabaya, Senin.

"Latihan yang berlangsung hingga 11 Mei 2010 itu berisikan sejumlah materi latihan peperangan," katanya.

Materi latihan yang harus dijalani para awak kapal perang Republik Indonesia itu, meliputi pembekalan, diskusi, dan taktik peperangan di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal), sedangkan praktik lapangan di Makoarmatim.

Tatang mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk mempertahankan, meningkatkan kemampuan personel pengawak, dan menguji peralatan elektronik TNI AL dalam melaksanakan tugas dan operasi yang dilaksanakan.

Ia berharap, latihan ini nantinya dapat terukur tingkat kesiapan peralatan, tingkat pengetahuan, dan keterampilan pengawak peralatan dalam melaksanakan peperangan.

"Seperti kita ketahui bersama, peralatan TNI-AL saat ini masih terbatas sehingga akan banyak kesulitan yang akan mempengaruhi jalannya latihan, tapi berdasar pada pengalaman dari latihan-latihan terdahulu, saya percaya dan optimistis setiap personel, baik secara individu maupun tim, dapat melaksanakan latihan ini secara maksimal dan lebih baik dari tahun lalu," katanya.

Ia juga berpesan kepada peserta latihan agar melaksanakan latihan ini dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh. "Kepada para penilai dan pengawas latihan, laksanakan penilaian latihan ini seobjektif mungkin. Berikan evaluasi dan arahan-arahan yang berguna bagi peningkatan kualitas peserta latihan," katanya.
ANTARA